Anda di halaman 1dari 13

Makalah Voice over Internet

Protokol(VoIP)

Oleh Kelompok :
Febi Cahya R. (08)
Ika Vidiananda (19)
Indah Royani N.S (23)
Indah Sri R.W (24)
Kelas :
XI TKJ 2
BAB 1
VOIP ( Voice Over Internet Protocol )

A. Pengertian VoIP:

Voice over Internet Protocol adalah Teknologi yang menjadikan media internet
untuk bisa melakukan komunikasi suara jarak jauh secara langsung. Sinyal suara analog,
seperti yang anda dengar ketika berkomunikasi di telepon diubah menjadi data digital dan
dikirimkan melalui jaringan berupa paket-paket data secara real time.
Dalam komunikasi VoIP, pemakai melakukan hubungan telepon melalui terminal yang
berupa PC atau telepon biasa. Dengan bertelepon menggunakan VoIP, banyak keuntungan
yang dapat diambil diantaranya adalah dari segi biaya jelas lebih murah dari tarif telepon
tradisional, karena jaringan IP bersifat global. Sehingga untuk hubungan Internasionaldapat
ditekan hingga 70%. Selain itu, biaya maintenance dapat di tekan karena voicedan data
networkterpisah, sehingga IP Phone dapat di tambah, dipindah dan di ubah. Hal ini karena
VoIP dapat dipasang di sembarang ethernet dan IP address, tidak seperti telepon
konvensional yang harus mempunyai port tersendiri di Sentral atau PBX (Private branch
exchange).

B. Fungsi VoIP:

 Signalling – Signalling berfungsi untuk menamkap jaringan yang dituju, sehingga


dapat melakukan inisialisasi (penyampaian) pesan/percakapan.
 Database Service – Layanan database adalah salah satu fungsiVoIP dalam mencari
tujuan akhir/endpoint yang harus dituju, sekaligus sebagai penerjemah alamat yang
biasanya digunakan dalam duajaringan yang berbeda.
 Call Connect/Disconnect (Bearer Control) – Bearer Control memungkinkan si
penerima panggilan dapat memutuskan panggilan/menerima panggilan.
 Codecs Operations – Berguna sebagai coder ataupun decoderdalam
pengubahan/transmitted suara menjadi sinyal digital/paket data ataupun sebalikny

C. Kelebihan dan Kelemahan VOIP

a. Kelebihan VoIP :

- Biaya lebih rendah untuk sambungan langsung jarak jauh.

- Memanfaatkan infrastruktur jaringan data yang sudah ada untuk suara.

- Penggunaan bandwidth yang lebih kecil daripada telepon biasa.

- Memungkinkan digabung dengan jaringan telepon lokal yang sudah ada.

b. Kelemahan dari VoIP :

- Kualitas suara tidak sejernih Telkom.


- Ada jeda dalam berkomunikasi

- Tidak pernah ada jaminan kualitas jika VoIP melewati internet.

- Peralatan relatif mahal.

D. Kebutuhan perangkat VOIP

Untuk dapat melakukan komunikasi menggunakan VoIP dibutuhkan beberapa komponen


pendukung. Beberapa komponen yang harus ada dalam VoIP, yaitu :

1. Protocol

Secara umum, terdapat dua teknologi yang digunakan untuk VoIP, yaitu H.323 dan SIP.H
323 merupakan teknologi yang dikembangkan oleh ITU (International Telecommunication U
nion). SIP (Session Initiation Protocol) merupakan teknologi yang dikembangkan IETF (Inter
net Enggineering Task Force).

2. VoIP Server

VoIP Server adalah bagian utama dalam jaringan VoIP. Perangkat ini memang tidak waji
b ada di jaringan VoIP, tetapi sangat dibutuhkan untuk dapat menghubungkan banyak titik ko
munikasi server. Perangkat ini dapat digunakan untuk mendefinisikan jalur dan aturan antar t
erminal. Selain itu VoIP server juga bisa menyediakan layanan-
layanan yang biasa ada di perangkat PBX (Private Branch Exchange), voice mail, Interactive
Voice Response (IVR), dan lain-lain.

3. VoIP Switch

Konsep dasar penggunaan Circuit Switching yaitu sebuah jalur komunikasi akan dibuka d
an dipesan selama terjadi komunikasi. Jalur komunikasi yang ada akhirnya menjadi eklusif di
miliki oleh dua titik yang menggunakannya

4. Codec (coder-decoder)

Agar apat melewati jalur Packet Switch dengan baik, VoIP memebutuhkan proses coder d
an decoder. Proses ini mengkonversi sinyal audio menjadi data digital yang dipadatkan (kom
presi) untuk kemudian dikirim lewat jalur internet. Di titik lain, data dikembangkan lagi (dek
ompresi), dan diubah menjadi sinyal analog.

5. SoftPhone (Software)

Selain berupa telepon utuh (hardware), perangkat telepon juga bisa berbentuk software. Di du
nia VoIP, perangkat ini disebut SoftPhone. Softphone memiliki jenis yang beragam baik dari
kemampuan dan lisensi. Saat ini banyak Softphone yang disebarkan dengan lisensi gratis. Ba
hkan ada yang menyediakan lisensi software gratis sekalligus layanan jaringan VoIP -
nya. SkyPe salah satu penyedia Softphone Cuma-Cuma, sekaligus layanan PC-to-
PC call yang prima. SoftPhone Skype ini hanya bisa bekerja di jaringan milik Skype. Jika ing
in membuat jaringan sendiri harus menggunakan Softphone jenis lain. Softphone lain diantara
nya adalah X-Lite, IAX-Lite, MyPhone

6. VoIP Gateway

Gateway digunakan untuk menghubungkan dua jaringan yang berbeda yaitu antara jaring
an H.323 dan jaringan non H.323, sebagai contoh gateway dapat menghubungkan dan menye
diakan komunikasi antara terminal H.233 dengan jaringan telepon , misalnya: PSTN. Dalam
menghubungkan dua bentuk jaringan yang berbeda dilakukan dengan menterjemankan protoc
ol-
protokol untuk call setup dan release serta mengirimkan informasi antara jaringan yang terhu
bung dengan gateway. Namun demikian gateway tidak dibutuhkan untuk komunikasi antara d
ua terminal H.323.

E. Diagram VOIP

Untuk membuat sistem VoIP, ada beberapa variasi penyambungan. Ada koneksi dari
komputer ke komputer dengan berbekal sound card dan head-set melalui jaringan LAN
maupun internet merupakan solusi paling murah tetapi cukup merepotkan, karena kedua sisi
harus memiliki komputer dan perangkat lunak (Softphone) yang sama. Ada juga melalui
komunikasi suara dari komputer ke pesawat telepon IP (IP Phone) maupun pesawat telepon
biasa yang menggunakan gateway atau perangkat yang disediakan oleh suatu perusahaan untuk
dapat mengakses jaringan PSTN (Public Switched Telephone Network) setempat.
F. Cara Kerja VOIP

Prinsip kerja VoIP adalah mengubah suara analog yang didapatkan dari speaker pada
Komputer menjadi paket data digital, kemudian dari PC diteruskan melalui Hub/ Router/
ADSL Modem dikirimkan melalui jaringan internet dan akan diterima oleh tempat tujuan
melalui media yang sama. Atau bisa juga melalui melalui media telepon diteruskan ke phone
adapter yang disambungkan ke internet dan bisa diterima oleh telepon tujuan.

G. Arsitektur VOIP

Di sisi jaringan paling luar (edge) terdapat komponen yang disebut “voice agent”. Tugas
dari komponen ini adalah untuk merubah informasi suara dari telepon menjadi bentuk data
yang dapat ditransmisikan pada jaringan paket. Jaringan kemudian akan mentransmisikan
data ke voice agent yang terhubung dengan telepon tujuan.Dari arsitektur diatas, jaringan
VoIP dapat ditinjau dari dua segi yang berbeda, yaitu voice agent dan packet network itu
sendiri.
1. Voice agent
Voice agent sangat menentukan kualitas suara yang ditransmikan pada jaringan VoIP.
Terdapat dua komponen pada voice agent yang perlu diperhatikan, yaitu voice coding dan
signalling di dalam jaringan VoIP.

2. Voice Coding
PSTN mentransmisikan suara dalam bentuk sinyal digital karena transmisi sinyal
analog memiliki banyak kelemahan.
PSTN merubah sinyal suara dari telepon diubah ke format digital yang disebut Pulse
Code Modulation (PCM). PCM melakukan sampling sinyal analog dengan rate 8000
sample/detik dan tiap sample direpresentasikan dalam satu kode 8 bit. Dengan ini, untuk satu
percakapan dibutuhkan satu kanal dengan kapasitas 64 Kbps. Salah satu pengembangan dari
PCM yaitu ADPCM menggunakan pengkodean 4 bit untuk setiap sample sehingga
membutuhkan kanal dengan kapasitas 32 Kbps untuk setiap percakapan.

Transmisi digital pada PSTN, baik menggunakan PCM maupun ADPCM harus
dilakukan secara sinkron. Akibatnya walaupun tidak terdapat percakapan, selalu terdapat
aliran data terus menerus pada kanal yang digunakan, padahal secara statistik 50 % waktu
yang digunakan pada saat percakapan telepon merupakansilent period.

Untuk menghemat bandwidth, International Telephony Union (ITU) telah


mengeluarkan beberapa standar baru untuk voice coding yang membutuhkan bandwidth lebih
kecil. Voice coding tersebut antara lain :

Untuk melakukan perbandingan kualitas suara yang dihasilkan oleh voice coding diatas,
dibuat satu pengukuran yang didasarkan pada skala Mean Opinion Score (MOS
3. Signalling
Signalling merupakan bagian lain dari voice agent yang bertugas untuk melakukan
inisialisasi percakapan. Terdapat dua model signalling pada jaringan packet voice :
a. Transport model

Pada model ini, dua voice agent saling terhubung satu sama lain dalam konfigurasi point-to-
point.

b. Translate model

Pada model ini, sejumlah voice agent dapat terhubung ke jaringan yang mengerti metode
signalling yang digunakan. Voice agent harus mampu melakukan mapping dari nomor
telepon menjadi IP, Frame Relay, atau ATM address sesuai dengan teknologi yang digunakan
melalui servis lain yang mampu menunjukkan voice agent yang terhubung ke nomor telepon
tujuan.

Pada jaringan packet voice, signalling dibagi menjadi dua bagian : external dan internal.
External signalling berhubungan dengan signalling antara telepon/PABX dengan voice agent.
Sedangkan internal signalling berhubungan dengan signalling antar voice agent di dalam
network cloud.

Internal signalling harus mampu menyediakan dua kemampuan : kontrol koneksi dan
informasi status koneksi. Kontrol koneksi digunakan untuk pembuatan jalur untuk transmisi
data antar dua voice agent. Informasi status koneksi bertugas memberikan sinyal busy,
ringing dan sebagainya. Untuk VoIP, standar H.323 telah disepakati untuk digunakan pada
internal signalling.
BAB 2l
Softswitch

A.Pengertian Softswitch

Softswitch adalah suatu alat yang mampu menghubungkan antara jaringan sirkuit
dengan jaringan paket, termasuk di dalamnya adalah jaringan telpon tetap (PSTN), internet
yang berbasis IP, kabel TV dan juga jaringan seluler yang telah ada selama ini.

Softswitch lebih dikenal sebagai IP-PBX. Perangkat perangkat dalam sofswitch yaitu :

 Media Gateway Controller (MGC) yang sering disebut dengan perangkat call agent
 Aplication / fitur server
 Media server

Selain memiliki berbagai perangkat, Softswitch juga memiliki kapsitas yaitu harus mampu
trafik panggilan minimal 4 juta BHC dan dapat pula ditambah kapsitasnya sesuai kebutuhan.
Kapsitas sistem ini juga harus disdesain secara modular.

Perangakat dalam softswitch harus mampu menjamin kualitas layanan dengan batas nilai
seperti pada dibawah ini :

1. One Way Delay


2. Delay Fariation
3. Information Loss
4. MOS (Mean Opition Socore)
5. Echo Cancelation
6. Post Dial Delay

Fitur Fitur Softswitch :

 Abreviated Dialing
 Call Forwarding
 Call WaitingCancel Call Waiting
 Calling Line Indetification Presentase (CCIP)
 Clip On Call Waiting
 Conterence Call
 Confrex

B. Fungsi Softswitch
1. Melakukan pembangunan dan pemutusan panggilan/hubungan.
2. Melakukan pengaturan hubungan ke Internet dan ke penyedia layanan multimedia sesuai
permintaan pelanggan.
3. Biasanya menyediakan fitur dan kemampuan yang setidaknya sama dengan yang sudah
ada pada sentral PSTN saat ini.
4. Mengumpulkan data panggilan untuk keperluan charging dan keperluan pendukung
operasi dan layanan lainnya.

C. Keuntungan dan Kerugian

KEUNTUNGAN SOFTSWITCH
1. Dengan lingkungan kerjanya pada jaringan data paket, softswitch sangat mendukung
pengembangan layanan masa depan berbasis paket secara efisien.
2 Mendukung konvergensi voice dan data dalam satu platform jaringan data.
3.Mendukung proses migrasi dari PSTN ke jaringan data secara mulus, sehingga mengurangi
rugi-rugi yang dapat ditimbulkan akibat proses migrasi tersebut
4. Dengan jaringan yang terbuka dan terdistribusi, diharapkan dapat mengurangi dominasi
ketergantungan pada pihak-pihak tertentu, baik dalam hal pengembangan maupun
operasinya.

KERUGIAN SOFTSWITCH
1. Tergantung pada satu vendor, karena perangkat yang digunakan bersifat prepritary.
2. Investasi yang sangat tinggi.
3. Adanya fungsi kontrol, fungsi layanan dan fungsi network melekat dalam sirkit switch,
sehingga operator sulit melakukan pengembangan dan diversivikasi layanan.

D. Arsitektur Softswitch
Arsitektur dan Bagian Fungsional (Functional Plane) Softswitch ISC Reference Architecture
sebagai berikut:

 Transport Plane

Transport plane bertanggung jawab untuk pengirirman pesan antar jaringan VoIP. Pesan ini
dapat berupa call signalling, call dan media set up atau media. Mekanisme pengiriman pesan-
pesan ini berdasarkan semua teknologi yang mampu memenuhi kebutuhan untuk membawa
jenis trafik ini. Transport plane juga menyediakan akses untuk pensinyalan dan media ke
jaringan luar, atau terminal ke jaringan VoIP. Pada umumnya perangkat dan fungsi transport
plane dikendalikan oleh fungsi didalam call control dan signaling plane. Transport plane dibagi
menjadi tiga daerah yaitu IP Transport Domain, Interworking Domain, dan Non-IP
Access Domain.

 IP Transport Domain

IP Transport Domain menyediakan transport backbone dan routing/switching untuk


mengangkut paket antar jaringan VoIP. Yang termasuk pada IP transport domain yakni router
dan switch. Perangkat-perangkat (router dan switch) menyediakan mekanisme QoS dan
aturan untuk pengangkutan.

 Interworking Domain

Perangkat Interworking Domain bertanggung jawab untuk perubahan bentuk pensinyalan atau
media penerima dari jaringan eksternal ke dalam suatu format yang dapat dikirim ke berbagai
entity di dalam jaringan VoIP dan sebaliknya. Interworking Domain terdiri dari perangkat
seperti signaling Gateway (gerbang signal yang mengangkut konversi antar lapisan pengangkut
yang berbeda), Media Gateway (media konversi antara jaringan transport yang berbeda atau
media yang berbeda, dan Interworking Gateway) signal interworking pada layer transport yang
sama tetapi dengan protokol berbeda.

 Non-IP Access Domain

Non-IP Access Domain diterapkan terutama untuk terminal non-IP dan jaringan radio tanpa
kawat yang mengakses ke jaringan VoIP. Non-IP Access Domain terdiri dari Access Gateway
atau gerbang untuk terminal non-IP atau telepon, terminal ISDN Integrated Access Devices (
IADS) untuk jaringan DSL, Kabel modem / Multimedia Terminal Adaptor ( MTAs) untuk
jaringan HFC, dan Media Gateway untuk jaringan GSM/3G mobile radio access network
(RAN).

 Call Control & Signaling Plane

Call Control & Signaling Plane mengontrol element utama pada jaringan VoIP, khususnya
pada Transport Plane. Perangkat dan fungsi dalam plane ini menyelesaikan kendali panggilan
berdasarkan pesan/message yang diterima dari Transport Plane, dan menangani pembangunan
dan pemutusan koneksi media antar Jaringan VoIP oleh komponen pengendalian dalam
Transport Plane.

 Service & Application Plane

Service & Application Plane menyediakan kendali, logika dan pengeksekusi satu atau lebih
jasa atau layanan atau aplikasi di dalam suatu jaringan VoIP.

 Management Plane

Manajemen Plane menangani fungsi seperti berlangganan dan ketetapan jasa atau layanan,
dukungan operasional, penagihan dan tugas manajemen jaringan lainnya. Manajemen Plane
dapat saling berhubungan dengan beberapa atau dengan semua ketiga plane lainnya melalui
standard industri ( seperti: SNMP) atau protocol proprietary dan APIs.
Jaringan Softswitch dibangun oleh 5 komponen penting diantaranya:

1. MGC Media Gateway Controller merupakan salah satu unit fungsi utama pada
softswitch. Gateway controller menangani call processing menggunakan Media
gateway dan Signaling gateway. Dalam menangani Call Peocessing, Signaling
Gateway berperan untuk membangun dan membubarkan koneksi. Gateway Controller
sering disebut Call Agent (karena memiliki fungsi pesan pengontrol panggilan), dan
juga disebut Media gateway Controller (karena memiliki fungsi pengontrol media
gateway
2. MG Media Gateway disebut juga AG (Access Gateway) dan TG (Trunk Gateway).
Access Gateway (AG) sebagai penghubung ke arah jaringan akses yang berhubungan
dengan pengguna. Pada umumnya access gateway yang dikenal adalah perangkat yang
berbasis paket (IP) ataupun nonpaket yang selanjutnya diubah menjadi paket untuk
dapat dikontrol oleh softswitch. Trunk Gateway (TG) dipergunakan untuk
menghubungkan jaringan berbasis softswitch kepada jaringan non-paket dan berfungsi
sebagai trunking
3. SG Signalling Gateway melayani sebagai gateway atau gerbang antara jaringan signal
SS7 dengan node-node lain pada jaringan IP yang di manage atau dikontrol oleh
softswitch. Signaling Gateway menangani pengiriman signal SS7, sementara Media
Gateway menangani pengiriman voice.
4. MS Media Server biasanya terpisah dari Feature Server karena aplikasi Media Server
melibatkan media processing. Artinya Media Server harus mampu mendukung DSP
(digital signal Processing).

5. FS Feature Server menyediakan semua feature dan layanan seperti tagihan, multy party
conference, dll. Feature Server menggunakan semua sumber layanan atau jasa yang berkaitan
dengan komponen-komponen lain pada softswitch.

E. Cara Kerja Softswitch

Cara Kerja Softswitch

MGC akan bekerja di tataran pengaturan panggilannya (call control) serta call processing.
MGC akan mengontrol panggilan yang masuk untuk mengetahui jenis media penggilan dan
tujuannya.
Dari situ, MGC akan mengirikan sinyal ke MG untuk melakukan koneksi, baik intrakoneksi
jaringan sirkuit ke sirkuit atau paket ke paket maupun interkoneksi jaringan sirkuit ke paket
dan sebaliknya.

Jika diperlukan, MGC akan meminta MG melakukan konversi media yang sesuai dengan
permintaan, atau langsung meneruskan panggilan jika tidak diperlukan konversi.

Antara MGC dan MG sendiri akan saling berhubungan dengan protokol Megaco atau MGCP
(Media Gateway Control Protocol).
Sementara itu, satu MGC akan berhubungan dengan MGC yang lain, baik itu yang berada di
jaringan yang sama maupun berbeda, dengan mengirimkan protokol sinyal tertentu. Untuk
jaringan sirkit, MGC akan mengirimkan SS7 (Signalling System 7), sementara jika
berhubungan dengan jaringan paket, maka MGC akan menggunakan H.323 atau SIP (Season
Initiation Protocol).
BAB 3

A. Kesimpulan Dan Saran


Dengan segala potensi yang ada terutama sekali biaya yang relatif murah untuk
percakapan jarak jauh, VoIP sangat berpotensi dikembangkan. Paradigma bahwa PSTN
adalah inti dari jaringan suara harus diubah bahwa telepon analog biasa adalah bagian dari IP
Telephony, yang mengakibatkan perkembangan IPTelePhony akan jauh berkembang dengan
pesat dibandingkan telepon analog biasa. Memanfaatkan idle bandwidth. Jika perusahaan
sudah mempunyai jaringan antar cabang VoIP dapat digunakan tanpa menambah biaya
jaringan. Tergantung dari system yang mau dipakai, jika hanya antar PC maka tidak ada
investasi tambahan untuk membuat jaringan VoIP. Investasi tambahan yang akan muncul jika
jaringan VoIP ini digabung dengan PABX. Perkembangan VoIP akan makin berkembang
menjadi IP Telephony, suatu bentuk komunikasi multimedia. Sebagai Alternatif penggunaan
telepon, dengan makin maraknya penggunaan VoIP Merdeka Dari 200 ke 1.300 pengguna
dalam 1 bulan pertama. Saat ini 3.000 s.d. 4.000 panggilan dalam sehari. Lebih murah,
misalkan biaya internet - TelkomNet Instan +/- Rp 10.000/jam, 2 pihak Rp 20.000/jam. Biaya
SLJJ Zone 3 (>500km) termurah Rp 505/menit Rp 30.300/jam.

Komunikasi Data

Komentar