Anda di halaman 1dari 219

‫بسم اهلل الرحمن الرحيم‬

‫‪Amalan‬‬
‫‪Bulan‬‬
‫‪Sya’ban‬‬

‫‪1‬‬
Keutamaan Bulan Sya’ban
Ketahuilah! Sesungguhnya bulan Sya‟ban adalah
bulan yang mulia, bulan yang dinisbatkan pada
Rasul Allah saaw, dimana pada bulan itu beliau
berpuasa dan menghubungkannya dengan bulan
Romadhan, Beliau saaw bersabda Sya‟ban adalah
bulanku, barang siapa yang berpuasa sehari pada
bulan Sya‟ban, maka surga wajib baginya.
Rasulullah saaw bersabda: “Sya‟ban adalah
bulanku, maka berpuasalah pada bulan ini, sebagai
ungkapan rasa cinta kalian kepada Nabi kalian dan
karena bertaqarrub pada Tuhan kalian.
Diriwayatkan dari Amirul Mukminin a.s.;
“Barangsiapa berpuasa pada bulan Sya‟ban sebagai
ungkapan cinta pada Rasul Allah saaw dan karena
bertaqarrub pada Allah, niscaya Allah
mencintainya, dan mendekatkannya pada
kemuliaan-Nya, pada hari kiamat serta mewajibkan
surga untuknya.
As-Syeikh meriwayatkan dari Shafwan Al-Jamal
berkata; Imam As-Shodiq a.s. bersabda kepadaku;
“Doronglah orang-orang yang ada di dekatmu
untuk melakukan puasa Sya‟ban, lalu saya
bertanya, apakah anda melihat sesuatu di
dalamnya? Beliau menjawab; Ya, sesungguhnya

2
Rasulullah saaw jika melihat bulan sabit pada bulan
Sya‟ban, beliau menyuruh tukang panggil untuk
menyeru di kota Madinah; “Wahai seluruh
penduduk (penghuni Yatsrib!) Sesungguhnya saya
Rasulullah untuk kalian; Ingatlah sesungguhnya
Sya‟ban adalah bulanku, maka semoga Allah
merahmati orang yang menolongku menunaikan
bulanku”. Lalu beliau a.s. berkata; Sesungguhnya
Amirul Mukminin a.s. bersabda; “Saya tidak
pernah tertinggal oleh puasa Sya‟ban sejak saya
dengar tukang serunya Rasulullah saaw
menyerukan pada bulan Sya‟ban, dan ia tidak
pernah lepas dariku selama hari-hari hidupku, yakni
puasa Sya‟ban”. Lalu beliau a.s. bersabda; “Puasa
berturut-turut 2 bulan adalah merupakan taubat dari
Allah”.
Imam Ali ditanya; „Apa yang telah dipersiapkan
oleh Allah SWT untuk orang taat pada hari-hari di
bulan Sya‟ban? Lalu beliau menceritakan tentang
sesuatu yang pernah terjadi pada bala tentara yang
dikirim oleh Rasulullah saaw dalam menghadapi
orang kafir. Pada malam yang gelap gulita di mana
kaum muslimin sedang lelap tidur yang terbangun
hanyalah Zaid bin Haritsah, Abdullah bin Rawahah,
Qotadah bin Nukman, Qais bin Ashim semuanya
menunaikan sholat malam dan membaca Al-Quran,
tiba-tiba orang-orang kafir melakukan serangan
dimana kaum muslimin hampir musnah karena

3
gelap dan tidak dapat melihat para musuh untuk
melawan secara tak terduga, tiba-tiba muncul
cahaya dari mulut keempat orang tersebut dan
menerangi bala tentara kaum muslimin yang hal itu
menjadikan kekuatan dan keberanian pada mereka
sampai dapat melumpuhkan kaum kuffar dengan
cara membunuh dan melukainya serta menawan
mereka. Setelah bala tentara kaum muslimin pulang
mereka menceritakan dan mereka menceritakan
pada Nabi saaw mengenai apa yang terjadi. Beliau
lalu bersabda:
“Sesungguhnya cahaya tersebut lantaran saudara-
saudara kalian melaksanakan berbagai amalan pada
masa kecemerlangan bulan Sya‟ban”. Lalu beliau
menceritakan amal-amal tersebut satu demi satu.
Beliau saaw bersabda:
“Jika awal bulan Sya‟ban telah masuk Iblis
menyebarkan bala tentaranya di sudut-sudut bumi
dan diufuqnya seraya berkata pada
mereka:‟bersungguh-sungguhlah kalian di dalam
memperdaya sebagian hamba Allah pada kalian
karena sesungguhnya Allah Azza wajalla
menyebarkan malaikat-malaikat-Nya di sudut-sudut
bumi dan ufuqnya seraya berfirman pada
mereka;”Bendunglah para hamba-Ku dan
tunjukkan pada mereka. Semuanya akan beruntung
kecuali yang enggan dan yang angkuh maka ia akan

4
tergolong di dalam pasukan Iblis dan
balatentaranya. Dan sesungguhnya Allah Azza
wajalla jika telah masuk permulaan Sya‟ban
memerintahkan agar pintu-pintu syurga di buka dan
memerintahkan pohon Thuba agar cabang-
cabangnya mendekat ke bumi lalu seorang penyeru
menyerukan :
“Wahai para hamba Allah! Inilah cabang-cabang
pohon Thuba bergantunglah kalian dengannya agar
kalian terangkat bersamanya ke dalam syurga. Dan
ini cabang-cabang pohon zaqqum maka
menyingkirlah kalian darinya jangan sampai ia
membawa kalian ke neraka jahim.
Beliau melanjutkan:
”Demi Dzat yang telah mengutusku sebagai nabi,
sesungguhnya siapa yang menunaikan satu bagian
dari kebaikan pada hari ini berarti telah bergantung
pada salah satu dari cabang pohon Thuba yang akan
membawanya ke dalam syurga. Dan orang yang
melakukan satu bagian dari kejahatan pada hari ini
berarti ia telah bergantung pada salah satu cabang
pohon zaqqum (pohon kecelakaan) yang akan
membawanya ke dalam neraka.
Lalu Rasulullah saaw melanjutkan:
“Barangsiapa mencari pahala karena Allah melalui
sholat pada hari ini berarti telah bergantung pada

5
satu cabang pohon tersebut.
Barangsiapa yang berpuasa pada hari ini berarti
telah bergantung pada satu cabang pohon tersebut
(Thuba:pohon keberuntungan).

Barangsiapa memperbaiki hubungan dengan


isterinya ayah dan anak-anaknya, kerabat dekatnya
tetangga dan orang-orang lainnya (teman-
temannya) berarti sudah bergantung pada cabang
pohon tersebut.
Barangsiapa meringankan kesulitan karena utang
seseorang atau menghapuskan utang orang yang
berhutang padanya berarti ia telah bergantung
dengan salah satu cabang pohon tersebut.
Barangsiapa yang melihat data hutangnya dan yang
menghutanginya telah putus asa dengannya
kemudian ia membayarnya berarti telah bergantung
dengan salah satu cabang pohon tersebut.
Barangsiapa yang merawat anak yatim berarti telah
bergantung pada satu cabang dari pohon tersebut.
Barangsiapa yang menolak orang bodoh karena
ingin menjatuhkan harga diri seorang mukmin,
berarti telah bergantung pada satu cabang pohon
tersebut.

6
Barangsiapa yang membaca Al-Qur‟an atau
sekelumit darinya berarti telah bergantung pada
satu cabang pohon tersebut.
Barangsiapa duduk mengingat Allah dan nikmat-
nikmat-Nya agar ia dapat mensyukurinya, berarti
telah bergantung pada satu cabang pohon tersebut.
Barangsiapa menjenguk orang sakit, berarti telah
bergantung pada satu cabang pohon tersebut.
Barangsiapa yang berbakti pada kedua orang
tuanya, atau salah satunya pada hari ini, berarti
telah bergantung pada satu cabang pohon tersebut.
Barangsiapa yang sebelumnya telah membuat
murka kedua orang tuanya, lalu pada hari ini ia
membuat keduanya rela, berarti telah bergantung
pada satu cabang pohon tersebut.
Begitu pula barangsiapa melakukan sesuatu dari
semua pintu-pintu kebaikan pada hari ini, berarti
telah bergantung pada satu cabang pohon tersebut.
Kemudian beliau bersabda; Demi Dzat yang telah
mengutusku sebagai nabi, Barangsiapa yang
melakukan tindakan kejahatan atau kemaksiatan
pada hari ini, berarti telah bergantung pada satu
cabang pohon Zaqqum yang akan membawanya ke
dalam neraka.
Lalu Rasulullah saaw bersabda; Demi Dzat yang

7
telah mengutusku sebagai nabi, Barangsiapa
mengurangi shalat wajib dan mengabaikannya,
berarti telah bergantung pada satu cabang pohon
Zaqqum yang akan membawanya ke dalam neraka.
Barangsiapa pada hari di datangi orang fakir yang
lemah, dimana ia mengetahui keadaannya tidak
baik, sedang ia mampu merubahnya tanpa ada
petaka yang harus menimpanya dan disitu tidak
terdapat orang yang akan menggantikannya atau
menempati posisinya, lalu ia meninggalkan dan
mengabaikannya, tidak menolongnya, berarti telah
bergantung pada satu cabang pohon tersebut.
Barangsiapa yang didatangi oleh orang bersalah
padanya lalu ia beruzur, dan tidak menerima
uzurnya malah ia memberi sanksi yang tidak sesuai
dengan kesalahannya bahkan ia melebihi kesalahan
tersebut, berarti telah bergantung pada satu cabang
pohon tersebut.
Barangsiapa yang meretakkan hubungan antara
seorang dengan istrinya, atau ayah dengan anaknya,
atau seseorang dengan saudaranya atau kerabat
dengan kerabatnya atau antara dua tetangga, antara
dua kawan atau antara dua saudara, berarti telah
bergantung pada satu cabang pohon tersebut.
Barangsiapa mempersulit orang melarat sedang ia
mengetahui kemelaratannya lalu ia bertambah

8
marahnya dan caciannya, berarti telah bergantung
pada satu cabang pohon tersebut.
Barangsiapa yang memiliki utang, lali ia
mengingkari utang tersebut pada orangnya dan
melakukan tindakan zalim atasnya sampai ia
membebaskan utang tersebut, berarti telah
bergantung pada satu cabang pohon tersebut.
Barangsiapa memutuskan anak yatim dan
mengganggunya/ menyakitinya serta merampas
hartanya, berarti telah bergantung pada satu cabang
pohon tersebut.
Barangsiapa melakukan pencemaran harga diri
saudaranya yang mukmin, dan ia membawa
manusia untuk itu, berarti telah bergantung pada
satu cabang pohon tersebut.
Barangsiapa yang menyanyikan suatu lagu,
dengannya ia membangkitkan orang pada maksiat,
berarti telah bergantung pada satu cabang pohon
tersebut.
Barangsiapa duduk mempersiapkan kejahatan-
kejahatan di dalam perang serta berbagai macam
kezaliman terhadap hamba Allah, dan ia pun
bangga dengannya, berarti telah bergantung pada
satu cabang pohon tersebut.
Barangsiapa yang tetangganya sakit, lalu ia tidak

9
melawat mayatnya, karena menguntungkannya,
berarti ia telah bergantung pada satu cabang pohon
tersebut.
Barangsiapa yang berpaling dari orang yang
tertimpa musibah, berarti ia telah bergantung pada
satu cabang pohon tersebut.
Barangsiapa durhaka pada kedua orang tuanya, atau
salah satunya, berarti ia telah bergantung pada satu
cabang pohon tersebut.
Barangsiapa yang sebelum hari ini durhaka pada
kedua orang tuanya, lalu pada hari ini ia tidak
membuat keduanya rela, padahal ia sanggup
melakukannya, berarti ia telah bergantung pada satu
cabang pohon tersebut.
Begitu pula orang yang melakukan tindakan
kejahatan dalam berbagai bentuknya, berarti ia
telah bergantung pada satu cabang pohon tersebut.
Demi Zat yang telah mengutusku membawa
kebenaran sebagai nabi, sesungguhnya mereka yang
bergantung pada cabang-cabang pohon Thuba,
niscaya ia akan mengangkat mereka ke surga.
Kemudian Rasulullah melihat ke langit sejenak
tertawa lalu tersenyum, kemudian menunduk ke
bumi, lalu beliau mengkerut dan bermasam Dan
selanjutnya beliau menghadap pada sobatnya,

10
seraya bersabda; Demi Zat yang telah mengutus
Muhammad membawa kebenaran sebagai nabi,
saya telah melihat pohon Thuba mengangkat
cabang-cabangnya ke dalam surga bersama orang-
orang yang bergantung padanya.
Saya melihat dari mereka ada yang tergantung pada
satu cabang, ada yang dua cabang, adapula yang
pada banyak cabang, sesuai dengan kadar ketaatan
mereka, dan sungguh saya telah melihat Zaid bin
Haritsah bergantung pada banyak cabang pohon
tersebut, lalu ia mengangkatnya pada tingkat yang
paling tinggi, karena itulah saya tertawa dan
tersenyum.
Kemudian saya melihat ke bumi, maka Demi Zat
yang telah mengutusku membawa kebenaran
sebagai nabi, saya juga telah melihat pohon
Zaqqum, menurunkan cabang-cabangnya bersama
orang-orang yang bergantung padanya ke dalam
neraka Jahim.
Dan saya melihat ada diantara mereka yang
bergantung pada satu cabang, atau dua bahkan
banyak cabang, sesuai dengan kejahatan yang
mereka bawa, dan sungguh saya telah melihat
sebagian orang-orang munafiqin telah bergantung
pada banyak cabang pohon tersebut, lalu ia
menurunkan mereka ke tingkat paling bawah,
karena itulah saya mengkerut dan bermasam

11
.
*****

Amalan Malam Nisfu Sya’ban


Rasulullah saaw bersabda :”Pada malam ini (Nisfu
Sya‟ban) dibagikan-Nya rizki, dicatat-Nya ajal, dan
Allah SWT pada malam ini akan mengampuni
dosa-dosa hamba-Nya, Allah menurunkan
Malaikat-Nya dari langit ke bumi. Dalam riwayat
yang lain disebutkan bahwa pada malam ini
dihapuskan semua amal (yang jelek bagi yang
memohonkannya) dibagikan-Nya rizki, dicatat-Nya
ajal, diampuni-Nya dosa kecuali orang musyrik,
yang bertengkar, yang memutuskan silaturrahmi,
pemabuk, yang terus menerus melakukan dosa,
penyair (suka mengatakan apa yang mereka sendiri
tidak mengerjakan), dukun.
Diriwayatkan dari Ali bin Husein dari ayahnya dari
Imam Ridho ketika beliau ditanya tentang malam
nisfu Sya‟ban malam itu adalah malam
diselamatkan-Nya hamba dari siksa api neraka,
diampuni-Nya dosa-dosa besar.

12
Diriwayatkan dari al-Majlisi dari kitab Zaadul
ma‟ad, Nabi saaw bersabda :”Pada malam nisfu
Sya‟ban Jibril datang kepadaku dan berkata
„Bangunlah wahai Muhammad kemudian kami
menuju ke Baqi‟ kemudian dia berkata „angkatlah
kepalamu ketahuilah pada malam ini Allah akan
membuka pintu langit, dibukanya pintu rahmat,
pintu kerelaan, pintu pengampunan, pintu
keutamaan, pintu tobat, pintu nikmat, pintu
kedermawanan, pintu ihsan, ditetapkan-Nya ajal,
dibagikan-Nya rezki, dari tahun ini hingga tahun
yang akan datang, diturunkan-Nya apa yang akan
terjadi selama setahun kemudian. Kemudian Jibril
melanjutkan Allah telah memberikan kepadamu
duhai Muhammad apa saja yang ada pada kerajaan
langit, Allah akan menetapkan pada malam hari ini
bagi yang berdiri, rukuk dan sujud (Sholat), yang
berdzikir dan bertasbih yang berdoa akan
dikabulkan doanya, yang memohon hajatnya akan
diterima, yang memohon ampun akan diampuni,
yang bertaubat akan diterima taubatnya. (Dikutip
dari Kitab Muntakhob Hasani)
Imam al-Baqir a.s. telah ditanya mengenai
keutamaan malam pertengahan bulan Sya‟ban, lalu
beliau a.s. menjawab; “Dialah yang paling utama di
antara malam setelah malam Lailatul Qadar. Di
dalamnya Allah telah memberikan kelebihan pada
hamba-hamba-Nya dan dengan kemurahan-Nya

13
Allah mengampuni mereka, maka berjuanglah di
dalam mendekatkan diri pada Allah, karena malam
itu untuk menuju Allah. Dan Allah mewajibkan
atas diri-Nya untuk tidak menolak orang yang
memohon selama ia tidak memohon maksiat pada
malam itu. Dan sesungguhnya malam yang
dijadikan oleh Allah untuk kami ahlul bait,
disamping Allah menjadikan lailatul Qadar untuk
Nabi kita, maka bersungguh-sungguhlah kalian
dalam berdoa pada Allah dan memuji pada-Nya
Dan di antara kebesaran berkah malam ini adalah ia
merupakan waktu kelahiran pemimpin zaman dan
imam zaman dimana ruh-ruh kita adalah tebusan
baginya, dilahirkan pada waktu Sahur th 255 H di
dalam kesenangan orang yang melihatnya dan
inilah yang menambah kemuliaan dan
keutamaannya.
Ada beberapa doa yang dibaca pada malam nisfu
Sya‟ban di antaranya: Doa-doa yang terdapat dalam
kitab Mafatihul Jinan hal 227 – 231. Di antaranya:
Doa ini adalah doa yang dibaca Nabi saaw pada
malam nisfu Sya‟ban: Doa ini adalah doa paripurna
dan akan banyak manfaatnya bila dibaca setiap
waktu. Disebutkan dalam kitab Awalil laalii bahwa
Nabi saaw selalu membaca doa ini setiap waktu.

،‫بسم اهلل الرحمن الرحيم‬


14
‫آؿ ُم َح َّم ٍد‬
ِ ‫ص ّْل َعلَى ُم َح َّم ٍد و‬
َ َ ‫اَللَّ ُه َّم‬
Bismillahirrohmaanirrohiim, Allahumma sholli
„alaa Muhammad wa aali Muhammad
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi
Maha Penyayang
Ya Allah limpahkanlah karuniamu atas Muhammad
dan keluarga Muhammad

‫ك َما يَ ُح ْو ُؿ بَػ ْيػنَػنَا‬َ ِ‫اَللَّ ُه َّم اقْ ِس ْم لَنَا ِم ْن َخ ْشيَت‬


َ ِ‫صيَت‬
،‫ك‬ ِ ‫وبػ ْين م ْع‬
َ َ ََ
Allahummaqsim lanaa min khosy yatika maa yahuulu
baynanaa wa bayna ma’shiyatika
Ya Allah karuniakan kami dari kekhusyukan-Mu
yang Engkau limpahkan dalam diri kami agar dapat
menghindarkan maksiyat kepada-Mu

،‫ك‬ ْ ‫ك َما تُػبَػلّْغُنَا بِ ِو ِر‬


َ َ‫ض َوان‬ َ ِ‫اعت‬ ِ
َ َ‫َوم ْن ط‬
wa min tho atika ma tuballighuna bihii ridhwaanak
Ketaatan kepada-Mu yang dapat mengantarkan
kami menuju keridhoaan-Mu

15
‫ات‬ ِ ‫وِمن الْي ِق ْي ِن ما يػ ُهو ُف َعلَْيػنَا بِ ِو م‬
ُ َ‫ص ْيب‬ ُ ْ َ َ َ َ َ
ُّ
،‫الدنْػيَا‬
waminal yaqiinii maa yahuunu ‘alainaa bihii
mushiibaatut dunyaa
Keyakinan yang dapat menghindarkan kami dari
mushibah dunia

‫صا ِرنَا َوقُػ َّوتِنَا َما‬ ِ ‫اَللَّه َّم أَمتِعنا بِأ‬


َ ْ‫َس َماعنَا َوأَب‬
ْ َْ ْ ُ
‫َحيَػ ْيتَػنَا‬
ْ‫أ‬
Allahumma amti’naa biasmaa inaa wa abshoorinaa wa
quwwatinaa maa ahyaitanaa
Wahai Tuhan Kami! Berikanlah kesenangan kami
melalui pendengaran, penglihatan dan kekuatan
kami selama Engkau hidupkan kami.

‫اج َع ْل ثَ َارنَا َعلَى َم ْن‬ ِ َ ‫واجعلْو الْوا ِر‬


ْ ‫ث منَّا َو‬ َ ُ َْ َ
‫ادانَا‬
َ ‫ص ْرنَا َعلَى َم ْن َع‬ ُ ْ‫ظَلَ َمنَا َوان‬
waj’alhul waaritsa minnaa waj'al tsaaronaa 'alaa man
dholamanaa wan shurnaa 'alaa man 'aadaanaa

16
Dan jadikanlah dia sebagai pewaris dari kami.
Jadikanlah perjuangan kami pada orang yang
menganiaya kami. Tolonglah kami atas orang-orang
yang memusuhi kami.

‫ َوالَ تَ ْج َع ِل‬،‫ص ْيبَتَػنَا فِ ْي ِديْنِنَا‬


ِ ‫والَ تَ ْجعل م‬
َُْ َ
،‫ َوالَ َم ْبػلَ َغ ِعل ِْمنَا‬،‫الدنْػيَا أَ ْكبَػ َر َى ّْمنَا‬
ُّ
wa laa taj‟al mushiibatanaa fii diininaa walaa
taj‟alil dunyaa akbaro hamminaa walaa mablagho
„ilminaa
Janganlah Engkau jadikan petaka berada di dalam
agama kami. Janganlah Engkau jadikan dunia
sebagai keinginan kami yang paling besar dan
bukan pula puncak pengetahuan kami.

َ ِ‫ بَِر ْح َمت‬،‫َوالَ تُ َسلّْ ْط َعلَْيػنَا َم ْن الَ يَػ ْر َح ُمنَا‬


‫ك يَا‬
ِ ‫الر‬
‫اح ِم ْي َن‬ َّ ‫أ َْر َح َم‬
walaa tusallith ‘alainaa man laa yarhamuna,
birohmatika yaa arhama roohimiin
Serta jangan pula Engkau beri kekuasaan orang
yang tidak memiliki belas kasih sayang pada kami
dan atas kami. Wahai Dzat yang paling berbelas

17
kasih di antara yang berbelas kasih.
Membaca tasbih sebanyak 100 kali agar
pelanggaran yang telah lalu diampuni dan agar
dipenuhi segala kebutuhan dunia dan akhirat.
Tasbihnya adalah:

‫اهلل‬ َّ
‫ال‬ ِ‫سبحا َف اهلل والْحمػد ِِ للَّ ِػو والَ اِلَو ا‬
ُ َ َ ُْ َ َ َ ُْ
‫َوهللُ أَ ْكػبَر‬
subhaanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah
wallahu akbar
Maha suci Allah, segala puji bagi Allah tidak ada
Tuhan kecuali Allah, Allah Yang Maha Besar

Amalan setelah sholat Magrib

Membaca Surah Yasin tiga kali dengan berniat sbb:


Niat Sebelum Membaca Surah Yasin yang pertama
adalah:
Kita memohon agar kita diberi kekuatan oleh Allah
untuk menjaga semua anggota tubuh dan fikiran
kita dari apa yang diharamkan Allah SWT juga
mendoakan masyarakat yang ada di sekeliling kita,

18
mulai dari para Ulama, guru, orang tua, pemuda,
pemudi, yang sakit, yang sudah meninggal,
penguasa, orang kaya, orang miskin, pejuang,
tawanan, yang akan berangkat haji, peziarah,
sebagaimana termaktub dalam doa kemenangan
sbb:

DOA Kemenangan
ِ َّ ‫الرحم ِن‬ ِ ‫بِس ِم‬
َ ‫ اَللَّ ُه َّم‬،‫الرح ْي ِم‬
‫ص ّْل َعلَى‬ ْ َّ ‫اهلل‬ ْ
‫آؿ ُم َح َّم ٍد‬ِ ‫ُم َح َّم ٍد و‬
َ
Bismillahirrohmanirrohim, Allahumma sholli ‘ala
Muhammad wa aali Muhammad

Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih Maha


Penyayang

Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan


keluarga Muhammad

‫صيَّ ِة‬
ِ ‫ وبػ ْع َد الْم ْع‬،‫اع ِة‬ ِ
َ ُ َ َ َّ‫اَللَّ ُه َّم ْارُزقْػنَا تَػ ْوف ْي َق الط‬
‫ْح ْرَم ِة‬ ِ ِ ِ
ُ ‫ َوع ْرفَا َف ال‬،‫ َوص ْد َؽ النّْػيَّة‬،
19
Allahummar zuqnaa taufiqot tho’ah, wa bu’dal ma’shiyah,
washidqon niyyah, wa ‘irfaanal hurmah
Ya Allah karuniakan pada kami :

1. Pertolongan untuk taat (kepada-Mu dan Rasul-Mu).

2. Menjauhi kemaksiatan

3. Jujur dan baik dalam niat dan tujuan.

4. Memahami makna kemuliaan

‫َوأَ ْك ِرْمنَا بِال ُْه َدى َواْ ِإل ْستِ َق َام ِة‬
Wa akrimnaa bilhuda wal istiqoomah
Muliakan diri kami dengan :

5. Bimbingan petunjuk-Mu.

6. Sikap istiqomah (konsisten dalam menjalani kebenaran)

‫ْح ْك َم ِة‬
ِ ‫اب وال‬
ِ
َ َ ‫و‬ ‫الص‬
َّ ِ ‫وس ّْد ْد أَل‬
ِ‫ْسنَتَػنَا ب‬ ََ
wa saddid alsinatanaa bisshowaabi wal hikmah
Luruskan pembicaraan kami dengan:

7. Kebenaran dan kejujuran (sesuai dengan isi hati).

20
8. Hikmah kebijaksanaan (memahami situasi).

‫ َوطَ ّْه ْر‬، ‫َو ْامؤلْ قُػلُ ْوبَػنَا بِال ِْعل ِْم َوال َْم ْع ِرفَ ِة‬
‫الش ْبػ َه ِة‬
ُّ ‫ْح َر ِاـ َو‬ ِ
َ ‫بُطُْونَػنَا م َن ال‬
Wamla’ quluubanaa bil’ilmi wal ma’rifah, wa thohhir
buthuunanaa minal haromi was syubhah
Penuhilah hati kami dengan :

9. Ilmu Pengetahuan.

10. Ma’rifat (mengenal sesuatu dengan ilmu dan pemahaman).

11. Sucikanlah perut kami dari makanan dan minuman yang di


haramkan dan meragukan (syubhat)

، ‫الس ِرقَ ِة‬


َّ ‫ف أَيْ ِديَػنَا َع ِن الظُّل ِْم َو‬
ْ ‫َوا ْك ُف‬
‫ْخيَانَِة‬
ِ ‫ض أَبصارنَا َع ِن الْ ُفجوِر وال‬
َ ُْ ََْ ْ ‫ض‬ ُ ‫َوا ْغ‬
Wakfuf aidiyanaa ‘anidzdzulmi wassariqoh, waghdhud
abshoronaa ‘anil fujuuri wal khiyanah
12. Cegahlah tangan kami untuk tidak berbuat lalim dan
mencuri.

21
13. Tundukkanlah pandangan kami untuk tidak berkehendak
dalam penyelewengan dan penghianatan.

،‫اعنَا َع ِن اللَّغْ ِو َوال ِْغ ْيبَ ِة‬


َ ‫َس َم‬
ْ ‫اس ُد ْد أ‬
ْ ‫َو‬
Wasdud asmaa ‘anaa ‘anil laghwi wal ghiibah
14. Tutuplah pendengaran kami dari hal-hal sia-sia dan
perbuatan menggunjing

‫َّص ْي َح ِة‬
ِ ‫الزْى ِد والن‬ِ ِ َّ ‫َوتَػ َف‬
َ ُّ ‫ض ْل َعلَى عُلَ َمائنَا ب‬
watafaddhol ‘alaa ‘ulamaa inaa bizzuhdi wan nashiihah
15. Anugerahkanlah kepada ulama-ulama kami:

* Sifat kezuhudan (apabila miskin bersyukur, jika kaya


mengutamakan orang yang lebih membutuhkan)

* Sikap sungguh-sungguh dalam memberi bimbingan dan


nasehat kepada umat

‫الر ْغبَ ِة‬


َّ ‫ْج ْه ِد َو‬ ِ
ُ ‫َو َعلَى ال ُْمتَػ َعلّْم ْي َن بِال‬
Wa ‘alal muta’allimiina bil juhdi war roghbah
16. Anugerahkanlah kepada kaum pelajar kami :

22
* Sikap sungguh-sungguh dalam mencari ilmu.

* Cinta kepada ilmu.

‫َو َعلَى ال ُْم ْستَ ِم ِع ْي َن بِاْ ِإلتّْػبَ ِاع َوال َْم ْو ِعظَ ِة‬
wa ‘alal mustami’iina bil ittiba’i wal mau’idzoh
17. Kepada masyarakat pendengar (informasi keilmuan)
anugerahkanllah mereka:

* Untuk mengikuti kebenaran

* Menjadikan informasi itu sebagai nasehat yang berguna

،‫اح ِة‬ َّ ‫الش َف ِاء َو‬


َ ‫الر‬ ّْ ِ‫ضى ال ُْم ْسلِ ِم ْي َن ب‬
َ ‫َو َعلَى َم ْر‬
Wa ‘ala mardhol muslimiina bissyifa I warrohmah,
18. Berikanlah kesembuhan dan ketenangan kepada kaum
muslimin yang menderita sakit (sakit fisik maupun sakit rohani)

‫الر ْح َم ِة‬
َّ ‫الرأْفَ ِة َو‬
َّ ِ‫اى ْم ب‬
ُ َ‫َو َعلَى َم ْوت‬
wa ‘ala mautaahum birro’fati warrohmah
19. Limpahkanlah belas kasih serta rahmat dan sayang-Mu
kepada kaum muslimin yang meninggal

23
،‫الس ِك ْيػنَ ِة‬
َّ ‫َو َعلَى َم َشايِ ِخنَا بِال َْوقَا ِر َو‬
Wa’ala masyayihina bil waqoori wassakiinah,
20. Kepada kaum tua kami anugerahilah: Sikap terhormat dan
sikap tenang

‫اب بِاْ ِإلنَابَِة َوالتػ َّْوبَِة‬


ِ َ‫الشب‬
َّ ‫َو َعلَى‬
wa’alassyababi bil inaabati wat-taubah
21. Kepada kaum muda anugerahilah:

* Kesadaran kembali kepada kebenaran

* Bertobat (mengakui kesalahan dan memperbaikinya)

،‫ْحيَ ِاء َوال ِْع َّف ِة‬


َ ‫ل‬ ‫ا‬ِ
‫ب‬ ِ ‫وعلَى النّْس‬
‫اء‬ َ ََ
Wa ‘alannisaa i bilhayaa i wal ‘iffah
22. Kepada kaum wanita berilah: Rasa malu dan Harga diri

‫الس َع ِة‬
َّ ‫اض ِع َو‬ ‫َو َعلَى اْألَ ْغنِيَ ِاء بِالت َػ‬
ُ ‫َّو‬
wa ‘alal aghniyaa i bittawaadhu’i wassa’ah

24
23. Kepada orang kaya anugerahilah mereka: Sikap rendah hati
dan Dermawan

،‫اع ِة‬ َّ ِ‫َو َعلَى الْ ُف َق َر ِاء ب‬


َ َ‫الص ْب ِر َوالْ َقن‬
Wa’alal fuqoro i bishshobri wal qonaa’ah
24. Kepada kaum miskin teguhkanlah mereka:

* Dengan kesabaran

* Sikap menerima dan merasa cukup (qana’ah)

‫َّص ِر َوالْغَلَبَ ِة‬ ِ


ْ ‫َو َعلَى الْغَُزاة بِالن‬
wa ‘alal ghuzaati binnashri wal gholabah
25. Kepada para pejuang muslimin berilah: Pertolongan dan
Kemenangan

،‫اح ِة‬
َ ‫الر‬ ِ َ‫ُس َر ِاء بِالْ َخل‬
َّ ‫ص َو‬ َ ‫َو َعلَى اْأل‬
Wa’alal usaroo i bilkholaashi warroohah,
26. Kepada kaum muslimin yang ditawan berilah : Kebebasan
dan Ketenangan

25
َّ ‫َو َعلَى اْالَُم َر ِاء بِال َْع ْد ِؿ َو‬
‫الش َف َق ِة‬
wa’alal umaroo i bil’adli wasysyafaqoh
27. Kepada pemimpin bangsa sadarkanlah mereka dengan :
Keadilan dan Kasih sayang

،‫الس ْيػ َرِة‬ ِ ‫الر ِعيَّ ِة بِاْ ِإلنْص‬


ّْ ‫اؼ َو ُح ْس ِن‬ َّ ‫َو َعلَى‬
َ
Wa’alal ro’iyyati bil inshoofi wahusnisiiroh
28. Kepada rakyat bimbinglah mereka:

* Untuk bersikap patuh (kepada pemimpin)

* Berprilaku bagus

‫الز ِاد َوالنَّػ َف َق ِة‬


َّ ِ‫الزَّوا ِر ب‬ ِ
ُّ ‫اج َو‬ ُ ‫َوبَا ِر ْؾ لل‬
ِ ‫ْح َّج‬
wabaarik lilhujjaaji wazzuwwaar bizzaadi wannafaqoh
29. Berkahilah orang-orang yang menunaikan haji dan
peziarah-peziarah dalam bekal dan perbelanjaan mereka.

‫ْح ّْج‬ ِ ‫ت علَي ِهم‬ ِ ْ‫َواق‬


َ َ ْ ْ َ َ ‫ض َما أ َْو َج ْب‬
‫ل‬ ‫ا‬ ‫ن‬ ‫م‬
،‫َوالْعُ ْم َرِة‬
26
ِ ‫الر‬
‫اح ِم ْي َن‬ َّ ‫ك يَا اَ ْر َح َم‬ َ ِ‫ضل‬
َ ِ‫ك َوَر ْح َمت‬ ْ ‫بَِف‬
Waqdhi maa aujabta ‘alaihim minal hajji wal ‘umroti
bifadhlika warohmatika, Yaa
arhamarroohimin
Sempurnakanlah haji dan umrah yang Engkau tetapkan bagi
mereka dengan karunia dan rahmat-Mu.

Wahai Yang Paling Pengasih dari semua yang mengasihi

*****

Surah Yasin

‫بسم اهلل الرحمن الرحيم‬


A’uudzubillahi minasy syaithoonirrojiim,
Bismillahirrohmaanirrohiim

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan


yang terkutuk, Dengan asma Allah Yang Maha
Pengasih Maha Penyayang

27
‫ك لَ ِم َن‬ ِ ‫ْح ِك‬
َ َّ‫ إِن‬،‫يم‬ ِ
َ ‫ َوالْ ُق ْرَء اف ال‬،‫يس‬
ٍ ‫اط ُّم ْستَ ِق‬
‫يم‬ ٍ ‫صر‬ ِ ‫ َعلى‬،‫الْمرسلِين‬
َ َ َ ُْ
Yaa siin, walqur’anil hakim, Yaa siin. Demi al-Qur'an yang
penuh hikmah, (QS. 36:1-2)

sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul,


(yang berada) di atas jalan yang lurus, (QS. 36:3-4)

ِ ‫الرِح‬
‫ لِتُػ ْن ِذ َر قَػ ْوماً َّمآ‬،‫يم‬ َّ ‫تَػ ْن ِزيْ َل ال َْع ِزيْ ِز‬
‫اُنْ ِذ َرَءابآ ُؤ ُى ْم فَػ ُه ْم غَافِلُو َف‬
Tanziilal ‘aziizir rohiim. Litundziro qoumam maa
undziro aabaa uhum fahum ghoofiluun

(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha


Perkasa lagi Maha Penyayang. agar kamu memberi
peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka
belum pernah diberi peringatan, karena mereka
lalai. (QS. 36: 5 - 6)

َ‫لََق ْد َح َّق الْ َق ْو ُؿ َعلَى أَ ْكثَ ِرِى ْم فَػ ُه ْم ال‬


‫يُػ ْؤِمنُو َف‬
28
Laqod haqqol qoulu ‘alaa aktsarihim fahum laa yukminuun

Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan


(ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka,
karena mereka tidak beriman. (QS. 36:7)

‫اج َعلْنَا فِي أَ ْعنَاقِ ِه ْم أَ ْغلَالً فَ ِه َي اِلَى‬


َ َّ
‫ن‬ ِ‫ا‬
ِ َ‫األَ ْذق‬
‫اف فَػ ُهم ُّم ْق َم ُحو َف‬
Inna ja’alnaa fii a’naa qihim aghlaalan fahiya ilaal
adzqooni fahum muqmahuun

Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di


leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke
dagu, maka karena itu mereka tertengadah. (QS.
36:8)

‫ َوِم ْن َخل ِْف ِه ْم‬،ً‫َو َج َعلْنَا ِمن بَػ ْي ِن أَيْ ِدي ِه ْم َس ّدا‬
ِ ‫اىم فَػ ُهم الَ يػ ْب‬
‫ص ُرو َف‬ ُ ْ ْ ُ َ‫ فَأَ ْغ َش ْيػن‬،ً‫َس ّدا‬
Waja’alnaa mim baini aidiihim saddaw wamin
kholfihim saddan fa aghsyainaahum fahum laa
yubshiruun

Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan

29
di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup
(mata) mereka sehingga mereka tidak dapat
melihat. (QS. 36:9)

ِ ُ‫وسوآء َعلَي ِهم ء أَن َذرتَػهم أَـ لَم ت‬


َ‫نذ ْرُى ْم ال‬ ْ ْ ُْ ْ َ ْ ْ ٌ ََ
‫يُػ ْؤِمنُو َف‬
Wasawaaun ‘alaihim a-anzartahum am lam tundzirhum
laa yu’minuun

Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi


peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak
memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak
akan beriman. (QS. 36:10)

َّ ‫ َو َخ ِش َي‬،‫الذ ْك َر‬
‫الر ْح َم َن‬ ِ ُ‫إِنَّما ت‬
ّْ ‫نذ ُر َم ِن اتَّػبَ َع‬ َ
ٍِ
ْ ‫ش ْرهُ بِ َمغْف َرة َوأ‬
‫َج ٍر َك ِر ٍيم‬ ِ ‫بِالْغَْي‬
ّْ َ‫ فَػب‬،‫ب‬
Innamaa tundziru manit-taba’adz dzikro

wa khosyiar-rohmaana bilghoibi fabasy-syirhu


bimaghfirotiw wa ajrin kariim

Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan


kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan

30
dan takut kepada Yang Maha Pemurah walaupun
dia tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar
gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.
(QS. 36:11)

‫ب َما قَ َّد ُموا َو َء‬ ُ ُ‫إِنَّا نَ ْح ُن نُ ْح ِي ال َْم ْوتَى َونَ ْكت‬


،‫اثَ َارُى ْم‬
‫ص ْيػنَاهُ فِي إِ َم ٍاـ ُمبِي ٍن‬ ٍ
َ ‫َح‬ ْ ‫َوُك َّل َش ْيء أ‬
Innaa nahnu nuhyil mautaa, wanaktubu maa
qoddamuu wa aatsaarohum, wa kulla syaiin
ahshoinaahu fii imaamin mubiin

Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang


mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka
kerjakan dan bekas-bekas yang mereka
tinggalkan.Dan segala sesuatu Kami kumpulkan
dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).
(QS. 36:12)

ِِ
‫آء َىا‬
َ ‫اب الْ َق ْريَة ا ْذ َج‬
َ ‫َص َح‬ ْ ‫ض ِر‬
ْ ‫ب لَ ُهم َّمثَلً أ‬ ْ ‫َوا‬
‫ال ُْم ْر َسلُو َف‬

31
Wadhrib lahum matsalan ashhaabal qoryati idz jaa
ahaal mursaluun

Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu


penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang
kepada mereka; (QS. 36:13)

ُ ُ‫إِ ْذ أ َْر َسلْنَآ إِلَْي ِه ُم اثْػنَػ ْي ِن فَ َك َّذب‬


‫وى َما فَػ َع َّزْزنَا‬
‫ث فَػ َقالُوا إِنَّآ اِلَْي ُكم ُّم ْر َسلُو َف‬ ٍ ِ‫بِثَال‬
Idz arsalnaa ilaihimus naini fakadz-dzabuu humaa,
fa’az-zaznaa bitsaalitsin, faqooluu innaa ilaikum
mursaluun

(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua


orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya;
kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) ketiga,
maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya
kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu".
(QS. 36:14)

َ ‫قَالُوا َمآ أَنتُ ْم إِالَّ بَ َش ٌر ّْمثْػلُنَا َوَمآ أ‬


‫َنز َؿ‬
‫الر ْح َم ُن ِمن َش ْي ٍء اِ ْف أَنتُ ْم اِالَّ تَ ْك ِذبُو َف‬
َّ

32
Qooluu maa antum illaa basyarun mistlunaa wa maa
anzalar-rohmaanu min syai in,

in antum illaa takdzibuun

Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah


manusia seperti kami dan Allah Yang Maha
Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak
lain hanyalah pendusta belaka".
(QS. 36:15)

‫قَالُوا َربُّػنَا يَػ ْعلَ ُم إِنَّآ إِلَْي ُك ْم لَ ُم ْر َسلُو َف‬


Qooluu robbunaa ya’lamu innaa ilaikum lamursaluun

Mereka berkata:"Rabb kami lebih mengetahui


bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang
diutus kepada kamu. (QS. 36:16)

ِ
ُ ‫َوَما َعلَْيػنَآ إِالَّ الْبَلَغُ ال ُْمب‬
‫ين‬
Wa maa ‘alainaa illal balaa ghul mubiin

Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah


menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas". (QS.
36:17)

33
‫قَالُوا اِنَّا تَطَيَّػ ْرنَا بِ ُك ْم لَئِن لَّ ْم تَنتَػ ُهوا‬
‫يم‬ ِ ‫سنَّ ُكم ِمنَّا َع َذ‬
ٌ ‫اب أَل‬
ٌ َّ ‫لَنَػ ْر ُج َمنَّ ُك ْم َولَيَ َػم‬
Qooluu innaa tathoyyarnaa bikum

La il lam tantahuu lanarjuman-nakum, wa layamassan-


nakum minnaa ‘adzaabun aliim

Mereka menjawab:"Sesungguhnya kami bernasib


malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu
tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan
merajam kamu dan kamu pasti akan mendapatkan
siksa yang pedih dari kami". (QS. 36:18)

‫ أَئِ ْن ذُّْك ْرتُم بَ ْل أَنتُ ْم‬،‫قَالُوا طَآئُِرُكم َم َع ُك ْم‬


‫قَػ ْوٌـ ُّم ْس ِرفُو َف‬
Qooluu thooirukum ma’akum a in dzukkirtum bal
antum qoumum musrifuun

Utusan-utusan itu berkata:"Kemalangan kamu itu


adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu
diberi peringatan (kamu mengancam kami)?.
Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui

34
batas". (QS. 36:19)

َ َ‫صا ال َْم ِدينَ ِة َر ُج ٌل يَ ْس َعى ق‬ ِ ‫وج‬


‫اؿ يَا‬ َ ْ‫آء م ْن أَق‬
َ ََ
‫ين‬ ِ‫قَػوِـ اتَّبِعوا الْمرسل‬
َ َ ُْ ُ ْ
Wa jaa a min aqshool madiinati rojuluy yas’aa, qoola
yaa qoumit-tabi’ul mursaliin

Dan datanglah dari ujung kota seorang laki-laki


(Habib An Najjar) dengan bergegas-gegas ia
berkata:"Hai kaumku ikutilah utusan-utusan itu,
(QS. 36:20)

ْ ‫إِتَّبِعُوا َمن الَ يَ ْسأَلُ ُك ْم أ‬


‫َجراً َو ُىم ُّم ْهتَ ُدو َف‬
Ittabi’uu man laa yas alukum ajron wa hum muhtaduun

ikutilah orang tiada minta balasan kepadamu; dan


mereka adalah orang-orang yang mendapat
petunjuk. (QS. 36:21)

‫َوَما لِ َي آل أَ ْعبُ ُد الَّ ِذي فَطََرنِي َوإِلَْي ِو تُػ ْر َجعُو َف‬


Wa maa liya laa a’budulladzii fathoronii wa ilaihi tur
ja’uun

35
Mengapa aku tidak menyembah (Ilah) yang telah
menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah
kamu (semua) akan dikembalikan?. (QS. 36:22)

َّ ‫ إِف يُ ِر ْد ِف‬،ً‫َءأَتَّ ِخ ُذ ِمن ُدونِِو َءالِ َهة‬


‫الر ْح َم ُن‬
ُ ِ‫ب‬
َ ‫ الَ تُػ ْغ ِن َعنّْي َش َف‬،‫ض ٍّر‬
ً‫اعتُػ ُه ْم َش ْيئا‬
ِ ‫والَ ي ِنق ُذ‬
‫وف‬ ُ َ
A attakhidzu min duunihi aalihatan iyyurid nir-
rohmaanu bidhurril laa tughni ‘annii syafaa ‘atuhum
syai an wa laa yunqidzuun

Mengapa aku akan menyembah ilah-ilah selain-


Nya, jika (Allah) Yang Maha Pemurah
menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya
syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun
bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat
menyelamatkanku?. (QS. 36:23)

َ ‫إِنّْي إِ ًذا لَِفي‬


ُ ‫ إِنّْي َء َام‬،‫ضلَ ٍؿ ُمبِي ٍن‬
‫نت‬
ِ ‫بِربّْ ُكم فَاسمع‬
‫وف‬ َُْ ْ َ

36
Inni idzal lafii dholaalin mubiin. Innii aa mantu
biroobikum fasma’uun

Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam


kesesatan yang nyata. (QS. 36:24). Sesungguhnya
aku telah beriman kepada Rabbmu; maka
dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku. (QS.
36:25)

‫ت قَػ ْوِمي‬
َ ‫اؿ يَا لَْي‬ َ ‫يل ا ْد ُخ ِل ال‬
َ َ‫ْجنَّةَ ق‬ َ ‫ق‬
ِ
‫يَػ ْعلَ ُمو َف‬
Qiilad khulil jannata qoola yaa laita qoimii ya’lamuun

Dikatakan (kepadanya):"Masuklah ke surga".Ia


berkata:"Alangkah baiknya sekiranya kaumku
mengetahui, (QS. 36:26)

‫ين‬ ِ ِ ِ ِ ِ
َ ‫ب َما غَ َف َر لي َربّْي َو َج َعلَني م َن ال ُْم ْك َرم‬
Bimaa ghofarolii robbii waja’alanii minal mukromiin

apa yang menyebabkan Rabbku memberikan


ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk
orang-orang yang dimuliakan". (QS. 36:27)

37
‫ند ِم َن‬
ٍ ‫ومآ أَنْػزلْنَا َعلَى قَػوِم ِو ِمن بػع ِد ِه ِمن ج‬
ُ َْ ْ ْ َ ََ
‫آء َوَما ُكنَّا ُم ْن ِزلِْي َن‬
ِ ‫السم‬
َ َّ
Wa maa anzalnaa ‘alaa qouimihii mim ba’dihii min
jundim minas samaa i wa maa kunna munziiliin

Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya


sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari
langit dan tidak layak Kami menurunkan nya. (QS.
36:28)

ِ ‫ت إِالَّ صيحةً و‬
‫اح َد ًة فَِإ َذا ُى ْم‬ ْ َ‫إِ ْف َكان‬
َ َ َْ
‫َخ ِام ُدو َف‬
In kaa nat illaa shoihatan wa hidatan faidzaa hum
khoomiduun

Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu


teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka
semuanya mati. (QS. 36:29)

ٍ ‫اد َما يَأْتِي ِهم ِم ْن َّر ُس‬


‫وؿ‬ ِ ‫يا حسرًة َعلَى ال ِْعب‬
َ
ْ َْ َ َ

38
‫إِالَّ َكانُوا بِ ِو يَ ْستَػ ْه ِزُؤو َف‬
Yaa hasrotaan ‘alaal ‘ibaadi maa ya’tiihim mir rosuulin
illa kaanuu bihii yastahziuun

Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-


hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada
mereka melainkan mereka selalu memperolok-
olokkannya.
(QS. 36:30)

ِ ‫أَلَم يػروا َكم أ َْىلَ ْكنَا قَػ ْبػلَ ُهم ِمن الْ ُقر‬
‫وف أَنَّػ ُه ْم‬ ُ َ ْ ْ ََ ْ
‫إِلَْي ِه ْم الَ يَػ ْرِجعُو َف‬
Alam yarou kam ahlaknaa qoblahum minal quruuni
annahum ilaihim laa yar ji’uun

Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat-


umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan,
bahwasannya (orang-orang yang telah Kami
binasakan) itu tiada kembali kepada mereka. (QS.
36:31)

ِ
‫ض ُرو َف‬ ٌ ‫َواف ُكلّّ لَ َّما َج ِم‬
َ ‫يع لَ َديْػنَا ُم ْح‬
39
Wa in kullul lamma jamii’ul ladainaa muhdhoruun

Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan


lagi kepada Kami. (QS. 36:32)

‫اىا َوأَ ْخ َر ْجنَا‬


َ َ‫َحيَػ ْيػن‬
ْ ‫ض ال َْم ْيتَةُ أ‬ُ ‫َو َءايَةٌ لَّ ُه ُم األ َْر‬
‫ِم ْنػ َها َحبّاً فَ ِم ْنوُ يَأْ ُكلُو َف‬
Wa aayatul lahumul ardhul maitatu ahyainaaha wa
akhrojnaa minhaa habbaan faminhu ya’kuluun

Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi


mereka adalah bumi yang mati.Kami hidupkan
bumi itu dan Kami keluarkan daripadanya biji-
bijian, maka daripadanya mereka makan. (QS.
36:33)

‫اب‬ ٍ ‫َّات ِمن نَّ ِخ‬


ٍ َ‫يل َوأَ ْعن‬ ٍ ‫وجعلْنَا فِ َيها جن‬
َ ََ َ
ِ ‫وفَ َّجرنَا فِ َيها ِمن الْعي‬
‫وف‬ُُ َ ْ َ
Wa ja’alnaa fiihaa jannaatin min nakhiilin wa a’naabiw
wafajjarnaa fiihaa minal ‘uyuun

Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma


dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa

40
mata air, (QS. 36:34)

َ‫لِيَأْ ُكلُوا ِم ْن ثَ َم ِرِه َوَما َع ِملَْتوُ أَيْ ِدي ِه ْم أَفَل‬


‫يَ ْش ُك ُرو َف‬
Liya’kuluu min tsamarihii wa maa ‘amilathu aidiihim
afalaa yasykuruun

supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari


apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka
mengapakah mereka tidak bersyukur? (QS. 36:35)

ُ ِ‫اج ُكلَّ َها ِم َّما تُػ ْنب‬


‫ت‬ ِ َّ
َ ‫ُس ْب َحا َف الذي َخلَ َق األَ ْزَو‬
‫ض َوِم ْن أَن ُف ِس ِه ْم‬
ُ ‫األ َْر‬
‫َوِم َّما الَ يَػ ْعلَ ُمو َف‬
Subhaanal ladzii kholaqol azwaaja kullahaa mimma
tunbitul ardhu wamin anfusihiim

wa mimmaa laa ya’lamuun

Maha Suci Rabb yang telah menciptakan pasangan-


pasangan semuanya, baik dari apa yang

41
ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka
maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. (QS.
36:36)

ِ
َ ‫َو َء ايَةٌ لَّ ُه ُم الَّْي ُل نَ ْسلَ ُخ م ْنوُ النػ‬
‫َّه َار فَِإ َذا ُىم‬
‫ُّمظْلِ ُمو َف‬
Wa aayatul lahumul lailu naslakhu minhuu nahaaro
faidzaa hum muzhlimuun

Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi


mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari
malam itu, maka dengan serta merta mereka dalam
kegelapan, (QS. 36:37)

َ ِ‫س تَ ْج ِري لِ ُم ْستَػ َق ٍّر لَّ َها َذل‬


‫ك تَػ ْق ِد ُير‬ َّ ‫َو‬
ُ ‫الش ْم‬
‫يم‬ِ ِ‫ال َْع ِزي ِز ال َْعل‬
Wasy syamsu tajrii limustaqor-ril lahaa dzaalika
taqdiirul ‘aziizil ‘aliim

dan matahari berjalan di tempat peredarannya.


Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi
Maha Mengetahui. (QS. 36:38)

42
ِ ‫اد َكالْعرج‬
‫وف‬ ُ ْ ُ َ ‫َوالْ َق َم َر قَ َّد ْرنَاهُ َمنَا ِز َؿ َحتَّى َع‬
‫الْ َق ِد ِيم‬
Wal qomaro qoddarnaahu manaazila hatta ‘aadakal
‘urjuunil qodiim

Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-


manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah
yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk
tandan yang tua. (QS. 36:39)

َ‫س يَػ ْنبَ ِغي لَ َهآ أَف تُ ْد ِر َؾ الْ َق َم َر َوال‬ َّ َ‫ال‬


ُ ‫الش ْم‬
،‫الَّْي ُل َسابِ ُق النَّػ َها ِر‬
‫ك يَ ْسبَ ُحو َف‬ ٍ َ‫وُكلّّ فِي فَػل‬
َ
Lasy syamsu yambaghii lahaa an tudrikal qomaro walal-
lailu saa biqun nahaari wa kullun fii falaqin
yasbahuun

Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan


bulan dan malam pun tidak dapat mendahului
siang. Dan masing-masing beredar pada garis

43
edarnya. (QS. 36:40)

ِ ‫وءايةٌ لَّ ُهم أَنَّا حملْنَا ذُ ّْريَّػتَػ ُهم فِي الْ ُفل‬
‫ْك‬ ْ ََ ْ َ ََ
ِ ‫الْم ْشح‬
‫وف‬ ُ َ
Wa aayatul lahum annaa hamalnaa dzurriy-yatahum fil
fulkil masyhuun

Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi


mereka adalah Kami angkut keturunan mereka
dalam bahtera yang penuh muatan, (QS. 36:41)

‫َو َخلَ ْقنَا لَ ُهم ِمن ّْمثْلِ ِو َما يَػ ْرَكبُو َف‬
Wa kholaqnaa lahum mim mitslihii maa yarkabuun

dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka


kendarai seperti bahtera itu.
(QS. 36:42)

َ َ‫َوإِف نَّ َشأْ نُػ ْغ ِرقْػ ُه ْم فَل‬


َ ‫ص ِر‬
‫يخ لَ ُه ْم َوالَ ُى ْم‬
‫يُن َق ُذو َف‬

44
Wa in nasya’ nughriq huum falaa shoriikho lahum wa
laa hum yun qodzuun

Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami


tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka
penolong dan tidak pula mereka diselamatkan. (QS.
36:43)

‫إِالَّ َر ْح َمةً ِمنَّا َوَمتَاعاً إِلَى ِح ْي ٍن‬


Illaa rohmatam minnaa wa mataa ‘an ilaa hiin

Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena Rahmat


yang besar dari Kami dan untuk memberikan
kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika. (QS.
36:44)

‫يل لَ ُه ُم اتَّػ ُقوا َما بَػ ْي َن أَيْ ِدي ُك ْم َوَما‬ َ


ِ‫وإِ َذا ق‬
َ
‫َخ ْل َف ُك ْم لَ َعلَّ ُك ْم تُػ ْر َح ُمو َف‬
Wa idzaa qiila lahumut taquu maa baina aidiikum wa
maa kholfakum la’allakum turhamuun

Dan apabila dikatakan kepada mereka:"Takutlah


kamu akan siksa yang dihadapanmu dan siksa yang
akan datang supaya kamu mendapat rahmat",

45
(niscaya mereka berpaling). (QS. 36:45)

ِ ‫وما تَأْتِي ِهم ِمن ء اي ٍة ِمن ء اي‬


َّ‫ات َربّْ ِه ْم إِال‬ َ َ ْ َ َ ْ ََ
ِ ‫َكانُوا َع ْنػ َها م ْع ِر‬
‫ض ْي َن‬ ُ
Wa maa ta’tiihim min aa yatim min aa yaati robbihim
illa kaanuu ‘anhaa mu’ridhiin

Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu


tanda dari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka,
melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.
(QS. 36:46)

َ َ‫َنف ُقوا ِم َّما َرَزقَ ُك ُم اللَّوُ ق‬


‫اؿ‬ ِ ‫وإِ َذا قِيل لَهم أ‬
ُْ َ َ
‫ين َء َامنُوا أَنُط ِْع ُم َمن لَ ْو‬ ِِ ِ َّ
َ ‫ين َك َف ُروا للَّذ‬
َ ‫ال ذ‬
‫ضلَ ٍؿ‬َ ‫يَ َشآءُ اللَّوُ أَط َْع َموُ إِ ْف أَنتُ ْم إِالَّ فِي‬
‫ُمبِي ٍن‬
Wa idzaa qiila lahum anfiquu mimma rozaqokumul-
laahu qoolal ladziina kafaruu lilladziina aa manuu
anuth’imu man lau yasyaa ullahu ath’amahuu in antum
illaa fii dholaalin mubiin

46
Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Naf-
kahkanlah sebagian dari rizki yang diberikan Allah
kepadamu", maka orang-orang yang kafir itu
berkata kepada orang-orang yang ber-iman:
"Apakah Kami akan memberi makan kepada orang-
orang yang jika Allah menghen-daki tentulah Dia
akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan
dalam kesesaatan yang nyata". (QS. 36:47)

‫ين‬ ِ ِ ‫ويػ ُقولُو َف متَى ى َذا الْو ْع ُد إِف ُكنتُم‬


َ ‫صادق‬َ ْ َ َ َ ََ
Wa yaquuluuna mataa haadzal wa’du in kuntum
shoodiqiin

Dan mereka berkata:"Bilakah (terjadinya) janji ini


(hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang
yang benar?" (QS. 36:48)

‫ْخ ُذ ُى ْم َو ُى ْم‬
ُ ‫اح َد ًة تَأ‬ِ ‫ما يػ ْنظُرو َف إِالَّ صيحةً و‬
َ َ َْ ُ َ َ
ّْ ‫يَ ِخ‬
‫ص ُمو َف‬
Maa yandzuruuna illaa shoihataw waa hidatan
ta’khudzuuhum wahum yahish shimuun

Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan


saja yang akan membinasakan mereka ketika

47
mereka sedang bertengkar. (QS. 36:49)

‫صيَةً َوآل إِلَى أ َْىلِ ِه ْم‬


ِ ‫فَلَ يستَ ِطيعو َف تَػو‬
ْ ُ َْ
‫يَػ ْرِجعُو َف‬
Falaa yastathii’uuna taushiyataw wa laa ilaa ahlihim
yarji’uun

Lalu mereka tiada kuasa membuat suatu wasiatpun


dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.
(QS. 36:50)

ِ ‫َج َد‬
‫اث إِلَى‬ ِ ُّ ‫َونُِف َخ فِي‬
ْ ‫الصوِر فَِإ َذا ُى ْم م َن األ‬
‫َربّْ ِه ْم يَػ ْن ِسلُو َف‬
Wa nufikho fish-shuuri fa idzaa hum minal ajdaatsi ilaa
robbihim yansiluun

Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka


keluar dengan segera dari kuburnya (menuju)
kepada Rabb mereka. (QS. 36:51)

‫قَالُوا يَ َاويْػلَنَا َم ْن بَػ َعثَػنَا ِمن َّم ْرقَ ِدنَا َى َذا َما‬

48
‫ص َد َؽ ال ُْم ْر َسلُو َف‬
َ ‫الر ْح َم ُن َو‬
َّ ‫َو َع َد‬
Qooluu yaa wailanaa mam ba’atsanaa mim marqodinaa,
haadzaa maa wa ‘adarrohmaanu wa shodaqol
mursaluun

Mereka berkata:"Aduh celakalah kami! Siapakah


yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami
(kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Rabb) Yang Maha
Pemurah dan benarlah Rasul-rasul(Nya). (QS.
36:52)

ِ
ٌ ‫ص ْي َحةً َواح َد ًة فَِإ َذا ُى ْم َج ِم‬
‫يع‬ َ َّ‫ت إِال‬
ْ َ‫إِ ْف َكان‬
َ ‫لَّ َديْػنَا ُم ْح‬
‫ض ُرو َف‬
In kaanat illaa shoihatan waa hidatan faidzaa hum
jamii’ul ladainaa muhdhooruun

Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja,


maka tiba-tiba mereka semua dikumpul-kan kepada
Kami. (QS. 36:53)

َّ‫س َش ْيئاً َوالَ تُ ْج َزْو َف إِال‬


ٌ ‫فَالْيَػ ْوَـ الَ تُظْلَ ُم نَػ ْف‬

49
‫َما ُك ْنتُ ْم تَػ ْع َملُو َف‬
Falyauma laa tuzdlamu nafsun syai an wa laa tujzauna
illaa maa kuntum ta’lamuun

Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan


sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan
apa yang telah kamu kerjakan. (QS. 36:54)

‫ْجن َِّة الْيَػ ْوَـ فِي ُشغُ ٍل فَاكِ ُهو َف‬


َ ‫اب ال‬ ْ َ‫إِ َّف أ‬
َ ‫ص َح‬
Inna ashhaabal jannatil yauma fii syughulin faakihuun

Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu


bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). (QS.
36:55)

ِ ِ‫ُىم وأَ ْزواج ُهم فِي ِظلَ ٍؿ َعلَى األَرآئ‬


‫ك‬ َ ْ ُ َ َْ
ِ ‫مت‬
‫َّكئُو َف‬ ُ
Hum wa azwaajuhum fii zhilaalin ‘alal arooiki
muttakiun

Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam


tempat yang teduh, bertekan di atas dipan-dipan.
(QS. 36:56)

50
‫لَ ُه ْم فِ َيها فَاكِ َهةٌ َولَ ُهم َّما يَ َّدعُو َف‬
Lahum fiihaa faa kihatuw walahum maa yadda’uun

Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan


memperoleh apa yang mereka minta. (QS. 36:57)

ُ َ‫ َو ْامت‬،‫ب َّرِح ْي ٍم‬


‫ازوا الْيَػ ْوَـ‬ ٍّ ‫َسلَ ٌـ قَػ ْوالً ِمن َّر‬
‫ػج ِرُمو َف‬
ْ ‫أَيُّػ َها ال ُْم‬
Salaamun qoulam mirrobbir rohiim. Wamtaazul yauma
ayyuhal mujrimuun

(Kepada mereka dikatakan):"Salam", sebagai


ucapan selamat dari Rabb Yang Maha Penyayang.
(QS. 36:58). Dan (dikatakan kepada orang-orang
kafir):"Berpisahlah kamu (dari orang-orang
mu'min) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat
jahat. (QS. 36:59)

َ ‫أَلَ ْم أَ ْع َه ْد إِلَْي ُك ْم يَا بَنِي َء‬


‫اد َـ أَ ْف الَّ تَػ ْعبُ ُدوا‬
ٌ ِ‫الش ْيطَا َف إِنَّوُ لَ ُك ْم َع ُد ٌو ُّمب‬
‫ين‬ َّ

51
Alam a’had ilaikum yaa banii aadama allaa ta’budusy
syaithoona innahu lakum aduwwum mubiin

Bukankah Aku telah memerintahkan kepada- mu


hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah
syaitan? Sesungguhnya syaitan itu musuh yang
nyata bagi kamu", (QS. 36:60)

‫يم‬ ِ ٌ ‫صرا‬ ِ ‫وأ‬


ِ ‫َف ا ْعب ُدونِي َى َذا‬
ٌ ‫ط ُّم ْستَق‬ َ ُ َ
Wa ani’buduunii hadzaa shirootum mustaqiim

dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan


yang lurus. (QS. 36:61)

‫َض َّل ِمن ُك ْم ِجبِلِّ َكثِيراً أَفَػلَ ْم تَ ُكونُوا‬


َ ‫َولََق ْد أ‬
‫تَػ ْع ِقلُو َف‬
Walaqod adholla minkum jibillan katsiiron afalam
takuunuu ta’qiluun

Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan


sebagaian besar diantaramu. Maka apakah kamu
tidak memikirkan? (QS. 36:62)

52
َ ُ‫َّم الَّتِي ُكنتُ ْم ت‬
‫وع ُدوف‬ ِِ
ُ ‫َىذه َج َهن‬
Haadzihii jahannamullatii kuntum tuu ‘aduun

Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam


(dengannya). (QS. 36:63)

‫صلَ ْو َىا الْيَػ ْوَـ بِ َما ُكنتُ ْم تَ ْك ُف ُرو َف‬


ْ ِ‫إ‬
Ishlauhaal yaumaa bimaa kuntum takfuruun

Masuklah kamu ke dalamnya pada hari ini


disebabkan kamu dahulu mengingkarinya. (QS.
36:64)

‫اَلْيَػ ْوَـ نَ ْختِ ُم َعلَى أَفْػ َو ِاى ِه ْم َوتُ َكلّْ ُمنَآ أَيْ ِدي ِه ْم‬
‫َوتَ ْش َه ُد أ َْر ُجلُ ُهم بِ َما َكانُوا يَ ْك ِسبُو َف‬
Al-Yauma nakhtimu ‘alaa afwaahihim watukal-limunaa
aidiihim watasyhadu arjuluhum bimaa kaanuu
yaksibuun

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan


berkatalah kepada Kami tangan mereka dan
memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang
dahulu mereka usahakan. (QS. 36:65)

53
ْ َ‫َولَ ْو نَ َشآءُ لَطَ َم ْسنَا َعلَى أَ ْعيُنِ ِه ْم ف‬
‫استَبَػ ُقوا‬
‫ص ُرو َف‬ ِ ‫الصرا َط فَاَنَّى يػ ْب‬
ُ َ ّْ
Walau nasyaa u lathomasnaa ‘alaa a’yunihim
fastabaqus-shirootho fa annaa yubshiruun

Dan jikalau Kami menghendaki pastilah kami


hapuskan mata mereka; lalu mereka berlomba-
lomba (mencari) jalan. Maka betapakah mereka
dapat melihat(nya). (QS. 36:66)

‫اى ْم َعلَى َم َكانَتِ ِه ْم فَ َما‬ ُ َ‫َولَ ْو نَ َشآءُ لَ َم َس ْخن‬


‫ضيّاً َوالَ يَػ ْرِجعُو َف‬
ِ ‫استَطَاعُوا م‬
ُ ْ
Walaunasyaa u lamasakhnaahum ‘alaa makaanatihim
famastatho’uu mudhiyyaw walaa yarji’uun

Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami


rubah mereka di tempat mereka berada; maka
mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula)
sanggup kembali. (QS. 36:67)

‫َوَمن نُػ َع ّْم ْرهُ نُػنَ ّْك ْسوُ فِي الْ َخل ِْق أَفَلَ يَػ ْع ِقلُو َف‬

54
Waman nu’ammirhu nunak-kishu fil kholqi afalaa
ya’qiluun

Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya


niscaya Kami kembalikan mereka kepada
kejadian(nya). Maka apakah mereka tidak
memikirkan? (QS. 36:68)

َّ‫الش ْع َر َوَما يَنبَ ِغي لَوُ إِ ْف ُى َو إِال‬ّْ ُ‫َوَما َعلَّ ْمنَاه‬


‫ِذ ْك ٌر َوقُػ ْرَءا ٌف ُّمبِي ٌن‬
Wamaa ‘allamnaahu syi’ro wa maa yanbaghii lahuu in
huwa illaa dzikrun waqur aanum mubiin

Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya


(Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak
baginya, al-Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran
dan kitab yang memberi penerangan, (QS. 36:69)

‫لِيُػ ْن ِذ َر َم ْن َكا َف َحيّاً َويَ ِح َّق الْ َق ْو ُؿ َعلَى‬


‫ين‬ ‫ر‬ِ ِ‫الْ َكاف‬
َ
Liyundziro man kaana hayyaw wayahiqqol qoulu ‘alaal
kaafiriin

55
supaya dia (Muhammad) memberi peringatan
kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan
supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-
orang kafir. (QS. 36:70)

‫ت أَيْ ِدينَا‬
ْ َ‫أ ََولَ ْم يَػ َرْوا أَنَّا َخلَ ْقنَا لَ ُهم ّْم َّما َع ِمل‬
‫أَنْػ َعاماً فَػ ُه ْم لَ َها َمالِ ُكو َف‬
Awalam yarou annaa kholaqnaa lahum mimmaa ‘amilat
aidiinaa an’aaman fahum lahaa maalikuun

Dan apakah mereka tidak melihat bahwa


sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang
ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang
telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami
sendiri, lalu mereka menguasainya? (QS. 36:71)

‫اىا لَ ُه ْم فَ ِم ْنػ َها َرُكوبُػ ُه ْم َوِم ْنػ َها يَأْ ُكلُو َف‬
َ َ‫َو َذلَّلْن‬
Wadzallalnaahaa lahum faminhaa rokuubuhum
waminhaa ya’kuluun

Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk


mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan
mereka dan sebahagiannya mereka makan. (QS.
36:72)

56
ِ ِ
ُ ‫َولَ ُه ْم ف َيها َمنَاف ُع َوَم َشا ِر‬
‫ب أَفَلَ يَ ْش ُك ُرو َف‬
Walahum fiihaa manaafi’u wamasyaaribu afalaa
yasykuruun

Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat


dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak
bersyukur? (QS. 36:73)

‫ص ُرو َف‬ ‫ن‬


ْ ‫ػ‬ ‫ي‬ ‫م‬ ‫ه‬
ُ َّ
‫ل‬ ‫ع‬َّ
‫ل‬ ‫ة‬
ً ‫ه‬
َ ِ ‫واتَّ َخ ُذوا ِمن ُد‬
ِ‫وف اللَّ ِو ءال‬
َ ُْ َ َ ْ َ
Wat-takhodzuu min duunillahi aalihatal la’allahum
yunshoruun

Mereka mengambil sembahan-sembahan selain


Allah agar mereka mendapat pertolongan. (QS.
36:74)

‫ص َرُى ْم َو ُى ْم لَ ُه ْم ُج ْن ٌد‬ ِ
ْ َ‫الَ يَ ْستَطيعُو َف ن‬
‫ض ُرو َف‬
َ ‫ُّم ْح‬
Laa yastathi’uuna nashrohum wahum lahum jundum
muhdhoruun

Berhala-berhala itu tidak dapat menolong mereka;

57
Padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang
disiapkan untuk menjaga mereka. (QS. 36:75)

‫ك قَػ ْولُ ُه ْم إِنَّا نَػ ْعلَ ُم َما يُ ِس ُّرو َف َوَما‬


َ ْ‫فَلَ يَ ْح ُزن‬
‫يُػ ْعلِنُو َف‬
Falaa yahzunka qouluhum, innaa na’lamu maa yusir-
ruuna wa maa yu’linuun

Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan


kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang
mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.
(QS. 36:76)

‫أ ََولَ ْم يَػ َر اْ ِإلنْ َسا ُف أَنَّا َخلَ ْقنَاهُ ِمن نُّطْ َف ٍة فَِإ َذا‬
ِ
ٌ ِ‫يم ُّمب‬
‫ين‬ ٌ ‫ُى َو َخص‬
Awalam yarol insaanu annaa kholaqnaahu min
nuthfatin faidzaa huwa khoshiimum mubiin

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa


Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka
tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! (QS.
36:77)

58
َ َ‫ب لَنَا َمثَلً َونَ ِس َي َخ ْل َقوُ ق‬
‫اؿ َم ْن يُ ْح ِي‬ َ ‫ض َر‬
َ ‫َو‬
‫يم‬ ِ ِ َ‫ال ِْعظ‬
ٌ ‫اـ َوى َي َرم‬ َ
Wadhoroba lanaa matsalan wanasiya kholqohu qoola
may yuhyil ‘izhoomaa wahiya romiim

Dan Dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan


dia lupa pada kejadiannya; ia berkata: Siapakah
yang dapat menghidupkan tulang belulang yang
telah hancur luluh? (QS. 36:78)

‫قُ ْل يُ ْحيِ َيها الَّ ِذي أَنْ َشاَىآ أ ََّو َؿ َم َّرٍة َو ُى َو بِ ُك ّْل‬
ِ
ٌ ‫َخل ٍْق َعل‬
‫يم‬
Qul yuhyiihaal ladzi ansya ahaa awwala marrotin
wahuwa bikulli kholkin ‘aliim

Katakanlah:"Ia akan dihidupkan oleh Rabb yang


menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha
Mengetahui tentang segala makhluk, (QS. 36:79)

ً‫ض ِر نَارا‬ َّ ‫أَلَّ ِذي َج َع َل لَ ُك ْم ِم َن‬


َ ‫الش َج ِر األَ ْخ‬

59
‫فَِإ َذآ أَنْػتُم ِم ْنوُ تُوقِ ُدو َف‬
Alladzii ja’ala lakum-minasy-syajaril akhdhoori naaaron
faidzaa antum minhu tuuqidhuun

yaitu Rabb yang menjadikan untukmu api dari kayu


yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari
kayu itu". (QS. 36:80)

‫ض‬ ِ ‫السماو‬ ِ َّ ‫أَولَي‬


َ ‫ات َواأل َْر‬ َ َ َّ ‫س الذي َخلَ َق‬ َ َْ
‫اد ٍر َعلَى أَ ْف يَ ْخلُ َق ِمثْػلَ ُهم بَػلَى َو ُى َو‬
ِ ‫بَِق‬
‫يم‬ ِ‫الْ َخلَّ ُؽ الْعل‬
ُ َ
Awalaisal ladzi kholaqossamaa waati wal ardho
biqoodirin ‘alaa ay-yakhluqo mitslahum balaa wahuwal
khollaaqul ‘aliim

Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan


bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan
itu? Benar, Dia Berkuasa. Dan Dialah Maha
Pencipta lagi Maha Mengetahui (QS. 36:81)

َ ‫إِنَّ َمآ أ َْم ُرهُ إِ َذآ أ ََر‬


َ ‫اد َش ْيئاً أَ ْف يَػ ُق‬
‫وؿ لَوُ ُك ْن‬
60
‫فَػيَ ُكو ُف‬
Innamaa amruuhuu idzaa aroda syaian ay-yaquula-lahu
kun fayaquun

Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia


menghendaki sesuatu hanyalah berkata
kepadanya:"Jadilah!" maka terjadilah ia.
(QS. 36:82)

‫وت ُك ّْل َش ْي ٍء‬


ُ ‫س ْب َحا َف الَّ ِذي بِيَ ِد ِه َملَ ُك‬
ُ َ‫ف‬
‫َوإِلَْي ِو تُػ ْر َجعُو َف‬
Fasubhaanal ladzii biyadihii malakuutu kulli syai in wa ilaihi
turja’uun

Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya


kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya-lah
kamu dikembalikan. (QS. 36:83)
*****
Niat membaca surah Yasin yang kedua adalah:
Agar dilindungi dari prilaku-prilaku yang tercela
sebagaimana tersebut dalam doa berikut:

61
Doa Ketika Berlindung dari hal-
hal yang dibenci, Akhlaq yang
buruk dan Perilaku yang tercela
ِ َّ ‫الرحم ِن‬ ِ
َ ‫ اَللَّ ُه َّم‬،‫الرح ْي ِم‬
‫ص ّْل َعلَى‬ ْ َّ ‫بِ ْس ِم اهلل‬
‫آؿ ُم َح َّم ٍد‬ِ ‫ُم َح َّم ٍد و‬
َ
Bismillahirrohmaanirrohiim, Allahumma sholli
„alaa Muhammadin wa aali Muhammad
Dengan asma Allah Yang Mahakasih dan
Mahasayang, Ya Allah curahkanlah rahmat-Mu
kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.

ِ ‫ك ِمن َىيج‬
‫اف‬ َ َ ْ َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٔ
‫ص‬ ِ ‫ال‬
ِ ‫ْح ْر‬
Allahumma innii a‟uudzubika min hayajaanil hirshi
1. Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
GONCANGAN KERAKUSAN

ِ‫ض‬
‫ب‬ َ َ‫ك ِم ْن َس ْوَرِة الْغ‬
َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٕ
62
Allahumma innii a‟uudzubika min sawrotil ghodob
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
KEKERASAN KEMARAHAN

ِ ‫ك ِمن غَلَب‬
َ َ ْ َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٖ
‫ْح َس ْد‬
‫ل‬ ‫ا‬ ‫ة‬
Allahumma innii a‟uudzubika min gholabatil hasad
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
KEKUASAAN KEDENGKIAN

‫الص ْب ِر‬
َّ ‫ف‬ َ ‫ك ِم ْن‬
ِ ‫ض ْع‬ َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٗ
Allahumma innii a‟uudzubika min dho‟fish shobri
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
KELEMAHAN KESABARAN

‫اع ِة‬ ِ َ ِ‫ اَللَّه َّم إِنّْي أَعوذُ ب‬.٘


َ َ‫ك م ْن قِلَّ ِة الْ َقن‬ ُْ ْ ُ
Allahumma innii a‟uudzubika min qillatil qona‟ah
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
KEKURANGAN RASA KECUKUPAN

‫اس ِةالْ َخل ِْق‬ ِ َ ِ‫ اَللَّه َّم إِنّْي أَعوذُ ب‬.ٙ


َ ‫ك م ْن َش َك‬ ُْ ْ ُ
Allahumma innii a‟uudzubika min syakaasatil

63
khulqi
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
PENCEMARAN KELAKUAN

‫الش ْه َوِة‬ ِ‫ك‬


َّ ‫اح‬ َ ْ َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٚ
ِ ‫ْح‬
‫ل‬ ِ
‫إ‬ ‫ن‬ ‫م‬
Allahumma innii a‟uudzubika min ilhaahisy
syahwati
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
DORONGAN MENGEJAR KEPUASAN

‫ْح ِميَّ ِة‬ ِ ‫ك ِمن ملَ َك‬


َ ‫ل‬ ‫ا‬ ‫ت‬ َ ْ َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٛ
Allahumma innii a‟uudzubika min malakatil
hamiyyati
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
KECENDERUNGAN MEMBALAS DENDAM

‫ك ِم ْن ُمتَابَػ َع ِة ال َْه َوى‬


َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٜ
Allahumma innii a‟uudzubika min mutaaba‟atil
hawaa
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
MENGIKUTI HAWA NAFSU

64
‫ك ِم ْن ُم َخالََف ِة‬
َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٔٓ
‫ال ُْه َدى‬
Allahumma innii a‟uudzubika min mukhoolafatil
hudaa
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
MENENTANG PETUNJUK

‫ك ِم ْن ِسنَ ِة الْغَ ْفلَ ِة‬


َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٔٔ
Allahumma innii a‟uudzubika min sinatil ghoflati
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
TERLENA DALAM KELALAIAN

ِ ‫ك ِمن تَػع‬
‫اطى‬ َ ْ َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٕٔ
‫الْ ُك ْل َف ِة‬
Allahumma innii a‟uudzubika min ta‟aatil kulfati
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
MEMBERATKAN DIRI DI LUAR
KEMAMPUAN

65
ِ ‫ك ِمن إِيػثَا ِر الْب‬
‫اط ِل‬َ ْ ْ َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٖٔ
‫ْح ّْق‬
َ ‫َعلَى ال‬
Allahumma innii a‟uudzubika min iitsaaril baatili
„alalhaqqi
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
MENDAHULUKAN KEBATILAN DARI
KEBENARAN

ِ َ ِ‫ اَللَّه َّم إِنّْي أَعوذُ ب‬.ٔٗ


ْ ‫ك م َنْ ِإل‬
‫ص َرا ِر َعلَى‬ ُْ ْ ُ
‫ال َْمأْثَ ِم‬
Allahumma innii a‟uudzubika minal isroori „alal
ma‟tsam
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
MENGULANGI DOSA

ِ َ ِ‫ اَللَّه َّم إِنّْي أَعوذُ ب‬.ٔ٘


ْ ِ‫است‬
‫صغَا ِر‬ ْ ‫ك م َن‬ ُْ ْ ُ
‫صيَ ِة‬
ِ ‫الْم ْع‬
َ
Allahumma innii a‟uudzubika minas tishghooril
ma‟shiyati

66
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
MENGANGGAP KECIL KEMAKSIATAN

‫ك ِم ْن اِ ْستِ ْكبَا ِر‬


َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٔٙ
‫اع ِة‬
َ َّ‫الط‬
Allahumma innii a‟uudzubika min istikbaarith
tho‟ah
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
MENGANGGAP BESAR KETAATAN

ِ ‫اى‬
‫ات‬ ِ َ ِ‫ اَللَّه َّم إِنّْي أَعوذُ ب‬.ٔٚ
َ َ‫ك م ْن ُمب‬ ُْ ْ ُ
‫ال ُْم ْكثِ ِريْ َن‬
Allahumma innii a‟uudzubika min mubahaatil muk
tsirin
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
PERSAINGAN DENGAN ORANG-ORANG
KAYA

ِ ‫ك ِمن اْ ِإل ْز‬ِ


‫رآء‬ َ َ ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٔٛ
‫بِال ُْم ِقلّْْي َن‬
67
Allahumma innii a‟uudzubika minal izroo i bil
muqilliin
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
PENGHINAAN KEPADA ORANG-ORANG
JELATA

‫ك ِم ْن ُس ْوِء الْ ِوالَيَِة‬ َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٜٔ


‫ت أَيْ ِديْ َن‬َ ‫لِ َم ْن تَ ْح‬
Allahumma innii a‟uudzubika min suu‟ il
wilaayayati liman tahta aidiina
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
BERLAKU BURUK KEPADA ORANG-ORANG
DIBAWAH KAMI

ُّ ‫ك ِم ْن تَػ ْر ِؾ‬
‫الش ْك ِر‬ َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٕٓ
‫اصطَنَ َع ال َْعا ِرفَةَ ِع ْن َدنَا‬
ْ ‫ل َم ِن‬
ِ
Allahumma innii a‟uudzubika min tarkisy syukri
limanis thona‟al „aarifati „indanaa
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
TIDAK BERTERIMA KASIH KEPADA ORANG
YANG BERBUAT BAIK KEPADA KAMI

68
ُ ‫ك ِم ْن نَػ ْع‬
‫ض َد ظاَلِ ًما‬ َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٕٔ
Allahumma innii a‟uudzubika min na‟dhuda
dholiman
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
MENDUKUNG ORANG YANG ZALIM

‫ك ِم ْن نَ ْخ ُذ َؿ‬
َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٕٕ
‫َمل ُْه ْوفًا‬
Allahumma innii a‟uudzubika min nakh dzula
malhufan
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
MENJAUHI ORANG YANG TERANIAYA

‫س‬ ‫ي‬ ‫ل‬


َ ‫ا‬‫م‬ ‫ـ‬ ‫و‬ ‫ر‬ ‫ػ‬
َ ‫ن‬ ‫ن‬ ِ‫ك‬
‫م‬ َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٕٖ
َ ْ َ َ ْ ُ ْ
‫لَنَابِ َح ٍّق‬
Allahumma innii a‟uudzubika min naruuma maa
laysa lana bihaqqin
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
MENGINGINKAN APA YANG BUKAN HAK
KAMI

69
‫ك ِم ْن ِعل ِْم بِغَْي ِر‬
َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٕٗ
‫ِعل ٍْم‬
Allahumma innii a‟uudzubika min „lmi bighoyri
„ilmin
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
MENGATAKAN TENTANG ILMU TANPA
PENGETAHUAN

‫ي َعلَى‬ ِ
‫و‬ ‫ط‬
َ ‫ن‬
ْ ‫ػ‬
َ ‫ن‬ ‫ن‬ ِ‫ك‬
‫م‬ َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٕ٘
َ ْ
ّْ ‫ِغ‬
‫ش اَ َح ٍد‬
Allahumma innii a‟uudzubika min nan towiya „alaa
ghisysyi ahadin
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
BERLAKU KHIANAT KEPADA SIAPAPUN

‫ب‬ ِ ِ َ ِ‫ اَللَّه َّم إِنّْي أَعوذُ ب‬.ٕٙ


َ ‫ك م ْن نُػ ْعج‬ ُْ ْ ُ
‫بِاَ ْع َمالِنَا‬
Allahumma innii a‟uudzubika min nu‟jiba bi

70
„a‟maalinaa
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
BERBANGGA DENGAN AMAL KAMI

‫ك ِم ْن نَ ُم َّد فِى‬
َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٕٚ
‫اََمالِنَا‬
Allahumma innii a‟uudzubika min namudda fii
aamaalina
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
MEMANJANGKAN ANGAN-ANGAN KAMI

ِ ‫ك ِمن س‬
‫وآء‬ ُ ْ َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٕٛ
‫الس ِريْػ َرِة‬
َّ
Allahumma innii a‟uudzubika min suu‟is sariiroti
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari NIAT
YANG BURUK

‫ك ِم ْن اِ ْحتِ َقا ِر‬


َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٕٜ
‫الص ِغ ْيػ َرِة‬
َّ

71
Allahumma innii a‟uudzubika min ihtiqooris
shoghiiroti
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
MERENDAHKAN YANG KECIL

‫ك ِم ْن اَ ْف يَ ْستَ ْح ِو َذ‬ َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٖٓ


َّ َ‫َعلَْيػن‬
‫االش ْيطَا ُف‬
Allahumma innii a‟uudzubika min an yastahwidza
„alaynas syaythoonu
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
MEMBIARKAN SETAN MENGUASAI KAMI

‫ك ِم ْن يَػ ْن ُكبَػنَا‬
َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٖٔ
‫الزَما ُف‬
َّ
Allahumma innii a‟uudzubika min yankubanaz
zamaanu
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
ZAMAN MENIPU KAMI

َّ ‫ك ِم ْن يَػتَػ َه‬
‫ض َمنَا‬ َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٖٕ

72
‫الس ْلطَا ُف‬
ُّ
Allahumma innii a‟uudzubika min yatahadh
dhomanas sulthonu
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
PENGUASA MENINDAS KAMI

‫ك ِم ْن تَػنَ ُاو ِؿ‬


َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٖٖ
ِ ‫اْ ِالسر‬
‫اؼ‬ َْ
Allahumma innii a‟uudzubika min tanaawulil isrofi
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
TINDAKAN BERLEBIHAN

ِ ‫ك ِمن فِ ْق َد‬
‫اف‬ ْ َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٖٗ
ِ ‫الْ َك َف‬
‫اؼ‬
Allahumma innii a‟uudzubika min fiqdaanil kafaafi
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
KEHILANGAN KECUKUPAN

‫ك ِم ْن َش َماتَ ِة‬
َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٖ٘
73
‫اْالَ ْع َد ِاء‬
Allahumma innii a‟uudzubika min syamaatatil
a‟daa i
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
CENGKERAMAN MUSUH

‫ك ِم َن الْ َف ْق ِر اْالَ ْك َف ِاء‬


َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٖٙ
Allahumma innii a‟uudzubika minal faqril akfaa i
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
MEMERLUKAN BANTUAN ORANG YANG
SETARA

‫ك ِم ْن َم ِع ْي َش ِة‬
َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٖٚ
‫ىش َّد ٍة‬
ِ ِ‫ف‬
Allahumma innii a‟uudzubika min ma‟iisyatin fii
syiddatin
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
PENGHIDUPAN YANG BERAT

‫ك ِم ْن ِم ْيتَ ِة َعلَى‬
َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٖٛ
74
‫غَْي ِر عُ َّد ٍة‬
Allahumma innii a‟uudzubika min miitati „alaa
ghoyri „uddatin
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
KEMATIAN TANPA PERSIAPAN

‫ْح ْس َرِة‬ ِ َ ِ‫ اَللَّه َّم إِنّْي أَعوذُ ب‬.ٖٜ


َ ‫ك م َن ال‬ ُْ ْ ُ
‫الْعُظ َْمى‬
Allahumma innii a‟uudzubika minal hasrotil
„udhma
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
PENYESALAN YANG MENGERIKAN

ِ ‫ك ِمن م‬
‫ص ْيبَ ِة‬ ُ ْ َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٗٓ
‫الْ ُك ْبػ َرى‬
Allahumma innii a‟uudzubika min musiibatil kubro
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
MUSIBAH YANG BESAR

75
‫ك ِم ْن اَ ْش َقى‬
َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٗٔ
ِ ‫الش َق‬
‫آء‬ َّ
Allahumma innii a‟uudzubika min asyqos syafaa i
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
KECELAKAAN YANG PALING MALANG

ِ ‫ك ِمن س‬
‫و~ء‬ ُ ْ َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٕٗ
‫ب‬ِ َ‫ال َْما‬
Allahumma innii a‟uudzubika min suu il ma aabi
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
TEMPAT KEMBALI YANG PALING BURUK

ِ ‫ك ِمن ِحرم‬
‫اف‬ َ ْ ْ َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٖٗ
ِ ‫الثػ ََّو‬
‫اب‬
Allahumma innii a‟uudzubika min hirmaanits
tsawaabi
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
DITOLAKNYA PAHALA

76
‫ك ِم ْن ُحلُ ْو ِؿ‬
َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٗٗ
‫اب‬ِ ‫ال ِْع َق‬
Allahumma innii a‟uudzubika min huluulil „iqoobi
Ya Allah hamba berlindung kepada-Mu dari
DIDATANGKANNYA SIKSA

‫ك ِم ْن ُك ّْل َش ٍّر‬َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٗ٘


‫ك‬َ ‫ْم‬ ِ ِِ
ُ ‫َحا َط بو عل‬ َ‫أ‬
Allahumma innii a‟uudzubika min kulli syarrin
ahaatho bihi „ilmuka
Ya Allah hamba memohon perlindungan-Mu dari
SETIAP KEJAHATAN YANG (JUGA) TELAH
DILIPUTI OLEH ILMU-MU.

ُّ ‫ك ِم ْن ِخ ْز ِي‬
‫الدنْػيَا‬ َ ِ‫ اَللَّ ُه َّم إِنّْ ْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٗٙ
ِ ْ‫اب ا‬
‫آلخ َرِة‬ ِ ‫َو َع َذ‬
Allahumma innii a‟uudzubika min hizyid dunyaa

77
wa „adzaabil aakhiroti
Ya Allah hamba memohon perlindungan-Mu dari
KEHINAAN DI DUNIA DAN SIKSAAN DI
AKHIRAT

ٍ ‫ك ِم ْن نَػ ْف‬
َ‫س ال‬ َ ِ‫ اَللّ ُه َّم إِنّْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٗٚ
‫تَ َشبَ ْع‬
Allahumma innii a‟uudzubika min nafsin laa
tasyba‟
Ya Allah hamba memohon perlindungan-Mu dari
NAFSU YANG TAK PERNAH MERASA
CUKUP,

ٍ ‫ك ِم ْن قَػل‬
َ‫ْب ال‬ َ ِ‫ اَللّ ُه َّم إِنّْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٗٛ
‫يَ ْخ َش ْع‬
Allahumma innii a‟uudzubika min qolbin laa
yakhsya‟
Ya Allah hamba memohon perlindungan-Mu dari
HATI YANG TAK KHUSYU'

‫ك ِم ْن ِعل ٍْم الَ يَػ ْنػ َف ْع‬


َ ِ‫ اَللّ ُه َّم إِنّْي أَعُ ْوذُ ب‬.ٜٗ
78
Allahumma innii a‟uudzubika min „ilmin laa yanfa‟
Ya Allah hamba memohon perlindungan-Mu dari
ILMU YANG TAK BERMANFAAT,

َ‫صلَ ٍة ال‬ ِ َ ِ‫ اَللّه َّم إِنّْي أَعوذُ ب‬.٘ٓ


َ ‫ك م ْن‬ ُْ ُ
‫تُػ ْرفَ ْع‬
Allahumma innii a‟uudzubika min sholaatin laa
turfa‟
Ya Allah hamba memohon perlindungan-Mu dari
SHALAT YANG TAK DIKABULKAN,

َ‫ك ِم ْن ُد َعٍاء ال‬


َ ِ‫ اَللّ ُه َّم إِنّْي أَعُ ْوذُ ب‬.٘ٔ
‫يُ ْس َم ْع‬
Allahumma innii a‟uudzubika min du‟aa in laa
yusma‟
Ya Allah hamba memohon perlindungan-Mu dari
DOA YANG TAK DIDENGAR.

‫َع ْذنِ ْي ِم ْن‬


ِ ‫ و أ‬،‫اَللَّه َّم ص ّْل علَى مح َّم ٍد وآلِ ِو‬
َ َ َُ َ َ ُ

79
‫ك َو ِج ْي َع ال ُْم ْؤِمنِْي َن‬ َ ِ‫ُك ّْل َذل‬
َ ِ‫ك بَِر ْح َمت‬
‫الرا ِح ِم ْي َن‬
َّ ‫ات يَا أ َْر َح َم‬ِ َ‫والْم ْؤِمن‬
ُ َ
Ya Allah sampaikanlah shalawat kepada
Muhammad dan keluarganya
Lindungilah hamba dari semua itu dengan kasih-
Mu, Lindungilah seluruh Mukminin dan Mukminat
Wahai yang Paling Pengasih dari semua yang
mengasihi
Niat membaca surah Yasin yang ketiga adalah:
Memohon kepada Allah agar di karuniai ahlaq yang
mulia sebagaimana termaktub dalam doa berikut:

Doa agar Berakhlaq Mulia dan


BerPrilaku Yang di Ridhoi Allah
SWT
ِ َّ ‫الرحم ِن‬ ِ
َ ‫ اَللَّ ُه َّم‬،‫الرح ْي ِم‬
‫ص ّْل َعلَى‬ ْ َّ ‫بِ ْس ِم اهلل‬
‫آؿ ُم َح َّم ٍد‬ِ ‫ُم َح َّم ٍد و‬
َ
Bismillahirrohmaanirrohiim, Allahumma sholli ‘alaa

80
Muhammadin wa aali Muhammad
Dengan asma Allah Yang Mahakasih dan Mahasayang, Ya Allah
curahkanlah rahmat-Mu kepada Muhammad dan keluarga
Muhammad.

‫ص ّْل َعلَى ُم َح َّم ٍد َوآلِ ِو َوبَػلّْ ْغ‬ َ ‫اَللَّ ُه َّم‬


‫ض َل‬ َ ْ‫اج َع ْل يَِق ْينِ ْي اَف‬ ْ ‫ َو‬،‫اف‬ ِ ‫بِِايمانِْىاَ ْكملَْ ِاليم‬
َْ َ َْ
،‫ات‬ ِ َّ‫ وانْػتَ ِو بِنِيَّتِي اِلَىاَ ْحس ِن النّْػي‬،‫الْي ِق ْي ِن‬
َ ْ َ َ
‫ اَللَّ ُه َّم َوفّْػ ْر‬،‫اؿ‬ ِ ‫وبِ َعملِى اِلَى اَ ْحس ِن اْالَ ْعم‬
َ َ ْ َ َ
،‫ص ّْح ْح بِ َما ِع ْن َد َؾ يَِق ْينِ ْي‬ ِ ِ َ ‫بِلُط ِْف‬
َ ‫ َو‬،‫ك نيَّت ْي‬
‫ك َما فَ َس َد ِمنّْى‬ ِ
َ ‫صلِ ْح بِ ُق ْد َرت‬ْ َ‫است‬
ْ ‫َو‬
1. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada
Muhammad dan keluarganya
Sampaikan imanku pada iman yang paling
sempurna
Jadikan keyakinanku keyakinan yang paling utama

Angkatlah niatku ke niat yang paling paripurna


Angkat juga amalku ke amal yang paling pari purna

81
‫‪Ya Allah, sempurnakan dengan anugerah-Mu‬‬
‫‪niatku‬‬
‫‪Luruskan dengan apa yang ada di sisi-Mu‬‬
‫‪keyakinanku‬‬
‫‪Perbaikilah dengan kekuasaan-Mu apa yang rusak‬‬
‫‪dalam diriku‬‬

‫ص ّْل َعلَى ُم َح َّم ٍد َوآلِ ِو‪َ ،‬وْك ِفنِ ْى َما‬ ‫ٕ‪ .‬اَللَّ ُه َّم َ‬
‫استَػ ْع ِملْنِ ْي بِ َما‬ ‫ي ْشغَلُنِي اْ ِال ْىتِم ِ‬
‫اـ بِو‪َ ،‬و ْ‬ ‫َُ‬ ‫َ ْ‬
‫غ اَيَّ ِام ْي فِ ْي َما‬ ‫تَ ْسأَلْنِ ْي غَ ًدا َع ْنوُ‪َ ،‬و ْ‬
‫استَػ ْف ِر ْ‬
‫ك‪،‬‬ ‫َخلَ ْقتػَنِ ْي لَوُ‪َ ،‬واَ ْغنِنِ ْي َواَ ْو ِس ْع َعلَ َّى فِ ْي ِرْزقِ َ‬
‫ّْي‬ ‫ن‬ ‫ػ‬ ‫ي‬ ‫والَ تَػ ْفتػِنّْي بِالنَّظَ ِر‪ ،‬واَ ِع َّزنِى والَ تَػبتلِ‬
‫َ ْ َ َْ ْ‬
‫َ‬ ‫َ‬
‫ِ‬
‫ك‪َ ،‬والَ تُػ ْف ِس ُد عبَ َ‬
‫ادتِ ْي‬ ‫بِال ِ‬
‫ْك ْب ِر‪َ ،‬و َعبّْ ْدنِ ْي لَ َ‬
‫ي الْ َخ ْيػ َر‪َ ،‬والَ‬ ‫َّاس َعلَى يَ َد َ‬‫ب‪َ ،‬واَ ْج ِرلِلن ِ‬ ‫بِالْعُ ْج ِ‬
‫ب لِ ْي َم َعالِ َى اْألَ ْخلَ ِؽ‪،‬‬ ‫تَ ْم َح ْقوُ بِال َْم ّْن‪َ ،‬و َى ْ‬

‫‪82‬‬
‫ص ْمنِ ْي ِم َن لْ َف ْخ ِر‬
ِ ‫وا ْع‬
َ
2. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada
Muhammad dan keluarganya
Lepaskan aku dari urusan yang mengalihkan
perhatianku
Sibukkan aku dengan apa yang pada hari akhirat
Engkau akan tuntut aku
Penuhi hari-hariku dengan tujuan Engkau menciptakanku

Cukupkan aku dan perluas bagiku rezeki-Mu


Janganlah mencobaiku dengan kepongahan
Muliakan aku dan janganlah mengujiku dengan
ketakaburan
Jadikan aku orang yang beribadah kepada-Mu
Jangan rusakkan ibadahku dengan kebanggaan diri
Alirkan melalui tanganku kebaikan sesama manusia
Dan jangan hapuskan ganjarannya dengan sumpah
serapah
Anugerahkan kepadaku kemuliaan akhlak
Dan lindungi aku dari kesombongan

83
‫ َوالَ تَػ ْرفَػ ْعنِ ْي‬،‫ىم َح َّم ٍد َوآلِ ِو‬ َ ‫ اَللَّ ُه َّم‬.ٖ
ُ َ‫ص ّْل َعل‬
‫ اِالَّ َحطَطْتَنِ ْي ِع ْن َد نَػ ْف ِس ْى‬،ً‫َّاس َد َر َجة‬
ِ ‫فِ ْي الن‬
َّ‫اى ًرا اِال‬ِ َ‫ث لِي ِع ِّزا ظ‬ ِ
ْ ْ ‫ َوالَ تُ ْحد‬،‫مثْػلَ َها‬
ِ
‫اطنَةً ِع ْن َد نَػ ْف ِس ْى بَِق ْد ِرَىا‬ِ ‫ت لِى ِذلَّةً ب‬
َ ْ َ ْ‫اَ ْح َدث‬
3. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada
Muhammad dan keluarganya
Janganlah Engkau angkat aku satu derajat di
hadapan manusia tanpa Engkau
turunkan juga semisal itu dalam diriku
Jangan Engkau datangkan kepadaku kemegahan
lahir tanpa Engkau berikan
kerendahan batin dalam diriku

،‫آؿ ُم َح َّمد‬ ِ ‫ص ّْل َعلَى ُم َح َّم ٍد و‬ َ ‫ اَللَّ ُه َّم‬.ٗ


َ
،‫صالِ ٍح الَ اَ ْستَْب ِد ُؿ بِ ِو‬ ِ
َ ‫َوَمتّْػ ْعن ْي بِ ُه ًدى‬
َ‫ َونِيَّ ِة ُر ْش ٍد ال‬،‫َوطَ ِريْػ َق ِة َح ٍّق الَ اَ ِزيْ ُغ َع ْنػ َها‬

84
ً‫ َو َع ّْم ْرنِ ْي َما َكا َف عُ ِم ْرى بِ ْذلَة‬،‫ك فِ ْيػ َها‬ َّ ‫اَ ُش‬
‫ فَِإذاَ َكا َف عُ ْم ِر ْى َم ْرتَػ ًعا‬،‫ك‬ َ ِ‫اعت‬َ َ‫فِ ْي ط‬
ِ ْ ِ‫اف فَاقْب‬ ِ َ‫لش ْيط‬ َّ ِ‫ل‬
‫ك قَػ ْب َل اَ ْف يَ ْسبِ َق‬ َ ‫ضنِ ْى الَْي‬
ِ ‫م ْقت‬
‫ اَللَّ ُه َّم‬،‫ك َعلَ َّي‬ َ ُ‫ضب‬ َ َ‫ك الَ َّي اَ ْويَ ْستَ ْح ِك َم غ‬ ََُ
ِ ِ ‫الَتدع خصلَةً تػع‬
َ‫ َوال‬،‫صلَ ْحتَػ َها‬ ْ َ‫اب منّْي االَّ ا‬ ُ َُ ْ َ ْ ََ
ً‫ َوالَ اُ ْك ُرْوَمة‬،‫ب بِ َها اِالَّ َح َس ْنتَػ َها‬ ِ
ُ َّ‫َعائبَةً اَُؤن‬
‫صةً اِالَّ اَتْ َم ْمتَػ َها‬ ِ ِ
َ ‫ف َّي نَاق‬
4. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada
Muhammad dan keluarganya
Bahagiakan aku dengan petunjuk yang lurus yang
tidak pernah aku gantikan dengan yang lainnya
Jalan yang benar yang tidak akan pernah aku
tinggalkan dengan selainnya
Niat yang tulus yang tidak pernah aku ragukan
Panjangkan usiaku jika usiaku dipersembahkan
untuk mentaati-Mu

85
Jika umurku hanya jadi padang buruan setan,
ambillah sekarang juga sebelum didatangkan
kemurkaan-Mu, sebelum dijatuhkan kemarahan-Mu
Ya Allah, janganlah Engkau tinggalkan dalam
diriku satu cacat yang mempermalukanku kecuali
Engkau betulkan
Satu aib yang menyalahkanku kecuali Engkau
baguskan
Satu kekurangan dalam kemuliaanku kecuali Engkau
sempurnakan

،‫آؿ ُم َح َّم ٍد‬ ِ ‫ص ّْل َعلَى ُم َح َّم ٍد و‬


َ َ ‫ اَللَّ ُه َّم‬.٘
‫ َوِم ْن‬،َ‫َف ال َْم َحبَّة‬ َ ‫َواَبْ ِدلْنِ ْي ِم ْن بِ ْغ‬
ِ ‫ض ِة اَ ْى ِل الثػَّنَأ‬
‫ َوِم ْن ِظن َِّة اَ ْى ِل‬،‫ود َة‬ َّ ‫َح َس ِداَ ْى ِل الْبَػ ْغ ِي ال َْم‬
،َ‫ َوِم ْن َعداَ َوِة اْألَ ْدنَػ ْي َن الْ ِوالَيَة‬،َ‫الصلَ ِح الثّْػ َقة‬ َّ
‫ َوِم ْن‬،‫َوِم ْن عُ ُق ْو ِؽ َذ ِوي اْأل َْر َح ِاـ ال َْم َّبرَة‬
‫ب‬ّْ ‫ َوِم ْن ُح‬،‫ُّص َرَة‬ ْ ‫خ ْذالَ ِف اْألَقْػ َربِْي َن الن‬
ِ
‫ َوِم ْن َر ّْد‬،‫ص ِح ْي َح ال ِْم َق ِة‬ ْ َ‫ال ُْم َدا ِريْ َن ت‬
86
ِ ‫ وِمن مرارِة َخو‬،‫الْملَبِ ِسين َكرـ ال ِْع ْشرِة‬
‫ؼ‬ ْ َ ََ ْ َ َ ََ َ ْ ُ
‫الظَّالِ ِم ْي َن َحلَ َوَة‬
‫اْأل ََمنَ ِة‬
5. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada
Muhammad dan keluarganya
Ubahlah bagiku, kebencian pendendam menjadi
kecintaan
Kebencian orang jahat menjadi kasih sayang
Prasangka orang saleh menjadi kepercayaan
Permusuhan orang terdekat menjadi kesetiaan
Kedurhakaan keluarga menjadi kebaktian
Pengkhianatan karib-kerabat menjadi pertolongan
Cinta para perayu menjadi cinta sejati
Penolakan handai-tolan menjadi keindahan
pergaulan
Ketakutan pada orang zalim menjadi manisnya rasa
aman

87
ِِ ٍ
‫اج َع ْل‬
ْ ‫ َو‬،‫ص ّْل َعلَى ُم َح َّمد َوآلو‬ َ ‫ اَللَّ ُه َّم‬.ٙ
‫ َولِ َسانًا َعلَى َم ْن‬،‫لِ ْي يَ ًدا َعلَى َم ْن ظَلَ َمنِ ْى‬
‫ب لِ ْي‬ ِ
ْ ‫ َو َى‬،‫ َوظََف ًرا بِ َم ْن َعانَ َدن ْى‬،‫اص َمن ْي‬
ِ ‫َخ‬
َ
‫ َوقُ ْد َرًة َعلَى َم ِن‬،‫َم ْكزاً َعلَى َم ْن َكايَ َدنِ ْي‬
ً‫ َو َسلَ َمة‬،‫صبَنِى‬ ِ ِ ِ ْ‫ا‬
َ َ‫ َوتَ ْكذيْػبًا ل َم ْن ق‬،‫ضطَ َه َدن ْي‬
ِ
َ َ‫ َوَوفّْػ ْقنِ ْى لِط‬،‫م َم ْن تُػ َوعَّ َدنِ ْى‬
،‫اع ِة َم ْن َس َّد َدنِ ْي‬
‫َوُمتَابَػ َع ِة َم ْن اَ ْر َش َدنِ ْي‬
6. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada
Muhammad dan keluarganya
Berikan kepadaku tangan yang menentang orang
yang menzalimiku
Lidah yang membantah orang yang memusuhiku
Kemenangan terhadap orang yang melawanku
Karuniakan kepadaku kecerdikan untuk menipu
orang yang memperdayakanku
Kemampuan untuk menentang orang yang

88
menindasku
Penolakan untuk membenarkan orang yang
menghinaku
Keselamatan menghadapi orang yang
mengancamku
Bimbinglah aku untuk mentaati orang yang
mengajarkan kebenaran kepadaku
Dan mengikuti orang yang memberikan petunjuk
padaku

،‫ص ّْل َعلَى ُم َح َّم ٍد َوآلِو‬ َ ‫ اَللَّ ُه َّم‬.ٚ


،‫ُّص ِح‬ْ ‫شنِ ْى بِالن‬ َّ َ‫ض َم ْن غ‬ َ ‫َو َس ّْد ْدنِ ْىِ ألَ ْف اُ َعا ِر‬
ِ ِِ ِ
‫ب َم ْن‬ َ ‫ َواُث ْي‬،‫ى َم ْن َى َج َرن ْى بالْب ّْر‬ َ ‫َواَ ْج ِز‬
،‫الصلَ ِة‬
ّْ ِ‫ َواُكاَفِ ْى َم ْن قَطَ َعنِ ْى ب‬،‫َج َرَمنِ ْى بِالْبَ ْذ ِؿ‬
‫ َواَ ْف‬،‫الذ ْك ِر‬ ّْ ‫ف َم ِن ا ْغتَابَنِى اِلَى ُح ْس ِن‬ َ ِ‫واُ َخال‬
َ
ْ
‫السيّْئَ ِة‬
َّ ‫ض َى َع ِن‬ ِ ‫اَ ْش ُكر الْحسنَةَ واُ ْغ‬
َ ََ َ
7. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada
Muhammad dan keluarganya

89
Bimbinglah daku untuk melawan orang yang
menghianatiku dengan ketulusan

Membalas orang yang mengabaikanku dengan


kebajikan
Memberi orang yang bakhil kepadaku dengan
pengorbanan
Menyambut orang yang memusuhiku dengan
hubungan kasih sayang
Menentang orang yang menggunjingkanku dengan
pujian
Berterimakasih atas kebaikan dan menutup mata
dari keburukan

،‫ص ّْل َعلَى ُم َح َّم ٍد َوآلِ ِو ُم َح َّم ٍد‬ َ ‫ اَللَّ ُه َّم‬.ٛ


َ‫ َواَلْبِ ْسنِ ْى ِزيْػنَة‬،‫الصالِ ِح ْي َن‬ َّ ‫َو َحلّْنِ ْي بِ ِحلْيَ ِة‬
،‫ َوَكظ ِْم الْغَْي ِظ‬،‫ال ُْمت َِّق ْي َن فِ ْي بَ ْس ِط ال َْع ْد ِؿ‬
ِ ِ ِ
‫صلَ ِح‬ ْ ‫ َوا‬،‫ض ّْم اَ ْى ِل الْ ُف ْرقَة‬ َ ‫ َو‬،‫َواْ ِط َفاء النَّائَِرِة‬
،‫ َو َس ْت ِر ال َْعائِبَ ِة‬،‫ َواِفْشاَِء الْ َعا ِرفَ ِة‬،‫ات الْبَػ ْي ِن‬
ِ ‫َذ‬

90
‫اح‪َ ،‬و ُح ْس ِن‬ ‫ْجنَ ِ‬ ‫ض ال َ‬ ‫َوالِْي ِن ال َْع ِريْ َك ِة‪َ ،‬و َخ ْف ِ‬
‫ب ال ُْم َخالََق ِة‪،‬‬ ‫الريْ ِح‪َ ،‬و ِط ْي ِ‬ ‫الس ْيػ َرِة‪َ ،‬و ُس ُك ْو ِف ّْ‬‫ّْ‬
‫ضل‪َ ،‬وتَػ ْر ِؾ‬ ‫ض ْيػلَ ِة‪َ ،‬واِيْػثَا ِر التَّػ َف ُّ‬
‫الس ْب ِق اِلَىالْ َف ِ‬
‫َو َّ‬
‫اؿ َعلَى غَْي ِر ال ُْم ْستَ َحقّْ‪،‬‬ ‫ضِ‬‫َّعيِْي ِر‪َ ،‬واْ ِإلفْ َ‬‫التػ ْ‬
‫استِ ْقلَ ِؿ الْ َخ ْي ِرَواِ ْف‬ ‫ِ‬
‫ْح ّْق َوا ْف َع َّز‪َ ،‬و ْ‬ ‫َوالْ َق ْو ِؿ بِال َ‬
‫الش ّْرَواِ ْف‬
‫استِ ْكثَِار َّ‬ ‫ِ ِ ِ‬
‫َكثُػ َر م ْن قَػ ْول ْى َوف ْعلػِ ْى‪َ ،‬و ْ‬
‫ك لِ ْى‬ ‫قَ َّل ِم ْن قَػ ْولِ ْى َو فِ ْعلِ ْى‪َ ،‬وا ْك ِم ْل َذلِ َ‬
‫ض اَ ْى ِل‬ ‫اع ِة‪َ ،‬وَرفْ ِ‬ ‫بِدو ِاـ الطَّاع ِة‪ ،‬ولُزوِ‬
‫ْج َم َ‬ ‫ل‬
‫َ َ ُْ َ‬‫ا‬ ‫ـ‬ ‫ََ‬
‫الرا ِى ال ُْم ْختَػ َر ِع‬‫الْبَ َد ِع‪َ ،‬وُم ْستَػ ْع ِم ِل َّ‬
‫‪8. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada‬‬
‫‪Muhammad dan keluarganya‬‬
‫‪Hiasi kepribadianku dengan hiasan orang-orang sholeh‬‬

‫‪Berilah aku busana kaum muttaqin, Dengan‬‬


‫‪Menyebarkan keadilan‬‬

‫‪91‬‬
Menahan kemarahan, Meredam kebencian,
Mempersatukan perpecahan
Mendamaikan pertengkaran, Menyiarkan kebaikan,
Menyembunyikan keburukan
Memelihara kelemah lembutan, Memiliki kerendah
hatian, Berprilaku yang baik
Memegang teguh pendirian, Menyenangkan dalam
pergaulan, Bersegera melakukan kebaikan
Meninggalkan kecaman, Memberi kepada yang
tidak berhak, Berbicara yang benar walaupun berat,
Menganggap sedikit kebaikan walaupun banyak
dalam ucapan dan perbuatan,
Menganggap banyak keburukan walaupun sedikit
dalam ucapan dan perbuatan
Sempurnakan semuanya, Dengan kebiasaan taat,
Dan selalu berjamaah
Dengan meninggalkan ahli bid‟ah, Dan penggunaan
pendapat yang dibuat-buat

ِِ ٍ
‫اج َع ْل‬ َ ‫ اَللَّ ُه َّم‬.ٜ
ْ ‫ َو‬،‫ص ّْل َعلَى ُم َح َّمد َوآلو‬

92
‫ِ‬
‫ت‪َ ،‬واَقْػ َوى‬ ‫ك َعلَ َّى ا َذا َكبِ ْر ُ‬ ‫اَ ْو َس َع ِرْزقِ َ‬
‫ت‪َ ،‬والَ تَػ ْبتَلِيَنِ ْي بالْ َك َس ِل‬ ‫ص ْب ُ‬ ‫ك فِ َّي اِذاَ نَ ِ‬‫قُػ َّوتِ َ‬
‫ك‪َ ،‬والَ‬ ‫ك‪َ ،‬والَ ال َْع َمى َع ْن َسبِْيلِ َ‬ ‫ادتِ َ‬ ‫ِ‬
‫َع ْن عبَ َ‬
‫ؼ َم َحبَتّْك‪َ ،‬والَ ُم َج َام َع ِة َم ْن‬ ‫ض لِ ِخلَ ِ‬ ‫بِالتػَّعَّ ُر ِ‬
‫ِ‬ ‫ِ‬
‫ك‪،‬‬ ‫اجتَ َم َع الَْي َ‬ ‫ك‪َ ،‬والَ ُم َف َارقَة َم ِن ْ‬ ‫تَػ َف َّر َؽ َع ْن َ‬
‫ك ِع ْن َد َّ‬
‫الض ُرْوَرِة‪،‬‬ ‫ص ْو ُؿ بِ َ‬ ‫اَللَّ ُه َّم ْ ِ‬
‫اج َعلْن ْى اُ ُ‬
‫ك ِع ْن َد‬ ‫ِ‬ ‫واَساَلُ َ ِ‬
‫ض َّرعُ الَْي َ‬ ‫اج ِة‪َ ،‬واَتَ َ‬ ‫ْح َ‬ ‫ك ع ْن َد ال َ‬ ‫َ ْ‬
‫ّْى بِاْ ِال ْستِ َعانَِة بِغَْي ِر َؾ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬
‫ال َْم ْس َكنَة‪ ،‬والَ تَػ ْفتن ْ‬
‫س َؤ ِاؿ غَْي ِر َؾ‬ ‫ت‪ ،‬والَ ِبالْح ُ ِ‬
‫ض ْوِع ل ُ‬ ‫ُ‬ ‫ضطُ ِرْر ُ َ‬ ‫اِ َذاا ْ‬
‫اِ َذا‬
‫ك اِ َذا‬ ‫ِ‬
‫ض ُّر ِع الَى َم ْن ُد ْونَ َ‬ ‫ت‪َ ،‬والَ بِالتَّ َ‬ ‫افْػتَػ َق ْر ُ‬

‫‪93‬‬
‫ك‬‫ك‪َ ،‬وَمنَػ َع َ‬ ‫ك ِخ ْذالَنَ َ‬ ‫استَ ِح َّق بِ َذلِ َ‬‫ت فَ ْ‬‫َرِى ْب ُ‬
‫ك يا اَرحم َّ ِ‬ ‫واِ‬
‫الراح ِم ْي َن‪ ،‬اَللَّ ُه َّم ْ‬
‫اج َعل‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫اض‬
‫َ‬ ‫ر‬ ‫ع‬
‫ْ‬
‫َ َ‬
‫َّمنّْى‪،‬‬ ‫ِ ِ ِ‬ ‫َما يُػل ِْق َّ‬
‫ىالش ْيطَا ُف ف ْي ُرْوعى م َن الت َ‬
‫ك‪َ ،‬وتَػ َف ُك ًرا فِ ْي‬‫ْح َس ِد ِذ ْك ًرا لِ َعظَ َمتِ َ‬
‫َوالتَّظَنّْي َوال َ‬
‫كَ‪َ ،‬وتَ ْدبِْيػ ًرا َعلَى َع ُد ّْو َؾ‪َ ،‬وَما اَ ْج َرى‬ ‫ِ‬
‫قُ ْد َرت َ‬
‫ش ‪ ،‬اَ ْو ُى ْج ٍر‪،‬‬ ‫َعلَى لِ َسانِى ِم ْن لَ ْفظَ ِة فُ ْح ٍ‬
‫اب‬‫اط ٍل اَ ِوا ْغتِيَ ِ‬ ‫اد ِة ب ِ‬
‫ض‪ ،‬اَ ْو َش َه َ َ‬ ‫اَ ْو َش ْت ِم ِع ْر ٍ‬
‫ُم ْؤِم ٍن‬
‫ك نُطْ ًقا‬‫اض ٍر َوَماا ْشبَوَ َذلِ َ‬‫بح ِ‬
‫ب ‪ ،‬اَ ْو َس ّْ َ‬ ‫غَائِ ٍ‬
‫ِ‬
‫ك‪،‬‬‫ْح ْم ِدلَك‪َ ،‬وا ْغ َراقًا فِي الْثػَّنَ ِاء َعلَْي َ‬‫بِال َ‬
‫َو َذ َىابًا فِ ْي تَ ْم ِج ْي ِدؾ‪َ ،‬و ُش ْك ًرا لِنِ ْع َمتِك‪،‬‬

‫‪94‬‬
ِ
َ ِ‫اء لِ َمنػَنػ‬
‫ك‬ ً‫ص‬ َ ِ‫َوا ْعتِ َرافًا بِِا ْح َسان‬
َ ‫ َوا ْح‬،‫ك‬
9. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada
Muhammad dan keluarganya
Jadikan rezeki-Mu yang paling luas bagiku dalam
masa tuaku
Kekuatanku yang paling perkasa pada waktu
lelahku
Janganlah mengujiku dengan kemalasan dalam
beribadah kepadamu
Dengan kebutaan melihat jalan-Mu,
Dengan melakukan apa yang bertentangan dengan
cinta-Mu
Dengan bergabung bersama orang yang berpisah
dari-Mu
Dengan berpisah dari orang yang bergabung
dengan-Mu
Ya Allah jadikan aku meloncat kepada-Mu dalam
kemalangan
Bermohon kepada-Mu dalam keperluan, Merendah
kepada-Mu dalam kemiskinan
Jangan menguji aku dengan memohon pertolongan
kepada selain-Mu ketika aku

95
berada dalam kesusahan
Dengan merendah-rendah kepada selain-Mu ketika
aku berada dalam kefakiran
Dengan mengemis-ngemis kepada selain-Mu ketika
aku sedang ketakutan, sehingga
Engkau menjuhiku tidak memberiku, dan berpaling
dariku, Wahai Yang Paling
Pengasih dari semua Yang Mengasihi
Ya Allah ubahlah semua yang dibisikan setan ke
dalam hatiku berupa angan-angan, keraguan,
kedengkian menjadi ingatan akan kebesaran-Mu,
renungan akan kekuasaan-Mu
Gantikan semua yang diucapkan lidahku berupa
kekejian, kekotoran, kecaman atas kehormatan,
kesaksian palsu, pergunjing-an mukmin yang tidak
hadir dan ejekan kepada mukmin yang hadir dan
sebagai nya menjadi kata-kata pujian kepada-Mu
Ungkapan sanjungan atas-Mu, Pernyataan pujian
kehadirat-Mu, Terima kasih atas nikmat-Mu
Pengakuan atas kebaikan-Mu, Penyebutan pada
anugerah-Mu

َ‫ َوال‬،‫ص ّْل َعلَى ُم َح َّم ٍد َوآلِو‬


َ ‫ اَللَّ ُه َّم‬.ٔٓ

96
‫لدفْ ِع َعنّْي‪َ ،‬والَ اَظْلِ َم َّن‬ ‫ت ُم ِط ْي ٌق لِ َّ‬ ‫اُظْلَ َم َّن َواَنْ َ‬
‫ضلَ َّن‬ ‫ض ِمنّْي‪ ،‬والَ اَ ِ‬ ‫اد ُر َعلَى الْ َق ْب ِ‬ ‫ت الْ َق ِ‬ ‫َواَنْ َ‬
‫َ‬
‫ك ِى َدايَتِ ْي‪َ ،‬والَ اَفْػتَ ِق َر َّف َوِم ْن‬ ‫َوقَ ْد اَ ْم َكنَْت َ‬
‫ِع ْن ِد َؾ ُو ْس َعى‪َ ،‬والَ اَطْغَيَ َّن َوِم ْن ِع ْن ِد َؾ‬
‫ت‪َ ،‬واِلَى‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬
‫ك َوفَ ْد ُ‬ ‫ُو ْج ِدى‪ ،‬اَللَّ ُه َّم الَى َم ْغ ِف َرت َ‬
‫ِ‬
‫ت‪،‬‬ ‫ت‪َ ،‬والَى تَ َج ُاوِز َؾ ا ْشتَػ ْق ُ‬ ‫ص ْد ُ‬ ‫َع ْف ِو َؾ قَ َ‬
‫ب لِ ْي‬ ‫ج‬ ‫ت‪ ،‬ولَْيس ِع ْن ِدى مايػو ِ‬ ‫ق‬ ‫ك وثِ‬ ‫ضلِ‬ ‫ِ‬
‫ُ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ‬ ‫َوب َف ْ َ‬
‫َ‬
‫استَ ِح ُّق بِ ِو‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َم ْغ ِف َرتَ َ‬
‫ك‪َ ،‬والَ ف ْى َع َمل ْى َما ْ‬
‫لى نَػ ْف ِسى‬ ‫ع‬
‫َ‬ ‫ت‬‫ُ‬ ‫م‬ ‫ك‬
‫َ‬ ‫ح‬ ‫ف‬‫ْ‬ ‫َ‬‫ا‬ ‫د‬
‫َ‬ ‫ع‬ ‫ػ‬ ‫ب‬ ‫ى‬ ‫َع ْفو َؾ‪ ،‬ومالِ‬
‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ََ ْ‬
‫ضلُك‬ ‫اِالَّ فَ ْ‬
‫‪10. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada‬‬
‫‪Muhammad dan keluarganya‬‬
‫‪Sungguh, jangan biarkan aku dizalimi padahal‬‬

‫‪97‬‬
Engkau berkuasa untuk membelaku
Sungguh jangan biarkan aku menzalimi padahal
Engkau sanggup menahanku
Sungguh jangan biarkan aku tersesat padahal
Engkau dapat memberikan petunjuk kepadaku
Sungguh jangan biarkan aku miskin padahal
Engkau dapat meluaskan kekayaanku
Sungguh jangan biarkan aku berbuat buruk padahal
dari hadirat-Mu berasal kekuatanku
Ya Allah kepada maghfirah-Mu aku datang kepada
ampunan-Mu aku menuju
Aku rindukan maaf-Mu, Aku percaya akan karunia-
Mu Tidak ada dalam diriku yang membuatku
berhak atas maghfirah-Mu, Tidak ada amalku yang
membuatku pantas menerima maaf-Mu
Tidak ada yang dapat aku miliki setelah aku
meghakimi diriku kecuali kemurahan-Mu

َّ ‫ َوتَػ َف‬،‫ص ّْل َعلَى ُم َح َّم ٍد َوآلِ ِو‬


‫ض ْل‬ َ َ‫ ف‬.ٔٔ
‫ َوالْ ِه ْمنِ ْي‬،‫ اَللَّ ُه َّم َواَنْ ِط ْقنِ ْي بِال ُْه َدى‬،‫َعلَي‬
،‫ َوَوفّْػ ْقنِ ْى لِلَّتِ ْى ِى َي اَ ْزَكى‬،‫التَّػ ْق َوى‬
98
‫ك بِ َى‬
َ ُ‫ اَللَّ ُه َّم اَ ْسل‬،‫ضى‬ َ ‫استَػ ْع ِملْنِ ْي بِ َما ُى َو اَ ْر‬
ْ ‫َو‬
َ ِ‫اج َعلْنِ ْى َعلَى ِملَّت‬
‫ك‬ ْ ‫ َو‬،‫الطَّ ِريْػ َقةَ ال ُْمثْػلَى‬
‫ت َواَ ْح َي‬ُ ‫اَ ُم ْو‬
11. Maka Ya Allah curahkanlah shalawat-Mu
kepada Muhammad dan keluarganya
Limpahi aku anugerah-Mu, Ya Allah jadikan
ucapanku pedoman, Ilhamkan kepadaku ketaqwaan
Bawalah aku kepada yang paling suci, Gerakkan
aku kepada yang paling Kau ridhoi
Ya Allah pada jalan mulia tuntunlah aku, Pada
agama-Mu hidupkan dan matika aku

‫ َوَمتّْػ ْعنِ ْى‬،‫ص ّْل َعلَى ُم َح َّم ٍد َوآلِ ِو‬


َ ‫ اَللَّ ُه َّم‬.ٕٔ
‫ َوِم ْن‬،‫الس َد ِاد‬ َّ ‫اج َعلْنِ ْى ِم ْن اَ ْى ِل‬
ْ ‫ َو‬،‫صاد‬ ِ ِ ِ‫ب‬
َ ‫االقْت‬
‫ َو ْارُزقْنِ ْى‬،‫صالِ ِح ْى ال ِْعبَاد‬ ِ ِ َّ ‫اَ ِدلَّ ِة‬
َ ‫ َوم ْن‬،‫الر َشاد‬
‫ اَللَّ ُه َّم ُخ ْذ‬،‫اد‬ ِ ‫ وسلَمةَ ال ِْمرص‬،‫اد‬ ِ
َ ْ َ َ َ ‫فَػ ْوَز ال َْم َع‬

99
‫ِ‬ ‫لِنػ ْف ِس َ ِ‬
‫ص َها‪َ ،‬وابْ ِق‬ ‫ك م ْن نَػ ْفس ْي َما يُ َخلّْ ُ‬ ‫َ‬
‫صلِ ُح َها‪ ،‬فَِا َّف نَػ ْف ِسي‬ ‫ِ‬
‫لنَػ ْف ِسى م ْن نَػ ْف ِس ْى َما يُ ْ‬
‫ِ‬
‫ث عُ َّدتِ ْي‬‫ص َم َها‪ ،‬اَللَّ ُه َّم اَنْ َ‬‫َىالِ َكةٌ اَوتَػ ْع ِ‬
‫ْ‬
‫ِ‬ ‫ِ‬
‫ك‬‫ت‪َ ،‬وبِ َ‬ ‫ت ُم ْنتَ َج ِعى انْ ُح ِرْم ُ‬ ‫ت‪َ ،‬واَنْ َ‬ ‫انْ ِح َزنْ ُ‬
‫ِ‬
‫ت‪َ ،‬و ِع ْن َد َؾ ِم َّما فَ َ‬
‫ات‬ ‫استِغَاثَتِ ْي ا ْف ُك ِرثْ ُ‬
‫ْ‬
‫ت‬ ‫ح‪َ ،‬وفِ ْي َما اَنْ َك ْر َ‬ ‫َخلَ ٌ ِ‬
‫صلَ ٌ‬ ‫ف‪َ ،‬ول َما فَ َس َد َ‬
‫تَػ ْغيٌِر‪ ،‬فَ ْامنُ ْن َعلَ ّى قَػ ْب َل الْبَلَ ِء بِال َْعافِيَ ِة‪َ ،‬وقَػ ْب َل‬
‫اد‪،‬‬ ‫الر َش ِ‬‫الضلَ ِؿ بِ َّ‬‫ْج َد ِة‪َ ،‬وقَػ ْب َل َّ‬ ‫ب ِبال ِ‬ ‫الطَّلَ ِ‬
‫ب لِ ْي اَ ْم َن‬ ‫ِ ِ‬ ‫ِِ‬
‫َوا ْكفن ْى َم ْوُؤنَةَ َم َع َّرَة الْعبَاد‪َ ،‬و َى ْ‬
‫اد‪ ،‬وامنِحنِى حسن اْ ِإلر َش ِ‬
‫اد‬ ‫يػوِـ الْمع ِ‬
‫ْ ُ َْ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫َْ َ َ َ‬
‫‪12. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada‬‬
‫‪Muhammad dan keluarganya‬‬
‫‪Bahagiakan aku dengan keselamatan, Jadikan aku‬‬

‫‪100‬‬
di antara para pengikut petunjuk
Para panutan kebenaran, Dan hamba-hamba
pengamal kesalehan,
Karuniakan kepadaku kebahagiaan pada hari
Kembali
Dan keselamatan dari intaian Jahannam,
Ya Allah ambillah dari diriku apa saja untuk
mensucikannya
Tinggalkanlah pada diriku apa saja untuk
memperbaikinya
Diriku pasti binasa jika Engkau tidak
melindunginya
Ya Allah Engkau bekalku dalam pedihku, Engkau
bantuanku dalam susahku
Engkau lindunganku dalam dukaku, Engkau
imbalan untuk yang hilang,
Engkau perbaikan untuk yang rusak, Dan
perubahan untuk apa saja yang Engkau tolak
Maka karuniakan kepadaku keselamatan sebelum
bencana, Kekayaan sebelum meminta
Dan petunjuk sebelum tersesat, Lepaskan aku dari
beban mali pada hamba-hamba-Mu
Berikan kepadaku keamanan pada hari pembalasan,

101
Anugerahkan kepadaku sebaik-baiknya tuntunan

،‫ص ّْل َعلَى ُم َح َّم ٍد َوآلِ ِو‬ َ ‫ اَللَّ ُه َّم‬.ٖٔ


،‫ك‬ َ ِ‫ َوا ْع ُذنِ ْى بِنِ ْع َمت‬،‫ك‬ َ ‫ّْي بِلُط ِْف‬
ْ ‫َوا ْد َراْ َعن‬
،‫ك‬ َ ‫ص ْن ِع‬ ِ
‫ب‬ ‫ي‬ ِ‫ و َدا ِون‬،‫ك‬ َ ‫م‬ِ‫واَصلِحنِى بِ َكر‬
ُ ْ َ َ ْ ْ ْ َ
‫ َوَوفّْػ ْقنِ ْي‬،‫اؾ‬ َ‫ض‬ َ ‫ َو َجلّْلْنِ ْي ِر‬،‫اؾ‬ َ ‫َواَ ِظلَّنِ ْى فِ ْي َذ َر‬
‫ َواِ َذا‬،‫ِ ألَ ْى َد َاىا‬،‫ت َعلَ َّى اْالُُم ْوِر‬ ْ َ‫اِ َذا ا ْشتَ َكل‬
ِ‫ض‬ ِ ِ ‫تَ َشابػ َه‬
‫ت‬ َ َ‫ َوا َذا تَػنَاق‬،‫اىا‬ َ ‫اؿ ِِألَنْ َك‬ ُ ‫ت اْألَ ْع َم‬ َ
‫اىا‬َ‫ض‬ َ ‫ال ِْملَ ُلِ أل َْر‬
13. Ya Allah sampaikan shalawat kepada
Muhammad dan keluarganya
Tolakkan keburukan dariku dengan karunia-Mu
Berikan makan kepadaku dengan karunia-Mu
Luruskan aku dengan kemurahan-Mu, Sembuhkan
aku dengan anugerah-Mu

102
Lindungi aku dengan perlindungan-Mu, Penuhi aku
dengan keridhoan-Mu
Ketika situasi membingungkan bimbinglah aku
kepada yang paling benar
Ketika keadaan meragukan bawalah aku kepada
yang paling suci
Ketika kepercayaan bertentangan tunjuki aku
kepada yang paling Kauridhoi

،‫ص ّْل َعلَى ُم َح َّم ٍد َوآلِ ِو‬ َ ‫ اَللَّ ُه َّم‬.ٔٗ


،‫ َو ُس ْمنِ ْى ُح ْس َن الْ ِوالَيَِة‬،‫ْك َفايَِة‬ ِ ‫وتَػ ّْوجنِي بِال‬
ْ ْ َ
ِ ‫و َىب لِي‬
‫ َوالَ تَػ ْفتَنِ ّْي‬،‫ص ْد َؽ الْ ِه َدايَِة‬ ْ ْ َ
‫ َوالَتَ ْج َع ْل‬،‫الد َع ِة‬َّ ‫ َو ْامنَ ْحنِ ْي ُح ْس َن‬،‫الس َع ِة‬َّ ِ‫ب‬
،‫ َوالَ تُػ َر َّد ُد َعائِ ْى َعلَ َّى َردِّا‬،‫َع ْي ِشى َك ِّدا َك ِّدا‬
‫ك‬َ ‫ َوالَ اَ ْدعُو َم َع‬،ِّ‫ضدا‬ ِ ‫ك‬ َ َ‫فَِانّْى الَ اَ ْج َع ُل ل‬
‫نِ ِّدا‬
14. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada

103
Muhammad dan keluarganya
Mahkotai aku dengan kecukupan, Tempatkan aku dengan
sebaik-baiknya perwalian

Berikan kepadaku kebenaran petunjuk, Jangan


cobai aku dengan kemewahan
Berikan daku sebaik-baiknya kemudahan, Jangan
susah payahkan hidupku
Jangan tolak mentahkan doaku, Karena aku tidak
mempersekutukan-Mu
Dan tidak berdoa kepada siapapun untuk
menandingi-Mu

،‫ص ّْل َعلَى ُم َح َّم ٍد َوآلِ ِو‬ َ ‫ اَللَّ ُه َّم‬.ٔ٘


‫ص ْن ِرْزقِ ْي ِم َن‬ ّْ ‫ َو َح‬،‫ؼ‬ ِ ‫السر‬ َّ ‫ن‬
َ َ ْ ْ َْ َ ‫م‬ِ ‫وامنػعنِى‬
ِ ِِ ِ ِ
ْ ‫ َواَص‬،‫ َوَوفّْػ ْر َملَ َكت ْى بِالْبَػ َرَكة ف ْيو‬،‫التَّػلَف‬
‫ب‬
‫بِ ْي َسبِْي َل الْ ِه َدايَِة لِ ْلبّْ ِر فِ ْي َما‬
ِ
ُ‫اُنْ ِف ُق م ْنو‬
15. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada

104
Muhammad dan keluarganya
Cegahlah aku dari hidup berlebihan, Lindungi
rezekiku dari kehancuran
Limpahi semua yang kumiliki dengan keberkahan

Tuntunlah aku dengan jalan petunjuk untuk


menginfakkan hartaku dalam kebajikan

‫ َوا ْك ِفنِى‬،‫ص ّْل َعلَى ُم َح َّم ٍد َوآلِ ِو‬ َ ‫ اَللَّ ُه َّم‬.ٔٙ


‫ َو ْارُزقْنِي ِم ْن غَْي ِر‬،‫اب‬ ِ ‫َم ْوُؤنَةَ اْ ِال ْكتِس‬
َ
ِ
‫ك‬ َ َ‫ فَلَ اَ ْشتَ ِغ َل َع ْن عب‬،‫اب‬
َ ِ‫ادت‬ ٍ ‫احتِس‬
َ ْ
،‫ب‬ِ ‫ات ال َْم ْك َس‬ ِ ‫صرتَبِع‬ ِ‫ والَ احت ِمل ا‬،‫ب‬ ِ ‫ل‬
َ َّ
‫ط‬ ‫ل‬ ِ
‫با‬
َ َ َ ْ َ ْ َ
ِ
‫ َواَ ِج ْرنِ ْي‬،‫ب‬ ُ ُ‫ك َما اَطْل‬ َ ‫اَللَّ ُه َّم فَاَطْلِ ْبنِ ْى بِ ُق ْد َرت‬
‫ب‬ ‫ى‬ ‫ر‬ ‫ا‬
َ ‫ا‬‫م‬َّ ِ‫ك‬
‫م‬ ِ‫بِ ِع َّزت‬
ُ َ ْ َ
16. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada
Muhammad dan keluarganya
Lepaskan aku dari beratnya penghidupan, Berikan

105
kepadaku rezki tanpa perhitungan
Sehingga aku tidak meninggalkan ibadah kepada-
Mu, karena kesibukan pencarian
Dan tidak menanggung beban buruknya
penghasilan
Ya Allah dengan keuasaan-Mu beri aku apa yang
kucari dengan kemulian-Mu
Lindungi aku dari apa yang kutakuti

ِِ ٍ
‫ص ْن‬
ُ ‫ َو‬،‫ص ّْل َعلَى ُم َح َّمد َوآلو‬ َ ‫ اَللَّ ُه َّم‬.ٔٚ
،‫اى ْي ِبا ِإلقْػتَا ِر‬ِ ‫ والَ تَػبت ِذ ُؿ ج‬،‫وج ِهى بِالْيساَ ِر‬
َ َْ َ َ ْ َْ
‫ َواَ ْستَػ ْع ِط َى ِش َر َار‬،‫ك‬ َ ِ‫فَاَ ْستَػ ْرِز َؽ اَ ْى َل ِرْزق‬
‫ َواُبْػتَػلَى‬،‫ فَاَفْػتَتِ َن بِ َح ْم ِد َم ْن اَ ْعطَانِ ْي‬،‫ك‬ َ ‫َخل ِْق‬
‫ت ِم ْن ُد ْونِ ِه ْم َولِ ُّي‬ َ ْ‫ َواَن‬،‫بِ َذ ّْـ َم ْن َمنَػ َعنِ ْى‬
‫اْ ِال ْعطَ ِاء‬
‫َوال َْمنِ ْع‬

106
17. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada
Muhammad dan keluarganya
Pelihara mukaku dengan kesenangan, Jangan
hinakan kehormatanku dengan kemiskinan
Sehingga kucari rezki dari rezki penerima rezki-Mu

Dan mengemis kepada sejahat-jahatnya makhluk-


Mu
Maka jatuhlah aku pada fitnah, Dengan memuji
orang yang memberiku
Padahal Engkau, bukan mereka yang dapat
memberi

‫ َو ْارُزقْنِ ْى‬،‫ص ّْل َعلَى ُم َح َّم ٍد َوآلِ ِو‬ َ ‫ اَللَّ ُه َّم‬.ٔٛ


‫ َو ْعلِ ًما‬،‫اد ٍة‬ ِ
َ ‫ َوفِ َراغًا فِ ْي َزَى‬،‫ادة‬ َ َ‫ص َّحةً فِ ْي عب‬ ِ
ٍ ‫ وور ًعا فِى اِ ْجم‬،‫اؿ‬
‫ اَللَّ ُه َّم‬،‫اؿ‬ ٍ ِ ْ ‫فِي‬
َ ْ َ َ َ ‫است ْع َم‬ ْ
‫ا ْختِ ْم بِ َع ْف ِو َؾ اَ َجلِى‬
‫ َو َس ّْه ْل اِلَى‬،‫ك اََملِ ْي‬ َ ِ‫آء َر ْح َمت‬ِ ‫و ح ّْق ْق فِي رج‬
ََ ْ َ َ
107
ّْ ‫ َو َح‬،‫اؾ ُسبُلِى‬
‫س ْن فِ ْي َج ِم ْي ِع‬ َ ‫بُػلُ ْوِغ ِر‬
َ‫ض‬
‫اَ ْح َوالِ ْى َع َملِ ْى‬
18. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada
Muhammad dan keluarganya
Karuniakan kepadaku ibadat yang benar
Kezuhudan yang tulus, Ilmu yang diamalkan
Dan kesalehan yang tidak berlebihan, Ya Allah
tutuplah hidupku dengan ampunan-Mu
Penuhi harapanku dengan kasih-Mu, Mudahkan
untuk mencapai ridho-Mu jalanku
Indahkan dalam segala keadaan amalku

‫ َونَػبّْػ ْهنِ ْى‬،‫ص ّْل َعلَى ُم َح َّم ٍد َوآلِ ِو‬ َ ‫ اَللَّ ُه َّم‬.ٜٔ
‫استَػ ْع ِملْنِ ْي‬ ِ
ْ ‫ َو‬،‫ات الْغَ ْفلَة‬ِ َ‫لِ ِذ ْك ِر َؾ فِي اَوق‬
ْ ْ
‫ َوانْػ َه ْج لِ ْي اِلَى‬،‫ك فِ ْي اَيَّ ِاـ ال ُْم ْهلَ ِة‬َ ِ‫اعت‬ َ َ‫بِط‬
ً‫ك َسبِْيلً َس ْهلَة‬ َ ِ‫َم َحبَّت‬

108
‫الدنْػيَا َواْالَ ِخ َرِة‬
ُّ ‫اَ ْك ِم ْل لِ ْي بِ َها َخ ْيػ َر‬
19. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada
Muhammad dan keluarganya
Sadarkan aku untuk berzikir kepada-Mu pada saat-saat
lengah

Gerakkan aku untuk mentaati-Mu pada hari-hari


alpa
Bukakan jalan pada kecintaan-Mu dengan mudah
Sempurnakan bagiku kebaikan dunia dan akhirat

،‫ص ّْل َعلَى ُم َح َّم ٍد َوآلِ ِو‬ َ ‫ اَللَّ ُه َّم َو‬.ٕٓ


،‫ك‬ َ ‫ت َعلَى اَ َح ٍد ِم ْن َخل ِْق‬ َ ‫ض ِل َما‬
َ ‫صلَْي‬ َ ْ‫َكاَف‬
‫ َوآتِنَا فِ ْي‬،ُ‫ص ٍّل َعلَى اَ َح ٍد بَػ ْع َده‬
َ ‫ت ُم‬ َ ْ‫قَػ ْبػلَوُ َواَن‬
َ ِ‫ بَػ َر ْح َمت‬،ً‫َخ َرِة َح َسنَة‬ِ ‫ وفِي األ‬،ً‫الدنْػيا حسنة‬
‫ك‬ ْ َ َ َ َ َ ُّ
‫اب النَّار‬َ ‫َع َذ‬
20. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada
Muhammad dan keluarganya

109
Shalawat yang lebih utama dari shalawat yang Kau
berikan kepada siapapun makhluk-Mu sebelumnya
Dan shalawat yang akan Kau berikan, kepada
siapapun sesudahnya
Berikan kepada kami di dunia kebaikan Di Akhirat
kebaikan
Dan Jagalah kami dari siksa neraka

*****

Sholat Malam Nisfu Sya’ban:


As-Syeik telah meriwayatkan dari Abi Yahya
didalam hadis mengenai keutamaan malam nisfu
Sya‟ban bahwa saya bertanya kepada Imam As-
Shodiq tentang doa apa yang paling utama. Lalu
beliau menjawab;”Jika engkau telah menunaikan
sholat Isya‟ maka sholatlah dua rakaat, pada rakaat
pertama setelah membaca Surat al-Fatihah
membaca surat Al-Kafirun dan pada rakaat kedua
setelah membaca al-Fatihah membaca surat Al-
Ikhlas. Setelah salam membaca tasbih Zahra:
Subhanallah 33 kali, Al-Hamdulillah 33 kali dan
Allahu Akbar 34.
Kemudian membaca doa:

110
َ ‫ اَللَّ ُه َّم‬،‫بسم اهلل الرحمن الرحيم‬
‫ص ّْل َعلَى‬
‫آؿ ُم َح َّم ٍد‬
ِ ‫ُم َح َّم ٍد و‬
َ
Bismillahirrohmaanirrohiim, Allahumma sholli ‘alaa
Muhammad wa aali Muhammad
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi
MahaPenyayang
Ya Allah limpahkanlah karuniamu atas Muhammad
dan keluarga Muhammad

‫ات َوإِلَْي ِو‬ ِ ‫يا من إِلَي ِو ِملْجأُ ال ِْعب‬


ِ ‫اد فِي الْم ِه َّم‬
ُ َ َ ْ َْ َ
ِ ‫ْق فِي الْملِ َّم‬
،‫ات‬ ُ ‫يَػ ْف َزعُ الْ َخل‬
ُ
ya man ilayhi milja'ul 'ibadi fil muhimmaati wailayhi
yafza’ul kholqu fil mulimmati
Wahai Dzat yang kepada-Nyalah tempat pelarian
para hamba dari hal-hal yang menyusahkan.
Kepada-nyalah para makhluk memohon
perlindungan dari hal-hal yang menakutkan.

ِ َّ‫اعالِم الْج ْه ِر والْ َخ ِفي‬


َ‫ َويَا َم ْن ال‬،‫ات‬ َ َ َ َ َ‫ي‬

111
ِ ِ
‫ؼ‬
ُ ‫ص َّر‬َ َ‫تَ ْخ َف َىعلَْيو َخ َواط ُر اْأل َْو َى ِاـ َوت‬
ِ َّ‫ب الْ َخلَ ئِ ِق والْب ِري‬
‫ات‬ ِ ‫الْ َخطَر‬
َّ ‫ يَ َار‬،‫ات‬
َ َ َ
ya ‘aalimal jahri wal khofiyyaati, waya manlaa takhfaa
alayhi khowathirul auhaami watashorroful khothorooti,
ya robbal kholaaiqi wal bariyyaati
Wahai Yang Mengetahui yang terang dan yang
tersembunyi.Wahai Dzat yang tidak tersembunyi
baginya lintasan-lintasan yang ada pada prasangka
dan bolak baliknya hati. Wahai tuhannya para
makhluq dan manusia,

،‫ات‬ ِ ‫السماو‬َّ ‫و‬ ‫ن‬ ‫ي‬ ِ ‫ت اْألَر‬


‫ض‬ ُ ‫و‬ ‫ك‬
ُ ‫ل‬
َ ‫م‬ ِ ‫يامن بِي ِد‬
‫ه‬
ََ ََ َ ْ ْ َ َ ََْ
َ‫ك بِلَ إِلَو‬
َ ‫ت إِلَْي‬ُّ ‫ت أ َُم‬ َ ْ‫ت اهللُ الَ إِلَوَ إِالَّ أَن‬ َ ْ‫اَن‬
‫ت‬َ ْ‫ت فَػيَاالَإِلَوَ إِالَّ أَن‬َ ْ‫إِالَّ أَن‬
ya man biyadihi malakuutul arodhiina wassamaawaati,
antal llahu laa ilaaha illa anta amuttu ilayka bilaa
ilaaha illa anta fayaa laa ilaaha illa anta
Wahai Dzat Yang ditangan-Nyalah kekuasaan bumi
dan langit, Engkaulah Allah tiada tuhan selain-Mu.
Saya mati menuju-Mu dengan kalimat Tiada Tuhan

112
selain Engkau. Wahai Dzat Yang tiada Tuhan
selain Engkau

‫ت إِلَْي ِو‬ َ ‫إِ ْج َعلنِ ْي فِ ْي َى ِذ ِه اللَّْيػلَ ِة ِم َّم ْن نَظَ ْر‬


ُ‫َج ْبتَو‬
َ ‫اءهُ فَأ‬
َ ‫ت ُد َع‬ َ ‫فَػ َرِح ْمتَوُ َو َس ِم ْع‬
ij’alnii fii haadihil laylati mimman nadhorta ilayhi
farohimtahu wasami’ta du’aahu fa ajabtahu
pada malam ini jadikanlah aku diantara mereka
yang Engkau pandang lalu Engkau belas kasihani
dan Engkau dengarkan doanya, Kemudian Engkau
kabulkan.

ِ ‫وعلِم‬
‫ت َع ْن‬َ ‫ت ا ْستِ َقالَتَوُ فَأَقَػلْتَوُ َوتَ َج َاوْز‬ َ ْ ََ
‫ف َخ ِط ْيئَتِ ِو َو َع ِظ ْي ِم َج ِريْػ َرتِِو‬
ِ ِ‫سال‬
َ
wa’alimta istiqoolatahu fa’aqoltahu watajawazta ‘an
saalifi khothiiatihi wa’adhimi jariirotihi
Dan Engkau telah mengetahui permohonan
dihapuskannya dosa lalu Engkau pun
menghapuskannya dan Engkau telah melewatkan
kesalahan yang telah lalu, begitupula akan
kebenaran pelanggarannya

113
ُ ‫ك ِم ْن ذُنُػ ْوبِ ْي َولَ َجأ‬
َ ‫ْت إِلَْي‬
‫ك‬ َ ِ‫ت ب‬
ُ ‫استَ َج ْر‬ ِ
ْ ‫فَػ َقد‬
،‫ب‬ِ ‫فِي َس ْت ِر عُيُػ ْو‬
ْ
faqodis tajartu bika min dzunuubi walaja’tu ilayka fii
satri ‘uyuubi
maka kini aku memohon perlindungan pada-Mu
dari segala dosaku, aku lari pada-Mu dalam
ketertutupan berbagai aibku.

‫احطُ ْط‬ ْ ‫ك َو‬ َ ِ‫ضل‬ ْ َ‫ك َوف‬ َ ‫اَللَّ ُه َّم فَ ُج ْد َعلَ َّي بِ َك َر ِام‬
‫ك َو َع ْف ِو َؾ َوتَػغَ َّم ْدنِ ْي فِ ْي َى ِذ ِه‬
َ ‫اي بِ ِحل ِْم‬َ َ‫َخطَاي‬
‫ك‬َ ِ‫اللَّْيػلَ ِة بِ َسابِ ِغ َك َرَمت‬
allaahumma fajud ‘alayya bikaroomika wafadhlika
wahthuth khothooyaya bihilmika wa’afwika wataghom
madnii fii hadzihil laylati bisaabighi karomatika
Wahai Tuhanku limpahkanlah padaku dengan
kemuliaan-Mu dan kelebihan-Mu dan hapuskanlah
kesalahanku dengan kelembutan dan ampunan-Mu
dan liputilah aku pada malam ini dengan kemuliaan
yang merata dan pada malam ini juga

114
ِ َ ِ‫واجعلْنِي فِيػها ِمن أَولِيئ‬
ْ ‫ك الَّذيْ َن‬
‫اجتَبَػ ْيتَػ ُه ْم‬ َ ْ ْ َْ ْ َْ َ
‫ك َو َج َع ْلتَػ ُه ْم‬ َ َ‫ك َوا ْختَػ ْرتَػ ُه ْم لِ ِعب‬
َ ِ‫ادت‬ َ َ‫لِط‬
َ ِ‫اعت‬
‫ك‬ ِ‫كو‬
َ َ‫ص ْف َوات‬ ِ
َ َ َ‫صت‬ َ ‫َخال‬
Waj’alnii fiihaa min auwliyaikal ladziinaj tabaitahum
lithoo’atika wakh tartahum li’ibadatika waja’al tahum
khoolishotaka washifwataka
jadikanlah aku di antara para kekasih-Mu yang
Engkau pilih untuk ketaatan kepada-Mu dan telah
Engkau pilih para hamba-Mu yang telah Engkau
telah pilih sebagai orang-orang yang ikhlas kepada-
Mu.

‫اج َعلْنِ ْي ِم َّم ْن َس َع َد َج ُدهُ َوتَػ َوفَّػ َر ِم َن‬


ْ ‫اَللَّ ُه َّم‬
،ُ‫ات َحظُّو‬ ِ ‫الْ َخ ْيػر‬
َ
‫اج َعلْنِ ْي ِم َّم ْن َسلِ َم فَػنَ ِع َم َوفَ َاز فَػغَنِ َم‬
ْ ‫َو‬
allahummaj ‘alnii mimman sa’ada jadduhu watawaffaro
minal khoirooti hadhdhuhu, waj ‘alnii mimman salima
fana’ima wafaaza faghonima

115
Wahai Tuhanku jadikanlah aku di antara orang
yang bahagia dan terpenuhi bagiannya oleh
berbagai kebaikan dan jadikanlah aku di antara
orang yang selamat lalu ia menikmati dan
beruntung

‫ص ْمنِ ْي ِم َن‬ِ ‫ت وا ْع‬


َ ُ ‫َسلَ ْف‬
ِ
ْ ‫َوا ْكف ْينِ ْي َش َّرَماأ‬
َ َ‫ب إِلَ َّي ط‬ ِ‫صيت‬ِ ‫اد فِي م ْع‬ ِ ِ
‫ك‬
َ َ‫اعت‬ ْ َ َ َ َ ْ َ‫اْ ِإل ْزدي‬
‫ب‬
ّْ ‫ح‬ ‫و‬ ‫ك‬
َ
‫ك َويُػ ْزلِ ُفنِ ْي ِع ْن َد َؾ‬
َ ‫َوَما يُػ َق ّْر بُنِ ْي ِم ْن‬
wakfiiniisyarro maa aslaftu wa’ shimnii minal izdiyaadi
fii ma’shiyatika, wahabbib ilayya thoo’ataka wama
yuqorribunii minka wa yuzlifunii ‘indaka
dan jagalah diriku dari keburukan akibat perbuatan
di masa laluku dan jagalah aku dari melakukan
perbuatan maksiat pada-Mu dan karuniakan padaku
kecintaan untuk taat pada-Mu dan yang dapat
mendekatkan pada-Mu.

‫س‬ ِ َ‫ك يػلْت‬


‫م‬ َ ‫ن‬
ْ ِ‫ك يػلْجأَالْها ِرب و‬
‫م‬ َ ‫ي‬ ‫ل‬
َ ِ‫َسيّْ ِد ْي إ‬
ُ َ َ ُ َ َ َ ْ
‫ب‬ ِ‫ك يػع ّْو ُؿ الْمستَ ِق ْيل التَّائ‬
َ ِ‫الطَّالِب وعلَى َكر‬
‫م‬
ُ ُ ُْ َ ُ َ ََ ُ
Sayyidii ilayka yalja’al haaribu waminka yaltamisuth

116
tholibu wa’alaa karomika yu’awwilul mustaqiilut
taa’ibu
Wahai Penghuluku! Hanya pada-Mu tempat orang
yang berlari dan hanya diri-Mulah tempat
berpegangan orang yang meminta dan hanya pada
kemuliaan malah ia bergantung memohon
penghapusan dosa, dan bertaubat.

‫ت أَ ْك َرُـ اْألَ ْك َرِم ْي َن‬ ِ ِ َ ‫أَدَّب‬


َ ْ‫اد َؾ بِالتَّ َك ُّرـ َوأَن‬
َ َ‫ت عب‬ ْ
ِ
َ َ‫ت بِل َْع ْف ِوعب‬
‫اد َؾ‬ َ ‫َوأ ََم ْر‬
.‫الرِح ْي ُم‬
َّ ‫ت الْغَ ُف ْوُر‬ َ ْ‫َوأَن‬
addabta ‘ibaadika bittakarrumi wa’anta akramul
akramiin, wa’amarta bil’afwi ‘ibaadaka wa’antal
ghofuurur rohim
Engkau telah mendidik hamba-hamba-Mu dengan
kemurahan/ kemulyaan, dan Engkaulah yang paling
mulya dari mereka yang paling mulya, dan Engkau
telah memerintah para hamba-hamba-Mu untuk
memaafkan dan Engkaulah yang Maha Pengampun
dan Maha kasih.

َ ‫ت ِم ْن َك َرِم‬
َ‫ك َوال‬ ُ ‫اَللَّ ُه َّم فَلَ تَ ْح ِرْمنِ ْي َم َار َج ْو‬
117
‫ك‬َ ‫تُػ ْؤيِ ْسنِ ْي ِم ْن َسابِ ِغ نِ َع ِم‬
‫ك فِ ْي َى ِذ ِه‬َ ‫َوالَ تُ َخيّْْبنِ ْي ِم ْن َج ِزيْ ِل قِ َس ِم‬
‫ك‬َ ِ‫اعت‬ َ َ‫اللَّْيػلَ ِةِ أل َْى ِل ط‬
allahumma falaa tahrimnii maa rojautu min karomika
walaa tu’ yisnii min saabighi ni’amika walaa
tukhayyibnii min jaziili qisamika fii haadihil laylati li
ahli thoo’atika
Wahai Tuhanku! Janganlah Engkau halangi apa
yang telah aku harapkan dari kemuliaan-Mu dan
jangan Engkau putus asakan aku dari nikmat-Mu
yang merata dan jangan Engkau pupuskan aku dari
pembagian-Mu yang berlipat-lipat pada malam ini
untuk orang-orang yang taat pada-Mu.

‫ب إِ ْف‬
ّْ ‫ك َر‬ َ ِ‫اج َعلْنِ ْي فِ ْي ُجن ٍَّة ِم ْن ِش َرا ِر بَ ِريَّت‬
ْ ‫َو‬
‫ك‬َ ِ‫لَ ْم أَ ُك ْن ِم ْن أ َْى ِل َذل‬
‫ت أ َْى ُل الْ َك َرِـ َوال َْع ْف ِو َوال َْم ْغ ِف َرِة‬
َ ْ‫فَأَن‬
waj’alnii fii junnatin min syiroori bariyyatika, robbi in

118
lam akun min ahli dzalika fa anta ahlul karomi wal
‘afwi wal maghfiroti
Jadikanlah aku di dalam benteng dari kejahatan-
kejahatan manusia (Mu). Wahai Tuhanku! Jika aku
tidak termasuk dari kelompok-kelompok tersebut
maka Engkaulah pemilik kemuliaan dan ampunan

‫َستَ ِح ُّقوُ فَػ َق ْد‬


ْ ‫ت أ َْىلُوُ الَبِ َما أ‬ َ ْ‫َو ُج ْد َعلَ َّي بِ َما أَن‬
‫ت‬ْ ‫ك َو َعلِ َق‬ َ َ‫ك َوتَ َح َّق َق َر َجائِ ْي ل‬ َ ِ‫ّْي ب‬ْ ‫س َن ظَن‬ ُ ‫َح‬
‫الرِح ِم ْي َن َوأَ ْك َرُـ‬
َّ ‫ت أ َْر َح ُم‬ َ ْ‫ك فَأَن‬َ ‫نَػ ْف ِس ْي بِ َك َرِم‬
،‫اْألَ ْك َرِم ْي َن‬
wajud ‘alayya bima anta ahluhu laa bima astahiqquhu
faqod hasuna dhonnii bika watahaqqoqo rojaa’i laka,
wa’aliqot nafsii bikaromika fa’anta arhamur rahimiin
wa’akramul akromiin
dan bermurahlah atas Engkau yang memang ahli-
Nya bukan dengan apa yang telah menjadi miliku
dan sangkaanku telah baik pada-Mu dan harapanku
pada-Mu telah menjadi nyata dan diriku telah
bergantung pada kemurahan-Mu maka Engkaulah
yang paling belas kasih di antara mereka yang
berbelas kasih dan paling mulia dari mereka yang

119
paling mulia.

‫ك بِ َج ِزيْ ِل‬َ ‫صنِ ْي ِم ْن َك َرِم‬ ْ ‫ص‬ ُ ‫اَللَّ ُه َّم َوا ْخ‬


‫ك‬َ ِ‫ك َوأَعُ ْوذُ بِ َع ْف ِو َؾ ِم ْن عُ ُق ْو بَت‬
َ ‫قِ َس ِم‬
allahumma wakh shusnii min karomika bijaziili
qisamika wa’auudzu bi’afwika min ‘uquubatika
Wahai Tuhanku! Khususkanlah aku karena
kemuliaan-Mu dengan pembagian-Mu yang
berlipat-lipat dan dengan maaf-Mu aku berlindung
dari siksaan-Mu

‫ّْي اَلْ ُخلُ َق‬


‫ن‬ ‫ع‬
َ ‫س‬ِ‫الذنْب الَّ ِذ ْي يَ ْحب‬
َّ ‫ي‬ِ‫وا ْغ ِفر ل‬
ْ ُ َ َ ْ َ
waghfir liyadz dzanbal ladzii yahbisu ‘annil khuluqa
ampunilah dosa-dosaku yang menghalangiku dari
perangai yang baik

‫صالِ ِح‬
َ ِ‫ت أَقُػ ْوَـ ب‬
َّ ‫الرْز َؽ َح‬
ّْ ‫ضيّْ ُق َعلَ َّي‬َ ُ‫َوي‬
َ ِ‫اؾ َوأَنْػ َع َم بِ َج ِزيْ ِل َعطَائ‬
‫ك‬ َ‫ض‬ َ ‫ِر‬
َ ِ‫َس َع َد بِ َسابِ ِغ نَػ ْع َمائ‬
‫ك‬ ْ ‫َوأ‬
120
wayudhoyyiku 'alayyar rizqo hatta aquuma bisholihi
ridhooka wa 'an'ama bijaziili 'athooika wa as'ada
bisaabighi na' maaika
dan telah mempersempit rezki padaku sampai aku
berdiri karena ridho-Mu yang layak dan aku dapat
senang dengan pemberian-Mu yang berlipat ganda
dan aku dapat bahagia dengan nikmat-nikmat-Mu
yang merata,

َ ‫ت لِ َك َرِم‬
‫ك‬ ُ‫ض‬ ْ ‫ك َوتَػ َع َّر‬َ ‫ت بِ َح َرِم‬ ُ ‫فَػ َق ْد لُ ْذ‬
‫ك‬ َ ِ‫ت بِ َع ْف ِو َؾ ِم ْن عُ ُق ْوبَت‬
َ ‫ك َوبِ ِحل ِْم‬ ُ ‫استَػ َع ْذ‬
ْ ‫َو‬
‫ك‬َ ِ‫ضب‬ َ َ‫ِم ْن غ‬
faqod ludztu biharomika wata ‘arrodhtu likaromika was
ta’adztu bi’afwika min ‘uquubatika wabihilmika min
ghodhobika
maka aku masuk dengan kemuliaan-Mu dan aku
maju karena kemurahan-Mu dan aku berlindung
pada ampunan-Mu dari siksaan-Mu dan pada
kelembutan-Mu dari murka-Mu,

َ ‫ت ِم ْن‬
‫ك‬ ُ ‫ك َوأنِ ْل َماالْتَ َم ْس‬
َ ُ‫فَ ُج ْد بِ َما َسأَلْت‬

121
‫ك‬ َ ِ‫ك ب‬ َ ُ‫َسأَل‬
ْ‫أ‬
َ ‫الَ بِ َش ْي ٍء ُى َو أَ ْعظَ ُم ِم ْن‬
‫ك‬
fajud bima sa altuka wa anil maltamastu minka
as„aluka bika laa bisyai in huwa a‟dhomu minka
maka anugerahkanlah apa yang aku mohon pada-
Mu dan dapatkanlah apa yang aku harapkan
darimu. Aku mohon bersama-Mu bukan dengan
sesuatu yang lebih agung dari-Mu.

Dan setelah membaca doa kemudian sujud: sambil


membaca :
Ya Rabbi 20 kali
Ya Allah 7 kali
La haula wala quwwata illa billah 7 kali
Ma syaa Allah 10 kali
La quwwata illa billah 10 kali

Kemudian membaca sholawat dan dilanjutkan


dengan meminta hajat yang diinginkan.

122
Membaca doa munajat Sya‟baniah berikut selama
bulan Sya‟ban

Munajat Sya’baniyah

،‫الرِح ْي ِم‬ َّ ‫بِ ْس ِم الِلو‬


َّ ‫الر ْح َم ِن‬
‫آؿ ُم َح َّم ٍد‬
ِ ‫ص ّْل َعلي ُم َح َّم ٍد و‬
َ َ َ ‫م‬
َّ ‫ه‬
ُ َّ‫اَلل‬
Bismillahirrohmaanirrohiim, Allahumma sholli ‘alaa
Muhammad wa aali Muhammad
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi
MahaPenyayang
Ya Allah limpahkanlah karuniamu atas Muhammad
dan keluarga Muhammad

ِ
،‫ك‬ َ ‫اس َم ْع ُد َعا ِئ ا َذا َد‬
َ ُ‫اع ْوت‬ ْ ‫َو‬
ِ
‫ك‬ َ َ‫اس َم ْع نِ َدائِ ْي ا َذا ن‬
َ ُ‫اديْػت‬ ْ ‫َو‬
wasma’ du’a ii idzaa da ‘awtuka, wasma’ nidaa ii idzaa
naadaytuka

123
Jawablah doaku ketika aku berdoa kepada-Mu,
Dengarkan permohonanku ketika aku memohon

‫ك‬ ِ ‫ فَػ َق ْد ىرب‬،‫واقْبِل علَي اِ َذا نَجيتك‬


َ ‫ت الَْي‬
ُ َْ َ َ ُْ َ َّ َ ْ َ
‫ك‬َ ْ‫ت بَػ ْي َن يَ َدي‬
ُ ‫َوَوقَػ ْف‬
waqbil ‘alayya idzaa najaituka, faqod harobtu ilaika
wawaqoftu bayna yadayka
Berpalinglah kepadaku ketika aku bermunajat
kepada-Mu
Sungguh aku datang berlari kepada-Mu dan berdiri
di hadapan-Mu

ِ‫كر‬
‫اجيًا لّْ َما‬ ‫ي‬ ‫ل‬
َ ِ‫مست ِكيػنا لَّك متض ّْرعا ا‬
َ َ ْ ً َ َُ َ ً ْ َ ْ ُ
‫ك ثَػ َوابِ ْي‬
َ ْ‫لَ َدي‬
mustakiinan laka mutadhorri’an ilaika roojiyan lima
ladayka tsawaabii
dan memohon kepada-Mu dengan penuh
kerendahan dan penuh harap akan ganjaran atasku
di sisi-Mu

،‫اجتِ ْي‬ ِ ِ ‫وتَػعل‬


َ ‫ْم ماَ ف ْي نَػ ْفس ْي َوتَ ْخبُػ ُر َح‬
ُ َْ
124
‫ض ِم ْي ِر ْي‬ ُ ‫َوتَػ ْع ِر‬
َ ‫ؼ‬
wata’lamu maa fii nafsii watakhburu haajatii, wata’rifu
dhomiirii
Engkau tahu akan apa yang ada pada diriku dan
Engkau tahu kebutuhanku Engkau arif akan isi
hatiku

‫اي‬ ِ
َ ‫ك اَ ْم ُر ُم ْنػ َقلَبي َوَمثْػ َو‬
َ ‫َوالَ يَ ْخ َفى َعلَْي‬
walaa yakhfaa ‘alayka amru munqolabii wa matsway
tak tersembunyi bagi-Mu masa depan dan masa
kiniku

‫ئ بِ ِو ِم ْن َّم ْن ِط ِق ْي‬
َ ‫َوَما اُ ِريْ ُد اَ ْف اُبْ ِد‬
wamaa uriidu an ubdia bihi min manthiqii
dan apa yang ingin kuutarakan dengan lisanku

‫َواَتَػ َف َّوهُ بِ ِو ِم ْن طَلَبَتِ ْي َواَ ْر ُج ْوهُ لِ َعاقِبَتِ ْي‬


wa atafaw wahu bihi min tholabati wa arjuuhu li
‘aaqibatii
dan permohonan yang ingin kuungkapkan dan
harapan-harapanku yang berkenaan dengan akhir

125
perjalananku

‫اديْػ ُر َؾ َعلَ َّي يَا َسيّْ ِد ْي‬


ِ ‫ت م َق‬
َ ْ ‫َوقَ ْد َج َر‬
waqod jarot maqoodiruka ‘alayya yaa sayyidi
Sungguh telah berlaku ketentuan-ketentuan-Mu
atasku wahaiTuanku

ِ ‫فِيما ي ُكو ُف ِمنّْي اِلَي‬


‫آخ ِر عُ ْم ِر ْي‬ ْ ْ َ َْ
fimaa yakuunu minnii ilaa aakhiri umrii
atas apa-apa yang terjadi atasku hingga akhir
hayatku

‫ َوبِيَ ِد َؾ الَبِيَ ِد غَْي ِر َؾ‬،‫ِم ْن َس ِريْػ َرتِ ْي َو َعلَ نِيَّتِ ْي‬


min sariirotii wa ‘alaa niyyatii, wa biyadika laa biyadi
ghoirika
dari hal-hal yang tersembunyi maupun yang
nampak
dan di tangan-Mu bukan di tangan siapa pun selain-
Mu

َ ‫ص ْي َونَػ ْف ِع ْي َو‬
‫ض ّْر ْي‬ ِ ‫ادتِي ونَػ ْق‬
َ ْ َ َ‫ِزي‬
ziyaadatii wa naqshii wa nafi’i wa dhorri

126
keuntungan dan kerugianku serta manfaat dan
mudharatku

‫اِلَ ِه ْي اِ ْف َح َرْمتَنِ ْي فَ َم ْن َذاالَّ ِذ ْي يَػ ْرُزقُنِ ْي‬


ilaahii in haramtanii faman dzalladzii yarzuqunii
Ilahi, Jika Engkau menolakku maka siapakah lagi
yang akan memberi karunia atasku

‫ص ُرنِ ْي‬ ِ ِ ِ
ُ ‫َوا ْف َخ َذلْتَن ْي فَ َم ْن َذاالَّذ ْي يَػ ْن‬
wa in khodzaltanii faman dzalladzii yanshurunii
Jika Engkau membiarkanku maka siapakah pula
yang akan menolongku

ِ
َ ‫ك َو ُحلُ ْو ِؿ َس َخ ِط‬
‫ك‬ َ َ‫ك ِم ْن غ‬
َ ِ‫ضب‬ َ ِ‫الَ ِه ْي اَعُ ْوذُب‬
ilahi a’udzubika min ghodhobika wa huluuli sakhothika
Ilahi, Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari
kemurkaan-Mu dan dari memperoleh kemarahan-
Mu

ِ ِ
َ ِ‫ت غَْيػ َر ُم ْستَاْ ِى ٍل لَِر ْح َمت‬
‫ك‬ ُ ‫الَ ِه ْي ا ْف ُك ْن‬
ilahi in kuntu ghoiro musta’ hilin lirohmatika

127
Tuhanku, seandainya aku tidaklah layak akan
rahmat-Mu

َ ِ‫ض ِل َس َعت‬
‫ك‬ ْ ‫ت اَ ْى ٌل اَ ْف تَ ُج ْو َد َعلَ َّي بَِف‬
َ ْ‫فَاَن‬
fa’anta ahlun an tajuuda ‘alayya bifadhli sa’atika
Maka Engkau sungguh layak untuk mengaruniai
daku dengan keluasan rahmat-Mu

ِ
َ ْ‫الَ ِه ْي َكاَنّْ ْي بِنَػ ْف ِس ْي َواقِ َفةٌ بَػ ْي َن يَ َدي‬
‫ك‬
ilaahii ka’anni binafsii waqifatun baina yadaika
Tuhanku, (kumelihat) seakan-akan diriku sedang
berdiri dihadapan-Mu

َ ‫َوقَ ْد اَظَلَّ َها ُح ْس ُن تَػ َوُّكلِ ْي َعلَْي‬


‫ك‬
waqod adhollaha husnu tawakkali alayka
dalam perlindungan sebaik-baik tawakkalku pada-
Mu

‫ت أ َْىلُوُ َوتَػغَ َّم ْدتَنِ ْي بِ َع ْف ِو َؾ‬


َ ْ‫ْت َمااَن‬
َ ‫فَػ ُقل‬
faqulta ma anta ahluhu wataghom madatnii bi’afwika
dan Engkau berfirman sebagaimana yang layak

128
bagi-Mu dan Engkau liputi aku
dengan ampunan-Mu

ِ ِ
‫ك‬ َ ‫ت فَ َم ْن اَ ْولَي ِم ْن‬
َ ِ‫ك بِ َذل‬ َ ‫الَ ِه ْي ا ْف َع َف ْو‬
ilaahii in ‘afawta faman awlaa minka bidzalika
Tuhanku, jika Engkau mengampuni maka siapatah
yang lebih layak dari-Mu untuk melakukannya

ِ
َ ‫َوا ْف َكا َف قَ ْد َدنَا اَ َجلِ ْي َولَ ْم يُ ْدنِْينِي ِم ْن‬
‫ك‬
‫َع َملِ ْي‬
wa’in kaana qod danaa ajalii walam yudniinii minka
‘amali
seandainya telah mendekat ajalku sedang amalku
tidak mendekatkan daku kepada-Mu

‫ك َو ِس ْيػلَتِ ْي‬ ِ ِ ْ‫الذن‬


َّ ِ‫ْت اْ ِالقْػ َر َار ب‬
َ ‫ب الَْي‬ ُ ‫فَػ َق ْد َج َعل‬
qod ja’altul iqrooro bidz dzambi ilayka wasiilatii
maka sungguh telah kujadikan pengakuan dosaku
ini kepada-Mu sebagai wasilah (perantara)ku
(untuk mendekatkanku pada-Mu)

129
‫لى نَػ ْف ِس ْي فِ ْي النَّظَ ِرلَ َها‬ ‫ع‬
َ ‫ت‬
ُ ‫ر‬
ْ ‫ج‬
ُ ‫د‬
ْ ‫ق‬
َ ‫ي‬ ِ َ‫اِل‬
‫ه‬
َ ْ
ilaahii qod jurtu ‘alaa nafsii fin nadhori lahaa
Tuhanku, sungguh aku telah menganiaya diriku
(karena kelalaianku) dalam memberi perhatian
atasku

‫فَػلَ َها اْ َلويْ ُل اِ ْف لَ ْم تَػ ْغ ِف ْرلَ َها‬


falahal wailu in lam taghfir lahaa
Sungguh celakalah dia jika tak Kau ampuni

‫اـ َحيَاتِ ْي‬ ‫ي‬


ََّ‫ا‬ ‫ي‬ ‫ل‬
َ ‫ع‬ ‫ؾ‬
َ ‫ر‬
ُّ ِ
‫ب‬ ْ
‫ؿ‬ ‫ز‬‫ػ‬ ‫ي‬ ‫م‬َ‫ل‬ ‫ي‬ ِ
‫ه‬ ‫ل‬
َ ِ‫ا‬
َ َّ َ ََ ْ ْ
ilaahii lam yazal birruka ‘alayya ayyama hayaatii
Tuhanku, tak putus-putusnya kebaikan-Mu atasku
sepanjang hidupku

‫ّْي فِ ْي َم َماتِ ْي‬ ِ


ْ ‫فَلَتَػ ْقطَ ْع ب َّر َؾ َعن‬
fala taqtho’ birroka annii fii mamaatii
Maka jangan Engkau putuskan kebaikan-Mu atasku
di saat kematianku

130
‫س ِم ْن ُح ْس ِن نَظَ ِر َؾ لِ ْي بَػ ْع َد‬ ‫آي‬
َ ‫ف‬
َ ‫ي‬
ْ ‫ك‬
َ ‫ي‬ ِ َ‫اِل‬
‫ه‬
ُ ْ
‫َم َماتِ ْي‬
ilaahii kayfa aayasu min husni nadhorika lii ba’da
mamaatii
Tuhanku, bagaimana mungkin aku berputus asa,
dari sebaik-baik perhatian-Mu padaku, setelah
kematianku

‫ْج ِم ْي َل فِ ْي َحيَاتِ ْي‬‫ل‬ ‫ا‬ َّ


‫ال‬ ِ‫واَنْت لَم تػولّْنِي ا‬
َ ْ َُ ْ َ َ
wa anta lam tuwallinii illal jamiila fii hayaatii
sedang Engkau tak memperlakukan aku kecuali
dengan kebaikan di masa hidupku

ِ
َ ْ‫الَ ِه ْي تَػ َو َّؿ ِم ْن اَ ْم ِر ْي َمااَن‬
ُ‫ت اَ ْىلُو‬
ilaahii tawalla min amrii maa anta ahluhu
Tuhanku, perlakukanlah aku sebagaimana yang
layak bagi-Mu

ُ‫ب قَ ْد غَ َم َره‬ َ ِ‫ضل‬


ٍ ِ‫ك َعلَى ُم ْذن‬ ْ ‫َوعُ ْد َعلَ َّي بَِف‬

131
ُ‫َج ْهلُو‬
wa ‘ud ‘alayya bifadhlika ‘alaa mudznibin qod
ghomarohu jahluhu
kucurkan karunia-Mu atasku, atas seorang pendosa
yang kebodohannya telah menenggelamkannya

ُّ ‫ت َعلَ َّي ذُنُػ ْوبًا فِ ْي‬ ِ


‫الدنْػيَا‬ َ ‫الَ ِه ْي قَ ْد َستَػ ْر‬
ilaahii qod satarta alayya dzunuuban fid dunyaa
Tuhanku, telah engkau tutupi dosa-dosaku di dunia
ini

ِ ‫واَنَا اَحو‬
َ ‫ج الَى َس ْت ِرَىا َعلَ َّي ِم ْن‬
‫ك فِ ْي‬ ُ َْ َ
‫اْالُ ْخ َرى‬
wa ana ahwaju ilaa satriha alayya minka fil ukhroo
dan aku lebih membutuhkan penutupan-Mu atasnya
bagiku di masa mendatang

‫الصالِ ِح ْي َن‬ ِ ‫اِ ْذلَم تُظْ ِهرَىاِ الَح ٍد ِمن ِعب‬


َّ ‫اد َؾ‬َ ْ َ ْ ْ
idz lam tudh hirha liahadin min ‘ibadikash sholihiin
Jika tak Kau singkapkan (dosa-dosaku) kepada

132
seorang pun di antara hamba-hamba-Mu yang saleh

ِ ‫ض ْحنِ ْي يَػ ْوَـ ال ِْقيَ َام ِة َعلَى ُرءُ ْو‬


‫س‬ َ ‫فَلَ تَػ ْف‬
ِ ‫اْالَ ْشه‬
‫اد‬ َ
falaa tafdhohnii yaumal qiyaamati ‘alaa ru’uusil
asyhaadi
maka jangan Engkau permalukan daku pada hari
kiamat di hadapan semua penyaksi

‫ض ُل ِم ْن‬ َ ‫اِلَ ِه ْي ُج ْو ُد َؾ بَ َس‬


َ ْ‫ َو َع ْف ُو َؾ اَف‬،‫ط اََملِ ْي‬
‫َع َملِ ْي‬
ilaahii juuduka basatho amalii, wa ‘afwuka afdholu min
‘amalii
Tuhanku, karunia-Mu membesarkan harapanku dan
ampunan-Mu lebih utama dari amalanku

‫ض ْي فِ ْي ِو بَػ ْي َن‬
ِ ‫ك يػوـ تَػ ْق‬ َ ِ‫اِلَ ِهي فَس َّرنِي بِلِ َقائ‬
َ َْ ْ ُ ْ
ِ ‫ِعب‬
‫اد َؾ‬َ
ilaahii fasurronii biliqooika yauma taqdhii fiihi bayna

133
‘ibaadika
Tuhanku, gembirakan daku dengan perjumpaan
dengan-Mu di hari di mana Engkau memberi
keputusan di antara hamba-hamba-Mu

‫ك اِ ْعتِ َذ ُار َم ْن لَ ْم يَ ْستَػ ْغ ِن‬ ِ ِ ِ


َ ‫الَ ِه ْي ا ْعتِ َذا ِر ْي الَْي‬
‫َع ْن قَػبُػ ْو ِؿ عُ ْذ ِرِه‬
ilaahii I’tidzaari ilayka’ tidzaaru man lam yastaghnii ‘an
qobuuli ‘udzrihi
Tuhanku, permohonan maafku padamu adalah
permohonan maafnya mereka yang sangat
memerlukan pengabulan maafnya

‫فَاقْػبَ ْل عُ ْذ ِر ْي يَااَ ْك َرَـ َم ِن ا ْعتَ َذ َر اِلَْي ِو‬


‫ال ُْم ِس ْيئُػ ْو َف‬
faqbal ‘udzrii ya’akroma mani’ tadzaro ilayhil
musii’uun
maka terimalah maafku wahai Yang paling
Pemurah terhadap permohonan
seorang pendosa terhadap-Nya

134
َ‫ َوال‬،‫ب طَ َم ِع ْي‬ ِ ‫اِلَ ِهي الَتَػر َّد ح‬
ْ ّْ‫اجت ْي َوالَ تُ َخي‬
َ َ ُ ْ
‫ك َر َجا ِئ ِْ َواََملِ ْي‬ َ ‫تَػ ْقطَ ْع ِم ْن‬
ilaahii la taruddu haajatii walaa tukhayyib thoma’ii,
walaa taqtho’ minka rojaa’ii wa’amalii
Tuhanku, jangan Engkau tolak permohonanku,
jangan gagalkan harapanku
Jangan Engkau putuskan asa dan harapanku dari-
Mu

ِ
َ ‫ َولَ ْو اَ َر ْد‬،‫ت َى َوانِ ْي لَ ْم تَػ ْه ِدنِ ْي‬
‫ت‬ َ ‫الَ ِه ْي لَ ْواَ َر ْد‬
‫ض ْي َحتِ ْي لَ ْم تُػ َعافِنِ ْي‬ِ َ‫ف‬
ilaahii law arodta hawaanii lam tahdinii, walaw arodta
fadhiihatii lam tu’aafinii
Tuhanku, jika Engkau hendak menjatuhkanku tentu
takkan Engkau tunjuki aku
dan seandainya Engkau hendak mempermalukanku
tentu Engkau takkan meneguhkanku

ِ‫ا‬
ُ ‫اج ٍة قَ ْد اَفْػنَػ ْي‬
‫ت‬ ‫ح‬ ‫ي‬ ِ‫ُّك تَػردُّنِي ف‬
َ َ ْ ْ ُ َ ‫ن‬ُ‫ظ‬َ‫ا‬ ‫آ‬‫م‬ ‫ي‬
َ ْ ِ
‫ه‬ ‫ل‬
َ

135
َ ‫عُ ْم ِر ْي فِ ْي طَلَبِ َها ِم ْن‬
‫ك‬
ilaahii ma adhunnuka taruddanii fii hajatin qod afnaytu
‘umrii fii tholabiha minka
Tuhanku, sungguh aku tak berpikir bahwa Engkau
akan menolak hajat-hajat yang telah kuhabiskan
usiaku dalam menuntutnya dari-Mu

‫ْح ْم ُد اَبَ ًد اَبَ ًد َدآئِ ًما َس ْرَم ًدا‬ ِ


َ َ‫الَ ِه ْي فَػل‬
َ ‫ك ال‬
ilaahii falakal hamdu abadan abadan daaiman sarmada
Tuhanku, bagi-Mu segala pujian kekal abadi
selama-lamanya

‫ض ْي‬ ّّ ‫يَ ِزيْ ُد َوآليَبِْي ُد َك َما تُ ِح‬


َ ‫ب َوتَػ ْر‬
yaziidu walaa yabiidu kama tuhibbu watardhoo
bertambah tak berkurang sebagaimana Engkau
sukai dan ridai

ِ ِ
َ ُ‫الَ ِه ْي ا ْف اَ َخ ْذتَنِ ْي بِ ُج ْرِم ْي اَ َخ ْذت‬
‫ك بَػ َع ْف ِو َؾ‬
ilaahii in ahodtanii bijurmii akhodtuka bi’afwika
Tuhanku, jika Engkau menuntutku karena
kejahatanku, aku akan berpegang pada maaf-Mu

136
ِ ِ
َ ‫ك بِ َم ْغ ِف َرت‬
‫ك‬ َ ُ‫َوا ْف اَ َخ ْذتَنِ ْي بِ ُذنُػ ْوبِ ْي اَ َخ ْذت‬
wa in akhodtanii bidzunuubii akhodtuka bimaghfirotika
Jika Engkau menuntutku karena dosa-dosaku, aku
akan berlindung pada ampunan-Mu

‫ت اَ ْىلَ َها اَنّْ ْي‬


ُ ‫َّار اَ ْعلَ ْم‬‫ن‬ ‫ال‬ ‫ي‬ِ‫واِ ْف اَ ْد َخلْتَن‬
َ ْ َ
‫ك‬َ ُّ‫اُ ِحب‬
wa in adkholtaniin naaro a’lamtu ahlahaa annii
uhibbuka
Jika Engkau masukkan aku ke neraka, akan
kuumumkan kepada penduduknya bahwa sungguh
aku mencintai-Mu

‫ك َع َملِ ْي‬ ِ ‫صغَُر فِي َج ْن‬ ِ‫اِلَ ِهي ا‬


َ ِ‫اعت‬
َ َ‫ب ط‬ ْ َ ‫ف‬
َ ‫ا‬‫ك‬َ ‫ف‬
ْ ْ
ilaahii inkaana shoghro fii janbi thoo’atika ‘amalii
Tuhanku, jika sungguh kecil amalku dari ketaatan
yang seharusnya kulakukan kepada-Mu

‫ك اََملِ ْي‬ ِ ‫فَػ َق ْد َكبُػ َر فِي َج ْن‬


َ ِ‫ب َر َجآئ‬ ْ
faqod kaburo fii janbi rojaaika amalii

137
di sisi-Mu dari Maka sungguh besar harapanku
yang kuduga

‫ب ِم ْن ِع ْن ِد َؾ بِالْ َخ ْيبَ ِة‬ ِ‫ف اَنْػ َقل‬


َ ‫ي‬ ‫ك‬
َ ‫ي‬ ِ
‫ه‬ ‫ل‬
َ ِ‫ا‬
ُ ْ ْ
‫َم ْح ُرْوًما‬
ilaahii kayfa anqolibu min ‘indika bil khoybati
mahruuman
Tuhanku, bagaimana mungkin aku terpalingkan
dari-Mu dalam keadaan kecewa dan tertolak

‫ اَ ْف تَػ ْقلِبَنِ ْي‬،‫ّْي بِ ُج ْوِد َؾ‬


ْ ‫َوقَ ْد َكا َف ُح ْس ُن ظَن‬
‫َّج ِاة َم ْر ُح ْوًما‬
َ ‫بِالن‬
waqod kaana khusnu dhonnii bijuudika, an taqlibanii
binnajaati marhuuman
sedang sungguh aku telah bersangka baik atas
karunia
bahwa Engkau akan mengembalikanku dengan
kemenangan dan kasihsayang

َّ ‫ت عُ ْم ِر ْي فِ ْي ِش َّرِة‬ ِ
‫الس ْه ِو‬ ُ ‫الَ ِه ْي َوقَ ْد اَفْػنَػ ْي‬

138
‫ك‬
َ ‫َع ْن‬
ilaahii waqod afnaitu ‘umrii fii syirrotis sahwi ‘anka
Tuhanku, sungguh aku telah sia-siakan hidupku
dalam dosa dan kelalaian dari-Mu

َ ‫ت َشبَابِ ْي فِ ْي َس ْك َرِة التَّبَاعُ ِد ِم ْن‬


‫ك‬ ُ ‫َواَبْػلَْي‬
wa ablaytu syabaabii fii sakrotit tabaa’udi minka
dan telah kuhabiskan masa mudaku dalam mabuk
keterjauhan dari-Mu

َ ِ‫اـ ا ْغتِ َرا ِر ْي ب‬


،‫ك‬ ‫ي‬
ََّ‫ا‬ ‫ظ‬
ْ ِ ‫اِلَ ِهي فَػلَم اَستَػي‬
‫ق‬
َ ْْ ْ ْ
ِ
‫ك‬َ ‫َوُرُك ْونِ ْي الَى َسبِْي ِل َس َخ ِط‬
ilaahii falam astayqidh ayyaamagh tiroori bika,
warukuunii ilaa sabiili sakhotika
Tuhanku, tiadalah aku bangun ketika aku
terlalaikan dari-Mu
dan kecenderunganku kepada jalan kemurkaan-Mu

‫ قَآئِ ٌم بَػ ْي َن‬،‫اِلَ ِه ْي َواَنَا َع ْب ُد َؾ َوابْ ُن َع ْب ِد َؾ‬

139
‫ك‬ ِ ‫يديك متػو ّْسل بِ َكرِم‬
َ ‫ك الَْي‬
َ َ ٌ َ َُ َ ْ َ َ
ilaahii wa ana ‘abduka wabnu ‘abdika, qooimun bayna
yadayka mutawassilun bikaromika ilayka
Tuhanku, aku adalah hamba-Mu putera hamba-Mu
Berdiri dihadapan-Mu bertawasul dengan
kemurahan-Mu kepada-Mu

ِ َّ ‫اِلَ ِهي اَنَا عب ٌد اَتػن‬


ُ ‫ك ِم َّما ُك ْن‬
‫ت‬ َ ‫ص ُل الَْي‬ ََ َْ ْ
‫ك بِ ِو‬ ِ ‫اُو‬
َ ‫اج ُه‬ َ
ilaahii ana ‘abdun atanash sholu ilayka mimma kuntu
uwaajihuka bihi
Tuhanku, aku hamba-Mu, kubersihkan diriku dari
dosa-dosa yang kulakukan dalam kehadiran-Mu

ِ ِ ِ ‫ِمن قِلَّ ِة‬


ُ ُ‫ َواَطْل‬،‫است ْحيَآئ م ْن نَظَ ِر َؾ‬
‫ب ال َْع ْف َو‬ ْ ْ
ِ ‫ِمن‬
َ ‫ت لّْ َك َرِم‬
‫ك‬ ٌ ‫ك ا ِذ ال َْع ْف ُو نَػ ْع‬
َْ
min qillatis tihyaaii min nadhorika, wa athlubul afwa
minka idzil afwu na’tul likaromika
karena kurangnya rasa maluku di hadapan

140
pengawasan-Mu
kumohon ampunan dari-Mu, karena pengampunan
adalah sifat dari kemurahan-Mu

‫اِلَ ِه ْي لَ ْم يَ ُك ْن لّْ ْي َح ْو ٌؿ فَاَنْػتَ ِق َل بِ ِو َع ْن‬


‫ك‬َ ِ‫صيَت‬ ِ ‫م ْع‬
َ
ilaahi lam yakunlii haulun fa antaqila bihi ‘an
ma’shiyatika
Tuhanku, tiadalah cukup dayaku untuk menjauhkan
diri dari maksiat kepada-Mu

ٍ ْ‫اِالَّ فِي وق‬


َ ِ‫ت اَيْػ َقظْتَنِ ْي لِ َم َحبَّت‬
‫ َوَك َما‬،‫ك‬ َ ْ
‫ت‬ َّ ‫اَ َر ْد‬
ُ ‫ت اَ ْف اَ ُك ْو َف ُك ْن‬
illa fii waqtin ayqodh tanii limahabbatika, wakama
arodta an akuuna kuntu
kecuali ketika Engkau bangunkan aku dalam
keadaan kecintaan kepada-Mu
dan aku adalah sebagaimana yang Engkau
kehendaki

141
‫ َولِتَطْ ِه ْي ِر‬،‫ك‬ َ ‫ك بِِا ْد َخالِ ْي فِ ْي َك َرِم‬
َ ُ‫فَ َش َك ْرت‬
‫ك‬ ِ ‫قَػ ْلبِ ْي ِم ْن اَ ْو َس‬
َ ‫اخ الْغَ ْفلَ ِة َع ْن‬
fasyakartuka bi idhoolii fii karomika, walitadh hiiri
qolbii min awsaakhil ghoflati ‘anka
kubersyukur padamu karena memasukkanku dalam
kemurahan-Mu
dan atas penyucian hatiku dari noda-noda kelalaian

ِ ِ
،‫ك‬ َ َّ‫الَ ِه ْي اُنْظُْر الَ َّي نَظََر َم ْن ن‬
َ َ‫اديْػتَوُ فَاَ َجاب‬
‫ك‬َ ‫اع‬َ َ‫ك فَاط‬ َ ِ‫استَػ ْع َملْتَوُ بِ َمعُ ْونَت‬
ْ ‫َو‬
ilaahii undhur ilayya nadhoro man nadaytahu fa
ajaabaka, wasta’maltahu bima’uunatika fa athoo’aka
Tuhanku, pandanglah daku sebagaimana
pandangan-Mu atas orang yang Kau seru dan
menjawab panggilan-Mu dan Kau perlakukan dia
dengan pertolongan-Mu lalu dia taat kepada-Mu

ً‫ َويَا َج َوادا‬،‫يَاقَ ِريْػبًا الَّيَػ ْبػعُ ُد َع ِن ال ُْم ْغتَػ ّْر بِ ِو‬


ُ‫الَّيَػ ْب َخ ُل َع َّم ْن َر َجا ثَػ َوابَو‬
142
yaa qoriiban laa yab’udu ‘anil mughtarri bihi, wayaa
jawadan laa yabkholu ‘amman rojaa tsawaabahu
Wahai Yang Dekat Yang tak jauh dari yang tertipu
dari-Nya
Wahai Yang Maha Pemberi Karunia, Yang tak
kikir terhadap yang mengharap ganjaran

ِ‫ا‬
َ ‫ب لِ ْي قَػلْبًا يُ ِدنِْي ِو ِم ْن‬
ُ‫ك َش ْوقُو‬ ‫ى‬
َ
ْ ْ ‫ي‬ ِ
‫ه‬ ‫ل‬
َ
ilaahii hablii qolban yudniihi minka syaukuhu
Tuhanku, karunialah daku hati yang kerinduannya
mendekatkan kepada-Mu

ِ
ُ‫ َونَظًَرا يُّػ َق ّْربُو‬،ُ‫ص ْدقُو‬ ِ ‫ك‬َ ‫َولِ َسانًا يُّػ ْرفَ ُع الَْي‬
ُ‫ك َح ُّقو‬َ ‫ِم ْن‬
walisaanan yurfa’u ilayka shidquhu wanadhoron
yuqarribuhu minka haqquhu
Dan lisan yang menaikkan kepadamu ketulusannya,
dan wawasan yang mendekatkan pada-Mu
kebenarannya

‫ َوَم ْن‬،‫ك غَْيػ ُر َم ْج ُه ْو ٍؿ‬ َ ‫اِلَ ِه ْي اِ َّف َم ْن تَػ َع َّر‬


َ ِ‫ؼ ب‬

143
‫ك غَْيػ ُر َم ْخ ُذ ْو ٍؿ‬
َ ِ‫الَ َذب‬
ilaahi inna man ta’arrofa bika ghoiru majhuulin,
waman laa dzatika ghoiru makhdzuulin
Tuhanku, sesungguhnya barangsiapa mengenal-Mu,
tidaklah terabaikan
dan barangsiapa yang berlindung kepada-Mu,
tidaklah kecewa

‫ْت َعلَْي ِو غَْيػ ُر َم ْملُ ْو ٍؾ‬


َ ‫َوَم ْن اَقْػبَػل‬
waman aqbalta ‘alayhi ghoiru mamluukin
dan barangsiapa yang Kau jawab seruannya,
bukanlah budak

‫ك لَ ُم ْستَنِْيػ ٌر‬ ِ ِ
َ ِ‫الَ ِه ْي ا َّف َم ِن انْػتَػ َه َج ب‬
ilaahii inna manin tahaja bika lamustaniirun
Tuhanku, sesungguhnya barangsiapa mengikuti
(jalan)-Mu tercerahkan

ِ
ُ ‫ َوقَ ْد لُ ْذ‬،‫ك لَ ُم ْستَ ِج ْيػ ٌر‬
‫ت‬ َ ِ‫ص َم ب‬
َ َ‫َوا َّف َم ِن ا ْعت‬
‫ك يَااِلَ ِه ْي‬َ ِ‫ب‬
144
wa inna mani’ tashoma bika lamustajiirun, waqod ludtu
bika yaa ilaahii
dan barangsiapa berpegang kepada-Mu
terselematkan
dan sungguh aku berlindung dengan-Mu wahai
Tuhanku

َ ِ‫ّْي ِم ْن َر ْح َمت‬
‫ َوالَتَ ْح ُج ْبنِ ْي‬،‫ك‬ ْ ‫ب ظَن‬
ْ ّْ‫فَلَ تُ َخي‬
‫ك‬َ ِ‫َع ْن َّراْفَت‬
falaa tukhoyyib dhonnii min rohmatika, walaa tahjubnii
‘an ro’fatika
maka jangan kecewakan harapanku dari rahmat-Mu
dari kasih-Mu dan jangan kau hijab daku

‫اـ َم ْن‬‫ق‬َ ‫م‬ ، ‫ك‬


َ ِ‫اِلَ ِهي اَقِمنِي فِي اَ ْى ِل ِوالَيت‬
َ َ َ ْ ْ ْ ْ
َ ِ‫اد َة ِم ْن َم َحبَّت‬
‫ك‬ َ َ‫االزي‬
ّْ ‫َّر َج‬
ilaahii aqimnii fii ahli wilayatika, maqooma man rojaz
ziyaadata min mahabbatika
Tuhanku, tempatkan daku di antara para wali-Mu
tempat mereka yang mengharapkan tambahan
kecintaan

145
‫اِلَ ِه ْي َوالْ ِه ْمنِ ْي َولَ ًها بِ ِذ ْك ِر َؾ اِلَى ِذ ْك ِر َؾ‬
ilaahii wa alhimnii walahan bidzikrika ilaa dzikrika
Tuhanku, ilhamilah daku kecintaan akan ingatan
kepada-Mu sehingga aku senantiasa
dalam dzikir kepada-Mu

ِ ‫َو ِى َّمتِ ْي فِ ْي َرْو ِح نَ َج‬


َ ِ‫اح اَ ْس َمآئ‬
‫ك َوَم َح ّْل‬
‫ك‬َ ‫قُ ْد ِس‬
wahimmatii fii rowhi najaahi asmaa ika wamahalli
qudsika
Dan dengan Nama-nama-Mu dan kedudukan-Mu
Yang Suci
karunialah usahaku dengan kejayaan dan
kesuksesan

‫ْح ْقتَنِ ْي بِ َم َح ّْل اَ ْى ِل‬ ِ ‫اِلَ ِهي بِك علَي‬


َ ‫ك االَّ اَل‬
ََْ َ ْ
‫ك‬َ ِ‫ضات‬ َ ‫الصالِ ِح ِم ْن َم ْر‬ َ ِ‫اعت‬
َّ ‫ َوال َْمثْػ َوي‬،‫ك‬ َ َ‫ط‬
ilaahii bika alayka illa alhaqtanii bimahalli ahli
thoo’atika, wal matswaash shoolihi min mardhootika

146
Tuhanku, aku mohon kepada-Mu agar memasukkan
aku ke dalam kedudukan orang-orang yang taat
kepada-Mu tempat yang terbaik dari keridaan-Mu

ُ ِ‫س َدفْػ ًعا َوآل اَ ْمل‬


‫ك لَ َها‬ ِ ‫فَانّْ ْي آل اَقْ ِد ُر لِنَػ ْف‬
‫نَػ ْف ًعا‬
fainni laa aqdiru linafsi daf’an walaa amliku laha
naf’an
Sungguh aku tak kuasa atas diriku dan tidak pula
aku dapat mendatangkan manfaat baginya

‫ك‬ ِ‫ف الْم ْذن‬ ِ ‫الض‬


َّ ِ ِ‫ا‬
َ ‫ب َوَم ْملُ ْوُك‬
ُ ُ ُ ‫ي‬
ْ ‫ع‬ ‫ؾ‬
َ ‫د‬
ُ ‫ب‬
ْ ‫ع‬
َ ‫ا‬‫ن‬
ََ‫ا‬ ‫ي‬
ْ ‫ه‬ ‫ل‬
َ
‫ب‬ ِ
ُ ‫ال ُْمن ْي‬
ilaahii ana ‘abdukadh dho’iiful mudznibu
wamamluukukal muniibu
Tuhanku, aku hamba-Mu yang lemah, yang berdosa
dan budak-Mu yang kembali (bertobat)

،‫ك‬
َ ‫ت َع ْنوُ َو ْج َه‬ َ ْ‫ص َرف‬ ِ ِ
َ ‫فَلَ تَ ْج َعلْن ْي م َّم ْن‬
‫َو َح َجبَوُ َس ْه ُوهُ َع ْن َع ْف ِو َؾ‬
147
falaa taj’alnii mimman shorofta ‘anhu wajhaka,
wahajabahu sahwuhu ‘an ‘afwika
maka jangan Engkau jadikan aku diantara orang
yang Kau palingkan Wajah-Mu darinya
yang kelalaiannya telah menghijabnya dari
ampunan-Mu

ِ َ ‫ب لِ ْي َك َم‬ ِ‫ا‬
َ ‫اؿ اْ ِالنْ ِقطَ ِاع الَْي‬
‫ك‬ ‫ى‬
َ
ْ ْ ‫ي‬ ِ
‫ه‬ ‫ل‬
َ
ilaahii hablii kamaalal inqithoo’i ilayka
Tuhanku, karuniailah aku keterputusan yang mutlak
dari segala sesuatu (selain-Mu) kepada-Mu

ِ
‫ َحتَّى‬،‫ك‬َ ‫ضيَ ِاء نَظَ ِرَىا الَْي‬
ِ ِ‫واَنِر اَبْصار قُػلُوبِنَا ب‬
ْ ََ ْ َ
‫ب النػ ُّْوِر‬
َ ‫ب ُح ُج‬ ِ ‫ار الْ ُقلُ ْو‬
ُ‫ص‬ َ ْ‫تَ ْخ ِر َؽ اَب‬
wa anir abshooro quluubina bidhiyaai nadhoriha ilayka,
hatta takhriqo abshorul quluubi hujuban nuuri
cahayailah mata batin kami dengan cahaya
penglihatan kepada-Mu
sedemikian rupa sehingga tersingkaplah dengannya
hijab cahaya

148
‫احنَا‬ ِ ِ ِِ ِ ِ
ُ ‫ َوتَص ْيػ َر اَ ْرَو‬،‫فَػتَص َل الَي َم ْعدف ال َْعظَ َمة‬
َ ‫ُم َعلَّ َقةً بِ ِع ّْز قُ ْد ِس‬
‫ك‬
fatashila ilaa ma’dinil ‘adhomati, wa tashiiro
arwaahunaa mu’alliqotan bi’izzi qudsika
dan tercapailah mata air kecemerlangan (Sumber
Keagungan)
sehingga menyatullah arwah-arwah kami dengan
Keagungan Kesucian-Mu

ِ‫ا‬
َ َ‫اج َعلْنِ ْي ِم َّم ْن نَ َديْػتَوُ فَاَ َجاب‬
َ‫ َوال‬،‫ك‬ ‫و‬ ‫ي‬
ْ َ ْ ِ
‫ه‬ ‫ل‬
َ
‫ك‬َ ِ‫ص ِع َق لِ َجلَل‬ َ َ‫َحظْتَوُ ف‬
ilaahi waj’alnii mimman nadaytahu fa ajaabaka, walaa
hadhtahu fasho’iqo lijalaalika
Tuhanku jadikanlah aku di antara orang-orang yang
Kau seru lalu patuh kepada-Mu
dan ketika Engkau menatapnya tersungkur pingsan
karena Keagungan-Mu

َ َ‫اج ْيتَوُ ِس ِّرا َّو َع ِم َل ل‬


‫ك َج ْه ًرا‬ َ َ‫فَػن‬

149
fanaajaytahu sirron wa’amila laka jahron
Engkau berbisik kepadanya dengan rahasia dan dia
beramal untuk-Mu secara terbuka

‫ّْي قُػنُػ ْو َط‬


‫ن‬َ‫ظ‬ ِ
‫ن‬ ‫س‬ ‫ح‬ ‫ى‬ َ‫ل‬ ‫ع‬ ‫ط‬
ْ ّْ
‫ل‬ ‫س‬ُ‫ا‬ ‫م‬َ‫ل‬ ‫ي‬ ِ
‫ه‬ ‫ل‬
َ ِ‫ا‬
ْ ْ ُ َ َ ْ ْ
ِ َ‫اْالَي‬
‫اس‬
ilaahii lam usallith ‘alaa husni dhonii qunuuthol ayaasi
Tuhanku, tak kubiarkan keputusasaan mengalahkan
sangka baikku pada-Mu

َ ‫َوالَانْػ َقطَ َع َر َجا ِئ ِم ْن َج ِم ْي ِل َك َرِم‬


‫ك‬
walaan qotho’a rojaa i min jamiili karomika
dan takkan aku kehilangan harapan dari sebaik-baik
Kemurahan-Mu

ِ‫اِلَ ِهي ا‬
َ ْ‫اس َقطَْتنِ ْي لَ َدي‬
‫ك‬ ْ ‫د‬
ْ ‫ق‬
َ ‫ا‬‫اي‬
َ ‫ط‬
َ ‫خ‬
َ ْ
‫ل‬ ‫ا‬ ِ
‫ت‬ ‫ن‬
َ ‫ا‬‫ك‬َ ‫ف‬
ْ ْ
ilaahii inkaanatil khothoyaa qodis qothotnii ladayka
Tuhanku, jika dosa-dosaku telah menjatuhkan
kedudukan di sisi-Mu

َ ‫ّْي بِ ُح ْس ِن تَػ َوُّكلِ ْي َعلَْي‬


‫ك‬ ْ ‫اص َف ْح َعن‬
ْ َ‫ف‬
150
fash fah ‘anni bihusni tawakkulii alayka
maka maafkanlah aku dengan sebaik-baik
penyerahan diriku kepada-Mu
ِ ُّ ‫اِلَ ِهي اِ ْف َحطَّْتنِي‬
َ ‫ب ِم ْن َم َكا ِرـ لُط ِْف‬
‫ك‬ ُ ‫الذنُػ ْو‬ ْ ْ
ilaahii in hathotniidz dzunuubu min makaarimi luthfika
Tuhanku, jika keburukan-keburukan telah
membuatku tidak layak menerima kemuliaan
karunia-Mu

ِ
َ ‫فَػ َق ْد نَػبَّػ َهنِ َي الْيَ ِق ْي ُن الَي َك َر ِاـ َعط ِْف‬
‫ك‬
faqod nabbahaniyal yaqiinu ilaa karoomi ‘athfika
maka sungguh keyakinanku yang teguh telah
mengingatkanku akan kemurahan kasih-Mu

‫اِلَ ِه ْي اِ ْف اَنَ َام ْتنِ ْي الْغَ ْفلَةُ َع ِن اْ ِال ْستِ ْع َد ِاد‬


‫ك‬َ ِ‫لِلِ َقآئ‬
ilaahii in anaamatniil ghoflatu ‘anil isti’daadi liliqoo ika
Tuhanku , jika kelalaian telah membuatku tertidur
dari persiapan untuk pertemuan dengan-Mu

151
ِ
َ ِ‫فَػ َق ْد نَػبَّػ َه ْتنِ ْي ال َْم ْع ِرفَةُ بِ َك َرـ اَآلئ‬
‫ك‬
faqod nabbahatniil ma’rifatu bikaromi aalaa ika
Sungguh makrifatku akan kemuliaan nikmat-Mu
telah membuatku terbangun

ِ ِ ِ
َ ِ‫الَ ِه ْي ا ْف َد َعانِ ْي الَ َى النَّا ِر َع ِظ ْي ُم ِع َقاب‬
‫ك‬
ilaahii in da’aanii ilan naari ‘adhiimu ‘iqoobika
Tuhanku, jika hukum-Mu yang pedih telah
menyeruku keneraka

ِ‫فَػ َق ْد دعانِي ا‬
َ ِ‫ْجن َِّة َج ِزيْ ُل ثَػ َواب‬
‫ك‬ َ ‫ل‬ ‫ا‬ ‫ى‬َ‫ل‬ ْ ََ
faqod da’aanii ilal jannati jaziilu tsawaabika
maka sungguh ganjaran-Mu yang melimpah telah
menyeruku ke surga

‫ب‬ ‫غ‬
َ ‫ر‬ ‫ا‬
َ‫و‬ ‫ل‬ ِ
‫ه‬ ‫ت‬ ‫ػ‬ ‫ب‬َ‫ا‬ ‫ك‬ ‫ي‬ ‫ل‬
َ ِ‫اِلَ ِهي فَػلَك اَسئل وا‬
ُ ْ َ ُ َ ْ َ ْ َ ُ َْ َ ْ
ilaahii falaka as alu wa ilayka abtahilu wa arghobu
Tuhanku kepada-Mu lah aku memohon dan
kepada-Mu lah aku meminta dan mengharap

152
‫آؿ ُم َح َّم ٍد‬
ِ ‫صلّْي َعلَى ُم َح َّم ٍد و‬
َ َ ُ‫ك اَ ْف ت‬
َ ُ‫َواَ ْسئَػل‬
wa as aluka an tusholli ‘alaa muhammadin wa aali
muhammadin
aku mohon kepada-Mu agar rahmat dan karunia-
Mu senantiasa Kau limpahkan atas Muhammad dan
keluarga Muhammad

ِ ِ ِ
ُ ‫ َوالَ يَػ ْنػ ُق‬،‫َواَ ْف تَ ْج َعلَنِ ْي م َّم ْن يُديْ ُم ذ ْك َر َؾ‬
‫ض‬
‫َع ْه َد َؾ‬
wa an taj ‘alanii mimman yudiimu dzikroka, wa laa
yanqudhu ahdak
dan jadikanlah aku di antara orang-orang yang
senantiasa berdzikir kepada-Mu
dan tak pernah melanggar janjinya kepada-Mu

ُّ ‫َوالَ يَػ ْغ ُف ُل َع ْن ُش ْك ِر َؾ َوالَ يَ ْستَ ِخ‬


‫ف بِاَ ْم ِر َؾ‬
walaa yaghfulu ‘an syukrika walaa yastakhiffu bi
amrika
dan tak pernah lalai dalam mensyukuri (nikmat)-
Mu dan tak menganggap ringan perintah-Mu

153
ِ ‫اِلَ ِهي وال‬
‫ْح ْقنِ ْي بِنُػ ْوِر ِع ّْز َؾ اْالَبْػ َه ِج‬ َ ْ
ilaahii wa alhiqnii binuuri ‘izzikal abhaji
Tuhanku, masukkanlah aku ke dalam cahaya
kemuliaan-Mu Yang Maha Agung

َ ‫ك َعا ِرفًا َع ْن ِس َو‬


‫اؾ ُم ْن َح ِرفًا‬ َ َ‫فَاَ ُك ْو َف ل‬
fa akuuna laka ‘aarifan ‘an siwaaka munharifan
sehingga kepada-Mu semata aku bermakrifat dan
kepada selain-Mu aku berpaling

‫ْجلَ ِؿ َواْ ِال ْك َر ِاـ‬ ِ ِ َ ‫وِم ْن‬


َ ‫ك َخآئ ًفا ُّم َراقبًا يَا َذاال‬ َ
waminka khooifam muraqqiban yadzal jalaali wal
ikroomi
dan kepada-Mu semata aku takut dan mendekat,
Wahai Yang Maha Agung dan Mulia

‫صلَّى اهللُ َعلَى ُم َح َّم ٍد َر ُس ْولِ ِو َوآلِ ِو‬ َ ‫َو‬


.‫اى ِريْ َن َو َسلَّ َم تَ ْسلِ ْي ًما َكثِْيػ ًرا‬
ِ َّ‫الط‬
Washollallahu ‘alaa muhammadin rosuulihi wa
aalihiith thohiriina wasallama tasliiman katsiiron

154
dan shalawat Allah atas Muhammad Rasul-Nya dan
atas Keluarganya yang suci, seutama-utama dan
sebanyak-banyak salam atas mereka.

*****

Doa Kumayl / Doa Nabi Hidhir

ِ َّ ‫الرحم ِن‬ ِ ‫بِس ِم‬


َ ‫ اَللَّ ُه َّم‬،‫الرح ْي ِم‬
‫ص ّْل‬ ْ َّ ‫اهلل‬ ْ
‫آؿ ُم َح َّم ٍد‬ ِ ‫َعلَىم َح َّم ٍد و‬
َ ُ
Bismillahir rohmaanir rohiimi, Allahumma sholli ‘alaa
muhammadin

wa aali muhammadin

Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih Maha


Penyayang. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas
Muhammad dan keluarga Muhammad

ْ ‫ك الَّتِى َو ِس َع‬ ِ
‫ت ُك َّل‬ َ ِ‫ك بَِر ْح َمت‬
َ ُ‫اَللَّ ُه َّم انّْىاَ ْسئَػل‬
155
‫َش ْي ٍء‬
Allahumma inni as aluka birohmatikal latii
wasi’at kulla syaii

Ya Allah, aku bermohon pada-Mu dengan rahmat-


Mu yang meliputi segala sesuatu

‫ت بِ َها ُك َّل َش ْي ٍء‬


َ ‫ك الَّتِى قَػ َه ْر‬
َ ِ‫َوبِ ُق َّوت‬

wabiquw-watikal latii qoharta bihaa kulla


syaii
dengan Kekuatan-Mu yang dengannya Engkau
taklukkan segala sesuatu

‫ َو َذ َّؿ لَ َها ُك ُّل َش ْي ٍء‬،‫ض َع لَ َها ُك ُّل َش ْي ٍء‬


َ ‫َو َخ‬
wakhodho’a lahaa kullu syaii, wadzalla
lahaa kullu syaii
dan yang dengannya merunduk segala sesuatu dan
yang dengannya

156
merendah segala sesuatu

‫ت بِ َها ُك َّل َش ْي ٍء‬


َ ‫ك الَّتِى غَلَ ْػب‬
َ ِ‫َوبِ َجبَػ ُرْوت‬
wabijabaruutikal latii gholabta bihaa kulla
syaii
dan dengan keagungan-Mu yang mengalahkan
segala sesuatu

‫ك الَّتِى الَ يَػ ُق ْو ُـ لَ َها َش ْي ٍء‬ ِ


َ ‫َوبِ ِع َّزت‬
wabi ‘izzatikal-latii laa yaquumu lahaa
syaii
dan dengan kemuliaan-Mu yang tak
tertahankan oleh segala sesuatu

‫َت ُك َّل َش ْي ٍء‬


ْ ‫ك الَّتِى َمؤل‬
َ ِ‫َوبِ َعظَ َمت‬
wabi’azhomatikal-latii mala-at kulla syaii

dan dengan kebesaran-Mu yang memenuhi segala


sesuatu

‫ك الَّ ِذ َىعلَ ُك َّل َش ْي ٍء‬


َ ِ‫س ْلطَان‬ ِ
ُ ‫َوب‬
157
wabisulthoo-nikal ladzii ‘alaa kulla syaii

dan dengan kekuasaan-Mu yang mengatasi segala


sesuatu

‫ػآء ُك ّْل َش ْي ٍء‬


ِ ‫ك الْباقِى بػع َد فَػن‬
َ ْ َ َ َ ‫َوبَِو ْج ِه‬
wabi wajhikal baa-qii ba’da fanaa-I kulli
syaii
dan dengan wajah-Mu yang kekal setelah fana
segala sesuatu

‫َت اَ ْرَكا َف ُك ّْل َش ْي ٍء‬


ْ ‫ك الَّتِى َمؤل‬
َ ِ‫َوبِػاَ ْس َمآئ‬
wabi asmaaikal latii mala-at arkaana kulli
syaii
dan dengan asma-Mu yang memenuhi tonggak
segala sesuatu

‫ك الَّ ِذى اَ َحا َط بِ ُك ّْل َش ْي ٍء‬


ِ ‫وبِ ِعل ِْم‬
َ
wabi’ilmikal ladzii ahaatho bikulli syaii

dan dengan ilmu-Mu yang mencakup segala sesuatu

158
‫َضآء لَوُ ُك ُّل َش ْي ٍء‬ ِ َّ َ ‫وبِنُػوِر وج ِه‬
َ ‫ك ال ذى أ‬ َْ ْ َ
wabinuu-ri wajhikal-ladzii adhoo-a lahuu
kullu syaii
dan dengan cahaya wajah-Mu yang menyinari
segala sesuatu

‫ور يَاقُ ُّدوس‬


ُ ُ‫يَان‬
yaa nuuru yaa qudduus 3x
Wahai Nur, Wahai Yang Maha Suci

‫ين‬ِ
‫ر‬ ِ ْ‫آخر أ‬
‫آلخ‬ ِ َ‫ ويا‬،‫يا أ ََّو َؿ األ ََّولِػين‬
َ َ َ َْ َ
yaa awwalal awwaliina wa yaa aakhirol
aakhiriin
Wahai Yang Awal dari segala yang awal dan
Wahai Yang Akhir dari segala yang akhir

ِ ُ ِ‫الذنػوب الَّتِى تَػ ْهت‬ ِ ِ


‫ص َم‬
َ ‫ك الْع‬ َ ُْ ُّ َ‫اَللَّ ُه َّم ا ْغف ْر لى‬
Allahum-magh-firliyadz-dzunuubal latii
tahtikul ‘ishom

159
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku
yang meruntuhkan penjagaan

‫ب الَّتِى تُػ ْن ِز ُؿ النّْػ َق َم‬ ُّ ‫اَللَّ ُه َّم ا ْغ ِف ْر لِى‬


َ ‫الذنػُْو‬ َ
Allahum-magh-firliyadz-dzunuubal latii
tunzilun-niqom
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang
mendatangkan bencana

ِ ‫الذنػو‬ ِ ِ
َ ‫ب الَّتى تُػغَػيّْػ ُر النػ‬
‫ّْع َم‬ َ ُْ ُّ َ‫اَللَّ ُه َّم ا ْغف ْر لى‬
Allahum-magh-firliyadz-dzunuubal latii
tughoy-yirun ni’am

Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang merusak


nikmat

‫آء‬‫ع‬َ ُّ
‫الد‬ ‫س‬ ِ‫ب الَّتِى تَ ْحب‬ ‫و‬ ‫ػ‬ ‫ن‬ ُّ
‫الذ‬ ‫ى‬ِ‫اَللَّه َّم ا ْغ ِفر ل‬
َ ُ َ ُْ َ ْ ُ
Allahum-magh-firliyadz-dzunuu-bal latii
tahbisud-duaa’

Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang merintangi


doa

160
َِّ ‫الذنػو‬ ِ ِ
َ ُْ ُّ ‫اَللَّ ُه َّم ا ْغف ْر ل َى‬
َ َ‫ب التى تُػ ْنػ ِز ُؿ الب‬
‫آلء‬
Allahum-magh-firliyadz-dzunuubal latii
tunzilul-balaa’

Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku


yang menurunkan bencana

ٍ ْ‫اَللَّ ُه َّم ا ْغ ِف ْر لِى ُك َّل َذن‬


ُ‫ب اَ ْذنَػ ْبػتُػو‬
Allahum-magh-firlii kulla dzanbin
adznabtuh
Ya Allah, Ampunilah segala dosa yang telah
kulakukan

‫َوُك َّل َخ ِطػيػئَ ٍػة اَ ْخطَاْ تُػ َهآ‬


wakulla khothii-atin akh-tho’tuhaa

dan segala kejahatan yang telah kukerjakan

‫ك بِ ِذ ْك ِر َؾ‬ ِ ‫اَللَّه َّم اِنّْى اَتػ َق َّر‬


َ ‫ب الَْي‬
ُ َ ُ
Allahumma innii ataqor-robu ilaika bi-

161
dzikrika
Ya Allah, aku datang menghampiri-Mu dengan
Dzikir (kepada)-Mu

ِ ِ‫واَسػتػ ْش ِفع ب‬
َ ‫ك الَى نَػ ْف ِس‬
‫ك‬ َ ُ َْ َ
wa astasyfi’u bika ilaa nafsik

kumohon pertolongan-Mu dengan diri-Mu

َ ِ‫ك بِ ُج ْػوِد َؾ اَ ْف تُ ْدنِػيَػنِى ِم ْن قُػ ْرب‬


‫ك‬ َ ُ‫َواَ ْسػئَػل‬
wa as aluka bijuudika antudz-niyanii min
qurbik
aku bermohon kepada-Mu dengan kemurahan-Mu,
agar Kau dekatkan daku ke haribaan-Mu

‫َواَ ْف تُوِز َعنِى ُش ْك َر َؾ َواَ ْف تُػ ْل ِه َمنِى ِذ ْك َر َؾ‬


wa antuuzi’anii syukroka wa antul-himanii
dzikrok
sempatkan daku untuk bersyukur kepada-Mu,
bimbinglah daku untuk selalu mengingat-Mu

162
ِ ‫آؿ َخ‬
‫اض ٍع ُمتَ َذلّْ ٍل‬ ِ
َ ُ‫اَللَّ ُه َّم انّْىاَ ْسئَػل‬
َ ‫ك ُس َؤ‬
ِ ‫َخ‬
‫اش ٍع‬
Allahumma innii as-aluka su--ala khoodhi’in mutadzal-
lilin khoosyi’

Ya Allah, aku bermohon kepada-Mu


dengan permohonan hamba yang rendah, hina dan
ketakutan

َ ‫اَ ْف تُ َس ِام َحنِى َوتَػ ْر َح َمنِى َوتَ ْج َعلَنِى بِِق ْس ِم‬


‫ك‬
‫اضيًا قَانِ ًعا‬
ِ ‫ر‬
َ
antusaa-mihanii watar-hamanii
wataj’alanii biqismika roodhiyan qooni ’aa

agar Engkau maafkan daku, sayangi daku,


dan jadikan daku rela dan puas akan pemberianmu

ِ ‫األحو ِاؿ متَػو‬


‫اض ًػعا‬ ِ ِ‫وف‬
َ ُ َ ْ ‫ىجم ْػيػ ِع‬
َ َ
wafii jamii’il ahwaali mutawaadhi'a

163
dan dalam segala keadaan tunduk
dan patuh (kepada-Mu)

ْ ‫اؿ َم ِن ا ْشتَ َّد‬


ُ‫ت فاَقَػتُػو‬ َ ‫ك ُس َػؤ‬
َ ُ‫اَللّ ُه َّم َواَ ْسئَػل‬
Allahumma wa as aluka su-aala
manisy-taddat faa-qotuh
Ya Allah, aku bermohon kepada-Mu
dengan permohonan orang yang berat keperluannya

ُ‫اجتُو‬ ِ ِ َّ ‫ك ِع ْن َد‬
َ ِ‫َواَنْػ َز َؿ ب‬
َ ‫الش َدآئػد َح‬
wa anzala bika ‘indasy syadaaidi haajatuhu

yang ketika kesulitan menyampaikan hajatnya


kepada-Mu

ِ ِ‫وعظُم ف‬
ُ‫يماع ْن َد َؾ َر ْغبَػتُو‬
َ َ ََ
wa’azhuma fii-maa ‘indaka rogh-batuh

yang besar dambaannya untuk meraih apa yang ada


di sisi-Mu

164
‫ك‬
َ ُ‫آلم َكان‬ َ ُ‫اَللَّ ُه َّم َعظُ َم ُس ْلطَان‬
َ ‫ك َو َع‬
Allahumma ‘azhuma sulthoonuka wa’alaa
makaanuk
Ya Allah, Mahabesar kekuasaan-Mu, Mahatinggi
kedudukan-Mu

‫َو َخ ِف َى َم ْك ُر َؾ َوظَ َه َر اَ ْم ُر َؾ‬


wakhofiya makruka wazhoharo amruka
selalu tersembunyi rencana-Mu, selalu tampak
kuasa-Mu

‫ك‬
َ ُ‫ت قُ ْد َرت‬
ْ ‫ب قَػ ْه ُر َؾ َو َج َر‬
َ َ‫َوغَل‬
wagholaba qohruka wajarot qudrotuka
selalu tegak kekuatan-Mu, selalu berlaku kodrat-
Mu

َ ِ‫ومت‬
‫ك‬ ِ ِ ِ
َ ‫َوآليُ ْمك ُن الْف َر ُارم ْن ُح ُك‬
walaa yumkinul firoo-ru min hukuumatika
tak mungkin lari dari pemerintahan-Mu

165
‫اَللَّ ُه َّم آل اَ ِج ُد لِ ُذنُوبِىغَافِ ًرا‬
Allahumma laa ajidu lidzunuubi ghoofiroo
Ya Allah, tiada kudapat pengampun bagi dosaku

‫َوآل لَِقبػَآئِ ِحى َساتًِرا‬


walaa liqobaaihii saatiroo
tiada penutup bagi kejelekanku

ِ ِ ِ
َ ‫َوآل ل َش ْي ٍئ م ْن َع َمل َي الْ َقبِي ِػح بِال‬
ً‫ْح َس ِن ُمبَ ّْدال‬
‫غَْيػ َر َؾ‬
walaa lisyai in min ‘amaliyal qobiihi

bilhasani mubaddilaa
dan tiada yang dapat menggantikan amalku yang
jelek dengan kebaikan
melainkan Engkau,

‫ك َوبِ َح ْم ِد َؾ‬ ِ ِ
َ ْ‫آلالَوَ اآلَّاَن‬
َ َ‫ ُس ْب َحا ن‬،‫ت‬
166
ghoiroka laailaaha illaa anta subhaanaka
wabihamdik
Tiada Tuhan selain Engkau.
Mahasuci Engkau dengan segala puji-Mu

،‫ػت نَػ ْف ِسى‬


ُ ‫ظَلَ ْم‬
dholamtu nafsii 3x

telah aku aniaya diriku

‫ت بِ َج ْهلِى‬
ُ ْ‫َوتَ َج َّرا‬
watajarro’tu bijahlii

dan telah berani aku melanggar, karena


kebodohanku

ِ ‫وس َكن‬
َ ‫ت الَى َق ِديْ ِم ِذ ْك ِر َؾ لِى َوَمن‬
‫ّْك َعلَ َّي‬ ُ ْ ََ
wasakantu ilaa qodiimi dzikrikalii waman-
nika ‘alayya

tetapi kusandarkan diri pada ingatan dan karunia-


Mu yang berkekalan atasku

167
ٍ ِ‫اَللَّ ُه َّم َم ْوآلى َك ْم ِم ْن قَب‬
ُ‫يح َستَػ ْرتَو‬
Allahumma maulaa-ya kam-min qobiihin
satartahu
Ya Allah pelindungku, betapa banyak kejelekanku
yang Kau tutupi

ِ ِ ِ َ‫وَكم ِمن ف‬
ُ‫اد ٍح م َن الْبَآلء اَقَػ ْلػتَػو‬ ْ ْ َ
wa kam-min faadihin minal balaa-i
aqoltahu
betapa banyak malapetaka yang telah Kau
hindarkan

ِ ِ
ُ‫َوَك ْم م ْن عػثَآ ٍرَوقَ ْػيػتَػو‬
wa kam-min ‘itsaarin waqoitahu

betapa banyak rintangan yang telah Kau singkirkan

ٍ ِ
ُ‫َوَك ْم م ْن َم ْك ُرْوه َدفَ ْػعػتَػو‬
wa kam-mim makruuhin dafa’tahu

168
betapa banyak bencana yang telah Kau tolakkan

ٍ ‫وَكم ِمن ثَنػ‬


ٍ ‫آء َج ِم‬
ُ‫ت اَ ْىلً لَوُ نَػ َش ْرتَو‬
ُ ‫يل لَ ْس‬ َ ْ ْ َ
wa kam-min tsanaa-in jamii-lin lastu
ahlan-lahu nasyartahu
betapa banyak pujian baik yang tak layak bagiku
telah Kau sebarkan

‫ىس ُػؤ َحالِى‬ِ ِ َّ


ُ ‫اَلل ُه َّم َعظُ َم بَآلئ َواَفْػ َر َط ب‬
Allahumma ‘azhuma balaa-I wa afroto bii
suu-u haa-lii
Ya Allah, besar sudah bencanaku berlebihan sudah
kejelekan keadaanku

‫ت بِى اَ ْغآللِى‬
ْ ‫ت بِى اَ ْع َمالِى َوقَػ َع َد‬
ْ ‫ص َر‬
ُ َ‫َوق‬
wa qoshurot bii a’maa-lii wa qo’adat bii
aghlaa-lii
rendah benar amal-amalku berat benar belenggu
(kemalasan)ku

169
‫َو َحػبَ َسنِ َىع ْن نَػ ْف ِعىبُػ ْع ُد آماَلِى‬
wahabasanii ‘annaf’ii bu’du aamaalii

angan-angan panjang telah menahan manfaat dariku

ُّ ‫َو َخ َد َع ْتنِى‬
‫الدنْيػَا بِغُُروِرَىا‬
wakhoda’atnid dunyaa bighuruuriha

dunia telah memperdayaku dengan tipuannya

‫َونَػ ْف ِسى بِ ِجنَايَتِ َػها َوِمطاَلِى‬


wanafsii bijinaayatihaa wamithoolii
dan diriku (telah terpedaya) karena ulahnya dan
karena kelalaianku

‫ب‬ ‫ج‬‫ح‬ ‫آلي‬ ‫ف‬


ْ ‫ا‬
َ ‫ك‬ ِ‫ياسػيّْ ِدى فَػاَسئػلُك بِ ِع َّزت‬
ْ
َ ُ َ َ َ َْ ََ
‫ك ُد َعآ ِئ‬ َ ‫َع ْن‬
yaa-sayyidii fa as aluka bi’izzatika anl-laa
yahjuba ‘anka du’aaii

170
Wahai junjunganku, kumohon kepada-Mu dengan
kemuliaan-Mu
jangan menghijab dari-Mu doaku

‫ض ْحنِى بِ َخ ِف ّْي‬َ ‫ َوآل تَػ ْف‬،‫ُس ُػؤ َع َملِى َوفِ َعالِى‬


‫ت َعلَْي ِو ِم ْن ِس ّْرى‬
َ ‫َمااطَّلَ ْع‬
suu-u ‘amalii wafi’aalii, walaa tafdhohnii
bikhofiyyi math-thola’ta ‘alaihi min-sirrii

kejelekan amal dan perangaiku,


jangan Kau ungkap rahasiaku yang tersembunyi
yang Kau ketahui

َ ‫َوآلتُعاَ ِجلْنِى بِالْعُ ُقوبَِة َعلَى َم‬


ُ‫اع ِم ْلػتُػو‬
‫فِى َخلَ َواتِي‬
walaa tu’aajilnii bil’uquubati ‘alaa maa ‘amiltu fii
kholawaatii

jangan Kau segerakan siksa atas perbuatanku dalam


kesendirianku

171
‫ِم ْن ُس ِؤفِ ْعلِى َو اِ َسآئَػتِي‬
min suu’ii fi’lii wa isaa-atii

dari jeleknya perbuatanku dan kejahatanku

ِ ‫و َدو ِاـ تَػ ْف ِر‬


‫يطى َو َج َهالَػتِى‬ َ َ
wadawaami tafrii-thii wajahaalatii

dan berkekalannya aku dalam dosa dan


kebodohanku

‫َوَكثْػ َرِة َش َه َواتِي َوغَ ْفلَتِي‬


wakatsroti syahawaa-tii wa ghoflatii

dan banyaknya nafsu dan kelalaianku.

‫َح َو ِاؿ َرُؤفًا‬‫أل‬ ‫ا‬ ‫ل‬ ‫ك‬


ُ ‫ى‬ ِ‫ك لِى ف‬ ِ‫وُك ِن اللَّه َّم بِ ِع َّزت‬
ْ ّْ َ ُ َ
wakunillahumma bi’izzatika fii kullil ahwaa-li rouu-faa

Ya Allah, dengan kemuliaan-Mu, sayangi aku


dalam segala keadaan

172
َ ‫ىج ِمي ِع األ ُُم ْو‬
‫رعطُوفًا‬ ِ
َ ‫َو َعلَ َّي ف‬
wa ‘alayya fii jamii’il umuuri ‘athuufaa

dan kasihi aku dalam segala perkara

‫اِلَ ِهى َوَربّْى َم ْن لِى غَْيػ ُر َؾ‬


Ilahii wa robbii man lii ghoiruk

Ilahi, Rabbi, siapa lagi bagiku selain Engkau

‫ض ّْرى َوالنَّظََر فِى اَ ْم ِرى‬


ُ ‫ف‬
َ ‫اَ ْسػئَػلُوُ َك ْش‬
as-aluhu kasyfa dhurrii wan-nazhoro fii amrii

yang kumohon agar melepaskan deritaku dan


memperhatikan urusanku

ِ
ُ ‫ت َعلَ َّى ُح ْك ًما نِاتَّػبَػ ْع‬
‫ت‬ َ ‫الَ ِهى َوَم ْو‬
َ ْ‫آلى اَ ْج َري‬
‫فِ ِيو َى َوى نَػ ْف ِسى‬
Ilahii wa mawlaa-ya ajroyta ‘alayya hukma-nit
taba’tufiihi hawaa nafsii

Ilahi, Pelindungku, Kau tetapkan hukum atasku

173
namun di situ
aku ikuti hawa nafsuku

‫س فِ ِيو ِم ْن تَػ ْزيِينِى َع ُد ّْوى‬


ْ ‫َولَ ْم اَ ْحتَ ِر‬
walam ahtaris fiihi min tazyiinii ‘aduwwii

dan tidak waspada terhadap tipuan musuhku

ُ‫ضآء‬ َ ِ‫فَػغَ َّرنِى بِ َما اَ ْى َوى َواَ ْس َع َدهُ َعلَى َذل‬


َ ‫ك الْ َق‬
faghor-ronii bimaa ahwaa wa-as’adahu ‘alaa dzaa-likal
qodhoo’

maka terkecohlah aku lantaran nafsuku


dan dengan demikian berlakulah qodho(-Mu)

‫ض‬ َ ِ‫ت بِ َما َج َرى َعلَ َّى ِم ْن َذل‬


َ ‫ك بَػ ْع‬ ُ ‫فَػتَ َج َاوْز‬
ِ ‫ح ُد‬
‫ود َؾ‬ ُ
fatajaa-waztu bimaa jaroo ‘alayya min dzaalika ba’dho
huduu-dika

ketika kulanggar sebagian batas yang Kau tetapkan


bagiku

174
‫ض اَ َو ِام ِر َؾ‬
َ ‫ت بَػ ْع‬
ُ ‫َو َخالَ ْف‬
wakhoolaftu ba’dho awaa-mirika

dan kubantah sebagian perintah-Mu

َ ِ‫ْح ْم ُد َعلَ َّى فِى َج ِمي ِع َذل‬


‫ك‬ َ ‫ك ال‬
َ َ‫فَػل‬
falakal hamdu ‘alayya fii jamii’i dzaalika

namun bagi-Mu segala pujiku atas semuanya itu

َ َ‫اج َرى َعلَ َّى فِ ْي ِو ق‬


‫ضآ ُؤ َؾ‬ ِ ِ
َ ‫يم‬
َ ‫َوالَ ُح َّجةَ لى ف‬
walaa hujjata-lii fiimaa jaroo‘alayya fiihii qodhoo-uk

tiada alasan bagiku (menolak) ketentuan yang Kau


tetapkan bagiku

‫ك َوبَآل ُؤ َؾ‬
َ ‫ىح ْك ُم‬ِ
ُ ‫َواَل َْزَمن‬
wa-alzamanii hukmuka wabalaa-uk

(demikian pula) atas hukum dan ujian-Mu yang


menimpaku

175
‫صي ِرى َواِ ْس َرافِى‬
ِ ‫ك يآ اِلَ ِهى بػ ْع َد تَػ ْق‬
َ َ َ ُ‫َوقَ ْد اَتَػ ْيت‬
‫َعلَى نَػ ْف ِسى‬
waqod ataytuka yaa ilahii ba’da taqshiiri wa isroofii
‘alaa nafsii

Kini aku datang menghadap kepada-Mu, Ya Ilahi,


setelah semua kekurangan
dan pelanggaranku atas diriku

ً‫ ُم ْن َك ِس ًرا ُم ْستَ ِقيل‬،‫اد ًما‬


ِ َ‫م ْعتَ ِذرا ن‬
ً ُ
mu’taziron naa-diman mun-kasiron mustaqii-lan

(sambil) menyampaikan pengakuan dan penyesalan


dengan hati yang hancur luluh

‫ُم ْستَػ ْغ ِف ًرا ُمنِيبًا ُم ِق ِّرا ُم ْذ ِعنًا ُم ْعتَ ِرفًا‬


mustaghfiron muniiban muqirron mudz’inan mu’tarifaa

memohon ampun dan berserah diri dengan rendah


hati
mengakui segala kenistaan

176
ِ ِ
ُ‫آل اَ ِج ُد َم َف ِّرا م َّما َكا َف منّْى َوالَ َم ْف َز ًعا اَتَػ َو َّجو‬
‫اِلَ ِيو فِى اَ ْم ِرى‬
laa ajidu mafarron mimmaa kaana minnii, wa laa
mafza’an

atawaj-jahuu ilaihii fii-amrii

tiada kutemui tempat melarikan diri, dari apa yang


telah berlaku atasku,
dan tiada tempat berlindung untuk menghadapkan
padanya urusanku

‫اى فِى َس َع ِة‬ ‫ػ‬


َّ ‫ي‬ِ‫غَير قَػبولِك ع ْذ ِرى واِدخالِك ا‬
َ َ َْ َ ُ َ ُ َ
َ ِ‫َر ْح َمت‬
‫ػك‬
ghoiro qobuulika ‘udzrii, wa id-khoolika iyyaaya fii
sa’ati rohmatik

melainkan pada perkenan-Mu untuk


menerima pengakuan kesalahanku
dan memasuk kan daku
ke dalam keluasan kasih-Mu

177
ُ ‫ َو ْار َح ْم ِش َّد َة‬،‫اَللَّ ُه َّم فاَقْػبَ ْل عُ ْذ ِرى‬
،‫ض ّْرى‬
‫َوفُ َّكنِى ِم ْن َش ّْد َو ثَاقِى‬
Allahumma faqbal ‘udzrii, warham syiddata dhurrii
wafuk-kanii

min syaddi wa-tsaaqii

Ya Allah, terimalah alasan (pengakuan)ku ini dan


kasihanilah beratnya kepedihanku dan bebaskanlah
daku dari kekuatan belengguku

‫ف بَ َدنِ ْي‬
َ ‫ض ْع‬
َ ‫ب ْار َح ْم‬
ّْ ‫يػَ َار‬
Yarobbirham dho’faa badanii 3x

Ya Rabbi, kasihanilah kelemahan tubuhku

ِ ‫وِرقَّةَ ِجل‬
‫ْد ْي َوِدقَّةَ َعظ ِْم ْي‬ َ
wariqqota jildii wadiqqota ‘azhmii

kelembutan kulitku dan kerapuhan tulangku

‫يػَا َم ْن بَ َد َء َخل ِْق ْي َوِذ ْك ِر ْي َوتَػ ْربِػيَػتِ ْي َوبِّْر ْي‬


178
‫َوتَػ ْغ ِذيَػتِ ْي‬
Yaa-man bada-a kholqii wadzikrii watarbiyatii wabirrii
watagh-dziyatii

Wahai Yang mula-mula menciptakanku


menyebutku dan mendidikku
memperlakukanku dengan baik dan memberiku
kehidupan

ِ ِ‫ك وسال‬
‫ف بِّْر َؾ بِ ْي‬ ِ ِ ِ ِ
َ َ َ ‫َى ْبن ْي إلبْت َدآء َك َرم‬
habnii libtidaa-i karomika wasaalifi birrika-bii

berikanlah aku karunia-Mu karena Engkau telah


mendahuluiku
dengan kebaikan-Mu kepadaku

َ ‫ اَتُػ َر‬،‫يػَااِلَ ِهى َو َسيّْ ِدى َوَربّْى‬


‫اؾ ُم َع ّْذبِى بِنػَا ِر َؾ‬
‫بَػ ْع َد تَػ ْو ِح ْي ِد َؾ‬
Yaa ilaa-hii wa sayyidii warobbii aturooka mu’adz-dzibii

binaarika ba’da tauhiidik

179
Ya Ilahi, Tuanku, Pemeliharaku, apakah Engkau
akan menyiksaku dengan api-Mu setelah aku
mengesakan-Mu

َ ِ‫َوبَػ ْع َد َماانْطََوى َعلَْي ِو قَػ ْلبِى ِم ْن َم ْع ِرفَت‬


‫ك‬
wa ba’da manthowaa ‘alaihi qolbii mim-ma’rifatik

setelah hatiku tenggelam dalam makrifat-Mu

‫َولَ ِه َج بِ ِو لِ َسانِى ِم ْن ِذ ْك ِر َؾ‬


walahija bihii lisaanii min dzikrik

setelah lidahku bergetar menyebut-Mu

َ ّْ‫ض ِمي ِرى ِم ْن ُحػب‬


‫ك‬ َ ُ‫َوا ْعتَػ َق َده‬
wa’taqodahu dhomiirii min hubbik

setelah jantungku terikat dengan cinta-Mu

ِ ‫ص ْدقِا ْعتِرافِى و ُد َعآ ِئ َخ‬


‫اض ًعا‬ ِ ‫وبػ ْع َد‬
َ َ ََ
‫ك‬َ ِ‫لِ ُربُوبِيَّػتػ‬

180
wa ba’da shidqi’tiroofii wa du’aa-ii khoodhi’an lirubuu
biyyatik

setelah segala ketulusan pengakuanku


dan permohonanku seraya tunduk bersimpuh pada
rububiyyah-Mu?

َ ُ‫ت اَ ْك َرُـ ِم ْن اَ ْف ت‬
ُ‫ضيّْ َع َم ْن َربػَّْيػتَػو‬ َ ْ‫ات اَن‬
َ ‫َى ْيػ َه‬
hayhaata anta akromu min an tudhoyyi'a man
robbaytah

Tidak, Engkau terlalu mulia untuk mencampakkan


orang yang Engkau ayomi

ُ‫آويْػتَو‬
َ ‫اَ ْوتُػبَػ ّْع َد َم ْن اَ ْدنَػ ْيػتَػوُ اَ ْوتُ َش ّْر َد َم ْن‬
aw tuba’ida man adnaytahu aw tusyarrida man aa-
waytahu

atau menjauhkan orang yang Engkau dekatkan atau


menyisihkan orang
yang Kau naungi

ِ ِ ِ
ُ‫اَ ْوتُ َسلّْ َم الَى الْبَآلء َم ْن َك َف ْيتَوُ َوَرح ْمتَو‬
aw tusallima ilaal balaa-ii man kafaytahu warohimtahu

181
atau menjatuhkan pada bencana orang yang Engkau
cukupi dan sayangi

‫ي‬َ‫ال‬‫و‬ ‫م‬‫و‬ ‫ى‬ ِ


‫ه‬ ‫ل‬
َ ِ‫ولَيت ِشع ِرى يػاسيّْ ِدى وا‬
َ ْ َ َ َ َ ْ َ َْ
walayta syi’rii yaa sayyidii wa ilaahii wa mawlay

Aduhai diriku, ya Tuanku, Ilahi, Pelindungku

َ ِ‫ت لِ َعظَ َمت‬


‫ك‬ ٍ ‫ط النار َعلَى وج‬
ْ ‫وه َخ َّر‬ ُُ َ َ ُ ّْ‫اَتُ َسل‬
ِ‫س‬
‫اج َد ًة‬ َ
atusal-litunnaaro ‘alaa wujuuhin khorrot li’azhomatika
saajidah

Apakah Engkau akan melemparkan ke neraka


wajah-wajah yang tunduk rebah karena kebesaran-
Mu

ِ ‫ت بِتَػو ِحي ِد َؾ ص‬
ً‫ادقَة‬ َ ْ ْ ْ ‫ْس ٍن نَطََق‬ ُ ‫َو َعلَى اَل‬
ِ ‫ش ْك ِر َؾ م‬
ً‫اد َحة‬ ُ ِ‫َوب‬
َ
wa ‘alaa alsunin nathoqot bitau-hiidika shoodiqoh,
wabisyukrika maadihah

182
lidah-lidah yang dengan tulus mengucapkan ke-
Esaan-Mu dan dengan pujian mensyukuri nikmat-
Mu

َ ِ‫ت بِػِإ لَ ِهيَّت‬


ً‫ك ُم َح ّْق َقة‬ ٍ ‫َو َعلَى قُػلُ ْو‬
ْ َ‫ب ا ْعتَػ َرف‬
wa ‘alaa quluubini’tarofat bi ilahiyyatika muhaqqiqoh

kalbu-kalbu yang dengan sepenuh hati mengakui


uluhiyah-Mu

ِ ‫ت ِمن‬
َ ِ‫العل ِْم ب‬
‫ك‬ ِ َ ‫و َعلَي‬
َ ْ ‫ض َمآئ َر َح َو‬ َ
ِ ‫ت َخ‬
ً‫اش َعة‬ ْ ‫آر‬
َ ‫َّىص‬
َ ‫َحت‬
wa ‘alaa dhomaa-iro hawat minal ‘ilmi bika hattaa
shoorot khoosyi’ah

hati nurani yang dipenuhi ilmu tentang Engkau


sehingga bergetar ketakutan

ِ َ‫ت اِلَى اَوط‬


ً‫اف تَػ َعبُّ ِد َؾ طَآئِ َعة‬ ْ ‫ِح َس َع‬
ْ َ ‫ىج َوار‬
َ َ‫َو َعل‬
wa’alaa jawaariha sa’at ilaa awthooni ta’abbudika thoo-
i’ah

tubuh-tubuh yang telah biasa tunduk untuk

183
mengabdi-Mu

ً‫ػاستِ ْغ َفػا ِر َؾ ُم ْذ ِعنَة‬


ْ ِ‫ت ب‬
ْ ‫َواَ َش َار‬
wa-asyaarot bistigh-faarika mudz’inah

dan dengan merendah memohon ampunan-Mu

‫ك‬ َ ِ‫ضل‬
َ ‫ك َع ْن‬ ْ ‫ك َوآلاُ ْخبِ ْرنَا بَِف‬
َ ِ‫َما َى َك َذا الظَّ ُّن ب‬
maa haakadzaan-zhonnubik walaa ukhbirnaa bifadhlika
‘anka

tidak sedemikian itu persangkaan kami tentang-Mu


padahal telah diberitakan kepada kami tentang
keutamaan-Mu

ّْ ‫يَػا َك ِريْ ُم يَػا َر‬


‫ب‬
yaa kariimu yaa rob 3 x

Wahai Pemberi karunia, Wahai Pemelihara

ُّ ‫يل ِم ْن بَآل َِء‬


‫الدنْيػَا‬ ٍ ِ‫ض ْع ِف َىع ْن قَل‬
َ ‫ت تَػ ْعلَ ُم‬
َ ْ‫َواَن‬
‫َوعُ ُقوبػَاتِ َها‬

184
wa anta ta’lamu dho’fii 'an qoliilin min balaa iddunyaa
wa’uquubaatihaa

Engkau mengetahui kelemahanku dalam


menanggung sedikit
dari bencana dan siksa dunia

‫َوَمػا يَ ْج ِرى فِ ْيػ َها ِم َن ال َْم َكا ِرِه َعلَى اَ ْىلِ َها‬
wamaa yajrii fiihaa minal makaarihi ‘alaa ahlihaa

serta kejelekan yang menimpa penghuninya

ِ َ ِ‫َعلَى اَ َّف َذل‬


ُ‫يل َم ْكػثُو‬
ٌ ‫ك بَآلَءٌ َوَم ْك ُروهٌ قَل‬
ِ َ‫ي ِسير بػ َقآئُوُ ق‬
ُ‫ص ٌير ُم َّدتُو‬ ٌَ َ
‘alaa anna dzaa-lika balaa-un wamakruu-hun qolii-lun
maktsuu-hu, yasii-run baqoo-uhu qoshii-rum mud-
datuh

padahal semua bencana dan kejelekan itu singkat


masanya, sebentar lalunya,
pendek usianya

185
ِ ِ ِ ِ ِ ‫ف‬
ِ ُ‫اآلخرِة و ُحل‬
‫وؿ ُوقُػ ْوِع‬ َ َ ‫احت َمالى لبَآلَء‬ ْ َ ‫فَ َك ْي‬
‫ال َْم َكآ ِرِه فِ ْيػ َها‬
fakayfah-timaalii li-balaail aa-khiroh wahuluuli
wuquu’il makaarihi fiihaa

maka apakah mungkin aku sanggup menanggung


bencana akhirat
dan kejelekan hari akhir yang besar

ُ‫ َويَ ُد ْو ُـ َم َق ُامو‬،ُ‫وؿ ُم َّدتُو‬


ُ ُ‫َو ُى َو بَآلءٌ تَط‬
wa-huwa balaa un tathuulu muddatuhhu, wa-yadhuumu
maqoomuhu

bencana yang panjang masanya dan kekal


menetapnya

‫ف َع ْن اَ ْىلِ ِوِ ألَ نَّوُ آليَ ُكو ُف اِالَّ َع ْن‬ُ ‫َوآل يُ َح َّف‬
‫ك‬َ ‫ك َو َس َخ ِط‬ َ ‫ك َوانْتِ َق ِآم‬ َ ِ‫ضب‬
َ َ‫غ‬
wa-laa yukhoffafu ‘an ahlihi li-annahu laa yakuu-nu
illa ‘an ghodobik wan tiqoomik wa-sakhotik

186
serta tidak diringankan bagi orang yang
menanggungnya? Sebab semuanya tidak terjadi
kecuali karena murka-Mu dan (karena) balasan dan
amarah-Mu

‫ض‬
ُ ‫ات َواأل َْر‬
ُ ‫الس َم َو‬
َّ ُ‫وـ لَو‬
ُ ‫َو َى َذا َما الَ تَػ ُق‬
Wa haadzaa maa laa taquumu lahus-samaawaatu wal
ardh

Inilah yang bumi dan langit pun tak sanggup


memikulnya

‫ف لِى‬
َ ‫يَػا َسيّْ ِدى فَ َك ْي‬
Yaa sayyidii fakayfa lii

Wahai Tuanku, bagaimana (mungkin) aku


(menanggungnya)

‫يل‬ ِ‫الذل‬ ُ ‫الض ِع‬


َّ ‫يف‬ َّ ‫َو اَنَا َع ْب ُد َؾ‬
ُ
‫ين‬ ِ ِ ِ ِ ‫اَل‬
ُ ‫ين ال ُْم ْستَك‬
ُ ‫ْحق ُيرالْم ْسك‬َ
wa-ana ‘abdukadh dhoiifudz dzaliilu, alhaqiirul
miskiinul mustakiin

187
padahal aku hamba-Mu yang lemah, rendah, hina,
malang dan papa.

ّْ ‫يػَا اِلَ ِهى َوَر‬


‫ب َو َسيّْ ِدى َوَم ْوآلى‬
Yaa ilaahii wa robbii wa sayyidii wa mawlay

Ya Ilahi, Rabbi,Tuanku, Pelindungku

ِ َ‫ ولِما ِم ْنػ َها ا‬،‫ك اَ ْش ُكوا‬ ِ


‫ض ُّج‬ ََ َ ‫َى اْأل ُُموِر الَْي‬
ّْ ‫ِِأل‬
،‫َواَبْ ِكى‬
liayyil umuuri ilayka asykuu, walima minhaa adhijju wa
abkii,

urusan apa lagi kiranya yang akan aku adukan pada-


Mu mestikah aku menangis,

ِ ‫وؿ اْلب‬ ِ ِِ ِ ِ ‫يم اْلع َذ‬ ِ


‫آلء‬َ ِ ُ‫ اَ ْـ لط‬،‫اب َوش َّدتو‬ َ ِ ‫ِِألَل‬
‫َوُم َّدتِِو‬
li ‘alimil ‘adzaabi wasyiddatii am lithuulil balaa ii
wamuddatih

188
menjerit karena kepedihan dan beratnya siksaan
atau karena lamanya cobaan

ِ ‫فَػلَئِن صيَّػرتَنِى لِلْع ُقوب‬


َ ِ‫ات َم َع اَ ْع َدا ئ‬
‫ك‬ َ ُ َْ ْ
fala in shoyyartanii lil ‘uquubaati ma’a-a’daa-ik

sekiranya Engkau siksa aku


beserta musuh-musuh-Mu

َ ِ‫ت بَػ ْينِى َوبَػ ْي َن اَ ْى ِل بَآلئ‬


‫ك‬ َ ‫َو َج َم ْع‬
wajama’ta baynii wa bayna ahli balaa-ik

dan Engkau himpunkan aku bersama penerima


bencana-Mu

َ ِ‫ك َواَ ْولِيَآئ‬


‫ك‬ َ ِ‫ت بَػ ْينِى َوبَػ ْي َن اَ ِحبَّآئ‬
َ ْ‫َوفَػ َّرق‬
wa farroqta baynii wa bayna ahibbaa ika wa awliyaa-ik

dan Engkau ceraikan aku dari para kekasih dan


kecintaan-Mu

‫آلى َوَربّْى‬‫و‬ ‫م‬‫و‬ ‫ي‬ ِ ّْ‫فَػهبنِى يااِلَ ِهى وسي‬


‫د‬
َ ْ َ َ ََ َ َْ
fahabnii yaa ilaahi wa sayyidii wamaw-laaya warobbii

189
Oh seandainya aku, Ya Ilahi, Tuanku, Pelindungku,
Pemeliharaku

‫صبِ ُر َعلَى‬
ْ َ‫ف ا‬
َ ‫ فَ َك ْي‬،‫ك‬ َ ِ‫ت َعلَى َع َذاب‬
ُ ‫صبَػ ْر‬
َ
‫ك‬َ ِ‫فِ َراق‬
shobartu ‘alaa ‘adzaabik, fakayfa ashbiru ‘alaa firooqik

(sekiranya) aku dapat bersabar menanggung siksa-


Mu
mana mungkin aku mampu bersabar berpisah dari-
Mu

‫ت َعلَى َح ّْرنَا ِر َؾ‬


ُ ‫ىصبَػ ْر‬ِ
َ ‫َو َى ْبن‬
wahabnii shobartu ‘alaa harri-naarik

dan seandainya aku dapat bersabar menahan panas


api-Mu?

ِ
َ ِ‫صبِ ُر َع ِن النَّظَ ِر الَى َك َر َامت‬
‫ك‬ ْ َ‫ف ا‬
َ ‫فَ َك ْي‬
fakayfa ashbiru ‘anin nazhori ilaa karoomatik

mana mungkin aku dapat bersabar

190
tidak melihat kemuliaan-Mu

‫ف اَ ْس ُك ُن فِىالنَّا ِر َوَر َجآ ِئ َع ْف ُو َؾ‬


َ ‫اَ ْـ َك ْي‬
am kayfa askunu finnaari wa rojaaii ‘afwuk

mana mungkin aku tinggal di neraka padahal


harapanku hanyalah maaf-Mu!

ِ ‫ اُقْ ِسم ص‬،‫ك يػاسيّْ ِدى وموآلى‬ِ ِ


‫ادقًا‬ َ ُ َ ََ َ َ َ ‫فَبِع َّز ت‬
fa bi’izzatika yaa sayyidi wa mawlaaya uqshimu
shoodiqon

Demi kemuliaan-Mu, Wahai tuanku, pelindungku


aku bersumpah dengan tulus

‫ك بَػ ْي َن اَ ْىلِ َها‬ ِ ِ ‫َ أل‬،‫اط ًقا‬ ِ َ‫لَئِن تَػرْكتنِى ن‬


َ ‫َض َّج َّن الَْي‬ ََ ْ
‫ين‬ ِِ َِ
َ ‫يج األَمل‬ َ ‫ضج‬
la in taroktanii naa thiqon la-adhijanna ilayka bayna
ahlihaa dhojiijal amiliin

sekiranya Engkau biarkan aku berbicara di sana di


tengah penghuninya aku akan menangis, tangisan
mereka yang menyimpan harapan

191
‫ص ِرِخ ْي َن‬ ِ
ْ َ‫اخ ل ُْم ْست‬
َ ‫ص َر‬
ُ ‫ك‬
َ ‫ص ُر َخ َّن الَْي‬
ْ َ‫َوالَ ا‬
walaa ashruhanna ilayka shurokhol mustashrihiin

aku akan menjerit, jeritan mereka yang memohon


pertolongan

‫آء الْ َفاقِ ِديْ َن‬ َ ‫َوالَ أَبْ ِكيَ َّن َعلَْي‬
َ ‫ك بُ َك‬
walaa abkiyanna ‘alayka bukaa-al-faaqidiin

aku akan merintih, rintihan orang yang kekurangan

‫ يَػا‬،‫ت يػَا َولِ َّي ال ُْم ْؤِمنِي َن‬


َ ‫َّك اَيْ َن ُك ْن‬ ِ َ‫والَ اُن‬
َ ‫اديَػن‬ َ
ِ ِ َ َ‫غَايَة‬
َ ‫آماؿ ال َْعا ِرف‬
،‫ين‬
wa laa unaa diyannaka ayna kunta yaa waliyyal
mukminiin,

yaa ghoyata aamaalil ‘aarifiin

Sungguh aku akan menyeru-Mu dimanakah Engkau


, Wahai Pelindung kaum mukminin Wahai tujuan
harapan kaum 'arifin

192
‫ين‬ِِ َ َ‫يػَا ِغي‬
َ ‫اث ال ُْم ْستَغيث‬
yaa ghiyaatsal mustaghiitsiin 3 x

Wahai Lindungan kaum yang memohon


perlindungan

‫ين‬ ِ َ‫ ويااِلَوَ الْعال‬،‫ادقِين‬


‫م‬ ِ َّ ‫وب‬
ِ ُ‫يب قُػل‬ِ َ َ‫يػ‬
َ َ َ َ َ ‫الص‬ َ ‫احب‬
yaa habiiba quluubish shoodiqiin, wa yaa ilaahal
‘aalamiin

Wahai Kekasih kalbu para pecinta kebenaran


Wahai Tuhan seru sekalian alam

‫ك يَػا اِلَ ِهى َوبِ َح ْم ِد َؾ‬


َ َ‫اؾ ُس ْب َحان‬
َ ‫اَفَػتُػ َر‬
afaturooka subhaanaka yaa ilaahii wabihamdik

Maha Suci Engkau ya Ilahi, dengan segala puji-Mu

‫ت َع ْب ٍد ُم ْسلِ ٍم ُس ِج َن فِ َيها‬ َ ‫ص ْو‬ ِ


َ ‫تَ ْس َم ُع ف َيها‬
‫بِ ُم َخالََفتِ ِو‬

193
tasma’u fiihaa showta ‘abdin muslimin, sujina fiihaa
bimukhoolafatih

akankah Engkau dengar di sana suara hamba


muslim yang terpenjara
karena keingkarannya

‫صيَتِ ِو‬
ِ ‫و َذا َؽ طَ ْعم َع َذابِ َها بِم ْع‬
َ َ َ
wa dzaaqo tho’maa ‘adzaabihaa bima’shiyatih

yang merasakan siksa karena kedurhakaannya

‫س بَػ ْي َن اَطْباَقِ َها بِ ُج ْرِم ِو َو َج ِر َير تِِو‬ ِ


َ ‫َو ُحب‬
wahubisa bayna athbaa-qihaa bijurmihi wajarii-rotih

yang terperosok ke dalamnya karena dosa dan


nistanya

ِ ِ ‫وىو ي‬
َ ِ‫ض ِج ْي َج ُم َؤّْم ٍل لَِر ْح َمت‬
‫ك‬ َ ‫ك‬
َ ‫ض ُّج الَْي‬َ َُ َ
wahuwa yadhijju ilayka dhojiija muammilin lirohmatik

ia merintih kepada-Mu dengan mendambakan


rahmat-Mu

194
ِ ‫اف اَ ْى ِل تَػو ِح‬
‫يد َؾ‬ ِ ‫يك بِلِس‬ ِ
ْ َ َ ‫َويُػنَاد‬
wayunaadiika bilisaani ahli tawhiidik

ia menyeru-Mu dengan lidah ahli tauhid-Mu

ِ
َ ِ‫يك بُِربُػ ْو بِيَّت‬
‫ك‬ َ َ‫َويَػتَػ َو َّس ُل ال‬
wayatawassalu ilayka birubuu-biyyatik

ia bertawassul kepada-Mu dengan rububiyyah-Mu

ِ ‫ف يَػ ْبػ َقى فِى ال َْع َذ‬


‫اب‬ َ ‫وآلى فَ َك ْي‬
َ ‫يػَا َم‬
yaa mawlaa fakayfa yabqoo fil ‘adzaab Wahai
Pelindungku,

bagaimana mungkin ia kekal dalam siksa

َ ‫ف ِم ْن ِحل ِْم‬
‫ك‬ َ َ‫اسل‬
َ ‫َو ُى َو يَػ ْر ُجو َم‬
wahuwa yarjuu maa salafa min hilmik

padahal ia berharap pada kebaikan-Mu yang


terdahulu

195
‫ك‬
َ َ‫ضل‬
ْ َ‫ َو ُى َو يَأ ُْم ُل ف‬،‫َّار‬ ِ َ ‫اَـ َكي‬
ُ ‫ف تُػ ْؤل ُموُ الن‬ ْ ْ
‫ك‬َ َ‫َوَر ْح َمت‬
am kayfa tu’limuhun naar, wahuwa ya’mulu fadhlaka
warohmatak

mana mungkin neraka menyakitinya


padahal ia mendambakan karunia dan kasih-Mu

ُ‫ص ْوتَو‬ َ ْ‫ َواَن‬،‫ف يُ ْح ِرقُوُ لَ ِه ْي ُم َها‬


َ ‫ت تَ ْس َم ُع‬ َ ‫اَ ْـ َك ْي‬
ُ‫َوتَػ َرى َم َكانَو‬
am kayfa yuhriquhu lahiimuhaa, wa anta tasma’u

show-tahu wataroo makaanah

mana mungkin nyalanya membakarnya padahal


Engkau dengar
suaranya dan Engkau lihat tempatnya

َ ْ‫ف يَ ْشتَ ِم ُل َعلَْي ِو َزفِ ُيرَىا َواَن‬


‫ت تَػ ْعلَ ُم‬ َ ‫اَ ْـ َك ْي‬

196
ُ‫ض ْع َفو‬
َ
am kayfa yasytamilu ‘alaihi zafiiruhaa wa anta ta’lamu
dho’fah

mana mungkin jilatan apinya mengurungnya


padahal Engkau
mengetahui kelemahannya

َ ْ‫ف يَػتَػ َق ْل َق ُل بَػ ْي َن اَطْباَقِ َها َواَن‬


‫ت تَػ ْعلَ ُم‬ َ ‫اَ ْـ َك ْي‬
ِ
ُ‫ص ْد قَو‬
am kayfa yataqolqolu bayna athbaa-qihaa wa anta
ta’lamu shidqoh

mana mungkin ia jatuh bangun di dalamnya


padahal Engkau mengetahui ketulusannya

ُ‫ك يػَ َاربَّو‬ ِ َ‫ف تَػ ْزجرهُ َزبانِيػَّتػها و ُىو يػن‬


َ ْ‫ادي‬ ُ َ َ َُ َ ُ ُ َ ‫اَ ْـ َك ْي‬
am kayfa tazjuruhu zabaaniy-yatuha wahuwa
yunaadiika yaa robbah

mana mungkin Zabaniyyah menghempas-kannya

197
padahal ia memanggilmu ya Rabbi

ِ
ُ‫ك فِ ِىع ْت ِق ِو م ْنػ َها فَػتَْتػ ُرُكو‬ َ َ‫ضل‬
ْ َ‫ف يَػ ْر ُجوف‬
َ ‫اَ ْـ َك ْي‬
‫فِ َيها‬
am kayfa yarjuu fadhlaka fii ‘itqihi minhaa fatatrukuhu
fiihaa

mana mungkin ia mengharapkan karunia kebebasan


daripadanya lalu Engkau meninggalkannya di sana

‫ك‬ َ ِ‫ات َما َذل‬


َ ِ‫ك الظَّ ُّن ب‬ َ ‫َى ْيػ َه‬
hayhaa-ta maa dzaa-likazh-zhon-nubik

Tidak, tidak demikian itu


sangkaku kepada-Mu

‫ك‬ ْ َ‫وؼ ِم ْن ف‬
َ ِ‫ضل‬ ُ ‫َوالَ ل َْم ْع ُر‬
walal ma’ruufu min fadhlik

dan sungguh telah dikenal dari karunia-Mu

‫ْت بِ ِو ال ُْم َّو ِح ِديْ َن‬


َ ‫َوآل ُم ْشبِوٌ لِ َما َع َامل‬
198
wa laa musybihun limaa ‘aamalta bihiil muwaahidiin

tidak seperti itu perlakuan-Mu terhadap orang-


orang yang bertauhid

ِ
َ ِ‫ِم ْن بِّْر َؾ وا ْح َسان‬
‫ك‬
min birrika wa ihsaanik

melainkan kebaikan
dan karunialah (yang Kau berikan)

‫ت بِ ِو ِم ْن‬ ِ
َ ‫فَبِاالْيَقي ِن اَقْطَ ُع لَ ْوآل َم‬
َ ‫اح َك ْم‬
ِ ‫بج‬
َ ْ‫اح ِدي‬ ِ
‫ك‬ َ ِ ْ‫تَػ ْعذي‬
fabilyaqiini aqtho’u lawlaa maa hakamta bihi min
ta’dzibi jaahidiika

dengan yakin aku berani berkata kalaulah bukan


karena keputusan-Mu untuk menyiksa orang yang
mengingkari-Mu

‫ك‬ ِ ‫ت بِ ِو ِمن اِ ْخ‬


َ ْ‫آلد ُم َعا نِ ِدي‬ َ ‫ض ْي‬
َ َ‫َوق‬
ْ
wa qodhoyta bihii min ikhlaadi mu’aanidiik

199
dan putusan-Mu untuk mengekalkan di sana orang-
orang yang melawan-Mu

ً ‫َّار ُكلَّ َها بَػ ْر ًدا َو َس‬


‫آلما‬ َ ‫ْت الن‬
َ ‫لَ َج َعل‬
laja’altan naaro kullahaa bardan wasalaaman

tentu Engkau jadikan api seluruhnya sejuk dan


damai

‫َح ٍد فِ َيها َم َق ِّرا َوآل ُم َق ًاما‬


َ ‫َوَما َكا َفِ أل‬
wamaa kaana li ahadin fiihaa maqorron walaa
muqoomaa

tidak akan ada lagi disitu tempat tinggal dan


menetap bagi siapa pun

َ ‫لَ ِكن‬
ْ ‫َّك تَػ َق َّد‬
‫ست اَ ْس َمآ ُؤ َؾ‬
lakinnaka taqoddasat asmaa-uk

tetapi maha kudus asma-Mu

‫ت اَ ْف تَ ْم َػؤل ََىا ِم َن ال َكافِ ِريْ َن‬


َ ‫اَقْ َس ْم‬
aqsamta an tamla-ahaa minal kaafiriina

200
Engkau telah bersumpah untuk memenuhi neraka
dengan orang-orang kafir

‫ين‬ ِ ‫َّاس اَجم‬


‫ع‬ ْ ِ ‫ن‬ ‫ال‬‫و‬ ‫َّة‬ ِ ‫ِمن ال‬
ِ ‫ْجن‬
َ َ َ َ
minal jinnati wannaasi ajma’iin

dari golongan jin dan manusia seluruhnya

ِِ ِ
َ ‫َواَ ْف تُ َخلّْ َد ف ْيػ َهاال ُْم َعاند‬
‫ين‬
wa-an tukhollida fiihal mu’aanidiin

Engkau akan mengekalkan di sana kaum durhaka

‫ْت ٌم ْبتَ ِدئًا‬


َ ‫ت َج َّل ثَػنَآ ُؤ َؾ قُػل‬
َ ْ‫َواَن‬
wa-anta jalla tsanaa-uka qulta mubtadi-an

Engkau dengan segala kemuliaan puji-Mu, Engkau


telah berkata

‫ْت بِاْ ِإلنْػ َع ِاـ ُمتَ َك ّْرًما‬


َ ‫َوتَطََّول‬
wa-tathowwalta bil-in’aami mutakarrimaa

201
setelah menyebut nikmat yang Engkau berikan

ِ َ‫اَفَمن َكا َف م ْؤِمنًا َكمن َكا َف ف‬


‫اس ًقا آل‬ َْ ُ َْ
‫يَ ْستَػ ُوو َف‬
afaman kaanaa mu’minan kaman kaanaa faasiqon laa
yastawuun

Apakah orang mukmin seperti orang kafir?.


Sungguh tidak sama mereka itu.

‫ك بِالْ ُق ْد َرِة الَّتِى قَ َّد ْرتَػ َها‬ ِ


َ ُ‫الَ ِهي َو َسيّْ ِدى فَاَ ْسئَػل‬
ilahii wa sayyidii fa as aluka bilqudrotillatii qod-
dartahaa

Ilahi, Tuanku Aku memohon kepada-Mu


dengan kodrat yang telah Engkau tentukan

ِ ِِ
َ ‫َوبِالْ َقضيَّة الَّت‬
‫ىحتَ ْمتَػ َها َو َح َك ْمتَػ َها‬
wabil qodhiyyatillatiillatii hatamtahaa wahakamtahaa

dengan Qadha yang telah Engkau tetapkan dan


putuskan

202
‫ت َم ْن َعلَْي ِو اَ ْج َريْػتَػ َها‬
َ ‫َوغَلَْب‬
wa gholabta man ‘alayhi ajroytaha

dan yang telah Engkau tentukan berlaku pada


orang yang dikenai

‫ب لِى فِ َىه ِذ ِه اللَّْيػلَ ِة َو فِى َى ِذ ِه‬


َ ‫اَ ْف تَػ َه‬
‫اع ِة‬
َ ‫الس‬
َّ
antahabali fii haadzihillaylah wafii haadzihis saa’ah

ampunilah bagiku dimalam ini, disaat ini

ٍ ْ‫ َوُك َّل َذن‬،ُ‫ُك َّل ُج ْرٍـ اَ ْج َرْمتَو‬


‫ َوُك َّل‬،ُ‫ب اَ ْذنَػ ْبتُو‬
ٍ ِ‫قَب‬
ُ‫يح اَ ْس َرْرتُو‬
kulla jurmin ajromtahu wakulla dzambin adznabtahu,

wakulla qobiihin asrortahu

semua nista yang pernah aku kerjakan, semua dosa


yang pernah aku lakukan semua kejelekan yang
pernah aku rahasiakan

203
ُ‫ اَ ْخ َف ْيتُو‬،ُ‫ َكتَ ْمتُوُ اَ ْو اَ ْعلَْنتُو‬،ُ‫َوُك َّل َج ْه ٍل َع ِملْتُو‬
ُ‫اَ ْو اَظ َْه ْرتُو‬
wakulla jahlin ‘amiltuhu, katamtuhuu aw akhfaytuhu
aw azhhartuhu

semua kejahilan yang pernah aku kerjakan, yang


aku sembunyikan atau aku tampakkan yang aku
tutupi atau aku tunjukkan

‫ين‬ِِ ِ ِ ِِ َ ‫وُك َّل سيّْئَ ٍة اَمر‬


َ ‫ت باثْػبَات َها الْك َر َامالْ َكاتب‬ َْ َ َ
wakulla sayyi-atin amarta bi itsbaa-tihaal kiroo-mal
kaatibiin

ampuni semua keburukan yang telah Engkau


suruhkan malaikat yang mulia mencatatnya

‫ين َوَّك ْلتَػ ُه ْم بِ ِح ْف ِظ َمايَ ُكو ُف ِمنّْى‬ ِ َّ


َ ‫اَلذ‬
alladziina wakkaltahum bihifzhi maa yakuunu minnii

mereka yang Engkau tugaskan untuk merekam


segala yang ada padaku

204
‫ودا َعلَ َّى َم َع َج َوا ِرِحى‬
ً ‫َو َج َع ْلتَػ ُهم ُش ُه‬
waja’altahum syuhuudan ‘alayya ma’a jawaarihii

mereka yang Engkau jadikan saksi-saksi bersama


seluruh anggota badanku

‫يب َعلَ َّى ِم ْن َوَرآئِ ِه ْم‬ ِ َّ ‫ت‬


َ ‫الرق‬ َ ْ‫ت اَن‬
َ ‫َوُك ْن‬
wakunta antar roqiiba ‘alayya minwaroo ihim

dan Engkau sendiri pengawal di belakang mereka

َ ‫اى َد لِ َم‬
‫اخ ِف َي َع ْنػ ُه ْم‬ ِ ‫الش‬
َّ ‫َو‬
wasy syaahida lima khofiya ‘anhum

menyaksikan apa yang tersembunyi pada mereka

َ ِ‫ضل‬
ُ‫ك َستَػ ْرتَو‬ َ ِ‫َوبَِر ْح َمت‬
ْ ‫ك اَ ْخ َفيتَوُ َوبَِف‬
wabirohmatika akhfaytah, wabifadhlika satartah

dengan rahmat-Mu Engkau sembunyikan kejelekan


itu dengan karunia-Mu Engkau menutupinya

205
ِ
ُ‫َواَ ْف تُػ َوفّْػ َر َحظّْى م ْن ُك ّْل َخ ْي ٍر اَنْػ َزلْتَو‬
wa antuwaffiro hazhzhii min kulli khoirin anzaltah

dan perbanyaklah bagianku pada setiap kebaikan


yang Engkau turunkan

‫ اَ ْوِرْز ٍؽ‬،ُ‫ اَ ْوبٍِّر نَ َش ْرتَو‬،ُ‫ضلتَو‬


َّ َ‫اف ف‬ ٍ ‫اَواِ ْحس‬
َ ْ
ٍ
ُ‫ اَ ْو َخطَأ تَ ْستُػ ُره‬،ُ‫ب تَػغْ ِف ُره‬ ٍ ْ‫ اَ ْو َذن‬،ُ‫بَ َسطْتَو‬
aw ihsaanin fadhdholtah, aw birrin nasyartah aw rizkin
basath tah aw dzambin taghfiruh, aw khotho in tasturuh

atau setiap karunia yang Kau limpahkan


atau setiap keberuntungan yang Kau sebar kan atau
setiap rezeki yang Kau curahkan
atau setiap dosa yang Kau ampunkan atau setiap
kesalahan yang Kau sembunyikan

‫ب‬
ّْ ‫ يػَا َر‬،‫ب‬
ّْ ‫ يػَا َر‬،‫ب‬
ّْ ‫يػَا َر‬
Ya robbii, yaa robbii, yaa robbii 3 x

Wahai Tuhanku, Wahai yang mencipta kanku,


Wahai yang memeliharaku

206
ِ
َ ِ‫يػَا الَ ِهى َو َسيّْ ِدى َوَم ْوآلى َوَمال‬
‫ك ِرقّْى‬
Yaa ilaahii wa sayyidii, wa mawlaay, wa maalika riqqii

Ya Ilahi, Tuanku, Pelindungku, Pemilik Nyawaku

ُ ِ‫يما ب‬
‫ض ّْرى‬ ِ‫ يػا َعل‬،‫اصيتِى‬ ِ َ‫يػا من بِي ِد ِه ن‬
ً َ َ َ َْ َ
‫اخبِ ًيرا بَِف ْق ِرى َوفَاقَتِى‬
َ َ‫ يػ‬،‫َوَم ْس َكنَتِى‬
Yaa man biyadihii naashiyatii, Yaa ‘alaiiman bidhurrii
wamaskanatii,

Yaa khobii-ron bifaqrii wafaa qotii

Wahai Zat Yang di tangan-Nya ubun-ubun ku,


Wahai Yang mengetahui kesengsaraan dan
kemalanganku. Wahai Yang menge tahui kefakiran
dan kepapaanku

‫ب‬
ّْ ‫ يػَا َر‬،‫ب‬ ّْ ‫ يػَا َر‬،‫ب‬ ّْ ‫يػَا َر‬
َ ِ‫ص َفات‬
ِ ‫ واَ ْعظَ ِم‬،‫ك‬ ِ ‫ك وقُ ْد‬ ِ َ ُ‫اَ ْسئَػل‬
‫ك‬ َ َ ‫س‬ َ َ ‫ك ب َح ّْق‬
َ ِ‫َواَ ْس َمآئ‬
‫ك‬
207
Ya robbii, yaa robbii, yaa robbii 3 x
as aluka bihaqqika wa qudsika wa „azhomi
shifatika wa asmaa ika
Aku memohon kepada-Mu dengan kebenaran dan
kesucian-Mu
dengan keagungan sifat dan asma-Mu

‫ّْها ِر بِ ِذك ِر َؾ‬ ِ َّ‫اَ ْف تَ ْج َع َل اَ ْوقَاتِى ِم َن الل‬


َ ‫يل َوالنػ‬
ً‫صولَة‬ َ ِ‫ورًة َوبِ ِخ ْد َمت‬
ُ ‫ك َم ْو‬ َ ‫َم ْع ُم‬
an taj’ala awqootii minal layli wan nahaari bidzikrika
ma’muuroh, wabikhidmatika mawshuulah

Jadikan waktu malam dan siangku


dipenuhi dengan dzikir pada-Mu

‫َواَ ْع َما لِ ِىع ْن َد َؾ َم ْقبُولَةً َحتَّى تَ ُكو َف اَ ْع َمالِى‬


ِ ‫واَور ِادى ُكلُّها ِوردا و‬
‫اح ًدا‬ َ ًْ َ َْ َ
wa a’maa lii ‘indaka maqbuulah hatta takuuna a’maalii
wa awroodii

kulluhaa wirdan waahidaa

208
dihubungkan dengan kebaktian kepada-Mu
diterima amalku di sisi-Mu
sehingga jadilah amal dan wiridku seluruhnya wirid
yang satu

ِ ِ‫وحالِى ف‬
َ ِ‫ىخ ْد َمت‬
‫ك َس ْرَم ًدا‬ ََ
wa haalii fii khidmatika sarmadan

dan kekalkanlah selalu keadaanku dalam berbakti


kepada-Mu

‫يػَا َسيّْ ِدى يػَا َم ْن َعلَْي ِو ُم َع َّولِى‬


Yaa sayyidii yaa man ‘alayhi mu’awwilii

Wahai Tuanku, Wahai Zat Yang kepada-Nya aku


percayakan diriku

‫ت اَ ْح َوالِى‬ ِ
ُ ‫يػَا َم ْن الَْي ِو َش َك ْو‬
Yaa man ilayhi syakawtu ahwaalii

Yang kepada-Nya aku adukan keadaanku

‫ب‬
ّْ ‫ يػَ َار‬،‫ب‬
ّْ ‫ يػَ َار‬،‫ب‬
ّْ ‫يػَ َار‬

209
Ya robbii, yaa robbii, yaa robbii 3 x

Wahai Tuhanku, Wahai Yang menciptakanku,


Wahai Yang memeliharaku

‫ َوا ْش ُد ْد َعلَى‬،‫ك َج َوا ِرِحى‬ ِ َ‫قَػ ّْو َعل‬


َ ِ‫ىخ ْد َمت‬
‫ال َْع ِزيْ َم ِة َج َوانِ ِحى‬
qowwi ‘alaa khidmatika jawaarihii, wasydud ‘alaal
‘aziimati jawaanihii

Kokohkan anggota badanku untuk berbakti kepada-


Mu, teguhkan tulang-tulangku
untuk melaksanakan niatku

‫الد َو َاـ فِى‬


َّ ‫ َو‬،‫ك‬ َ ِ‫ْج َّد فِى َخ ْشيَت‬ِ ‫و َى ْبلِي ال‬
َ َ
َ ِ‫اؿ بِ ِخ ْد َمت‬
‫ك‬ ِ‫ص‬ َ ّْ‫اْ ِإلت‬
wahabliyal jidda fii khosy yatik wad dawaama fil
ittishooli bikhidmatik

karuniakan kepadaku kesungguhan untuk bertakwa


kepada-Mu kebiasaan untuk meneruskan bakti
kepada-Mu

210
‫السابِِق ْي َن‬ ِ ‫ك فِى مي‬
َّ ‫اديْ ِن‬ ِ
َ َ َ ‫َحتَّىاَ ْس َر َح الَْي‬
hatta asroha ilayka fii mayaadiinis saabiqiin

sehingga aku bergegas menuju-Mu bersama


pendahulu

‫ين‬ِ
‫ز‬ ِ
‫ر‬ ‫ا‬‫ْب‬
‫ل‬ ‫ا‬ ‫ى‬ ِ‫ك ف‬ ‫ي‬َ‫ل‬ِ‫واُس ِرع ا‬
َ َ َ ْ َ ْ َ
wa usri’a ilayka fiil baariziin

dan berlari ke arah-Mu bersama orang-orang yang


terkemuka

‫ين‬ ِ ِ َ ِ‫واَ ْشتَا َؽ اِلَى قُػرب‬


َ ‫ك فى ال ُْم ْشتَاق‬ ْ َ
wa asytaaqo ilaa qurbika fil musytaaqiin

merindukan dekat kepada-Mu bersama yang


merindukan-Mu

‫ك‬
َ َ‫ َواَ َخاف‬،‫ين‬ ِِ
َ ‫ك ُدنُػ َّو ال ُْم ْخلص‬َ ‫َواَ ْدنُػ َو ِم ْن‬
‫ين‬ِ‫م َخافَةَ الْموقِن‬
َ ُْ َ
wa adnuwa minka dunuwwal mukhlishiin wa khoo-faka

211
makhoo-fatal muu-qiniin

jadikan daku dekat pada-Mu, dekatnya orang-orang


yang ikhlas dan takut pada-Mu, takutnya orang-
orang yang yakin

‫ين‬ِ‫واَ ْجتَ ِمع فِى ِجوا ِر َؾ مع الْم ْؤِمن‬


َ ُ ََ َ َ َ
wa ajtami’a fii jiwaarika ma’al mukminiin

sekarang aku berkumpul di hadirat-Mu bersama


kaum mukminin

‫ادنِى‬ ٍ ِ‫اللَّه َّم ومن اَرادنِى ب‬


َ ‫ َوَم ْن َك‬،ُ‫سوء فَأَ ِر ْده‬ ُ َ َ ْ ََ ُ
ُ‫فَ ِك ْده‬
Allahumma wa-man aroo-danii bisuu’in fa arid hu,

wa man kaa danii fakid hu

Ya Allah siapa saja bermaksud buruk kepadaku,


tahanlah dia,
siapa saja yang memperdayakanku, gagalkanlah dia

‫صيبًا ِع ْن َد َؾ‬ ِ ِ‫واجعلْنِى ِمن اَحس ِن َعب‬


ِ َ‫يد َؾ ن‬
َْ ْ َْ َ
212
waj’alnii min ahsani ‘abiidika nashiibaan ‘indak

jadikan aku hamba-Mu yang paling baik nasibnya


di sisi-Mu

َ ‫ص ِه ْم ُزلْ َفةً لَ َد‬


‫يك‬ َ ‫َواَقْػ َربِ ِه ْم َم ْن ِزلَةً ِم ْن‬
ّْ ‫ َواَ َخ‬،‫ك‬
wa aqrobihim manzilatan minka wa akhashshihim
zulfatan ladaik

yang paling dekat kedudukannya dengan-Mu yang


paling istimewa
tempatnya di dekat-Mu

ْ ‫ك اِالَّ بَِف‬
َ ِ‫ضل‬
‫ك‬ ُ َ‫فَِانَّوُ الَ يُػن‬
َ ِ‫اؿ َذل‬
fain nahu laa yunaalu dzaalika illaa bifadhlik

Sungguh semua ini tidak akan tercapai kecuali


dengan karunia-Mu

‫ف َعلَ َّى بِ َم ْج ِد َؾ‬ ْ ‫ود َؾ واَ ْع ِط‬


ِ ‫وج ْد لِى بِج‬
ُ َُ
‫ك‬َ ِ‫اح َفظْنِى بَِر ْح َمت‬
ْ ‫َو‬
wa judlii bijuudik wa’thif ‘alayya bimajdik wa fazhnii
birohmatik

213
limpahkan padaku kemurahan-Mu, sayangi daku
dengan kebaikan-Mu
jaga diriku dengan rahmat-Mu

َ ّْ‫ َوقَػ ْلبِى بِ ُحب‬،‫اج َع ْل لِ َسانِى بِ ِذ ْك ِر َؾ لَ ِه ًجا‬


‫ك‬ ْ ‫َو‬
‫ُمتَػيَّ ًما‬
waj’al lisaanii bidzikrika lahijaa, waqolbii bihubbika
mutayyamaa

gerakkan lidahku untuk selalu berdzikir pada-Mu,


penuhi hatiku supaya selalu mencintai-Mu

،‫ َواَقِلْنِى َعثْػ َرتِى‬،‫ك‬ ِ


َ ِ‫َوُم َّن َعلَ َّى بِ ُح ْس ِن ا َجابَت‬
‫َوا ْغ ِف ْر َزلَّتِى‬
wa munna ‘alayya bihusnii ijaabatik wa aqilnii ‘atsrotii
waghfir zallatii

berikan kepadaku dari yang terbaik dari ijabah-Mu,


hapuskan bekas kejatuhanku
ampunilah ketergelinciranku

214
َ ِ‫ادت‬
‫ك‬ ِ ‫ت َعلَى ِعب‬
َ َ‫اد َؾ بِ ِعب‬ َ ‫ض ْي‬ َ َّ‫فَِان‬
َ َ‫ك ق‬
َ
fa innaka qodhoyta ‘alaa ‘ibaadika bi’iibaadatik

sungguh Engkau telah wajibkan hamba-hamba-Mu


beribadah kepada-Mu

َ ‫ض ِم ْن‬
َ‫ت لَ ُه ُم اْ ِإل َجابَة‬ َ ِ‫َواََم ْرتَػ ُه ْم بِ ُد َعآئ‬
َ ‫ َو‬،‫ك‬
wa amartahum bidu’aa ik, wadhominta lahumul ijaabah

Engkau perintahkan mereka untuk berdoa kepada-


Mu. Engkau jaminkan kepada mereka ijabah-Mu

ِ
‫ب‬ َ ‫ َوالَْي‬،‫ت َو ْج ِهى‬
ّْ ‫ك يػَا َر‬ ُ ‫ص ْب‬َ َ‫ب ن‬ َ ‫فَِإلَْي‬
ّْ ‫ك يػَ َار‬
‫ت يَ ِدي‬ ُ ‫َم َد ْد‬
fa ilayka yaa robbi nashobtu wajhii, wa ilayka yaa robbi
madadtu yadii

karena itu kepada-Mu ya Rabbi aku hadapkan


wajahku
kepada-Mu ya Rabbi aku ulurkan tanganku

215
،‫اى‬‫ن‬ ‫م‬ ‫ى‬ ِ
‫ن‬ ‫غ‬
ْ ّْ
‫ل‬ ‫ػ‬ ‫ب‬‫و‬ ِ
‫ئ‬ ‫ا‬‫ع‬ ‫د‬ ‫ى‬ ِ
‫ل‬ ‫ب‬ ‫ج‬ِ ‫ت‬ ‫اس‬ ‫ك‬ ِ‫فَبِ ِع َّزت‬
َ َُ ََ َ ُ ْ َ ْ َ
‫ك َر َجا ِئ‬ ْ َ‫َوالَ تَػ ْقطَ ْع ِم ْن ف‬
َ ِ‫ضل‬
fabi ‘izzatikas tajiblii du ‘aa ii wa ballighnii munaayaa,

walaa taqtho’ min fadhlika rojaa ii

demi kebesaran-Mu perkenankan doaku sampaikan


daku pada cita-citaku
jangan putuskan harapanku akan karunia-Mu

‫س ِم ْن اَ ْع َدآ ِئ‬ ِ ‫وا ْك ِفنِى َش َّرال‬


ِ ْ‫ْج ّْن َواْ ِإلن‬ َ
wakfinii syarrol jinnii wal insii min a’daa ii

lindungi aku dari kejahatan jin dan manusia musuh-


musuhku

‫ضا‬
َ ‫الر‬ َ ‫يػَا َس ِر‬
ّْ ‫يع‬
Yaa sarii ‘ar ridhoo 3x

Wahai Yang Maha Cepat ridha-Nya

ُّ َّ‫ك اِال‬
َ َّ‫ فَػِإن‬،ُ‫الد َعآء‬
‫ك‬ ِ
ُ ِ‫ا ْغ ِف ْر لِ َم ْن الَ يَ ْمل‬
216
ِ ٌ ‫فَػ َّع‬
ُ‫اؿ ل َما تَ َشآء‬
ighfir liman laa yamliku illaad du’aa fa innaka fa’aalul
limaa tasyaa’

ampunilah orang yang tidak memiliki apa pun


kecuali doa
sungguh Engkau melakukan apa yang Kau
kehendaki

َ َ‫ َوط‬،ٌ‫ َوِذ ْك ُرهُ ِش َفآء‬،ٌ‫اس ُموُ َد َوآء‬


ُ‫اعتُو‬ ْ ‫يػَا َم ِن‬
‫ِغنًى‬
Yaa manismuhuu dawaa’ wa dzikruhuu syifaa’ wa
thoo’atuhu ghinaa

Wahai Yang Asma-Nya adalah penawar dan Yang


mengingat-Nya
adalah penyembuh dan Yang ketaatan kepada-Nya
adalah kekayaan

ِ َّ ‫س َمالِ ِو‬ ْ ِ‫ا‬


ُ‫آلحوُ البُ َكآء‬
ُ ‫الر َجآءُ َوس‬ ُ ‫أ‬‫ر‬
َ ‫ن‬
ْ ‫م‬
َ ‫م‬
ْ ‫ح‬
َ ‫ر‬
ْ
irham mar roksu maalihir rojaa’ wasilaa huhuul bukaa’

217
sayangi orang yang modalnya harapan dan
senjatanya hanya tangisan

،‫ يَػا َدافِ َع النّْػ َق ِم‬،‫ّْع ِم‬


َ ‫اسابِ َغ النػ‬
َ َ‫يػ‬
Yaa saabighon ni’am yaa daa fi’an niqom

Wahai penabur karunia Wahai Penolak bencana

‫ين فِى الظُّلَ ِم‬ ِِ


َ ‫ور ال ُْم ْشتَػ ْوحش‬
َ ُ‫يَػان‬
yaa nuurol musytawhisyiina fizh zhulam

Wahai Nur yang menerangi mereka yang terhempas


dalam kegelapan

ِ ‫ص ّْل َعلَىم َح َّم ٍد و‬ ِ


‫آؿ‬ َ ُ َ ‫يػَا َعال ًما الَ يُػ َعلَّ ُم‬
َ ْ‫ُم َح َّم ٍد َوافْػ َع ْل بِى َمااَن‬
ُ‫ت اَ ْىلُو‬
Yaa ‘aalimal laa yu’allam

sholli ‘alaa Muhammadin wa aali Muhammad waf’al bii


maa anta ahluh

Wahai Yang Maha Tahu tanpa diberitahu Shalawat


atas Muhammad dan keluarga Muhammad,

218
lakukan padaku apa yang layak bagi-Mu

‫ين ِم ْن‬ ِ ِ ِ ِِ
َ ‫ص َّل اللّوُ َعلَى َر ُسولو َواْألَئ َّمة ال َْميَام‬
َ ‫َو‬
‫يما َكثِ ًيرا‬ ِ‫آلِ ِو وسلَّم تَسل‬
ً ْ َ َ
wa shollallahu ‘alaa rosuulihii wal a immatil mayaamii
na min aalihi

wasallama tasliiman katsiiroo

Semoga Allah melimpahkan kesejahteraan kepada


Rasul-Nya serta para Imam yang mulia dari
keluarganya dan sampaikan sebanyak-banyaknya
salam kepada mereka

****

219