Anda di halaman 1dari 9

Pengertian Pipa

Pipa adalah media untuk mendistribusikan fluida dari satu tempat ke tempat lain, Sistem pipa
pada kapal merupakan suatu sistem yang berfungsi untuk mengantarkan atau mengalirkan
suatu fluida dari tempat yang lebih rendah ke tujuan yang diinginkan dengan bantuan mesin
atau pompa. Sistem perpipaan merupakan sistem yang kompleks yang di haruskan di desain
dengan efektif dan efisien mungkin di dalam kapal untuk memenuhi kebutuhan kapal, crew,
muatan dan menjaga keamanan kapal baik saat kapal berjalan maupun berhenti. Misalnya
pipa yang dipakai untuk memindahkan minyak dari tangki ke mesin, memindahkan minyak
pada bantalan-bantalan dan juga mentransfer air untuk keperluan pendinginan mesin ataupun
untuk kebutuhan sehari-hari diatas kapal, untuk memasukan dan mengeluarkan muatan, serta
masih banyak lagi fungsi lainnya.

Karakteristik pipa berdasarkan manufaktur

1. Seamless pipe
Pipa dibuat dengan melubangi selongsong silinder dengan bara api. biasanya pipa jenis ini
dibuat untuk ukuran diameter dibawah 8“.

2. Longitudinal seam welded pipe


Dibuat dengan cara memasukkan pelat baja panas melalui pembentuk (shapers, shape rollers)
yang akan merolnya menjadi bentuk batangan pipa yang berlubang.

3. Spiral welded pipe


dibuat dengan cara memuntir strip logam (pelat panjang dengan lebar sempit, seperti pita),
menjadi bentuk spiral, seperti pola kriting rambut di salon, kemudian dilas dimana ujung-
ujung sambungan satu-sama lain membentuk sebuah sambungan.
Pipa-pipa jenis ini terbatas pada sistem pemipaan yang menggunakan tekanan rendah karena
tebal pipa yang tipis.

Karakteristik pipa berdasarkan material

1. Metal
adalah sebuah unsur kimia yang siap membentuk ion (kation) dan memiliki ikatan logam, dan
kadangkala dikatakan bahwa ia mirip dengan kation di awan elektron.

a. Ferro
Logam ferro juga disebut besi karbon atau baja karbon. Bahan dasarnya adalah unsur
besi (Fe) dan karbon ( C) , tetapi sebenarnya juga mengandung unsur lain seperti : silisium,
mangan, fosfor, belerang dan sebagainya yang kadarnya relatif rendah. Unsur-unsur dalam
campuran itulah yang mempengaruhi sifat-sifat besi atau baja pada umumnya, tetapi unsur
zat arang (karbon) yang paling besar pengaruhnya terhadap besi atau baja terutama
kekerasannya. Sedangkan macam-macam bahan ferro untuk pipa yaitu :
1. Cast steel
2. Steel
3. Cast iron

b. Non ferro
Logam Non-Ferro (Non-Ferrous Metal) ialah jenis logam yang secara kimiawi tidak
memiliki unsur besi atau Ferro (Fe), oleh karena itu logam jenis ini disebut sebagai logam
bukan Besi (non Ferro). Macam-macam non ferro untuk pipa yaitu :

1. Aluminium (Al)
2. Tembaga (Cu)
3. Non metal

adalah kelompok unsur kimia yang bersifat elektronegatif, yaitu lebih mudah menarik
elektron valensi dari atom lain dari pada melepaskannya. Yang termasuk dalam nonlogam
adalah halogen, gas mulia, dan 7 unsur berikut: hidrogen (H), karbon (C), nitrogen (N),
oksigen (O), fosfor (P), belerang (S), dan selenium (Se).

Sebagian besar nonlogam ditemukan pada bagian atas tabel periodik, kecuali hidrogen yang
terletak pada bagian kiri atas bersama logam alkali. Tidak seperti logam yang merupakan
konduktor listrik, nonlogam biasanya bersifat insulator atau semi konduktor. Nonlogam dapat
membentuk ikatan ion dengan menarik elektron dari logam, atau ikatan kovalen dengan
nonlogam lainnya.Oksida nonlogam bersifat asam.

macam-macam bahan non metal untuk pipa yaitu :


1. PVC
adalah polimer termoplastik urutan ketiga dalam hal jumlah pemakaian di dunia, setelah
polietilena dan polipropilena. Di seluruh dunia, lebih dari 50% PVC yang diproduksi dipakai
dalam konstruksi. Sebagai bahan bangunan, PVC relatif murah, tahan lama, dan mudah
dirangkai. PVC bisa dibuat lebih elastis dan fleksibel dengan menambahkan plasticizer,
umumnya ftalat. PVC yang fleksibel umumnya dipakai sebagai bahan pakaian, perpipaan,
atap, dan insulasi kabel listrik.

2. Composite
Jenis material komposit yang pada saat ini paling banyak digunakan dalam sistem perpipaan
adalah Glass Reinforcement Plastics (GRP).
Hal ini disebabkan karena dalam penggunaannya pipa komposit GRP memiliki beberapa
kelebihan bila dibandingkan dengan pipa baja antara lain:

1. Tidak mengalami korosi


2. Metode penyambungannya (jointing) lebih mudah
3. Relatif lebih ringan
4. Memiliki elastisitas yang cukup tinggi

Kriteria pemilihan pipa :

1. Mechanical properties, termasuk ketahanan untuk menahan static load, dynamic load, dan
elastisitas dalam proses manufaktur.
2. Weld ability, kemudahan dan kekuatan material pipa dalam proses pengelasan.
3. Corrotion resistance, kemampuan material dalam menahan korosi.
4. Cost, berhubungan dengan biaya yang harus dikeluarkan per satuan ukuran material.
5. Availability, terkait dengan ketersediaan dan suplai material pada pasaran, sebagai
pertimbangan untuk volume cadangan dan biaya.

KETEBALAN DAN DIMENSI PIPA

Ukuran pipa dinyatakan dengan NPS (Nominal Pipe Size) yang digunakan untuk
menjelaskan sebuah pipa dengan namanya. Selain itu dengan ukuran aktual diameter luar
(Outside Diameter, OD) dan diameter dalam aktual (Inside Diameter, ID).
Diameter dalam,
ID = diameter luar – (2 × tebal pipa)

pipa diproduksi dalam berbagai macam ketebalan yang sudah distandardkan. setiap ketebalan
tertentu pada pipa diberi penamaan dalam bentuk schedule number, bukan dalam bentuk
ukuran pipa yang sebenarnya.

pada awalnya ketebalan pipa hanya ada 3 kelompok yaitu:

· Standard
· Extra Strong (XS)
· Double Extra strong (XXS)

saat ini penamaan sudah diganti dengan memberikan schedule number tertentu, yang dimulai
dari 5 dan 5S, kemudian diiukuti dengan 10 dan 10S, seterusnya dalam kelipatan 10 sampai
schedule 40 (20, 30, 40) dan selanjutnya mempunyai kelipatan 20, yaitu 60, 80, 100, 120,
140, 160.

pada umumnya, besarnya ketebalan pipa yang mempunyai schedule 40 dengan schedule STD
adalah sama untuk pipa ukuran 1/8 sampai dengan ukuran pipa 10 inch.
PERHITUNGAN KETEBALAN

So = (da . Pc)/(20. σ)

Keterangan :
So = calculated thickness [mm]
da = outside diameter [mm]
Pc = design pressure [bar]
σ = max permissible design stress [mm]

stres maksimum yang diijinkan (σ) akan diambil dari nilai terendah dari berikut:
σ = R(at)/2.7

R(at) = Tegangan tarik di tentukan pada suhu lingkungan


σ = E(t)/1.6

E(t) = batas minimal fatigue/ 0,2 % tegangan pada suhu desain


σ = Sr/1.6

Sr = tegangan rata-rata yang menghasilkan peningkatan di 100 jam pada suhu desain

ALLOWANCE KETEBALAN
S = So + Allowance

S = So + c + t + b
Keterangan :

S = Minimum thickness required [mm]


So = Calculated thickness [mm]
c = Allowance for corrosion [mm]
t = Allowance for manufacturing tolerance [mm]
b = Allowance for bending [mm]

Toleransi manufaktur (t)


t = [a / (100‐a)] . So ….[mm]

a = negative tolerance on thickness [%]


So = calculated wall thickness [mm]

Toleransi bending (b)


b = 0.4 (da/R) So …[mm]

da = outside diameter of pipe [mm]


R = bending radius (usually > 3D) [mm]
So = calculated thickness [mm]

BKI vol III Section 11


ABS
Ketebalan pipa ditunjukan oleh Schedule Number (SN), dimana 1000 P/S. Contoh schedule
number 5,5s,10,10s,20,20s,30,40,40s,60,80,80s

Semakin besar schedule number, maka pipa akan semakin tebal karena Semakin besar
schedule number maka semakin besar pula tekanannya

Tabel diatas merupakan tabel yang diambil dari Rules BKI Vol III Section 11 mengenai
piping system. Tabel diatas menggolongkan grup ketebalan minimum pipa suatu sistem jika
pipa tersebut dipasang menembus kompartemen lain. Huruf M dan N dijelaskan pada tabel
dibawah.
Tabel diatas menjelaskan nominal ketebalan (s) suatu pipa jika kita menggunakan diameter
luar (da) seperti yang tercantum dalam tabel.

Sebagai contoh, jika kita mendesign sistem ballast, sedangkan pipa yang kita rancang
melewati Engine Room (E/R), maka pipa kita tergolong grup M. Maka jika pipa kita
memiliki diameter luar ‘da’ 70 mm, maka ketebalan ‘s’ adalah 4,0 mm

setelah diketahui diameter dan ketebalan pipa dari tabel klas maka saat pemesanan di pasaran
menggunakan tabel diatas dengan melihat DN dan melihat ketebalan pipa ditabel wall
thickness maka akan diketahui kebutuhan pipa pada schedule berapa.