Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Awal kehamilan ditandai berdasarkan menstruasi terakhir pada wanita.
Banyak perubahan fisik yang akan wanita alami selama trimester pertama (3 bulan
pertama kehamilan). Periode ini juga merupakan periode tumbuh kembang yang cepat
bagi bayi. Kehamilan biasanya berlangsung selama 40 minggu, mulai dari hari pertama
periode terakhir menstruasi wanita yang berarti bahwa itu mencakup dua minggu
sebelum ovulasi dan konsepsi terjadi. Hal ini sering disebut dalam tiga bagian yang
disebut trimester. Trimester pertama berlangsung selama 12 minggu, yang kedua dari
13 sampai akhir 27 minggu, dan ketiga 28-40 minggu. Wanita mungkin menemukan
versi yang sedikit berbeda dari periode waktu selama kehamilannya. Sebagai contoh,
tes khusus dilakukan selama trimester pertama. Pembagian trimester membantu anda
dan dokter dalam perencanaan dan pengelolaan kehamilan. Trimester pertama
merupakan saat perubahan besar dalam tubuh seorang wanita dan akan mengalami
perubaha dengan cara yang unik.
Beberapa wanita langsung tahu bahwa mereka telah hamil, sedangkan orang
lain mungkin tidak yakin mereka sedang hamil bahkan setelah tes kehamilan positif
dan dokter telah mengkonfirmasi. Trimester pertama dapat membawa peningkatan
energi dan rasa kesejahteraan. Beberapa wanita mungkin merasa lelah dan emosional.
Lain mungkin tidak melihat banyak perubahan sampai kemudian pada kehamilan.
Selama tubuh mengalami perubahan, wanita mungkin perlu membuat perubahan ke
rutinitas sehari-hari, seperti pergi ke tempat tidur lebih awal atausering makan,
makanan kecil. Untungnya, sebagian besar ketidaknyamanan tersebut akan hilang
selama kehamilan berlangsung. Dan sebagian perempuan bahkan mungkin tidak
merasakan adanya ketidaknyamanan semua ini. Jika wanita pernah hamil sebelumnya,
mungkin merasakan adanya perbedaan kali ini. Sama seperti perbedaan disetiap
wanita, demikian juga di setiap kehamilan

1
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas dapat dirumuskan
masalah-masalah berikut ini :
1. Apa yang dimaksud kehamilan trimester I?
2. Apa tanda dan gejala yang terjadi pada trimester I?
3. Bagaimana perubahan fisiologis dan psikologis yang terjadi pada trimester I?
4. Apa kebutuhan nutrisi bagi kehamilan trimester I?
5. Bagaimana Asuhan Keperawatan Ibu Hamil trimer I?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian kehamilan trimester I.
2. Mengetahui tanda dan gejala yang terjadi pada trimester I.
3. Mengetahui fisiologis dan psikologis yang terjadi pada trimester I .
4. Mengetahui kebutuhan nutrisi bagi kehamilan trimester I.
5. Mengetahui Asuhan Keperawatan Ibu Hamil trimester I.

1.4 Manfaat Penulisan

1. Bagi tenaga kesehatan hasil dari penelitian ini di harapkan dapat menjadi sumber
informasi yang berguna bagi tenaga kesehatan khususnya keperawatan agar
meningkatkan 9 asuhan keperawatan maternal yang holistik sesuai kebutuhan pasien
berdasarkan pengalaman mual muntah yang di alami oleh ibu hamil.

2. Bagi Institusi Pendidikan Menambah literatur tentang penelitian kualitatif


mengenai pengalaman mual muntah pada ibu hamil trimester pertama dan
dimanfaatkan oleh mahasiswa sebagai sumber bacaan untuk penelitian selanjutnya.

3. Bagi Peneliti selanjutnya Memberikan informasi baru tentang penelitian terkait


sehingga dapat menjadi data dasar dan referensi untuk penelitian-penelitian
selanjutnya yang akan dilakukan.

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Trimester 1
Kehamilan trimester pertama adalah usia kehamilan dari minngu pertama
sampai minggu ke 12, yang ditandai oleh beberapa hal seperti, mual muntah yang
terjadi karena perubahan dalam tubuh yang terjadi selama hamil, nyeri pada payudara
biasanya disebabkan oleh membesarnya payudara ibu karena berkembangnya kelenjar
susu dn pasokan darah meningkat, flek yang terlihat seperti menstruasi karena darah
yang dilepas saat telur dibuahi melekatkan diri ke dinding rahim.

2.2 Tanda dan gejala yang terjadi pada trimester I


Pada ibuhamil trimester I akan mengalami beberapa tanda dan gejala, diantaranya:
1. Mual dan Muntah
Umumunya mual dan muntah terjadi pada awal kehamilan (trimester 1),
disebut dengan emesis gravidarum. Penyebab pasti belum dapat dijelaskan, namun
terdapat anggapan bahwa hal ini dapat terjadi akibat kombinasi perubahan
hormonal, adaptasi psikologis dan faktor neurologis. Mual dan muntah yang
berlebihan disebut hyperemesis gravidarum dapat mengakibatkan terjadinya
dehidrasi dan asidosis metabolic. Untuk itu setiap ibu hamil yang mengalami
gejala mual dan muntah harus ditangani dengan tepat.
2. Mengidam
Mengidam merupakan suatu keadaan yang berkaitan dengan kondisi
psikologis ibu hamil. Umumnya dialami oleh ibu hamil primi. Penting bagi
tenaga kesehatan untuk memberikan pendidikan kesehatan yang tepat. Jelaskan
pada ibu dan keluarga bahwa hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan selama asupan
nutrisi memenuhi kebutuhannya. Jelaskan pula tentang bahaya makanan yang
tidak bisa diterima, mencakup gizi yang diperlukan serta memuaskan rasa
mengidam atau kesukaan menurut budayanya.
3. Hipersalivasi (Peningkatan Salivasi)
Peningkatan salivasi merupakan suatu kondisi yang tidak biasa yang
disebabkan oleh peningkatan keasaman pada mulut dan atau peningkatan enzyme
ptyalin, serta peningkatan stimulasi kelenjar air ludah, sehingga meningkatkan
sekresi air ludah yang berlebih. Penyebab hipersalivasi belum diketahui secara
pasti, diduga terjadi karena adanya perubahan hormonal. Wanita hamil yang

3
mengalami hipersalivasi, biasanya juga mengalami gejala mual muntah. Kondisi
ini merupakan suatu hal yang saling berhubungan, tidak hanya peningkatan
salivasi yang intensif menyebabkan mual muntah, tetapi juga keinginan ibu dalam
menghindari mual muntah dapat menyebabkan ibu hamil menelan sedikit air
ludah, sehingga meningkatkan volume/produksi saliva dalam mulut. Pada ibu
hamil yang mengalami mual muntah, setiap kali menelan air liur maka akan
membilas kerongkongannya dan membantu menetralisir asam lambung.
Oleh karena itu hal ini dapat dianggap suatu hal yang fisiologis. Untuk
mengurangi gejala hipersalivasi diantaranya adalah:bersihkan mulut menggunakan
sikat gigi yang lembut dengan pasta gigi yang sesuai dan gunakan penyegar mulut
beberapa kali sehari; konsumsi makanan dengan gizi seimbang dan hindari
makanan yang banyak mengandung tepung; perbanyak minum (sedikit tapi sering);
serta mengulum sebutir permen atau mengunyah permen karet tanpa gula. Hindari
permen asam atau permen karet manis, karena akan semakin menstimulasi
produksi saliva. Akan lebih baik apabila ibu hamil menelan saliva yang
berlebihan. Tetapi kalau hal ini justru membuat ibu menjadi mual, sebaiknya
sarankan ibu cari alternatif tempat seperti tissue, handuk waslap atau gelas/cangkir
untuk meludah. Tekankan pada ibu agar minum air putih yang banyak sehingga
tidak dehidrasi.
Bagi kebanyakan ibu hamil, masalah hipersalivasi ini dapat berkurang
dan hilang dengan sendirinya seiring dengan meredanya rasa mual sekitar akhir
trimester pertama. Tetapi bagi sebagian kecil ibu hamil, masalah ini sama
halnya dengan mual-muntah (emesis) yang dapat berlangsung sampai akhir masa
kehamilan.
4. Sakit Kepala (Pusing)
Sakit kepala (pusing) merupakan suatu keluhan yang sering dialami oleh ibu
hamil. Hal ini dapat disebabkan oleh perubahan hormonal, sinusitis, tegangan pada
mata, keletihan dan perubahan emosional.
Sakit kepala pada ibu hamil juga dapat berkaitan dengan adanya anemia
fisiologis selama kehamilan. Keluhan pusing/sakit kepala dapat muncul pada
trimester satu, dua ataupun tiga. Untuk mengatasi pusing, apabila ibu sedang
beraktivitas maka ibu dapat beristirahat. Hindari berdiri terlalu lama pada
lingkungan yang panas dan sesak. Apabila pusing terjadi saat berbaring, maka
bangun secara perlahan dari posisi tersebut. Sebisa mungkin hindari obat-

4
obatan kimia, kecuali atas resep dokter dan hanya obat yang dapat membantu.
Imbangi juga dengan asupan gizi seimbang. Sakit kepala ini dapat terjadi
kapan saja selama kehamilan, namun apabila terjadi sakit kepala akut dan
terjadi pada trimester ketiga disertai dengan bengkak pada ekstrimitas dan muka,
maka ibu harus segera periksa ke petugas kesehatan, untuk dilakukan pemeriksaan
lebih lanjut (tekanan darah dan protein urune).
5. Striae Gravidarum
Striae gravidarum disebut juga dengan stretch mark yaitu suatu guratan
yang muncul di permukaan kulit akibat peregangan yang berlebihan pada jaringan
kulit. Striae gravidarum dapat muncul di abdomen, payudara, paha ataupun lengan
bagian atas dan nampak jelas mulai bulan ke 6-7 kehamilan. Guratan halus ataupun
kasar ini dapat muncul pada sebagian wanita hamil, berkenaan dengan tingkat
elastisitas kulit dan penambahan berat badan (deposit lemak). Untuk mengatasi
hal ini, wanita hamil dapat menggunakan emolien topikal atau antipruritic yang
bebas alergi, dapat juga menggunakan minyak zaitun pada bagian yang mengalami
strech mark atau yang berpotensi mengalami stretch mark. Ibu dapat menggunakan
baju yang longgar namun menopang payudara. Pada kebanyakan kasus, strech
mark ditimbulkan dan atau diperparah oleh tindakan ibu hamil yang menggaruk
daerah tersebut.
Rasa gatal pada abdomen maupun payudara, paha ataupun lengan bagian
atas merupakan reaksi yang normal oleh karena proses peregangan kulit, dapat
juga disebabkan oleh adanya reaksi alergi terhadap antigen placenta. Untuk itu
perawatan yang baik harus dilakukan sejak awal kehamilan dan hindari menggaruk
daerah tersebut.
6. Keringat Berlebih
Meningkatnya keringat pada ibu hamil dapat terjadi mulai trimester I
kehamilan dan akan terus meningkat secara perlahan sampai akhir kehamilan. Hal
ini dapat disebabkan oleh perubahan sistem integument akibat kehamilan, dan
meningkatnya metabolisme. Perlu adanya menjelasan pada ibu hamil bahwa ini
merupakan suatu hal yang normal. Untuk itu, jelaskan pada ibu hamil untuk
mengenakan pakaian yang mudah menyerap keringat, tidak terlalu tebal dan
longgar. Tingkatkan kebersihan badan dengan mandi menggunakan air mengalir
minimal 2x sehari. Untuk menghindari dehidrasi, tingkatkan rehidrasi/asupan
cairan.

5
7. Peningkatan Frekuensi Buang Air Kecil/BAK (Nocturia)
Peningkatan frekuensiBAK merupakan suatu gangguan/ketidaknyamanan
yang fisiologis, umumnya terjadi pada ibu hamil trimester I dan kembali terjadi
pada trimester III. Pada trimester I terjadi pembesaran uterus dan penambahan
berat uterus pada bagian fundus uteri menjadi lunak (tanda Hegar), menyebabkan
uterus menjadi semakin terdoron sehingga mendesak vesika urinaria.
8. Leukorrhea (Keputihan)
Leukorrhea/keputihan merupakan peningkatan sekresi vagina yang encer
sampai kental akibat perubahan hormonal dan terjadi mulai pada trimester pertama
kehamilan. Sekresi vagina ini bersifat asam, oleh karena perubahan peningkatan
jumlah glikogen pada sel epitel vagina menjadi asam laktat oleh bakteri
Doderleins. Meskipun hal ini berfungsi untuk melindungi ibu dan janin dari
serangan kuman infeksi berbahaya, namun hal ini dapat menjadi media bagi
pertumbuhan organisme penyebab vaginitis.
Produktivitas kelenjar pada cerviks dalam mensekresi dan meningkatkan
jumlah mucus/lendir menjadi lendir cerviks, pada periode ini juga berkontribusi
pada terjadinya keputihan. Untuk mengatasi hal tersebut, ibu hamil disarankan
untuk meningkatkan perhatian pada kebersihan badan terutama pada area
vagina dan meningkatkan frekuensi pergantian celana dalam yang berbahan katun
dan mudah diserap. Ibu hamil tidak disarankan untuk menggunakan douche
vagina atau spray vagina. Bersihkan vagina menggunakan air bersih setiap mandi,
setiap selesai BAK dan BAB, dari arah depan ke belakang, kemudian
mengeringkan dengan handuk bersih atau tisu. Ibu hamil juga disarankan untuk
meningkatkan daya tahan tubuhnya dengan banyak makan makanan yang banyak
mengandung vitamin C terutama buah dan sayur.
9. Nyeri Punggung Atas
Nyeri punggung (terutama bagian atas) dapat terjadi mulai trimester I, yang
terjadi karena peningkatan ukuran dan perubahan payudara yang menjadi
lunak dan padat, yang merupakan salah satu tanda presumtif kehamilan. Untuk
mengatasi hal ini, ibu hamil dapat menggunakan bra yang menopang payudara
dengan tali bra yang dapat menarik punggung ke atas/menjadi tegak. Dengan
mengurangi mobilitas payudara yaitu bra dengan cup yang sesuai dan nyaman,
juga dapat mengurangi ketidaknyamanan ini.

6
Cara lain adalah dengan menggunakan postur tubuh yang baik, ibu hamil
juga dapat menggunakan kasur yang tidak terlalu empuk, serta menggunakan
bantal tambahan ketika tidur untuk meluruskan punggung.

2.3 Perubahan Perubahan Fisiologis Dan Psikologis Yang Terjadi Pada Trimester I
1. Perubahan Fisiologis Yang Terjadi Pada Trimester I
a. Sistem reproduksi
1) Payudara
Pada saat kehamilan payudara akan mengalami peningkatan jumlah
estrogen dan progesteron. Mulanya diproduksi oleh korpus luteum dan
kemudian plasenta, meningkatnya aliran darah ke payudara, prolaktin
meningkat, yang diproduksi oleh pituitary anterior.
Tanda klinis dan gejala yang dapat muncul pada payudara antara
lain ketegangan, perasaan penuh. Selain itu ibu juga dapat merasakan
pembesaran payudara, puting susu dan areola. Ibu akan memiliki striae,
karena penegangan kulit payudara untuk mengakomodasi pembesaran
jaringan payudara. Pada permukaan payudara akan tampak vena karena
meningkatnya aliran darah. Memproduksi kolostrum, sekresi cairan yang
berwarna kuning yang kaya akan antibodi, yang mulai diproduksi pada
akhir minggu 16 kehamilan (Chapman & Durham, 2010).
2) Uterus
Uterus dibagi menjadi 3 bagian yaitu fundus (bagian atas), isthmus
(bagian bawah), serviks (bagian paling bawah), sering disebut sebagai
leher rahim. Peningkatan jumlah estrogen dan progesteron, sehingga
menyebabkan pembesaran uterus untuk pergerakan perkembangan janin
dan plasenta. Keadaan Ph vagina berubah menjadi asam, dan terjadi
hipertropi (pembesaran) pada dinding uterus (Chapman & Durham,
2010).
Pertumbuhan uterus, dapat dipalpasi di atas simpisis pubis pada
kehamilan 12–14 minggu. Setelah 4 bulan kehamilan, kontraksi uterus
dirasakan pada dinding abdomen (Braxton Hicks sign) dengan ciri:
kontraksi/mulas ireguler/tidak teratur, kontraksi tidak terasa sakit yang
terjadi berselang seling selama kehamilan. Ujung servix lembut (goodell
sign), tanda ini terjadi karena peningkatan vaskularisasi, hiperplasi,

7
hipertropi. Gerakan pasif janin yang tidak terikat (ballotement). Gerakan
bayi (quickening) biasanya sulit dibedakan dari peristaltik.
3) Vagina dan vulva
Pada vagina dan vulva terjadi peningkatan vaskularisasi
menghasilkan warna ungu kebiru–biruan pada mukosa vagina dan
cervix. Leukorrhea adalah lendir putih kental, cairan yang kental dan
banyak ini terjadi karena respon rangsangan serviks oleh progesteron
& estrogen. Kondisi pH sekresi vagina berkisar 3,5–6 selama
kehamilan.
Vagina yang asam dapat menghambat pertumbuhan bakteri
namun candida albicans dapat tumbuh pada pH asam ini Hal ini yang
menyebabkan ibu hamil berisiko terjadi kandidiasis.
b. Sistem kardiovaskuler
Hemodelusi (volume darah meningkat 40–50%, volumeplasma
meningkat, HB menurun) atauanemia fisiologis kehamilan. Peningkatan
volume darah mengakibatkan peningkatan curah jantung sehingga jantung
memompa dengan kuat dan terjadi sedikit dilatasi.
Progesteron menimbulkan relaksasi otot polos dan dilatasi pembuluh
darah yang akan mengimbangi peningkatan kekuatan jantung sehingga
tekanan darah mendekati normal dan mudah terjadi hipotensi supinasio
karena vena cava inferior tertekan oleh isi uterus. Tekanan pada vena iliaka
dan vena cava inferior oleh uterus menyebabkan peningkatan tekanan vena
dan mengurangi aliran darah ke kaki terutama pada posisi lateral sehingga
menyebabkan edema, varises vena dan vulva, hemoroid.
c. Sistem respirasi
Peningkatan konsumsi oksigen 15–20 %, gejala dan tanda klinis
yang timbul berupa peningkatan tidal volume 30–40 %, dan dispnea.
d. Sistem perkemihan
Peningkatan level progesteron menyebabkan relaksasi otot polos.
Gejala dan tandak linis yang timbul berupa dilatasi renal pelvis dan ureter
sehingga meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK), penurunan tonus
bladder disertai peningkatan kapasitas bladder sehingga frekuensi berkemih
meningkat dan terjadi inkontinensia.

8
Edema sering terjadi karena penurunan aliran renal (aliran darah ke
ginjal) pada trimester ketiga. Perubahan pada saluran perkemihan tejadi
karena faktor hormonal dan mekanis. Progesteron memiliki efek relaksan
pada serabut otot polos, terjadi dilatasi, pemanjangan dan penekukan ureter;
penumpukan urin (terjadi pada ureter bawah), penurunan tonus kandung
kemih sehingga pengosongan kandung kemih tidak tuntas. Frekuensi
berkemih meningkat akibat pembesaran kehamilan terutama pada akhir
kehamilan. Penurunan tonus otot dasar panggul dan penurunan tekanan
akibat penambahan berat isi uterus sehingga mengakibatkan stres
inkontinensia akibat desakan yang ditimbulkan peningkatan tekanan
intrabdomen yang mendadak
e. Sistem gastrointestinal/ pencernaan
Peningkatan Human Chorionic Gonadotropin (HCG) dan perubahan
metabolisme karbohidrat dapat menyebabkan mual muntah pada trimester I.
Peningkatan progestero menyebabkan penurunan tonus otot dan
memperlambat proses digestif sehingga menyebabkan konstipasi dan
pengosongan lambung menjadi lambat. Perubahan mengecap dan membaui
sehingga menyebabkan mual.
f. Sistem musculoskeletal
Peningkatan estrogen menyebabkan peningkatan elastisitas dan
relaksasi ligament sehingga menimbulkan gejala nyeri sendi. Sedangkan
peregangan otot abdomen karena pembesaran uterus menyebabkan diastasis
recti.
g. Sistem integument
Peningkatan estrogen dan progesterone merangsang peningkatan
penyimpanan melanin sehingga menyebabkan linea nigra, cloasma
gravidarum, warna areola, putting susu, vulva menjadi lebih gelap. Striae
gravidarum/ stretch marks terjadi akibat kulit perut, payudara, pantat
teregang sehingga serabut kolagen mengalami ruptur.
h. Sistem endokrin
Peningkatanprolaktin dan oksitosin memfasilitasi laktasi, menstimulasi
kontraksi uterus.

9
2. Adaptasi Psikologis Yang Terjadi Pada Trimester I
Ibu akan merasakan berbagai perubahan yang terkait dengan dirinya termasuk
perubahan psikologis. Perubahan psikososial yang sering terjadi pada kehamilan
pada trimester I yaitu:
a. Ambivalen
Ibu hamil akan menunjukkan respon yang ambivalen, yaitu respon
terhadap kehamilannya dirasakan ada 2 yakni senang dan sedih (Pilliteri,
2003). Perasaan ibu hamil yang senang dan sedih sering dapat merusak
hubungan suami istri karena ibu biasanya mengalami emosi yang labil. Hal
ini disebabkan karena masa menjadi orang tua dianggap sebagai suatu
transisi peran dan didasarkan pada tahapan tugas perkembangan. Selain ibu,
ayah pun memerlukan persiapan sosial untuk menjadi orang tua walaupun
perannya lebih sedikit dibandingkan dengan ibu dan hanya ada sedikit hal
yang dapat disiapkan dalam menghadapi kehamilan istrinya, kecuali bila
pasangan suami istri mengikuti kelas pendidikan melahirkan yang dapat
mereka hadiri bersama dengan pasangannya.
Ibu hamil diperbolehkan melakukan hubungan seksual dengan
pasangannya (Pilliteri, 2003). Namun prinsip terpenting adalah tidak
menekan perut ibu hamil/janin dalam kandungan. Hal yang harus di
waspadai adalah peran anda dalam memberikan pendidikan kesehatan
tentang hubungan seksual selama kehamilan. Terutama jika ibu hamil
memiliki riwayat abortus spontan, persalinan prematur, ketuban pecah dini,
maka hubungan seksual tidak boleh dilakukan pada awal kehamilan atau
sebelum akhir trimester 3.
Perubahan psikologis yang harus dilakukan oleh ibu yaitu menerima
kenyataan bahwa dirinya sedang hamil. Seorang ibu menginginkan
kehamilannya akan segera mencari kebenaran secara medis bahwa memang
benar dirinya hamil. Tingkat penerimaan dari ibu hamil akan tercermin
dalam respon emosionalnya dan kesiapan atau penyambutan kelahiran bayi.
b. Support keluarga/dukungan keluarga keadaan keluarga
Ibu merupkan salah satu anggota keluarga yang sangat berpengaruh
sehingga perubahan apapun yang terjadi pada ibu akan mempengaruhi
keadaan keluarga.

10
Bagi pasangan baru,kehamilan merupakan kondisi dari masa anak
menjadi orangtua sehingga kehamilan dianggap suatu krisis bagi kehidupan
berkeluarga yang dapat diikuti oleh stress dan kecemasaan. Jika krisis
tersebut tidak dapat dipecahkan maka mengakibatkan timbulnya tingkah
laku maladatif dalam anggota keluarga dan kemungkinan terjadi perpecahan
antara anggota keluarga.
Tugas keluarga yang saling melengkapi sehingga dapat menghindari
konflik yang diakibatkan oleh kehamilan dapat ditempuh dengan jalan :
merencanakan dan mempersiapkan kehadiran anak,mengumpulkan dan
memberikan informasi bagimana merawat dan menjadi ibu yang baik bagi
bayinya .
c. Dukungan Suami
Orang yang paling penting bagi seorang wanita hamil adalah
suaminya. Ada 4 jenis dukungan yang dapat diberikan suami sebagai calon
ayah bagi anaknya antara lain: dukungan emosi yaitu suami sepenuhnya
member dukungan secara psikologis kepada istrinya dengan menunjukkan
kepedulian dan perhatian kepada kehamilannya serta peka terhadap
kebutuhan dan perubahan emosi ibu hamil; dukungan instrumental yaitu
dukungan suami yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan fisik ibu hamil
dengan bantuan keluarga lainnya; Dukungan yang diperolehnya mengenai
kehamilan: Dukungan penilaian yaitu memberikan keputusan yang tepat
untuk perawatan kehamilan istrinya.

2.4 Kebutuhan Nutrisi Pada Kehamilan Trimester 1


a. Asam Lemak Omega-6 (Asam Lenoleat) dan Asam Lemak Omega-3 ( Asam
Alfa Lenoleat)
Manfaat dari Asam lemak omega-6 prekusor yaitu pembentukan asam
lemak arakidonat (AA). Sedangkan asam lemak omega-3 di dalam tubuh diubah
jadi EPA (asam eikosapentaenoat ) dan DHA (asam dokosaheksaenoat ). AA
dan DHA terbukti sebagai lemak dominan penyusun sel-sel saraf dan otak janin.
Jenis Makanan : Asam lemak omega-6 misalnya minyak kedelai atau minyak
zaitun. Asam omega-3 misalnya ikan salmon, kembung, tuna, tenggiri, ikan
tawas.

11
b. Asam Folat
Manfaat dari asama folat yaitu salah satu jenis vitamin B ini berperan
dalam proses pembentukan sistem saraf pusat, termasuk otak. Jenis Makanan:
Kacang kedelai (tempe, tahu), hati sapi, serelia yang sudah difortifikasi asam
folat, sayuran berwarna hijau tua, jeruk, apel dan sebagainya.
c. Vitamin B2 (Riboflavin)
Manfaa dari Vitamin B2 (Riboflavin) yaitu membantu melepas energi dari
proterin serta membantu memenuhi kebutuhan protein yang meningkat selama
hamil. Jenis makanan: telur dan keju cheddar.
d. Vitamin B 12
Manfaa dari Vitamin B 12 yaitu:
1) Menjaga kerja sel-sel sumsum tulang belakang,sistem saraf dan saluran
pencernaan. Dengan demikian berbagai sel tubuh janin yang telah terbentuk
berfungsi normal.
2) Membantu kelancaran pembentukan sel darah merah. Jenis makanan :
produk olahan kacang kedelai tahu dan tempe,susu dan produk lainnya.
e. Vitamin C.
Manfaat Manfaa dari Vitamin C yaitu:
1) Membantu penyerapan zat besi kacang-kacangan, buah serta sayuran.
2) Meningkatkan penyerapan asam folat, mengurangi risiko pre-eklampsia,
meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jenis makanan: jeruk, kiwi,
blimbing, paprika.
f. Vitamin D
Manfaat Dari Vitamin D yaitu: Memperbaiki penyerapan kalsium (Ca) dan
membantu keseimbangan mineral dalam darah. Untuk pembentukan tulang dan
gigi. Jenis makanan : Ikan salmon dan susu.

2.5 Proses Keperawatan Pada Ibu Hamil Trimester 1


A. Pengkajian
Pengkajian adalah pendekatan sistematis untuk mengumpulkan data dan
menganalisanya sehingga dapat diketahui masalah dan kebutuhan perawatan bagi
klien. Adapun hal – hal yang perlu dikaji adalah :

12
1. Biodata: mengkaji identitas klien dan penanggung jawab, meliputi : Nama,
umur, jenis kelamin, suku bangsa, agama, pendidikan, status perkawinan,
alamat, pekerjaan, hubungan dengan pasien.
2. Keluhan Utama: kaji adanya menstruasi tidak lancar dan adanya perdarahan
pervagina berulang.
3. Riwayat Kesehatan Sekarang: keluhan sampai saat klien pergi ke Rumah Sakit
atau pada saat pengkajian seperti perdarahan pervagina di luarsiklus haid,
pembesaran uterus lebih besar dari usia kehamilan.
4. Riwayat Kesehatan Dahulu: kaji adanya riwayat penyakit yang pernah dialami
ataupun penyait turunan seperti DM, jantung, hipertensi.
5. Riwayat Kesehatan Keluarga: dapat dikaji melalui genogram dan dari
genogram tersebut dapat diidentifikasi mengenai penyakit turunan dan
penyakit menular yang terdapat dalam keluarga.
6. Riwayat Psikologis
7. Riwayat Kesehatan Reproduksi: kaji tentang mennorhoe, siklus menstruasi,
lamanya, banyaknya, sifat darah,bau, warna dan adanya dismenorhoe serta kaji
kapan menopause terjadi, gejala serta keluahan yang menyertainya.
8. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas: kaji bagaimana keadaan anak klien
mulai dari dalam kandungan hingga saat ini, bagaimana keadaan kesehatan
anaknya.
9. Riwayat Seksual: kaji mengenai aktivitas seksual klien, jenis kontrasepsi yang
digunakan serta keluhan yang menyertainya.
B. Pola Aktivitas Sehari–hari
Kaji mengenai nutrisi, cairan dan elektrolit, eliminasi (BAB dan BAK),
istirahat tidur, hygiene, ketergantungan, baik sebelum dan saat sakit
C. Pemeriksaan Fisik
1. Tanda-tanda Vital
a. Tekanan darah: sebaiknya tekanan darah diukur pada posisi duduk dengan
lengan sejajar posisi jantung.
b. Nadi: frekuensi nadi normalnya 60-90x/menit.
c. Pernapasan: frekuensi pernapasan selama hamil berkisar antara 16-
24x/menit.
d. Suhu: suhu normal selama hamil adalah 36,2-37,6°C..

13
2. Sistem Kardiovaskuler
a. Bendungan vena: pemeriksaan sistem kardiovaskular adalah observasi
terhadap bendungan vena, yang bisa berkembang menjadi varises.
Bendungan vena biasanya terjadi pada tungkai, vulva, dan rektum.
b. Edema
Edema pada tungkai merupakan refleksi dari pengisian darah pada
ekstremitas akibat perpindahan cairan intravaskular ke ruang intertisial.
Ketika dilakukan penekanan dengan jari atau jempol menyebabkan
terjadinya bekas tekanan, keadaan ini disebut pitting edema. Edema pada
tangan dan wajah memerlukan pemeriksaan lanjut karena merupakan tanda
dari hipertensi pada kehamilan.
3. Sistem Muskuloskeletal
Abdomen: kontur, ukuran, dan tonus otot abdomen perlu dikaji. Tinggi
fundus diukur jika fundus bisa dipalpasi diatas simfisis pubis. Kandung kemih
harus dikosongkan sebelum pemeriksaan dilakukan untuk menetukan
keakuratannya. Pengukuran metode Mc Donald dengan posisi ibu berbaring.
4. Sistem Neurologi
Pemeriksaan neurologi lengkap tidak begitu diperlukan bila ibu tidak
memiliki tanda dan gejala yang mengindikasikan adanya masalah.
Pemeriksaan refleks tendon sebaiknya dilakukan karena hiperefleksi
menandakan adanya komplikasi kehamilan.
5. Sistem Integumen
Warna kulit biasanya sama dengan rasnya. Pucat menandakan anemis,
jaundice menandakan gangguan pada hepar, lesi, hiperpigmentasi seperti
cloasma gravidarum, serta linea nigra berkaitan dengan kehamilan dan strie
perlu dicatat. Penampang kuku berwarna merah muda menandakan pengisian
kapiler baik.
6. Sistem Gastro Intestinal
a. Mulut: membran mukosa berwarna merah muda dan lembut, adakah
ulserasi, gusi berwarna kemerahan, kelengkapan gigi serta edema akibat
efek peningkatan estrogen yang menyebabkan hiperplasia.
b. Usus: bising usus bisa berkurang karena efek progesteron pada otot polos,
sehingga menyebabkan konstipasi. Peningkatan bising usus terjadi bila
menderita diare.

14
D. Pemeriksaan Laboratorium
a. Darah dan urine serta pemeriksaan penunjang: rontgen, USG, biopsi,
papsmear.
b. Keluarga berencana: kaji mengenai pengetahuan klien tentang KB, apakah
klien setuju, apakah klien menggunakan kontrasepsi, dan menggunakan
KB jenis apa.
E. Diagnosa Keperawatan
1. Perubahan nutrisi ; kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan morning
sickness
2. Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan mual muntah
3. Defisit pengetahuan (kebutuhan belajar) berhubungan dengan kurang
pemahaman tentang perubahan fisiologis/psikologis yang normal dan
dampaknya terhadap klien/keluarga.
4. Resiko tinggi cedera terhadap janin berhubungan dengan pusing selama
kehamilan
5. Konstipasi berhubungan dengan peningkatan absorsi air di saluran GI
F. Intervensi Keperawatan
1. Diagnosa 1: Perubahan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh Berhubungan
Dengan morning sickness
Tujuan: Diharapkan nutrisi terpenuhi sesuai kebutuhan tubuh
Intervensi :
a. Tentukan keadekuatan kebiasaan asupan nutrisi dengan menggunakan
batasan 24 jam
Rasional : kesejahteraan janin/ibu tergantung pada nutrisi ibu selama
kehamilan.
b. Sajikan makanan dalam keadaan hangat
Rasional : Sebagai cara untuk meningkatkan nafsu makan dan mencegah
mual.
c. Pastikan tingkat pengetahuan tentang kebutuhan diet.
Rasional: menentukan kebutuhan belajar khususnya pada periode prenatal
mencegah terjandinya resiko klien dengan nutrisi buruk dan diet yang
seimbang dapat meningkatkan kebutuhan kalori yang adekuat.

15
d. Berikan informasi tertulis/verbal yang tepap tentang diet pranatal dan
suplemen vitamin/zat besi setiap hari
Rasional: Materi referensi yang dapat dipelajari dirumah, meningkatkan
kemungkinan klien memilih diet seimbang.
e. Evaluasi/motivasi sikap dengan mendengar keterangan klien dengan
umpan balik tentang informasi yang telah diberikan.
Rasional: Bila klien tidak termotivasi untuk memperbaiki diet, evaluasi lanjut
atau intervensi lain mungkin dapat di indikasikan.
f. Perhatikan adanya pika/mengidam. Kaji pilihan bahan bukan makanan dan
tingkat motivasi untuk memakannya
Rasional: Memakan bahan bukan makanan pada kehamilan mungkin
didasarkan pada kebutuhan psikologis, fenomena budaya, respon terhadap lapar dan
respon tubuh terhadap kebutuhan nutrisi.
g. Timbang berat badan klien. Pastikan berat badan pregravid biasanya.
Berikan informasi tentang penambahan prenatal yang optimum.
Rasional: Ketidakadekuatan berat badan prenatal/ dibawah berat badan
normal masa kehamilan meningkatkan resiko retardasi pertumbuhan intra
uterin (IUGR) pada janin dengan berat badan lahir rendah.
h. Tinjau ulang frekuensi dan beratnya mual/ muntah
Rasional: Mual muntah trimester pertama dapat berdampak negatif pada
status nutrisi prenatal, khusunya pada periode kritis perkembangan janin.
2. Diagnosa 2 : Resiko Tinggi Kekurangan Volume Cairan berhubungan dengan
mual muntah secara berlebihan
Tujuan : Tidak terjadi kekurangan volume cairan
Intervensi :
a. Auskultasi denyut jantung janin (DJJ)
Rasional: Adanya deyut jantung memastikan adanya janin bukan
molahidatidosa.
b. Tentukan frekuensi/beratnya mual/muntah
Rasional : Memberikan data berkenaan dengan semua kondisi.Peningkatan kadar
hormone gonadotropin korionik (HCG), perubahan metabolisme korbohidrat, dan
penurunan motilitas gastric memperberat mual dan muntah pada trimester
pertama.

16
c. Anjurkan klien mempertahankan masukan/haluaran, tes urin, dan
penurunan berat badan setiap hari. (Rujuk pada MA: Resiko Tinggi
Kehamilan, DK: Nutrisis, perubahan, kurang dari kebutuhan tubuh.)
Rasional: Membantu dalam menentukan adanya muntah yang tidak dapat
dikontrol (hiperemesis gravidarum).
d. Kaji suhu dan turgor kulit, membran mukosa, tekanan darah (TD),
suhu,masukan/haluaran,dan berat jenis urine. Timbang berat badan klien
dan bandingkan dengan standar.
Rasional: Indikator dalam membantu untuk mengevaluasi tingkat/ kebutuhan
hidrasi.

2.6 Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hiperemesis Gravidarum


A. PENGKAJIAN
1. Data Biografi
a. Identitas Klien
Nama : Ny. A
Umur : 25 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT
Alamat : Sukahaji
b. Identitas Penanggung Jawab
Nama : Tn. E
Umur : 27 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Sukahaji
2. Keluhan Utama : Klien mengatakan mual dan muntah yang sering
semasa kehamilan 11 minggu

17
3. Riwayat Kesehatan Sekarang
Ny.N mengatakan mual muntah kurang lebih 20x/hari dan sakit di
bagian tengorokan karena sering mual muntah dan kurang nafsu makan dan
badan terasa lemas.
4. Riwayat Kesehatan Yang Lalu
Klien mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular
(Hepatitis, HIV/AIDs), dan tidak menderita penyakit keturunan ( DM,
Hipertensi, dll) dan juga penyakit menahun (Asthma, jantung).
5. Riwayat Kesehatan Keluarga
Klien mengatakan keluarga tidak pernah menderita menular (
Hepatitis, HIV/AIDs), dan tidak menderita penyakit keturunan ( DM,
Hipertensi, dll) dan juga penyakit menahun (Asthma, jantung).
6. Riwayat Psikologi
Klien mengatakan senang terhadap kehamilannya saat ini, akan tetaoi
klien cemas karena takut bayi yang dikandungnya keguguran dan keluarga pun
turut senang dan selalu memberikan support kepada klien.
7. Riwayat Menstruasi
Menarch : 15 tahun
Siklus : 28 hari
Lama : 6 hari
Karakteristik : Cair
Banyaknya : 3x1 ganti pembalut
Keluhan : Tidak ada
8. Riwayat Perkawinan
Menikah Berapa kali : 1 kali
Lama Menikah : 11 bulan
Status : Sah
9. Riwayat KB : Tidak ada
10. Riwayat Kehamilan dan Persalinan yang Lalu

No. Tahun UK Jenis Tempat Penolong BB JK H/M ASI Komplikasi


Melahirkan Partus
1. 2012 10 Abortus BPS Bidan 500 - M - -

18
mgg gr
2. - - - - - - - - - -

11. Riwayat Kehamilan Sekarang


a. HPHT = 1 April 2012 HPL = 8 Januari 2013
b. ANC pertama umur kehamilan : 4 minggu
c. Kunjungan ANC
Trimester I
Frekuensi : 2x
Tempat : BPS
Oleh : Bidan
Keluhan : Mual di pagi hari
d. Riwayat Imunisasi TT
TT 1 dilakukan tanggal 29 Juni 2011
TT 2 dilakukan tanggal 27 Juli 2011
TT 3 dilakukan tanggal 27 Januari 2012
12. ADL (Activity Daily Living)
No ADL (Activity Daily Living) Sebelum Hamil Setelah Hamil
1. Nutrisi
a. Makan
- Frekuensi 3x sehari 3x sehari
- Jenis Nasi, sayur, lauk Nasi, sayur, lauk
- Porsi/Jumlah 1 piring 1 piring tidak habis
- Pantangan Tidak ada Tidak ada
- keluhan Tidak ada Tidak ada
b. Minum
- Frekuensi 5x sehari 8x sehari

19
- Jenis Air putih, teh, susu Air putih atau susu
- Porsi/Jumlah 1 gelas 1 gelas
- Pantangan Tidak ada Tidak ada
- Keluhan Tidak ada Tidak ada
c. Cairan parenteral
- Jenis Tidak menggunakan RL
- Jumlah Tidak menggunakan 20 tetes/mnt
- Waktu Tidak menggunakan 8 jam
2. Eliminasi
a. BAK
- Frekuensi 4x sehari 4x sehari
- Warna Kuning jernih Kuning jernih
- Bau Khas urine Khas urine
- Konsistensi Cair Cair
- Keluhan Tidak ada Tidak ada
b. BAB
- Frekuensi 1x sehari 1x sehari
- Warna Kuning Kuning
- Bau Khas feses Khas feses
- Konsistensi Lembek Lembek
- Keluhan Tidak ada Tidak ada
3. Istirahat Tidur
a. Tidur siang ± 1 jam ± 1 jam
b. Tidur malam ± 7 jam ± 5 jam
c. Keluhan Tidak ada Tidak ada
4. Personal Hygiene
a. Mandi 2x sehari Hanya raup
b. Gosok gigi 2x sehari -
c. Ganti pakaian 2x sehari 2x sehari
5. Pola seksual 1x seminggu 1 bulan sekali

B. PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan Umum : Lemah

20
b. Kesadaran : Compos mentis
c. Status Emosional : Stabil
d. TTV
TD : 100/60 mmHg
S : 36oC
R : 20x/mnt
N : 80x/mnt
BB : 58 Kg
TB : 165 cm

e. Head to toe
1. Kepala : Bentuk mesochepal, tidak ada benjolan atau masa, tidak
ada bekas luka
2. Rambut : Panjang, lurus, hitam, kulit kepala bersih, tidak ada ketombe
3. Muka : bentuk muka oval, tidak oedem, tidak ada cloasma gravidarum,
warna kulit sawo matang
4. Mata : mata simetris, kunjungtiva merah muda, sclera putih
5. Hidung : bentuk hidung mancung, tidak ada sekret, tidak ada polip
6. Mulut : bibir tampak pucat dan kering, lidah bersih, gigi tidak karies,
tidak stomatitis
7. Telinga : simetris, tidak ada pengeluaran serumen, telinga bersih
8. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, parotis, limfe dan tidak ada
pembengkakan vena jugularis
9. Payudara : simetris, putih menonjol, tidak ada benjolan, kolostrum sudah
keluar
10. Abdomen : pembesaran sesuai umur kehamilan, tidak ada bekas luka operasi,
adanya linea nigra, tidak ada benjolan atau massa
11. Integumen : Turgor kulit buruk, elastisitas kulit menurun
12. Ekstremitas
Atas : simetris, tidak oedem, gerakan aktif,jari tidak pucat, jumlah jari
lengkap, terpasang infus RL
Bawah : simetris, tidak oedem, gerakan aktif, jari tidak pucat, jumlah jari
lengkap, reflek patella (+), tidak varises

21
13. Genetalia : tidak ada pembesaran kelenjar batholini, tidak ada varises, tidak
oedem.
14. Anus : Tidak ada hemoroid

C. Pemeriksaan penunjang
1. Laboratorium
Jenis Pemeriksaan Nilai Normal Hasil
Hemoglobin L: 16-14g/dl P:12-14 g/dl 9,4 g/dl
Leukosit 5.000-15.000 mm3 9.0000 mm3
Trombosit 150.000-400.000 MM3 199.0000 MM3
Hematokrit 40-50% 26%
N. intim segmen 50-70% 62%
N. intim batang 2-6% 3%
BSS 100-120 120

2. Terapi Obat
- Ranitidin 2x1 amp
- Ondansentron 2x1 amp

D. Analisa Data
No. Symtom Etiologi Problem
1. DS : Faktor predisposisi Ketidakseimbangan
- Klien mengatakan ↓ nutrisi kurang dari
mual dan muntah Emesis gravidarum kebutuhan tubuh.
kurang lebih 20x ↓
dalam sehari Komplikasi
- Klien mengatakan ↓

22
tidak nafsu Hiperemesis gravidarum
makan ↓
DO : Intake nutrisi menurun
- Klien tampak ↓
lemah dan Ketidaksembangan nutrisi
gelisah. Dan kurang dari kebutuhan
turgor kulit tubuh
kering (buruk ),
membran mukosa
kering dan bibir
tampak pucat.
- TTV:
TD
:100/60 mmHg
Nadi : 80x/menit
RR : 20x/menit

T : 36°C
2. DS: Aliran darah ke jaringan Intoleransi aktivitas
- Ny.N mengatakan menurun
badan lemah dan ↓
pusing ketika Metabolisme intra sel
ingin berdiri. menurun
DO: ↓
- Ny.N tampak Otot lemah
lemah , aktivitas ↓
dibantu oleh Kelemahan tubuh
keluarga ↓
- TTV: Intoleransi aktivitas
TD
:100/60 mmHg
Nadi : 80x/menit
RR : 20x/menit

23
T : 36°C
. muntah.

E. Rencana Keperawatan
No. Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional
1. Ketidakseimbangan Setelah dilakukan 1. Anjurkan makan dan 1. Agar klien tidak
nutrisi kurang dari tindakan minum sedikit tapi mengalami
kebutuhan tubuh b.d keperawatan 2x24 sering kekurangan nutrisi
mual dan muntah yang jam nurtrisi tubuh
2. Anjurkan makan 2. Agar mengurangi
menetap. terpenuhi
makanan yang hangat frekuensi mual dan
Kriteria hasil : nafsu
3. Batasi intake oral muntah klien dan
makan kembali
selama 24-48 jam menambah nafsu
normal dan berat
4. Kaji keadaan abdomen makan
badan kembali
setiap 2 jam meliputi 3. Pembatasan
normal.
ukuran, kontur,
dianjurkan agar
peristaltik, nyeri, kaji
lambung istirahat
juga tanda vital
dan iritasi pada
5. kolaborasi dengan ahli
mukosa lambung
gizi supaya klien dapat mengalami
berkonsultasi dalam penyembuhan
menyusun rencana
4. Pengkajian akurat
pengaturan menu yang
akan membantu
memenuhi kebutuhan
penegakan diagnosis
nutrisi selama hamil
yang lain yang apat
6. Kaji motivasi klien
menyebabkan

24
untuk mengikuti muntah meliputi
rencana pengaturan diet penyakit hepar,
yang diprogramkan infeksi ginjal,
pakreatitis atau
ganmgguan
intracranial
5. Keterlibatan ahli gizi
sangat diperlukan
untuk menyusun
rencana pengaturan
menu yang sesuia
dengan diet klien
hiperemesis
gravidarum
6. Pengetahuan saja
tidak cukup
menjamin klien
mengikuti diet yang
telah diprogramkan
maka perlu dikaji
motivasi klien untuk
Setelah dilakukan mengikutinya.
1. Kaji respon pasien
2. Intoleransi aktivitas b.d tindakan
terhadap aktifitas
akibat tidak adekuatnya keperawatan 2x24 1. Untuk melihat
2. Anjurkan klien
nutrisi dan peningkatan jam aktivitas mandiri
kemampuan aktifitas
membatasi aktivitas
energi yang dibutuhkan seperti biasa klien
dengan istirahat cukup
selama kehamilan. Kriteria hasil : klien
2. Untuk mengontrol
3. Bantu klien untuk
beraktifitas tanpa
energi yang digunakan
beraktifitas
bantuan orang lain ,
klien
dan kondisi tumbuh
3. Untuk mempermudah
kembai normal tidak
aktivitas klien
lemas dan teras
bugar.

25
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kehamilan merupakan hal yang dinanti oleh setiap pasangan suami istri. Pada
trimester 1 kehamilan ada beberapa tanda yang harus di ketahui oleh ibu hamil
diantaranya mual dan muntah, ngidam, hipersalivasi (peningkatan salivasi), heartburn
(panas perut, elelahan/keletihan, sakit kepala (pusing), perubahan payudara, striae
gravidarum, keringat berlebih, peningkatan frekuensi buang air kecil/bak (nocturia),
leukorrhea (keputihan), nyeri punggung atas. Ada perubahan psikologis pada trimester 1
yang harus dilakukan oleh ibu yaitu menerima kenyataan bahwa dirinya sedang hamil
akan tercermin dalam respon emosionalnya, support keluarga/dukungan keluargakeadaan
keluarga, dukungan suami dan perubahan fisiologis pada trimester 1 perubahan pada
payudara, perubahan sistem reproduksi (seperti; uterus, ovarium dan tuba falopii, vulva
dan vagina), perubahan sistem kardiovaskuler, perubahan darah dan sistem pembekuan
darah, perubahan sistem pernafasan, perubahan sistem perkemihan, ginjal, ureter, vesica
urinaria, sistem persarafan
Kebutuhan lain yang harus dipenuhi untuk tumbuh kembang bayi yaitu nutrisi
yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang janin.

3.2 Saran
Untuk dapat meningkatkan kesehatan ibu hamil pada trimester pertama seorang
perawat harus mengerti dan memahami tentang konsep kehamilan pada trimester
pertama serta hendaknya seorang perawat mampu menerapkan konsep keperawatan
tersebut dalam setiap asuhan keperawatan yang diberikannya.

26