Anda di halaman 1dari 14

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Keperawatan sebagai pelayanan profesional, dalam aplikasinya harus dilandasi
oleh dasar keilmuan keperawatan yang kokoh. Dengan demikian perawat harus
mampu berfikir logis dan kritis dalam menelaah dan mengidentifikasi fenomena
respon manusia. Banyak bentuk-bentuk pengetahuan dan ketrampilan berfikir kritis
harus dilakukan pada setiap situasi klien, antara lain dengan menggunakan model-
model keperawatan dalam proses keperawatan dan tiap model dapat digunakan dalam
praktek keperawatan sesuai dengan kebutuhan.
Salah satu aspek yang penting dalam keperawatan adalah keluarga. Keluarga
adalah unit terkecil dalam masyarakat merupakan klien keperawatan atau si penerima
asuhan keperawatan. Keluarga berperan dalam menentukan cara asuhan yang
diperlukan anggota keluarga yang sakit. Keberhasilan keperawatan di rumah sakit
dapat menjadi sia-sia jika tidak dilanjutkan oleh keluarga. Secara empiris dapat
dikatakan bahwa kesehatan anggota keluarga dan kualitas kehidupan keluarga menjadi
sangat berhubungan atau signifikan. Keluarga memiliki pengaruh yang penting sekali
terhadap pembentukan identitas seorang individu dan perasaan harga diri. Prioritas
tertinggi keluarga biasanya adalah kesejahteraan anggota keluarganya. Keluarga
menempati posisi diantara individu dan masyarakat, sehingga dengan memberikan
pelayanan kesehatan kepada keluarga, perawat mendapat dua keuntungan sekaligus.
Dalam teori keperawatan bila kita perhatikan, kesemua teori tersebut akan
berorientasi pada satu bidang cakupan dalam keperawatan, misalkan Nightingale
menyoroti masalah lingkungan, Henderson lebih pada pemenuhan kebutuhan
dasarnya, selain itu ada juga teori yang berorientasi pada optimalisasi peran klien
dalam proses penyembuhanya. Semua teori tersebut bersinergi dalam membentuk
suatu sistem yang holistik dengan penjelasan masalah yang detail, sehingga mampu
memberikan konstribusi dalam memberikan arah asuhan.
Dari beberapa model konsep, salah satu diantaranya adalah model “self care”
yang diperkenalkan oleh Dorothea E. Orem. Orem mengembangkan model konsep
keperawatan ini pada awal tahun 1971 dimana dia mempublikasikannya dengan judul
“Nursing Conceps of Practice Self Care”. Model ini pada awalnya berfokus pada

1
individu kemudian edisi kedua tahun 1980 dikembangkan pada multiperson’s units
(keluarga, kelompok dan komunitas) dan pada edisi ketiga sebagai lanjutan dari tiga
hubungan konstruksi teori yang meliputi : teori self care, teori self care deficit dan
teori nursing system. Dalam pandangan orem, bahwa setiap orang mempunyai
kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya secara mandiri. Tapi pada situasi
tertentu kemampuan itu tidak bisa tampil, disinilah teori orem akan menjelaskan
bahwa, kebutuhan manusia apapun kondisinya adalah sama, tergantung bagaimana
individu memenuhi kebutuhan itu. Bila kebutuhanya terpenuhi dengan baik maka
tidak akan ditemukan masalah, berbeda dengan orang yang tidak mampu memenuhi
kebutuhanya makan akan mengalami deficiet.

1.2. Rumusan Masalah


Bagaimanakah konsep dasar teori dan model konseptual pada keperawatan
keluarga?

1.3. Tujuan Penulisan


Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memberikan gambaran konsep
dasar teori dan model konseptual keperawatan keluarga.

2
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Konsep Teori dan Model Keperawatan


1. Teori
Hubungan beberapa konsep atau suatu kerangka konsep yang memberikan suatu
pandangan sistematis terhadap suatu fenomena
2. Model
Contoh, menyerupai, merupakan pernyataan simbolik tentang fenomena,
menggambarkan teori dari skema konseptual melelui penggunaan simbol.
3. Model Konsep
Rangkaian konstruksi yang sangat abstrak dan berkaitan yang menjelaskan secara
luas fenomena-fenomena, mengekspresikan asumsi dan mencerminkan masalah.
4. Teori Keperawatan
Sebagai usaha untuk menguraikan dan menjelaskan berbagai fenomena dalam
keperawatan.
5. Model Konsep Keperwatan
Suatu cara untuk memendang situasi dan kondisi pekerjaan yang melibatkan
perawat didalamnya.

2.2. Model Konseptual Keperawatan Keluarga


1. Teori Keperawtaan Self Care menurut Dorothea Orem
Model konsep keperawatan menurut Dorothea Orem yang di kenal dengan
Model Self Care. Dorothea orem (1971) mengembangkan definisi keperawatan
yang menekankan pada kebutuhan klien tentang perawatan diri sendiri. Orem
menggambarkan filosofi tentang kaperawatan dengan cara seperti berikut :
Keperawatan memiliki perhatian tertentu pada kebutuhan manusia terhadap
tindakan perawatan dirinya sendiri dan kondisi serta penatalaksanaannya secara
terus menerus dalam upaya mempertahankan kehidupan dan kesehatan,
penyembuhan dari penyakit, atau cidera dan mengatasi bahaya yang
ditimbulkannya. Pandangan teori Orem dalam tatanan pelayanan keperawatan
ditujukan kepada kebutuhan individu dalam melakukan tindakan keperawatan
mandiri serta mengatur dalam kebutuhannya.

3
1.1 Konsep Utama Self Care
1. Universal Self-Care Requisites
Tujuan universally required adalah untuk mencapai perawatan diri atau
kebebasan merawat diri dimana harus memiliki kemampuan untuk
mengenal, memvalidasi dan proses dalam memvalidasi mengenai anatomi
dan fisiologi manusia yang berintegrasi dalam lingkaran kehidupan.
Dibawah ini terdapat 8 teori self care secara umum yaitu :
a. Pemeliharaan kecukupan pemasukan udara
b. Pemeliharaan kecukupan pemasukan makanan
c. Pemeliharaan kecukupan pemasukan cairan
d. Mempertahankankan hubungan perawatan proses eliminasi dan
eksresi
e. Pemeliharaan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat
f. Pemeliharaan keseimbangan antara solitude dan interaksi social
g. Pencegahan resiko-resiko untuk hidup, fungsi usia dan kesehatan
manusia.
h. Peningkatan promosi fungsi tubuh dan pengimbangan manusia dalam
kelompok social sesuai dengan potensinya
2. Developmental self-care requisites
Berhubungan dengan tingkat perkembangn individu dan lingkungan
dimana tempat mereka tinggal yang berkaitan dengan perubahan hidup
seseorang atau tingkat siklus kehidupan. Tiga hal yang berhubungan
dengan tingkat perkembangan perawatan diri adalah:
a. Situasi yang mendukung perkembangan perawatan diri
b. Terlibat dalam pengembangan diri
c. Mencegah atau mengatasi dampak dari situasi individu dan situasi
kehidupan yang mungkin mempengaruhi perkembangan manusia.
3. Health deviation self-care requisites
Istilah perawatan diri ditujukan kepada orang-orang yang sakit atau
trauma, yang mengalami gangguan patologi, termasuk ketidakmampuan
dan penyandang cacat juga yang berada sedang dirawat dan menjalani
terapi. Adanya gangguan kesehatan terjadi sepanjang waktu sehingga
mempengaruhi pengalaman mereka dalam menghadapi kondisi sakit

4
sepanjang hidupnya. Penyakit atau trauma tidak hanya pada struktur
tubuh, fisiologi dan psikologi tetapi juga konsep diri seutuhnya. Ketika
konsep diri manusia mengalami gangguan (termasuk retardasi mental atau
autisme), perkembangan individu akan memberikan dampak baik
permanen maupun sementara. Dinegara-negara yang warganya banyak
mengalami gangguan kesehatan, self-care (perawatan diri) digunakan
sebagai alat dalam pengobatan dan terapi kesehatan.
4. Therapeutic self-care demand
Terapi pemenuhan kebutuhan dasar berisi mengenai suatu program
perawatan dengan tujuan pemenuhan kebutuhan dasar pasien sesuai
dengan tanda dan gejala yang ditampilkan oleh pasien. Beberapa hal yang
harus diperhatikan oleh perawat ketika memberikan pemenuhan
kebutuhan dasar pada pasien diantaranya :
a. Mengatur dan mengontrol jenis atau macam kebutuhan dasar yang
dibutuhkan oleh pasien dan cara pemberian ke pasien
b. Meningkatkan kegiatan yang bersifat menunjang pemenuhan
kebutuhan dasar seperti promosi dan pencegahan yang bisa
menunjang dan mendukung pasien untuk memenuhi kebutuhan dasar
pasien sesuai dengan taraf kemandiriannya.
5. Self Care Agency
Pemenuhan kebutuhan dasar pasien secara holistik hanya dapat dilakukan
pada perawat yang memiliki kemampuan komprehensif, memahami
konsep dasar manusia dan perkembangan manusia baik secara holistik.
6. Agent
Pihak atau prerawat yang bisa memberikan pemenuhan kebutuhan dasar
pada pasien adalah perawat dengan keahlian dan ketrampilan yang
berkompeten dan memiliki kewenangan untuk memberikan pemenuhan
kebutuhan dasar pada pasien secara holistik.
7. Dependent Care Agent
Dependent care agency merupakan perawat profesional yang memiliki
tanggung jawab dan tanggung gugat dalam upaya perawatan pemenuhan
kebutuhan dasar pasien termasuk pasien dalam derajat kesehatan yang
masih baik atau masih mampu atau sebagain memenuhi kebutuhan dasar

5
pada pasien. Pemberian kebutuhan dasar tetap menekankan pada
kemandirian pasien sesuai dengan tingkat kemampuannya. Perawatan
yang diberikan bisa bersifat promoting, prevensi dan lain-lain
8. Self Care Deficit
Perawat membantu pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan
dasarnya, utamanya pada pasien yang dalam perawatan total care.
Perawatan yang dilakukan biasanya kuratif dan rehabilitatif. Pemenuhan
kebutuhan pasien hampir semunay tergantung pada pelayanan
keperawatan yang dilakukan oleh tim tenaga kesehatan utamanya perawat.
9. Nursing Agency
Perawat harus mampu meningkatkan dan mengembangkan kemampuanya
secara terus menerus untuk bisa memberikan pemenuhan kebutuhan dasar
pada pasien secara holistik sehingga mereka mampu membuktikan dirinya
bahwa mereka adalah perawat yang berkompeten untuk bisa memberika
pelayanan profesional untuk memenuhi kebutuhan dasar pasie. Beberapa
ktrempilan selain psikomotor yang juga harus dikuasai perawat adala
komunikasi terapetik, ketrampilan intrapersonal, pemberdayaan
sumberdaya di sekitar lingkungan perawat dan pasien untuk bisa
memberikan pelayanan yang profesional.
10. Nursing Design
Penampilan perawat yang dibutuhkan untuk bisa memberikan asuhan
keperawatan yang bisa memenuhi kebutuhan dasar pasien secara holistik
adalah perawata yang profesioanl, mampu berfikir kritis, memiliki dan
menjalankan standar kerja dan lain-lain.
11. Sistem Keperawatan
Merupakan serangkaian tindakan praktik keperawatan yang dilakukan
pada satu waktu untuk kordinasi dalam melakukan tindakan keperawatan
pada klien untuk mengetahui dan memenuhi komponen kebutuhan
perawatan diri klien yang therapeutic dan untuk melindungi serta
mengetahui perkembangan perawatan diri klien
1.2 Tujuan Keperawatan Keluarga Menurut Orem’s
1. Menolong klien dalam hal ini keluarga untuk keperawatan mandiri secara
terapeutik

6
2. Menolong klien bergerak kearah tidakan-tidakan asuhan mandiri
3. Membantu anggota keluarga untuk merawat anggota keluarganya yang
mengalami gangguan secara kompeten.
1.3 Pernyataan-Pernyataan Teoritis
Pandangan teori Orem dalam tatanan pelayanan keperawatan ditujukan
kepada kebutuhan individu dalam melakukan tindakan keperawatan mandiri
serta mengatur dalam kebutuhannya. Dalam konsep praktik keperawatan,
Orem mengembangkan tiga bentuk teori Self Care, di antaranya
1. Theory of nursing system
Menggambarkan kebutuhan pasien yang akan dipenuhi oleh perawat, oleh
pasien itu sendiri atau kedua–duanya. Sistem keperawatan didesain berupa
sistem tindakan yang dilakukan oleh perawat untuk melatih/
meningkatkan self agency seseorang yang mengalami keterbatasan dalam
pemenuhan self care. Terdapat tiga tingkatan/kategori sistem keperawatan
yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan self care pasien sebagai
berikut :
a. Wholly Compensatory system (Sistem Bantuan Penuh)
Merupakan suatu tindakan keperawatan dengan memberikan bantuan
secara penuh pada pasien dikarenakan ketidamampuan pasien dalam
memenuhi tindakan perawatan secara mandiri yang memerlukan
bantuan dalam pergerakan, pngontrolan, dan ambulansi serta adanya
manipulasi gerakan. Contoh: pemberian bantuan pada pasien koma.
b. Partially Compensatory System (system bantuan sebagian)
Merupakan system dalam pemberian perawatan diri sendiri secara
sebagian. tindakan pemenuhan kebutuhan sebagian dilakukan oleh
perawat dan sebagian lagi oleh pasien sendiri. Perawat menyediakan
kebutuhan self care akibat keterbatasan pasien, membantu pasien
sesuai indikasi yang dibutuhkan. Biasanya dilakukan pada pasien –
pasien dengan keterbatasan gerak, dan lain-lain
c. Supportif-Educative System
Merupakan sistem bantuan yang diberikan pada pasien yang
membutuhkan dukungan pendidikan dengan harapan pasien mampu
memerlukan perawatan secara mandiri. Sistem ini dilakukan agara

7
pasien mampu melakukan tindakan keperawatan setelah dilakukan
pembelajaran. Contoh: pemberian sistem ini dapat dilakukan pada
pasien yang memelukan informasi pada pengaturan kelahiran.
2. Teori Self Care Deficit
Self Care Defisit merupakan bagian penting dalam perawatan secara
umum di mana segala perencanaan keperawatan diberikan pada saat
perawatan dibutuhkan. Keperawatan dibutuhkan seseorang pada saat tidak
mampu atau terbatas untuk melakukan self carenya secara terus menerus.
Self care defisit dapat diterapkan pada anak yang belum dewasa, atau
kebutuhan yang melebihi kemampuan serta adanya perkiraan penurunan
kemampuan dalam perawatan dan tuntutan dalam peningkatan self care,
baik secara kualitas maupun kuantitas. Dalam pemenuhan perawatan diri
sendiri serta membantu dalam proses penyelesaian masalah, Orem
memiliki metode untuk proses tersebut diantaranya bertindak atau berbuat
untuk orang lain, sebagai pembimbing orang lain, memberi support,
meningkatkan pengembangan lingkungan untuk pengembangan pribadi
serta mengajarkan atau mendidik pada orang lain.
3. Teori Self Care
Merupakan hubungan antara therapeutic self care demands dengan
kekuatan self care agency yang tidak adekuat. Kemampuan Self Care
Agency lebih kecil dibandingkan dengan therapeutic self care demands
sehingga self care tidak terpenuhi. Kondisi ini menentukan adanya
kebutuhan perawat (nursing agency) melalui sistem keperawatan.
a. Nursing Agency (Agen keperawatan)
Nursing agency adalah karakteristik orang yang mampu memenuhi
status perawat dalam kelompok – kelompok sosial. Tersedianya
perawatan bagi individu laki – laki, wanita, dan anak atau kumpulan
manusia seperti keluarga – keluarga, memerlukan agar perawat
memiliki kemampuan khusus yang memungkinkan mereka
memberikan perawatan yang akan menggantikan kerugian atau
bantuan dalam mengatasi turunan kesehatan atau hubungan antar
perawatan mandiri – kesehatan atau perawatan dependen deficit bagi
orang lain. Kemampuan khusus yang merupakan agen keperawatan.

8
b. Self care agency (Agen perawatan diri)
Self care agency adalah kekeuatan individu yang berhubungan dengan
perkiraan dan esensial operasi – operasi produksi untuk perawatan
mandiri.
c. Therapeutik self care demand (Permintaan perawatan diri)
Self care demand adalah totalitas upaya –upaya perawatan diri sendiri
yang ditampilkan untuk beberapa waktu agar menemukan syarat–
syarat perawatan mandiri dengan cara menggunakan metode–metode
yang valid dan berhubungan dengan perangkat–perangkat operasi
atau penanganan.
d. Self–care (perawatan diri)
Self–care adalah suatu kontribusi berkelanjutan orang dewasa bagi
eksistensinya, kesehatannya dan kesejahteraannya. Perawatan diri
adalah aktivitas dimana individu – individunya memulai dan
menampilkan kepentingan mereka dalam mempertahankan individu,
kesehatan dan kesejahteraan.
e. Self–care deficit
Self care deficit adalah hubungan antara self – care agency dengan
self care demand yang didalamnya self care agency tidak cukup
mampu menggunakan self care demand.
1.4 Penerapan Model Orem’s Pada Praktek Keperawatan Keluarga
1. Aspek interpersonal : hubungan didalam kelurga
2. Aspek sosial : hubungan keluarga dengan masyarakat disekitarnya
3. Aspek prosedural : melatih ketrampilan dasar keluarga sehingga mampu
mengantisipasi perubahan yang terjadi
4. Aspek tehnis : mengajarkan kepada keluarga tentang tehnik dasar yang
dilakukan di rumah, misalnya melakukan tindakan kompres secara benar.

2. Teori Menurut Betty Neuman


Filosofi dari perkembangan teori sistem Neuman adalah berdasarkan
pendekatan perorangan total untuk memandang masalah pasien disekolah perawat
di University of California, Los Angeles. Sistem yang digunakan adalah sistem
terbuka sehingga menghasilkan interaksi yang dinamis. Variabel interaksi

9
mencakup semua aspek yaitu fisiologis, psikologis, sosio kultural, perkembangan
dan spiritual. Sistem Neuman terbentuk dari individu, keluarga, kelompok dan
komunitas yang berinteraksi secara konstan dengan stressor di lingkungan secara
dimensional. Model fokus pada klien terhadap stress serta faktor pemulihan
(adaptasi).
2.1. Empat Faktor Yang Merupakan Konsep Mental Klien
1. Individu atau pasien itu sendiri
2. Lingkungan sekitarnya
3. Kesehatan
4. Pelayanan
2.1. Model Betty Neuman Dalam Lingkungan Atau Keluarga
Model konseptual dari Neuman memberikan penekanan pada penurunan stress
dengan cara memperkuat garis pertahanan diri keperawatan ditujukan untuk
mempertahankan keseimbangan tersebut dengan terfokus pada empat
intervensi yaitu:
1. Intervensi yang bersifat promosi Dilakukan apabila gangguan yang terjadi
pada garis pertahanan yang bersifat fleksibel yang berupa :
a. Pendidikan kesehatan.
b. Mendemonstrasikan keterampilan keperawatan dasar yang dapat
dilakukan klien dirumah atau komonitas yang bertujuan meningkatkan
kesehatan.
2. Intervensi yang bersifat prevensi
a. Dilakukan apabila garis pertahanan normal terganggu :
Deteksi dini gangguan kesehatan Misalnya deteksi tumbuh kembang
balita, keluarga.
b. Memberikan zat kekebalan pada klien yang bersifat individu misalnya
konseling pra nikah.
3. Intervensi yang bersifat kuratif (Dilakukan apabila garis pertahanan
terganggu).
4. Intervensi yang bersifat rehabilitatif
Dilakukan seperti pada upaya kuratif yaitu apabila garis pertahanan resisten
yang terganggu.

10
5. Intervensi yang bersifat kuratif dan rehabilitatif untuk gagguan pada garis
pertahanan resisten dapat berupa:
a. Melakukan prosedur keperawatan yang memerlukan kepakaran perawat.
Misal: melatih klien duduk atau berjalan
b. Memberikan konseling untuk penyelesaian masalah.
c. Melakukan kerja sama lintas program dan lintas sektor untuk
penyelesaian masalah.
d. Melakukan rujukan keperawatan atau non keperawata bisa lintas
program dan lintas sektor.

11
BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Salah satu tujuan penting dari keperawatan keluarga adalah membantu keluarga
dan anggotanya bergerak ke arah penyelesaian tugas-tugas perkembangan individu dan
keluarga. Untuk mencapai tujuan ini, perawat keluarga harus mampu membantu
keluarga untuk mencapai dan mempertahankan keseimbangan antara kebutuhan pribadi
dari anggota keluarga secara individual dan fungsi keluarga yang optimum. Friedman
mencoba membuat suatu format pengkajian keluarga yang mampu menggali aspek-
aspek yang penting dalam membantu keluarga dengan didasari oleh tiga teori utama
yaitu teori perkembangan keluarga, teori sistem dan teori struktural fungsional.
Bila bekerja dengan keluarga atau individu yang bermasalah, teori perkembangan
keluarga membantu para profesional kesehatan keluarga berpikir tentang siklus
kehidupan keluarga yang telah membentuk konteks dimana masalah-masalah keluarga
dan individu terjadi. Sedangkan teori sistem lebih memandang keluarga sebagai suatu
sistem sosial yang hidup. Keluarga merupakan sebuah kelompok kecil yang terdiri dari
individu-individu yang mempunyai hubungan erat satu sama lain dan saling tergantung,
yang diorganisir dalam satu unit tunggal dalam rangka mencapai tujuan-tujuan
tertentu yakni fungsi-fungsi keluarga. Perspektif struktural fungsional yang diterapkan
pada keluarga bersifat komprehensif dan mengakui pentingnya interaksi antara keluarga
dengan lingkungan eksternal dan internal.
Pendekatan perkembangan dibutuhkan untuk memberikan informasi tentang
perkembangan keluarga dan tugas-tugas siklus kehidupan, menguji perubahan-
perubahan dalam kehidupan keluarga dari waktu ke waktu dan mengkaji bagaimana
sebuah keluarga menangani tugas-tugas perkembangan. Pendekatan sistem umum yang
diterapkan pada keluarga juga diperlukan untuk memandang proses adaptasi dan
komunikasi dalam keluarga.

12
3.2 Saran
Dalam berusaha melengkapi makalah ini, tentu ada sesuatu yang kurang dan kami
sebagai penulis baik dari pembahasan ataupun dari segi tulisan menyadari akan hal
demikian. Maka dari itu kami akan berusaha lebih baik dengan selalu mengedapankan
sumber-sumber yang lebih layak sebagai reverensi. Kami sangatlah mengharapkan
masukan baik berupa kritik ataupun saran sehingga dapat menjadi sebuah instropeksi
dari karya kami juga sebagai semangat dan landasan baru untuk terus berinovasi dalam
berkarya.

13
DAFTAR PUSTAKA

Alligood-Tomey, A. (2006). Nursing theorists and their work. Sixth edition. Toronto:
Mosby

Aziz Alimul H, 2012. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: Salemba Medika.

Bridge J, et all. Dorothea Orem’s Self Care Deficit Theory. Troy University. Diunduh 18
Mei 2010

George, J.B. (1995). Nursing theories: The base for professional nursing practice. Fourth
edition. Connecticut: Appleton & Lange.

Marriner, A. (2004). Nursing Theorists and Their Work.(Ismail Ekawijaya, penerjemah).


Toronto : The Cosmoby (Buku Asli Diterbitkan 1986)

Orem, Dorothea. 2007. Dorothea Elizabeth Orem Made Nursing Theory. “Exciting,
Realistic, and Usable”. www. Diosav.org. Diunduh 18 Mei 2010

Tomey, A,M (2006). Nursing theorists and their work,6th edition. St, Louis, Missouri; C.V. Mosby
Company

Zaidin Ali, 2001. Dasar-Dasar Keperawatan Profesional. Jakarta: Widya Medika.

14