Anda di halaman 1dari 6

Lampiran 1 Lembar Penilaian Sikap

Lembar Penilaian Diri


Topik :...............................
Nama :...............................
Kelas :...............................
Bacalah baik-baik setiap pernyataan dan berilah tanda centang (V) pada kolom yang sesuai
dengan keadaan dirimu yang sebenarnya.
No Pernyataan Ya Tidak
1. Selama mengerjakan tugas bersama kelompok saya bekerja sama
2. Saya mengerjakan tugas dengan disiplin dan bertanggunjawab
3. Saya selalu berperan aktif dalam setiap kegiatan penyelesaian
tugas
4. Dalam setiap informasi yang berkaitan dengan tugas selalu saya
kaji dan olah terlebih dahulu.
5 Saya selalu memberi dorongan pada teman saya untuk bekerja
besama-sama

Lembar Observasi Sikap Kritis dan Kerjasama


Topik :..............................
Kelas :..............................
Indikator : Peserta didik menunjukkan sikap ilmiah: bekerjasama, tanggung jawab,
berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan bersikap secara ilmiah
dan kritis dalam berdiskusi.

No Nama Siswa Kritis Kerjasama Jumlah Skor Nilai


1
2
3
4
5
Pedoman Penskoran

No Aspek Penilaian Pedoman Penskoran


1 Kerjasama Skor 4, apabila peserta didik selalu mendengarkan
pendapat dan mendukung usaha orang lain, selalu berusaha
secara konsisten bekerjasama dengan baik untuk mencapai
tujuan bersama.
Skor 3, apabila peserta didik sering mendengarkan
pendapat dan mendukung usaha orang lain, sering berusaha
secara konsisten bekerjasama dengan baik untuk mencapai
tujuan bersama.
Skor 2, apabila peserta didik kadang-kadang (jarang)
mendengarkan pendapat dan mendukung usaha orang lain,
kadang-kadang berusaha secara konsisten bekerjasama
dengan baik untuk mencapai tujuan bersama.
Skor 1, apabila peserta didik kurang mendengarkan
pendapat dan mendukung usaha orang lain, kurang
berusaha secara konsisten bekerjasama dengan baik untuk
mencapai tujuan bersama.
2 Kritis Skor 4, apabila peserta didik selalu bersikap kritis dengan
cara memberi masukan/komentar agar bahan ajar yang
diperoleh mendapatkan legalitas benar.
Skor 3, apabila peserta didik sering bersikap kritis dengan
cara memberi masukan/komentar agar bahan ajar yang
diperoleh mendapatkan legalitas benar.
Skor 3, apabila peserta didik kadang-kadang (jarang)
bersikap kritis dengan cara memberi masukan/ komentar
agar bahan ajar yang diperoleh mendapatkan legalitas
benar.
Skor 2, apabila peserta didik kurang bersikap kritis dengan
cara memberi masukan/komentar agar bahan ajar yang
diperoleh mendapatkan legalitas benar.

Rubrik Penilaian Nilai observasi pada saat pembelajaran/diskusi


Skor 4 = sangat baik
Skor 3 = baik Jumlah Skor yang diperoleh
Nilai = x 100
Skor 2 = cukup Skor maksimum
Skor 1 = kurang
Lampiran 2 Lembar Aspek Penilaian Pengetahuan
Indikator Pencapaian
Kompetensi Dasar Indikator Soal
Kompetensi
3.7 Menghubungkan interaksi 3.7.1 Menjelaskan jenis 1. Disajikan pengertian
antar ion, atom dan jenis gaya gaya london, peserta
molekul dengan sifat antarmolekul (gaya didik dapat menjelaskan
fisika zat Van der Waals dan faktor-faktor yang dapat
ikatan hidrogen) mempengaruhi gaya
4.7 Menerapkan prinsip 3.7. 2 Menjelaskan london.
interaksi antar hubungan gaya 2. Disajikan data titik didih
ion, atom dan molekul antarmolekul (gaya beberapa senyawa,
dalam menjelaskan sifat- Van der Waals dan peserta didik dapat
sifat fisik zat di ikatan hidrogen) menjelaskan hubungan
sekitarnya dengan titik didih gaya antarmolekul
senyawa dengan titik didih
4.7.1 Menerapkan prinsip senyawa.
gaya antarmolekul 3. Disajikan pengertian
dalam menentukan ikatan hidrogen, peserta
titik didih senyawa di didik dapat memberikan
lingkungan sekitar contoh senyawa dalam
kehidupan sehari-hari
yang memiliki ikatan
hidrogen.
Soal Uraian

LEMBAR KERJA SISWA


KELAS X/SEMESTER GANJIL

Nama :
Kelas :

1. Gaya London adalah gaya tarik menarik yang terjadi antara molekul non polar yang
mengalami dipol sesaat dengan non polar yang mengalami dipol terinduksi. Faktor apa
saja yang menentukan kekuatan gaya london?

2. Perhatikan tabel berikut!


Perbedaan
No. Senyawa Titik Didih
Keelektronegatifan
1 HCl 0,8 -85⁰C
2 HF 2,0 19⁰C
3 H2O 1,24 100⁰C
a. Kenapa titik didih HF lebih tinggi dibandungkan HCl?
b. Kenapa titik didih H2O lebih tinggi dibandingkan HF?

3. Ikatan hidrogen adalah gaya tarik-menarik yang cukup kuat antara molekul-molekul
polar (mengandung atom-atom sangat elektronegatif, misalnya F, O, N) yang
mempunyai atom hidrogen. Berikan contoh penerapan ikatan hidrogen dalam
kehidupan sehari-hari!
Pedoman penskoran
Petunjuk
No Pertanyaan Jawaban
penskoran
1 Faktor apa saja  Mr Masing-masing
yang menentukan Semakin besar Mr, maka semakin mudah poin yang
kekuatan gaya terpolarisasi dan semakin kuat gaya London. disebutkan
london? dengan benar
 Bentuk molekul mendapat skor
Makin besar ukuran molekul, maka semakin luas 15.
bidang sentuhnya dan peluang terciptanya gaya Skor
london semakin besar. Sehingga gaya london maksimal: 30
juga makin kuat.

2 a. Kenapa titik Karena HF terdapat ikatan hidrogen sedangkan Skor maksimal:


didih HF lebih pada HCl tidak terdapat ikatan hidrogen. 10
tinggi
dibandingkan
HCl?
b. Kenapa titik Karena molekul H2O dapat membentuk 4 ikatan Masing-masing
didih H2O hidrogen sedangkan pada HF hanya membentuk 2 kata kunci
lebih tinggi ikatan hidrogen. bernilai 10.
dibandingkan - Ikatan hidrogen pada HF Masing-masing
HF? gambar
bernilai 10.
Skor
maksimal: 40

- Ikatan hidrogen pada H2O

3 Berikan contoh Ikatan hidrogen yang terjadi pada air. Adanya ikatan Skor maksimal:
penerapan ikatan hidrogen menyebabkan anomali pada air. Air dalam 20 menit
hidrogen dalam keadaan padat akan mengapung. Hal ini terjadi
kehidupan sehari- karena ketika air dalam keadaan cair kerapatannya
hari! tinggi akibat molekul air yang bergerak bebas dapat
membentuk ikatan hidrogen.
Lampiran 3 Lembar Aspek Penilaian Keterampilan
Rubrik Unjuk Kerja Presentasi
Kemampuan
Kemampuan
Kemampuan Menjawab/ Nilai
Memberi
No Nama Peserta Didik Bertanya (*) Argumentasi Keterampilan
Masukan (*)
(*) (**)
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

(*) diisi sesuai dengan perolehan skor sesuai dengan pedoman penskoran
(**) nilai keterampilan diperoleh dari perhitungan:

Jumlah Skor yang diperoleh


Nilai keterampilan = x 100
Skor maksimum

Pedoman Penskoran

No Aspek Penilaian Pedoman Penskoran


1 Kemampuan bertanya Skor 4, apabila selalu bertanya
Skor 3, apabila sering bertanya
Skor 2, apabila kadang-kadang bertanya
Skor 1, apabila tidak pernah bertanya
2 Kemampuan Skor 4, apabila materi/jawaban benar, rasional, dan jelas
menjawab/Argumentasi Skor 3, apabila mataeri/jawaban benar, rasional, dan tidak
jelas
Skor 2, apabila materi/jawaban benar, tidak rasional, dan
tidak jelas
Skor 1, apabila materi/jawaban tidak benar, tidak rasional,
dan tidak jelas
3 Kemampuan memberi Skor 4, apabila selalu memberi masukan/saran
masukan Skor 3, apabila sering memberi masukan/saran
Skor 2, apabila kadang-kadang memberi masukan/saran
Skor 1, apabila tidak pernah memberi masukan/saran