Anda di halaman 1dari 5

Kelebihan penggunaan OOP:

1. Memungkinkan pemodelan sistem dengan bentuk objek dari dunia nyata


2. Mendukung penggunaan kembali kode yang sudah ada tanpa perlu membuatnya
kembali
3. Meningkatkan fleksibilitas dalam tahapan modifikasi sistem
4. Membantu memudahkan dalam maintenance dari aplikasi yang telah berjalan

Kekurangan penggunaan OOP:

1. Ukuran program OOP lebih besar dibanding POP


2. lebih kompleks untuk dipelajari karena melibatkan banyak konsep seperti abstraction,
inheritance dan polymorphism
3. runtime program OOP lebih lambat dari pada POP karena ukurannya lebih besar
4. tidak semua masalah program diselesaikan dengan OOP. Beberapa solusi lebih efisien
menggunakan PO atau programming style yang lain
import java.util.Scanner;
class menu {
public void persegipanjang() {
Scanner input = new Scanner(System.in);
double p, l, luas, keliling;
System.out.println("== Persegi Panjang ==");
System.out.print("Masukkan Panjang : ");
p = input.nextDouble();
System.out.print("Masukkan lebar : ");
l = input.nextDouble();
luas = p * l;
keliling = 2 * (p + l);
System.out.print("Luas : " + (int) luas + " Keliling : " + (int) keliling);
System.out.println("");
}
public void bujursangkar() {
Scanner input = new Scanner(System.in);
double s, luas, keliling;
System.out.println("== Bujur Sangkar ==");
System.out.print("Masukkan Sisi : ");
s = input.nextDouble();
luas = s * s;
keliling = 4 * s;
System.out.print("Luas : " + (int) luas + " Keliling : " + (int) keliling);
System.out.println("");
}
public void lingkaran() {
Scanner input = new Scanner(System.in);
double phi = 3.14;
double r, luas, keliling;
System.out.println("== lingkaran ==");
System.out.print("Masukkan jari jari : ");
r = input.nextDouble();
luas = phi * r * r;
keliling = 2 * phi * r;
System.out.print("Luas : " + (int) luas + " Keliling :" + (int) keliling);
System.out.println("");
}
}
public class Main {
public static void main(String[] args) {
{
menu bangundatar = new menu();
Scanner input = new Scanner(System.in);
double a;
System.out.println("Menghitung luas dan keliling Bangun Datar");
System.out.println("\n1. Persegi Panjang \n2. Bujur Sangkar \n3. Lingkaran");
System.out.println("Masukkan Pilihan :");
a = input.nextInt();
int masukan=0;
if (a==1)
bangundatar.persegipanjang();
else if (a==2)
bangundatari.bujursangkar();
else if (a==3)
bangundatar.lingkaran();
else
System.out.println("pilihan salah");
}
}
}

SDLC adalah kerangka kerja yang terdiri dari urutan proses pengembangan Sistem Informasi, seperti
systems investigation, systems analysis, systems design, programming, testing, implementation,
operation dan maintenance.

Implementasi dalam sistem development lifecycle mencakup memastikan sistem jalan dalam
perusahaan. Tahapan ini membutuhkan kegiatan untuk membangun fisikal environment yang
dibutuhkan pada sistem yang baru.

Model SDLC

 Waterfall
 Fountain
 Spiral
 Rapid
 Prototyping
 Incremental
 build & fix
 synchronize & stabilize
Ada 8 jenis model SDLC:;

1. SDLC Waterfall: model ini adalah proses pengembangan sistem dimana tiap tahapan
proses harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke proses selanjutnya.
2. SDLC Spiral: model ini mengadaptasi dua model perangkat lunak yang ada yaitu model
prototyping dengan pengulangannya dan model waterfall dengan pengendalian dan
sistematikanya. Model ini disebut Spiral Bpehm. Model ini memadu padankan beberapa
model umum tersebut untuk menghasilkan produk khusus atau untuk menjawab
persoalan-persoalan tertentu selama proses pengerjaan proyek.
3. SDLC Iterative Model: model ini merupakan pengembangan dari prototyping dan
digunkan ketika requirement dari software akan terus berkembang dalam tahapan-
tahapan pengembangan aplikasi tersebut.
4. SDLC Fountain(Air Mancur): model ini merupakan perbaikan logis dari model waterfall,
langkah=langkah dan urutan prosedurnya sama. Namun pada model fountain ini dapat
mendahulukan sebuah step ataupun melewati step tersebut.
5. SDLC Rapid Application Dwvelopment (RAD): model ini merupakan strategi siklus
hidup yang ditujukan untuk menyediaakan pengembangan yang jauh lebih cepat dan
mendapatkan hasil dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan hasil yang
dicapai melalui siklus tradisional(McLeod, 2002). Model ini merupakan gabungan dari
bermacam-macam teknik terstruktur dengan protyping dan teknik pengembangan joint
application untuk mempercepat pengembangan system/aplikasi(Bently,2004).
6. SDLC Build and Fix: model ini merupakan metode yang paling lemah diantara metode
SDLC lainnya, akan tetapi menjadi acuan pengembangan untuk metode SDLC yang lain.
Metode SDLC Build and Fix bertujuan untuk memberikab kepercayaan terhadap
pelanggan dengan cara memberikan pelayanan perbaikan dan perawatan secara terus-
menerus terhadap produk yang digunakan oleh user.
7. SDLC Syvcrinize and Stabilize: model ini adalah yang digunakan oleh Microsoft. Model
ini sama dengan model incremental.
8. SDLC Extreme Programming: model ini merupakan pendekatan yang paling banyak
digunakan untuk pengembangan perangkat lunak cepat, karena sifat darii aplikasi yang
dikembangkan dengan cepat dengan melalui tahapan-tahapan yang ada meliputi:
Planning, Design, Coding, dan Testing. (Pressman, 2012:88).

Ada 5 Tahapan dalam SDLC, diantaranya :

1. Investigasi : pada tahapan ini dilakukan identifikasi masalah dan peluang dari sistem yang saat ini
berjalan serta peluang kemungkinan dalam mengatasi permasalahan yang ada.

2. Analysis : pada tahap ini dilakukan penyelidikan terhadap permasalahan bisnis yang akan
diselesaikan oleh organisasi melalui sistem informasi

http://www.bahasajava.com/2018/03/mengenal-tipe-exception-pada-java.html
3. Design : pada tahap ini dilakukan rancangan untuk mendapatkan perangkat lunak (software) yang
dibutuhkan untuk memenuhi tujuan tujuan fungsional serta dapat menyelesaikan permasalahan
bisnis.

4. Implementation : pada tahap ini dipastikan bahwa sistem yang dibuat dapat berjalan dalam
perusahaan, dibutuhkan kegiatan untuk membangun fisikal environment yang dibutuhkan pada
sistem baru.

5. Maintenance dan review : tahap ini dilakukan setelah sistem diimplementasi dan dapat berjalan
dengan baik dan pengguna telah di training. setelah itu dilakukan tahap review termasuk dalam
perhitungan biaya dalam system development, serta menjaga sistem yang baru agar dapat berjalan
dan mendukung pengguna berinteraksi dengan sistem.