Anda di halaman 1dari 3

Tugas Personal ke-2

(Minggu 7 / Sesi 11)

Buatlah sebuah deskripsi 1 halaman Font: Times New Roman, ukuran: 12, spasi: 1,5.

1. Kita semua mengetahui bahwa Indonesia memiliki sangat banyak keberagaman.


Untuk itu, sangat dibutuhkan pengamalan paham multikulturalisme. Benarkah
pernyataan tersebut? Jelaskan pula alasannya.

2. Jika jawaban Anda ‘benar’, menurut Anda, mengapa hal tersebut bisa terjadi?
Begitu pula jika jawaban Anda ‘salah’, mengapa hal tersebut bisa terjadi? Faktor-
faktor apa yang menyebabkannya?

3. Apa tips yang bisa Anda berikan agar multikulturalisme dapat berjalan dengan
baik di Indonesia? Uraikan dan berikan contoh secara konkret!

CHAR6019 – Character Building: Pancasila


Tugas Personal ke-2

(Minggu 7 / Sesi 11)

Oleh

2201824053_Putri Rizki_DMBA
Kita semua mengetahui bahwa Indonesia memiliki sangat banyak keberagaman.
Untuk itu, sangat dibutuhkan pengamalan paham multikulturalisme. Pernyataan tersebut
memang benar adanya, yang saya pahami masyarakat multikultural merupakan masyarakat
yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan budaya. Faktor utama yang mendorong
terbentuknya multikulturalisme adalah latar belakang (historis), kondisi geografis, dan
keterbukaan terhadap kebudayaan luar. Pada dasarnya, multikulturalisme yang terbentuk di
Indonesia merupakan akibat dari kondisi sosio-kultural maupun geografis yang begitu
beragam dan luas. Menurut kondisi geografis, Indonesia memiliki banyak pulau dimana stiap
pulau tersebut dihuni oleh sekelompok manusia yang membentuk suatu masyarakat. Dari
masyarakat tersebut terbentuklah sebuah kebudayaan mengenai masyarakat itu sendiri. Tentu
saja hal ini berimbas pada keberadaan kebudayaan yang sangat banyak dan beraneka ragam.

Perlu bagi kita sebagai warga Negara Indonesia untuk memahami dan menghayati
paham multikulturalisme karena dalam konsep multikulturalisme, terdapat kaitan yang erat
bagi pembentukan masyarakat yang berlandaskan bhineka tunggal ika serta mewujudkan
suatu kebudayaan nasional yang menjadi pemersatu bagi bangsa Indonesia. Kondisi
Indonesia yang multikultural sangat bergantung pada bagaimana masyarakat membawanya.
Kondisi ini bisa dibawa pada jalur yang menjadikan multikultural sebagai suatu kekayaan dan
kekuatan bangsa, namun bisa juga pada jalur yang akan menjadi pemecah belah dan penyulut
konflik di masyarakat. Karena kemajemukan adalah hal yang tidak bisa disangkal, maka tidak
ada cara lain selain dengan teguh berkomitmen merawat keragaman ini menjadi sebuah
kemungkinan dan tidak menoleransi segala bentuk tindakan yang diindikasi dapat
menghancurkan tatanan masyarakat yang majemuk tersebut.

Munculnya penyebab-penyebab yang menimbulkan perpecahan pada masyarakat


multikultural sangat rawan terjadi jika masyarakat menyikapi perbedaan sebagai sekat yang
mengakibatkan menguatnya perselisihan antar suku. Masyarakat yang hidup dalam keadaan
multikultur selama masih sangat rentan dengan segala kemungkinan gesekan konflik
antaragama, budaya, etnis, sosial, politik, dan ekonomi. Sebagai masyaakat yang hidup dalam
perbedaan nyatanya belum cukup untuk menanamkan rasa bangga akan perbedaan, dengan
memandang sebagai suatu kekayaan, dan menyadari sebagai suatu hal yang tidak dapat
dihilangkan.,Hidup dalam perbedaan tidak lepas dari berbagai tantangan yang seringkali
muncul dalam bermasyarakat. Diantaranya adalah menyikapi masalah intoleransi,
mempertentangkan ideologi orang lain yang tidak sejalan, memperdebatkan segala
perbedaan, bahkan melakukan tindakan provokasi dan kekerasan yang bisa memicu konflik

CHAR6019 – Character Building: Pancasila


masal bahkan sampai berkelanjutan. Hal ini rentan terjadi pada bangsa Indonesia yang
dihadapkan pada perubahan hingga kebebasan di era globalisasi.

Konflik bernuansa SARA (Suku, Ras, Agama, dan Antar golongan) di berbagai daerah
di Indonesia saat ini kian banyak. Konflik tersebut kebanyakan dipicu oleh beberapa
kelompok tertentu yang dengan sengaja menyebarkan berita-berita yang bernuansa provokasi
dengan tujuan untuk menguntungkan kelompok tertentu namun dengan mengatasnamakan
background agama, suku, ras, dan budaya. Kesadaran masyarakat untuk hidup saling
berdampingan dan damai sesuai dengan makna Bhinneka Tunggal Ika seakan mulai luntur.
Akibat ego individu, atau kelompok tertentu ini dapat memunculkan konflik besar yang
membawa perpecahan. Bahkan pihak yang tidak terlibat pun terkena imbasnya. Sebetulnya,
multikulturalisme yang dimiliki oleh bangsa Indonesia ini memiliki optimisme tersendiri
untuk menjadi sebuah potensi kekayaan dan kekuatan bangsa, bukan justru menjadi sumbu
yang mudah tersulut oleh konfrontasi SARA.

Memperhatikan kondisi bangsa Indonesia terkini dan untuk mengatisipasi terjadinya


perpecahan bangsa, tampaknya pemerkuatan pemahaman multikulturalisme merupakan hal
yang penting dan mendesak. Pemerkuatan multikulturalisme agar berjalan efektif dan
bermanfaat dalam implementasinya bisa dengan cara berikut;

1. Berpegang pada kebenaran dan berusahamemperjuangkannya. Pengungkapkan


kebenaran mesti dalam rangka kebaikan bersama tanpamengorbankan pihak lain.
Kebenaran yang dipraktekkan dengan cara demikian akan dapat mengatasi sekat-sekat
perbedaan paham, aspirasi, ras, suku, ideologi bahkan keyakinan agama.

2. Melakukan tugas dan kewajiban dengan orientasi demi kepentingan dan kebaikan
masyarakat, bukan pribadi dan golongan. Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya
rasa cinta dan sikap patriot terhadap tanah air, bangsa dan negara.

3. Menyebarkan rasa damai setiap saat yang bersumber dari kesadaran dan ketulusan.

4. Memiliki visi yang memancarkan kesucian jiwa yang menghasilkan kedamaian dan
kebahagiaan bagi semua. Tiada lagi perasaan iri hati dan dengki, serta bisa
memperlakukan semua anak bangsa secara adil tanpa dibayangi ikatan
primordialisme.

5. Memupuk cinta kasih murni tanpa ego. Berjiwa besar, mengakui persaudaraan antar
manusia, memperlakukan semua orang sebagai saudara dan mencintai sesama
sebagaimana mencintai diri sendiri.

6. Cinta damai dan anti kekerasan. Kekerasan hanya akan mengundang munculnya
kekerasan baru. Dengan anti kekerasan setiap orang atau kelompok sebagai
komponen bangsa ini akan dapat menata diri secara inklusif, mengedepankan
penerimaan tanpa diskriminasi, serta menghindari persaingan yang memicu konfik
kepentingan.

CHAR6019 – Character Building: Pancasila