Anda di halaman 1dari 1

BAB 2

CONTOH KASUS

Niswatul Qoiriyah, 5 tahun dirawat diruang 7B RSSA Malang dengan


diagnosa medis Ca Lambung sejak tahun 2017. Ini adalah jenis kanker yang
menyerang lambung. Sekarang sel kankernya mencapai stadium 3. Nisa sudah
menjalani pengobatan selama dua tahun, dengan pengobatan 8 bulan pertama, satu
minggu di Rumah sakit, satu minggu di rumah. Setelah berjalan 8 bulan,
pengobatan dilakukan 3 bulan sekali. Tapi pengobatannya sempat berhenti
setengah tahun. Nisa trauma dengan jarum suntik, dan takut melihat teman
sekamarnya meninggal satu demi satu. Saat kontrol kedua, Nisa mengatakan nyeri
pada perutnya, mual, dan muntah darah. Untuk satu suap makanan, ia harus
berusaha menelan sampai makanannya terdorong melewati tenggorokan.
Sebenarnya Nisa sudah merasakan gejala awal berupa mual muntah, lemas, serta
nyeri pada perutnya sejak tahun 2016. Namun, Ibu Nisalebih memilih
mengatasinya dengan menelan obat-obatan maag yang biasa dijual di warung.
Sang ibu mengira penyakit anaknya ringan semata. Saat kontrol ke dua, dokter
memberitahu jika stadium kankernya bertambah. Saat ini telah memasuki stadium
4.

Pasien kanker yang berada pada stadium terminal berarti sudah divonis
tidak bisa lagi diobati. Mereka, kemungkinan besar, tinggal menghitung mundur
hari berpulang.Jika sudah begitu, bagaimana anak-anak penderita kanker
menjalani sisa hari mereka?