Anda di halaman 1dari 7

BAB III

TINJAUAN UMUM

3.1. Waktu dan Tempat Penelitian


3.1.1. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan yaitu bulan April – Juni 2019

3.1.2. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Sediaan Farmasi dan

Laboratorium Kimia Politeknik Indonusa Surakarta.

3.2. Jenis penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah metode analisis eksperimen, yaitu metode

penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang

lain dalam kondisi yang terkendalikan dan hasilnya akan dilakukan analisis.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pelarut terhadap

kadar flavonoid ekstrak etanol daun ketepeng cina (Cassia alata L.).
3.3. Variabel Penelitian
3.3.1. Variabel Bebas

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain atau menjadi sebab

berubahnya satu variabel tergantung.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah

perbedaan konsentrasi pelarut etanol.

3.3.2. Variabel Terikat

Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya

variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kadar flavonoid daun

ketepeng cina (Cassia alata L.).

3.4. Alat dan Bahan


3.4.1. Alat
Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah botol maserasi, batang

pengaduk, cawan porselen, gelas kimia, kuvet, mikro pipet, oven, penangas air, pipet

tetes, pisau, sendok tanduk, rak tabung reaksi, rotary evaporator, spektrofotometer

UV-Vis, tabung reaksi, timbangan analitik.


3.4.2. Bahan

Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah akuades, AlCl 3, alumunium

foil, daun ketepeng cina, etanol 70%, etanol 96%, etanol pro analisis, HCl pekat,

kuersetin, kertas saring, natrium asetat, pita Mg, plastik wrap.

3.5. Prosedur Penelitian


3.5.1. Determinasi
Determinasi tanaman daun ketepeng cina (Cassia alata L.) dilakukan di Balai Besar

Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu

Karanganyar untuk menentukan jenis famili dari daun ketepeng cina tersebut.

Tanaman yang dideterminasikan berupa herba (seluruh bagian tanaman).


3.5.2. Pengambilan sampel

Sampel daun ketepeng cina (Cassia alata L.) diambil dari daerah Desa Pelemputih

Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Daun ketepeng cina (Cassia alata L.) yang

sudah diperoleh kemudian dilakukan sortasi basah dengan tujuan untuk memisahkan

dari kotoran atau bahan asing dari daun ketepeng cina (Cassia alata L.). Daun

ketepeng cina diambil dari posisi ranting ke 1 sampai ke 5. Daun yang telah disortasi

basah kemudian dicuci dengan air mengalir, dirajang untuk mempercepat

pengeringan. Daun yang sudah dirajang dikeringkan dengan oven pada suhu 60oC.

Parameter untuk menghentikan proses pengeringan yaitu apabila simplisia sudah

dapat diremahkan. Dilakukan sortasi kering yang bertujuan untuk membersihkan

benda asing atau pengotor yang masih tertinggal pada daun ketepeng cina (Cassia

alata L.). Selanjutnya dihitung nilai LOD dari simplisia.

3.5.3. Pembuatan Ekstrak

Timbang simplisia masing-masing sebanyak 200 gram dilakukan maserasi dalam

etanol (70% dan 96%) dengan perbandingan simplisia dan pelarrut 1:10, kemudian

rendam di dalam botol kaca selama 5 x 24 jam (5 hari). Maserasi dilakukan sebanyak

3 kali replikasi. Selama proses maserasi dilakukan proses pengadukan 2 kali sehari.

Proses maserasi dilakukan dalam kondisi wadah tertutup rapat pada suhu ruang.
Setelah maserasi 5 x 24 jam larutan disaring menggunakkan kain flannel kemudian

filtrat yang diperoleh dikumpulkan.

Filtrat yang telah terkumpul diuapkan dengan vacum rotary evaporator suhu

780C kecepatan 100 rpm hingga sedikit kental kemudian dilanjutkan pengentalan

dengan penangas air dengan suhu 78oC. Ekstrak kental yang diperoleh ditimbang

untuk dihitung rendemen ekstrak.

3.5.4. Uji Organoleptis Ekstrak


uji organoleptik dilalukan dengan mengamati bentuk, warna, bau, dan rasa.
3.5.5. Uji Kadar Air Ekstrak
Masukkan kurang lebih 10 gram ektstrak dan timbang saksama dalam wadah yang

telah ditara. Keringkan pada suhu 105oC selama 5 jam dan ditimbang lanjutkan

pengeringan dan timbang pada jarak 1 jam sampai perbedaan antara 2 penimbangan

berturut-turut tidak lebih 0,25%.


3.5.6. Uji Kualitatif Flavonoid

Sebanyak 10 mg ekstrak kental diencerkan dengan 10 ml etanol kemudian diambil

2ml dimasukan ke dalam tabung reaksi ditambah pita magnesium dan 2 tetes HCl

pekat. Apabila berwarna kuning hingga merah bata menunjukkan adanya flavonoid.

3.5.7. Uji Kuantitatif Ekstrak

1. Pembuatan Larutan Standar Kuersetin

Ditimbang 10 mg baku kuersetin dan dilarutkan dalam 10 ml etanol p.a sehingga

diperoleh konsentasi 1000 ppm. Dibuat larutan kuersetin 100 ppm dari larutan

1000 ppm. Kuersetin dengan variasi konsentrasi 10, 8, 6, 4, dan 2 ppm, sebanyak 2
ml larutan dari berbagai konsentrasi direaksikan dengan 0,1 ml AlCl3 10%, 0,1

natrium asetat dan 2,8 ml akuades ke dalam larutan. Kemudian dibaca

absorbansinya dengan spektrofotometer UV-Vis.

2. Penentuan Panjang Gelombang Maksimum Kuersetin

Sebanyak 2 ml larutan standar kuersetin 10 ppm dimasukkan ke dalam tabung

reaksi lalu ditambah 0,1 ml AlCl3 10%, 0,1 ml natrium asetat 1 M dan 2,8 ml

akuades. Dikocok sampai homogen lalu dibiarkan selama 30 menit, diukur

absorbannya pada panjang gelombang 300-500 nm menggunakan

spektrofotometer.

3. Penentuan Operating Time

Sebanyak 2 ml larutan standar kuersetin konsentrasi 10 ppm dimasukkan dalam

tabung reaksi ditambahkan 0,1 ml AlCl3 10% , 0,1 ml natrium asetat 1 M dan 2,8

ml akuades. Kemudian dikocok dan diinkubasi pada suhu kamar. Serapan diukur

pada panjang gelombang maksimum setiap 2 menit hingga absorbansi stabil.

4. Pembuatan Kurva Standar Kuersetin

Larutan standar kuersetin 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm dibuat dari larutan 100 ppm.

Masing - masing larutan standar kuersetin dipipet 2 ml dimasukkan ke dalam

tabung reaksi ditambahkan 0,1 ml AlCl3 10%, 0,1 ml natrium asetat 1 M dan 2,8

ml akuades. Dikocok sampai homogen lalu dibiarkan selama waktu optimum,

diukur absorbannya pada panjang gelombang maksimal.

5. Penentuan Kadar Flavonoid Total Ekstrak


Ekstrak ditimbang sebanyak 10 mg dilarutkan dengan etanol pro analisis didalam

labu ukur 10 ml. Larutan dipipet 2 ml dari masing-masing ekstrak ke dalam tabung

reaksi ditambahkan 0,1 ml AlCl3 10%, 0,1 ml natrium asetat 1 M dan 2,8 ml

akuades. Dikocok sampai homogen lalu biarkan selama waktu optimum, lalu

serapan diukur pada panjang gelombang maksimal. Absorbansi yang dihasilkan

dimasukkan ke dalam persamaan regresi linear dari kurva standar kuersetin.

Kemudian dihitung kadar flavonoid.

3.6. Analisis Data


3.6.1. Perhitungan Rendemen
3.6.2. Perhitungan LOD (Lost On Drying)

Keterangan : A = bobot basah


B = bobot kering
3.6.3. Perhitungan uji kadar air ekstrak

3.6.4Analisis Regresi Linear


Regresi linear y = bx + a
Keterangan : y = absorbansi
b = koefisian
x = kadar flavonooid
a = intersep