Anda di halaman 1dari 21

SNI 6989.

20:2019

Standar Nasional Indonesia

Air dan air limbah – Bagian 20:


Cara uji sulfat, SO42- secara turbidimetri

ICS 13.060.50 Badan Standardisasi Nasional


SNI 6989.20:2019

Daftar isi

Daftar isi.............................................................................................................................. i
Prakata............................................................................................................................... ii
1 Ruang lingkup.............................................................................................................1
2 Istilah dan definisi .......................................................................................................1
3 Kesehatan dan keselamatan kerja............................................................................1
4 Cara uji ........................................................................................................................1
5 Pengendalian mutu.....................................................................................................4
6 Presisi dan bias ..........................................................................................................5
Lampiran A ........................................................................................................................6
Lampiran B ........................................................................................................................7
Lampiran C.........................................................................................................................8
Bibliografi.........................................................................................................................15

i
Prakata

Standar Nasional Indonesia SNI 6989.20:2019, Air dan air limbah – Bagian 20: Cara uji
sulfat (SO42–) secara turbidimetri merupakan revisi dari SNI 06-6989.20-2004.

Revisi dalam Standar ini meliputi perubahan pengertian jaminan mutu dan pengendalian mutu
menjadi pengendalian mutu, serta penambahan persyaratan kesehatan dan keselamatan
kerja, bias dan presisi, gangguan dan contoh perhitungan verifikasi metode.

Standar ini menggunakan Standard Methods for the Examination Of Water and Wastewater
23th Edition (2017), Method 4500-SO42– E. Turbidimetric sebagai referensi utama, dan telah
melalui uji coba di laboratorium pengujian dalam rangka verifikasi metode yang digunakan.

Standar ini disusun oleh Komite Teknis 13-03 Kualitas Lingkungan. Standar ini telah dibahas
dan disetujui dalam rapat konsensus pada tanggal 30 Oktober 2018 di Jakarta, yang dihadiri
oleh wakil dari pemangku kepentingan (stakeholders) terkait, yaitu perwakilan dari pemerintah,
pelaku usaha, konsumen dan pakar.

Standar ini telah melalui tahap jajak pendapat pada tanggal 27 Maret 2019 sampai dengan
tanggal 26 Mei 2019 dengan hasil akhir disetujui menjadi SNI.

Perlu diperhatikan bahwa kemungkinan beberapa unsur dari dokumen standar ini dapat
berupa hak paten. Badan Standardisasi Nasional tidak bertanggung jawab untuk
pengidentifikasian salah satu atau seluruh hak paten yang ada.

ii
SNI 6989.20:2019

Air dan air limbah – Bagian 20: Cara uji sulfat (SO42-) secara turbidimetri

1 Ruang lingkup

Metode ini digunakan untuk penentuan sulfat (SO42-) dalam air dan air limbah secara
turbidimetri dengan kisaran 1 mg/l - 70 mg/l menggunakan spektrofotometer pada panjang
gelombang 420 nm.

2 Istilah dan definisi

2.1
air bebas mineral
air yang diperoleh dengan cara penyulingan atau proses demineralisasi sehingga
diperoleh air dengan konduktifitas lebih kecil dari 2 µS/cm

2.2
kurva kalibrasi
grafik yang menyatakan hubungan kadar larutan kerja dengan hasil pembacaan serapan
atau turbiditas yang merupakan garis lurus

2.3
larutan baku sulfat
larutan dengan kadar sulfat 1.000 mg SO42–/l, digunakan untuk membuat larutan kerja

2.4
larutan kerja sulfat
larutan baku sulfat yang diencerkan dengan air bebas mineral, digunakan untuk membuat
kurva kalibrasi

2.5
spike matrix
contoh uji yang diperkaya dengan larutan baku sampai kadar tertentu

3 Kesehatan dan keselamatan kerja

a) Penggunaan alat pelindung diri (APD) disesuaikan dengan ruang lingkup pekerjaan;
b) Penanganan bahan kimia secara aman mengacu kepada lembar data keselamatan bahan
(Safety Data Sheet/SDS).

4 Cara uji

4.1 Prinsip

Ion sulfat (SO42–) dalam suasana asam bereaksi dengan barium klorida (BaCl2)
membentuk koloid barium sulfat (BaSO4) yang homogen. Sinar yang diserap oleh koloid
barium sulfat diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 420 nm.

1 dari 15
SNI 6989.20:2019

4.2 Bahan

a) Air bebas mineral


b) Media penyaring dengan ukuran porositas lebih kecil atau sama dengan 2 µm
c) Barium klorida kristal (BaCl2.2H2O)
d) Larutan baku sulfat 1.000 mg SO42-/l
Larutkan 1,479 g natrium sulfat anhidrat (Na2SO4) dalam air bebas mineral, encerkan
sampai 1.000 ml, dan homogenkan.

CATATAN larutan ini dapat menggunakan larutan siap pakai.

e) Larutan buffer A
Larutkan 30 g magnesium klorida heksahidrat (MgCl2.6H2O), 5 g natrium asetat
trihidrat (CH3COONa.3H2O), 1 g kalium nitrat (KNO3) dan 20 ml asam asetat pekat
(CH3COOH 99%) dalam 500 ml air bebas mineral, tepatkan sampai 1.000 ml, dan
homogenkan.

f) Larutan buffer B
Larutkan 30 g magnesium klorida heksa hidrat (MgCl2.6H2O), 5 g natrium asetat
trihidrat (CH3COONa.3H2O), 1 g kalium nitrat (KNO3), 0,111 g natrium sulfat anhidrat
(Na2SO4) dan 20 ml asam asetat pekat (CH3COOH 99 %) dalam 500 ml air bebas
mineral, tepatkan sampai 1.000 ml, dan homogenkan.

CATATAN 1 suspensi turbiditas (BaSO4) homogen terbentuk dengan kristal BaCl2


berukuran 20 mesh sampai 30 mesh.

CATATAN 2 larutan buffer B diperlukan apabila kadar sulfat dalam contoh uji lebih kecil dari
10 mg SO42-/l).

g) Larutan kondisi
Campurkan secara hati-hati 30 ml larutan HCl pekat, 300 ml air bebas mineral, 100
ml etanol 95 % atau isopropanol dan 75 g NaCl ke dalam gelas piala 500 ml,
tambahkan 50 ml gliserol kemudian homogenkan.

CATATAN larutan kondisi ini berfungsi seperti larutan buffer A (butir e) untuk konsentrasi sulfat
> 10 mg/l

4.3 Peralatan

a) spektrofotometer, digunakan pada panjang gelombang 420 nm dengan ukuran kuvet


(light path) 1 cm;
b) labu ukur 100,0 ml dan 1000,0 ml;
c) pipet volumetrik 5,0 ml; 10,0 ml; 15,0 ml; 20,0 ml; 25,0 ml dan 50,0 ml;
d) labu Erlenmeyer 250 ml atau gelas piala 250 ml;
e) stopwatch;
f) magnetic stirrer atau alat pengaduk mekanis;
g) spatula; dan
h) timbangan analitik dengan keterbacaan 0,1 mg.

4.4 Persiapan dan pengawetan contoh uji

a) Lakukan analisis sesegera mungkin atau dinginkan contoh uji tidak lebih dari 24 jam.
b) Saring contoh uji untuk menghilangkan zat tersuspensi dengan media penyaring.
c) Bila contoh uji tidak dapat segera dianalisis, maka contoh uji diawetkan sesuai petunjuk
di bawah ini:

2 dari 15
SNI 6989.20:2019

Wadah : Botol plastik polietilena (polyethylene) atau botol gelas


Pengawet : -
Lama Penyimpanan : 28 hari
Kondisi Penyimpanan : Suhu  6 °C

4.5 Persiapan pengujian

4.5.1 Pembuatan larutan kerja sulfat

Buat deret larutan kerja dari larutan baku sulfat dengan 1 (satu) blanko dan minimal 3 (tiga)
kadar yang berbeda secara proporsional dan berada pada rentang pengukuran.

4.5.2 Pembuatan kurva kalibrasi

a) operasionalkan dan optimalkan spektrofotometer sesuai dengan petunjuk penggunaan


alat;
b) pindahkan masing-masing 100 ml larutan kerja ke dalam Erlenmeyer 250 ml atau gelas
piala 250 ml;
c) tambahkan 20 ml larutan buffer A atau 5 ml larutan kondisi, aduk dengan alat
pengaduk dengan kecepatan konstan. Selama pengadukan tambahkan 1 (satu)
sendok spatula kristal BaCl2, pengadukan diteruskan selama 60 detik ± 2 detik
terhitung dari penambahan BaCl2;
d) ukur serapannya dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 420 nm pada
waktu 5 menit ± 0,5 menit sesudah pengadukan berhenti;
e) buat kurva kalibrasi atau tentukan persamaan garis regresinya dan laporkan hasil
pengujian sesuai dengan Lampiran A.

CATATAN perhatikan waktu pengadukan dan waktu pengukuran serapan setelah penambahan
BaCl2. Hal ini berlaku pula pada prosedur pengukuran contoh uji pada sub pasal 4.6.

4.6 Prosedur

a) ambil secara kuantitatif 100 ml contoh uji atau sejumlah contoh uji yang telah diencerkan
menjadi 100 ml, masukkan ke dalam labu Erlenmeyer 250 ml atau gelas piala 250 ml;
b) tambahkan 20 ml larutan buffer A atau 5 ml larutan kondisi (sesuai dengan perlakuan
larutan standar pada sub pasal 4.5), aduk dengan alat pengaduk pada kecepatan konstan.
Selama pengadukan tambahkan 1 (satu) sendok spatula kristal BaCl2, pengadukan
diteruskan selama 60 detik ± 2 detik terhitung dari penambahan BaCl2;
c) ukur serapannya dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 420 nm pada waktu
5 menit ± 0,5 menit sesudah pengadukan berhenti;
d) catat serapannya dan laporkan hasil pengujian sesuai dengan Lampiran A.

CATATAN 1 bila contoh uji berwarna atau keruh, gunakan contoh uji sebagai blanko dan lakukan
langkah 4.6 a) sampai 4.6 d) tanpa penambahan kristal BaCl2.

CATATAN 2 bila kadar contoh uji hasil pengukuran lebih kecil dari 10 mg SO42-/l, ulangi langkah 4.5.2
dan 4.6 dengan menggunakan larutan buffer B.

4.7 Perhitungan

Kadar sulfat (mg SO42-/l) = C x f

Keterangan:
C adalah kadar sulfat yang diperoleh dari kurva kalibrasi (mg/l);
f adalah faktor pengenceran.

3 dari 15
SNI 6989.20:2019

5 Pengendalian mutu

a) Gunakan bahan kimia dengan kualitas pro analisa (p.a).


b) Gunakan peralatan gelas bebas kontaminasi.
c) Gunakan alat ukur yang telah dikalibrasi.
d) Dikerjakan oleh analis yang kompeten.
e) Lakukan analisis dalam jangka waktu yang tidak melampaui waktu simpan maksimum 28
hari.
f) Koefisien korelasi (r) lebih besar atau sama dengan 0,995.
g) Lakukan kontrol akurasi dengan salah satu standar kerja dengan frekuensi 5 % - 10 %
per batch atau minimal 1 kali untuk 1 batch. Kisaran persen temu balik untuk standar kerja
90 % - 110 %.

Persen temu balik (% recovery, %R):

A
%R = () B
× 100%

Keterangan:
A adalah konsentrasi larutan standar kerja hasil pengukuran (mg/l);
B adalah konsentrasi larutan standar kerja teoretis (target value) (mg/l).

h) Lakukan analisis duplo untuk kontrol ketelitian dengan frekuensi 5 % sampai 10 % dari
jumlah contoh uji atau 1 (satu) kali jika jumlah contoh uji kurang dari 10. Jika relatif persen
deviasi (Relative Percent Difference, RPD) lebih besar atau sama dengan 10 %, lakukan
pengukuran ketiga untuk mendapatkan RPD kurang dari 10 %.

Persen RPD:

% RPD = | hasil pengukuran


(hasil pengukuran +
‒ duplikat pengukuran
duplikat pengukuran) 2 | × 100%

i) Lakukan analisis spike matrix untuk kontrol akurasi dengan frekuensi 5 % sampai 10 %
dari jumlah contoh uji atau 1 (satu) kali jika jumlah contoh uji kurang dari 10. Kisaran
persen temu balik (recovery) antara 90 % sampai 110 %.

Persen temu balik (% recovery, %R):

(D - E )
% Recovery = × 100 %
F

Keterangan:
D adalah kadar contoh uji yang di spike (mg/l);
E adalah kadar contoh uji yang tidak di spike (mg/l);
F adalah kadar standar yang ditambahkan (target value) (mg/l).

dimana,

y × z
F =
v

Keterangan:
y adalah volume larutan baku yang ditambahkan (ml);

4 dari 15
SNI 6989.20:2019

z adalah kadar larutan baku (mg/l);


v adalah volume akhir contoh uji yang di-spike (ml).
6 Presisi dan bias

Standar ini telah melalui uji coba dengan memperlakukan internal reference material
sebagaimana contoh uji dan diperoleh hasil sebagai berikut:

6.1 Nilai SO42- menggunakan larutan buffer A

a) Pada target nilai 25 mg SO42-/l diperoleh hasil rerata 25,2230 mg SO42-/l dengan tingkat
presisi (% RSD) 1,1152 dan akurasi (% bias metode) 0,89 (lihat Lampiran C).
b) Pada target nilai 65 mg SO42-/l diperoleh hasil rerata 64,4373 mg SO42-/l dengan tingkat
presisi (% RSD) 3,6779 dan akurasi (% bias metode) 0,87 (lihat Lampiran C).

6.2 Nilai SO42- menggunakan larutan buffer B

a) Pada target nilai 1,5 mg SO42-/l diperoleh hasil rerata 1,4641 mg SO42-/l dengan tingkat
presisi (% RSD) 9,6663 dan akurasi (% bias metode) 2,39 (lihat Lampiran C).
b) Pada target nilai 4 mg SO42-/l diperoleh hasil rerata 3,9666 mg SO42-/l dengan tingkat
presisi (% RSD) 5,3373 dan akurasi (% bias metode) 0,83 (lihat Lampiran C).
c) Pada target nilai 8 mg SO42-/l diperoleh hasil rerata 7,8819 mg SO42-/l dengan tingkat
presisi (% RSD) 2,9458 dan akurasi (% bias metode) 1,48 (lihat Lampiran C).

6.3 Nilai SO42- menggunakan larutan kondisioning

a) Pada target nilai 25 mg SO42-/l diperoleh hasil rerata 25,2195 mg SO42-/l dengan tingkat
presisi (% RSD) 1,2913 dan akurasi (% bias metode) 0,88 (lihat Lampiran C).
b) Pada target nilai 65 mg SO42-/l diperoleh hasil rerata 64,5645 mg SO42-/l dengan tingkat
presisi (% RSD) 3,1066 dan akurasi (% bias metode) 0,67 (lihat Lampiran C).

5 dari 15
SNI 6989.20:2019

Lampiran A
(normatif)
Pelaporan

Catat pada buku kerja hal-hal sebagai berikut.

1) Parameter yang dianalisis.


2) Tanggal pengambilan contoh uji
3) Tanggal penerimaan contoh uji.
4) Nomor contoh uji.
5) Nama analis.
6) Tanggal analisis.
7) Rekaman kurva kalibrasi.
8) Rekaman hasil pengukuran dan perhitungan.

6 dari 15
SNI 6989.20:2019

Lampiran B
(informatif)
Gangguan

Beberapa gangguan yang timbul pada metode ini antara lain:

B.1 Warna atau zat tersuspensi dalam jumlah besar akan mengganggu. Beberapa zat
tersuspensi dapat dihilangkan dengan penyaringan. Apabila keduanya dalam jumlah
kecil dibandingkan dengan kadar SO42-, lakukan koreksi untuk gangguan tersebut.
B.2 Silika dengan kadar 500 mg/l akan mengganggu.
B.3 Bahan organik dalam jumlah besar akan mengganggu karena tidak memungkinkan
pengendapan BaSO4.
B.4 Variasi suhu ruang diatas kisaran 10 ºC tidak akan menyebabkan kesalahan berarti.

7 dari 15
SNI 6989.20:2019

Lampiran C
(informatif)
Contoh perhitungan verifikasi metode

Hasil perhitungan verifikasi metode cara uji sulfat (SO42-) secara turbidimetri dengan
penentuan trueness, bias dan presisi metode sebagai berikut.

C.1 Nilai SO42- menggunakan larutan buffer A

C.1.1 Target nilai SO42- untuk penentuan trueness, bias dan presisi metode adalah 25
mg SO42-/l.

Tabel C.1 – Hasil pengujian nilai SO42- konsentrasi 25 mg/l


menggunakan larutan buffer A

% Bias
Pengulangan Hasil (mg/l) Trueness (% R)
Metode
1 24,7801 99,12 0,88
2 25,3353 101,34 1,34
3 25,4742 101,90 1,90
4 25,3353 101,34 1,34
5 25,0577 100,23 0,23
6 25,0114 100,05 0,05
7 25,5667 102,27 2,27
Rerata 25,2230 100,89 0,89
Simpangan baku 0,2813 Sumber: Laboratorium Terpadu IPB
% RSD 1,1152
% CVHorwits 9,8430

Tabel C.2 - Batas keberterimaan % RSD dan % R


untuk penentuan bias dan presisi metode

Parameter Persyaratan Hasil Kesimpulan


Presisi Metode % RSD < % CV Horwitz 1,1152 Diterima
Akurasi Metode 80 % - 110 % 100,89 Diterima
Bias Metode 0,87 – 1,43 0,89 Diterima

8 dari 15
SNI 6989.20:2019

C.1.2 Target nilai SO42- untuk penentuan trueness, bias dan presisi metode adalah 65
mg SO42-/l.

Tabel C.3 – Hasil pengujian nilai SO42- konsentrasi 65 mg/l


menggunakan larutan buffer A

% Bias
Pengulangan Hasil (mg/l) Trueness (% R)
Metode
1 61,2906 94,29 5,71
2 67,2137 103,41 3,41
3 66,1494 101,77 1,77
4 64,6224 99,42 0,58
5 63,3267 97,43 2,57
6 61,7996 95,08 4,92
7 66,6584 102,55 2,55
Rerata 64,4373 99,13 0,87
Simpangan baku 2,3700 Sumber: Laboratorium Terpadu IPB
% RSD 3,6779
% CVHorwits 8,5471

Tabel C.4 - Batas keberterimaan % RSD dan % R


untuk penentuan bias dan presisi metode

Parameter Persyaratan Hasil Kesimpulan


Presisi Metode %RSD < % CV Horwitz 3,6779 Diterima
Akurasi Metode 80% - 110% 99,13 Diterima
Bias Metode 0,87 – 1,43 0,87 Diterima

9 dari 15
SNI 6989.20:2019

C.2 Nilai SO42- menggunakan larutan buffer B

C.2.1 Target nilai SO42- untuk penentuan trueness, bias dan presisi metode adalah 1,5
mg SO42-/l.

Tabel C.7 – Hasil pengujian nilai SO42- konsentrasi 1,5 mg/l


menggunakan larutan buffer B

% Bias
Pengulangan Hasil (mg/l) Trueness (% R)
Metode
1 1,5106 100,71 0,71
2 1,2394 82,63 17,37
3 1,4564 97,09 2,91
4 1,6733 111,55 11,55
5 1,5648 104,32 4,32
6 1,3479 89,86 10,14
7 1,4564 97,09 2,91
Rerata 1,4641 97,61 2,39
Simpangan baku 0,1415 Sumber: Laboratorium Terpadu IPB
%RSD 9,6663
%CVHorwits 15,1077

Tabel C.8 - Batas keberterimaan % RSD dan % R


untuk penentuan bias dan presisi metode

Parameter Persyaratan Hasil Kesimpulan


Presisi Metode % RSD < % CV Horwitz 9,6663 Diterima
Akurasi Metode 80 % - 110 % 97,61 Diterima
Bias Metode 0,83 – 2,39 2,39 Diterima

10 dari 15
SNI 6989.20:2019

C.2.2 Target nilai SO42- untuk penentuan trueness, bias dan presisi metode adalah 4
mg SO42-/l.

Tabel C.9 – Hasil pengujian nilai SO42- konsentrasi 4 mg/l


menggunakan larutan buffer B

% Bias
Pengulangan Hasil (mg/l) Trueness (% R)
Metode
1 3,7342 93,36 6,64
2 4,1681 104,20 4,20
3 3,9512 98,78 1,22
4 4,0596 101,49 1,49
5 3,6257 90,64 9,36
6 4,1681 104,20 4,20
7 4,0596 101,49 1,49
Rerata 3,9666 99,17 0,83
Simpangan baku 0,2117 Sumber: Laboratorium Terpadu IPB
% RSD 5,3373
% CVHorwits 13,0031

Tabel C.10 - Batas keberterimaan % RSD dan % R


untuk penentuan bias dan presisi metode

Parameter Persyaratan Hasil Kesimpulan


Presisi Metode % RSD < % CV Horwitz 5,3373 Diterima
Akurasi Metode 80 % - 110 % 99,17 Diterima
Bias Metode 0,83 - 2,39 0,83 Diterima

11 dari 15
SNI 6989.20:2019

C.2.3 Target nilai SO42- untuk penentuan trueness, bias dan presisi metode adalah 8
mg SO42-/l.

Tabel C.11 – Hasil pengujian nilai SO42- konsentrasi 8 mg/l


menggunakan larutan buffer B

% Bias
Pengulangan Hasil (mg/l) Trueness (% R)
Metode
1 8,0007 100,01 0,01
2 7,6391 95,49 4,51
3 7,5668 94,58 5,42
4 8,0730 100,91 0,91
5 7,7476 96,84 3,16
6 7,9645 99,56 0,44
7 8,1814 102,27 2,27
Rerata 7,8819 98,52 1,48
Simpangan baku 0,2322 Sumber: Laboratorium Terpadu IPB
% RSD 2,9458
% CVHorwits 11,7264

Tabel C.12 - Batas keberterimaan % RSD dan % R


untuk penentuan bias dan presisi metode

Parameter Persyaratan Hasil Kesimpulan


Presisi Metode % RSD < % CV Horwitz 2,9458 Diterima
Akurasi Metode 80 % - 110 % 98,52 Diterima
Bias Metode 0,83 – 2,39 1,48 Diterima

12 dari 15
SNI 6989.20:2019

C.3 Nilai SO42- menggunakan larutan kondisioning

C.3.1 Target nilai SO42- untuk penentuan trueness, bias dan presisi metode adalah 25
mg SO42-/l.

Tabel C.13 – Hasil pengujian nilai SO42- konsentrasi 25 mg/L


menggunakan larutan kondisioning

% Bias
Pengulangan Hasil (mg/l) Trueness (% R)
Metode
1 25,5097 102,04 2,04
2 24,8326 99,33 0,67
3 25,0260 100,10 0,10
4 25,4130 101,65 1,65
5 25,1228 100,49 0,49
6 24,9293 99,72 0,28
7 25,7032 102,81 2,81
Rerata 25,2195 100,88 0,88
Simpangan baku 0,3257 Sumber: Laboratorium Terpadu IPB
% RSD 1,2913
% CVHorwits 9,8432

Tabel C.14 - Batas keberterimaan % RSD dan % R


untuk penentuan bias dan presisi metode

Parameter Persyaratan Hasil Kesimpulan


Presisi Metode % RSD < % CV Horwitz 1,2913 Diterima
Akurasi Metode 80 % - 110 % 100,88 Diterima
Bias Metode 0,67 – 1,91 0,88 Diterima

13 dari 15
SNI 6989.20:2019

C.3.2 Target nilai SO42- untuk penentuan trueness, bias dan presisi metode adalah 65
mg SO42-/l.

Tabel C.15 – Hasil pengujian nilai SO42- konsentrasi 65 mg/l


menggunakan larutan kondisioning

% Bias
Pengulangan Hasil (mg/l) Trueness (% R)
Metode
1 62,7541 96,54 3,46
2 68,2682 105,03 5,03
3 63,5280 97,74 2,26
4 63,9150 98,33 1,67
5 63,6247 97,88 2,12
6 63,4313 97,59 2,41
7 66,4302 102,.20 2,20
Rerata 64,5645 99,33 0,67
Simpangan baku 2,0058 Sumber: Laboratorium Terpadu IPB
% RSD 3,1066
% CVHorwits 8,5445

Tabel C.16 - Batas keberterimaan % RSD dan % R


untuk penentuan bias dan presisi metode

Parameter Persyaratan Hasil Kesimpulan


Presisi Metode % RSD < % CV Horwitz 3,1066 Diterima
Akurasi Metode 80 % - 110 % 99,33 Diterima
Bias Metode 0,67 – 1,91 0,67 Diterima

14 dari 15
SNI 6989.20:2019

Bibliografi

[1] ASTM D516-16, Standard Test Method for sulfate ion in water, 2016

[2] Standard Methods, Examination of Water and Wastewater 23th Edition, 2017, Method
4500-SO42– E. Turbidimetric

15 dari 15
Informasi pendukung terkait perumusan standar

[1] Komtek/SubKomtek Perumusan SNI


Komite Teknis 13-03 Kualitas Lingkungan

[2] Susunan keanggotaan Komtek Perumusan SNI


Ketua : Noer Adi Wardojo
Wakil Ketua : Giri Darminto
Sekretaris : Diah Wati Agustayani
Anggota : 1. Rina Aprishanty
2. Ardeniswan
3. Henggar Hardiani
4. Muhammad Farid Sidik
5. M.S. Belgientie TRO
6. Noor Rachmaniah
7. Oges Susetio
8. Sri Bimo Andy Putro
9. Sunardi
10. Yuli Purwanto

[3] Konseptor Rancangan SNI


M. Farid Sidik (UPT Laboratorium Terpadu IPB)

[4] Sekretariat pengelola Komtek Perumusan SNI


Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan
Sekretariat Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan