Anda di halaman 1dari 11

Nama Anggota Kelompok 4 : Resum SPM

1. Siska Yulia (16130310095)


2. Dwi lestari (16130310101)
3. Elly Susanti (16130310117)
4. Dwi Setyowati (16130310132)
5. Dian Novita Sari (16130310141)
Kelas 7A-2 Akuntansi

BAB I
Sifat Sistem Pengendalian Manajemen

Fokus utama buku ini adalah implementasi strategi.Secara khusus, buku ini menyajikan
pengetahuan, pandangan, dan keterampilan analisis yang berkaitan dengan bagaimana
eksekutif senior dari suatu perusahaan meráncang dan mengimple-mentasikan sistem
manajemen yang berkesinambungan untuk merencanakan dan mengendalikan kinerja
perusahaan. Unsur-unsur sistem pengendalian meliputi perencanaan strategis; pembuatan
anggaran; alokasi sumber daya: pengukuran, evaluasi, dan penghargaan atae kinerja; alokasi
pusat tanggung jawab dan penetapan harga transfer. Buku ini menggunakan konsep konsep
dari strategi, perilaku organisasi, sumber daya manusia, dan akuntansi manajemen.

Pengendalian manajemen merupakan keharusan dalam suatu organisasi yang


mempraktikkan desentralisasi. Salahı satu pandangan berargumentasi bahwa sistem
pengendalian manajemen harus sesuai dengan strategi perusahaan. Ini menyiratkan bahwa
strategi perlama kali dikembangkan melalui proses formal dan rasional, dan strategi ini
kemudian menentukan desain sistem manajemen perusahaan.

Sistem pengendalian manajemen dikategorikan sebagai bagian dari pengetahuan


perilaku terapan (applied behavioral science). Pada dasarnya, sistem ini berisi tuntutan kepada
kita mengenai cara menjalankan dan mengendalikan perusahaan / organisasi yang “dianggap
baik” berdasarkan asumsi-asumsi tertentu. Dalam hal ini “dianggap baik” berarti mampu
mengejawantahkan / menerjemahkan antara lain :
a) Tolok ukur kinerja yang mencerminkan perusahaan / organisasi berjalan secara efisien,
efektif, dan produktif.
b) Kebijakan dalam menentukan tolok ukur di atas.
c) Apreasiasi kepada sumber daya yang dimiliki perusahaan organisasi.

1
Pengendalian manajemen bersifat menyeluruh dan terpadu, artinya lebih mengarah ke
berbagai upaya yang dilakukan manajemen agar tujuan organisasi terpenuhi. Jadi sitem
pengendalian manajemen dapat diterapkan pada berbagai bentuk organisasi, sebab hakikatnya
setiap organisasi mempunyai komponen sama, yaitu :
a. W = Work (Pekerjaan)
b. E = Employe (Tenaga Kerja)
c. R = Relationship (Hubungan)
d. E = Environment (Lingkungan)

Sistem pengendalian manajemen dapat dikatakan sebagai pengetahuan “teoritis-


praktis.” Karena itu dalam SPM akan lebih mudah mencernanya kalau dalam mempelajarinya
senantiasa membayangkan dan mengakitkannya dengan perilaku manusia dalam kehidupan
organisasi / perusahaan.
Beberapa definisi sistem pengendalian manajemen :
Edy Sukarno menyatakan :
“Sistem pengendalian manajemen adalah suatu sistem terintegrasi antara proses,
strategi, pemrograman, penganggaran, akuntansi, pertanggung jawaban, yang
hakikatnya untuk membantu orang dalam menjalankan organisasi atau perusahaan agar
hasilnya optimal.”
Sedangkan Anthony and Govindarajan dalam bukunya Management Control System
mengungkapkan :
“Management control is the process by which managers influence other members of the
organization to implement the organization’s strategies.”
Sistem pengendalian manajemen mempunyai beberapa ciri penting, yaitu :
a) Sistem pengendalian manajemen digunakan untuk mengendalikan seluruh organisasi,
termasuk pengendalian terhadap seluruh sumber daya (resources) yang digunakan,
baik manusia, alat-alat dan teknologi, maupun hasil yang diperoleh organisasi, sehingga
proses pencapaian tujuan organisasi dapat berjalan lancar.
b) Pengendalian manajemen bertolak dari strategi dan teknik evaluasi yang berintegrasi
dan menyeluruh, serta kurang bersifat perhitungan yang pasti dalam mengevaluasi
sesuatu.
c) Pengendalian manajemen lebih berorientasi pada manusia, karena pengendalian
manajemen lebih ditujukan untuk membantu manager mencapai strategi organisasi dan
bukan untuk memperbaiki detail catatan.

2
Oleh sebab itu dalam pengendalian manajemen, peranan pertimbangan-pertimbangan
psikologis lebih dominan. Berdasarkan ciri-ciri tersebut di atas, dapat diketahui bahwa tugas
terpenting dari manajemen melalui pengendalian manajemen adalah beusaha mencapai tujuan
organisasi secara efektif dan efisien.

Agar tugas tersebut dapat dijalankan dengan baik, pada tahap pertama manajer harus
memutuskan, apa yang akan dicapai oleh organisasi dan cara untuk mencapainya, lewat
keputusan ini akan diketahui seperangkat tujuan organisasi dan strategi menjadi sejumlah
kebijakan-kebijakan yagn dapat menuntut arah, maupun program-program kegiatan untuk
tercapainya tujuan tersebut. Setelah keputusan-keputusan tersebut dibuat, maka pengendalian
manajemen mulai bertugas untuk memastikan bahwa kehendak manajemen telah dilaksanakan
oleh seluruh organisasi.

Konsep-konsep Dasar
 Pengendalian
Suatu organisasi harus dikendalikan dengan baik. yaitu harus ada perangkat-perangkat untuk
memastikan bahwa tujuan strategi organisasi dapat tercapai.

2. Assessor.
Perangkat kendali
Perbandingan dengan
ukuran standar

1.Detector.Informa
si mengenai apa
yang sedang terjadi
3. Effector.
Perubahan perilaku,
jika diperlukan

Perusahaan yang
sedang dikendalikan

Elemen-elemen Sistem Pengendalian


Setiap sistem pengendalian sedikitnya memiliki empat elemen:
1. Pelacak (detector) atau sensor- suatu perangkat yang mengukur apa yang sesungguhnya
terjadi dalam proses yang sedang dikendalikan.

3
2. Penilai (assessor)- suatu perangkat yang menentukan signifikasi dari peristiwa aktual
dengan cara membandingkannya dengan beberapa standar atau ekspektasi dari apa yang
seharusnya terjadi.
3. Effector- suatu perangkat (yang sering disebut umpan balik) yang mengubah perilaku jika
assessor mengindikasikan kebutuhan untuk melakukan hal tersebut.
4. Jaringan komunikasi- perangkat yang meneruskan informasi antara detector dan assessor
dan antara assessor dan effector.

 Manjemen
Suatu organisasi dari sekelompok orang yang bekerja bersama-sama untuk mencapai
tujuan bersama (dalam suatu organisasi bisnis tujuan utamanya adalah memperoleh tingkat
laba yang memuaskan). Organisasi dipimpin oleh satu hierarki manajer, dengan chief executive
officer (CEO) pada posisi puncak, dan para manajer unit bisnis, departemen, bagian (section)
dan sub unit lainnya berada dibawah CEO dalam bagan organisasi. CEO (atau dalam beberapa
organisasi satu tim manajer senior) memutuskan keseluruhan strategi yang akan
memungkinkan organisasi tersebut untuk mencapai tujuannya.

Perbandingan dengn proses pengendalian yang lebih sederhana


Proses pengendalian yang digunakan oleh manajer mengandung elemen yang sama
dengan elemen pada sistem pengendalian yang lebih sederhana sebagaimana telah
digambarkan sebelumnya : detector, assesor, effector,dan sistem komunikasi. Bagaimanapun
terdapat perbedaan yang signifikan antara proses pengendalian manjemen dengan proses yang
lebih sederhana sebagaimana digambarkan sebelumnya.
1. Tidak sama halnya thermostat atau sistem suhu tubuh, standart tidaklah ditetapkan
terlebih ditetapkan terlebih dahulu. Dalam proses ini manajemen memutuskan apa
yang seharusnya dilakukan oleh organisasi, dan sebagian dari proses pengendalian
adalah perbandingan antara pencapaian aktual dengan rencana-rencana ini. Tetapi
pengendalian manajemen melibatkan bail perencanaan maupun pengendalian.
2. Seperti halnya mengendalikan mobil (namun tidak seperti penganturan suhu tubuh
ruangan), pengendalian manajemen tidaklah bersifat otomatis. Beberapa detector dalam
organisasi mungkin adalah ahli mekanik, tetapi manajer sering kali mendeteksi
informasi penting dengan mata, telinga, dan indra mereka sendiri.
3. Tidak seperti pengendalian sebuah mobil yang merupakan suatu fungsi yangh
dilakukan oleh seorang individu. Suatu organisasi terdiri dari banyak bagian yang

4
terpisah, da pengendalian manajemen harus memastikan bahwa setiap bagian bekerja
secra harmonis dengan bagian lainnya.
4. Koneksi dari diterimanya kebutuhan akan tindakan ke ditetapkannya tindakan yang
diperlukan untuk memperoleh hasil yang diinginkan nungkin tidak jelas. Seorang
manajer yang bertindak sebagai assesor mungkin memutuskan bahwa “biaya yang ada
terlalu tinggi” tetapi tidak melihat adanya tindakan mudah atau otomatis yang
menjamin turunnya biaya ke standart yang diinginkan.
5. Banyak pengendalian manjemen bersifat pengendalian diri sendiri, yaitu, pengendalian
tidak dilakukan oleh suatu perangkat pengatur eksternal seperti thermostat, tetapi oleh
para manajer yang menggunakan penilaian mereka sendiri dan bukannya mengikuti
instruksi yang diberikan oleh seorang atasan.

 Sistem
Suatu sistem merupakan suatu cara tertentu dan bersifat repetitif untuk melaksanakan
suatu atau sekelompok aktivitas. Sistem memiliki karakteristik berupa rangkaian langkah-
langkah yang berirama, terkoordinasi dan berulang, yang dimaksud untuk mencapai tujuan
tertentu. Proses pengendalian manajemen, sebagaimana yang telah kita ketahui, jauh lebih
rumit dan mengandung penilaian (judgmental).

Beberapa tindakan manajemen bersifat tidak sistematis. Para manajer pada umumnya
menghadapi situasi dimana aturan tidak terdefinisikan dengan baik sehingga harus
menggunakan penilaian terbaik mereka dalam memutuskan tindakan apa yang akan diambil.
Jika seluruh sistem dapat menjamin tindakan tepat untuk semua situasi, maka manajer manusia
mungkin tidak diperlukan lagi.
Seseorang dapat menjelaskan secara mendalam engenai berbagai langkah dalam sistem formal,
informasi yang dikumpulkan dan digunakan dalam setiap langkah tersebut dan prinsip-prinsip
yang mengatur operasi sistem secara keseluruhan. Namun penting untuk disadari bahwz proses
infirmal amat dipengaruhi oleh bagaimana cara sistem pengendalian formal organisasai
dirancang dan dioperasikan.

Dalam hal ini akan didefinisikan pengendalian manajemen dan membedakannya dari
dua sistem atau kegiatan kainnya yang juga memebrlukan perencanaan dan pengendalian:
formulasi strategi dan pengendalian tugas. Kesalahan serius dapat terjadi jika prinsip dan
generalisasi yang hanya berlaku pada suatu sistem diterapkan pada sistem lainnya.

5
Batas-Batas Pengendalian Manajemen
Pengendalian manajemen terletak antara formulasi strategi dan pengendalian tugas
dalam beberapa hal. Formulasi strategi focus pada jangka panjangdan tidak sistematis.
Sementara pengendalian tugas focus pada jangka pendek dan paling sistematis.

Aktivitas Sifat Akhir


Produk
Formulasi Tujuan, strategi, dan
strategi kebijakan

Pengendalian
Penerapan strategi
manajemen

Pengendalian Kinerja yang efisien


tugas dan efektif dari
tugas-tugas
individual
Aktivitas pertama adalah formulasi strategi, dimana dari formulasi strategi akan menghasilkan
tujuan dari organisasi, strategi yang dgunakan untuk mencapai tujuan tersebut dan kebijakan-
kebijakan yang diperlukan .
Aktivitas setelah dilakukan formulasi strategi adalah pengendalian manajemen, dimana
aktivitas ini menghasilkan bagaimana cara menerapkan strategi tersebut yang telah ditetapkan
pada aktivitas sebelumnya.
Aktivitas ketiga adalah pengendalian tugas, dimana aktivitas pengendalian tugas ini
menghasilkan kinerja yang efisien dan efektif dari masing-masing tugas individu.

 Pengendalian Manajemen
Pengendalian manajemen merupakan proses dengan mana para manajer mempengaruhi
anggota organisasi lainnya untuk mengimplementasikan strategi organisasi. Beberapa aspek
dari proses ini dijelaskan sebagai berikut:
1. Kegiatan Pengendalian Manajemen
Pengendalian manajemen terdiri atas berbagai kegiatan, meliputi:
 Merencanakan apa yang seharusnya dilakukan oleh organisasi.

6
 Mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas dari beberapa bagian organisasi.
 Mengkomunikasikan informasi.
 Mengevaluasi informasi.
 Memutuskan tindakan apa yang seharusnya diambil jika ada.
 Mempengaruhi orang-orang untuk mengubah perilaku mereka.

Pengendalian manajemen tidak berarti mengharuskan agar semua tindakan sesuai dengan
rencana yang ditentukan sebelumnya, seperti anggaran. Rencana seperti itu didasarkan pada
situasi ini telah yang dipercaya ada pada saat rencana tersebut diformulasikan. Jika situasi ini
telah berubah pada waktu penerapannya, maka tindakan yang ditentukan oleh rencana mungkin
tidak lagi sesuai.
2. Keselarasan Tujuan
Para manajer memiliki tujuan prtibadi dan juga tujuan organisasi. Masalah pengendalian
utama adalah bagaimana mempengaruhi mereka untuk bertindak demi pencapaian tujuan
pribadi mereka dnegan cara sedemikian rupa sehingga sekaligus juga membantu
pencapaian tujuan organisasi. Keselarasan tujuan (goal congruence) berarti, sejauh hal
tersebut dimungkinkan, tujuan seorang anggota organisasi seharusnya konsisten dengan
tujuan organisasi itu sendri. Sistem pengendalian manajemen seharusnya dirancang dan
dioperasikan dengan prinsip keselarasan tujuan dalam pikiran setiap pribadi.
3. Perangkat Penerapan Strategi
Sistem pengenalian manajemen membantu para manajer untuk menjalankan organisasi ke
arah tujuan strategisnya. Dengan demikian, pengendalian manajemen terutama
memfokuskan pada pelaksanaan strategi.
Pengendalian manajemen merupakan satu-satunya perangkat manajer yang digunakan
dalam mengimplementasikan strategi yang diinginkan. Strategi juga diimplementasikan
melalui struktur organisasi, manajemen sumber daya manusia (SDM), dan kebudayaannya.
Struktur organisasi merupakan peranan, hubungan pelaporan dan pembagian tanggung
jawab yang membentuk pengambilan keputusan dalam suatru organisasi.
Manajemen SDM merupakan seleksi, pelatihan, evaluasi, promosi, dan pemecatan
karyawan guna mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk
melaksanakan strategi organisasi. Budaya mengacu pada sekelompok kepercayaan, sikap,
dan norma umum yang secara eksplisit maupun implisit mengarahkan tindakan manajerial.
4. Tekanan Finansial dan Nonfinansial

7
Sistem pengendalian manajemen ukuran kinerja finansial dan nonfinansial. Dimensi
finansial memfokuskan pada “hasil-hasil” moneter – laba bersih, pengembalian atas modal,
dan seterusnya. Tetapi sebenarnya seluruh subunit organisasi memiliki tujuan nonfinansial
– mjutu produk, pangsa pasar, kepuasan pelanggan, pengantaran tepat waktu, dan semangat
kerja karyawan.
5. Bantuan dalam Mengembangkan Strategi Baru
Dalam industri yang berada dalam lingkungan yang cepat berubah, informasi pengendalian
manajemen, terutama yang bersifat nonfinansial, juga dapat menyediakan dasar bagi
pertimbangan strategi baru. Pengendalian interaktif mengundang perhatian manajemen
pada pengembangan baik negatif maupun positif yang menunjukkan perlu adanya inisiatif
strategi yang baru. Pengendalian interaktif merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
sistem penegndalian manajemen.

 Perumusan Strategi
Formulasi strategi merupakan proses memutuskan tujuan organisasi dan strategi untuk
mencapai tujuan-tujuan ini. Istilah tujuan digunakan untuk menggambarkan tujuan keseluruhan
dari suatu organisasi, dan istilah sasaran untuk menggambarkan langkah-langkah khusus guna
mencapai tujuan dalam kerangka waktu yang diberikan.
Tujuan tidak memiliki jangka wakti, tujuan akanm tetap ada hingga tujuan tersebut
diubah, dan hal itu jarang terjadi. Bagi beberapa perusahaan, mencapai tingkat ROI (return
on investment) yang memuaskan merupakan tujuan yang penting, tetapi bagi perusahaan
lainnya, memperluas pangsa pasar merupakan hal yang sama pentingnya. Organisasi nirlaba
juga memiliki tujuan, secara umum, organisasi tersebut mencoba untuk memberikan pelayanan
semaksimum mungkin dengan dana yang tersedia. Dalam proses formulasi strategi, tujuan
organisasi biasanya dianggap tetap, meskipun sesekali waktu pemikiran strategis dapat
memfokuskan pada tujuan itu sendri.

Perbedaan antara formulasi strategi dan pengendalian manajemen


Formulasi strategi adalah proses pengambilan keputusan strategi baru sedangkan
pengendalian manajemen adalah proses implementasi strategi tersebut. Dari sudut pandang
desain system, perbedaan yang paling penting adalah bahwa formulasi strategi pada dasarnya
tidaklah sistematis.

 Pengendalian tugas

8
Adalah proses untuk memastikan bahwa tugas yang spesifik dilaksanakan secara efektif
dan efisien. Banyak kegiatan pengendalian tugas yang bersifat ilmiah yaitu : keputusan optimal
atau tindakan yang tepat perlu diambil untuk membawa kondisi diluar kendali kembali kondisi
yang diinginkan dapat diprediksikan dalam batasan yang dapat diterima.

Perbedaan antara pengendalian tugas dan pengendalian manajemen


Perbedaan paling penting antara pengendalian tugas dan pengendalian manajemen
adalah bahwa banyak system pengendalian tugas bersifat ilmiah, sementara pengendalian
manajemen tidak dapat disederhakan menjadi suatu ilmu. Secara definisi, pengendalian
manajemen melibatkan perilaku para manajer, dan hal ini tidak dapat dinyatakan melalui
persamaan-persamaan.

Dalam pengendalian manajemen, focus terletak pada unit organisasional, sementara


dalam pengendalian tugas focus terletak pada tugas spesifik dilakukan oleh unit-unit
organisasional ini (misalnya perkerjaan manufaktur No. 59268 atau pesanan 100 unit barang
No. 3642).
Berikut perbedaan antara pengendalian manajemen, pengendalian tugas, dan formulasi
strategi dengan memberikan contoh masing-masing.
Perumusan strategi Pengendalian manajemen Pengendalian tugas
Mengakuisisi bisnis yang tak Memperkenalkan produk / Mengkoordinasi pesanan
terkait merek baru dalam lini produk yang masuk
Memasuki bidang bisnis Memperluas pabrik Menjadwalkan produksi
baru
Menambah penjualan Menentukan angaran untuk Memesan iklan TV
langsung melalui pos iklan
Mengubah rasio utang / Menerbitkan utang baru Mengatur arus kas
modal (debt/equity ratio)
Menerapkan kebijakan yang Menerapkan program Memelihara dokumen
telah disepakati rekrutmen minoritas kepegawaian
Menyusun kebijakan Memutuskan tingkat Memesan ulang suatu barang
spekulasi persediaan persediaan
Memutuskan lingkup dan Mengendalikan organisasi Menjalankan proyek riset
arah riset riset individual

 Dampak internet terhadap pengendalian manajemen

9
Revolusi informasi dimulai dengan penemuan telepon oleh Alexander Graham Bell di
akhir abad ke-19. Bagi konsumen, telepon menyediakan manfaat yang cukup signifikan,
kemudahan akan waktu / kesempatan yang ada. Orang tidak perlu lagi mengunjungi suatu took
untuk memperoleh informasi tentang suatu produk, mengetahui ketersediaannya, atau
melakukan pesanan. Pesatnya revolusi informasi dipercepat dengan penemuan computer yang
memperoleh momentum besar pada tahun 1990-an dengan hadirnya internet.
Internet menyediakan manfaat utama yang tidak didapat dari telepon.
 Akses secara mudah dan cepat
 Komunikasi multi-target
 Kounikasi berbiaya rendah
 Kemampuan menampilkan citra tertentu
 Pergeseran kekuatan dan kendali kepada individu.

Dengan manfaat-manfaat tersebut, internet secara dramatis telah mengubah aturan


permainan dalam bisnis ke sector konsumen individual.

Internet memfasilitasi koordinasi dan pengendalian melalui pemrosesan informasi yang


efektif dan efisien, tetapi internet tidak menggantikan fundamental yang melibatkan
pengendalian manajemen. Hal ini disebabkan karena penerapan strategi melalui pengendalian
manajemen secara esensial merupakan sebuah proses sosial sehingga tidak dapat
diotomatisasikan secara penuh.

Ketersediaan akses data secara elektronis kedata base hanya memberikan kontribusi
kecil pada penilaian yang diperlukan untuk mendisain dan mengoperasikan suatu sistem
pengendalian yang optimal. Penilaian tersebut meliputi:
1. Memahami nilai relatif dari pentingnya keanekaragaman dan terkadang bersaing dalam
tujuan yang mendorong individu untuk bertindak pribadi dibandingkan prestasi
bersama, penciptaan nilai bagi pelanggan, dan pemegang saham daripada diri sendiri.
2. Penyelarasan tujuan dari beragam individu dengan organisasi.
3. Pengembangan tujuan tertentu melalui unit bisnis, area fungsional, dan departemen-
departemen yang akan dinilai.
4. Mengkomunikasikan strategi dan tujuan kinerja yang spesifik untuk keseluruhan
organisasi.
5. Menjelaskan variable kunci yang akan diukur dalam penilaian kontribusi individual
terhadap tujuan organisasi.

10
6. Mengevaluasi kinerja actual relative terhadap ukuran standar dan pembuatan
kesimpulan tentang kinerja manajer.
7. Menyelenggarakan pertemuan untuk meninjau kinerja yang produktif.
8. Mendisain struktur penghargaan yang tepat.
9. Mempengaruhi individu untuk mengubah perilaku mereka.

Secara ringkas, meskipun internet telah sangat meningkatkan pemrosesan informasi,


namun elemen fundamental dari pengendalian manajemen- informasi apa yang dikumpulkan
dan bagaimana menggunakannya-pada dasarnya melibatkan perilaku dan oleh karenanya tidak
dapat digantikan dengan pendekatan formula semula.

11