Anda di halaman 1dari 8

HAND OUT

MIKROKONTROLER PENGENDALIAN SUHU DAYA


RENDAH PADA INTRUMENTASI MEDIK

BUSTANUL ARIFIN

SMK NEGERI 1 TEKUNG


TEKNIK ELEKTRONIKA
2019 -2020
1. Pengertian sensor suhu

Sensor suhu adalah komponen yang biasanya digunakan untuk merubah


panasmenjadi listrik untuk mempermudah dalam menganalisa besarannya.
Untukmembuatnya ada dua cara yaitu dengan menggunakan bahan logam dan
bahan semikonduktor. Cara ini digunakan karena logam dan bahan semikonduktor
bisa berubah hambatannya terhadap arus listrik tergantung pada suhunya. Pada
logam semakin besar suhu maka nilai hambatan akan semakin naik, berbeda pada
bahan semikonduktor, semakin besar suhu maka nilai hambatan akan semakin
turun. Ada empat macam sensor suhu antara lain; Thermokopel, Thermistor, RTD
(Resistance Temperature Detectors), dan IC LM 35. Tentunya tiap jenis alat
tersebut mempunyai fungsi dan cara kerja yang berbeda-beda.

Gambar Sensor Suhu

Ada beberapa metode yang digunakan untuk membuat sensor ini, salah
satunya dengan cara menggunakan material yang berubah hambatannya terhadap
arus listrik sesuai dengan suhunya.

a. Menggunakan bahan logam

Logam akan bertambah besar hambatannya terhadap arus listrik jika


panasnya bertambah. Hal ini dapat dijelaskan dari sisi komponen penyusun logam.
Logam dapat dikatakan sebagai muatan positif yang berada di dalam elektron yang
bergerak bebas. Jika suhu bertambah, elektron-elektron tersebut akan bergetar dan
getarannya semakin besar seiring dengan naiknya suhu. Dengan besarnya getaran
tersebut, maka gerakan elektron akan terhambat dan menyebabkan nilai hambatan
dari logam tersebut bertambah.
b. Menggunakan bahan semikonduktor

Bahan semikonduktor mempunyai sifat terbalik dari logam, semakin besar suhu,
nilai hambatan akan semakin turun. Hal ini dikarenakan pada suhu yang semakin
tinggi, elektron dari semikonduktor akan berpindah ke tingkat yang paling atas dan
dapat bergerak dengan bebas. Seiring dengan kenaikan suhu, semakin banyak
elektron dari semikonduktor tersebut yang bergerak bebas, sehingga nilai hambatan
tersebut berkurang

2. Jenis – jenis sensor suhu


Ada 5 jenis sensor suhu antara lain sebagai berikut :

a. Bimetal Temperatur Sensor

Bimetal adalah jenis sensor suhu atau saklar (switch) elektro mekanis yang
terbuat dari dua buah lempengan logam yang berbeda koefisien muainya (α) yang
direkatkan menjadi satu. Tingkat pemuaian yang berbeda dari dua logam tersebut
akan menghasilkan gerakan mekanis melengkung ketika strip atau lempengan
bimetal tersebut terkena panas. Bimetal biasanya digunakan pada saklar listrik
thermostat, yang biasa diaplikasikan untuk mengontrol elemen pemanas, seperti
pada setrika, pemanas air, oven, tungku pembakaran, penanak nasi dan lain
sebagainya.
Kelebihan dan kelemahan bimetal
Salah satu kelebihan dari sensor bimetal adalah portabilitasnya dan tanpa
perlu menggunakan power supply. Namun bimetal biasanya tidak cukup akurat bila
dibandingkan dengan perangkat sensor suhu yang lain, selain itu penggunaan
sensor bimetal juga tidak mudah untuk menampilkan atau merekam nilai suhu,
seperti yang biasa dilakukan oleh sensor termokopel, RTD, dan jenis sensor suhu
lainnya. Akan tetapi penggunaan bimetal akan memberikan keuntungan yang pasti
bila digunakan dalam aplikasi yang tepat.
b. Thermocouples

Thermocouple adalah sensor suhu yang banyak digunakan untuk mengubah


perbedaan suhu dalam benda menjadi perubahan tegangan listrik (voltase).
Thermocouple yang sederhana dapat dipasang, dan memiliki jenis konektor standar
yang sama, serta dapat mengukur temperatur dalam jangkauan suhu yang cukup
besar dengan batas kesalahan pengukuran kurang dari 1 °C.

Thermocouple pada pokoknya terdiri dari sepasang penghantar yang


berbeda disambung las dilebur bersama satu sisi membentuk “hot” atau sambungan
pengukuran yang ada ujung-ujung bebasnya untuk hubungan dengan sambungan
referensi. Perbedaan suhu antara sambungan pengukuranmdengan sambungan
referensi harus muncul untuk alat ini sehingga berfungsi sebagai thermocouple.

(a) (b)

Gambar 3. (a)Thermocouple ; (b) Simbol thermocouple


Kelebihannya Thermocouple

Termokopel paling cocok digunakan untuk mampu mengukur suhu yang sangat
tinggi dan juga suhu rendah dari -200 hungga 1800⁰C

Kelemahan Thermocouple

Termokopel tidak dapat mengukur suhu awal dari suatu thermometer pada suhu
awal dari suatu thermometer pada umumnya karena alat ini tidak dapat dikalibrasi,
sehingga ketika termokopel pada posisi ON, langsung muncul suhu ruangan.

c. Resistance Temperature Detectors

konsep utama dari yang mendasari pengukuran suhu dengan detektor suhu tahanan
(resistant temperature detector = RTD) adalah tahanan listrik dari logam yang
bervariasi sebanding dengan suhu. Kesebandingan variasi ini adalah presisi
dan dapat diulang lagi sehingga memungkinkan pengukuran suhu
yang konsisten melalui pendeteksian tahanan. Bahan yang sering digunakan RTD
adalah platina karena kelinearan, stabilitas dan reproduksibiliti.

(a) (b)

Gambar . (a) Detektor suhu tahanan (b) Simbol RTD

a b

Kelebihan dari RTD


a. Ketelitiannya lebih tinggi dari pada termokopel
b. Tahan terhadap temperatur yang tinggi
c. Stabil pada temperatur yang tinggi, karena jenis logam platina lebih stabil dari
pada jenis logam yang lainnya.
d. Kemampuannya tidak akan terganggu pada kisaran suhu yang luas
kekurangan dari RTD
a. Lebih mahal dari pada termokopel
b. Terpengaruh terhadap goncangan dan getaran.
c. Respon waktu awal yang sedikit lama (0,5 s/d 5 detik, tergantung kondisi
penggunaannya).
d. Jangkauan suhunya lebih rendah dari pada termokopel.

d. Thermistors

Thermistor Adalah resistor yang peka terhadap panas yang biasanya


mempunyai koefisien suhu negatif. Karena suhu meningkat, tahanan menurun dan
sebaliknya. Thermistor sangat peka (perubahan tahanan sebesar 5 % per ³C) oleh
karena itu mampu mendeteksi perubahan kecil di dalam suhu.

Gambar . (a) Thermistor

Termistor adalah resistor yang peka terhadap panas yang biasanya


mempunyai koefisien suhu negatif, karena saat suhu meningkat maka tahanan
menurun atau sebaliknya. Jenis ini sangat peka dengan perubahan tahan 5% per C
sehingga mampu mendeteksi perubahan suhu yang kecil.

Simbol Thermistor
Kelebihan Thermistor
 Level perubahan output yang tinggi
 Respon terhadap perubahan suhu yang cepat
 Perubahan resistansi pada kedua terminal (pin)
Kekurangan Termistor
 Tidak linier
 Range pengukuran suhu yang sempit
 Rentan rusak
 Memerlukan supply daya
 Mengalami self heating

e. Integrated Circuit Temperature Sensor ( IC sensor )

IC sensor adalah sensor suhu dengan rangkaian terpadu yang mengunakan


chiplikon untuk kelemahan penginderannya. mempunyai konfigurasi output
tegangan dan arus yang sangat linear.

Kelebihan sensor suhu IC:

1. Menghasilkan sinyal output (tegangan atau arus) yang sangat linier dengan
perubahan suhu
2. Sinyal output tegangan/arus tinggi sehingga tidak membutuhkan sirkuit
tambahan
3. Harganya yang murah
4. Dapat membaca temperatur secara langsung (1000mV = 100⁰C dan 298µA
= 298⁰K atau 25⁰C) pada beberapa perangkat analog
Kekurangan sensor suhu IC:

1. Rentang suhu yang sempit, yaitu kisaran -50⁰C sampai 150⁰C


2. Memerlukan suplai daya
3. Respon lambat
4. Pemanasan sendiri
5. Konfigurasi terbatas

f. Sensor DHT11

Sensor DHT11 adalah module sensor yang berfungsi untuk mensensing


objek suhu dan kelembaban yang memiliki output tegangan analog yang dapat
diolah lebih lanjut menggunakan mikrokontroler.
Module sensor ini tergolong kedalam elemen resistif seperti perangkat
pengukur suhu seperti contohnya yaitu NTC.
Kelebihan dari module sensor ini dibanding module sensor lainnya yaitu dari segi
kualitas pembacaan data sensing yang lebih responsif yang memliki kecepatan
dalam hal sensing objek suhu dan kelembaban, dan data yang terbaca tidak mudah
terinterverensi.
Sensor DHT11 pada umumya memiliki fitur kalibrasi nilai pembacaan suhu
dan kelembaban yang cukup akurat.
Penyimpanan data kalibrasi tersebut terdapat pada memori program OTP yang
disebut juga dengan nama koefisien kalibrasi.
Sensor ini memiliki 4 kaki pin, dan terdapat juga sensor DHT11 dengan breakout
PCB yang terdapat hanya memilik 3 kaki pin seperti gambar dibawah ini

Bentuk Fisik DHT11


Spesifikasi :

 Tegangan masukan : 5 Vdc


 Rentang temperatur :0-50 ° C kesalahan ± 2 ° C
 Kelembaban :20-90% RH ± 5% RH error

Anda mungkin juga menyukai