Anda di halaman 1dari 2

Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan tungau (sejenis kutu)

scabies/sarcoptes. Penyakit ini sering menyerang anjing, kucing, kelinci dan


dapat juga menular ke manusia. Scabies pada kucing lebih sering disebabkan
notoedres cati. Tungau ini berukuran sangat kecil (0.2-0.4 mm), hanya bisa
dilihat dengan mikroskop atau kaca pembesar.
GK:
 Pinggir telinga ada kerak berwarna putih
 Gatal-gatal pada tubuh kucing
 Menggaruk badan berlebihan
 Bulu rontok
 Kulit terlihat kering
Obat:
 Mandikan kucing dengan shampo yang mengandung zat sulfur seperti lime
sulfur atau sebasol.
 Oleskan salep yang mempunyai kandungan permethrin, petrolatum,
triamcolone, dermatech dan gamexane.
 Berikan injeksi atau suntik anti scabies, yang hanya dapat ditangani oleh
dokter hewan.

Ringworm adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur yang dapat membuat
terjadinya kerontokan pada bulu kucing. Ringworm disebabkan oleh jamur yang
hidup di kulit dan bulu. Ada beberapa spesies jamur yang hidup di kulit dan bulu,
salah satu spesies yang cukup bandel dan sering menyerang kucing adalah
Microsporum Canis.
GK
 Terdapat kerak di bagian tubuh
 Kerontokan bulu berbentuk lingkaran
 Kulit mengelupas
 Ketokenazole: Bersihkan kerak dengan minyak kelapa dan aplikasikan salep
ini pada kulit.
 Ithraconazole: Ini merupakan obat oral yang bisa diberikan untuk kucing
berusia diatas 5 bulan yang terkena ringworm. 1 kapsul dibagi menjadi 5 yang
diberikan selama 2 minggu, 1 kali sehari

Folliculitus adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada
kulit kucing. Sama seperti penyakit kulit kucing lainnya, penyakit ini gejala
umumnya adalah kerontokan bulu dan gatal pada tubuh kucing.
GK
 Pustula (nanah) berwarna kuning
 Kulit terlihat kemerahan
 Terjadi infeksi di bagian hidung
 Timbul jerawat di dagu
Obat
 Cuci dan bersihkan alat-alat grooming seperti sikat, sisir, kandang,
semua peralatan dan tempat yang sering digunakan kucing.
 Mandikan kucing dengan shampo yang mengandung zat sulfur seperti lime
sulfur atau sebasol.
 Oleskan salep yang mempunyai kandungan permethrin, petrolatum,
triamcolone, dermatech, gamexane, ketoconazole, dan miconazole.
 Berikan injeksi atau suntik yang hanya dapat ditangani oleh dokter
hewan.

 Cephalexin: Antibiotik generasi pertama dari kelompok beta lactam yang berguna untuk
menghancurkan bakteri penyebab penyakit kulit. Dosis yang umumnya disarankan adalah 3 hingga
50 gram dua kali sehari.
 Clindamycin: Merupakan antibiotik kelompok lincosamide yang berguna untuk mencegah bakteri
agar tidak bereproduksi. Dosis yang bisa diberikan adalah 5 hingga 10 mg/kg sebanyak dua kali
sehari.
 Clavulanate potentiated amoxycillin: Antibiotik yang bekerja dengan cara mengganggu
metabolisme bakteri sekaligus menghancurkan sel dinding bakteri. Untuk dosisnya adalah 50 mg/5
kg berat badan.

ANTIINFLAMASI
Kortikosteroid seperti prednisolon bisa didapatkan dengan harga murah namun efektif. Untuk
kucing berukuran sedang umumnya akan diberikan satu butir tablet dengan dosis 5 mg satu kali
sehari bersama makanan atau sesudah makan selama 5 hingga 10 hari tergantung dari keparahan
penyakit kulit.