0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
446 tayangan23 halaman

Cara Membagi Bandwidth di Mikrotik

1. Artikel menjelaskan cara membagi bandwidth internet menggunakan Mikrotik dengan membuat pembagian per interface 2. Bandwidth internet 4Mbps download dan 1Mbps upload dibagi menjadi 3 bagian sama rata untuk 3 interface 3. Setiap interface diberi alokasi bandwidth 1333kbps download dan 333kbps upload

Diunggah oleh

ketut endi gutrawan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • Max Limit,
  • Jaringan,
  • Pengaturan Queue,
  • Upload,
  • Pengaturan Target,
  • Pengaturan Interface,
  • Pengaturan Mangle,
  • Speed Test,
  • Packet Marks,
  • Pengaturan NAT
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
446 tayangan23 halaman

Cara Membagi Bandwidth di Mikrotik

1. Artikel menjelaskan cara membagi bandwidth internet menggunakan Mikrotik dengan membuat pembagian per interface 2. Bandwidth internet 4Mbps download dan 1Mbps upload dibagi menjadi 3 bagian sama rata untuk 3 interface 3. Setiap interface diberi alokasi bandwidth 1333kbps download dan 333kbps upload

Diunggah oleh

ketut endi gutrawan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • Max Limit,
  • Jaringan,
  • Pengaturan Queue,
  • Upload,
  • Pengaturan Target,
  • Pengaturan Interface,
  • Pengaturan Mangle,
  • Speed Test,
  • Packet Marks,
  • Pengaturan NAT

BELAJAR

BANDWITH MIKROTIK

MODUL
Cara Membagi Bandwidth Sederhana di Mikrotik
Rizky Agung – 12:13 PM
Membagi Bandwidth internet secara sederhana berdasarkan interface menggunakan
Mikrotik. Hal ini yang akan kita bahas kali pada artikel ini. Sebelum saya lanjutkan, saya
sarankan untuk membaca artikel sebelumnya tentang Cara Membatasi (Limit)
Bandwidth Mikrotik dengan Simple Queue Mikrotik.

Oke, langsung saja kita mulai. Jadi kali ini kita akan membuat pembagian bandwidth
secara sederhana berdasarkan interface yang digunakan. Untuk lebih jelasnya silakan
lihat topologi jaringannya berikut ini:
Bandwidth internet yang saya gunakan adalah seperti berikut ini :

Koneksi Internet dari ISP 3 dengan Bandwidth 4 Mbps (Download) dan 1 Mbps (Upload).
Nah, dari koneksi internet itu, saya akan membagi bandwidth nya menjadi 3 dibagi per
interface. Jadi disini saya menggunakan 4 interface ether.
-> interface ether1 : koneksi ke internet (DHCP Client)
-> interface ether2 : koneksi ke client 1
-> interface ether3 : koneksi ke client 2
-> interface ether4 : koneksi ke client 3

Masing-masing interface ether akan dikasih bandwidth


Download : 4 Mb/3 = 1333 Kb
Upload : 1 Mb/3 = 333 Kb

Oke, kita mulai langkah-langkah Cara Membagi Bandwidth Sederhana di Mikrotik :


1. Pastikan Mikrotik anda sudah bisa terhubung ke Internet (Seting DHCP Client, DNS,
Firewall Masquerde, IP Address, dll).

2. Seting IP address untuk masing-masing interce yang tehubung ke client :


--> ether2 : 10.10.10.1/24
--> ether3 : 10.10.20.1/24
--> ether4 : 10.10.30.1/24

3. Buat DHCP Server untuk masing-masing client, masuk menu IP --> DHCP Server -->
DHCP Setup
(Jika anda ingin konfigurasi IP client secara manual point ini bisa dilewati)
4. Untuk Membagi Bandwidth, masuk ke menu Queues --> Simple Queues --> Buat rule
baru

[Tab General]
--> Beri nama rule nya
--> Target : ether2 atau 10.10.10.0/24
--> Max limit :
---> Target Upload : 333k
---> Target Download : 1333k
[Tab Advanced]
--> Limit At :
---> Target Upload : 333k
---> Target Download : 1333k
Untuk membuat rule pada interface selanjutnya, tinggal klik saja tombol Copy terus ganti
nama dan target nya supaya lebih cepat.
5. Kalo setingan sudah beres, sekarang kita coba tes dengan melakukan Bandwidth test
pada Client, dan hasilnya adalah sebagai berikut :

Hasilnya hampir sama seperti yang sudah kita seting sebelumnya yakni :
Bandwidth 1190 Kb (Download) dan 333 Kb (Upload)

Sekarang pertanyaan nya, kenapa pembagian nya dibuat per interface? Karena itu
adalah permintaan klien saya :D. Waktu saya di Makassar, saya diminta oleh Polda
Sulsel untuk membagi bandwidth internet menjadi tiga menggunakan Mikrotik RB750.
Masing-masing dibuat sama rata per interface karena mau digunakan untuk koneksi
Video Conference dengan Mabes Polri. Sekalian saya bantu seting juga video conference
nya. Sedikit curhat boleh ya :D

Oke, sekian saja tutorial Cara Membagi Bandwidth Sederhana di Mikrotik. Semoga
bermanfaat :)

Cara Membatasi (Limit) Bandwidth Mikrotik dengan Simple Queue Mikrotik


Rizky Agung – 2:08 PM

Cara Membatasi (Limit) Bandwidth Mikrotik dengan Simple Queue Mikrotik -


Mengatur dan membatasi pemakaian Bandwidth internet memang suatu hal yang penting
ketika koneksi internet kita terbatas, misalnya kuota bandwidth yang terbatas dari ISP.
Kita perlu membatasi kuota bandwidth tiap user yang terkoneksi ke Router Mikrotik. Pada
Router Mikrotik sendiri sudah tersedia fitur yang bisa membatasi (limit) bandwidth yaitu
Queue. Ada dua macam Queue pada Mikrotik :
1. Queue Simple : merupakan cara termudah untuk melakukan management
bandwidth yang diterapkan pada jaringan skala kecil sampai menengah untuk
mengatur pemakaian bandwidth upload dan download tiap user.
2. Queue Tree : mirip seperti queue simple tapi lebih rumit, yaitu dapat melakukan
pembatasan bandwidth berdasarkan group bahkan secara hierarki. Kita harus
mengaktifkan fitur Mangle pada Firewall jika ingin menggunakan Queue Tree.

Pada artikel kali ini kita akan membahas fitur Queue Simple dulu. Oke, mari kita belajar
mikrotikbersama :)

Untuk pembahasan Queue Simple kali ini kita akan mencoba praktek membuat limit
Bandwidth semua user dengan mikrotik. Silakan buka Winbox nya dan pilih menu
Queues, maka akan muncul tampilan berikut :

Sebelum kita mulai membatasi Bandwidth internet dengan mikrotik, pastikan dulu berapa
Bandwidth Internet yang anda dapat dari ISP yang anda pakai. Sehingga nantinya nilai
Bandwidth yang dilimit tidak melebihi alokasi Bandwidth dari ISP. Misalnya bandwidth
dari ISP sebesar 1 Mbps, maka limit bandwidth nya diset lebih kecil atau sama dengan 1
Mbps.

Untuk menambahkan Simple Queue baru klik tombol +, maka akan muncul tempilan
seperti berikut :
Ada beberapa tab di jendela Simple Queue tersebut, namun kita hanya akan
menggunakan tab General dan Advanced saja.

Tab General
Pada tab General ada beberapa pilihan yang dapat diseting. Yang perlu kita perhatikan
dengan seksama yaitu pilihan Target Address dan Max Limit.

Target Address

Anda dapat mengisis Target Address dengan IP address tertentu yang ingin anda batasi
Bandwidth nya, misal 192.168.100.0/24. Dari gambar di atas bisa dilihat untuk Target
Address kosong, ini berarti konfigurasi limit Bandwidth ini berlaku untuk semua alamat
IP.

Max Limit

Max Limit adalah alokasi bandwidth maksimal yang bisa didapatkan user, dan biasanya
akan didapatkan user jika ada alokasi bandwidth yang tidak digunakan lagi oleh user lain.
Jangan lupa centang Target Upload dan Target Download untuk mengaktifkan fitur ini,
pilih besar Bandwidth yang ingin dilimit pada Max Limit. Misalnya upload : 256kbps
download : 1Mbps.
Besar limit Bandwidth untuk upload lebih rendah daripada download nya karena memang
user biasanya lebih banyak melakukan download (browsing, download musik, file, dll)
daripada upload. Anda dapat memilih sesuai keinginan.

Anda juga dapat menentukan waktu kapan dan berapa lama Simple Queue ini akan mulai
berjalan dengan memilih opsi Time.

Tab Advanced

Pada tab Advanced hal yang perlu diperhatikan pada opsi Interface dan Limit At.

Interface
Pilih interface mana yang ingin dibatasi bandwidth nya, misalnya interface Wlan1 untuk
membatasi koneksi internet via wireless. Jika ingin membatasi bandwidth di semua
Interface pilih all.

Limit At
Limit At adalah alokasi bandwidth trendah yang bisa didapatkan oleh user jika traffic
jaringan sangat sibuk. Seburuk apapun keadaan jaringan, user tidak akan mendapat
alokasi bandwidth dibawah nilai Limit At ini. Jadi Limit At ini adalah nilai bandwidth
terendah yang akan didapatkan oleh user. Nilai nya terserah anda mau diisi berapa.
Misalnya diisi upload 128kbps download : 512kbps.
Untuk opsi lainnya akan dibahas pada artikel Tutorial Mikrotik Indo selanjutnya.

Nah, dari konfigurasi tersebut, maka hasilnya jika semua user sedang memakai koneksi
internet dan kondisi jaringan sibuk maka tiap user akan mendapatkan bandwidth sebesar
128kbps/512kbps. Jika satu atau beberapa user tidak sedang menggunakan koneksi
maka alokasi bandwidth akan diberikan ke user yang sedang terkoneksi. Dan jika hanya
satu user yang menggunakan koneksi maka user itu akan mendapatkan alokasi
bandwidth maksimal 256kbps/1Mbps.

Klik ok untuk menambahkan Simple Queue tersebut, sehingga akan muncul di queue list.

Pada gambar di atas, ada dua Simple Queue, yaitu Simple Queue yang terbentuk secara
otomatis oleh Hotspot di artikel sebelumnya Cara Membuat Hotspot di Mikrotik : Seting
dasar Hotspot Mikrotik
dan Simple Queue yang baru dibuat. Jika ada dua konfigurasi berbeda maka akan
dieksekusi dari atas ke bawah (top to bottom), jadi Simple Queue hotspot dieksekusi dulu
baru kemudian Simple Queue Mikrotik Indo. Walaupun Simple Queue hotspot Tx Rx Max
limit nya unlimited, tapi semua user hotspot akan mendapatkan bandwidth Max Tx Rx
256k/1M dari Simple Queue MikrotikIndo, sehingga Simple Queue hotspot itu tidak
berlaku.
Anda dapat mengatur konfigurasi Simple Queue sesuai selera anda sendiri. Silakan anda
kembangkan sesuai keinginan anda sendiri. oke, semoga Tutorial Mikrotik
Indonesia tentang Cara Membatasi (Limit) Bandwidth Mikrotik dengan Simple
Queue Mikrotik ini bermanfaat. Selamat belajar Mikrotik :)
Cara Limit Bandwidth Dengan Queue Tree Di Mikrotik

(Artikel dan Video Tutorial nya sudah bisa di download, linknya di bawah ya)
Queue tree merupakan salah satu teknik management bandwidth yang ada pada mikrotik
dan sifatnya lebih detail / komplek jika di bandingkan dengan simple queue, hal itu karena
dengan queue tree kita bisa melimit bandwidth mikrotik secara terpisah, misalkan
memisahkah bandwidth untuk browsing, download, dan game online.

Perbedaan lain antara simple queue dan queue tree adalah pada konfigurasinya, dimana
konfig simple queue lebih simple dan mudah di mengerti, sedangkan untuk konfigurasi
queue tree sedikit ribet, karena pertama kita harus menentukan / menandai jenis paket
yang akan di limit atau dalam mikrotik di sebut mangle, dengan mangle inilah kita bisa
melimit bandwidth sesuai kebutuhan.

Sebagai tahap awal / dasar dari queue tree, dalam artikel ini kita akan membahas
mengenai konfigurasi dasar atau contoh sederhana dari queue tree dengan cara melimit
bandwidth download dan upload client.

Dalam artikel ini saya menggunakan mikrotik RB750r2 dengan lisensi level 6, saya akan
memberikan bandwidth untuk download minimal sebesar 2 mbps dan maksimal 4 mbps,
sedangkan untuk upload saya setting 1 mbps (minimal) sampai 2 mbps (maksimal),
baiklah berikut konfigurasinya :

A. Membuat Mangle

1. Mangle Connection Download

Untuk yang pertama kita akan membuat konfigurasi mangle untuk menandai koneksi
download, caranya klik menu IP > Firewall > Tab Mangle > Klik tanda + untuk
menambahkan.

Di tab General isi kolom chain = forward dan Dst Address = 192.168.2.0/24 atau IP user
/ IP network yang akan di limit. Jika anda hanya ingin melimit satu buah user, tuliskan
saja IPnya contohnya 192.168.1.5, atau jika ingin melimit semua user dalam satu jaringan
/ network, anda bisa menuliskanya IP network / Netmask, contohnya seperti di gambar
192.168.2.0/24.

Dan klik tab Action, isi kolom action = mark connection untuk menandai koneksi, dan
pada kolom New Connection Mark = Con-down atau nama lainnya sesuai keinginan anda
dan terakhir tandai passthrough.

2. Mangle Connection Upload

Tidak jauh beda dengan mangle connection download, buat kembali satu buah mangle
untuk connection upload, konfigurasinya hampir sama dengan sebelumnya di tab
general isi chain = forward dan src address = 192.168.2.0/24 atau IP / netwotk yang akan
di limit.

Catatan
Ingat ya, untuk membuat mangle Download yang di isi adalah Dst address, sedangkan
untuk Upload isi Src Address.

Sedangkan untuk tab Action, isi action = mark connection dan isi new connection mark =
nama untuk mangle connection yang akan di buat dan jangn lupa tandai passthrough.
3.Mangle Packet Download

Setelah berhasil membuat mangle connection, langkah selanjutnya adalah membuat


mangle packet, untuk yang pertama kita akan membuat mangle packet download
terlebuh dahulu.

Masih pada tampilan yang sama yaitu tab mangle, klik tanda + untuk menambahkan
mangle batu, lalu di tab General isi chain = forward dan kolom connection mark = con-
down / nama konfigurasi mangle connection download yang telah di buat sebelumnya.

Pindah ke tab Action, isi kolom action = mark packet dan new packet mark = nama untuk
konfigurasi mangle packet download, terakhir tandai passthrough.
4. Mangle Packet Upload

Sama seperti mangle packet download, klik tanda + untuk menambahkan, lalu di tab
general isi chain = forwarddan connection mark = con-up, sedangkan untuk tab action isi
kolom action = mark packet dan new packet mark = client-up (nama untuk konfigurasi
mangle packet upload) dan tandai juga passthrough.

B. Konfigurasi Queue Tree

1. Queue Tree Download

Kini tiba saatnya untuk konfigurasi queue tree, klik menu Queues di halaman utama
mikrotik lalu klik tab queue tree dan klik tanda + untuk menambahkan. Untuk yang
pertama kita akan membuat konfigurasi queue tree download maka konfigurasinya
sebagai berikut :

 Name : Nama untuk konfigurasi yang akan di buat


 Parent : Interfaces lokal yang akan di limit
 Packet Marks : nama konfigurasi mangle packet download
 Limit At : Minimal bandwidth yang akan di berikan
 Max Limit : Maksimal bandwidth yang di berikan
 Jika sudah klik OK.

2. Queue Tree Upload

Setelah queue tree download selesai, selanjutnya konfigurasi queue tree upload,
isi name = client-Down atau dengan nama lain untuk konfigurasi queue tree yang sedang
di buat, parent = ISP atau interfaces yang terhubung dengan internet, packet marks =
client-up atau dengan nama konfigurasi mangle packet upload, dan terakhir tentukan
besar limit minimal dan maksimal yang akan di berikan.

C. Test

Saatnya pengetesan konfigurasi queue tree, pertama nonaktifkan terlebih dahulu


konfigurasi queue tree baik yang download maupun upload, hal ini bertujuan untuk
melihat besar bandwidth sebelum menggunakan queue tree dan untuk melihat
perbedaanya setelah menggunakan queue tree, caranya klik konfigurasi queue tree lalu
klik tanda X.

Buka web browser lalu kunjungi website yang menyediakan fitur untuk mengukur
besarnya bandwidth, contohnya speedtest.com, berikut screenshotnya :

Sebelum Konfigurasi Sesudah Konfigurasi

Bisa kita lihat pada gambar diatas sebelah kiri, speed download yang saya dapatkan
sebesar 10,13 Mbps dan untuk upload mencapai 9.66 Mbps, langkah selanjutnya aktifkan
semua konfigurasi queue tree dengan cara klik konfigurasi queue tree lalu klik tanda
check list dan cobalah untuk cek speed lagi, pastikan besar bandwidth yang di dapatkan
tidak melebihi dari settingan yang telah di buat.

D. Download Artikel Dan Video Tutorial Limit Bandwidth Dengan Queue Tree
Klik link di bawah ini sesuai keingnan kalian ya :
➤ Download Artikelnya
➤ Lihat Video Tutorialnya Di Youtube (Mohon untuk bantu subcribe ya :D)
➤ Download Video Tutorialnya
MANAJEMEN BANDWIDTH PADA MIKROTIK

MANAJEMEN BANDWIDTH PADA MIKROTIK

I. PENDAHULUAN
Mengatur dan membatasi pemakaian Bandwidth internet memang suatu hal yang
penting ketika koneksi internet kita terbatas, misalnya kuota bandwidth yang terbatas dari
ISP. Kita perlu membatasi kuota bandwidth tiap user yang terkoneksi ke Router Mikrotik.
Pada Router Mikrotik sendiri sudah tersedia fitur yang bisa membatasi (limit) bandwidth
yaitu Queue. Ada dua macam Queue pada Mikrotik :
1. Queue Simple : merupakan cara termudah untuk melakukan management
bandwidth yang diterapkan pada jaringan skala kecil sampai menengah untuk
mengatur pemakaian bandwidth upload dan download tiap user.
2. Queue Tree : mirip seperti queue simple tapi lebih rumit, yaitu dapat
melakukan pembatasan bandwidth berdasarkan group bahkan secara hierarki.
Kita harus mengaktifkan fitur Mangle pada Firewall jika ingin menggunakan Queue
Tree.

II. TUJUAN
1. Dapat mengkonfigurasi mikrotik
2. Dapat menerapkan manajemen bandwidth pada mikrotik

III. TOPOLOGI JARINGAN


IV. ANALISA
Untuk mengatur manajemen bandwidth pada client menggunakan mikrotik
langkah pertama yang dilakukan adalah mengkonfigurasi NAT. Konfigurasi NAT sudah
dijelaskan pada praktikum sebelumnya. Pada percobaan ini manjemen bandwidth yang
dilakukan menggunakan cara Queue Simple. Dengan Queue Simple bisa melakukan
pengaturan bandwidth secara sederhana berdasarkan IP Address client dengan
menentukan kecepatan upload dan download maksimum yang bisa dicapai oleh
client. Pada percobaan ini manajemen bandwidth yang dilakukan ada tiga jenis
yaitu Limitasi Bandwidth, Metode Pembagian Bandwidth Share dan Bandwidth priority.

1. Limitasi Bandwidth
Pada kasus ini akan melakukan limitasi maksimal upload dan
download 128kbps terhadap client dengan IP 192.168.2.252 yang terhubung ke Router.
Penentuan kecepatan maksimum client dilakukan pada parameter target upload dan
target download max-limit. Bisa dipilih dengan drop down menu atau ditulis manual.
Satuan bps (bit per second). Dengan pengaturan tersebut maka Client dengan IP
192.168.2.252 akan mendapatkan kecepatan maksimum Upload dan Download 128kbps
dalam keadaan apapun selama bandwidth memang tersedia.
Berikut ini adalah proses download yang terjadi pada client 1 dimana kecepatan rata-
ratanya adalah 7.100 KB/sec. Seharusnya client 1 dapat melakukan donwload dengan
keceptan maksimum 128 KB/sec tetapi karena jaringan dalam keadaan trafik yang padat
maka hanya bisa melakikan download dengan kecepatan rata-rata 7.100 KB/sec.

Untuk gambar dibawah ini, kecepatan download client 1 dianikkan menjadi 512kb/sec.
Dengan file yang sama, proses download client 1 lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
Karena bandwidtnya sudah dinaikkan. Kecepatannya menjadi 22.555 KB/sec.

2. Metode Pembagian Bandwidth Share


Pada kasus ini akan melakukan pengaturan bandwidth sebesar 512 kbps untuk
digunakan 3 client. Konsepnya sebagai berikut :
 Dalam keadaan semua client melakukan akses, maka masing-masing client
akan mendapat bandwidth minimal 128kbps.
 Jika hanya ada 1 Client yang melakukan akses, maka client tersebut bisa
mendapatkan bandwidth hingga 512kbps.
 Jika terdapat beberapa Client (tidak semua client) melakukan akses, maka
bandwidth yang tersedia akan dibagi rata ke sejumlah client yg aktif.

Route tidak tahu berapa total bandwidth real yang dimiliki, maka harus definisikan pada
langkah pertama. Pendefinisian ini bisa dilakukan dengan melakukan setting Queue
Parent. Besar bandwidth yang kita miliki bisa diisikan pada parameter Target Upload
Max-Limit danTarget Download Max-Limit.

selanjutnya menentukan limitasi per client dengan maksimum upload dan download
512 kbps. Pada Advance mengisi Limit At 128 kbps untuk upload dan download serta
memilih total bandwidth sebagai parent.
Pengujian

 Kondisi 1 (Client 1 aktif)

Kondisi 1 menunjukkan ketika hanya 1 client saja yg menggunakan bandwidth, maka


Client tersebut bisa mendapat hingga Max-Limit.

Pertama Router akan memenuhi Limit-at Client yaitu 128 kbps. Bandwitdh yang tersedia
masih sisa 512 kbps -128 kbps = 384 kbps. Karena client yang lain tidak aktif maka
384kbps yang tersisa akan diberikan lagi ke Client1 sehingga mendapat
128kbps+384kbps =512kbps atau sama dengan max-limit.
 Kondisi 2 (Client 1 dan 3 aktif)

Pertama router akan memberikan limit-at semua client terlebih dahulu. Akumulasi Limit-
at untuk 2 client = 128kbps x 2 =256kbps . Bandwidth total masih tersisa 256kbps.
Sisa nya akan dibagi rata ke kedua Client. Sehingga tiap client mendapat Limit-at + (sisa
bandwidth / 2) = 128kbps+128kbps =256kbps

 Kondisi 3 (semua client aktif)


Pertama Router akan memenuhi Limit-at tiap client lebih dulu, sehingga bandwidth yang
digunakan 128kbps x 3 = 384kbps. Bandwidth total masih tersisa 128kbps. Sisa
bandwidth akan dibagikan ke ketiga client secara merata sehingga tiap client mendapat
128kbps + (128kbps/3) = 170kbps.

3. Bandwidth Priority
Nilai priority queue adalah 1-8 dimana terendah 8 dan tertinggi 1. Pada kasus ini client 1
(192.168.2.252) mendapat prioritas 1 sedangkan client yang lain mendapatkan prioritas
8. Pada saat pengujian client 1 mendapatkan bandwidth yang lebih besar dibandingkana
client yang lain.

Anda mungkin juga menyukai