40 Contoh Pepatah, Perumpamaan dan
Pameo dalam Bahasa Indonesia
Peribahasa merupakan suatu kalimat yang menjelaskan suatu keadaan tingkah laku seseorang, yang
kemudian dibandingkan dengan sesuatu yang ada sekitarnya. Peribahasa memiliki susunan kata
yang sudah pasti dapat dirubah dan peribahasa memiliki beberapa bentuk yaitu peribahasa pepatah,
pemeo dan perumpamaan. Berikut bahasan kita mengenai contoh pepatah, perumpamaan dan
pameo dalam bahasa Indonesia.
Pepatah
Pepatah adalah jenis peribahasa yang berisikan ajaran, petunjuk, teguran atau peringatan dari orang
tua, yang digunakan untuk meredam atau membungkam lawan bicara. Contoh :
1. Ada aku dipandang hadap, tiada aku dipandang belakang (artinya Bila sedang berhadapan bermulut
manis, tetapi bila dibelakang lain perkataannya).
2. Ada uang abang sayang, tak ada uang abang melayang (artinya Bila seorang yang dicintainya
mendapatkan rezeki dikasihi, dimanja dan kalau tidak ada rezeki dihiraukan).
3. Sayang akan garam sececah, kerbau seekor dibusukkan (artinya Karena takut akan kerugian yang
sedikit, akhirnya mendapat kerugian yang lebih besar).
4. Asam di gunung garam di laut bertemu dalam satu belanga (artinya Jodoh seseorang bisa saja
berasal dari tempat yang jauh).
5. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan (artinya Akan selalu ada jalan bagi orang yang mau berusaha
sungguh-sungguh untuk mencapai cita-cita).
6. Sedia payung sebelum hujan (artinya Mengantisipasi masalah sebelum masalah tersebut itu terjadi.
Terutama yang dimaksud adalah menabung dahulu selama bisa, atau selama hari muda, Nanti jika
ada musibah sudah lebih mudah ditanggulangi. Harus selalu waspada sebelum segala sesuatu
terjadi).
7. Sayang-sayang buah kepayang, dimakan mabuk dibuang sayang (artinya Bingung menghadapi
perempuan cantik tapi berbahaya, diambil takut ditinggalkan tak sampai hati – dalam keadaan serba
salah).
8. Cubit paha sendiri dahulu, baru mencubit paha orang lain (artinya Merasakan sendiri akibat yang
akan ditimbulkan sebelum menyakiti orang lain).
9. Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya (artinya sekali saja mengkhianati teman
maka untuk selanjutnya anda tidak dipercayai lagi).
10. Berjalan pelihara kaki, berkata pelihara lidah (artinya Harus selalu berhati-hati dalam melakukan
setiap perbuatan).
11. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui juga (artinya Satu kali melakukan pekerjaan,
mendapatkan beberapa hasil atau keuntungan sekaligus).
12. Sehari selembar benang, lama-lama jadi kain (artinya bekerja dan berusaha sedikit demi sedikit,
maka dari waktu ke waktu pasti berhasil juga).
Perumpamaan
Perumpamaan merupakan jenis peribahasa yang mempunyai makna perbandingan yang
menggunakan kata-kata berupa : seperti, sebagai, bagai, laksana atau bak. Ciri – ciri perumpamaan
dapat dilihat dari sisi bentuk yang berupa satu klausa pendek, dan menyebutkan perbandingan
makna secara terang/jelas. Contoh :
1. Bagai air di atas daun talas (artinya orang yang tidak tetap hati atau bingung dan mudah terombang
ambing dalam suatu keadaan).
2. Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading (artinya orang besar/ternama
bila mati meninggalkan jasa yang besar/dikenang, jika baik ya baik yang dikenang jika buruk ya buruk
yang dikenang).
3. Bagai si kudung mendapat cincin (artinya orang yang tidak dapat merasakan nikmat atau
menggunakan kemudahan yang diperoleh).
4. Bagai guna alu, sesudah menumbuk dicampakkan (artinya sesuatu yang sudah tidak berguna lagi,
biasanya dicampakkan begitu saja).
5. Menepuk air di dulang terpercik muka sendiri (artinya orang yang tidak menjaga rahasia keluarga
sendiri akan mendapat malu sendiri).
6. Seperti katak dalam tempurung (artinya menganggap dirinya sangat besar, merasa besar karena
tidak mau membandingkan dengan orang lain).
7. Bagai guna alu, sesudah menumbuk dicampakkan (artinya sesuatu yang sudah tidak berguna lagi,
biasanya dicampakkan begitu saja).
8. Bagai makan buah si malakama, dimakan ibu mati, tidak dimakan bapak mati (artinya serba sulit
dalam menentukan sikap atau tindakan)
9. Belum beranak sudah berbesan (artinya sudah berangan-angan atau berharap yang bukan-bukan
padahal belum berhasil).
10. Seperti katak dalam tempurung (artinya menganggap dirinya sangat besar, merasa besar karena
tidak mau membandingkan dengan orang lain).
11. Seperti orang buta kehilangan tongkat (artinya mengalami keadaan yang sangat sulit dan tidak
memiliki pegangan/sandaran).
12. Seperti gunting makan diujung (artinya disangka tidak ada apa-apa, tiba-tiba melakukan kejahatan).
13. Seperti durian dengan mentimun (artinya lawan yang sangat tidak sebanding, satu pihak sangat kuat
sedangkan lawannya sangat lemah).
14. Seperti bunga dadap, sungguh merah, berbau tidak (artinya sesuatu yang tampaknya bak dan indah,
tetapi sebenarnya biasa saja)
15. Ibarat seekor balam, mata terlepas badan terkurung (artinya seseorang yang dipinggit, hidupnya
selalu diawasi).
Pameo
Pameo merupakan jenis peribahasa yang dapat dijadikan semboyan dan biasanya menjadi pembakar
semangat, motivasi dan menghidupkan semangat untuk orang yang mendengarnya, contoh :
1. Makin berisi makin menunduk (artinya orang berilmu pada umumnya merendahkan diri).
2. Belakang parang pun akan tajam bila diasah terus-menerus (artinya betapapun bodohnya seseorang
dapat diubah menjadi pintar bila ia belajar dengan sungguh-sungguh).
3. Ibarat menuang minyak ke api (artinya orang yang sengaja mencari kesusahan sendiri).
4. Gantungkan cita-citamu setinggi bintang (artinya agar kita tidak pesimis dan berusaha untuk
mencapai cita-cita itu).
5. Tukang tidak membuang kayu (artinya Orang arif selalu menghargai orang lain).
6. Jika kail panjang sejengkal, lautan dalam jangan diduga (artinya apabila kita tidak terlalu pandai,
hanya memiliki sedikit pengetahuan, sebaiknya tidak menantang orang yang mahir dalam hal
tersebut).
7. Malu berkayuh perahu hanyut, malu bertanya sesat jalan (artinya orang yang sedikit ilmu dan
pengalaman supaya tidak mencuba sesuatu yang rumit).
8. Murah di mulut, mahal di timbangan (artinya janji lebih mudah diucapkan daripada ditepati).
9. tukang tidak membuang kayu (artinya orang arif selalu menghargai orang lain).
10. Patah sayap, bertongkat paruh berarti tidak berputus asa(artinya terus berusaha dalam bekerja, tidak
mudah berputus asa).
11. Esa hilang, dua terbilang (artinya Tetap hati mengerja kan suatu pekerjaan yang berbahaya).
12. Banyak bekerja, sedikit bicara (artinya melakukan pekerjaan dengan aksi dan tidak buang waktu
dengan pekerjaan yang sia-sia).
13. Sekali merdeka, tetap merdeka (artinya tetap dalam pendirian).
Artikel Bahasa Lainnya