HUBUNGAN ANTARA STATUS KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN
KUALITAS HIDUP PADA LANJUT USIA DI BALAI REHABILITASI SOSIAL
LANJUT USIA (BRSLU) GAU MABAJI GOWA
THE RELATIONSHIP BETWEEN THE DENTAL AND ORAL HEALTH STATUS
WITH THE QUALITY OF LIFE AT BALAI REHABILITASI SOSIAL LANJUT
USIA (BRSLU) GAU MABAJI GOWA
Maulida SN
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin
ABSTRAK
Latar Belakang: Seiring dengan bertambahnya usia, para lansia biasanya akan
mengalami penurunan fungsi organ tubuh. Penurunan kondisi tersebut juga terjadi pada
organ dan jaringan yang terdapat di dalam gigi dan mulut. Masalah gigi dan mulut yang
banyak dikeluhkan yang berkaitan dengan perilaku membersihkan gigi dan mulut adalah
karies atau gigi berlubang, penyakit jaringan penyangga atau radang gusi, dan edentulous
atau kehilangan gigi. Kesehatan gigi dan mulut dapat dipengaruhi oleh kualitas hidup
pada lansia. Rendahnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat menyebabkan kelainan
kronik pada mulut lansia. Tujuan: Untuk mengetahui adanya hubungan kesehatan gigi
dan mulut dengan kualitas hidup lansia di Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (BRSLU)
Gau Mabaji Gowa. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
penelitian observasional analitik dengan menggunakan total sampling. Penelitian ini
dilakukan pada 60 sampel lansia diukur nilai DMFT, OHIS untuk mengetahui status
kesehatan gigi dan mulut dan tingkat kualitas hidup diukur dengan GOHAI. Hasil:
Berdasarkan hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p 0,025 (p<0,05). Kesimpulan:
Terdapat hubungan antara kesehatan gigi dan mulut dengan kualitas hidup pada lansia
yang diperiksa di Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (BRSLU) Gau Mabaji Gowa.
Kata kunci: Status kesehatan gigi dan mulut, kualitas hidup, lansia
THE RELATIONSHIP BETWEEN THE DENTAL AND ORAL HEALTH STATUS
WITH THE QUALITY OF LIFE AT BALAI REHABILITASI SOSIAL LANJUT
USIA (BRSLU) GAU MABAJI GOWA
NURUL SAFIRA MAULIDA
Faculty of Dentistry at Hasanuddin University
ABSTRACT
Background: As you grow older, the elderly will usually experience a decline in organ
function. The decline in the condition also occurs in the organs and tissues contained in
the teeth and mouth. The problems of teeth and mouth that are widely complained related
to tooth and mouth cleaning behaviors are caries or perforated teeth, tissue disease or
gingivitis, and edentulous or tooth loss. Dental and oral health can be influenced by
quality of life in the elderly. The lack of healthy teeth and mouth can cause chronic
abnormalities in the elderly. Objective: to know the relationship of dental and oral health
with the quality of life of elderly in Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (BRSLU) Gau
Mabaji Gowa. Method: The types of research used in this study are analytical
observational research using Total Sampling. The study was conducted on 60 elderly
samples measured DMFT value, OHIS to know the status of dental and oral health and
level of life quality measured by GOHAI. Results: based on the Chi-Square test results
obtained the value p 0.025 (p < 0.05). Conclusion:There is a relationship between dental
and oral health with quality of life in the elderly examined at Balai Rehabilitasi Sosial
Lanjut Usia (BRSLU) of Gau Mabaji Gowa.
Keywords: health Status of dental and oral, quality of life, elderly
PENDAHULUAN
1
Proses menua adalah suatu dan sosial. Selain itu, masalah
proses fisiologis yang terjadi pada kesehatan gigi dan mulut juga akan
kehidupan manusia, ditandai dengan terjadi sejalan dengan bertambahnya
kemunduran baik fungsi fisik, mental usia. Gangguan di sekitar rongga mulut
yang dialami lanjut usia bersifat kronis Provinsi Jawa Timur (10,40%), Jawa
seperti kehilangan gigi, karies gigi, dan Tengah (10,34%), Bali (9,78%),
penyakit periodontal serta gangguan Sulawesi Utara (8,45%), dan Sulawesi
kebersihan mulut. Hal ini dapat menjadi Selatan berada pada urutan keenam
5
parah karena secara fisik lansia dengan persentase (8,34%).
gerakannya sudah terbatas termasuk Peningkatan jumlah lansia di
untuk berkunjung ke pusat pelayanan Indonesia juga diikuti dengan
2
kesehatan gigi dan mulut. peningkatan usia harapan hidup dari 65
Menurut Undang-Undang tahun pada tahun 1997 diperkirakan
Nomor 13 tahun 1998, lanjut usia adalah menjadi 73 tahun pada tahun 2025.4
seseorang yang telah mencapai usia 60 Penduduk lansia tersebut merupakan
tahun ke atas.3 World Health salah satu indikator keberhasilan
Organization (WHO) memperkirakan pembangunan manusia secara global
kenaikan populasi penduduk lanjut usia dan nasional. Peningkatan jumlah lansia
(lansia) pada tahun 2025 dibandingkan dalam masyarakat sangat menuntut
tahun 1990, peningkatan jumlah adanya perbaikan dan peningkatan
penduduk lansia tersebut misalnya di kualitas kesehatan, sehingga
China (220%), India (242%), Thailand peningkatan jumlah lansia menjadi
(337%), dan Indonesia (440%). Dari tantangan besar dalam masalah
data tersebut diperkirakan Indonesia kesehatan dan kualitas hidup bangsa.5
akan menjadi negara dengan kenaikan Bertambahnya usia pada
jumlah lansia yang paling tinggi di populasi lansia juga menjadi masalah
dunia. Hal ini dapat dilihat dari sosial di tengah masyarakat di Indonesia
persentase penduduk yang lansia dari khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan
tahun 2008 sampai 2012 yang sudah yang menempati urutan keenam dalam
mencapai di atas 7% dari hal jumlah lansia.5 Berdasarkan pada
4
keseluruhanpenduduknya. adat ketimuran, maka kebanyakan lansia
Berdasarkan data Kementrian hidup dan tinggal bersama keluarganya
Kesehatan Republik Indonesia tahun dalam satu rumah tangga dan tentu hal
2013, sebaran penduduk lansia di ini akan menjadi beban hidup yang besar
Indonesia, persentase terbanyak berada yang akan ditanggung oleh keluarga
di Provinsi DI Yogyakarta (13,04%), tersebut. Dinamika ini banyak terjadi di
Indonesia dengan kondisi keterbatasan dengan penyakit kardiovaskular,
ekonomi kadang membuat seorang anak penyakit sistemik lainnya.7
terpaksa memasukkan orang tuanya ke Dengan memilih tinggal di panti
panti jompo dengan harapan akan werdha/jompo dengan segala
mendapatkan pelayanan dan fasilitas keterbatasan dan tanpa dukungan
hidup yang lebih memadai.6 keluarga, maka penyakit kronis dan
kelainan pada rongga mulut akan
Namun kondisi fisik, mental dan meningkat sehingga karies, penyakit
sosial lansia sudah mengalami periodontal dan kehilangan gigi sangat
kemunduran, secara fisik lansia sudah besar kemungkinannya terjadi pada
lamban, pelupa sehingga banyak hal lansia.6Jaringan penyangga gigi akan
tidak dapat dilakukan lagi tanpa bantuan mengalami kemunduran sehingga gigi
dan pendampingan dari orang lain goyang dan akhirnya tanggal. Di
termasuk keluarga atau petugas panti, Indonesia, sebanyak 24% lansia
sehingga masalah kesehatan gigi dan mengalami kehilangan gigi. Kondisi
mulut sering terabaikan. Kebersihan tersebut dapat memberi dampak yang
mulut yang terabaikan menyebabkan buruk terhadap kehidupan sehari-hari
terjadinya gingivitis, stomatitis, dan mempengaruhi kualitas
peningkatan karies gigi sampai dengan hiduplansia.8
kehilangan gigi.2,6 Kualitas hidup merupakan suatu
Kondisi rongga mulut yang komponen yang kompleks, mencakup
buruk akan berdampak terhadap usia harapan hidup, kepuasan dalam
kesehatan secara umum. Keradangan kehidupan, kesehatan psikis dan mental,
dalam rongga mulut dan kehilangan gigi fungsi kognitif, kesehatan dan fungsi
pada lansia dapat menyebabkan sulit fisik, pendapatan, kondisi tempat
mengunyah makanan dan akhirnya tinggal, dukungan sosial, dan jaringan
dapat menyebabkan kurang asupan gizi sosial. Semakin tua usia semakin buruk
menyebabkan daya tahan tubuh kualitas hidup.9 Penelitian yang
menurun menimbulkan berbagai macam dilakukan oleh Sutikno, menentukan
penyakit lainnya, penyakit lambung bahwa faktor usia mempunyai hubungan
(gastritis), dan bahkan menurut beberapa yang secara statistik signifikan dengan
laporan penelitian terkini ada kaitannya kualitas hidup lansia yang berusia 70
tahun keatas memiliki kemungkinan keadaan ini selanjutnya akan
untukberkualitas hidup lebih buruk mempengaruhi kesehatan umum,
daripada lansia yang berusia kurang dari intakenutrisi, hubungan sosial, dan
70 tahun. Meningkatnya penyakit pada pengeluaran yang besar untuk biaya
lansia, baik akut maupun kronik dapat pengobatan.11Berdasarkan alasan
menyebabkan perubahan kualitas tersebut, penulis tertarik untuk meneliti
hidupmereka.10 hubungan antara status kesehatan gigi
Masalah kesehatan gigi dan dan mulut dengan kualitas hidup pada
mulut yang sering terjadi pada lansia lansia Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut
adalah terjadinya peningkatan karies Usia (BRSLU) Gau Mabaji Gowa
gigi, banyaknya gigi yang hilang, dan karena adanya keterkaitan yang erat
penyakitperiodontal. Mayoritas karies antara kesehatan gigi dan mulut terhadap
gigi pada lansia merupakan karies akar. kualitas hidup lansia dan populasi
Kesehatan mulut yang terganggu umum lansianya cukup banyak.
terjadi pada lansia sering menimbulkan
rasa sakit, tidak nyaman, kehilangan rasa BAHAN DAN METODE
percaya diri, infeksi akut dan kronis,
gangguan makan dan tidur. Keadaan-