Anda di halaman 1dari 8

Kelompok 1 Metodologi Penelitian

1. Anggita Devi Parmanasari (010117A007)


2. Fifi Amara Mastia (010117A029)
3. Halimah Wahyuningtiyas (010117A035)
4. Laelatul Fitriah (010117A043)
5. Mega Widiawati Oktafiani (010117A055)
6. Andrianingsih (010317B001)

KONSEP DAN PRINSIP PENELITIAN

Tugas 1: Konsep Riset

A. Pengertian
Kata riset terjemahan dari research (bahasa Inggris). Research berasal dari dua
kata yaitu re berarti kembali atau berulang dan search berarti mencari. Sehingga
research diartikan mengulang pencarian atau mencari kembali. Kegiatan riset harus
berpedoman pada tiga kaidah ilmiah yaitu logika = hipotesis – verifikasi yang berasal
dari kata logico – hypothetico – verificative (Yunani). Dapat disimpulkan bahwa
research nursing adalah suatu kegiatan berulang atau mencari kembali tentang
keperawatan yang didasarkan pada kebenaran. Sehingga dengan riset, ilmu
keperawatan berkembang terus berdasarkan kebenaran yang ada berbasis fakta
(evidence based).

B. Tujuan
Penelitian sendiri berfungsi untuk mencari penjelasan dan jawaban terhadap
permasalahan serta memberikan alternatif bagi kemungkinan untuk pemecahan suatu
masalah. Penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan tersebut dapat bersifat
abstrak dan umum serta dapat pula bersifat konkrit dan spesifik. Tujuannya bisa
mengungkapkan fenomena, menguji teori-teori bahkan mengembangkan teori baru.

C. Perkembangan
Meningkatnya kebutuhan penelitian pada beberapa dasawarsa terakhir sejalan
dengan kemajuan teknologi dan ditemukannya berbagai teknik analisis yang makin
canggih dan sempurna yang memungkinkan para klinisi untuk melakukan berbagai
macam penelitian. Salah satu rancangan dan pendekatan penelitian yaitu metodelogi
dan riset penelitian dalam lingkup keperawatan.

No Cara Penjelasan
1 Tradisional  Trial and Error
 Autority
 Experience
 Logical Reasoning
2 Modern  Scientific methods (metode ilmiah)
 Research methods (metode riset)

D. Jenis-jenis
Jenis-jenis penelitian dalam keperawatan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1. Menurut penggunaannya
a. Penelitian dasar atau penelitian murni (pure research) tujuannya untuk
meningkatkan pengetahuan ilmiah atau untuk menemukan bidang penelitian
baru tanpa suatu tujuan praktis tertentu.
b. Penelitian terapan (applied research) Setiap penelitian yang bertujuan untuk
meningkatkan pengetahuan ilmiah dengan suatu tujuan praktis. Misalnya
penelitian untuk menunjang kegiatan pembangunan yang sedang berjalan,
penelitian untuk melandasi kebijakan pengambilan keputusan atau
administrator.
2. Menurut metodenya
a. Penelitian historis Penelitian ini ditujukan untuk rekonstruksi masa lampau
dengan data-data yang dikumpulkan biasanya hasil pengamatan orang lain,
seperti surat-surat arsip atau dokumen-dokumen masa lalu.
b. Penelitian ekspremental Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hubungan
sebab-akibat dan pengaruh faktor-faktor pada kondisi tersebut.
3. Menurut sifat permasalahannya
a. Penelitian historis
b. Penelitian deskriptif
Penelitian deskriptif berusaha memberikan dengan sistematis dan cermat fakta-
fakta actual dan sifat populasi tertentu.
c. Penelitian perkembangan
Menyelidiki pola dan proses pertumbuhan atau perubahan sebagai fungsi dari
waktu (meneliti pola-pola pertumbuhan, laju, arah, dan urutan perkembangan
dalam beberapa fase)
d. Penelitian kasus dan penelitian lapangan
Memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan terperinci
mengenai latar belakang keadaan sekarang yang dipermasalahkan
e. Penelitian korelasi
f. Penelitian kausal-komparatif
Penelitian untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat antara
faktor tertentu yang mungkin menjadi penyebab gejala yang diteliti
g. Penelitian ekspremental
h. Penelitian dengan melakukan percobaan terhadap kelompok-kelompok
ekspremen. Kepada tiap kelompok ekspremen dikenakan perlakuan-perlakuan
tertentu dengan kondisi-kondisi yang dapat dikontrol
i. Penelitian tindakan
Penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan baru untuk
mengatasi kebutuhan dalam dunia kerja atau kebutuhan praktis lain. Misalnya
meneliti keterampilan kerja yang sesuai bagi siswa putus sekolah di suatu
daerah
4. Menurut bidang ilmu
a. Misalnya penelitian pendidikan (pendidikan guru, pendidikan ekonomi,
pendidikan kesehatan), ketekhnikan, ruang angkasa, pertanian, perbankan
kedokteran, keolahragaan dsb.
b. Penelitian rekayasa
Penelitian yang menerapkan ilmu pengetahuan menjadi suatu rancangan guna
mendapatkan kinerja sesuai dengan persyaratan yang ditentukan
5. Berdasarkan hasil pengumpulan data riset keperawatan, dapat dikelompokkan
menjadi dua macam riset keperawatan yaitu:
a. Riset kuantitatif adalah riset yang menekankan hasil pengumpulan data
variabel riset berbentuk nilai yang dapat dianalisis dengan operasional
matematika yaitu tambah (+), kurang (-), perkalian (x), dan pembagian (:).
Variabel yang dapat dikuantitatif adalah variabel yang diukur menggunakan
alat ukur dan memiliki satuan, misalnya tekanan darah, saturasi oksigen dalam
pembuluh darah perifer, jumlah nadi, jumlah pernafasan, dan sebagainya.
Sehingga hasil pengumpulan data dapat diringkas menjadi sederhana.
b. Riset kualitatif adalah riset yang menekankan hasil pengumpulan data variabel
riset berbentuk informasi suatu fenomena atau keadaan, biasanya digunakan
untuk melakukan riset tentang budaya atau kebiasaan masyarakat. Hasil
pengumpulan data variabel tidak memiliki satuan, sehingga harus diuraikan
dan kesimpulan yang disusun berdasarkan kemampuan logika berpikir perawat
yang melakukan riset. Logika berpikir digunakan adalah berpikir deduktif dan
induktif. Berpikir deduktif adalah metode berpikir dari hal umum dahulu dan
dihubungkan hal khusus. Berpikir induktif adalah metode berpikir yang
bertolak dari hal khusus ke umum.

No Karakteristik Perbedaan
Riset kuantitatif Riset kualitatif
1 Data variabel Berbentuk nilai Berbentuk informasi atau
fenomena
2 Analisis Operasional matematika Kemampuan riset untuk
secara tambah (+), membuat tema
kurang (-), perkalian (x),
dan pembagian (:)
3 Pengumpula Menggunakan alat ukur Menggunakan wawancara
n data atau pengamatan
4 Ukuran Ada satuan Tidak ada satuan
variabel
5 Simpulan Uji statistika Logika berpikir (deduktif
atau induktif)
6 Isi simpulan Angka Kalimat

E. Prosedur
Terdapat empat langkah yang perlu dilakukan dalam awal riset yaitu
mengidentifikasi masalah riset, menetapkan masalah riset, merumuskan judul riset,
dan merumuskan tujuan riset.
1. Mengidentifikasi, memilih dan merumuskan masalah
a. Mengidentifikasi masalah
Mencari masalah yang paling relevan dan menarik untuk diteliti, masalah dapat
dicari melalui “pancaindra”. Permasalahan ada kalau ada kesenjangan (gap)
antara das sollen dan das sein, yaitu ada perbedaan antara apa yang seharusnya
dengan apa yang ada dalam kenyataan, antara harapan dan kenyataan dll.
Masalah dapat diperoleh dari sumber-sumber sebagai berikut: bacaan, terutama
bacaan yang berisi laporan penelitian, seminar, diskusi, media massa,
pengalaman dan lain-lain.
b. Memilih masalah / pembatasan
Dalam mengidentifikasi masalah biasanya tidak semua masalah dapat di
ambil / diteliti. Untuk itu perlu untuk dilakukan pembatasan pada masalah,
misalnya ada tidaknya referensi teori, manageability dalam dana, waktu, alat,
metode dll
c. Merumuskan masalah
Setelah dilakukan pembatasan selanjutnya dirumuskan dengan kalimat Tanya
yang padat dan jelas untuk memudahkan dalam pengumpulan data guna
menjawab pertanyaan dalam rumusan tersebut. Contohnya: bagaimana
hubungan tingkat pendidikan dengan produktivitas kerja karyawan?
2. Penyusunan Kerangka Pemikiran
Kerangka pemikiran adalah susunan berfikir yang bersifat logis dengan argument
yang konsisten dengan pengetahuan sebelumnya yang telah berhasil disusun. Cara
menyusun kerangka teori yaitu:
a. Cari referensi-referensi yang relevan misalnya dari teori-teori, konsep-konsep
(buku, ensiklopedi, monograph, dll), generalisasi yaitu dari hasil penelitian
sebelumnya.
b. Dari teori-teori dan konsep-konsep lakukan penalaran deduktif. Sedangkan dari
generalisasi melalui penalaran induktif. Semua proses tersebut dilakukan
secara iterative, sehingga dihasilkan jawaban yang paling mungkin terhadap
masalah. Jawaban inilah yang dijadikan hipotesis penelitian.
3. Perumusan hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu masalah penelitian, yang
jawabannya harus diuji, hipotesis dirangkum berdasarkan kerangka pemikiran.
Ada 2 jenis hipotesis, yaitu:
a. Hipotesis deskriptif, yaiyu hipotesis yang menunjukkan pemaknaan suatu
konsep dari suatu teori
b. Hipotesis verivikatif, yaitu hipotesis yang menghubungkan 2 variabel atau
lebih untuk diuji.
c. Menguji hipotesis secara empiric
 Menguji dengan alat statistic inverensial dan statistic deskriptif, untuk
membuktikan apakah teori-teori tersebut teruji secara meyakinkan atau
tidak berdasarkan hasil uji fakta-fakta secara empiric (penelitian
kuantitatif)
 Menguji dengan tanpa statistic untuk mencari pemaknaan (penelitian
kuantitatif)
 Melakukan pembahasan
Dalam melakukan pembahasan hal yang dilakukan yaitu membahas
kesenjangan antara tinjauan pustaka atau teori yang ada dengan hasil
penelitian.
4. Menarik kesimpulan

F. Referensi
Suprajitno (2016) Pengantar Riset Keperawatan. Kemenkes RI.
Danim, S. (2003). Riset Keperawatan : Sejarah dan Metodologi. Jakarta: Salemba
Medika.

PROSEDUR PENELITIAN DAN PERUMUSAN PROPOSAL

Tugas 2: Tahapan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif


BUKU I BUKU II
Patricia Ann Dempsey dan Arthur D. Prof. Dr. A. A. Gde Muninjaya, MPH
Dempsey. 1997. Riset Keperawatan (Edisi 4). (2003). Langkah-langkah Praktis
Jakarta: EGC. Penyusunan Proposal dan Publikasi
Ilmiah. Jakarta: EGC.
Tahap I Perencanaan Studi 1. Merumuskan masalah
1. Pernyataan masalah 2. Menyusun proposal penelitian
2. Tinjauan kepustakaan 3. Mengumpulkan data
3. Pernyataan tujuan studi
4. Mengolah dan menganalisis data
4. Definisi istilah yang digunakan dalam
5. Menulis hasil penelitian
studi
6. Presentasi hasil
5. Rencana pengumpulan data
6. Rencana analisis data
7. Bibliografi
8. Lampiran
Tahap II Pelaksaan Proposal Riset
Tahap III Penyebaran Hasil Penelitian
1. Materi Pembuka
2. Rangka utama (teks) laporan:
a. Pendahuluan
b. Metodologi
c. Temuan (hasil)
d. Pembahasan
e. Rangkuman
3. Materi rujukan

Bahan Ajar: Sony Faisal Rinaldi dan Bagya Mujianto (2017) Metodologi Penelitian dan
Statistik. Kemenkes RI.

1. Mengidentifikasi masalah dan merumuskan masalah


2. Menyusun kerangka pemikiran
3. Merumuskan hipotesis
4. Menguji hipotesis secara empiric
5. Melakukan pembahasan
6. Menarik kesimpulan

Modul: Suprajitno (2016) Pengantar Riset Keperawatan. Kemenkes RI.


Riset Kuantitatif Riset Kualitatif
1. Identifikasi masalah, pemilihan masalah, 1. Identifikasi masalah, pemilihan masalah,
perumusan masalah dan judul riset perumusan masalah dan judul riset
2. Tinjau pustaka 2. Tinjauan pustaka
3. Kerangka konseptual 3. Identifikasi variabel
4. Hipotesis riset 4. Informan (Subyek) riset
5. Klasifikasi dan definisi operasional 5. Pengumpulan data
variabel 6. Analisis data
6. Rancangan riset 7. Interpretasi hasil (pembahasan)
7. Penentuan sampel 8. Kesimpulan
8. Pengumpulan data
9. Analisis data
10. Interprestasi hasil (pembahasan)
11. Kesimpulan