Anda di halaman 1dari 24

MODUL

IX SMK

MEMBUAT BASIS
DATA
NAMA :

KELAS :

HP :

SMK NEGERI 4 PANDEGLANG


Jl. Raya Saketi - Malingping Km.07 Bojong Telp./Fax (0253)401797 Pandeglang 42274

E-mail : smkn4pdg@yahoo.com, Website : www.smkn4pandeglang.sch.id

2013
DAFTAR ISI

BAB I MENGIDENTIFIKASI STRUKTUR HIRARKI BASIS DATA ..................... 1

Konsep Dasar Basis Data ........................................................................................ 1

Pengertian Basis Data .............................................................................................. 2

Sistem Basis Data ..................................................................................................... 3

Komponen Basis Data .............................................................................................. 3

BAB II ENTITY RELATINSHIP DIAGRAM (ERD) .................................................... 7

Pengertian ERD ........................................................................................................ 7

Tujuan ERD .............................................................................................................. 7

Derajat Relationship.................................................................................................. 8

Cardinality Rasio ...................................................................................................... 9

Langkah-langkah Membuat ERD ........................................................................... 10

BAB III NORMALISASI ................................................................................................ 14

Definisi Normalisasi .............................................................................................. 14

Tujuan Normalisasi .............................................................................................. 14

Proses Normalisasi ................................................................................................ 14


BAB I

MENGIDENTIFIKASI STRUKTUR HIRARKI BASIS DATA

Basis data (database) dapat dibayangkan sebagai lemari arsip. Hal yang dilakukan jika
memiliki lemari arsip : memberi sampul, memberi nomor, menempatkan arsip tersebut
menurut urutan tertentu.

Basis data : seluruh data disimpan dalam basis data pada masing-masing tabel sesuai dengan
fungsinya, sehingga dengan mudah dapat melakukan penelusuran data yang diinginkan.

Masalah pada lemari arsip : kelambatan dlm menelusuri data

Basis data : penelusuran data mudah, sehingga mempercepat dalam mendapatkan informasi.

Basis Data?

Data Data
Guru Nilai

Data Data
Keuangan Karyaw
an

Data Basis Data di Data


Siswa sebuah Lemari Arsip MatPel

KONSEP DASAR BASIS DATA

Basis : Markas / gudang, tempat bersarang / berkumpul.

Data : Merupakan representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek.

Contoh : manusia (pegawai, siswa, pelanggan), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan,
dsb yg direkam dlm bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya.
PENGERTIAN BASIS DATA (DATABASE)

Merupakan kumpulan data yang saling berhubungan (punya relasi).

Relasi ditunjukan dengan kunci (key) dari tiap file yang ada.

Adanya Relasi

Gambaran Basis Data dalam sebuah Hard disk

NIP Kd_Kelas NIS


Nm_Guru
Kelas Nm_Siswa
………
Gedung Alamat
…….. Telp
…….

Prinsip Utama Basis Data

Pengaturan Data dengan tujuan utama fleksibilitas dan kecepatan dalam pengambilan data
kembali

Tujuan Basis Data

Sebagai efisiensi yang meliputi speed, space, dan accuracy, menangani data dalam jumlah
besar, kebersamaan pemakaian (sharebility), dan meniadakan duplikasi dan inkonsistensi
data

Contoh :

Nama yang tertulis di file SISWA : Moch. Toha

Nama yang tertulis di file Nilai : Moh. Toha

Pengolahan Data Tradisional

Terjadi duplikasi data (data redudancy)


File SISWA

nis Nm_Siswa Alamat Jenkel Agama

File NILAI

nis Nm_Siswa Kd_Pel Nm_Pel Nilai


Tidak terjadi hubungan data (relatability), karena tiap aplikasi membuat file tersendiri

Manfaat Basis Data

Kecepatan dan kemudahan (speed),


Efisiensi ruang penyimpanan (space),
Keakuratan(accuracy)
Ketersediaan (availability),
Kelengkapan (completeness),
Keamanan (security),
Kebersamaan pemakai (sharebility).

Operasi Basis Data

 Pembuatan basis data baru (CREATE DATABASE)


 Penghapusan basis data (DROP DATABASE)
 Pembuatan file / tabel baru ke suatu basis data (CREATE TABLE)
 Penghapusan file/tabel dari suatu basis data (DROP TABLE)
 Penambahan/pengisian data baru di sebuah basis data (INSERT)
 Pengambilan data dari sebuah file / tabel (RETRIEVE / SEARCH)
 Penghapusan data dari sebuah file/tabel (DELETE)

Persyaratan Basis Data

Redudansi & Inkonsistensi Data


Pengaksesan Data
Data Terisolasi untuk Standarisasi
Masalah Kemanan (Security)
Multiple User
SISTEM BASIS DATA

Merupakan sistem yang terdiri dari kumpulan file atau tabel yang saling berhubungan dan
memungkinkan beberapa pemakai mengakses dan memanipulasinya

Istilah sistem basis data : merupakan lingkup yang lebih luas daripada basis data.

KOMPONEN SISTEM BASIS DATA

Perangkat Keras (hardware)


Sistem Operasi (operating system)
Basis Data (database)
Program aplikasi (application program)
D B M S (Data Base Management System)
Administrator Basis Data
Pemakai (User) :

1. Programmer Aplikasi (Application Programmer) : pemakai yang berinteraksi


dengan basis data melalui DML yang disertakan dlm program yang ditulis dlm bahasa
pemrograman

2. User Mahir (Casual User) : Pemakai menggunakan query untuk akses data

3. User Umum (Naïve User) : pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data
melalui pemanggilan satu program aplikasi permanen

4. User Khusus (Specialized User) : pemakai yang menulis aplikasi basis data non
konvensional untuk keperluan khusus, seperti untuk aplikasi sistem pakar, pengolahan
citra dll.

Hirarki Data

Database
(Kumpulan dari file yang memiliki karakteristik yang sama, sehingga file-file yang ada
memiliki relasi antar file tersebut)
File/Berkas/Tabel
(Kumpulan dari record sejenis, yang berbeda hanya pada valuenya)
Rekaman/Record/Baris/Tuple
(Kumpulan field, yang memiliki tipe dan panjang dari masing-masing field)
Field/Atribut/Kolom
(Kumpulan karakter yang mempunyai arti)

Byte/Karakter
(Semua simbol yang digunakan oleh computer yang dapat dibentuk agar mempunyai arti)

BIT /Binary Digit


(Satuan terkecil dari data, yang terdiri dari “0” dan “1”)
TUGAS INDIVIDU

1. Apa yang di maksud dengan basis data……


a. Basis data adalah kumpulan file-file yang tidak mempunyai kaitan antara satu file
dengan file lain sehingga tidak membentuk suatu bangunan data untuk
menginformasikan suatu perusahaan atau instansi dalam batasan tertentu
b. Basis data merupakan sistem yang terdiri atas kumpulan file atau tabel yang saling
berhubungan dan Database Management System ( DBMS ) yang memungkinkan
beberapa pemakai untuk mengakses dan manipulasi file-file tersebut
c. Basis data adalah kumpulan file-file yang mempunyai kaitan antara satu file dengan
file lain sehingga membentuk suatu bangunan data untuk menginformasikan suatu
perusahaan atau instansi dalam batasan tertentu
d. Basis data merupakan program yang mengaktifkan atau mengfungsikan sistem
komputer, mengendalikan seluruh sumber daya (resource) dan melakukan operasi-
operasi dalam computer
e. Basis data adalah kumpulan isi elemen data (atribut) yang saling berhubungan
menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap
2. Basis data memiliki beberapa komponen yaitu ….
a. Perangkat keras, system operasi, Loading Routines dan Journaling Routines
b. Basis data (data base), pemakai (user), Loading Routines dan Journaling Routines
c. Journaling Routines, Basis data (data base), pemakai (user)dan Perangkat keras
d. Recovery Routine, Statistical Analysis Routines, Journaling Routines dan Loading
Routines
e. Perangkat keras, system operasi, basis data (data base) dan pemakai (user)
3. Create table adalah ….
a. Pembuatan basis data baru
b. Penghapusan basis data
c. Pembuatan file / tabel baru ke suatu basis data
d. Penghapusan file/tabel dari suatu basis data
e. Penambahan/pengisian data baru di sebuah basis data
4. Create database adalah….
a. Pembuatan basis data baru
b. Penghapusan basis data
c. Pembuatan file / tabel baru ke suatu basis data
d. Penghapusan file/tabel dari suatu basis data
e. Penambahan/pengisian data baru di sebuah basis data
5. Drop table adalah….
a. Pembuatan basis data baru
b. Penghapusan basis data
c. Pembuatan file / tabel baru ke suatu basis data
d. Penghapusan file/tabel dari suatu basis data
e. Penambahan/pengisian data baru di sebuah basis data
6. Persyaratan basis data adalah….
a. Feksibilitas dan kecepatan
b. Redudansi dan Inkonsistensi Data
c. Perangkat keras dan basis data
d. Casual user/naïve user
e. Database
7. Pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui DML yang disertakan dalam
program yang ditulis dlm bahasa pemrograman disebut ….
a. Casual User
b. Application Programmer
c. Naïve User
d. Specialized User
e. Database
8. Pemakai menggunakan query untuk akses data disebut ….
a. Casual User
b. Application Programmer
c. Naïve User
d. Specialized User
e. Database
9. Pemakai yang menulis aplikasi basis data non konvensional untuk keperluan khusus,
seperti untuk aplikasi sistem pakar, pengolahan citra dll disebut ….
a. Casual User
b. Application Programmer
c. Naïve User
d. Specialized User
e. Database
10. Pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu program
aplikasi permanen
a. Casual User
b. Application Programmer
c. Naïve User
d. Specialized User
e. Database

Tugas Kelompok

Buatlah kelompok yang terdiri dari 3-4 siswa. Susunlah sebuah makalah tentang konsep basis
data.
BAB II
NORMALISASI

Definisi
Normalisasi adalah suatu teknik untuk mengorganisasikan data ke dalam tabel-tabel untuk
memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu ogranisasi.

Tujuan dari Normalisasi

 Untuk menghilang kerangkapan data


 Untuk mengurangi kompleksitas
 Untuk mempermudah pemodifikasian data

Proses Normalisasi

 Data diuraikan dalam bentuk table, selanjutnya dianalisis berdasarkan persyaratan


tertentu ke beberapa tingkat.
 Apabila table yang diuji belum memenuhi persyaratan tertentu, maka table tersebut
perlu dipecah menjadi beberapa table yang lebih sederhana sampai memenuhi bentuk
yang optimal.
Tahapan Normalisasi
Bentuk Tidak Normal

Menghilangkan perulangan group

Bentuk Normal Pertama (1 NF)

Menghilangkan Ketergantungan sebagian

Bentuk Normal Kedua (2NF)

Menghilangkan Ketergantungan Transitif


Bentuk Normal Ketiga (3NF)

Menghilangkan anomali-anomali hasil dari ketergantungan fungsional

Bentuk Normal Boyce-Codd (BCNF)

Menghilangkan ketergantungan Multivalue

Bentuk Normal Keempat (4NF)

Menghilangkan anomali-anomali yang tersisa

Bentuk Normal Kelima

Ketergantungan Fungsional

Definisi :

Atribut Y pada relasi R dikatakan tergantung fungsional pada atribut X (R.X R.Y),
jika dan hanya jika setiap nilai X pada relasi R mempunyai tepat satu nilai Y pada R.

Misal, terdapat skema database Pemasok-Barang :


Pemasok (No-pem, Na-pem)

Tabel PEMASOK-BARANG

No-pem Na-pem
P01 Baharu
P02 Sinar
P03 Harapan

Ketergantungan fungsional dari tabel PEMASOK-BARANG adalah :

No-pem Na-pem
Ketergantungan Fungsional Penuh

Definisi :

Atribut Y pada relasi R dikatakan tergantung fungsional penuh pada atribut X pada
relasi R, jika Y tidak tergantung pada subset dari X (bila X adalah key gabungan)
Contoh :

KIRIM BARANG (No-pem, Na-pem,No-bar, Jumlah)

No-pem Na-pem No-bar Jumlah


P01 Baharu B01 1000
P01 Baharu B02 1500
P01 Baharu B03 2000
P02 Sinar B03 1000
P03 Harapan B02 2000

Ketergantungan fungsional :
No-pem  Na-pem

No-bar, No-pem  Jumlah (Tergantung penuh thd key nya)

Ketergantungan Transitif :
Definisi :
Atribut Z pada relasi R dikatakan tergantung transitif pada atribut X, jika atribut Y
tergantung pada atribut X pada relasi R dan atribut Z tergantung pada atribut Y pada
relasi R. ( X Y, Y Z, maka X Z)
Contoh :

No-pem Kode Kota Kota No-bar Jumlah

P01 1 Jakarta B01 1000

P01 1 Jakarta B02 1500

P01 1 Jakarta B03 2000

P02 3 Bandung B03 1000

P03 2 Surabaya B02 2000


Ketergantungan Fungsional :

No-pem Kode-kota
Kode-kota Kota, maka
No-pem Kota

Bentuk Normal Kesatu (1 NF)

Suatu relasi dikatakan sudah memenuhi Bentuk Normal Kesatu bila setiap data
bersifat atomik yaitu setiap irisan baris dan kolom hanya mempunyai satu nilai data.

Tabel KIRIM-1 (Unnormal)

No-pem Kode Kota Kota No-bar Jumlah

P01 1 Jakarta B01 1000

B02 1500

B03 2000

P02 KIRIM-2 (1 3NF)


Tabel Bandung B03 1000

P03 2 Surabaya B02 2000


No-pem Kode Kota Kota No-bar Jumlah

P01 1 Jakarta B01 1000

P01 1 Jakarta B02 1500

P01 1 Jakarta B03 2000

P02 3 Bandung B03 1000


Diagram Ketergantungan Fungsional
P03 2 Surabaya B02 2000
Kode-kota

No-pem
No-bar
Jumlah
Kota
Bentuk Normal Kedua (2 NF)

Suatu relasi dikatakan sudah memenuhi Bentuk Normal Kedua bila relasi tersebut
sudah memenuhi bentuk Normal kesatu, dan atribut yang bukan key sudah tergantung
penuh terhadap keynya.
Tabel PEMASOK-1 (2 NF)

No-pem Kode-kota Kota

P01 1 Jakarta
P02 3 Bandung
P03 2 Surabaya

Bentuk Normal Ketiga (3 NF)


Suatu relasi dikatakan sudah memenuhi Bentuk Normal ketiga bila relasi tersebut
sudah memenuhi bentuk Normal kedua dan atribut yang bukan key tidak tergantung
transitif terhadap keynya.

Tabel KIRIM-3 (3 NF)

No-pem No-bar Jumlah

P01 B01 1000


P01 B02 1500
P01 B03 2000
P02 B03 1000
P03 B02 2000

Tabel PEMASOK-2 (3 NF) Tabel PEMASOK-3 (3 NF)

No-pem Kode-kota Kode-kota Kota

P01 1 1 Jakarta
P02 3 2 Surabaya
P03 2 3 Bandung
Normalisasi pada database perkuliahan

Asumsi :

 Seorang mahasiswa dapat mengambil beberapa mata kuliah


 Satu mata kuliah dapat diambil oleh lebih dari satu mahasiswa
 Satu mata kuliah hanya diajarkan oleh satu dosen
 Satu dosen dapat mengajar beberapa mata kuliah
 Seorang mahasiswa pada mata kuliah tertentu hanya mempunyai satu nilai

Tabel MAHASISWA-1 ( Unnormal )

No-Mhs Nm-Mhs Jurusan Kd-MK Nama-MK Kd-Dosen Nm_Dosen Nilai

2683 Welli MI MI350 Manajemen Basis Data B104 Ati A


MI465 Analisis Prc. Sistem B317 Dita B
5432 Bakri AK MI350 Manajemen Basis Data B104 Ati C
AKN201 Akuntansi Keuangan D310 Lia B
MKT300 Dasar Pemasaran B212 Lola A

Tabel MAHASISWA-2 ( 1NF )

No-Mhs Nm-Mhs Jurusan Kd-MK Nama-MK Kd-Dosen Nm_Dosen Nilai

2683 Welli MI MI350 Manajemen Basis Data B104 Ati A


2683 Welli MI MI465 Analisis Prc. Sistem B317 Dita B
5432 Bakri AK MI350 Manajemen Basis Data B104 Ati C
5432 Bakri AK AKN201 Akuntansi Keuangan D310 Lia B
5432 Bakri AK MKT300 Dasar Pemasaran B212 Lola A
Diagram Ketergantungan Fungsional :

Nama-Mhs

No-Mhs

Nilai
Jurusan

Nama-MK
Kode-MK

Kode-Dosen

Nama-Dosen

Tabel KULIAH ( 2NF )

Kode-MK Nama-MK Kode-Dosen Nama-Dosen


MI350 Manajemen Basis Data B104 Ati
MI465 Analisis Prc. Sistem B317 Dita
AKN201 Akuntansi Keuangan D310 Lia
MKT300 Dasar Pemasaran B212 Lola

Tabel MAHASISWA-3 ( 3NF )

No-Mhs Nama-Mhs Jurusan


2683 Welli MI
5432 Bakri AK

Tabel Nilai ( 3NF )

No-Mhs Kode MK Nilai


2683 MI350 A
2683 MI465 B
5432 MI350 C
5432 AKN201 B
5432 MKT300 A
Tabel MATAKULIAH ( 3NF )

Kode-MK Nama-MK Kode-Dosen


MI350 Manajemen Basis Data B104
MI465 Analisis Prc. Sistem B317
AKN201 Akuntansi Keuangan D310
MKT300 Dasar Pemasaran B212

Tabel DOSEN ( 3NF )

Kode-Dosen Nama-Dosen
B104 Ati
B317 Dita
D310 Lia
B212 Lola

Latihan

Buatlah Normalisasi ( 1NF dan 2NF) untuk kasus faktur pembelian barang

PT. SANTA PURI FAKTUR PEMBELIAN BARANG

Jl. Senopati 11

Yogyakarta

Kode Supplier : G01 Tanggal : 05/09/2000

Nama Supplier : Gobel Nustra Nomor : 998

Kode Nama Barang Qty Harga Jumlah

A01 AC Split ½ PK 10 135.000 1.350.000

A02 AC Split 1 PK 10 200.000 2.000.000

Total Faktur 3.350.000

Jatuh Tempo Faktur : 09/09/2000


BAB III

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM ( ERD )

Entity Relationship Diagram merupakan jaringan yang menggunakan susunan data yang
disimpan dari system secara abstrak. Diagram Entitiy Relationaship ini ditemukan oleh Chen
tahun 1976.

Tujuan dari Entity Relationship adalah untuk menunjukkan objek data dan relationship
yang ada pada objek tersebut. Disamping itu Model ER ini merupakan salah satu alat untuk
perancangan dalam basis data.

Komponen ( Simbol ) ERD

1. Entity
Adalah suatu objek yang dapat dibedakan atau dapat diidentifikasikan secara unik
dengan objek lainnya, dimana semua informasi yang berkaitan dengannya
dikumpulkan. Kumpulan dari entity yang sejenis dinamakan Entity Set.

Contoh : Proyek Penjualan

Langganan Kendaraan

Peralatan Pegawai

Pasien Obat, dll

Simbol dari Entity :

2. Relationship
Adalah hubungan yang terjadi antara satu entity dengan entity lainnya. Relationsgip
tidak mempunyai keberadaan fisik atau konseptual kecuali yang sejenis dinamakan
dengan Relationship Diagram.
Simbol dari Relationship adalah :

Contoh :

Pegawai Memiliki
Kendaraan

Keterangan :

Memiliki adalah relationship set yang terbentuk antara entity Pegawai dengan entity
Kendaraan.

3. Atribut
Adalah karakteristik dari entity atau relationship yang menyediakan penjelasan detail
tentang entity atau relationship tersebut.

Simbol dari Atribut adalah :

Contoh :

NIP

Pegawai
Nama

Alamat

DERAJAT RELATIONSHIP

Derajat Relationship adalah :

1. Unary ( Derajat Satu )


Adalah satu buah relationship menghubungkan satu buah entity.

Contoh :
Manusia Menikah

Keterangan :

Manusia menikah dengan manusia, relationship menikah hanya menghubungkan


entity manusia.

2. Binary ( Derajat Dua )


Adalah satu buah relationship yang menghubungkan dua buah entity.

Contoh :
Pegawai Memiliki Kendaraan

Keterangan :

Pegawai memiliki kendaraan, sebuah relationship memiliki mengubungkan entity


Pegawai dan entity Kendaraan.

3. Ternary ( Derajat Tiga )


Adalah satu buah relationship menghubungkan tiga buah entity.

Contoh :

Pegawai Bekerja Proyek

Kota

Keterangan :

Pegawai pada kota tertentu mempunyai suatu Proyek.

Relationship Bekerja mengubungkan Entity Pegawai, Proyek dan Kota


CARDINALITY RASIO

Yaitu menjelaskan batasan pada jumlah entity yang berhubungan melalui suatu
relationship.

Jenis-jenis Cardinality Rasio :

1. One To One ( 1 : 1)
Yaitu perbandingan antara entity pertama dengan entity kedua berbanding satu
berbanding satu.

Contoh :

1 1
Pasien Ditempatkan Kendaraan

2. One To Many ( 1 : M )
Yaitu perbandingan antara entity pertama dengan entity kedua berbanding satu
berbanding banyak.

Contoh :

1 M
Pegawai Bekerja Proyek

3. Many To One ( M : 1 )
Yaitu perbandingan antara entity pertama dengan entity kedua berbanding banyak
berbanding satu.

Contoh :
M 1
Siswa Diajarkan Guru
4. Many To Many ( M : M )
Yaitu perbandingan antara entity pertama dengan entity kedua berbanding banyak
berbanding banyak.

Contoh :
M M
Pegawai Bekerja Proyek

LANGKAH – LANGKAH MEMBUAT ERD

1. Mengidentifikasikan dan menetapkan seluruh himpunan entitas yang akan terlibat.


2. Menentukan atribut-atribut key dari masing-masing himpunan entitas.
3. Mengidentifikasikan dan menetapkan seluruh himpunan relasi diantara himpunan
entitas yang ada beserta foreign key-nya.
4. Menentukan derajat dan cardinality rasio relasi untuk setiap himpunan relasi
5. Melengkapi himpunan relasi dengan atribut-atribut yang bukan kunci (non-key).
CONTOH STUDY KASUS

1. Suatu perguruan tinggi mempunyai banyak Siswa. Setiap mahasiwa tidak harus
mengikuti suatu Mata Pelajaran. Setiap biasanya mengikuti beberapa Mata Pelajaran.
Suatu Mata Pelajaran diajarkan oleh seorang Guru dan seorang Guru bisa mengajar
beberapa Mata Pelajaran. Dan seorang Guru harus mengajarkan suatu Mata Pelajaran.
Pada Entitas Siswa diperlukan informasi tentang NIS, Nama_Mhs, Alamat_Mhs dan
Jurusan, sedangkan Mata Pelajaran diperlukan informasi tentang Kd_MP, Nm_Mk,
SKS, Semester, sedangkan Guru diperlukan juga informasi tentang Kd_Guru,
Nama_Guru.
Pertanyaan :

Buatlah ERD-nya !
Jawab :

1. Mengidentifikasikan dan menetapkan seluruh himpunan entitas yang akan


terlibat.

Siswa Mata Pelajaran Guru

2. Menentukan atribut-atribut key dari masing-masing himpunan entitas.

Siswa Mata Pelajaran Guru

NIS Kd_MP Kd_Guru

3. Mengidentifikasikan dan menetapkan seluruh himpunan relasi diantara


himpunan entitas yang ada beserta foreign key-nya.

NIS NIS Kd_MP Kd_MP

Siswa Mempelajari Mata Pelajaran

Guru Mempelajari

Kd_MP
Kd_Guru Kd_Guru
4. Menentukan derajat dan cardinality rasio relasi untuk setiap himpunan relasi

NIS NIS Kd_MP Kd_MP

M M
Siswa Mempelajari Mata
Pelajaran

1 M
Guru Mempelajari

Kd_MP
Kd_Guru Kd_Guru

5. Melengkapi himpunan relasi dengan atribut-atribut yang bukan kunci (non-key).

NIS

Kd_MP
Nama_Mhs
s
Alamat_Mhs Nm_Mk
s
Jurusan Nilai Kd_MP

NIS Kd_MP

M M
Siswa Mempelajari Mata
Semester
Pelajaran

1 M
Guru Diajarkan

Kd_MP
Kd_Guru

Nm_Guru
Kd_Guru Ruang Waktu
Tugas Individu :

1. Apa yang disebut dengan Entity Relationship Diagram ?


2. Sebutkan komponen-komponen ERD !
3. Apa yang dimksud dengan derajat relationship?
4. Apa yang disebut dengan cardinality rasio?
5. Sebutkan langkah-langkah membuat ERD !

Tugas Kelompok :

Suatu klinik memiliki praktet Dokter bersama sehingga dalam klinik tersebut memiliki
banyak Dokter. Seorang Pasien, apabila akan berobat harus diperiksa oleh Dokter dan
sebaliknya Dokter pun harus memeriksa Pasien. Pasien yang berobat pada klinik tersebut
lebih dari seorang. Setiap selesai diperiksa pasien biasanya menerima resep berupa obat
dan biasanya setiap pasien menerima beberapa jenis obat. Informasi tentang pasien adalah
nomor pasien, nama pasien dan alamat. Informasi tentang obat adalah kode obat, nama
obat, dan dosin.

Pertanyaan :

Buatlah ERD-nya.