Anda di halaman 1dari 19

STIMULASI PERKEMBANGAN

PSIKOSOSIAL ANAK-
ANAK-KANAK
(USIA 1,5 – 3 TAHUN)
(Otonomi Versus Ragu-
Ragu-Ragu
Ragu))

Ns. Livana PH, M.Kep., Sp.Kep.J


APA YANG DIMAKSUD DENGAN
PERKEMBANGAN KANAK-
KANAK-KANAK ?
 Adalah tahap perkembangan anak
usia 18
18--36 bulan dimana pada usia ini
anak belajar melatih kemandiriannya
untuk melakukan tindakan biasanya
dicirikan anak mengeksplor
lingkungan sekitar
sekitar.. Jika anak tidak
mampu mencapai tugas
perkembangan pada masa ini anak
akan cenderung kurang percaya diri diri..
copyright www.brainybetty.com 2006 All
3/17/2020 Rights Reserved 2
APA YANG DIMAKSUD DENGAN
PERKEMBANGAN KANAK-
KANAK-KANAK ?
 Proses perkembangan kemampuan
anak untuk mengembangkan
kemandirian dengan cara memberi
kebebasan pada anak untuk
mempelajari dunianya.
 Bila terlalu dilindungi atau
dikendalikan maka anak akan merasa
ragu--ragu dan malu untuk melakukan
ragu
aktivitasnya sehingga akan selalu
bergantung pada orang lain.
3/17/2020
copyright www.brainybetty.com 2006 All
Rights Reserved 3
APA CIRI PERKEMBANGAN KANAK-
KANAK-KANAK YANG
NORMAL?

 Anak mengenal dan mengakui


namanya sendiri
 Bertindak semaunya dan tidak mau
diperintah
 Mulai melakukan kegiatan secara
mandiri, makan, mandi, pakai baju,
pakai sepatu sendiri
 Sering menggunakan kata-
kata-kata
“tidak”, “jangan”, “nggak mau”
 Banyak bertanya hal-
hal-hal yang asing
baginya seperti api, air, ketinggian,
hujan, bentuk benda
3/17/2020 4
 Mulai bergaul dengan orang lain tanpa
diperintah
 Mulai bermain dan berkomunikasi
dengan anak lain diluar keluarganya
 Minimal mampu berpisah sementara
dengan orang tua
 Mampu mengungkapkan rasa suka
dan tidak suka
 Meniru kegiatan keagamaan yang
dilakukan keluarga
 Tampak percaya diri tampil di depan/
tidak takut melakukan sesuatu
3/17/2020 5
BAGAIMANA CARA AGAR ANAK
DAPAT BERKEMBANG NORMAL?
 Memberikan mainan sesuai
perkembangan anak
 Melatih dan membimbing anak untuk
melakukan kegiatan secara mandiri
 Memberikan pujian pada keberhasilan
anak
 Tidak menggunakan kalimat perintah
tetapi memberikan alternatif pilihan
copyright www.brainybetty.com 2006 All
3/17/2020 Rights Reserved 6
• Tidak melampiaskan kemarahan atau
kekesalan dalam bentuk penganiayaan
fisik pada anak (memukul, menjambak,
menendang dll)
• Melibatkan anak dalam kegiatan agama
keluarga
• Hindarkan suasana yang dapat membuat
anak merasa tidak aman (menakut-nakuti,
membuat terkejut, kalimat negatif,
mencela)
• Bila anak mengamuk, lindungi dari bahaya
cidera, terjatuh, terluka
• Membimbing anak untuk BAK/BAB di
toilet

3/17/2020 copyright www.brainybetty.com 7


2006 All Rights Reserved
Diagnosa keperawatan
• Berdasarkan data yang didapat melalui
wawancara, observasi, maka perawat
dapat merumuskan diagnosa
keperawatan sebagai berikut: Kesiapan
peningkatan perkembangan Kanak-
kanan

3/17/2020 copyright www.brainybetty.com 8


2006 All Rights Reserved
APA CIRI PENYIMPANGAN
PERKEMBANGAN MASA KANAK-KANAK ?
• Tidak berani melakukan
sesuatu/kegiatan
• Selalu merasa takut bertindak
• Merasa terpaksa bila mengerjakan
sesuatu
• Melakukan tindakan dengan rasa ragu-
ragu

3/17/2020 copyright www.brainybetty.com 9


2006 All Rights Reserved
APA YANG DAPAT DILAKUKAN KELUARGA
BILA TERJADI PENYIMPANGAN
PERKEMBANGAN ?
 Yakinkan anak bahwa ia mampu
melakukan tugas yang diberikan
 Berikan tugas pada anak sesuai dengan
kemampuannya
 Memberikan pujian pada keberhasilan
anak

3/17/2020 copyright www.brainybetty.com 2006 All Rights 10


Reserved
 Jangan memberikan pernyataan negatif
tertentu terhadap anak misal Adi
memang penakut, Ani memang
cengeng, Budi memang selalu bikin
kacau)
 Memberikan motivasi dan membimbing
anak untuk bergaul dengan orang lain
 Membimbing anak untuk BAK/BAB di
toilet secara benar
3/17/2020 copyright www.brainybetty.com 2006 All Rights 11
Reserved
Intervensi Keperawatan Generalis
 Latih anak untuk melakukan kegiatan secara
mandiri
 Puji keberhasilan yang dicapai anak.
 Tidak menggunakan kata yang memerintah
tetapi melatih anak memberikan pilihan –
pilihan dalam memuaskan keinginannya.
 Hindari suasana yang membuat anak
bersikap negatif.
 Tidak menakut – nakuti anak dengan kata –
kata ataupun perbuatan, tidak mengancam
anak.
3/17/2020 12
Intervensi Keperawatan Generalis
(Klien)
 Berikan mainan sesuai usia
perkembangan (boneka, mobil –
mobilan, balon, bola, kertas gambar, dan
pensil warna).
 Saat anak mengamuk (tempertantrum),
pastikan ia aman dan awasi dari jauh.
 Beri tahu tindakan yang boleh
dilakukan dan tidak boleh dilakukan,
tindakan baik dan buruk dengan kalimat
positif.
3/17/2020 copyright www.brainybetty.com 2006 All Rights 13
Reserved

 Libatkan anak dalam kegiatan


Intervensi Keperawatan Spesialis
(Klien)
Terapi kelompok terapeutik pada usia kanak-
kanan: Melatih anak mempraktikkan ketrampilan
untuk menstimulasi perkembangannya pada aspek
motorik kasar dan motorik halus, kognitif, bahasa/
komunikasi, emosi – kepribadian, moral spiritual,
dan psikososial dengan melibatkan partisipasi
orang tua. Hasil penelitian yang dilakukan oleh
Trihadi, Keliat, dan Hastono (2009) menyatakan
bahwa terapi kelompok terapeutik dapat
meningkatkan kemampuan keluarga dalam
memberikan stimulasi perkembangan dini usia
kanak-kanak di kelurahan Bubulak
3/17/2020 14

 .
Intervensi Keperawatan Generalis
(Keluarga)
 Informasikan pada keluarga mengenai cara
yang dapat dilakukan untuk memfasilitasi
kemandirian anak – anak.
 Diskusikan dengan keluarga mengenai cara
yang akan digunakan keluarga untuk
menstimulasi kemandirian anak – anak.
 Latih keluarga mengenai metode tersebut dan
damping saat keluarga melakukannya pada
anak.
 Bersama keluarga susun tindakan yang akan
dilakukan dalam melatih kemandirian anak.
3/17/2020 15
Intervensi Keperawatan Spesialis
(Keluarga)
• Terapi kelompok terapeutik pada anak
toddler (kanak-kanak) :
Mendemonstrasikan kegiatan – kegiatan
untuk menstimulasi kemampuan
perkembangan anak toddler pada aspek
motorik kasar dan motorik halus, kognitif,
bahasa/ komunikasi, emosi – kepribadian,
moral spiritual, dan psikososial dan
memberi kesempatan ibu untuk
melakukannya kepada anak.
3/17/2020 16
Intervensi Keperawatan Spesialis
(Keluarga)
• Fasilitasi ibu dengan anak toddler (kanak-
kanak) memanfaatkan sumber dukungan dari
teman dan KKJ juga tenaga kesehatan dalam
merawat anak.
• Fasilitasi ibu memperoleh dukungan
emosional dan pengetahuan cara
menstimulasi perkembangan anak toddler
(kanak-kanak) dari anggota kelompok.
• Terapi suportif (Keliat, Akemat, Daulima, &
Nurhaeni, 2007; Bulucheck, Butcher, &
3/17/2020 17

Dochterman, 2013).
REFRENSI
 Keliat,Budi Dkk.(2011).Manajemen keperawatan Psikososial dan
Kader Kesehatan Jiwa.Jakarta EGC
 Stuart,(2013)Principle and Practice of Psychiatric Nursing.9th
edition.Mosby
 Suliswati Dkk.(2005).Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan
Jiwa.Jakarta EGC
 Tim Penulis (2014).Draf Standard Asuhan Keperawatan Program
Pendidikan Kekhususan Keperwatan Jiwa Ilmu Keperawatan
Universitas Indonesia
 Nurdin, A.E.(2011). Tumbuh kembang Perilaku Manusia. Cetakan I.
Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
 Stolte, K.M. (2004). Diagnosa Keperawatan Sejahtera (Wellness
Nursing Diagnosis). Cetakan 1. Jakarta: penerbit buku kedokteran
EGC
 Trihadi,D., Keliat, B.A.K., dan Hastono, S.P (2009) Pengaruh terapi
kelompok terapeutik terhadap kemampuan keluarga dalam
memberikan stimulasi perkembangan dini usia kanak-kanak di
kelurahan Bubulak. FIK UI : Jakarta
3/17/2020 18
Many thanks
3/17/2020 copyright 19
www.brainybetty.com 2006
All Rights Reserved