0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
732 tayangan5 halaman

Jenis Jenis Biaya

Dokumen tersebut membahas pengklasifikasian biaya menurut beberapa kriteria seperti objek pengeluaran, fungsi perusahaan, hubungan dengan objek yang dibiayai, perilaku terhadap perubahan volume, dan jangka waktu manfaat. Biaya dapat dikelompokkan menjadi biaya produksi, pemasaran, administrasi, langsung, tidak langsung, variabel, tetap, dan modal atau pendapatan.

Diunggah oleh

Syuluh
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
732 tayangan5 halaman

Jenis Jenis Biaya

Dokumen tersebut membahas pengklasifikasian biaya menurut beberapa kriteria seperti objek pengeluaran, fungsi perusahaan, hubungan dengan objek yang dibiayai, perilaku terhadap perubahan volume, dan jangka waktu manfaat. Biaya dapat dikelompokkan menjadi biaya produksi, pemasaran, administrasi, langsung, tidak langsung, variabel, tetap, dan modal atau pendapatan.

Diunggah oleh

Syuluh
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jenis Jenis Biaya dan Contohnya / Klasifikasi Lengkap Biaya

Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi, sedang
terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Ada beberapa klasifikasi mengenai
biaya.

Dalam akuntansi biaya, biaya digolongkan dengan berbagai macam cara. Umumnya penggolongan
biaya ini ditentukan atas dasar tujuan yang hendak dicapai dengan penggolongan tersebut, karena
dalam akuntansi biaya dikenal konsep: different cost for different purpose.

Dalam buku Akuntansi Biaya, biaya dapat digolongkan menurut:

Objek pengeluaran.

Fungsi pokok dalam perusahaan.

Hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai.

Perilaku biaya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan.

Jangka waktu manfaatnya”

(Mulyadi, 2000, 14)

Sedangkan dalam buku Akuntansi Biaya Dilengkapi dengan Isu-Isu Kontemporer biaya diklasifikasikan
sebagai berikut:

Objek pengeluaran

Fungsi pokok perusahaan

Hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai.

Hubungan biaya dengan volume kegiatan.

Atas dasar waktu”.

(Sulastiningsih dan Zulkifli, 2000, 82)


Uraian Penggolongan biaya menurut Mulyadi adalah sebagai berikut:

1. Penggolongan Biaya Menurut Objek Pengeluaran.

Dalam cara penggolongan ini, nama obyek pengeluaran merupakan dasar penggolongan biaya. Misalnya
nama obyek pengeluaran adalah bahan bakar, maka semua pengeluaran yang berhubungan dengan
bahan bakar disebut “biaya bahan bakar”. Contoh penggolongan biaya atas dasar obyek pengeluaran
dalam Perusahaan Kertas adalah sebagai berikut: biaya merang, biaya jerami, biaya gaji dan upah, biaya
soda, biaya depresiasi mesin, biaya asuransi, biaya bunga dan biaya zat warna.

2. Penggolongan Biaya Menurut Fungsi Pokok Perusahaan.

Dalam perusahaan manufaktur, ada tiga fungsi pokok, yaitu fungsi produksi, fungsi pemasaran, dan
fungsi administrasi dan umum. Oleh karena itu dalam perusahaan manufaktur, biaya dapat
dikelompokkan menjadi tiga kelompok :

>Biaya produksi. Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi
yang siap untuk dijual. Menurut obyek pengeluarannya, secara garis besar biaya produksi ini dibagi
menjadi :

Biaya bahan baku. (prime cost). Biaya yang dikeluarkan terkait dengan bahan baku pembuatan produk

Biaya tenaga kerja langsung (prime cost). Biaya yang dikeluarkan dapat diperhitungkan secara langsung
terhadap aktifitas tingkatan produksi. Biaya ini juga mudah untuk teridentifikasi karena besar kecilnya
biaya ini terkait pada aktifitas produksi, contoh biaya tenaga kerja langsung : Upah Buruh Pabrik, Upah
Buruh angkut, Upah Buruh Potong, Upah buruh adonan & Upah Lain-lain

Biaya overhead pabrik / konversi (convertion cost). Contoh BOP antara lain;
Tenaga kerja tidak langsung : Biaya yang dikeluarkan tidak dapat diperhitungkan secara langsung
terhadap aktifitas produksi. Gaji Karyawan yang bekerja dalam departemen pembantu, seperti
departemen-departemen pembangkit tenaga listrik, uap, bengkel dan depertemen gudang. Karyawan
tertentu yang bekerja dalam departemen produksi, seperti kepala departemen produksi, karyawan
adminstrasi pabrik, dan mandor.

Biaya bahan mentah tidak langsung (bahan penolong)

Biaya Reparasi dan Pemeliharaan : biaya reparasi dan pemeliharaan berupa biaya suku cadang
(spareparts), biaya bahan habis pakai (factory supplies) dan harga perolehan jasa dari pihak luar
perusahaan untuk keperluan perbaikan dan pemeliharaan emplasemen, perumahan, bangunan pabrik,
mesin-mesin dan equipmen, kendaraan, perkakas laboraturium, dan aktiva tetap lain yang digunakan
untuk keperluan pabrik.

Biaya yang timbul sebagai akibat penilaian terhadap aktiva tetap : Biaya-biaya yang termasuk dalam
kelompok ini antara lain adalah biaya-biaya depresiasi emplasemen pabrik, bangunan pabrik, mesin dan
equipmen, perkakas laboraturium, alat kerja dan aktiva tetap lain yang digunakan di pabrik.

Biaya yang timbul sebagai akibat berlalunya waktu : Biaya-biaya yang termasuk dalam kelompok ini
antara lain adalah biaya-biaya asuransi gedung dan emplasemen, asuransi mesin dan equipmen,
asuransi kendaraan, asuransi kecelakaan karyawan, dan biaya amortisasi karugian trial-run.

Biaya overhead pabrik lain yang secara langsung memerlukan pengeluaran uang tunai Biaya overhead
pabrik yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah biaya reparasi yang diserahkan kepada
pihak luar perusahaan, biaya listrik PLN dan sebagainya Oleh karena begitu banyaknya jenis biaya-biaya
yang terjadi di dalam pabrik, maka memerlukan perhatian khusus. Untuk merencanakan besarnya dana
yang harus dianggarkan untuk anggaran biaya overhead pabrik, terdapat dua masalah pokok yang perlu
perhatian khusus yakni penanggungjawab perencanaan biaya.
>Biaya pemasaran. Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan pemasaran produk.
Contohnya adalah biaya iklan; biaya promosi, biaya angkutan dari gudang perusahaan ke gudang
pembeli; gaji karyawan bagian-bagian yang melaksanakan kegiatan pemasaran; biaya contoh (sample).

>Biaya administrasi dan umum. Merupakan biaya-biaya untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan


produksi dan pemasaran produk. Contoh biaya ini adalah biaya gaji karyawan Bagian Keuangan,
Akuntansi, Personalia dan Bagian Hubungan Masyarakat, biaya pemeriksaan akuntan, biaya foto copy.

3. Penggolongan Biaya Menurut Hubungan Biaya dengan Sesuatu yang Dibiayai.

Sesuatu yang dibiayai dapat berupa produk atau departemen. Dalam hubungannya dengan sesuatu yang
dibiayai, biaya dikelompokkan menjadi dua golongan:

Biaya langsung. Biaya langsung adalah biaya yang terjadi, yang penyebab satu-satunya adalah karena
adanya sesuatu yang dibiayai. Jika sesuatu yang dibiayai tersebut tidak ada, maka biaya langsung ini
tidak akan terjadi. Dengan demikian biaya langsung akan mudah diidentifikasikan dengan sesuatu yang
dibiayai. Biaya produksi langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya
langsung departemen (direct departmental cost) adalah semua yang terjadi di dalam departemen
tertentu.

Biaya tidak langsung. Biaya tidak langsung adalah biaya yang terjadinya tidak hanya disebabkan oleh
sesuatu yang dibiayai. Biaya tidak langsung dalam hubungnnya dengan produk disebut dengan istilah
biaya produksi tidak langsung atau biaya overhead pabrik (factory overhead cost). Biaya ini tidak mudah
diidentifikasikan dengan produk tertentu. Dalam hubungannya dengan departemen, biaya tidak
langsung adalah biaya yang terjadi di suatu departemen.

4. Penggolongan Biaya Menurut Perilakunya dalam Hubungannya dengan Perubahan Volume Kegiatan.

Dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, biaya dapat digolongkan menjadi:
Biaya variabel. Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan
volume kegiatan. Contoh biaya variabel adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung.

Biaya semivariabel. Biaya semivariabel adalah biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan
volume kegiatan. Biaya semivariabel mengandung unsur biaya tetap dan biaya variabel.

Biaya semifixed. Biaya semifixed adalah biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan
berubah dengan jumlah konstan pada volume produksi tertentu.

Biaya tetap. Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar volume kegiatan tertentu.
Contoh dari biaya tetap adalah biaya gaji.

5. Penggolongan Biaya Atas Dasar Jangaka Waktu Manfaatnya.

Atas dasar jangka waktu manfaatnya, biaya dapat dibagi menjadi dua:

Pengeluaran modal (capital expenditures). Pengeluaran modal adalah biaya yang mempunyai manfaat
lebih dari satu periode akuntansi. Pengeluaran modal ini pada saat terjadinya dibebankan sebagai harga
pokok aktiva, dan dibebankan dalam tahun-tahun yang menikmati manfaatnya dengan cara didepresiasi,
diamortisasi atau deplesi.

Pengeluaran pendapatan (revenue expenditures). Pengeluaran pendapatan adalah biaya yang hanya
mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut. Pada saat terjadinya,
pengeluaran pendapatan ini dibebankan sebagai biaya dan dipertemukan dengan pendapatan yang
diperoleh dari pengeluaran biaya tersebut.

Anda mungkin juga menyukai