Anda di halaman 1dari 11

Jawabna no 1

Epistemologi Ilmu Politik

Secara sederhana, Epistemologi berarti bagaimana suatu ilmu dibangun. Dalam


membangun suatu ilmu, seseorang ahli teori dibatasi oleh periode hidup serta hal-hal
lain yang mempengaruhi pikirannya saat membangun suatu ilmu. Sebagai contoh,
pada abad pertengahan, pelajaran mengenai tata surya dipengaruhi suatu kesimpulan
umum bahwa matahari mengelilingi bumi. Artinya, pusat dari tata surya adalah bumi,
bukan matahari. Namun, pendapat ini berubah tatkala Nicolaus Copernicus
melontarkan pendapat bahwa bukan matahari yang mengelilingi bumi melainkan
sebaliknya. Dengan demikian, pelajaran mengenai sistem tata surya pun berubah.

Dalam ilmu politik, epistemologi ilmu ini diterjemahkan ke dalam konsep


PENDEKATAN. Arti dari pendekatan adalah dari sudut mana serta bagaimana
seseorang melihat suatu permasalahan. Dalam mendidik anak, orang tua biasanya
mendekati lewat 3 pendekatan: Otoriter, Laissez Faire, dan Demokratis. Jika otoriter,
orang tua hanya mau dituruti pendapatnya oleh si anak, jika Laissez Faire cenderung
membebaskan/membiarkan, dan jika demokratis akan menjak dialog dua arah.
Berdasarkan periode kelahirannya, maka ilmu politik dapat dibagi ke dalam tiga
pendekatan, yaitu:

1. Pendekatan tradisional
2. Pendekatan behavioral
3. Pendekatan post-behavioral
Taksonomi dari perbedaan atas masing-masing pendekatan adalah sebagai berikut
ini:

Ketiga pendekatan dalam ilmu politik memang dikategorisasi berdasarkan periode.


Ketiga pendekatan tersebut sesungguhnya lebih tertuju kepada aspek historis
perkembangan ilmu politik ketimbang memberi suatu penjelasan yang lebih spesifik
mengenai bagaimana kita menghampiri suatu fenomena politik.

Pendekatan tradisional muncul terlebih dahulu (sejak zaman Yunani Kuno) untuk
kemudian secara berturut-turut, disusul dua pendekatan setelahnya. Para pemikir
politik seperti Plato atau para ahli politik seperti Montesquieu, Jean Jacques Rousseau
atau John Stuart Mill mendekati permasalah politik dengan pendekatan tradisional.
Pasca Perang Dunia Kedua, muncul pendekatan Behavioral yang coba memisahkan
fakta dengan nilai dalam menganalisis permasalahan politik. Para teoretisi seperti
David Easton, David E. Apter atau Gabriel A. Almond adalah contohnya. Saat
pendekatan Behavioral dinilai tidak lagi "sensitif" di dalam menganalisa gejala politik,
pada tahun 1960-an muncul pendekatan Postbehavioral. Teoretisi seperti Andre
Gunder Frank, Cardoso, atau di Indonesia Arief Budiman (?) mencoba menganalisis
gejala politik secara lebih komprehensif dengan memperhatikan karakteristik wilayah
serta kepentingan apa yang sesungguhnya melandasi sebuah tindakan politik. Ketiga
pendekatan ilmu politik ini tidak terpisah (terkotakkan) secara "zakelijk" (tepat/pasti)
melainkan kadang tercampur satu sama lain.

Selain menggunakan pengkategorian atas tiga pendekatan di atas, pendekatan-


pendekatan ilmu politik pun biasa dibagi ke dalam karakteristik atau ciri khas sudut
pandang titik tolak pengamatan. masing-masing. Dengan demikian, pendekatan dapat
dianalogikan seperti 6 orang yang coba menganalisa suatu rumah. Rumah misalkan
saja terdiri atas 6 buah aspek, yaitu : fundasi, dinding, atap, halaman, distribusi air,
dan keindahan ruangan. Orang yang meneliti sebuah rumah dari sisi fundasi tentu
berbeda cara dan kesimpulannya dari orang yang mengamati melalui perspektif atap.
Demikian pula, orang yang ahli sistem pengairan tidak dapat menyimpulkan hasil
penelitian melalui perspektif halaman. Demikian pula halnya dalam ilmu politik.
Pendekatan satu dengan pendekatan lain berbeda baik dalam hal meneliti serta
menyimpulkan sebuah gejala politik.

Di dalam ilmu politik ----sekurang-kurangnya menurut David E. Apter---- terdapat 6


pendekatan dalam memahami fenomena politik. Keenam pendekatan tersebut
memiliki pendukung dan karakteristik khasnya masing-masing. Namun, sama seperti
masalah rumah tadi, meskipun keenam perspektif tersebut berbeda, tetapi tetap
menganalisa satu bidang yaitu rumah. Di dalam politik demikian pula halnya, keenam
pendekatan ini sama-sama menganalisa satu bidang, yaitu fenomena politik.
Pendekatan-pendekatan ini menurut Apter terdiri atas Filsafat Politik, Institusionalisme,
Behavioralisme, Pluralisme, Strukturalisme, dan Developmentalisme. Paparan
berikutnya akan digunakan untuk merinci masing-masing pendekatan secara satu per
satu.

Jawaban no 2

Perbedaan sistem pemerintahan Presidensial dan sistem pemerintahan Parlementer adalah :

Presidensial = Kepala Negara dan Kepala Pemerintahannya adalah Presiden dan antara lembaga legislatif
dengan eksekutif terpisah.
Parlementer = Kepala Negaranya adalah Raja/Ratu, Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan,
Legislatif dan eksekutif menjadi satu.

Pembahasan

SISTEM PRESIDENSIAL

           Sistem presidensial adalah sebuah sistem negara republik, dimana dalam kekuasaan eksekutifnya
tidak menjadi satu dengan kekuasaan legislatifnya, selain itu dalam sistem presidensial pemimpin
eksekutifnya dipilih melalui cara pemilihan umum.  

Ciri-ciri sistem presidensial adalah :  

Kepala Negara = Presiden

Kepala Pemerintahan = Presiden  

Kekuasaan Kepala Negara = Pemisahan atau Pembagian

Masa Jabatan Kepala Negara = Maksimal 2 Periode

Masa Jabatan Kepala Pemerintahan = Maksimal 2 Periode

Kekuasaan Negara = Pemisahan atau Pembagian

Pemilihan Kepala Negara = Secara Langsung oleh rakyat atau secara tidak langsung oleh parlemen

Pemilihan Kepala Pemerintahan = Secara Langsung oleh rakyat atau secara tidak langsung oleh parlemen

Hubungan Legislatif dengan Eksekutif = Terpisah

SISTEM SEMI PRESIDENSIAL

           Sistem Semi Presidensial atau Sistem Dual Eksekutif adalah penggabungan dari sistem Presidensial
dan Parlementer, dimana Presiden dipilih oleh rakyat serta dalam pelaksanaan kekuasaanya bersama-sama
dengan Perdana Menteri.

Ciri-ciri sistem semi presidensial adalah :  

Kepala Negara = Presiden

Kepala Pemerintahan = Perdana Menteri


Kekuasaan Kepala Negara = Pemisahan atau Pembagian

Masa Jabatan Kepala Negara = Maksimal 2 Periode

Masa Jabatan Kepala Pemerintahan = Seumur Hidup

Kekuasaan Negara = Pemisahan atau Pembagian

Pemilihan Kepala Negara = Secara Langsung oleh rakyat atau secara tidak langsung oleh parlemen

Pemilihan Kepala Pemerintahan = Ditunjuk Presiden

Hubungan Legislatif dengan Eksekutif = Terpisah

SISTEM SEMI PARLEMENTER

           Sistem Semi Parlementer adalah klasifikasi sistem pemerintahan yang diusulkan oleh Maurice
Duverger, dimana warga negara secara langsung memilih legislatif dan perdana menteri pada saat yang
bersamaan.

Ciri-ciri sistem semi parlementer adalah :  

Kepala Negara = Presiden

Kepala Pemerintahan = Perdana Menteri

Kekuasaan Kepala Negara = Pemisahan atau Pembagian

Masa Jabatan Kepala Negara = Maksimal 2 Periode

Masa Jabatan Kepala Pemerintahan = Seumur Hidup

Kekuasaan Negara = Pemisahan atau Pembagian

Pemilihan Kepala Negara = Secara Langsung oleh rakyat atau secara tidak langsung oleh parlemen

Pemilihan Kepala Pemerintahan = Secara Langsung oleh rakyat atau secara tidak langsung oleh parlemen

Hubungan Legislatif dengan Eksekutif = Menjadi Satu

SISTEM PARLEMENTER

           Sistem Parlementer adalah sistem dimana parlemen memiliki peran yang penting. Parlemen
berwenang dalam mengangkat perdana menterei maupun menjatuhkan pemerintahan berdasarkan mosi
tidak percaya.
Ciri-ciri sistem parlementer adalah :  

Kepala Negara = Raja atau Ratu

Kepala Pemerintahan = Perdana Menteri

Kekuasaan Kepala Negara = Hanya Pemisahan

Masa Jabatan Kepala Negara = Seumur Hidup

Masa Jabatan Kepala Pemerintahan = Seumur Hidup

Kekuasaan Negara = Hanya Pemisahan

Pemilihan Kepala Negara = Diwariskan turun temurun berdasarkan UU

Pemilihan Kepala Pemerintahan = Secara Langsung oleh rakyat atau secara tidak langsung oleh parlemen

Hubungan Legislatif dengan Eksekutif = Menjadi Satu

Jawaban no 3

CHINA
Struktur pemerintahan daerah di Cina pada dasarnya
terdiri dari tiga tingkat pemerintahan resmi – provinsi,
kabupaten, dan dasar – ditambah berbagai unit lain di
bawah atau di antara tingkat-tingkat ini. Sistem politik Cina
mempercayakan pelaksanaan peraturan kepada berbagai
struktur, meliputi birokrasi pemerintah, partai, dan militer
dan sistem-sistem komunikasi. China adalah negara
kesatuan yang terdiri atas 23 provinsi. Bentuk
pemerintahannya adalah republik dengan sistem
demokrasi komunis. Kepala negara China adalah
presiden sedangakn kepala pemerintahan adalah perdana
menteri.
JEPANG
Bentuk negara jepang itu Monarki konstitusional yang
membatasi kekuasaan kaisar jepang, sistem
pemerintahannya parlementer. Di jepang terdapat 47
pemerintah daerah tingkat prefektur atau provinsi dan
lebih dari 3.300 pemerintah daerah tingkat bawah.
Pemerintah daerah ini dipilih oleh rakyat melalui
pemilihan. Sedangkan jabatan kaisar hanya sebagai
seremonial belaka karena kedudukan kaisar diatur dalam
UUD sebagai simbol dan pemersatu rakyat. Kaisar hanya
bertindak untuk urusan diplomatik. Untuk jabatan kepala
pemerintahan  yaitu perdana menteri yang dipilih oleh Diet
dari kalangan sendiri. Ada 3 badan pemerintahan di
Jepang, yakni :
1.Legislatif atau bisa juga disebut Diet atau parlemen.
2.Eksekutif yang terdiri dari anggota kabinet.
3.Yudikatif yang berfungsi sebagai pengadilan hukum.

Jawaban no 4

 Nama resmi: Malaysia ---- [
 Bahasa resmi:  Malaysia (resmi); Inggris; Cina (Kanton, Mandarin, Hokkien,
Hakka, Hainan, Foochow); Tamil; Telugu; Malayalam; Panjabi; Thai.
 Ibukota: Kuala Lumpur ---- [
 Luas wilayah (km2): 329.750 ---- [Populasi Malaysia per 2005 adalah
25.580.000. Bahasa resminya Melayu dan Inggris. Agama yang dianut para penduduk
adalah Islam (60,4%), Buddha (19,2%), Kristen (9,1%), Hindu (6,3%),
Konghucu/Tao/Agama Cina lainnya (2,6%), agama lainnya (2,4%). Komposit etnisnya
Melayu dan asli melayu lainnya (65,1%), Cina (26%), India (7,7%), lainnya (1,2%).] -
Malaysia terletak di 2 wilayah terpisah. Satu di barat di ujung semenanjung Malaya.
Satu di timur yaitu di pulau Kalimantan (Indonesia). Di malaysia barat, utara
berbatasan dengan Thailand, selatan dengan selat Malaka dan Selat Singapura, barat
dengan Selat Malaka, dan timur dengan wilayah laut Cina Selatan. Di Malaysia timur,
utara berbatasan dengan Laut Cina Selatan, selatan dengan Indonesia, barat dengan
Laut Cina Selatan, dan Timur dengan Laut Sulu. Batas darat dengan Brunei
sepanjang 381 km, dengan Indonesia 2004 km, dan dengan Thailand 506 km. Garis
pantai Malaysia adalah 4675 km.
 Penduduk: 29.628.392 orang.
 Etnis: Melayu 50,4%; Cina 23,7%; asli 11%; India 7,1%; lainnya 7,8%.
 Agama:    Islam (resmi) 60,4%; Buddha 19,2%; Kristen 9,1%; Hindu 6,3%;
Konfusian; Tao; agama tradisional Cina lainnya 2,6%; lainnya 1,5%; tidak beragama
0,8%.
 Jenis kekuasaan: Monarki Konstitusional ---- [Modelnya mirip Inggris]
 Bentuk negara: Federasi ---- [Malaysia adalah federasi 13 negara bagian.
Dalam konstitusi setiap negara bagian (negeri-negeri), konstitusi Malaysia harus
dimuat terlebih dahulu sebelum konstitusi masing-masing negara bagian. Konstitusi
negara bagian harus mengadopsi konstitusi federal. Ke-13 negara bagian Malaysia
adalah: (1) Johor, (2) Kedah, (3) Kelantan, (4) Melaka, (5) Negeri Sembilan, (6)
Pahang, (7) Perak, (8) Perlis, (9) Pulau Pinang, (10) Sabah, (11) Sarawak, (12)
Selangor, dan (13) Terengganu. Selain itu terdapat 1 wilayah yang merupakan teritori
federal yaitu (Wilayah Persekutuan) yang terdiri atas 3 wilayah pembentuk yaitu (1)
Ibukota Kuala Lumpur, (2) Labuan, dan (3) Putrajaya.]
 Sistem pemerintahan: Parlementer ---- [Malaysia menganut sistem parlementer
model Westminster. Kepala negara dipegang oleh Yang Dipertuan Agong. Ia dipilih
setiap 5 tahun oleh sebuah lembaga bernama Conference of Ruler. Kepala negara
berwenang mengangkat Perdana Menteri (PM). PM ini kepala pemerintahan dan figur
dominan dalam pemerintahan negara Malaysia.]
 Parlemen: Bikameral (Dewan Rakyat/House of Representatives + Dewan
Negara/Senate) ---- [Dewan Rakyat (DR) dipilih lewat pemilu luber. Partai mayoritas di
parlemen memiliki kans besar agar kadernya diangkat sebagai PM oleh Yang
Dipertuan Agong. PM ini bertanggung jawab kepada DR. Di pihak lain, Dewan Negara
(DN) bermasa tugas 3 tahun. Anggotanya sebagian dipilih oleh DR, sebagian diangkat
oleh Yang Dipertuan Agong berdasarkan nasehat PM. Tugas DN memonitor kinerja
DR. Selain DR dan DN, juga ada lembaga yang disebut Conference of Ruler (CoR).
CoR terdiri atas para penguasa (atau keturunan) dari 9 negara federasi Malaysia.
Yang Dipertuan Agong berasal dari salah satu antara mereka.]

 Nama resmi: Republic of Singapore ---- [


 Bahasa resmi:  Mandarin (resmi) 35%; Inggris (resmi) 23%; Melayu (resmi)
14,1%; Hokkien 11,4%; Kanton 5,7%; Teochew 4,9%; Tamil (resmi) 3,2%; dialek Cina
lainnya 1,8%; lainnya 0,9%.
 Ibukota: Singapura ---- [
 Luas wilayah (km2): 682 ---- [Populasi Singapura per 2004 adalah 4.353.900
orang. Bahasa resminya Inggris, Melayu, Cina, dan Tamil. Agama penduduknya
Buddha (42,5%), Islam (14,9%), Kristen (14,6%), Tao dan Agama Cina lainnya (8,5%),
Hindu (4%), lainnya (15,5%). Komposit etnisnya Cina 76,8%, Melayu 13,9%, India
7,9%, dan lainnya 1,4%.] - Singapura di utara berbatasan dengan Selat Johor. Di
selatan dengan selat Singapura. Di barat dengan Selat Malaka. Di timur dengan Selat
Singapura. Singapura tidak punya batas darat dengan negara manapun. Garis pantai
negara ini 193 km. 
 Penduduk:  5.460.302 orang.
 Etnis: Cina 76,8%; Melayu 13,9%; India 7,9%; lainnya 1,4%.
 Agama:   Buddha 42,5%; Islam 14,9%; Tao 8,5%; Hindu 4%; Katolik 4,8%;
Kristen lain 9,8%; lainnya 0,7%; tidak beragama 14,8%.
 Jenis kekuasaan: Republik ---- [
 Bentuk negara: Kesatuan ---- [
 Sistem pemerintahan: Parlementer ---- [Presiden adalah kepala negara, yang
dipilih untuk masa jabatan 6 tahun. Presiden yang hendak dipilih sekurangnya pernah
menjadi menteri kabinet, hakim pengadilan, ataupun pengelola perusahaan swasta
dengan penghasilan per kapita minimal 100 juta dollar. Fungsinya sebagaian besar
seremonial. Namun, jika terjadi kekerasan terhadap hukum negara, Presiden dapat
bertindak. Misalnya, ia dapat menolak RUU dari parlemen yang dinilai mencederai
cadangan finansial negara. Perdana Menteri (PM) adalah kepala administrasi negara
Singapura. Dalam menjalankan tugas, ia dibantu para menteri. Semua menteri adalah
anggota parlemen. PM diangkat oleh presiden melihat pada komposisi kursi di
parlemen. Para menteri diangkat oleh Presiden berdasarkan saran PM.]
 Parlemen: Unikameral (Parliament) ---- [Secara formal, tugas Parlemen adalah
mengawasi eksekutif. Namun, di Singapura pimpinan partai dapat mengomandoi para
anggota parlemen untuk bersuara menurut garis partai. Ketika partai telah
memutuskan garis politik, anggota parlemen harus mengikutinya. Dengan demikian,
PM dan para menteri dapat secara leluasa merancang agenda eksekutif mereka di
parlemen, sehingga parlemen dapat sepenuhnya membackup kebijakan-kebijakan
eksekutif.]

Jawaban no 5

 Nama resmi: Republic of the Philippines ---- [Republika ng Pilipinas]


 Bahasa resmi:  Filipino (resmi, dari Tagalog) dan Inggris (resmi).
 Ibukota: Manila ---- [
 Luas wilayah (km2): 300.001 ---- [Populasi Filipina per 2005 adalah 86.536.700
orang. Bahasa resminya Tagalog dan Inggris. Agama penduduknya Katolik (83%),
Protestan (9%), Islam (5%), Buddha dan lainnya (3%). Komposit etnisnya Melayu
95,5%, Cina 1,5%, dan lainnya 3%.] - Filipina di utara berbatasan dengan Selat Luzon,
Laut Cina Selatan, dan Laut Filipina. Di selatan dengan Laut Sulawesi. Di barat
dnegan Laut Cina Selatan. Di timur dengan Laut Filipina dan Samudera Pasifik.
Filipina tidak punya perbatasan darat dengan negara manapun. Sementara garis
pantai negara ini 36.289 km. 
 Penduduk: 
 Etnis: Tagalog 28,1%; Cebuano 13,1%; Ilocao 9%; Bisaya 7,6%; Hiligaynon
Ilonggo 7,5%: Bikol 6%; Waray 3,4%; lainnya 25,3%.
 Agama:   Katolik 82,9% (Katolik Roma 80,9%, Aglipayan 2%); Islam 5%;
Evangelis 2,8%; Iglesia ni Kristo 2,3%; Kristen lainnya 4,5%; lainnya 1,8%; tidak
spesifik 0,6%; tidak beragama 0,1%.
 Jenis kekuasaan: Republik ---- [
 Bentuk negara: Kesatuan ---- [Kendati berbentuk negara kesatuan,
sesungguhnya konstitusi Filipina menyebut eksistensi dua region otonom yaitu region
otonomi Muslim di Mindanao dan Cordillera, yang punya kuasa legislatif tertentu.
Secara keseluruhan, Filipina terdiri atas 80 propinsi dan 39 Charter City. Ke-80
propinsi Filipina adalah:  Abra, Agusan del Norte, Agusan del Sur, Aklan, Albay,
Antique, Apayao, Aurora, Basilan, Bataan, Batanes, Batangas, Biliran, Benguet,
Bohol, Bukidnon, Bulacan, Cagayan, Camarines Norte, Camarines Sur, Camiguin,
Capiz, Catanduanes, Cavite, Cebu, Compostela, Davao del Norte, Davao del Sur,
Davao Oriental, Dinagat Islands, Eastern Samar, Guimaras, Ifugao, Ilocos Norte,
Ilocos Sur, Iloilo, Isabela, Kalinga, Laguna, Lanao del Norte, Lanao del Sur, La Union,
Leyte, Maguindanao, Marinduque, Masbate, Mindoro Occidental, Mindoro Oriental,
Misamis Occidental, Misamis Oriental, Mountain Province, Negros Occidental, Negros
Oriental, North Cotabato, Northern Samar, Nueva Ecija, Nueva Vizcaya, Palawan,
Pampanga, Pangasinan, Quezon, Quirino, Rizal, Romblon, Samar, Sarangani,
Siquijor, Sorsogon, South Cotabato, Southern Leyte, Sultan Kudarat, Sulu, Surigao del
Norte, Surigao del Sur, Tarlac, Tawi-Tawi, Zambales, Zamboanga del Norte,
Zamboanga del Sur, dan Zamboanga Sibugay. Sementara ke-39 Charter City-nya
adalah: Angeles, Antipolo, Bacolod, Baguio, Butuan, Cagayan de Oro, Caloocan,
Cebu, Cotabato, Dagupan, Davao, General Santos, Iligan, Iloilo, Lapu-Lapu, Las
Pinas, Lucena, Makati, Malabon, Mandaluyong, Mandaue, Manila, Marikina,
Muntinlupa, Naga, Navotas, Olongapo, Ormoc, Paranaque, Pasay, Pasig, Puerto
Princesa, Quezon, San Juan, Santiago, Tacloban, Taguig, Valenzuela, dan
Zamboanga.]
 Sistem pemerintahan: Presidensil ---- [Presiden adalah kepala negara dan
kepala pemerintahan. Presiden dipilih untuk jabatan 6 tahun. Presiden menominasikan
para kandidat untuk mengepalai departemen dan kementerian pemerintah.
Selanjutnya, sebuah komisi bernama The Commission of  Appointments, terdiri atas
24 orang memutuskan mata calon yang jadi. Selain presiden, juga ada wakil presiden
yang dipilih secara langsung, terpisah dari presiden. Dimungkinkan, wakil presiden ini
berasal dari parpol yang berbeda dengan presiden. ]
 Parlemen: Bikameral (House of Representatives + Senate) ---- [House of
Representatives (HoR) maksimal terdiri atas 260 anggota, dimana 208 dipilih langsung
sementara 52 dipilih lewat sistem Party List. Senate terdiri atas 24 orang yang dipilih
secara langsung untuk periode 6 tahun.]

 Nama resmi: Republic of Indonesia ---- [Secara formal, negara ini lahir pada


hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945 --Proklamasi-- bertepatan dengan
bulan Ramadhan]
 Bahasa resmi: Bahasa Indonesia
 Ibukota: Jakarta ---- [Di masa revolusi fisik 1945 - 1949, ibukota Republik
Indonesia pernah dipindahkan ke Yogyakarta untuk sementara waktu. Kini, kendati
banyak dilanda banjir, Jakarta tetap menjadi ibukota Republik Indonesia. Sempat
muncul sejumlah pemikiran untuk memindahkan ibukota ke Jonggol, Bogor ataupun
ke Palangkaraya, Kalimantan. Namun, itu baru sebatas wacana saja dan sifatnya
timbul-tenggelam]
 Luas wilayah (km2): 1.904.444 ---- Indonesia di Utara berbatasan dengan Laut
Andaman, Selat Malaka, Malaysia, Laut Filipina, dan Samudera Pasifik Utara. Di
Selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia dan Timor Leste. Di Barat
berbatasan dengan Samudera Indonesia. Di Timur dengan Papua Nugini. Di pulau
Kalimantan, Indonesia berbatasan darat dengan Malaysia sepanjang 2004 km. Di
pulau Papua berbatasan darat dengan Papua Nugini sepanjang 820 km. Di NTT
berbatasan darat dengan Timor Leste sepanjang 269 km. Total garis pantai Indonesia
54.716 km.
 Penduduk: 251.160.124 orang
 Etnis: Jawa 40,6%; Sunda 15%; Madura 3,3%; Minangkabau 2,7%; Betawi
2,4%; Banten 2%; Banjar 1,7%; lainnya 29,9%.
 Agama:   Islam 86,1%; Protestan 5,7%; Katolik Roma 3%; Hindu 1,8%; lainnya
3,4%.
 Jenis kekuasaan: Republik ---- [Kekuasaan berada di tangan rakyat Indonesia,
diselenggarakan oleh rakyat Indonesia, untuk rakyat Indonesia]
 Bentuk negara: Kesatuan (Desentralis) ---- [Menurut konstitusinya, Indonesia
adalah negara Kesatuan. Namun, terdapat pembagian kewenangan yang tegas antara
pemerintah pusat dengan daerah yang dirinci di dalam UU No. 32 tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah. Wewenang pemerintahan pusat ada di 6 urusan wajibnya
yaitu: Pertahanan, Keamanan, Politik Luar Negeri, Moneter, Agama, dan Pendidikan.
Per 25 Oktober 2012, Indonesia terdiri atas 34 propinsi (daerah tingkat I), 409
kabupaten (daerah tingkat II), 98 kota (daerah tingkat II), 6747 kecamatan, dan 78.198
desa. Provinsi-provinsi di Indonesia adalah: (1) Nangroe Aceh Darussalam; (2)
Sumatera Utara; (3) Sumatera Barat; (4) Riau; (5) Kepulauan Riau; (6) Bangka
Belitung; (7) Jambi; (8) Bengkulu; (9) Sumatera Selatan; (10) Lampung; (11) Banten;
(12) Jawa Barat; (13) Jawa Tengah; (14) Daerah Istimewa Yogyakarta; (15) Jawa
Timur; (16) Kalimantan Barat; (17) Kalimantan Tengah; (18) Kalimantan Timur; (19)
Kalimantan Selatan; (20) Bali; (21) Nusa Tenggara Barat; (22) Nusa Tenggara Timur;
(23) Sulawesi Utara; (24) Gorontalo; (25) Sulawesi Tengah; (26) Sulawesi Selatan;
(27) Sulawesi Barat; (28) Maluku Utara; (29) Maluku; (30) Papua; (31) Papua Barat;
(32) Sulawesi Tenggara; (33) Daerah Khusus Ibukota Jakarta; dan (34) Kalimantan
Utara]
 Sistem pemerintahan: Presidensil ---- [Indonesia menganut sistem presidensil,
yang secara formal dan substansial bervariasi dalam sejumlah periode kepolitikannya.
Di masa Orde Baru 1971 - 1998, sistem presidensil yang diterapkan berciri satu kali
pemilu, yaitu untuk memilih anggota DPR. Anggota DPR ini otomatis menjadi anggota
MPR dengan komposisi sekitar 75% kursi. Sisa 25%-an kursi anggota MPR diambil
dari utusan golongan dan ABRI yang diangkat oleh Presiden. Presiden di masa Orde
Baru "sangat" prerogatif memilih menteri untuk memimpin departemen tanpa
mempertimbangkan atau berkompromi dengan anggota Parlemen. Akibatnya, menteri
solid ketika bekerja sama dengan Presiden. Sistem presidensil berubah pasca transisi
politik 1998. Mulai tahun 2004, pemilu diadakan 2 kali: Untuk memilih anggota
parlemen (DPR, DPRD I, DPRD II, dan DPD) dan untuk memilih presiden dan wakil
presiden (satu paket). Anggota DPR, DPRD I, dan DPRD II dipromosikan oleh para
parpol. Untuk DPD umumnya calon independen. Total jumlah anggota DPD maksimal
1/3 total jumlah anggota DPR. Karena para parpol yang ikut pemilu banyak, maka
tidak ada mayoritas 50 + 1 di parlemen. Presiden jadi dilematik menentukan menteri
jika murni mengandalkan hak prerogatifnya. Akibatnya, terjadi quasi-parlementarian
dalam penentuan menteri: Presiden memproporsionalisasikannya dengan komposisi
suara parlemen, yaitu persentase suara para parpol yang sepakat berkoalisi dengan
partai presiden. Makin besar persentase suara parpol yang berkoalisi, makin banyak
jatah menteri yang diperoleh. Terlebih, terkadang para parpol yang sudah berkoalisi
dengan parpol presiden "mbalelo." Dengan demikian, Indonesia mengalami
"weakened executive government."]
 Parlemen: Trikameral (MPR, DPR, DPD) ---- [Trikameral ini pendapat Prof.
Jimly Asshiddiqie, karena MPR, DPR, dan DPD adalah 3 badan berbeda dengan
fungsi masing-masing. Anggota MPR tidak dipilih karena ia otomatis gabungan
anggota DPR dan DPD yang mengalami "metamorfosis." Anggota MPR tidaklah unik
secara personal. Padahal, jika parameternya adalah kuasa pembuatan legislasi, maka
parlemen Indonesia sifatnya Unikameral. Ini karena hanya DPR sajalah yang punya
kekuasaan menyusun legislasi.]
 Parlemen: Bikameral (DPR dan DPD) --- [Bikameral ini pendapat Prof.
Maswadi Rauf. Menurutnya, kamar parlemen Indonesia hanya terdiri dari anggota
yang dipilih saja yaitu DPR dan DPD. MPR hanya ada manakala anggota DPR dan
DPD secara bersama melakukan joint session . Jadi, MPR bukan entitas faktual di
mana ia memiliki anggota yang dipilih secara langsung oleh rakyat melainkan hanya
'meminjam' dari DPR dan DPD.]