Anda di halaman 1dari 6

TUGAS INDIVIDU KIMIA DASAR

HUKUM DASAR KIMIA

Oleh :

Nama : Sheilda Ade Pratiwi

NIM : 17020037

Kelas : FS A 17

PRODI FIRE AMD SAFETY


AKADEMI MINYAK DAN GAS BALONGAN
INDRAMAYU
2018
HUKUM DASAR KIMIA
1. Hukum Kekekalan Massa
Hukum kekekalan massa atau dikenal juga sebagai hukum Lomonosov-
Lavoisier adalah suatu hukum yang menyatakan massa dari suatu sistem
tertutup akan konstan meskipun terjadi berbagai macam proses di dalam sistem
tersebut(dalam sistem tertutup Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah
sama (tetap/konstan) ). Pernyataan yang umum digunakan untuk menyatakan
hukum kekekalan massa adalah massa dapat berubah bentuk tetapi tidak dapat
diciptakan atau dimusnahkan. Untuk suatu proses kimiawi di dalam suatu sistem
tertutup, massa dari reaktan harus sama dengan massa produk.
Hukum kekekalan massa digunakan secara luas dalam bidang-bidang
seperti kimia, teknik kimia, mekanika, dan dinamika fluida. Berdasarkan
ilmu relativitas spesial, kekekalan massa adalah pernyataan dari kekekalan
energi. Massa partikel yang tetap dalam suatu sistem ekuivalen dengan
energi momentum pusatnya. Pada beberapa peristiwa radiasi, dikatakan bahwa
terlihat adanya perubahan massa menjadi energi. Hal ini terjadi ketika suatu
benda berubah menjadi energi kinetik/energi potensial dan sebaliknya. Karena
massa dan energi berhubungan, dalam suatu sistem yang
mendapat/mengeluarkan energi, massa dalam jumlah yang sangat sedikit akan
tercipta/hilang dari sistem. Namun, dalam hampir seluruh peristiwa yang
melibatkan perubahan energi, hukum kekekalan massa dapat digunakan karena
massa yang berubah sangatlah sedikit.
Contoh soal :

 Dalam wadah tertutup  4 gram logam Natrium dibakar denagn oksigen


menghasilkan natrium oksida, jika massa natrium oksida yang dihasilkan
adalah 5,6 gram, berapakah massa oksigen yang dibutuhkan ?
Solusi :
 mNa    = 4 gram
mNaO = 5,6 gram
berdasarkan hukum kekekalan massa  maka
Massa sebelum reaksi = Massa sesudah reaksi
mNa +mO2 = mNaO
mO2              = mNaO – mNa
= (5,6 – 4) gram
= 1,6 gram
 Pada pembakaran 2,4 gram magnesium di udara dihasilkan 4 gram oksida
magnesium, berapa gram oksigen yang terpakai dalam reaksi itu ?
Solusi:
mMg   = 2,4 gram
mMgO = 4 gram
Massa sebelum reaksi = Massa sesudah reaksi
m Mg + m O2 = m MgO
m O2    = m MgO – m Mg
= (4 – 2,4) gram
= 1,6 gram

2. Hukum Perbandingan Tetap


Dalam kimia, hukum perbandingan tetap atau hukum Proust (diambil dari
nama kimiawan Perancis Joseph Proust) adalah hukum yang menyatakan bahwa
suatu senyawa kimia terdiri dari unsur-unsur dengan perbandingan massa yang
selalu tepat sama. Dengan kata lain, setiap sampel suatu senyawa memiliki
komposisi unsur-unsur yang tetap. Misalnya, air terdiri
8 1
dari  /9 massa oksigen dan  /9 massa hidrogen. Bersama dengan hukum
perbandingan berganda (hukum Dalton), hukum perbandingan tetap adalah
hukum dasar stoikiometri.

Contoh soal :

 Pada reaksi antara logam magnesium sebanyak 10 gram dengan 6 gram


oksigen sesuai persamaan reaksi :
2 Mg (s) + O2 (g) ——– > 2 MgO (s)
Ternyata dari percobaan dihasilkan 15 gram magnesium oksida dan sisa
logam magnesium sebanyak 1 gram, berapakah massa oksigen dan massa
Magnesium pada magnesium oksida ? ( Ar Mg = 24, Ar O = 16)
Solusi :
Dari persamaan reaksi diatas maka kita bisa tentukan menggunakan
rumus hukum proust yaitu.
Massa O dalam MgO =   = (Ar O)/(Mr MgO) x massa MgO
=    16/40  x 15 gram
=  6 gram
MassaMg dalam MgO            =   (Ar Mg) / (Mr MgO) x massa MgO
=    24/40 x 15 gram
=  9 gram
Jadi massa magnesium yang bereaksi adalah 9 gram (tersisa 1 gram) dan
massa oksigen yang bereaksi adalah 6 gram
 Suatu senyawa oksida besi (FeO) memiliki perbandingan massa besi dan
oksigen sebesar 7 : 2. Tentukan persen massa dari besi dan oksigen dalam
senyawa tersebut.
Solusi :
Total perbandingan  7 + 2 = 9
 
Persen massa besi                      =   (perbandingan Besi)/(total
perbandingan)x 100 %
=   7/9 x 100 %
=  77,8 %
Persen massa oksigen = (perbandingan oksigen)    ∕   (total perbandingan)
x 100 %
= 2/9 x 100 %
= 22,2 %
 Perbandingan massa carbon terhadap oksigen dalam karbon dioksida
adalah 3 : 8. Berapa gram karbon dioksida dapat dihasilkan apabila 6
gram karbon dengan 16 gram oksigen ?
Solusi :
Reaksi yang terjadi adalah  C  + 2 O ——– > CO2
Maka massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama
C : 2 O = 6 : 16 sehingga C : O = 6 : 8
Oksigen berlebih sehingga karbon habis bereaksi
Massa karbon yang bereaksi ( C ) = 6 gram
Massa oksigen yang bereaksi ( O ) = 8/3 x 6 gram
= 16 gram
Maka karbon dioksida yang dapat dihasilkan adalah 6 gram C + 16 gram
O2 =  22 gram

3. Hukum Perbandingan Berganda


Dalam kimia, hukum perbandingan berganda adalah salah
satu hukum dasar stoikiometri. Hukum ini juga kadang-kadang
disebut hukum Dalton (diambil dari nama kimiawan Inggris John
Dalton), tetapi biasanya hukum Dalton merujuk kepada hukum tekanan
parsial. Hukum ini menyatakan bahwa apabila
dua unsur bereaksi membentuk dua atau lebih senyawa, maka
perbandingan berat salah satu unsur yang bereaksi dengan berat tertentu
dari unsur yang lain pada kedua senyawa selalu merupakan
perbandingan bilangan bulat sederhana. [1] Misalnya karbonbereaksi
dengan oksigen membentuk karbondioksida (CO2)
dan karbonmonoksida (CO). Jika jumlah karbon yang bereaksi pada
masing-masing adalah 1 gram, maka diamati bahwa pada
karbonmonoksida yang terbentuk akan terdapat 1,33 gram oksigen dan
2,67 gram oksigen pada karbondioksida. Perbandingan massa oksigen
mendekati 2:1 ,yang perbandingan bilangan bulat sederhana, mematuhi
hukum perbandingan berganda. Pengamatan serupa juga terjadi pada
reaksi-reaksi lain, seperti hidrogen dan oksigen membentuk air (H2O)
dan hidrogen peroksida (H2O2). Jika hidrogen yang bereaksi masing-
masing 1 gram, H2O yang terbentuk akan mengandung 4 gram oksigen,
dan 8 gram pada H2O2.
John Dalton pertama kali mengemukakan pengamatan ini
pada 1803. Beberapa tahun sebelumnya, kimiawan Perancis telah
mengemukakan hukum perbandingan tetap. Dalton merumuskan hukum
ini berdasarkan pengamatan-pengamatan terhadap nilai-nilai
perbandingan Proust. Kedua hukum ini merupakan penemuan penting
untuk menjelaskan bagaimana senyawa terbentuk dari atom-atom.
Selanjutnya pada tahun yang sama, Dalton mengajukan teori atom yang
merupakan dasar dari konsep rumus kimia dalam senyawa.
Contoh Soal :

o Karbon dapat bergabung  denganhidrogen dengan perbandingan 3


: 1 membentuk gas metana berapa massa hidrogen yang
diperlukan untuk bereaksi dengan 900 gram C pada metana ?
Solusi :
C:H=3:1
Maka massa H  = 1/3 x 900 gram
=  300 gram.
o Unsur A dan unsure B membentuk 2 senyawa yaitu X dan Y. Massa
unsure A dalam senyawa X dan Y berturut – turut adalah  46,7 %
dan 30,4 %. Tunjukkanlah bahwa hukum Dalton berlaku pada
kedua senyawa tersebut ?
Solusi :

Senyawa %  A % B = 100 – % A

X 46,7 % 100 – 46,7 % = 53,3 %

Y 30,4 % 100 – 30,4 % = 69,6 %


Agar persentase A sama maka senyawa X dikalikan factor 2,14 dan
senyawa Y dikalikan factor 3,28 sehingga diperoleh perbandingan massa
X dan Y sebagai berikut :

Senyawa Massa X (gr) Massa Y (gr)

X 46,7 x 2,14 = 100 53,3 x 2,14 = 114,06

Y 30,4 x 3,28 = 100 69,6 x 3,28 = 228,28

Jadi dapat diketahui perbandingannya  X : Y = 114,06 : 228,28 = 1 : 2


Berdasarkan tiga hukum diatas yaitu hukum kekelan massa, hukum
perbandingan tetap, hukum kelipatan perbandingan maka pada tahun
1803 Jhon Dalton mengemukakan suatu teori yang kita kenal dengan
teori atom Dalton. Antara lain postulatnya sebagai berikut :

 Materi terdiri dari partikel yang sudah tidak terbagi, yaitu atom
 Atom – atom dari unsure yang sama adalah identik tetapi berbeda
dengan atom unsure lain.
 Reaksi kimia adalah penggabungan, pemisahan atau penataan ulang
dari atom – atom dalam jumlah sederhana.