Anda di halaman 1dari 6

PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT

DINAS PENDIDIKAN
Jalan Dr. Radjiman No. 6 Telepon (022) 4264813 Faksimili (022) 4264881
Wisselbord (022) 4264944, 4264957, 4264973
Bandung (40171)

Nomor : 3036/PK.07.01-Set.Disdik Bandung, 18 Februari 2021


Sifat : Biasa
Lampiran :- Kepada
Perihal : Ujian Sekolah, Uji Kompetensi Keahlian Yth. Kepala Cabang Dinas Pendidikan
dan Penilaian Akhir Semester SMK Wilayah I – XIII Dinas Pendidikan
Tahun Pelajaran 2020/2021 Provinsi Jawa Barat
di
Tempat

Memperhatikan perkembangan kondisi terkini penyebaran Covid-19 di


Provinsi Jawa Barat yang semakin meningkat, serta memperhatikan:
a. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
b. Permendikbud Nomor 34 Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan
Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan, khususnya lampiran
1, tentang Standar Kompetensi Lulusan SMK/MAK;
c. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor
719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan
Pendidikan dalam Kondisi Khusus;
d. Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020
tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran
Coronvirus Disease (Covid-19)
e. Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021
tentang Peniadaan Ujian Nasional Dan Ujian Kesetaraan Serta Pelaksanaan
Ujian Sekolah Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-
19);
f. Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Nomor 2 tahun 2020
tentang Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Vokasi dalam Masa Pandemi
Coronavirus Disease (Covid-19);
g. Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.189-Hukham/2020 tentang
Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit akibat Coronavirus
Disease 19 (Covid-19) di Jawa Barat;
h. Pedoman Penyelenggaraan Uji Kompetensi SMK Tahun Pelajaran 2020/2021
yang dikeluarkan oleh Direktur Jendral Pendidikan Vokasi;
perlu dilakukan langkah responsif yang mengutamakan keselamatan dan
kesehatan lahir batin peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan.

Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh
Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) Badan Siber dan Sandi Negara
Sehubungan dengan hal tersebut, kami sampaikan penyesuaian penyelenggaraan
Ujian Sekolah (US), Uji Kompetensi Keahlian (UKK), dan Penilaian Akhir Semester
(PAS) Peserta Didik SMK di Provinsi Jawa Barat, sebagaimana diuraikan berikut
ini.

A. Ujian Sekolah
1. Ujian Sekolah dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna
dan tidak terfokus pada pengukuran ketuntasan capaian kurikulum secara
menyeluruh.
2. Peserta ujian sekolah adalah peserta didik yang telah berada pada tahun
terakhir dan memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar seluruh
program pembelajaran yang telah ditempuh pada jenjang pendidikan
tersebut.
3. Pelaksanaan US menjadi tanggung jawab kepala sekolah.
4. Satuan Pendidikan menyusun dan menetapkan panitia US.
5. Satuan Pendidikan membuat POS Ujian Sekolah.
6. Jadwal pelaksanaan US dibuat oleh satuan pendidikan masing masing,
dengan memperhatikan kalender pendidikan yang diterbitkan oleh Dinas
Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Jadwal US dilaksanakan dalam rentang
waktu 03 s.d. 08 Mei 2021.
7. Mata Pelajaran yang diujikan pada Ujian Sekolah adalah mata pelajaran
yang diselesaikan sampai kelas terakhir (Kelas XII untuk program 3 tahun
dan kelas XIII untuk program 4 tahun).
8. Seluruh soal US disusun oleh tim guru dari satuan pendidikan masing-
masing.
9. Bentuk soal, jumlah butir soal, dan alokasi waktu US dapat ditentukan oleh
satuan pendidikan masing masing.
10. Kegiatan penyusunan soal dibawah koordinasi Pengawas Sekolah.
11. Ujian yang diselengarakan oleh satuan pendidikan dilaksanakan dalam
bentuk:
a. portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap/perilaku, dan
prestasi yang diperoleh sebelumnya (penghargaan, hasil perlombaan,
dan sebagainya);
b. penugasan;
c. tes tulis secara luring atau daring; dan/atau
d. bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.
12. Portofolio adalah kumpulan karya hasil seorang siswa, sebagai hasil
pelaksanaan kinerja yang ditentukan oleh guru atau siswa bersama guru
sebagai bagian dari usaha mencapai tujuan belajar atau mencapai
kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum. Portofolio difokuskan pada
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh
Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) Badan Siber dan Sandi Negara
dokumen tentang kerja siswa yang produktif, yaitu ‘bukti’ tentang apa yang
dapat dilakukan oleh siswa, bukan apa yang tidak dapat dikerjakan (dijawab
atau dipecahkan) oleh siswa.
Nilai portofolio dimaksud pada poin 12 a dapat diambil dari rata-rata nilai
raport semester 1 sampai dengan semester 5 (untuk program 3 tahun),
sedangkan untuk program 4 tahun menyesuaikan.
13. Nilai penugasan yang dimaksud pada poin 12 b adalah nilai yang didapat
pada semester 6 untuk program 3 tahun, adapun untuk program 4 tahun
menyesuaikan.
14. Nilai tes tertulis dapat dilakukan melalui moda daring atau luring dan tatap
muka sesuai aturan yang berlaku (Protokol Kesehatan Covid-19).
15. Bentuk kegiatan lain yang dimaksud poin 12d dapat berupa ujian praktik,
tes lisan, atau bentuk kegiatan sejenis lainnya, dengan mempertimbangkan
karakteristik mata pelajaran dan kondisi Covid-19
16. Nilai akhir US merupakan gabungan dari seluruh nilai poin 12 (nilai rata-rata
semester 1 sampai dengan 5, ditambah nilai semester 6, ditambah nilai
ujian tulis dibagi 3 komponen tersebut). Pembobotan nilai diserahkan
kepada satuan pendidikan.
17. Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan/program pendidikan setelah:
a. Menyelesaikan program pembelajaran selama 6 semester untuk
program 3 tahun dan 8 semester untuk program 4 tahun yang
dibuktikan dengan rapor tiap semester;
b. Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik;
c. Mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan;
18. Kelulusan ditetapkan berdasarkan rapat dewan guru, dibuat dalam bentuk
dokumen Ketetapan Sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah.

B. Pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK)


1. Sekolah Menengah Kejuruan melaksanakan Uji Kompetensi Keahlian
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan
mempertimbangkan situasi dalam masa darurat penyebaran Covid-19.
2. Pelaksanaan UKK mengacu pada Pedoman Penyelenggaraan Uji Kompetensi
Keahlian pada SMK tahun 2020/2021
3. UKK dapat dilaksanakan dengan pola ujian oleh LSP, DUDIKA/Asosiasi
Profesi atau Mandiri dengan tetap melibatkan penguji DUDIKA.
4. Jadwal pelaksanaan UKK dibuat oleh satuan pendidikan masing masing,
berdasarkan kesepakatan dengan pihak DUDIKA dan sesuai pola ujian yang
dipilih
5. Pelaksanaan UKK mandiri dilaksanakan secara serentak mulai tanggal 1
April sampai dengan 30 April 2021. Adapun model UKK yang lain
disesuaikan atas kesepakatan bersama antara pihak sekolah dengan DUDIKA
atau LSP

Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh
Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) Badan Siber dan Sandi Negara
6. Satuan Pendidikan dapat melaksanakan UKK setelah TUK- nya diverifikasi
oleh Tim. Untuk UKK Mandiri Tim verifikasi dibentuk oleh Dinas Pendidikan
Jawa Barat (melalui Cabang Dinas Pendidikan), sedangkan untuk UKK
melalui Industri atau LSP, verifikasi dilakukan oleh Tim dari mereka.
7. Tempat Uji Kompetensi (TUK) dapat diselenggarakan di satuan pendidikan
(setelah dinyatakan layak), DUDIKA, atau tempat yang lain sesuai
kesepakatan.
8. Model UKK yang dilaksanakan ada 3 bentuk:
a. Pelaksanaan UKK dalam bentuk penugasan atau proyek dengan standar
instrument disusun oleh pemerintah. Satuan Pendidikan melalui
kerjasama dengan industry diperkenankan mengubah sebagian atau
keseluruhan isi sepanjang minimal setara.
b. Pelaksanaan UKK dalam bentuk sertifikasi yang dilaksanakan oleh
DUDIKA bekerja sama dengan satuan Pendidikan
c. SMK atau Lembaga sertifikasi yang mendapatkan lisensi dari BNSP
sebagai Lembaga sertifikasi profesi diperkenankan untuk
menyelenggarakan UKK sesuai dengan ruang lingkup skema sertifikasi
yang telah ditetapkan
9. Dalam Pelaksanaan UKK, SMK dapat memilih salah satu atau beberapa dari
6 (enam) jenis skema ujian berikut:
a. Ujian melalui kerja sama dengan mitra dunia usaha dan dunia industry
dan Dunia Kerja (DUDIKA) atau Asosiasi Profesi;
SMK terakreditasi dan mitra DUDI atau asosiasi profesi melakukan uji
kompetensi pada TUK yang telah disepakati bersama mengacu standar
kualifikasi kompetensi yang ditetapkan mitra DUDIKA atau asosiasi profesi
dengan tujuan mendapatkan sertifikat yang diakui oleh mitra DUDIKA,
asosiasi profesi, asosiasi industri, atau mitra dari mitra DUDIKA;
b. Ujian melalui LSP Pihak Kesatu (LSP-P1);
LSP yang didirikan oleh lembaga pendidikan dan atau pelatihan dengan
tujuan utama melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja terhadap peserta
pendidikan/pelatihan berbasis kompetensi dan /atau sumber daya
manusia dari jejaring kerja lembaga induknya, sesuai ruang lingkup yang
diberikan oleh BNSP;
c. Ujian melalui LSP Pihak Kedua (LSP-P2);
LSP yang didirikan oleh industry atau instansi dengan tujuan utama
melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja terhadap sumber daya
manusia lembaga induknya, sumber daya manusia dari pemasoknya dan
/atau sumber daya manusia dari jejaring kerjanya, sesuai ruang lingkup
yang diberikan oleh BNSP;
d. Ujian melalui LSP Pihak Ketiga (LSP-P3);
LSP yang didirikan oleh asosiasi industri dan/atau asosiasi profesi dengan
tujuan melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja untuk sektor dan atau

Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh
Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) Badan Siber dan Sandi Negara
profesi tertentu sesuai ruang lingkup yang diberikan oleh BNSP;
e. Ujian melalui Panitia Teknis Uji Kompetensi (PTUK) sesuai regulasi yang
dikeluarkan oleh BNSP;
f. UKK Mandiri;
SMK terakreditasi yang melakukan uji kompetensi secara mandiri
menggunakan instrumen UKK yang disusun oleh pemerintah pusat
sebagai standar minimal dengan melibatkan institusi pasangan dan
berorientasi pada standar kompetensi lulusan.
10. Satuan pendidikan penyelenggara UKK memperhitungkan hasil
pelaksanaan UKK untuk dicantumkan sebagai nilai ujian sekolah mata
pelajaran kompetensi keahlian pada ijazah
11. Setiap siswa SMK yang mengikuti uji kompetensi diupayakan untuk
memperoleh sertifikat kompetensi setara kualifikasi, okupasi, klaster besar
(>6 unit kompetensi) atau kombinasi beberapa klaster dengan total minimal
7 kompetensi
12. Dalam pelaksanaan setiap jenis skema ujian agar melibatkan mitra industri
sebagai bentuk endorsement (pengakuan) kepada kualitas lulusan SMK

C. Penilaian Akhir Semester (PAS) untuk Kenaikan Kelas


Penilaian Akhir Semester untuk kenaikan kelas dilaksanakan dengan ketentuan
sebagai berikut:
1. Dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna dan tidak
mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh
2. Dapat dilakukan dalam bentuk :
a. portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, sikap/perilaku, dan prestasi
yang diperoleh sebelumnya (penghargaan, hasil perlombaan, dan
sebagainya);
b. penugasan;
c. tes tulis dan/atau;
d. bentuk kegiatan lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan;
e. Teknis pelaksanaannya diserahkan sepenuhnya kepada pihak
sekolah sesuai dengan kondisi sekolah maupun peserta didik.
3. Penilaian praktik mata pelajaran kejuruan, dapat dilaksanakan dalam
bentuk:
a. Portofolio;
b. Project work;
c. Uji Leveling/skill passport,
4. Teknis dan jadwal pelaksanaan penilaian akhir semester untuk kenaikan
kelas diserahkan sepenuhnya ke pihak sekolah disesuaikan dengan kondisi
sekolah dan peserta didik, dengan memperhatikan kalender pendidikan
yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Jadwal PAS
rentang antara tanggal 7 sampai dengan 19 Juni 2021.

Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh
Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) Badan Siber dan Sandi Negara
D. Protokol Kesehatan Ujian pada masa Pandemi Covid 19.
Pelaksanaan ujian praktik kejuruan, baik UKK maupun PAS, dapat
dilaksanakan di sekolah, dengan memperhatikan hal berikut:
a. Protokol kesehatan super ketat (Masker, Cuci Tangan/hand sanitizer, Jaga
Jarak);
b. Jumlah siswa dibatasi/bergantian, disesuaikan dengan peralatan praktik
yang tersedia, dan juga untuk menghindari kerumunan;
c. Ada ijin orang tua;
d. Ada ijin dari pemerintah daerah setempat;
e. Mengikuti SOP yang telah disiapkan;

Demikian surat ini kami sampaikan, atas kerja samanya diucapkan terima kasih.

KEPALA DINAS PENDIDIKAN


PROVINSI JAWA BARAT

H. DEDI SUPANDI, S.STP, M.Si.


Pembina Utama Muda
NIP. 197606121996031005

Tembusan Yth.:
1. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia;
2. Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan Republik Indonesia;
3. Bapak Gubernur Jawa Barat;
4. Bapak Wakil Gubernur Jawa Barat;
5. Sekretaris Daerah provinsi Jawa Barat;
6. Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat;
7. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat;
8. Pengawas dan Kepala SMK se-Jawa Barat.

Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh
Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) Badan Siber dan Sandi Negara

Beri Nilai