Anda di halaman 1dari 19

PRAKTIKUM I

STERILISASI ALAT MENGGUNAKAN AUTOCLAVE

Nama : Usman Daniyawing Wabe


NIM/ Semester : 18010108039/ VI (Enam)
Kelompok : V (Lima)
Asisten Pembimbing : David
Dosen Pengampuh : Tri Endrawati, S.P., M.P.

LABORATORIUM BIOLOGI
PROGRAM STUDI TADRIS BIOLOGI
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
KENDARI
2021
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari mikroba. Mikrobiologi

adalah salah satu cabang ilmu dari biologi, dan memerlukan ilmu pedukung

kimia, fisika dan biokimia. Mikrobiologi sering disebut ilmu praktek dari

biokimia. Dalam mikrobiologi dasar diberikan pengertian dasar tentang sejarah

penemuan mikroba, macam-macam mikroba dialam. .1

Bahan atau peralatan yang dipergunakan dalam mikrobiologi harus

dalam keadaan steril. Steril artinya tidak didapatkan mikroba yang tidak

diharapkan. Hal ini bertujuan supaya pekerjaan dikerjakan secara aseptis atau

terbebas dari mikroba pencemar/kontaminasi yang tidak diinginkan. Setiap

proses baik fisik, kimia, dan mekanik yang membunuh semua organisme di

dalam suatu benda, terutama mikroorganisme disebut dengan sterilisasi.2

Autoclave adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan

bahan yang digunakan dalam mikrobiologi melalui penggunaan uap air panas

bertekanan. Tekanan yang digunakan pada umumnya 15 psi. atau sekitar 1 atm.

dan dengan suhu 121°C (250°F). jadi tekanan yang bekerja keseluruh

permukaan benda adalah 15 pon tiap inchi-inchi (15 Psi = 15 pounds per

1
Permata, Ika. Mikrobiologi Dasar, (Jakarta : Universitas Negeri Jakarta, 2015), h. 3.
2
Suwastika, Anak Agung Ngurah Gede, Mikrobiologi Pertanian, (Bali: Universitas
Udayana, 2016), h. 3.
square inchi). Lama sterilisasi yang dilakukan biasanya 15 menit untuk

121°C.3

B. Tujuan

Berdasarkan latar belakang maka tujuan dari praktikum ini tentang

Sterilisasi Alat Menggunakan Autoclave yaitu untuk memahami, menjelaskan

tentang sterilisasi alat menggunakan autoclave.

3
Phiknat, Periadnadi, Penuntun Praktikum Mikrobiologi, (Padang, Universitas Andalas,
2015), h. 3.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Metode alat sterilisasi yang umumnya digunakan dalam bidang kedokteran

adalah Panas lembab (tekanan uap dalam autoclave), panas kering (oven udara

panas), dan bahan kimia gas (chemiclave). Metode sterilisasi lainnya yang tidak

digunakan dalam kedokteran gigi adalah gas etilen oksida, iradiasi gamma dan

penyaringan. Tekanan uap merupakan tindakan sterilisasi yang efektif karena

dapat membebaskan atau merubah panas sehingga membentuk air. Kondisi

berpotensi membunuh mikroorganisme, sedangkan volume uap yang

berkontraksi dapat memperkuat penetrasi.4

Sterilisasi dapat didefenisikan sebagai proses yang secara efektif membunuh

atau menghilangkan mikroorganisme yang dapat berpindah (seperti jamur,

bakteri, virus) dari permukaan peralatan. Mikroorganisme dapat dikendalikan

yaitu dihambat atau dimatikan dengan menggunakan berbagai proses. Metode

sterilisasi dapat dibagi menjadi dua kelompok umum yaitu fisik dan kimia

meskipun sterilisasi dapat dicapai dengan bahan kimia tertentu, umumnya metode

fisik lebih handal.5


4
Djais, Ariadna Adisattya, “The Effect Of Presto Cooker as an Alternative Sterilizer
Device for Dental Equipment”, Journal of Indonesian Dental Association, Vol. 2 (1), 2019, h. 8.
5
Hardono, Tri, “Modifikasi Autoclave Berbasis Atmega 328 (Suhu)”. Jurnal Teknik
Elektromedik Indonesia, Vol. 01 (2), 2020, h. 1.
Plastik merupakan bahan pengemas yang saat ini berkembang pesat. Plastik

digunakan untuk mengemas berbagai macam jenis makanan dan minuman.

Penggunaan plastik digunakan untuk mengemas berbagai macam jenis makanan

dan minuman.6

Sterilisasi dilakukan menggunakan alat autoclave dengan suhu operasi

121°C selama 20 menit. Produk dikemas menggunakan kaleng silinder dengan

ukuran 72.63 x 53.04 mm (Ø x h). faktor penentu sterilnya produk adalah nilai

sterilitas (Fo). Selama proses sterilisasi berlangsung, tekanan pada autoclave

berbanding lurus dengan kenaikan suhu.7

Proses sterilisasi digunakan untuk menghilangkan atau mengurangi mikroba

yang tidak diinginkan pada bahan pembawa. Teknik sterilisasi media yang

umumnya digunakan adalah sterilisasi autoclave dan radiasi sinar gamma.

Sterilisasi autoclave mempunyai kelemahan yaitu mampu meningkatkan kelarutan

logam Mn pada bahan pembawa. Sterilisasi tanah menggunakan autoclave dapat

meningkatkan kelarutan Fe, Mn, Zn.8

Teknik sterilisasi panas kering menggunakan alat yang mirip dengan oven

kue tersebut tidak di ajarkan dalam pelatihan asuhan persalinan normal. Hal ini

disebabkan karena ditengarai alat tersebut tidak dapat menyediakan suhu atau

6
Istini, “Pemanfaatan Plastik Polipropilen Standing Pouch Sebagai Salah Satu Kemasan
Sterilisasi Peralatan Laboratorium”, Indonesian Journal Of Laboratory, Vol. 2 (3), 2020, h. 42.
7
Kusumaningrum, Annisa, “Study Of LethalityValue and Chemical Characteristics Of
“Keumamah-Processed Cuisine”For Development Of Small and Medium Enterprise Product”,
Journal Indexing, Vol. 11 (2), 2017, h. 1.
8
Nurrobifahmi, “Pengaruh Metode Sterilisasi Radiasi Sinar Gamma Co-60 dan Autoclave
Terhadap Bahan Pembawa, Viabilitas Spora Glgaspora margarita dan Ketersediaan Fe, Mn, dan
Zn”, Jurnal Tanah dan Iklim, Vol. 41 (1), 2017, h. 1-2.
panas yang stabil selama proses sterilisasi berlangsung, sehingga di khawatirkan

tidak memberikan hasil yang optimal.9

9
Ika, Yudianti,“Perbandingan Efektifitas Sterilisasi Panas Kering dan Desinfeksi Tingkat
Tinggi Teknik Rebus Terhadap Pertumbuhan Escherichia Coli”, Vol. 2 (1), 2015, h. 10.
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Waktu dan tempat praktikum Sterilisasi Alat Menggunakan Autoclave

ini berlangsung pada hari Kamis, tanggal 22 April 2021, pada pukul 14:00

WITA. Bertempat di Laboratorium Biologi Institut Agama Islam Negeri

(IAIN) Kendari.

B. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum Sterilisasi Alat

Menggunakan Autoclave ini dapat lihat pada tabel berikut:

Tabel 1. Alat dan kegunaannya


Alat Kegunaan
Alat tulis Untuk menulis hasil pengamatan
Handphone Untuk dokumentasi
Cawan petri Untuk alat percobaan
Autoclave Untuk mendandang cawan petri
Oven pengering Untuk mengeringkan cawan petri
Tabel 2. Bahan dan kegunaannya
Bahan Kegunaan
Air Sebagai hasil pengamatan
Kertas Sebagai hasil pengamatan
Plastik tahan panas Sebagai hasil pengamatan

C. Prosedur Kerja

Menyiapkan alat dan bahan

Mencuci cawan petri dengan


sabun hingga bersih dan
rmerendam menggunakan
baiklin, kemudin dikeringkan
selama 1 malam
Membungkus cawan petri
dengan menggunakan kertas

Memasukkan kedalam plastik


tahan panas

Memasukkan air kedalam


autoclave

Memasukkan cawan petri yang


sudah dibungkus ke dalam
autoclave

Menutup autoclave dengan satu


arah

Sterilisasi 25-30 menit, suhu


121°C kemudian autoclave
dinyalakan

Menunggu autoclave bunyi

Menunggu hingga uap habis


dengan membuka lubang uap

Menggangkat cawan petri


Memasukkan cawan petri ke
dalam oven pengering dengan
suhu 70°C
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan dari praktikum Sterilisasi alat menggunakan

autoclave yaitu sebagai berikut:

Tabel 3. Hasil pengamatan.


Gambar Gambar pembanding Keterangan
Autoclave 1. Tombol pengatur
waktu/timer
2. Katup uap
3. Pengukur tekanan
4. Katub pengaman
5. Tombol on/off
6. Termometer
7. Lempeng sumber
http://www.google.com. panas
Id./search?q=gambar 8. Skrup pengaman
Autoclave 9. Angsa

Oven Pengering 1. Elemen pemanas


2. Penyangga rak
3. Lampu indikator
4. Tombol pengatur
suhu
5. Tombol waktu
6. Steker listrik
7. Pintu
8. Pegangan pintu
9. Rak pemanggang
10. Pemegang
mampan
http://www.google.com. 11. Nampan
Id./search?q=gambar
pemanggang
Oven pengering vakum
Cawan Petri 1. Pembuka
2. Penutup
3. Kumpulan koloni

http://www.google.com.
2 Id./search?q=gambar
3 Cawan petri
1

B. Pembahasan

Berdasarkan hasil pengamatan yang kami amati tentang Sterilisasi alat

memggunakan autoclave. Autoclave adalah instrumen yang menggunakan

uap di bawah tekanan untuk mensterilkan barang seperti kain kasa, instrumen

gigi dan bedah, solusi steril, dan bahan yang digunakan dalam mikrobiologi.

Kondisi autoclave yang khas adalah 121°C untuk 15-20 menit pada lima

belas pound per inchi (psi). Uap diterima masuk kedalam ruang. Siklus waktu

dimulai ketika temperatur dan tekanan telah mencapai level yang di set.

Autoclave memiliki alat pengukur waktu dan tekanan, dan kebanyakan

memiliki diagram atau perekam digital yang merekam temperatur dari setiap

siklus autoclave. Pada akhir dari siklus, tekanan dan temperatur akan turun,

autoklaf dapat dibuka ketika alat pengukur tekanan menunjukkan 0 psi.

Autoclave ini diciptakan untuk memberikan kemungkinan dapat

mengembangkan pembuluh tekanan yang dapat digunakan untuk

memanaskan makanan kaleng pada temperatur yang jauh lebih tinggi untuk
jangka waktu yang relatif lebih pendek dari waktu yang mempertahankan

kualitas makanan serta meningkatkan kehidupan rak.

Mekanisme dari autoclave adalah pemaparan uap jenuh pada suhu,

waktu, dan tekanan tertentu dengan pelepasan energi laten uap untuk

membunuh organisme secara irreversibel melalui proses denaturasi atau

koagulasi protein sel. Siklus sterilisasi uap meliputi pemanasan (conditioning)

–pemaparan uap (exposure) –pembuangan (exhausting) –pengeringan

(drying).

Autoclave biasa di gunakan untuk sterilisasi media uji mikrobiologi

dan untuk dekontaminasi limbah laboratorium. Pada percobaan ini, jenis

autoklaf yang digunakan adalah autoclave modern yang menngunakan

sumber listrik dan autoclave yang digunakan mempunyai merk Hirayama

HVE-50.

Autoclave terdiri dari beberapa komponen, di antaranya:

1. Tombol pengatur waktu (timer)

Autoclave tertentu dilengkapi dengan timer yang berfungsi untuk mengatur

waktu lama atau sebentarnya proses sterilisasi, sesuai dengan

kebutuhan/penggunaan yang dibutuhkan. Berbeda dengan autoclave

sederhana yang masih menggunakan bantuan pemanasan air dengan

kompor bukan listrik. Autoclave sederhana tersebut tidak dilengkapi

dengan timer.

2. Katup uap
Meskipun termasuk bagian kecil dari keseluruhan bagian autoclave,

namun katup uap merupakan salah satu komponen yang penting dan

berfungsi sebagai tempat keluarnya uap air.

3. Pengukur tekanan

Jika ingin mengetahui nilai tekanan uap yang berada dalam autoclave,

Anda dapat melihat pada bagian ini. Pengukur tekanan berfungsi untuk

mengetahui besar tekanan uap yang ada dalam autoclave saat proses

sterilisasi tengah berlangsung.

4. Katup pengamanan

Katup pengaman berfungsi sebagai penahan atau pengunci

penutup autoclave.

5. Tombol on/off

Jika Anda menggunakan autoclave yang menggunakan sumber energi

listrik, maka keberadaan tombol ini sangat berandil besar. Karena tombol

ini berfungsi untuk menghidupkan atau mematikan mesin autoclave.

6. Termometer

Biasanya, pada proses sterilisasi membutuhkan suhu yang berbeda

bergantung pada bahan atau alat yang Anda sterilkan. Termometer

merupakan komponen yang berfungsi untuk mengetahui dan mengamati

suhu yang dibutuhkan. Apakah sudah sesuai dengan suhu yang Anda

butuhkan atau belum.

7. Lempeng sumber panas


Bagian ini adalah komponen yang akan membantu perubahan energi listrik

menjadi energi kalor. Lempeng sumber panas atau heater ini terbuat dari

kumparan/lilitan kawat tembaga yang jika dialiri arus listrik akan

menghasilkan energi panas.

8. Skrup pengamanan

Skrup pengaman sangat dibutuhkan untuk menjaga besaran dan tekanan

uap yang ada dalam autoclave. Pastikan skrup pengaman ini terpasang

dengan baik dan rapat.

9.  Angsa

Pada autoclave yang menggunakan energi listrik, Anda akan menemukan

angsa yang berfungsi sebagai batas penambahan air. Sedangkan pada

autoclave yang menggunakan energi panas dari kompor atau pemanas

konvensional lainnya, Anda akan menemukan almunium container yang

berfungsi untuk meletakan berbagai bahan atau alat yang hendak Anda

sterilisasikan.

Cara mengoperasikan autoclave Hirayama HVE-50 ini adalah kabel

dari autoclave disambungkan ke sumber listrik, kemudian tekan sklar on.

Autoclave dinyalakan dengan menekan tombol ON/OFF. Air di dalam

autoklaf di cek apakah sesuai/pas pada garis besi nunjuk. Apabila air yang

akan digunakan sudah cukup, alat dan bahan yang akan di sterilisasi

dimasukkan ke dalam chamber (bagian dalam autoclave). LID cover ditutup

dan tuas pengunci di geser ke arah Lock sampai autoclave terkunci. Tombol

mode di tekan untuk mengatur apa yang akan di sterilisasi (alat dan bahan
atau kedua-duanya). Selain itu tombol star di tekan untuk memulai proses

sterilisasi selesai, jika sudah selesai alarm autoclave berbunyi. Setelah alarm

berbunyi, LID cover dibuka, tuas pengunci di geser ke arah unclok, kemudian

ditunggu beberapa saat hingga keranjang berisi alat dan bahan tidak terlalu

panas. Keranjang berisi alat dan bahan di angkat dan dikeluarkan. Tombol off

di tekan, saklar off di tekan, lalu kabel di cabut.

Penggunaan autoclave yang benar adalah salah satu cara yang

meyakinkan, pengoprasian yang salah satu dapat menimbulkan kepercayaan

yang melesat dalam sterilisasi peralatan. Hal-hal yang harus diperhatikan

dalam mengoprasikan autoclave antara lain:

1. Jangan lupa untuk mengeluarkan semua udara sebelum menutup katub

buangan. Semua udara harus didesak keluar autoclave apabila

menginginkan suhu yang tepat untuk dicapai.

2. Jangan membebani autoclave secara berlebihan

3. Pembungkus alat atau bahan harus benar-benar rapat.

Oven pengeringan vakum paling sering digunakan untuk proses

pengeringan yang halus, seperti mengeringkan bagian-bagian kecil atau

membuang pelarut yang mudah terbakar. Lingkungan bertekanan rendah juga

meminimalkan oksidasi selama pengeringan. Oven vakum standar dapat

beroperasi pada suhu setinggi 200°C hingga 250°C. Oven pengering terdiri

dari sebelas bagian sebagai berikut: Elemen pemanas, Penyangga rak, Lampu

indikator, Tombol pengatur suhu, Tombol waktu, Steker listrik, Pintu,


Pegangan pintu, Rak pemanggang, Pemegang mampan, dan Nampan

pemanggang.

Aquades digunakan sebagai larutan untuk proses sterilisasi panas

basah karena aquades memiliki kandungan mineral yang lebih sedikit

daripada air ledeng sehingga apabila menggunakan aquades, bagian dalam

autoclave tidak cepat berkarat/mengalami korosi.

Prinsip kerja dari autoclave ini adalah sterilisasi menggunakan uap air

bertekanan sehingga melalui proses pemanasan pada suhu proteinnya

terdenaturasi. Maka dari itu, autoclave merupakan sterilisasi secara fisik.

Waktu yang digunakan untuk melakukan sterilisasi pada percobaan ini adalah

20 menit karena waktu yang optimum untuk membunuh mikrobia pada alat

dan bahan adalah 20 menit, diambil dari suhu maksimal untuk melakukan

sterilisasi pada alat. Selain itu, agar bahan yang di sterilisasi tidak rusak

karena dipanaskan terlalu lama pada suhu tinggi. Apabila yang disterilisasi

hanya alat, waktu yang dibutuhkan sekitar 15-20 menit, sedangkan apabila

hanya bahan, waktu yang dibutuhkan sekitar 10-15 menit. Jadi, jika yang di

sterilisasi adalah alat dan bahan, waktu optimum yang dibutuhkan adalah 20

menit.

Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini secara berturut-

turut adalah autoclave hirayama HVE-50, cawan petri, karet gelang, kapas,

kertas payung, aquades. Cawan petri berfungsi sebagai alat yang akan

disterilisasi dan aquades digunakan sebagai bahan yang akan disterilisasi.

Sebelum disterilisasi, cawan petri di tutup dengan kertas payung yang


berfungsi agar uap air tidak masuk kedalam alat, kemudian diikat

menggunakan karet gelang.

Kertas payung digunakan untuk membungkus cawan petri. Fungsi

penggunaan kertas payung dalam membungkus alat yang akan disterilisasi

adalah agar uap air tidak menembus dan masuk kedalam alat. Selain itu, cara

membungkus yang baik itu menggunakan payung pada bagian kertas yang

halus ini tidak mudah ditembusi oleh uap air. Pada saat membungkus cawan

petri menggunakan kertas payung sebaiknya posisi cawan petri dibalik

dimana tutup cawan petri diletakkan dibagian bawah ini berfungsi agar uap

air dari dalam autoclave tidak masuk kedalam cawan petri.

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan sebelumnya maka kesimpulan pada praktikum ini


tentang Sterilisasi alat menggunakan autoclave sebagai berikut: prinsip kerja
autoclave adalah sterilisasi panas basah bertekanan dengan suhu 121°C dengan
tekanan 1 atm sedangkan panas kering bertekanan 70°C. Proses sterilisasi yaitu
terdiri dari alat dan bahan berupa cawan petri dan air. Alat yaitu cawan petri
dibungkus menggunakan plastik tahan panas, setelah di bungkus cawan petri di
masukkan kedalam autoclave untuk proses sterilisasi dengan cara mengatur waktu
autoclave terlebih dahulu dan menambahkan air setelah itu di tekan tombol On
dan menunggu tanda bunyi alarm itu bertanda proses sterilisasi telah selesai
kemudian di buka dan dipindahkan cawan petri ke oven pengering untuk proses
pengering.
DAFTAR PUSTAKA

Ariadna Adisattya, Djais, “The Effect Of Presto Cooker as an Alternative


Sterilizer Device for Dental Equipment”, Journal of Indonesian Dental
Association, Vol. 2 (1), 2019, h. 8.
Ika, Permata, Mikrobiologi Dasar, Jakarta : Universitas Negeri Jakarta. 2016.
Istini, “Pemanfaatan Plastik Polipropilen Standing Pouch Sebagai Salah Satu
Kemasan Sterilisasi Peralatan Laboratorium”, Indonesian Journal Of
Laboratory, Vol. 2 (3), 2020, h. 42.
Kusumaningrum, Annisa, “Study Of LethalityValue and Chemical Characteristics
Of “Keumamah-Processed Cuisine”For Development Of Small and
Medium Enterprise Product”, Journal Indexing, Vol. 11 (2), 2017, h. 1.
Nurrobifahmi, “Pengaruh Metode Sterilisasi Radiasi Sinar Gamma Co-60 dan
Autoclave Terhadap Bahan Pembawa, Viabilitas Spora Glgaspora
margarita dan Ketersediaan Fe, Mn, dan Zn”, Jurnal Tanah dan Iklim,
Vol. 41 (1), 2017, h. 1-2.
Periadnadi, Phiknat, Penuntun Praktikum Mikrobiologi, Padang: Universitas
Andalas, 2015.
Suwastika, Anak Agung Ngurah Gede, Mikrobiologi Pertanian, Bali: Universitas
Udayana, 2016, h. 3.
Tri, Hardono,“Modifikasi Autoclave Berbasis Atmega 328 (Suhu)”. Jurnal Teknik
Elektromedik Indonesia, Vol. 01 (2), 2020, h. 1.
Yudianti, Ika, “Perbandingan Efektifitas Sterilisasi Panas Kering dan Desinfeksi
Tingkat Tinggi Teknik Rebus Terhadap Pertumbuhan Escherichia Coli”,
Vol. 2 (1), 2015, h. 10.