Anda di halaman 1dari 12

Ujian Tengah Semester

FILSAFAT
DAN
DASAR DASAR LOGIKA

OLEH
NAMA : MUHAMMAD RYANSYAH ZANDRA

NIM : 1701114121

JURUSAN HUBUNGAN INTERNASIONAL


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU
POLITIK UNIVERSITAS RIAU
2021
PENDAHULUAN

1.Latar belakang

Filsafat politik memang menjadi hal yang mendasar bagi politik, hal ini

digunakan untuk mengeksplorasi teori-teori yang berkembang dalam filsafat

politik kontemporer dan menelaah isu-isu aktual dalam kehidupan politik.

Asumsinya adalah bahwa filsafat politik bukanlah spekulasi abstrak yang tidak

berpijak pada dunia nyata melainkan suatu studi yang terkait erat dengan

penilaian-penilaian moral dan praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Studi tentang filsafat politik lahir dari cabang ilmu filsafat praktis. Dengan

demikian, filsafat politik adalah studi tentang penilaian dan kritik moral terhadap

proses yang melandasi kehidupan sosial, politik, dan ekonomi yang

bertujuanuntuk mengarahkan terciptanya susunan organisasi masyarakat yang

baik dantepat. Politik selalu menyangkut tujuan-tujuan dari seluruh masyarakat

dan bukantujuan pribadi seseorang. Politik juga menyangkut kegiatan berbagai

kelompok termasuk partai politik dan kegiatan individu Lantas, di sini, kita akan

membicarakan tentang filsafat politik itu, semenjak Yunani, sampai dewasa ini,

lalu melewati abad petengahan, abad renainsans, abad pencerahan, abad moden,

sehingga apa yang kini disebut, wacana pasca-moden. Kemudian, dalam seluruh

abad ini, terselit karya-karya besar yang mewarnai zamannya. Setakat yang

penting, barangkali sekurang-kurangnya tercatat 18 karya besar tentang filsafat

politik. Mungkin ada yang menyatakan, bahawa di timur juga ada filsafat-nya,

termasuk filsafat politik. Benar, tapi, dalam kenyataannya, filsafat timur tak
pernah menjadi sesistematik seperti di barat; yang sanggah-menyanggah,

singgung-menyinggung, serta sentiasa bersambut dan bersahutan sepanjang

zaman. Justru, dengan mempelajari filsafat barat, khususnya di sini filsafat politik

barat, itu menjadi istimewa untuk memahami jantung perjalanan tamadun barat itu

sendiri. Di sana, banyak yang dapat kita belajar, dalam usaha mereka menyusun

persoalan mengenai negara, rakyat, hukum, dll. Mudah-mudahan, dari waktu ke

waktu kita berpeluang memamah “kata dan makna” dalam seluruh karya ini.
TINJAUAN PUSTAKA

Pada dasarnya sebuah politik memiliki arti sebagai proses pembentukan

dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses

pembuatan keputusan, khususnya dalam negara, Teori Politik berasal dari dua

suku kata, Teori dan Politik. Teori dapat diartikan sebagai cara, model kerangka

fikiran ataupun pedapat yang dikemukakan oleh seseorang sebagai keterangan

mengenai suatu peristiwa. Sedangkan politik berarti negara (berasal dari kata

polis). Maka dari itu untuk mendukung pembuatan makalah,

Teori politik yang akan digunakan dalam makalah ini sesuai dengan latar

belakang makalah yaitu filsafat politik barat dengan teori yang diambil yaitu pada

masa klasik. Pokok pemikiran yang diambil merupakan dari seorang filsafat yaitu

Aristoteles, dari sudut epistimologis menyangkut logika, filsafat pengetahuan,

filsafat manusia, metafisika dan etika serta filsafat Negara. Aristoteles

mencetuskan pemikirannya ketikamulai runtuhnya konsep pemerintahan polis di

athena. Saat itu berlaku konsep mengenai kosmopolitan hellenisme yang

diptakarsai oleh Alexander de great. Di dalam politica menegaskan tentang harus

adanya jarak antar ruang pribadi dengan ruang awam dan ruang politik dengan

ruang non-politik. Karena pemikiran itulah akhirnya Plato memaparkan inti-inti

mengenai konsep warga negara, konsep hak milik dan konsep komnitas politik.

Konsep mengenai hak milik ini kemudian dikembnagkan oleh John Locke.

Negara konstitusional menurutnya adalah penyatuan semua unsur kelas dalam

kota demi tujuan kebaikan umum. Pemenuhan jabatan public dapat diisi oleh
siapa saja dengan jangka waktu yang telah ditetapkan. Menurutnya tidak akan

terjadi harmonisasi jika hanya sebagian unsur masyarakat saja yang dapat

memerintah, untuk itu Negara konstitusional adalah paling baik menurutnya.

Konstitusi yang baik adalah konstitusi yang dapat mengikat semua golongan, dan

konstitusi yang baik adalah konstitusi demi kepentingan umum. Konstitusi yang

menyimpang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat kearah menyimpang.

Terlepas dari konstitusi, Aristoteles menaruh perhatian sedikit lebih kepada

demokrasi. Menurutnya demokrasi hanya dapat diterapkan jika keadaan populasi

di kota adalah orang-orang yang terlahir merdeka, karena prinsip dasar demokrasi

adalah kemerdekaan dan kebebasan.

Studi tentang filsafat politik lahir dari cabang ilmu filsafat praktis. Dengan

demikian, filsafat politik adalah studi tentang penilaian dan kritik moral terhadap

proses yang melandasi kehidupan sosial, politik, dan ekonomi yang

bertujuanuntuk mengarahkan terciptanya susunan organisasi masyarakat yang

baik dantepat. Politik selalu menyangkut tujuan-tujuan dari seluruh masyarakat

dan bukantujuan pribadi seseorang. Politik juga menyangkut kegiatan berbagai

kelompoktermasuk partai politik dan kegiatan individu.

Asumsinya adalah bahwa filsafat politik bukanlah spekulasi abstrak yang

tidak berpijak pada dunia nyata melainkan suatu studi yang terkait erat dengan

penilaian-penilaian moral dan praktis dalam kehidupan sehari-hari. filsafat politik

itu, semenjak Yunani, sampai dewasa ini, lalu melewati abad petengahan, abad

renainsans, abad pencerahan, abad moden, sehingga apa yang kini disebut,

wacana pasca-moden. Kemudian, dalam seluruh abad ini, terselit karya-karya


besar yang mewarnai zamannya. Setakat yang penting, barangkali sekurang-

kurangnya tercatat 18 karya besar tentang filsafat politik.

Politik memiliki arti sebagai proses pembentukan dan pembagian

kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan

keputusan, khususnya dalam negara, Teori Politik berasal dari dua suku kata,

Teori dan Politik. Teori dapat diartikan sebagai cara, model kerangka fikiran

ataupun pedapat yang dikemukakan oleh seseorang sebagai keterangan mengenai

suatu peristiwa.

1. PENGERTIAN FILSAFAT POLITIK

A.Pengertian filsafat politik secara umum

Istilah filsafat berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari dua kata yaitu

philo dan sophia. Dua kata ini mempunyai arti masing-masing. Philo berarti cinta

dalam arti lebih luas atau umum yaitu keinginan, kehendak. Sedangkan Sophia

mempunyai arti hikmah, kebijaksanaan, dan kebenaran. Jadi, secara etimologis,

filsafat dapat diartikan sebagai cinta akan kebijaksanaan.

Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam

masyarakat yang antara lain berwujud pada proses pembuatan keputusan,

khususnya dalam negara. Politik juga sering dikaitkan dengan hal

penyelenggaraan pemerintahan dan negara. Yang menyelenggarakannya bukan

rakyat, tetapi pemerintahan yang berkuasa. Hanya saja partisipasi rakyat sangat

diharapkan. Tujuannya agar kerja pemerintahan dapat terlaksana dengan baik.

Percuma suatu pemerintahan menyelenggarakan negara tanpa dukungan dari

rakyat.
Jadi, pengetian Filsafat Politik adalah suatu upaya  untuk membahas hal-

hal yang berkaitan dengan politik secara sistematis, logis, bebas, mendalam, serta

menyeluruh. Filsafat Politik berarti pemikiran-pemikiran yang berkaitan tentang

politik. Bidang politik merupakan tempat menerapkan ide filsafat. Ada berbagai

macam ide-ide filsafat yang ikut mendorong perkembangan politik modern yaitu

liberalisme, komunisme, pancasila, dan lain-lain

Filsafat politik adalah refleksi filosofis mengenai masalah-masalah sosial

politik yang dapat dibedakan menjadi dua bagian pembahasan yang berkaitan erat,

yakni pertama mempersoalkan hakikat, kedua mempersoalkan fungsi dan tujuan.

Akan tetapi dalam kenyataannya, filsafat politik bukan hanya mempersoalkan

hakikat, fungsi dan tujuan negara, melainkan juga membahas soal keluarga dalam

negara, pendidikan, agama, hak dan kewajiban individual, kekayaan dan harta

milik pemerintah dan sebagainya. Filsafat politik berbeda dengan ilmu politik,

karena ilmu politik bersifat deskriptif dan bersangkut paut dengan fakta-fakta,

sedangkan filsafat politik bersifat normatif dan bersangkut paut dengan nilai-nilai.

B. Pengertian Filsafat Politik Menurut beberapa ahli

1.Plato

Filsafat politik adalah upaya untuk membahas dan menguraikan berbagai

segi kehidupan manusia dalam hubungannya dengan negara. Ia menawarkan

konsep pemikiran tentang manusia dan negara yang baik dan ia juga

mempersoalkan cara yang harus ditempuh untuk mewujudkan konsep pemikiran.

Bagi Plato, manusia dan negara memiliki persamaan hakiki. Oleh karena itu,

apabila manusia baik negara pun baik dan apabila manusia buruk negara pun
buruk. Apabila negara buruk berarti manusianya juga buruk, artinya negara adalah

cerminan mansuia yang menjadi warganya.

2.Machiavelli

Filsafat politik adalah ilmu yang menuntut pemikiran dan tindakan yang

praktis serta konkrit terutama berhubungan dengan negara. Baginya, negara harus

menduduki tempat yang utama dalam kehidupan penguasa. Negara harus menjadi

kriteria tertinggi bagi akivitas sang penguasa. Negara harus dilihat dalam dirinya

tanpa harus mengacu pada realitas apa pun di luar negara.

2. METODE DAN PENDEKATAN FILSAFAT POLITIK

Dari segi metode, menjawab pertanyaan normative, pendekatan filsafat

politik dibagi atas

1. Pendekatan Sebagian dan pendekatan Sistematis

 Pendekatan sebagian

Pendekatan sebagian dalam studi filsafat politik mengambil bentuk berupa

pencarian konsep-konsep normatif (project of normative inquiry). Dalam

pencarian konsep-konsep normatif, kajian tentang demokrasi, misalnya,

dikembangkan dengan memeriksa apakah demokrasi dapat diterima

sebagai sesuatu yang bernilai atau tidak bernilai (Analisis Konseptual).

Pendekatan sebagian dapat mendorong munculnya penemuan yang lebih

mendalam dan kritis mengenai konsep atau isu penting tertentu dalam

filsafat politik dan akan membantu menjelaskan relevansinya dengan

situasi aktual yang kita hadapi.  

 Pendekatan Sistematis
Pendekatan Sistematis berusaha "mengembangkan proyek yang sistematis

dan bersifat mencakup semua filsafat praktis tentang politik" (Brown,

1986, p. 15). Dengan ini, pertama, filsafat politik melangkah jauh dari

sekadar "proyek analisis konseptual", yaitu memberikan perhatian

terhadap masalah yang muncul dalam kehidupan politik dengan

memberikan petunjuk tentang prinsip keadilan atau bentuk pemerintahan.

Kedua, dengan pendekatan sistematis, filsafat politik juga dibedakan dari

sekadar usaha terlibat dalam pencarian secara sebagian atas premis nilai

yang bersifat normatif (piecemal normative inquire). Kajian tentang

konsep demokrasi misalnya akan gagal jika dilihat hanya sebagai nilai

(untuk ditolak atau disetujui) tanpa usaha mengkaitkannya dengan

keseluruhan nilai yang mendasari sebuah masyarakat.

Pendekatan sistematis menyarankan bahwa filsafat politik perlu terlibat

dalam totalitas citra politik, yaitu dengan terus menerus menemukan

konsistensi pandangan politik satu sama lain, dan karena itu mengharuskan

bentuk kajian yang bersifat perbandingan (interdisciplinary) atau

memperhatikan antar hubungan dari berbagai pandangan politik

2. Pendekatan pemecahan masalah dan pendekatan kritis

 Pendekatan pemecahan masalah

Dengan pendekatan ini, sistem ekonomi yang didasarkan pada paham

kapitalisme atau sosialisme, misalnya, akan diterima sebagai sesuatu yang

dalam dirinya sendiri tanpa cacat ; berbagai masalah yang timbul

didalamnya hanya dilihat sebagai masalah teknis atau managerial semata


sehingga memungkinkan sistem itu bekerja secara lebih efektif dan efisien.

Begitu juga, sebuah sistem dari kepemerintahan internasional

(international governance) yang berlandaskan pada kedaulatan negara, jika

diterima sebagai “kenyataan“ juga akan memungkinkan munculnya

anggapan bahwa tidak realistik untuk mengharapkan apalagi mengajukan

perubahan ekstensif terhadap sistem itu.

 Pendekatan kritis

Pendekatan kritis, menurut Cox, juga ”diarahkan pada kompleksitas sosial

dan politik sebagai keseluruhan daripada pada bagian yang terpisah”

(1986, p. 208). Artinya menyajikan formula yang dapat dipergunakan

dalam menjawab kompleksitas sosial, politik dan ekonomi sebagai

keseluruhan, dan bukan menangani bagian tertentu dari isu sosial, politik

atau ekonomi.[14]
PENUTUP

1.Kesimpulan

Filsafat Politik adalah suatu upaya  untuk membahas hal-hal yang

berkaitan dengan politik secara sistematis, logis, bebas, mendalam, serta

menyeluruh. Filsafat Politik berarti pemikiran-pemikiran yang berkaitan tentang

politik. Bidang politik merupakan tempat menerapkan ide filsafat. Ada berbagai

macam ide-ide filsafat yang ikut mendorong perkembangan politik modern yaitu

liberalisme, komunisme, pancasila, dan lain-lain

Filsafat politik klasik senantiasa bermuara pada etika, yang pada masa itu

menduduki tempat paling mulia di antara segala cabang filsafat. Persoalan yang

dikemukakan dan pertanyaan yang di ajukan merupakan abstraksi moral yang

bersumber dari upaya untuk memberi arti dan makna bagi kehidupan individu dan

masyarakat. Dengan demikian ada tujuan lebih pasti dan lebih agung yang hendak

dicapai, kendati harus melewati perjuangan yang tidak kunjung selesai. Dalam

filsafat politik modern, pokok persoalan yang utama adalah masalah individu dan

hak-hak miliknya. Itu terlihat jelas lewat tema-tema pembahasan filsafat politik

masa kini yang berkisar pada soal kebebasan, otoritas, hak-hak asasi manusia,

demokrasi, hak dan kewajiban, keadilan dan lain-lain.


DAFTAR PUSTAKA

https://www.kompasiana.com/taufikpoli/5d449afa0d82061a674fe82/filsafat-

politik-aristoteles-analisa-dari-karya-politik-aristoteles

Julian Baggini,Lima Tema Utama Filsafat,(Jakarta:Teraju,2004),hlm.183-184

Political Theory :Kajian Klasik dan Kontemporer.Jakarta:RajaGrafindo Persada

2005.

Suhelmi,Ahmad.Pemikiran Politik Barat.Jakarta:Gramedia.2004

Apter,David E .Pengantar analisis politik.Jakarta:Rajawali.1989