Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN KRONOLOGI PERAWATAN PASIEN

NAMA :Annisa Mulyawati

No RM : 061992

MINGGU, 24 JANUARI 2021

Pada jam 08.00 pasien pindah ruangan dari ruang Nifas dengan keadaan tertidur tersedasi petidine,
kesadaran Somnolen dengan nadi 112x/menit TD 90/60 Saturasi: 100% dengan oksigen 3lpm dengan
nasal kanul, perut kembung, bising usus lemah. Hasil lab Hb 10/ Ht 29,8/Tr 37.000/leukosit 49.980.
diagnosa Dokter adalah 12 jam post SC dengan penurunan kesadaran, trombositopeniec sup DHF.
Terapi yang diberikan oleh dr Sulaiman adalah transfusi TC 4 kolf, dexamethasone 2x10mg IV rawat
ICU

Pukul 14.20 WITA, Pasien datang ke IGD diantarkan oleh temannya dengan keadaan tidak sadar
setelah terjatuh dari sepeda motor. Hasil pemeriksaan di IGD menunjukan bahwa kesadaran pasien
apatis dengan GCS E:1, V:1 M;4. Hemodinamik pasien meunjukkan TD : 138/76mmHg, Nadi 93 kali
permenit, nafas 36 kali permenit, suhu 36,2C. Terdapat luka robek dikepala dan kaki kanan, luka
lecet pada kepala tangan dan kaki.

Tindakan yang sudah dilakukan di IGD adalah loading Ns 0,9% 500 CC, injeksi citicoline 500mg IV,
injeksi asam traneksamat I gr IV, injeksi omeprazole 40 mg IV, Injeksi ondasentron 4 mg IV, elevasi
kepala 30 derajat, memasang ETT, NGT, DC, servical collar dan perawatan luka.

Pasien kemudian dilakukan pemeriksaan penujang yaitu darah lengkap, GDS, renal function test,
Serum elektrolit, RDT antigen dengan hasil negatif, CT scan kepala RO Thorax, USG-E: IVC=1,05 ;
FAST (-), jantung normocontractiltity, pulmo A line +/+. (hasil terlampir). Berdasarkan hasil
pemeriksaan fisik dan penunjang tersebut, pasien di dagnosa cidera kepala berat (CKB), SDH
frontotemporaparietal sinistra, edema cerebri dan di rawat di ruang High Care Unit (HCU).

Pukul 17:00 WITA pasien di konsulkan ke dr Eko Widya SpEM dan mendapatkan advice pro rujuk,
infus mannitol 200 cc lanjut 100 cc per 6 jam, injeksi vit K 1x1 ampul, injeksi ceftriaxone 3x1 gr, drip
KCL 25 mEq dalam 500cc Ns 0,9%, bila gelisah berikan midazolam 30 mg+Fentanyl dalam 30cc Ns.
Pasien direncanakan di rujuk ke RSUP Mataram atau RS lain, namun seluruh RS tersebut meminta,
pasien harus memilki dua kali hasil negative berturut turut pemeriksaan Covid-19 dengan metode
TCM atau PCR. Untuk sementara waktu, pasien tetap dirawat di RS Manambai sampai menunggu
hasil pemeriksaan COVID-19.

SELASA, 26 JANUARI 2021

Pasien masih dirawat di ruang HCU IGD, karena menunggu pembukaan ruang ICU.

Pukul 01:00 pasien di konsulkan ke dr Made Sopan SpB dan mendapatkan advice untuk KIE keluarga
kondisi terkini pasien (jelek sampai meninggal), observasi IGD, terapi lanjutkan
Pukul 10.15 WITA, keluarga pasien menyetujui untuk dilakukan perawatan di ICU. Dan pada Pada
pukul 12:00 WITA, pasien dipindahkan ke ICU dengan kondisi umum lemah, kesadaran delirium, GCS
E:2, V:X, M:5, terpasang ventilator, Tekanan darah 133/70mmHg, Nadi 93 kali permenit, suhu 36C,
RR 25 kali permenit.

Pukul 16:00, dilakukan pengambilan swab PCR dan sampel dikirim ke STP.

RABU, 27 JANUARI 2021

Pasien masih dirawat di ICU sambal menunggu hasil PCR. Keadaan umum pasien lemah, undersedasi,
GCS E:1 V:X M4, terpasang ventilator, tekanan darah 109/69, Nadi 82 kali permenit, RR: 33 kali
permenit, suhu 36C. Secara umum, pasien masih stabil

KAMIS 28 JANUARI 2021

Hasil pemeriksaan PCR telah dikelurkan oleh STP dengan hasil terkonfirmasi positif. Pasien masih
dirawat di ruang ICU dan belum dapat dipindahkan ke ruangan Isolasi COVID karena ruang penuh.
Keadaan umum pasien lemah, undersedasi, penggunaan ventilator tekanan darah 136/74 mmHg,
nadi 82 kali permenit suhu 35,4. Secara umum, keadaan pasien masih stabil.

JUMAT, 29 JANUARI 2021

Tim dokter dan keperawatan melakukan KIE ke keluarga pasien mengenai kondisi pasien dan
persiapan pindah ruangan dari ICU ke Isolasi COVID. Keluerga pasien meminta agar menemani
pasien selama perawatan diruang isolasi COVID. Tim dokter kemudian memberikan KIE kepada
keluarga mengenai resiko penularan COVID 19 jika pasien ditemenai penunggu diruang isolasi
COVID-19, keluarga mengerti dan bersedia menanggung resiko.

Keadaan umum pasien lemah, undersedasi, terpasang ventilator, TD 148/86, HR 125 kali permewnit,
RR:28 suhu 36C. secara umum, pasien mengalami penuruan kondisi.

SABTU, 30 JANUARI 2021

Pasien dipindahkan dari ruang ICU ke ruang Isolasi COVID 19 dengan keadaan umum pasien Lemah,
delirium, terpasang ventilator, tekanan darah 160/110 mmHg, Nadi 110x/menit, RR 34x/menit suhu
36,7C. ada keluarga yang menemani pasien diruang isolasi.

MINGGU, 31 JANUARI 2021

Secara umum, kondisi pasien mengalami penuruan dengan KU lemah, kesadaran undersedasi,
terpasang ventilator dengan TD 85/65 mmHg, Nadi 155 kali permenit, suhu 36,7C, RR 38 kali
peremenit. Telah dikonsulkan ke dr Made SpB dan dr Defitra SpAn dengan advice KIE perburukan,
terapi sudah maksimal.

pukul 23:50 WITA, pasien mengalami perburukan dengan TD 60/30 mmHg, HR 155 kali permenit
dengan RR 41x/menit.

SENIN, 1 FEBRUARI 2021

Pukul 00:40 WITA telah terjadi panggilan code blue dengan kondisi pasien Nadi tidak teraba, RR
tidak ada kemudian dilakukan RJP selama 2 menit. Pukul 00:43 nadi tidak teraba, RR tidak ada dan
dilakukan RJP selama 2 menit disertai injeksi ephineprin 1 Ampul kemudian cek TTV, nadi masih
tidak teraba. Pada pukul 00:48, dilakukan RJP selama 4 menit dilanjutkan dengan injeksi ephinefrin 1
Ampul. Telah dilakukan upaya resusitasi jantung paru selama 20 menit namun Nadi tidak teraba, dan
EKG flat.

Pada pukul 01:02 WITA pasien dinyatakan meninggal dan dilakukan perawatan jenazah