Anda di halaman 1dari 18

CRITICAL JURNAL REVIEW

MK. Pembelajaran Pkn SD

Prodi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar


– Fakultas Ilmu Pendidikan

Skor Nilai:

Pendidikan Kewarganegaraan

NAMA : novita Yolanda panjaitan

NIM : 1193111039

DOSEN PENGAMPU: Apiek Gandamana, S.Pd., M.Pd.


MATA KULIAH : Pembelajaran PKN SD

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

September, 2021

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga tugas Critical
Jurnal Report ini dapat tersusun hingga selesai .Tidak lupa saya juga mengucapkan banyak
terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik
materi maupun pikirannya.

    Dan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi Critical Jurnal Report
agar menjadi lebih baik lagi.

    Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, saya yakin masih banyak kekurangan
dalam Critical Jurnal Report ini, Oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dan kritik yang
membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

                                                                         

Novita Yolanda panjaitan


1173311009

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Demokrasi merupakan tema sentral perubahan ekonomi-politik dunia dewasa ini , yang didalamnya
tercakup berbagai persoalan yang saling berkait satu sama lain. Demokrasi telah menjadi objek studi
yang sangat luas rentang pembahasannya. Ada yang menekankan pada pendekatan atau masalah
nilai dan budaya ( Almond dan Verba, 1984; Harrison dan Huntington, 2000 ), model dan bentuk baru
demokrasi (Held, 1986 dan 1999; Dahl, 1999), masalah-masalah civil-society (Diamond, 1992),
masalah civilian supremacy upon military (Huntington, 1956; Diamond dan Plattner (ed.), 2000),
tingkatan modernisasi demokrasi (Apter, 1987; Diamond, Linz, and Lipset (eds.), 1990; International
IDEA, 2001), pilihan strategistrategi demokrasi; O'Donnell dan Schmitter, 1993; Huntington, 1991),
lembaga-lembaga demokrasi (Linz and Valenzuela (ed.), 1994).
Demokrasi pada hakekatnya merupakan pemerintahan rakyat (dari kata deemos=rakyat dan
cratia=pemerintah). Secara subtantif acuannya adalah prinsip kedaulatan rakyat. Rakyatlah yang
berdaulat, bukan penguasa.
Demokrasi lahir diera Yunani kuno sekitar abad kelima sebelum masehi, saat itu polis (Negara-kota)
Atena yang mempraktekkannya dengan penduduk hanya sekitar 20-40 ribuan jiwa. Karena jumlah
penduduknya yang relative kecil memungkinkan diterapkannya demokrasi langsung ( direct democracy
) Wujudnya adalah sidang rakyat (ecclesia) berkala dimana warga polis dapat terlihat langsung dan
terbuka sebagai partisipan. Ketika itu Atena ingin mewujudkan demokrasi sesuai makna idealnya,
rakyatlah yang memerintah dirinya sendiri, membuat peraturan sendiri, dan mengelola keperluan hidup
bersama secara sendiri, termasuk memilih pemimpin tanpa diwakili sekolompok orang yang mengklaim
diri sebagai wakil rakyat.
Jadi sistemnya tidak mengintrodusir lembaga perwakilan yang kita kenal saat ini. Sayangnya
demokrasi polis ala Yunani tersebut bukanlah model demokrasi sejati karena hanya dapat dinikmati
sekelompok kecil orang yang berstatus warga Negara.

3
1.1 Tujuan
 Bagi penulis agar tulisannya lebih baik lagi kedepannya
 Bagi pembaca agar dapat menembah wawasan
 Bagi reviewer agar dapat berfikir kritis
 Memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran Pkn SD

1.2 Manfaat
 Bagi penulis dapat menginstrofeksi hasil tulisan agar lebih baik untuk tulisan-tulisannya
kedepan
 Bagi pembaca dapat menambah wawasan dalam hal ilmu pengetahuan
 Bagi reviewer dapat melatih kemampuan dalam hal mengkritik dan berfikir lebih kritis
 Melatih kemampuan meringkas isi jurnal

4
BAB II

PEMBAHASAN

1 Judul MASALAH DAN PROSPEK DEMOKRASI


2 Jurnal Jurnal ACADEMICA
3 Download Google scholar
4 Volume & Halaman Vol 1 Hal 35 -43
5 Tahun 2009
6 Penulis Abd. Kadir Patta
7 Reviewer Novita Yolanda panjaitan
8 Tanggal 3 November 2019
9 ISSN 1411- 3341
2.1 Identitas Jurnal 1

1 Judul Demokrasi dan Sistem Pemerintahan


2 Jurnal Jurnal Konstitusi
3 Download Google scholar
4 Volume & Halaman Vol 10 Hal 333 -354
5 Tahun 2013
6 Penulis Cora Elly Novianti
7 Reviewer Novita Yolanda panjaitan
8 Tanggal 3 November 2019
2.2 Identitas Jurnal 2

2.3 Identitas Jurnal 3

5
JUDUL INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER KE DALAM PEMBELAJARAN
KEWARGANEGARAAN DI SEKOLAH DASAR
JURNAL Jurnal Pemikiran dan Pengembangan SD
DOWNLOAD Google Schoolar
VULUME & HALAMAN O1 / 37 – 45
TAHUN 2013
ISSN 2338-1140
PENULIS Mahfud Indra Kurniawan
REVIEWER Novita tolanda panjaitan
TANGGAL 3 November 2019

2.4 Analisis Jurnal 1

1. Abstrak Penelitian
- Tujuan Penelitian Untuk mengetahui masalah dan prosfek demokrasi
- Subjek Penelitian Karena merupakan jenis penelitian kepustakaan maka subjek
dalam penelitian ini berupa buku, catatan, maupun laporan hasil
penelitian dari penelitian terdahulu.
- Assesment Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan
menelaah berbagai sumber seperti buku, majalah, standar isi
pembelajaran pkn, jurnal hasil penelitian, artikel, makalah,
surat kabar, web (interneti), atau informasi lain yang

6
berhubungan dengan judul penelitian. Setelah data terkumpul
selanjutnya dilakukan analisis data. Analisis data dalam
penelitian ini adalah menganalisis dan mensintesis dokumen
tersebut untuk di kaji dan menjadi gagasan baru dalam
menunjang hasil penelitian.
- Kata Kunci Prosfek dan demokrasi
2. Pendahuluan
- Latar Belakang Demokrasi merupakan tema sentral perubahan ekonomi-politik
danTeori dunia dewasa ini , yang didalamnya tercakup berbagai persoalan
yang saling berkait satu sama lain. Demokrasi telah menjadi objek
studi yang sangat luas rentang pembahasannya. Ada yang
menekankan pada pendekatan atau masalah nilai dan budaya
( Almond dan Verba, 1984; Harrison dan Huntington, 2000 ), model
dan bentuk baru demokrasi (Held, 1986 dan 1999; Dahl, 1999),
masalah-masalah civil-society (Diamond, 1992), masalah civilian
supremacy upon military (Huntington, 1956; Diamond dan Plattner
(ed.), 2000), tingkatan modernisasi demokrasi (Apter, 1987;
Diamond, Linz, and Lipset (eds.), 1990; International IDEA, 2001),
pilihan strategistrategi demokrasi; O'Donnell dan Schmitter, 1993;
Huntington, 1991), lembaga-lembaga demokrasi (Linz and
Valenzuela (ed.), 1994). Demokrasi pada hakekatnya merupakan
pemerintahan rakyat (dari kata deemos=rakyat dan
cratia=pemerintah). Secara subtantif acuannya adalah prinsip
kedaulatan rakyat. Rakyatlah yang berdaulat, bukan penguasa.
Demokrasi lahir diera Yunani kuno sekitar abad kelima
sebelum masehi, saat itu polis (Negara-kota) Atena yang
mempraktekkannya dengan penduduk hanya sekitar 20-40 ribuan
jiwa. Karena jumlah penduduknya yang relative kecil
memungkinkan diterapkannya demokrasi langsung ( direct
democracy ) Wujudnya adalah sidang rakyat (ecclesia) berkala
dimana warga polis dapat terlihat langsung dan terbuka sebagai
partisipan. Ketika itu Atena ingin mewujudkan demokrasi sesuai
makna idealnya, rakyatlah yang memerintah dirinya sendiri,
membuat peraturan sendiri, dan mengelola keperluan hidup
bersama secara sendiri, termasuk memilih pemimpin tanpa diwakili

7
sekolompok orang yang mengklaim diri sebagai wakil rakyat.
3. Metode Penelitian
- Langkah Penelitian Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan
menelaah berbagai sumber seperti buku, majalah, standar isi
pembelajaran pkn, jurnal hasil penelitian, artikel, makalah, surat
kabar, web (interneti), atau informasi lain yang berhubungan
dengan judul penelitian. Setelah data terkumpul selanjutnya
dilakukan analisis data. Analisis data dalam penelitian ini adalah
menganalisis dan mensintesis dokumen tersebut untuk di kaji dan
menjadi gagasan baru dalam menunjang hasil penelitian.
- Hasil Penelitian Paham demokrasi sama sekali tidak bisa menjamin bahwa warga
masyarakat suatu nagara yang menjalankannya akan bahagia,
makmur, dan adil. Pemerintahan manapun, termasuk
pemerintahan yang paling demokratis, tak akan mampu
memenuhi tujuan-tujuan ideal tersebut di muka. Bahkan dalam
praktiknya demokrasi selalu mengecewakan dari apa yang
dicita-citakan olehnya. Seperti usahausaha sebelumnya untuk
mencapai pemerintahan yang demokratis, Negara-negara
demokrasi modern juga menderita banyak kerusakan (Snyder
2003)

Terlepas dari cacat demokrasi, bagaimanapun juga kita harus terus


memandang berbagai keuntungan yang membuat terus
demokrasi diharapkan. Ada beberapa alasan mengapa
demokrasi begitu marak ingin diwujudkan hingga saat ini.
- Diskusi Penelitian ada ada sepuluh keuntungan demokrasi dibandingkan system
politik lainnya, yaitu:
1. Demokrasi menolong mencegah tumbuhnya pemerintahan oleh
kaum otokrat yang kejam dab licik; 2. Demokrasi menjamin
bagi warga Negaranya dengan sejumlah hak asasi yang tidak
diberikan dan tidak dapat diberikan oleh system-sistem yang
nondemokratis; 3. Demokrasi menjamin kebebasan pribadi yang
lebih luas bagi warga negaranya daripada alternative system politik
lain yang memungkinkan; 4. Demokrasi membantu rakyat untuk
melindungi kepentingan dasar mereka; 5. Demokrasi membantu

8
perkembangan manusia lebih baik daripada alternative system
politik lain yang memungkinkan; 6. Hanya pemerintahan yang
demokratis yang dapat memberikan kesempatan sebesar-besarnya
bagi orang-orang untuk menggunakan kebebasan dalam
menentukan nasibnya sendiri; 7. Hanya pemerintahan yang
demokratis yang dapat memberikan kesempatan sebesar-besarnya
untuk menjalankan tanggungjawab moral; 8. Hanya pemerintahan
yang demokratis yang dapat membantu perkembangan tingkat
persamaan politik yang relative tinggi; 9. Negara-negara demokrasi
perwakilan modern tidak berperang satu dengan lainnya; serta 10.
Negara-negara dengan pemerintahan yang demokratis cenderung
lebih makmur daripada Negara-nagara dengan pemerintahan yang
nondemokratis.
- Daftar Pustaka Duverger, Maurice. 1993. Sosiologi Politik. PT Raja Grafindo
Persada:Jakarata Nurtjahyo Henra, 2006. Filsafat Demokrasi. Bumi
Aksara, Jakarta. Gould, C. Carol, 1993, Demokrasi Ditinjau
Kembali. PT. Tiara Wacana, Yogya. Raga Maran, Rafael. 2001.
Pengantar Sosiologi Poltik. Rineka Cipta:Jakarta. Sorensen Georg.
1993 Demokrasi Dan Demokratisasi. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Slamet,E. Ina, 2005. Yang Berkuasa , Yang Tersisih, Yang Tak
Berdaya, Yayasan AKATIGA, Bandung. Tribun Timur, 2006,
menggugat demokrasi, PT. Bosowa Media Grafika, Makassar.
4. Analisis Jurnal
- Kekuatan 1. Penulisan judul cukup jelas, sehingga memudahkan
pembaca mengetahui inti jurnal tanpa harus membaca
secara keseluruhan dari jurnal tersebut
2. Penulisan judul pada jurnal tersebut telah sesuai dengan
dengan prosedur penulisan jurnal yang baik yaitu
berbentuk piramida terbalik.
3. Dalam penulisan abstrak juga telah sesuai dengan aturan
penulisan jurnal yaitu telah merangkum tujuan, metode,
hasil dan kesimpulan.
- Kelemahan 1. Kurang memperjelas dalam langkah-langkah penelitian,
sehingga reviewer sulit untuk mengetahuinya.
2. Penulis tidak melampirkan diagram ataupun tabel dalam

9
penelitian sebagai bukti dari hasil kegiatan penelitian.

2.5 Analisis Jurnal 2

1. Abstrak Penelitian
- Tujuan Penelitian Untuk mengetahui demokrasi di dalam sistem pemerintahan
- Subjek Penelitian Karena merupakan jenis penelitian kepustakaan maka subjek
dalam penelitian ini berupa buku, catatan, maupun laporan hasil
penelitian dari penelitian terdahulu.
- Assesment Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan
menelaah berbagai sumber seperti buku, majalah, standar isi
pembelajaran pkn, jurnal hasil penelitian, artikel, makalah,
surat kabar, web (interneti), atau informasi lain yang
berhubungan dengan judul penelitian. Setelah data terkumpul
selanjutnya dilakukan analisis data. Analisis data dalam
penelitian ini adalah menganalisis dan mensintesis dokumen
tersebut untuk di kaji dan menjadi gagasan baru dalam
menunjang hasil penelitian.
- Kata Kunci Demokrasi, konstitusi, dan sistem pemerintahan

10
2. Pendahuluan
- Latar Belakang Demokrasi memberikan pemahaman, bahwa dari sebuah
danTeori kekuasaan dari rakyat. Dengan pemahaman seperti itu, rakyat akan
melahirkan sebuah aturan yang menguntungkan dan melindungi
hak-haknya. Agar itu bisa terlaksana, diperlukan sebuah peraturan
bersama yang mendukung dan menjadi dasar pijakan dalam
kehidupan bernegara untuk menjamin dan melindungi hak-hak
rakyat. Peraturan seperti itu biasa disebut Konstitusi. Dalam
konteks Indonesia Konstitusi yang menjadi pegangan adalah UUD
1945, jika dicermati, UUD 1945 mengatur kedaulatan rakyat dua
kali, pertama pada pembukaan alinea keempat, “maka disusunlah
kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-
Undang Dasar Negara Indonesia yang berkedaulatan Demokrasi
dan Sistem Pemerintahan Rakyat… “Kedua, pada pasal 1ayat (2)
UUD 1945 hasil perubahan berbunyi, Kedaulatan berada di tangan
rakyat dan dilaksanakan menurut Undang Undang Dasar”. Dengan
demikian, UUD 1945 secara tegas mendasar pada pemerintahan
demokrasi karena berasaskan kedaulatan rakyat. Asas kedaulatan
rakyat yang dikenal sebagai asas demokrasi, dikenal dalam
konstitusi banyak Negara. Meskipun demikian, setiap Negara
mempunyai sistem atau mekanisme tersendiri untuk melaksanakan
asas tersebut. Sebuah negara yang sistem pemerintahan negara
menganut sistem pemerintahan presidensiil. Di samping perbedaan
sistem pemerintahan negara, dalam pelaksanaan asas kedaulatan
rakyat juga terdapat perbedaan sistem pemilihan umum yang
digunakan sebagai mekanisme demokrasi dalam memilih wakil
rakyat, yaitu antara sistem distrik dan sistem proposional. Sebagai
sebuah sistem yang di terapkan dalam sistim politik atau sistem
Undang Undang Dasar, hingga saat ini belum ada ukuran baku
untuk menetapkan bahwa sebuah sistem pemerintahan
parlementer dan sistem pemilu proposional lebih demokratis dari
pada sistem parlementer presidensial dan sistem pemilu distrik.
Perbedaan pelaksanaan asas demokrasi antara Amerika Serikat,
Inggris dan Perancis, misalnya tidak akan menyebabkan derajat

11
demokrasi negara- negara tersebut kemudian menjadi berbeda
atau dikatakan bahwa sistem Amerika Serikat lebih demokratis
dibandingkan Inggris atau Perancis. Sebuah sistem pasti
mempunyai kelebihan ataupun ahli melakukan perubahan dalam
sistem pelaksanaan asas kedaulatan rakyat. Dengan adanya
rumusan pasal 1 ayat [2] UUD1945 maka perlu dilakukan
pengkajian tentang pelaksanaan kedaulatan rakyat menurut UUD,
karena UUD 1945 menjadi hukum tertinggi yang berisikan norma-
norma pengaturan Negara.
3. Metode Penelitian
- Langkah Penelitian Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan
menelaah berbagai sumber seperti buku, majalah, standar isi
pembelajaran pkn, jurnal hasil penelitian, artikel, makalah, surat
kabar, web (interneti), atau informasi lain yang berhubungan
dengan judul penelitian. Setelah data terkumpul selanjutnya
dilakukan analisis data. Analisis data dalam penelitian ini adalah
menganalisis dan mensintesis dokumen tersebut untuk di kaji dan
menjadi gagasan baru dalam menunjang hasil penelitian.
- Hasil Penelitian Setiap Negara dan bahkan setiap orang menerapkan definisi
dan kriterianya sendiri-sendiri mengenai demokrasi itu. Sampai
sekarang, Negara komunis seperti Kuba dan RRC juga
mengaku sebagai Negara demokrasi. Ia sudah menjadi
paradigma dalam bahasa komunikasi dunia mengenai system
pemerintahan dan system politik yang dianggap ideal, meskipun
dalam praktiknya setiap orang menerapkan standar yang
berbeda-beda, sesuai kepentingannya Demokrasi dan Sistem
Pemerintahan masing-masing. Oleh karena itu, bisa saja pada
suatu hari nanti, timbul kejenuhan atau ketidakpercayaan yang
luas mengenai kegunaan praktik konsep demokrasi modern ini.
Jika itu terjadi, niscaya orang mulai akan menggugat kembali
secara kritis keberadaan sebagai system yang dianggap ideal.
Sekarang saja, sudah makin banyak sarjana yang mulai
menaruh kecurigaan dan bahkan menilai bahwa sebenarnya
demokrasi itu sendiri juga hanya mitos. Mimpi demokrasi
hanyalah utopia, yang kenyataannya di lapangan tidaklah

12
seindah gagasan abstraknya. Namun, terlepas dari kritik-kritik
itu, yang jelas, dalam system kedaulatan rakyat itu, kekuasaan
tertingi suatu Negara dianggap berada di tangan rakyat Negara
itu sendiri. Kekuasaan itu pada hakikatnya berasal dari rakyat,
dikelola oleh rakyat, dan untuk kepentingan seluruh rakyat itu
sendiri. Jargon yang kemudian dikembangkan sehubungan
dengan ini adalah “kekuasaan itu dari rakyat, oleh rakyat, dan
untuk rakyat”.
- Diskusi Penelitian Pengertian mengenai kekuasaan tertinggi itu sendiri, tidak perlu
dipahami bersifat monostik dan mutlak dalam arti tidak terbatas,
karena sudah dengan sendirinya kekuasaan tertinggi ditangan
rakyat itu dibatasi oleh kesepakatan yang mereka tentukan sendiri
secara bersama-sama yang dituangkan dalam rumusan konstitusi
yang mereka susun dan sahkan bersama,terutama mereka
mendirikan Negara yang bersangkutan. Inilah yang disebut dengan
kontrak social antar warga masyarakat yang tercermin dalam
konstitusi. Konstitusi itulah yang membatasi dan mengatur
bagaimana kedaulatan rakyat itu disalurkan, dijalankan dan
diselenggarakan dalam kegiatan kenegaraandan kegiatan
pemerintahan seharihari. Pada hakikatnya, dalam ide kedaulatan
rakyat itu, tetap harus dijamin bahwa rakyatlah yang sesungguhnya
pemilik Negara dengan segala kewenangannya untuk menjalankan
semua fungsi kekuasaan Negara, baik di bidang legislative,
eksekutif, maupun yudikatif. Rakyatlah yang berwenang
merencanakan, mengatur, melaksanakan, dan melakukan
pengawasan serta penilaian terhadap pelaksanaan fungsi-fungsi
kekuasaan itu. Bahkan lebih jauh lagi, untuk kemanfaatan bagi
rakyatlah sesungguhnya segala kegiatan ditujukan dan
diperuntukkannya segala manfaat yang didapat dari adanya dan
berfungsinya kegiatan bernegara itu.
- Daftar Pustaka Abdul Ghofar, Perbandingan Kekuasaan Presiden Indonesia,
Setelah Perubahan Dengan Delapan Negara Maju, Kencana
Perdana Media, Jakarta, 2009. Achmad Suharjo, Hukum Tata
Negara dan Hukum Administrasi Negara Dalam Prespektif Fikih

13
Siyasah, Sinar Grafika, Jakarta, 2012. Bagir Manan, DPD dan MPR
Dalam UUD 1945 Baru, UII Press, Yogyakarta, 2003. C.F. Stong,
Konstitusi-Konstitusi Politik dalam Kajian Tentang Sejarah dan
BentukBentuk Konstitusi Dunia, Nuansa dan Nusa Media, Bandung,
2004. Harjono, Transformasi Reformasi, Skretariat Jenderal dan
Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi, Jakarta, 2009. Moch Mahfud,
Konstitusi dan Hukum Dalam Konstroversi Ilmu, Rajawali Press,
Jakarta, 2009.Sulardi, Sistem Pemerintahan Presidensiil Murni,
Setara Press, Malang, 2012.n Pilar-Pilar Demokrasi, Sinar Grafika,
Jakarta, 2012. Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, Hukum Tata Negara dan
Pilar-Pilar Demokrasi, Sinar Grafika, Jakarta, 2012. Prof. Dr. Jimly
Asshiddiqie, Perkembangan dan Konsolidasi Lembaga Negara
Pasca Reformasi, Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jakarta, 2006.
4. Analisis Jurnal
- Kekuatan 4. Penulisan judul cukup jelas, sehingga memudahkan
pembaca mengetahui inti jurnal tanpa harus membaca
secara keseluruhan dari jurnal tersebut
5. Penulisan judul pada jurnal tersebut telah sesuai dengan
dengan prosedur penulisan jurnal yang baik yaitu
berbentuk piramida terbalik.
6. Dalam penulisan abstrak juga telah sesuai dengan aturan
penulisan jurnal yaitu telah merangkum tujuan, metode,
hasil dan kesimpulan.
- Kelemahan 3. Kurang memperjelas dalam langkah-langkah penelitian,
sehingga reviewer sulit untuk mengetahuinya.
4. Penulis tidak melampirkan diagram ataupun tabel dalam
penelitian sebagai bukti dari hasil kegiatan penelitian.

2.6 Analisis Jurnal 3

1 Abstrak Penelitian
- Tujuan penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan
pendidikan karakter ke dalam pembelajaran PKn di

14
SD, secara khusus bertujuan untuk
(1) mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang sesuai
diintegrasikan kedalam mata pelajaran PKn SD
(2) mengintegrasikan nilai karakter ke dalam
pembelajaran PKn SD.
- Subjek Penelitian Dokumen tentang buku pendidikan karakter dan
Standar isi PKn tahun 2006 tentang SK dan KD
pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar, dan
siswa/siswi SD.
- Assesment Data Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan
data yaitu dokumentasi
- Kata Kunci pendidikan karakter, pendidikan kewarganegaraan di
sekolah dasar
2 Metode Penelitian
- Langkah Penelitian Data yang terkumpul kemudian dianalisis de- ngan
cara mengkaji Standar Kompetensi (SK) dan
Kompetensi Dasar (KD) pada Standar Isi (SI),
kemudian Memilih nilai karakter yang
memperlihatkan keterkaitan antara SK dan KD
dengan nilai dan indi- kator.
- Hasil Penelitian (1) Nilai-nilai karakter yang sesuai diintegrasikan ke
dalam mata pelajaran PKn SD, yaitu: Peduli
sosial, cerdas, cinta tanah air, demokratis,
disiplin, jujur, kerja keras, menghargai
prestasi, peduli lingkungan, rasa ingin tahu,
semangat kebangsaan, tanggung jawab,
dan toleransi;
(2) Pengintegrasian nilai karakter kedalam perangkat
pembelajaran PKn SD dilakukan dengan
cara memahami substansi SK dan KD.
Metode Penelitian Rancangan penelitian tergolong penelitian
exploratif dengan sumber data berupa dokumen
yang berupa buku dan pendapat para ahli tentang
pendidikan karakter, Standar isi PKn tahun 2006
tentang SK dan KD PKn SD

15
3 Analisis Jurnal
- Kekuatan 7. Penulisan judul cukup jelas, sehingga
memudahkan pembaca mengetahui inti
jurnal tanpa harus membaca secara
keseluruhan dari jurnal tersebut
8. Penulisan judul pada jurnal tersebut telah
sesuai dengan dengan prosedur penulisan
jurnal yang baik yaitu berbentuk piramida
terbalik.
9. Dalam penulisan abstrak juga telah sesuai
dengan aturan penulisan jurnal yaitu telah
merangkum tujuan, metode, hasil dan
kesimpulan.
- Kelemahan 5. Yang menjadi subjek dalam penelitian
kurang jelas
6. Tidak dilampirkannya data-data subjek
penelitian yang diteliti dalam penelitian ini
sehingga pembaca tidak bisa menyimpulkan
penelitian ini daikarenakan tidak adanya
data-data subjek penelitian yang akurat.
7. Tidak adanya dipaparkan mengenai
langkah-langkah atau prosedur penelitian
sehingga pembaca tidak mengerti cara dan
kegiatan-kegiatan dalam penelitian
terseebut
8. Didalam metode penelitian tidak ada di
jelaskan desain penelitian,
9. Dalam hasil penelitian penulis tidak ada
merangkumkan data dalam bentuk
tabel/gambar, sehingga pembaca sulit
menyimpulkannya
10. Dalam abstrak tidak ada dituliskan
mengenai kesimpulan dari penelitian

16
BAB III

PENUTUP

9.1 SIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut:

Paham demokrasi sama sekali tidak bisa menjamin bahwa warga masyarakat suatu
nagara yang menjalankannya akan bahagia, makmur, dan adil. Pemerintahan manapun,
termasuk pemerintahan yang paling demokratis, tak akan mampu memenuhi tujuan-tujuan
ideal tersebut di muka. Bahkan dalam praktiknya demokrasi selalu mengecewakan dari apa
yang dicita-citakan olehnya. Seperti usahausaha sebelumnya untuk mencapai pemerintahan
yang demokratis, Negara-negara demokrasi modern juga menderita banyak kerusakan
(Snyder 2003) Terlepas dari cacat demokrasi, bagaimanapun juga kita harus terus
memandang berbagai keuntungan yang membuat terus demokrasi diharapkan. Ada beberapa
alasan mengapa demokrasi begitu marak ingin diwujudkan hingga saat ini.

9.2 SARAN

Disaat zaman yang terus maju dan berkembang saat ini diharapkan guru bisa menjadi salah
satu pendidik yang dapat mendidik putra-putri bangsa ini dengan baik dan dapat menumbuhkan
karakter baik pada peserta didik dengan cara menggunakan mengajarkan pendidikan karakter di
dalam pembelajaran PKN, dan guru diharapkan dapat menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam
mempersiapkan bahan ajar untuk murid, serta tidak hanya menggunakan metode-metode ceramah
yang hanya membuat guru saja yang aktif saat proses pembelajaran, tetapi dapat menggunakan
cara-cara yang lebih kreatif lagi, seperti misalnya belajar di alam terbuka.

17
Daftar Pustaka

Kurniawan, M. I. (2013). Integrasi Pendidikan Karakter ke Dalam Pembelajaran Kewarganegaraan di


Sekolah Dasar. Jurnal Pemikiran dan Pengembangan SD , 37-45.

Novinti, C. E. (2013). Demokrasi dan Sistem Pemerintahan. Jurnal Konstitusi , 333-354.

Patta, A. (2009). Masalah dan Prospek Demokrasi. Jurnal Konstitusi , 35-43.

18