Anda di halaman 1dari 2

Nama : Rafli Rohmannuuru SHA

NIM : 20812144047
Kelas : Akuntansi B20

A. Transfer Pricing
Transfer Pricing adalah kebijakan suatu pihak atau perusahaan dalam menentukan harga
transaksi afiliasi atau transaksi yang dipengaruhi hubungan istimewa. Peraturan terkait hubungan
istimewa ini tercatat dalam Pasal 18 Ayat 4 UU PPh, dimana hubungan istimewa yang dimaksud
adalah:
1. Penyertaan Modal
Wajib pajak (WP) mempunyai penyertaan modal langsung maupun tidak langsung paling
rendah 25% pada wajib pajak lainnya
2. Penguasaan Melalui Manajemen atau Teknologi
WP menguasai WP lainnya dua atau lebih WP yang berada di bawah penguasaan yang
sama baik secara langsung maupun tidak langsung
3. Hubungan Darah atau Perkawinan
Terdapat hubungan sedarah maupun semenda dalam garis keturunan lurus atau ke
samping satu derajat.
Contoh dari transaksi afiliasi:
1. Transaksi jual beli barang berwujud
2. Transaksi pembayaran jasa
3. Transaksi pembayaran royalty
4. Pembayaran bunga pinjaman
5. Dll
Pada dasarnya kebijakan transfer pricing bersifat netral karena merupakan konsuekensi logis
akibat adanya perusahaan multinasional yang beroperasi pada lebih dari satu wilayah yuridiksi.
Akan tetapi, istilah transfer pricing dapat memiliki konotasi negative apabila menyebabkan
kerugian penerimaan pajak suatu yuridiksi. Biasanya hal ini disebut sebagai manipulasi transfer
pricing. Manipulasi transfer pricing biasanya dilakukan dengan memindahkan laba dari wilayah
yurisdiksi yang memiliki tarif pajak lebih tinggi ke wilayah yurisdiksi yang memiliki tarif pajak
lebih rendah untuk mengurangi pajak terutang . Maka dari itu, untuk menghindari peristiwa ini,
harga transaksi afiliasi perlu memenuhi prinsip kewajaran dan kelaziman (arm’s length
principle).

B. Arm’s Length Principle (ALP)

Arm’s length principle atau prinsip kewajaran dan kelaziman usaha merupakan suatu prinsip
yang mengatur bahwa harga atau laba transaksi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang
mempunyai hubungan istimewa harus sama atau sesuai dengan rentang harga atau laba yang
telah ditentukan. Pada intinya, prinsip tersebut mengemukakan bahwa transaksi yang
dipengaruhi hubungan istimewa (afiliasi) harus mencerminkan bagaimana pihak independen
saling bertransaksi dalam situasi dan kondisi yang sebanding untuk menghindarkan terjadinya
manipulasi transfer pricing.