TUGAS INDIVIDU
MATA KULIAH KEPERAWATAN GAWAT DARURAT
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
TRAUMA THORAKS
Oleh :
Nofitasari
NIM: 2111024
PROGRAM STUDI S1 PARAREL KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH
TA. 2021/2022
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PEMASANGAN NEEDLE THORACOSINTESIS
1. Pengertian
Menusukkan jarum kedalam lumen yang besar ke dalam rongga pleura
pada intercostal space (ICS) 5 di sisi anterior dari linea midaksila atau ICS 2
linea midklavikula pasien dengan indikasi tension pneumothoraks
2. Tujuan
a. Menurunkan tekanan intrapleura
b. Mengurangi sesak nafas
c. Mengurangi rasa sakit
d. Mengeluarkan udara dari rongga pleura
3. Indikasi
Dilakukan pada pasien yang mengalami tension pneumonia thoraks
4. Alat
a. Alat pelindung diri ( APD)
b. Jarum IV line no. 14
c. Bethadine
d. Kain kassa 5. Alcohol 70%
e. Plester
5. Prosedur
a. Persiapan pasien
1) Pasien / keluarga diberikan penjelasan tentang tindakan yang akan
dilakukan.
2) Isi inform consent dan pastikan sudah di tanda tangani pasien /
keluarganya
3) Posisi pasien saat tindakan dekompresi jarum disesuaikan dengan
lokasi insersi jarum. Jika insersi jarum dilakukan di second intercostal
space (ICS 2) linea midklavikula, maka pasien diposisikan dalam
kondisi terlentang. Namun, jika insersi jarum dilakukan di ICS 4 atau 5
anterior dari linea midaksila, maka sebaiknya pasien dalam posisi
terlentang dengan tangan diabduksi, atau pasien bisa dalam posisi
duduk atau lateral dekubitus.
b. Pelaksanaan
1) Cuci tangan dan kenakan APD
2) Berikan tanda pada lokasi untuk insersi. Pada anak-anak, dilakukan di
linea midklavikula ICS 2. Sedangkan pada orang dewasa, bisa
dilakukan pada linea midklavikula di ICS 2 atau pada sisi anterior dari
linea midaksila di ICS 5
3) Petugas I mengamankan jalan nafas sambil mengamankan cervical
4) Petugas II mendesinfeksi daerah yang akan dilakukan penusukan, yaitu
daerah dada yang mengalami tension pneumothoraks
5) Lakukan tindakan anestesi jika waktu dan kondisi memungkinkan
6) Lakukan insersi large bore needle ukuran 14–16G atau kateter over-
the-needle (dengan panjang setidaknya 5–8 cm) dengan terpasang spuit
10 cc Luer-Lok yang sudah diisi dengan 3 cc cairan normal
saline, gunanya untuk identifikasi udara yang teraspirasi. Insersi jarum
dilakukan tepat di atas tulang iga ke-3 (jika lokasi insersi dilakukan
pada ICS 2), atau tepat di atas tulang iga ke-6 (jika lokasi insersi
dilakukan pada ICS 5)
7) Pada saat penusukan jarum, usahakan posisi jarum tegak lurus dengan
dinding dada
8) Setelah jarum menembus pleura parietal, lihat apakah tampak
gelembung saat dilakukan aspirasi. Jika ya, lepaskan spuit, kemudian
dengarkan bunyi udara yang keluar dari jarum (hissing sound)
9) Cabut jarum dengan meninggalkan kateter masih berada di dalam
rongga pleura, lakukan fiksasi dan stabilisasi kateter
10) Tutup ujung IV chateter dengan klep buatan dari potongan handschoen
yang telah diberikan lubang pada ujungnya
11) Fiksasi IV chatheter dengan memberikan plester pada sambungan
antara handschoen dengan IV
12) Setelah tindakan dekompresi jarum, cek kembali status airway,
breathing dan circulation (ABC) pada pasien
13) Catat seluruh tindakan yang telah dilakukan dan monitor respon pasien
6. Hal-hal yang perlu diperhatikan :
a. Jumlah nafas dan kualitas pernafasan
b. Keluhan pasien
c. Segera lanjutkan dengan pemasangan WSD
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
KASSA 3 SISI
a. Definisi
Kassa 3 sisi adalah suatu tindakan kegawatdaruratan yang dilakukan pada
pasien yang mengalami open pneumothoraks dimana dilakukan penutupan
luka dengan kassa steril yang di plester hanya pada 3 sisinya saja
b. Indikasi
Defek atau luka besar pada dinding dada yang terbuka menyebabkan
pneumothoraks terbuka. Jika defek pada dinding dada mendekati 2/3 dari
diameter trakea maka udara akan cenderung mengalir melalu defek karena
mempunyai tahanan yang lebih kecil dibangkan dengan trakea. Langkah awal
adalah menutup luka dengan kassa steril yang di plester hanya pada 3 sisi nya
saja
c. Tujuan
Diharapkan akan terjadi efek flutter type valve dimana saat inspirasi kassa
penutup akan menutup luka dan mencegah kebocoran udara dari dalam. Saat
ekspirasi kassa penutup terbuka untuk menyingkirkan udara keluar. Setelah itu
sesegara mungkin pasang selang dada yang harus berjauhan dari luka primer.
d. Persiapan alat
1. Sarung tangan
2. Kassa steril
3. Zalf/sofratulle
4. Plastic wrap atau kasa oklusif
5. Gunting
6. Plester
e. Persiapan pasien
1. Cek kesadaran pasien
2. Pasien / keluarga diberikan penjelasan tentang tindakan yang akan
dilakukan.
3. Isi inform consent dan pastikan sudah di tanda tangani pasien /
keluarganya
4. Perhatikan luka pada area thoraks
5. Gelembung udara dapat terlihat bergerak melewati darah di dalam luka
6. Bunyi desis yang khas ketika udara melewati defek dinding dada 5.
Beritahukan pada pasien untuk pemasangan kassa 3 sisi
f. Prosedur/Tindakan
1. Penatalaksanaan kasus pneumothoraks lebih dulu menjaga ABCD
2. Buka pakaian pasien
3. Bersihkan luka yang akan dipasang kassa 3 sisi
4. Tutuplah lubang tersebut
5. Menutup luka terbuka pada thoraks dapat dengan memasang kassa kedap
udara diatas lukanya atau dengan menggunakan kassa oklusif
6. Kemudian pasang plester dari 3 sisi dari kassa
7. Plester pada sisi bawah, kiri dan kanan
8. Sedangkan sisi atas dibiarkan terbuka
9. Jika tidak ada kassa dapat memakai plastik
10. Apabila pada pemasangan kassa kedap udara sesak menjadi bertambah,
bukalah kassa, karena kemungkinan sedang terjadi pneumothoraks tekanan
11. Tentu saja berikan oksigen dan bantu pernafasan jika diperlukan
12. Jika kassa 3 sisi sudah terpasang maka miringkan pasien