0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
95 tayangan25 halaman

Desain Tulangan Balok B1 dan B2

Dokumen tersebut memberikan ringkasan perhitungan desain tulangan longitudinal dan transversal untuk balok dengan Mu yang berbeda pada berbagai lokasi. Terdapat perhitungan rasio penulangan yang dibutuhkan, pengecekan terhadap batas minimum dan maksimum, serta perhitungan kuat lentur. Dokumen ini juga melakukan analisis kekuatan balok sebagai tulangan tunggal dan menentukan syarat kecukupan penampang tumpuan dan lapangan.

Diunggah oleh

ahmad hertotok
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
95 tayangan25 halaman

Desain Tulangan Balok B1 dan B2

Dokumen tersebut memberikan ringkasan perhitungan desain tulangan longitudinal dan transversal untuk balok dengan Mu yang berbeda pada berbagai lokasi. Terdapat perhitungan rasio penulangan yang dibutuhkan, pengecekan terhadap batas minimum dan maksimum, serta perhitungan kuat lentur. Dokumen ini juga melakukan analisis kekuatan balok sebagai tulangan tunggal dan menentukan syarat kecukupan penampang tumpuan dan lapangan.

Diunggah oleh

ahmad hertotok
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Diketahui :

Tabel 4.29 Nilai Mu (Kn.m)


Balok Lokasi Mu(Kn.m)
500/300 Tumpuan -140,7
70,3
Lapangan -86,3
137,3

Es = 200000
h = 500 mm
b = 300 mm
d = 440 mm
d’ = 60 mm

1. Desain Tulangan Longitudinal


Tabel 4.30 Perhitungan maks dan min
f’c fy m b maks min min
(MPa) (MPa)  0,85.. 0,625.b

25 400 0,85 18,82 0,0271 0,017 0,004 0,003

Berdasarkan tabel di atas, diperoleh nilai min = > min = ,

sehingga dalam perencanaan ini digunakan nilai min = sebagai nilai yang

baku atau digunakan seteerusnya untuk perhitungan balok. Yaitu mulai dari balok
B1, sampai dengan balok anak.
Tabel 4.31 Rasio Penulangan Perlu ( perlu
Mn Rn 
Mu (Kn.m)

(Kn.m)

140,7 175,83 3,03 0,008

117
70,3 87,84 1,51 0,004
86,3 107,89 1,86 0,005
137,3 171,59 2,95 0,008

Tabel 4.32 Kontrol Rasio Penulangan Perlu


 min Ket. maks Ket.
(Memenuhi / Tidak (Tulangan Tunggal /
kebutuhan tulangan Rangkap)
minimum)
0,008 0,004 memenuhi 0,017 Tulangan Tunggal
0,004 0,004 memenuhi 0,017 Tulangan Tunggal
0,005 0,004 memenuhi 0,017 Tulangan Tunggal
0,008 0,004 memenuhi 0,017 Tulangan Tunggal

Tabel 4.33 As Dipasang


As As
Dipasang Ket
Lokasi Posisi  Perlu Dipas
tulangan
(.b.d) ang
2 D 19
Atas 0,008 1089,6 1,171 memenuhi
3 D 16
Tumpuan
1 D 16
Bawah 0,004 518,3 768 memenuhi
2 D 19
Atas 0,005 642,4 3 D 19 851 memenuhi
Lapangan 2 D 19
Bawah 0,008 1054,2 1,171 memenuhi
3 D 16

2. Analisis Kekuatan balok Sebagai Tulangan Tunggal


Tabel 4.34 Perhitungan Nilai ɸMn
a c Mn ɸMn
(0,90Mn)
As . fy (d - )

73,46 86,42 0,20 188,85 169,96

118
48,22 56,72 0,13 127,83 115,05
53,39 62,81 0,14 140,68 126,61
73,46 86,42 0,20 188,85 169,96

Tabel 4.35 Koreksi Nilai Mu terhadap Nilai ɸMn


As Ket.
Tulangan Mu ɸMn
Total
Lokasi Posisi
Dia.
Jml. mm2 Kn.m Kn.m
(mm)
2 19
Atas 1170,7 140,7 170,0 Memenuhi
3 16
Tumpuan
1 16
Bawah 768,4 70,3 115,1 Memenuhi
2 19
Atas 3 19 850,9 86,3 126,6 Memenuhi
Lapangan 2 19
Bawah 1170,7 137,3 170,0 Memenuhi
3 16

Kontrol Persyaratan penulangan lentur SRPMK mengikuti peraturan


dalam SNI 2847-2019 pasal 9.6.1 :
Sedikitnya harus disediakan dua buah tulangan menerus, baik di sisi atas
maupun sisi bawah penampang.
ɸ Mn+ki > 1/2 ɸn-ki (Tumpuan kiri)
ɸ Mn+ka > 1/2 ɸn-ka (Tumpuan kanan)

115 > ½ 170 = 84.98 Terpenuhi


Baik kuat lentur negative maupun kuat lentur positif pada setiap
penampang di sepanjang bentang tidak boleh kurang dari ¼ dari kuat lentur
terbesar yang disediakan pada kedua muka kolom tersebut. (ɸ Mn+ atau ɸn-) >
¼ (ɸn terbesar disetiap titik).
115 > ¼ (ɸn terbesar) = ¼ . 170 = 42.49 Terpenuhi

119
3. Desain Tulangan transversal
Nilai Mpr dihitung sebagai berikut :
Untuk tulangan 2 D19 dan 3 D16 di sisi atas dan Untuk tulangan 2 D19
dan 1 D16 di sisi bawah :
VD = 31.13 ( gaya geser akibat beban mati )
Vsd = 43,75 (gaya geser akibat beban mati tambahan)
VL = 19.48 ( gaya geser akibat beban hidup )

Tabel 4.36 Perhitungan Nilai Momen Probable


a Mpr (Kn.m)
As(1,25 fy)[ d - ]

91,82 230.7
60.27 157.5

Tabel 4.37 Perhitungan Nilai Qu


qu
1,2 qd + 0,5 ql
99,59

Tabel 4.38 Perhitungan Nilai V ki dan Vka


Vki Vka

348,17 -209,54

Gaya geser maksimum yang ditimbulkan oleh beban gempa adalah :

Tabel 4.39 Gaya Geser Maksimum Gempa

69,31

120
Nilai ini lebih kecil daripada 50% gaya geser total (=1/2 x 348,17 =
174,09), sehingga Vc tidak dapat diambil sama dengan nol. Sehingga tidak perlu
lagi menghitung gaya aksial tekan terfaktor, termasuk akibat gempa, lebih kecil
dari Agfc/20 karena syarat pertama supaya Vc = 0 sudah tidak terpenuhi.

Tabel 4.40 Syarat Kecukupan Penampang Tumpuan


Ø Vc Vs Syarat Kecukupan
Penampang
Keterangan
Tumpuan

(1/6 √ . bw . d) ( – ØVc ) 2/3 √

110 KN 354,23 440 KN Penampang


mencukupi

Jika dipakai sengkang tertutup dengan diameter 10 mm (3 kaki), maka


jarak antar sengkang, s, adalah :
Tabel 4.41 Jarak Antar Sengkang
s

( )

70,27 mm

Atau Jarak maksimum sengkang tertutup sepanjang 2h (2 x 500 = 1000


mm) tidak boleh melebihi nilai terkecil dari :
Tabel 4.42 Jarak maksimum sengkang
S1 S2
S3
d/4 6db
110 mm 105 mm 150 mm

Sehingga dipasang sengkang tertutup 1,5D10 – 50 mm hingga sepanjang


1000 mm dari muka tumpuan. Dan sengkang tertutup pertama dipasang sejarak
1000 mm dari muka tumpuan.
Pada jarak 1000 mm dari muka tumpuan hingga ke bagian lapangan,
bekerja gaya geser sebesar :

121
Tabel 4.43 Syarat Kecukupan Penampang Lapangan
Vu Vc Vs Syarat
Kecukupan
Penampang Keterangan
Lapangan
(N) (0,17 √ bw . d) – Vc ) 0,33 √

248579 82500 248938 N 220000 N Penampang


Tidak mencukupi

Jika digunakan db = 10 mm dan karena Vs > 0,33 √ maka jarak


ditentukan dari nilai yang terkecil antara :

Tabel 4.44 Jarak Tulangan Transversal (S1 s.d S4)


S1 S2 S3
S4 (mm)
Avfy

100,0 110 538 300 mm

Dipilih s = 100 mm dipasang 1,5D10 -100

Gambar 4.16 Tulangan Balok B1 Gambar 4.17 Tulangan Balok B1


pada Tumpuan pada Lapangan

122
4.4.1. Balok B2 (600 x 400)

Balok B2 (600 x 400)


yang ditinjau

Gambar 4.18 Posisi balok B2 (600 x 400) yang ditinjau

Gambar 4.19 Diagram momen B137

Diketahui :
Tabel 4.45 Nilai Mu Maksimal Balok B2
Balok Lokasi Mu(Kn.m)
600/400 Tumpuan -216,58
145,33
Lapangan -178,43
148,47

123
Es = 200000
h = 600 mm
b = 400 mm
d = 540 mm
d’ = 60 mm

1. Desain Tulangan Longitudinal


2.
Tabel 4.46 Rasio Penulangan Perlu ( perluBalok B2
Mn Rn 
Mu (Kn.m)

(Kn.m)

-216,58 270,72 2,32 0,006


145,33 181,66 1,56 0,004
-178,43 223,03 1,91 0,005
148,47 185,59 1,59 0,004

Tabel 4.47 Kontrol rasio penulangan perlu Balok B2


  min Ket.  maks Ket.
(Memenuhi / Tidak (Tulangan Tunggal
kebutuhan tulangan / Rangkap)
minimum)
0.006 0.0035 memenuhi 0.017 Tulangan Tunggal
0.004 0.0035 memenuhi 0.017 Tulangan Tunggal
0.005 0.0035 memenuhi 0.017 Tulangan Tunggal
0.004 0.0035 memenuhi 0.017 Tulangan Tunggal

124
Tabel 4.48 As Dipasang pada Balok B2
As
As Perlu Dipasang Ket
Lokasi Posisi  Dipasan
tulangan
(b.d) g
1330. memenuh
Atas 0.0062 5 D 19 1418
5 i
Tumpuan
memenuh
Bawah 0.0040 874.3 4 D 19 1135
i
1083. 1135 memenuh
Atas 0.0050 4 D 19
7 i
Lapangan
1135 memenuh
Bawah 0.0041 894.0 4 D 19
i

3. Analisis Kekuatan balok Sebagai Tulangan Tunggal


Tabel 4.49 Perhitungan Nilai ɸMn Balok B2
a c Mn ɸMn
(0,90Mn)
As . fy (d - )

66,74 78,52 0,15 287,4 258,7


53,39 62,81 0,12 233,0 209,7
53,39 62,81 0,12 233,0 209,7
53,39 62,81 0,12 233,0 209,7

Tabel 4.50 Koreksi Nilai Mu terhadap Nilai ɸMn Balok B2


Tulanga As
Mu ɸMn
n Total
Lokasi Posisi Ket.
Dia.
Jml. mm2 Kn.m Kn.m
(mm)
Atas 5 19 1418 -217 259 Memenuhi
Tumpuan
Bawah 4 19 1135 145 210 Memenuhi
Atas 4 19 1135 -178 210 Memenuhi
Lapangan
Bawah 4 19 1135 148 210 Memenuhi

Kontrol Persyaratan penulangan lentur SRPMK mengikuti peraturan


dalam SNI 2847-2019 pasal 9.6.1 :

125
Sedikitnya harus disediakan dua buah tulangan menerus, baik di sisi atas
maupun sisi bawah penampang.
ɸ Mn+ki > 1/2 ɸn-ki (Tumpuan kiri)
ɸ Mn+ka > 1/2 ɸn-ka (Tumpuan kanan)
210 > ½ 259 = 129 Terpenuhi
Baik kuat lentur negative maupun kuat lentur positif pada setiap
penampang di sepanjang bentang tidak boleh kurang dari ¼ dari kuat lentur
terbesar yang disediakan pada kedua muka kolom tersebut. (ɸ Mn+ atau ɸn-) >
¼ (ɸn terbesar disetiap titik).
210 > ¼ (ɸn terbesar) = ¼ . 259 = 65 Terpenuhi
4. Desain Tulangan transversal
Nilai Mpr dihitung sebagai berikut :
Untuk tulangan 5 D19 di sisi atas dan 4 D19 di sisi bawah :
VD = 37.62 ( gaya geser akibat beban mati )
Vsd = 74,79 (gaya geser akibat beban mati tambahan)
VL = 9.41 ( gaya geser akibat beban hidup )

Tabel 4.51 Nilai Mpr Balok Balok B2


a Mpr (Kn.m)
As(1,25 fy)[ d - ]

83,42 353,34
66,74 287,40

Tabel 4.52 Nilai qu Balok B2


qu
1,2 qd + 0,5 ql
139,60

126
Tabel 4.53 Gaya geser arah arah kanan dan kiri Balok B2
Vki Vka

608,92 -438,06

Gaya geser maksimum yang ditimbulkan oleh beban gempa adalah :

Tabel 4.54 Gaya geser murni akibat gempa Balok B2

85,43

Nilai ini lebih kecil daripada 50% gaya geser total (=1/2 x 608,92 =
304,46), sehingga Vc tidak dapat diambil sama dengan nol. Sehingga tidak perlu
lagi menghitung gaya aksial tekan terfaktor, termasuk akibat gempa, lebih kecil
dari Agfc/20 karena syarat pertama supaya Vc = 0 sudah tidak terpenuhi.

Tabel 4.55 Kontrol Syarat Kecukupan Penampang Balok B2


Ø Vc Vs Syarat Kecukupan
Penampang
Tumpuan Keterangan
(1/6 √ . bw . d) ( – ØVc ) 2/3 √
180 KN 631,89 720 KN Penampang
mencukupi

Jika dipakai sengkang tertutup dengan diameter 10 mm (4 kaki), maka


jarak antar sengkang, s, adalah :

Tabel 4.56 Jarak Tulangan Transfersal Balok B2


s
( )
64,5 mm

Jarak maksimum sengkang tertutup sepanjang 2h (2 x 600 = 1200 mm)


tidak boleh melebihi nilai terkecil dari :

127
Tabel 4.57 Jarak Maksimal Tulangan Transfersal Balok B2
S1 S2
S3
d/4 6 db
135 mm 114 mm 150 mm

Sehingga dipasang sengkang tertutup 2D10 – 50 mm hingga sepanjang


1200 mm dari muka tumpuan. Dan sengkang tertutup pertama dipasang sejarak
1200 mm dari muka tumpuan.
Pada jarak 1200 mm dari muka tumpuan hingga ke bagian lapangan,
bekerja gaya geser sebesar :

Tabel 4.58 Kontrol Kecukupan Penampang Lapangan Balok B2


Vu Vc Vs Syarat
Kecukupan
Penampang
Lapangan Keterangan
(N) (0,17 – Vc ) 0,33 √
√ bw . d)
441404 180000 408539 N 360000 N Tidak mencukupi
Karena nilai Vs > 0,33 √ maka jarak ditentukan dari nilai yang
terkecil antara :

Tabel 4.59 Persyaratan Jarak Maksimal Tulangan Transversal bagian


Lapangan Balok B2
S1 S2 S3
Avfy S4 (mm)

75 135 314,29 300 mm

Dipilih s = 75 mm dipasang 1,5D10 -75

Gambar 4.20 Tulangan Balok B2 Gambar 4.21 Tulangan Balok B2


pada Tumpuan pada Lapangan

128
4.4.2. Balok BR (500 x 25)

Balok BR (500 x
250) yang ditinjau

Gambar 4.22 Posisi Balok BR (500 x 250) yang ditinjau

Gambar 4.23 Diagram momen B143


Diketahui
Tabel 4.60 Nilai Mu Balok Ring
Balok Lokasi Mu(Kn.m)
500/250 Tumpuan -70,65
49,77
Lapangan -62,94
64,50

129
Es = 200000
h = 500 mm
b = 250 mm
d = 440 mm
d’ = 60 mm

4.5.1. Desain Tulangan Longitudinal


Tabel 4.61 Rasio penulangan perlu ( perlu
Mn Rn 
Mu (Kn.m)

(Kn.m)

-70,65 88,32 1,825 0,005

49,77 62,21 1,285 0,003

-62,94 78,68 1,626 0,004

64,50 80,62 1,666 0,004

Tabel 4.62 Kontrol rasio penulangan perlu


  min Ket.  maks Ket.
(Memenuhi / Tidak (Tulangan Tunggal /
kebutuhan tulangan Rangkap)
minimum)
0,005 0,004 memenuhi 0,017 Tulangan Tunggal
0,003 0,004 tidak memenuhi 0,017 Tulangan Tunggal
0,004 0,004 memenuhi 0,017 Tulangan Tunggal
0,004 0,004 memenuhi 0,017 Tulangan Tunggal

130
Tabel 4.63 As dipasang

As Perlu As Ket
Dipasang
Lokasi Posisi  (b.d Dipa
tulangan
sang
)
Atas 0,005 385,0 4 D 13 531 memenuhi
Tumpuan
Bawah 0,004 385,0 4 D 13 531 memenuhi
Atas 0,004 465,6 4 D 13 531 memenuhi
Lapangan
Bawah 0,004 477,6 4 D 13 531 memenuhi

4.5.2. Analisis Kekuatan balok Sebagai Tulangan Tunggal


Tabel 4.64 Perhitungan nilai ɸMn
a c Mn ɸMn
(0,90Mn)
As . fy (d - )

39,99 47,05 0,11 89,2 80,3


39,99 47,05 0,11 89,2 80,3
39,99 47,05 0,11 89,2 80,3
39,99 47,05 0,11 89,2 80,3

Tabel 4.65 Koreksi nilai Mu terhadap nilai ɸMn


As
Tulangan Mu ɸMn
Lokas Total
Posisi Keterangan
i Dia.
Jml. mm2 Kn.m Kn.m
(mm)
Tumpu Atas 4 13 531 -70,65 80,3 Memenuhi
an Bawah 4 13 531 49,77 80,3 Memenuhi
Lapang Atas 4 13 531 -62,94 80,3 Memenuhi
an Bawah 4 13 531 64,50 80,3 Memenuhi

Kontrol Persyaratan penulangan lentur SRPMK mengikuti peraturan


dalam SNI 2847-2019 pasal 9.6.1 :

131
Sedikitnya harus disediakan dua buah tulangan menerus, baik di sisi atas
maupun sisi bawah penampang.
ɸ Mn+ki > 1/2 ɸn-ki (Tumpuan kiri)
ɸ Mn+ka > 1/2 ɸn-ka (Tumpuan kanan)

80 > ½ 80 = 40 Terpenuhi

Baik kuat lentur negative maupun kuat lentur positif pada setiap
penampang di sepanjang bentang tidak boleh kurang dari ¼ dari kuat lentur
terbesar yang disediakan pada kedua muka kolom tersebut. (ɸ Mn+ atau ɸn-) >
¼ (ɸn terbesar disetiap titik).
80 > ¼ (ɸn terbesar) = ¼ . 80 = 20 Terpenuhi

4.5.3. Desain Tulangan transversal


Nilai Mpr dihitung sebagai berikut :
Untuk tulangan 5 D12 di sisi atas dan 5 D12 di sisi bawah :
VD = 37.15 ( gaya geser akibat beban mati )
Vsd = 14,29 (gaya geser akibat beban mati tambahan)
VL = 5.56 ( gaya geser akibat beban hidup )

Tabel 4.66 Nilai Mpr atas dan bawah Tumpuan BR


a Mpr (Kn.m)
As(1,25 fy)[ d - ]

49,99 110,21
49,99 110,21

Tabel 4.67 Nilai qu Balok BR


qu
1,2 qd + 0,5 ql
64,51

132
Tabel 4.68 Gaya Geser arah kiri dan kanan BR
Vki Vka

219,98 -141,26

Gaya geser maksimum yang ditimbulkan oleh beban gempa adalah :


Tabel 4.69 Gaya Geser murni akibat gempa

40,82

Nilai ini lebih kecil daripada 50% gaya geser total (=1/2 x 219,98 =
109,49), sehingga Vc tidak dapat diambil sama dengan nol. Sehingga tidak perlu
lagi menghitung gaya aksial tekan terfaktor, termasuk akibat gempa, lebih kecil
dari Agfc/20 karena syarat pertama supaya Vc = 0 sudah tidak terpenuhi.

Tabel 4.70 Gaya Geser yang dipikul di tumpuan


Ø Vc Vs Syarat Kecukupan
Penampang
Keterangan
Tumpuan

(1/6 √ . bw . d) ( – ØVc ) 2/3 √

91,7 KN 201,64 366,67 KN Penampang


mencukupi
Jika dipakai sengkang tertutup dengan diameter 10 mm (3 kaki), maka
jarak antar sengkang, s, adalah :
Tabel 4.71 Jarak tulangan geser
s

( )

123,4 mm

Jarak maksimum sengkang tertutup sepanjang 2h (2 x 500 = 1000 mm)


tidak boleh melebihi nilai terkecil dari :

133
Tabel 4.72 Syarat minimum jarak tulangan geser tumpuan
S1 S2
S3
d/4 6 db
110 mm 78 mm 150 mm

Sehingga dipasang sengkang tertutup 1,5D10 – 75 mm hingga sepanjang


1000 mm dari muka tumpuan. Dan sengkang tertutup pertama dipasang sejarak
1000 mm dari muka tumpuan.
Pada jarak 1000 mm dari muka tumpuan hingga ke bagian lapangan,
bekerja gaya geser sebesar :
Tabel 4.73 Gaya Geser yang dipikul di lapangan
Vu Vc Vs Syarat
Kecukupan
Penampang Keterangan
Lapangan
(N) (0,17 √ bw . d) – Vc ) 0,33 √

142572,6 91666,6 98430 N 183333 N Penampang tidak


mencukupi

Karena nilai Vs < 0,33 √ maka jarak ditentukan dari nilai yang
terkecil antara :
Tabel 4.74 Syarat minimum jarak tulangan geser lapangan
S1 S2 S3
S4 (mm)
Avfy

168,59 220 502,86 600 mm

Dipilih s = 100 mm dipasang D10 -150

134
Gambar 4.24 Tulangan balok BR Gambar 4.25 Tulangan Balok BR
pada tumpuan pada lapangan

4.4.3. Balok BA (400 x 200)

Balok BA (400 x
200) yang ditinjau

Gambar 4.26 Posisi balok BA (400 x 200) yang ditinjau

Gambar 4.27 Diagram momen B80

135
Diketahui
Tabel 4.75 Nilai Mu Balok Anak
Balok Lokasi Mu(Kn.m)
400/200 -35,95
Tumpuan
14,56
-8,20
Lapangan
14,56

Es = 200000
h = 400 mm
b = 200 mm
d = 340 mm
d’ = 60 mm

1. Desain Tulangan Longitudinal


Tabel 4.76 Rasio Penulangan Perlu ( perlu
Mn Rn 
(Kn.m)
Mu
(Kn.m)

-35,95 44,94 1,944 0,005


14,56 18,20 0,787 0,002
-8,20 10,25 0,443 0,001
14,56 18,20 0,787 0,002

Tabel 4.77 Kontrol rasio penulangan perlu


  min Ket.  maks Ket.
(Memenuhi / Tidak (Tulangan Tunggal /
kebutuhan tulangan Rangkap)
minimum)
0,005 0,004 memenuhi 0,017 Tulangan Tunggal
0,002 0,004 tidak memenuhi 0,017 Tulangan Tunggal
0,001 0,004 tidak memenuhi 0,017 Tulangan Tunggal
0,002 0,004 tidak memenuhi 0,017 Tulangan Tunggal

136
Tabel 4.78 As Dipasang
As
As Perlu Dipasang Ket
Lokasi Posisi  Dipas
tulangan
(b.d) ang
Tumpu Atas 0,005 347,1 3 D 13 339 memenuhi
an Bawah 0,004 238,0 2 D 13 266 memenuhi
Lapang Atas 0,004 238,0 2 D 13 266 memenuhi
an Bawah 0,005 136,4 2 D 13 266 memenuhi

2. Analisis Kekuatan balok Sebagai Tulangan Tunggal


Tabel 4.79 Perhitungan Nilai ɸMn
a c Mn ɸMn
(0,90Mn)
As . fy (d - )

37,49 44,11 0.13 51,2 46,1


24,99 29,41 0.09 34,8 31.3
24,99 29,41 0.09 34,8 31.3
24,99 29,41 0.09 34,8 31.3

Tabel 4.80 Koreksi Nilai Mu terhadap Nilai ɸMn


As
Tulangan Mu ɸMn
Total
Lokasi Posisi Keterangan
Dia.
Jml. mm2 Kn.m Kn.m
(mm)
Atas 3 13 398 -35,95 46,1 Memenuhi
Tumpuan
Bawah 2 13 226 14,56 31.3 Memenuhi
Atas 2 13 226 -8,20 31.3 Memenuhi
Lapangan
Bawah 2 13 226 14,56 31.3 Memenuhi

Kontrol Persyaratan penulangan lentur SRPMK mengikuti peraturan


dalam SNI 2847-2019 pasal 9.6.1 :
Sedikitnya harus disediakan dua buah tulangan menerus, baik di sisi atas
maupun sisi bawah penampang.

137
ɸ Mn+ki > 1/2 ɸn-ki (Tumpuan kiri)
ɸ Mn+ka > 1/2 ɸn-ka (Tumpuan kanan)
31 > ½ 46 = 23 Terpenuhi

Baik kuat lentur negative maupun kuat lentur positif pada setiap
penampang di sepanjang bentang tidak boleh kurang dari ¼ dari kuat lentur
terbesar yang disediakan pada kedua muka kolom tersebut. (ɸ Mn+ atau ɸn-) >
¼ (ɸn terbesar disetiap titik).
31 > ¼ (ɸn terbesar) = ¼ . 46 = 11,5 Terpenuhi

3. Desain Tulangan transversal


Nilai Mpr dihitung sebagai berikut :
Untuk tulangan 3 D13 di sisi atas dan 2 D13 di sisi bawah :
VD = 6,59 ( gaya geser akibat beban mati )
Vsd = 20 (gaya geser akibat beban mati tambahan)
VL = 1,62 ( gaya geser akibat beban hidup )

Tabel 4.81 Nilai MPr Atas dan bawah BA.


a Mpr (Kn.m)
As(1,25 fy)[ d - ]

46,31 63,05
31,24 43,07

Tabel 4.82 Beban qu pada BA.


qu
1,2 qd + 0,5 ql
32,72

138
Tabel 4.83 Kuat geser arah kanan dan arah kiri
Vki Vka

108,00 -68,70

Gaya geser maksimum yang ditimbulkan oleh beban gempa adalah :


Tabel 4.84 Gaya geser akibat beban gempa

19,65

Nilai ini lebih kecil daripada 50% gaya geser total (=1/2 x 108,00= 54,00),
sehingga Vc tidak dapat diambil sama dengan nol. Sehingga tidak perlu lagi
menghitung gaya aksial tekan terfaktor, termasuk akibat gempa, lebih kecil dari
Agfc/20 karena syarat pertama supaya Vc = 0 sudah tidak terpenuhi.

Tabel 4.85 Gaya Geser Yang Dipikul Di Tumpuan


Ø Vc Vs Syarat Kecukupan
Penampang
Tumpuan Keterangan
(1/6 √ . bw . d) ( – ØVc ) 2/3 √
56,67 KN 87,34 266,67 KN Penampang
mencukupi

Jika dipakai sengkang tertutup dengan diameter 10 mm (2 kaki), maka


jarak antar sengkang, s, adalah :
Tabel 4.86 Jarak Tulangan Geser
s
( )
145,79 mm
Jarak maksimum sengkang tertutup sepanjang 2h (2 x 400 = 800 mm)
tidak boleh melebihi nilai terkecil dari :
Tabel 4.87 Syarat Minimum Jarak Tulangan Geser
S1 S2
S3
d/4 6 db
85 mm 78 mm 150 mm

139
Sehingga dipasang sengkang tertutup D10 – 75 mm hingga sepanjang 800
mm dari muka tumpuan. Dan sengkang tertutup pertama dipasang sejarak 800 mm
dari muka tumpuan.
Pada jarak 800 mm dari muka tumpuan hingga ke bagian lapangan,
bekerja gaya geser sebesar :
Tabel 4.88 Gaya Geser yang dipikul di lapangan
Vu Vc Vs Syarat
Kecukupan
Penampang
Lapangan Keterangan
(N) (0,17 √ bw . – Vc ) 0,33 √
d)
81826,09 56666,67 52434,79 113333 N Penampang
N mencukupi

Karena nilai Vs < 0,33 √ maka jarak ditentukan dari nilai yang
terkecil antara :
Tabel 4.89 Jarak minimum tulangan geser di lapangan
S1 S2 S3
Avfy S4 (mm)

241,70 170 628,57 600 mm

Dipilih s = 150 mm dipasang D10 -150

Gambar 4.28 Tulangan balok BA Gambar 4.29 Tulangan balok BA


pada tumpuan pada lapangan

Setelah didapatkan semua dimensi balok lengkap dengan tulangannya,


maka untuk mempermudah rinciannya dibuatlah tabel ringkasan tulangan
longitudinal dan transversalnya seperti berikut :

140
Tabel 4.90 Ringkasan Tulangan Longitudinal dan Transversal Balok
Balok B1 (500 x 300)
Tumpuan Atas 2D19 & 3D16
1,5 D10 -50
Bawah 2D19 & 1D16
Lapangan Atas 3D19
1,5 D10 -100
Bawah 2D19 & 3D16
Balok B2 (600 x 400)
Tumpuan Atas 4D19
2 D10 -50
Bawah 4D19
Lapangan Atas 4D19
1,5 D10 -75
Bawah 4D19
Balok BR (500 x 250)
Tumpuan Atas 4D13
1,5 D10 -75
Bawah 4D13
Lapangan Atas 4D13
D10 -150
Bawah 4D13
Balok BA (400 x 200)
Tumpuan Atas 3D13
D10 -75
Bawah 2D13
Lapangan Atas 2D13
D10 -150
Bawah 2D13

Berdasarkan tabel di atas, telah diketahui seluruh dimensi elemen balok


mulai dari dimensi penampang maupun dimensi tulangan longitudinal dan
transversalnya. Selanjutnya sebelum mulai pada pembahasan kolom, diingatkan
kembali untuk sambungan pada tulangan lentur balok mengikuti aturan SNI
2847-2019 pasal 9.6.1 yaitu Sambungan lewatan tidak boleh diaplikasikan pada
daerah hubungan balok-kolom, serta pada tempat yang berdasarkan analisis,
menunujukan kemungkinan terjadinya leleh lentur akibat perpindahan inelastic
struktur rangka. Selain itu sengkang tertutup yang mengikat daerah sambungan
lewatan tidak boleh melebihi d/4 atau 100 mm.

141

Anda mungkin juga menyukai