Desain Tulangan Balok B1 dan B2
Desain Tulangan Balok B1 dan B2
Es = 200000
h = 500 mm
b = 300 mm
d = 440 mm
d’ = 60 mm
sehingga dalam perencanaan ini digunakan nilai min = sebagai nilai yang
baku atau digunakan seteerusnya untuk perhitungan balok. Yaitu mulai dari balok
B1, sampai dengan balok anak.
Tabel 4.31 Rasio Penulangan Perlu ( perlu
Mn Rn
Mu (Kn.m)
(Kn.m)
√
117
70,3 87,84 1,51 0,004
86,3 107,89 1,86 0,005
137,3 171,59 2,95 0,008
118
48,22 56,72 0,13 127,83 115,05
53,39 62,81 0,14 140,68 126,61
73,46 86,42 0,20 188,85 169,96
119
3. Desain Tulangan transversal
Nilai Mpr dihitung sebagai berikut :
Untuk tulangan 2 D19 dan 3 D16 di sisi atas dan Untuk tulangan 2 D19
dan 1 D16 di sisi bawah :
VD = 31.13 ( gaya geser akibat beban mati )
Vsd = 43,75 (gaya geser akibat beban mati tambahan)
VL = 19.48 ( gaya geser akibat beban hidup )
91,82 230.7
60.27 157.5
348,17 -209,54
69,31
120
Nilai ini lebih kecil daripada 50% gaya geser total (=1/2 x 348,17 =
174,09), sehingga Vc tidak dapat diambil sama dengan nol. Sehingga tidak perlu
lagi menghitung gaya aksial tekan terfaktor, termasuk akibat gempa, lebih kecil
dari Agfc/20 karena syarat pertama supaya Vc = 0 sudah tidak terpenuhi.
( )
70,27 mm
121
Tabel 4.43 Syarat Kecukupan Penampang Lapangan
Vu Vc Vs Syarat
Kecukupan
Penampang Keterangan
Lapangan
(N) (0,17 √ bw . d) – Vc ) 0,33 √
122
4.4.1. Balok B2 (600 x 400)
Diketahui :
Tabel 4.45 Nilai Mu Maksimal Balok B2
Balok Lokasi Mu(Kn.m)
600/400 Tumpuan -216,58
145,33
Lapangan -178,43
148,47
123
Es = 200000
h = 600 mm
b = 400 mm
d = 540 mm
d’ = 60 mm
(Kn.m)
√
124
Tabel 4.48 As Dipasang pada Balok B2
As
As Perlu Dipasang Ket
Lokasi Posisi Dipasan
tulangan
(b.d) g
1330. memenuh
Atas 0.0062 5 D 19 1418
5 i
Tumpuan
memenuh
Bawah 0.0040 874.3 4 D 19 1135
i
1083. 1135 memenuh
Atas 0.0050 4 D 19
7 i
Lapangan
1135 memenuh
Bawah 0.0041 894.0 4 D 19
i
125
Sedikitnya harus disediakan dua buah tulangan menerus, baik di sisi atas
maupun sisi bawah penampang.
ɸ Mn+ki > 1/2 ɸn-ki (Tumpuan kiri)
ɸ Mn+ka > 1/2 ɸn-ka (Tumpuan kanan)
210 > ½ 259 = 129 Terpenuhi
Baik kuat lentur negative maupun kuat lentur positif pada setiap
penampang di sepanjang bentang tidak boleh kurang dari ¼ dari kuat lentur
terbesar yang disediakan pada kedua muka kolom tersebut. (ɸ Mn+ atau ɸn-) >
¼ (ɸn terbesar disetiap titik).
210 > ¼ (ɸn terbesar) = ¼ . 259 = 65 Terpenuhi
4. Desain Tulangan transversal
Nilai Mpr dihitung sebagai berikut :
Untuk tulangan 5 D19 di sisi atas dan 4 D19 di sisi bawah :
VD = 37.62 ( gaya geser akibat beban mati )
Vsd = 74,79 (gaya geser akibat beban mati tambahan)
VL = 9.41 ( gaya geser akibat beban hidup )
83,42 353,34
66,74 287,40
126
Tabel 4.53 Gaya geser arah arah kanan dan kiri Balok B2
Vki Vka
608,92 -438,06
85,43
Nilai ini lebih kecil daripada 50% gaya geser total (=1/2 x 608,92 =
304,46), sehingga Vc tidak dapat diambil sama dengan nol. Sehingga tidak perlu
lagi menghitung gaya aksial tekan terfaktor, termasuk akibat gempa, lebih kecil
dari Agfc/20 karena syarat pertama supaya Vc = 0 sudah tidak terpenuhi.
127
Tabel 4.57 Jarak Maksimal Tulangan Transfersal Balok B2
S1 S2
S3
d/4 6 db
135 mm 114 mm 150 mm
128
4.4.2. Balok BR (500 x 25)
Balok BR (500 x
250) yang ditinjau
129
Es = 200000
h = 500 mm
b = 250 mm
d = 440 mm
d’ = 60 mm
(Kn.m)
√
130
Tabel 4.63 As dipasang
As Perlu As Ket
Dipasang
Lokasi Posisi (b.d Dipa
tulangan
sang
)
Atas 0,005 385,0 4 D 13 531 memenuhi
Tumpuan
Bawah 0,004 385,0 4 D 13 531 memenuhi
Atas 0,004 465,6 4 D 13 531 memenuhi
Lapangan
Bawah 0,004 477,6 4 D 13 531 memenuhi
131
Sedikitnya harus disediakan dua buah tulangan menerus, baik di sisi atas
maupun sisi bawah penampang.
ɸ Mn+ki > 1/2 ɸn-ki (Tumpuan kiri)
ɸ Mn+ka > 1/2 ɸn-ka (Tumpuan kanan)
80 > ½ 80 = 40 Terpenuhi
Baik kuat lentur negative maupun kuat lentur positif pada setiap
penampang di sepanjang bentang tidak boleh kurang dari ¼ dari kuat lentur
terbesar yang disediakan pada kedua muka kolom tersebut. (ɸ Mn+ atau ɸn-) >
¼ (ɸn terbesar disetiap titik).
80 > ¼ (ɸn terbesar) = ¼ . 80 = 20 Terpenuhi
49,99 110,21
49,99 110,21
132
Tabel 4.68 Gaya Geser arah kiri dan kanan BR
Vki Vka
219,98 -141,26
40,82
Nilai ini lebih kecil daripada 50% gaya geser total (=1/2 x 219,98 =
109,49), sehingga Vc tidak dapat diambil sama dengan nol. Sehingga tidak perlu
lagi menghitung gaya aksial tekan terfaktor, termasuk akibat gempa, lebih kecil
dari Agfc/20 karena syarat pertama supaya Vc = 0 sudah tidak terpenuhi.
( )
123,4 mm
133
Tabel 4.72 Syarat minimum jarak tulangan geser tumpuan
S1 S2
S3
d/4 6 db
110 mm 78 mm 150 mm
Karena nilai Vs < 0,33 √ maka jarak ditentukan dari nilai yang
terkecil antara :
Tabel 4.74 Syarat minimum jarak tulangan geser lapangan
S1 S2 S3
S4 (mm)
Avfy
134
Gambar 4.24 Tulangan balok BR Gambar 4.25 Tulangan Balok BR
pada tumpuan pada lapangan
Balok BA (400 x
200) yang ditinjau
135
Diketahui
Tabel 4.75 Nilai Mu Balok Anak
Balok Lokasi Mu(Kn.m)
400/200 -35,95
Tumpuan
14,56
-8,20
Lapangan
14,56
Es = 200000
h = 400 mm
b = 200 mm
d = 340 mm
d’ = 60 mm
136
Tabel 4.78 As Dipasang
As
As Perlu Dipasang Ket
Lokasi Posisi Dipas
tulangan
(b.d) ang
Tumpu Atas 0,005 347,1 3 D 13 339 memenuhi
an Bawah 0,004 238,0 2 D 13 266 memenuhi
Lapang Atas 0,004 238,0 2 D 13 266 memenuhi
an Bawah 0,005 136,4 2 D 13 266 memenuhi
137
ɸ Mn+ki > 1/2 ɸn-ki (Tumpuan kiri)
ɸ Mn+ka > 1/2 ɸn-ka (Tumpuan kanan)
31 > ½ 46 = 23 Terpenuhi
Baik kuat lentur negative maupun kuat lentur positif pada setiap
penampang di sepanjang bentang tidak boleh kurang dari ¼ dari kuat lentur
terbesar yang disediakan pada kedua muka kolom tersebut. (ɸ Mn+ atau ɸn-) >
¼ (ɸn terbesar disetiap titik).
31 > ¼ (ɸn terbesar) = ¼ . 46 = 11,5 Terpenuhi
46,31 63,05
31,24 43,07
138
Tabel 4.83 Kuat geser arah kanan dan arah kiri
Vki Vka
108,00 -68,70
19,65
Nilai ini lebih kecil daripada 50% gaya geser total (=1/2 x 108,00= 54,00),
sehingga Vc tidak dapat diambil sama dengan nol. Sehingga tidak perlu lagi
menghitung gaya aksial tekan terfaktor, termasuk akibat gempa, lebih kecil dari
Agfc/20 karena syarat pertama supaya Vc = 0 sudah tidak terpenuhi.
139
Sehingga dipasang sengkang tertutup D10 – 75 mm hingga sepanjang 800
mm dari muka tumpuan. Dan sengkang tertutup pertama dipasang sejarak 800 mm
dari muka tumpuan.
Pada jarak 800 mm dari muka tumpuan hingga ke bagian lapangan,
bekerja gaya geser sebesar :
Tabel 4.88 Gaya Geser yang dipikul di lapangan
Vu Vc Vs Syarat
Kecukupan
Penampang
Lapangan Keterangan
(N) (0,17 √ bw . – Vc ) 0,33 √
d)
81826,09 56666,67 52434,79 113333 N Penampang
N mencukupi
Karena nilai Vs < 0,33 √ maka jarak ditentukan dari nilai yang
terkecil antara :
Tabel 4.89 Jarak minimum tulangan geser di lapangan
S1 S2 S3
Avfy S4 (mm)
140
Tabel 4.90 Ringkasan Tulangan Longitudinal dan Transversal Balok
Balok B1 (500 x 300)
Tumpuan Atas 2D19 & 3D16
1,5 D10 -50
Bawah 2D19 & 1D16
Lapangan Atas 3D19
1,5 D10 -100
Bawah 2D19 & 3D16
Balok B2 (600 x 400)
Tumpuan Atas 4D19
2 D10 -50
Bawah 4D19
Lapangan Atas 4D19
1,5 D10 -75
Bawah 4D19
Balok BR (500 x 250)
Tumpuan Atas 4D13
1,5 D10 -75
Bawah 4D13
Lapangan Atas 4D13
D10 -150
Bawah 4D13
Balok BA (400 x 200)
Tumpuan Atas 3D13
D10 -75
Bawah 2D13
Lapangan Atas 2D13
D10 -150
Bawah 2D13
141