0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
186 tayangan7 halaman

Analisis Biaya Produksi dan Penerimaan

Makalah ini membahas tentang biaya produksi dan penerimaan. Biaya produksi adalah pengeluaran perusahaan untuk memperoleh faktor produksi untuk menghasilkan barang, sedangkan penerimaan adalah pendapatan yang diperoleh perusahaan dari penjualan barang. Biaya produksi dapat berupa biaya tetap, biaya variabel, dan biaya rata-rata.

Diunggah oleh

Prisma Nugroho
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
186 tayangan7 halaman

Analisis Biaya Produksi dan Penerimaan

Makalah ini membahas tentang biaya produksi dan penerimaan. Biaya produksi adalah pengeluaran perusahaan untuk memperoleh faktor produksi untuk menghasilkan barang, sedangkan penerimaan adalah pendapatan yang diperoleh perusahaan dari penjualan barang. Biaya produksi dapat berupa biaya tetap, biaya variabel, dan biaya rata-rata.

Diunggah oleh

Prisma Nugroho
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

BIAYA PRODUKSI DAN PENERIMAAN


Makalah ini disususn untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Mikro

Dosen Pengampu :
Yuliansyah, S.Kom,M.M

Disusun Oleh Kel 6 :


Prisma Nugroho (202241003)
Dwi Septiani (202241006)
Jamilatul Lail (202241010)

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS KALTARA
2022
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Biaya Produksi dan Penerimaan
1. Pengertian biaya produksi
Biaya produksi adalah semua pengeluaran perusahaan untuk
memperoleh faktor-faktor produksi yang akan digunakan untuk
menghasilkan barang-barang produksi oleh perusahaan tersebut.
Sedangkan menurut para ahli, biaya produksi diartikan sebagai berikut:

 Menurut Mulyadi (1995:14), pengertian biaya produksi adalah


seluruh biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi
barang jadi yang siap untuk dijual.

 Menurut M. Nafarin (2009:497), pengertian biaya produksi adalah


seluruh biaya yang berhubungan dengan barang yang dihasilkan,
dimana di dalamnya terdapat unsur biaya bahan baku, biaya tenaga
kerja langsung, dan biaya overhead pabrik

 Menurut Amin Widjaja Tunggal (1993:1), biaya produksi adalah


biaya-biaya yang berhubungan dengan produksi suatu item, yaitu
jumlah dari bahan langsung, upah langsung dan biaya overhead
pabrik.
Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa
production cost adalah ongkos produksi yang dikorbankan oleh suatu
perusahaan untuk 10 menghasilkan suatu barang jadi hingga barang
tersebut masuk ke dalam pasar untuk dijual.
2. Pengertian Penerimaan
Penerimaan merupakan hal yang paling diharapkan seorang
produsen untuk dapat memperoleh laba. Penerimaan atau Revenue dari sisi
produsen adalah jumlah uang yang diterima oleh produsen atas penjualan
barang dan atau jasa hasil produksinya. Sedangkan Menurut para ahli,
pengertian dari penerimaan adalah sebagai berikut:
 Baldric Siregar dan Boni Siregar (2001:15) menyatakan bahwa
Penerimaan adalah peningkatan aktiva atau penurunan piutang atau
kewajiban yang berasal dari berbagai kegiatan didalam periode
akuntansi atau periode anggaran tertentu.
 Zaenuddin Kabai (2015) Penerimaan (Revenue) adalah total
pendapatan yang diterima oleh produsen berupa uang yang diperoleh
dari hasil penjualan barang yang diproduksi.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa penerimaan
merupakan kenaikan dari aktifitas-aktifitas yang dilakukan perusahaan
dalam periode tertentu.

B. Macam-macam Biaya Produksi


Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan (produsen) merupakan hal utama
yang menjadi pertimbangan sebuah perusahaan menentukan harga jual
produknya dalam upaya memperoleh keuntungan. Jadi, dari segi sifat biaya
dalam hubungannya dengan tingkat output, biaya produksi dapat dibagi ke
dalam:
1. Biaya Tetap Total (Total Fixed Cost = TFC)
Biaya tetap total (total fixed cost) adalah biaya yang jumlahnya tidak
berubah saat jumlah output/produk yang dihasilkan bertambah. Biaya tetap
total dibayar dan tetap ada walaupun perusahaan tidak melakukan
produksi. Contoh biaya tetap total adalah biaya sewa tempat usaha, gaji
karyawan, dan biaya penyusutan peralatan/mesin-mesin yang telah
dipakai.
2. Biaya Variabel Total (Total Variabel Cost = TVC)
Biaya variable total (total variable cost) adalah biaya yang
jumlahnya berubah saat barang dan/atau jasa yang diproduksi meningkat.
Contoh biaya variable adalah biaya bahan baku atau bahan dasar yang
digunakan dalam proses produksi. Misalnya dalam memproduksi 500 tahu
membutuhkan kedelai 25 kg, saat memproduksi 1000 tahu membutuhkan
30 kg kedelai. Biaya yang digunakan untuk membeli kedelai akan
meningkat.
3. Biaya Total (Total Cost = TC)
Biaya total (total cost) adalah hasil penjumlahan antara biaya total
tetap atau total fixed cost ditambah dengan total biaya variable atau total
variable cost.

TC=TFC+TVC
Keterangan; TC = Biaya Total (Total Cost)
TVC= Biaya Tetap Total (Total Fixed Cost)
TVC= Biaya Variabel Tetap (Total Variabel Cost)
Contoh:
Budi mempunyai usaha produksi gerabah. Budi mengeluarkan biaya
Rp.15.000.000,00 untuk membayar pegawai dan sewa tempat usaha. Budi
mengeluarkan biaya Rp.25.000.00 untuk keperluan bahan baku setiap
gerabah yang diproduksi. Berapa biaya total yang dikeluarkan budi jika
memproduksi 500 gerabah?
Pembahasan :
Diketahui:
TFC = Rp.15.000.000,00
AVC = Rp.25.000,00
Q = 500
TVC = VC x Q
= Rp.25.000,00 x 500
= Rp.12.500.000,00
Ditanya: TC?
Jawaban:
TC = TFC + TVC
= Rp.15.000.000,00 + Rp.12.500.000,00
= Rp.27.500.000,00
Jadi, biaya total (total cost) yang dikeluarkan budi untuk memproduksi 500
gerabah adalah Rp.27.500.000,00.
4. Biaya Rata-Rata (Average Cost = AC)
Biaya rata-rata (average cost) adalah biaya yang dikeluarkan untuk
menghasilkan satu unit produk. Untuk mengetahui biaya rata-rata dapat
menggunakan rumus berikut.

AC = TC Keterangan:
Q AC = Biaya rata-rata (Average cost)
TC = Biaya total (Total Cost)
Q = Kuantitas (jumlah produk)
Contoh:
Pada soal poin ke tiga dapat diketahui bahwa biaya rata-rata untuk
memproduksi satu unit gerabah sebesar Rp.55.000,00. Penghitungannya:
AC = TC
Q
= Rp.27.000.000,00
500
= Rp.55.000,00
Biaya rata-rata terdiri atas biaya tetap rata-rata dan biaya variabel rata-rata
a) Biaya Tetap Rata-Rata (Average Fixed Cost = AFC)
Untuk mengetahui biaya tetap rata-rata dapat menggunakan rumus
berikut.
AFC= TFC Keterangan:
Q AFC = Biaya tetap rata-rata(Average Fixed Cost)
TFC = Biaya tetap total (Total Fixed cost)
Q = Kuantitas (jumlah produk)
Contoh tersebut dapat diketahui bahwa biaya tetap rata-rata atau biaya
tetap untuk memproduksi satu unit grabah sebesar Rp.30.000,00
penghitungannya:
AFC = TFC
Q
= Rp.15.000.000,00
500
= Rp.30.000,00
b) Biaya Variabel Rata-Rata (Average Variabel Cost = AVC)
Untuk mengetahui biaya variabel rata-rata dapat dihitung dengan
rumus berikut:
AVC = TVC = VC
Q
Keterangan:
AVC = Biaya variabel rata-rata (average variabel cost)
TVC = Biaya variabel total (total variabel cost)
Q = Kuantitas (jumlah produk)
VC = Biaya variabel (Variabel cost)
Contoh :
Diketahui bahwa biaya variabel rata-rata untuk memproduksi satu unit
gerabah sebesar Rp.25.000,00. Pendapatannya:
AVC = TVC =VC
Q
= Rp.12.500.000,00
500
= Rp.25.000,00
Dapat disimpulkan bahwa biaya tetap rata-rata (AFC) + biaya variabel
rata-rata (AVC) = biaya rata-rata (AC).
5. Biaya Marginal (Marginal Cost =MC)
Biaya marginal (marginal cost) adalah kenaikan biaya total yang
disebabkan tambahan satu unit output. Secara matematis untuk
mengetahui biaya marginal dihitung dengan rumus berikut.
MC = ∆TC
∆Q
Keterangan:
MC = Biaya marginal (Marginal cost)
TC = Biaya total (Total cost)
Q = Kuantitas (Jumlah produk)
∆ = Perubahan

Contoh:
Budi ingin menaikkan kapasitas produksi usaha gerabahnya dari 500
menjadi 700 unit. Biaya total yang dikeluarkan naik dari Rp.27.500.000,00
menjadi Rp.41.000.000,00. Berapa biaya marginal untuk memproduksi
700 unit gerabah?
Jawab:
Diketahui:
Q1 = 500
Q2 = 700
∆Q = Q2-Q1
= 700-500 =200
TC1 = Rp.27.500.000,00
TC2 = Rp.41.000.000,00
∆TC = TC2-TC1
= Rp.41.000.000,00-Rp.27.500.000,00
= Rp.13.500.000,00
Ditanya: MC
Jawaban:
MC = ∆TC
∆Q
= 13.500.000
200
= 67.500
Jadi, Biaya marginalnya sebesar Rp.67.500,00

Anda mungkin juga menyukai