0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5K tayangan16 halaman

Laporan Project Re Kelompok 6.

Laporan ini membahas pembuatan miniatur rumah dengan rangkaian listrik seri dan paralel untuk mempelajari karakteristik masing-masing rangkaian. Miniatur rumah digunakan sebagai media pembelajaran dan rangkaian listrik di dalamnya mendemonstrasikan perbedaan tegangan dan arus pada rangkaian seri dan paralel."

Diunggah oleh

Putri Balqis
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5K tayangan16 halaman

Laporan Project Re Kelompok 6.

Laporan ini membahas pembuatan miniatur rumah dengan rangkaian listrik seri dan paralel untuk mempelajari karakteristik masing-masing rangkaian. Miniatur rumah digunakan sebagai media pembelajaran dan rangkaian listrik di dalamnya mendemonstrasikan perbedaan tegangan dan arus pada rangkaian seri dan paralel."

Diunggah oleh

Putri Balqis
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN RANGKAIAN ELEKTRONIKA

MINIATUR RUMAH DENGAN RANGKAIAN LISTRIK

Disusun Oleh:
Kelompok :6
Anggota Kelompok :
1. Rema Pusfita Reni (A1C321002)
2. Lisa Janesa Saputri (A1C321008)
3. Amroh (A1C321014)
4. Roiman Alexander Silitonga (A1C321016)
5. Putri Balqis Ar Rasyid (A1C321022)
6. Sri Wulandari (A1C321024)

Dosen Pengajar :
Wawan Kurniawan, S.Si., M.Cs.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2022

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu. Adapun judul
dari makalah ini adalah “ Laporan Rangkaian Elektronika Miniatur Rumah
dengan Rangkaian Listrik” dengan tujuan memenuhi tugas kelompok untuk mata
kuliah Rangkaian Elektronika.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini tidak terlepas dari bantuan
teman-teman yang dengan tulus memberikan saran dan kritik sehingga makalah
ini dapat terselesaikan.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna
dikarenakan terbatasnya pengalaman dan pengetahuan yang kami miliki. Oleh
karena itu, kami mengharapkan segala bentuk saran serta masukan dari berbagai
pihak agar makalah ini dapat memberikan manfaat bagi perkembangan dunia
pendidikan.

Jambi, November 2022

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................ii
DAFTAR ISI.....................................................................................................................iii
BAB I.................................................................................................................................1
PENDAHULUAN.............................................................................................................1
1.1 Latar Belakang.........................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah....................................................................................................1
1.3 Tujuan......................................................................................................................2
BAB II...............................................................................................................................3
ISI......................................................................................................................................3
2.1 Landasan Teori.........................................................................................................3
2.2 Alat dan Bahan.........................................................................................................4
2.3 Prosedur Kerja..........................................................................................................5
2.4 Hasil dan Pembahasan..............................................................................................6
BAB III............................................................................................................................11
PENUTUP.......................................................................................................................11
3.1 Kesimpulan............................................................................................................11
3.2 Saran......................................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................12

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Fisika merupakan pelajaran yang penting karena ilmunya dapat diterapkan
secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Fisika berguna bagi kehidupan atau
pekerjaan seseorang di kemudian hari baik dalam aspek kebudayaan bangsa,
melatih pola pikir kritis individu dan mempunyai nilai-nilai pendidikan yakni
potensi yang dapat membentuk pribadi seseorang secara keseluruhan. Fisika ada
baiknya dilaksanakan dengan baik dalam proses pembelajaran mengingat
pentingnya ilmu fisika. Pembelajaran fisika dikatakan berhasil apabila tujuan dari
penyampaian ilmu itu sendiri dapat tercapai. Namun faktanya, masih banyak
masyarakat yang memiliki pengetahuan fisika yang renda karena belum mencapai
target belajar. Hal ini dapat dipengaruhi oleh minat dan aktivitas masyarakat
semasa sekolah baik yang sudah melalui pendidikan atau masih pelajar.
Dalam pembelajaran fisika, media pembelajaran merupakan komponen
penting dalam mendukung proses pembelajaran. Media pembelajaran sendiri
merupakan alat bantu yang berfungsi untuk memperjelas makna atau materi yang
disampaikan khususnya pada rangkaian listrik. Dalam rangkaian listrik, dapat
digunakan media miniature rumah rangkaian listrik.
Miniatur merupakan tiruan sesuatu yang berukuran lebih kecil daripada yang
ditiru. Miniatur digunakan untuk membantu seseorang merancang bangunan atau
objek yang akan dibuat dalam ukuran besar. Berdasarkan paparan tersebut, media
miniatur rumah rangkaian listrik adalah suatu tiruan rumah yang didalamnya
terdapat rangkaian listrik sebagai alat bantu dalam proses pemahaman rangkaian
elektronika.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah pada project miniature rumah dengan rangkaian
listrik adalah sebagai berikut.
a. Apakah media miniatur rumah rangkaian listrik dapat berfungsi dengan
baik?

1
b. Bagaimana kelebihan dan kekurangan dari rangkaian listrik seri dan
paralel ?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan miniatur rumah dengan rangkaian listrik
adalah sebagai berikut.
a. Dapat mengetahui dan mengembangkan media miniatur rumah rangkaian
listrik pada pembelajaran.
b. Dapat mengetahui bagaimana kelebihan dan kekurangan rangkaian listrik
seri dan paralel.

2
BAB II
ISI

2.1 Landasan Teori


Miniatur adalah suatu model hasil penyederhanaan suatu realitas tetapi tidak
menunjukkan aktivitas atau tidak menunjukkan suatu proses. Miniatur ini mampu
menjelaskan kepada para siswa detail dari sebuah objek yang menjadi topik
bahasan secara tiga dimensi. Miniatur merupakan salah satu media yang
berbentuk 3 dimensi, karena miniatur ini dapat diketahui semua sisi-sisinya dan
dalam bentuk nyata. Miniatur adalah salinan/model yang lebih kecil dari ukuran
sebenar-nya. Miniatur termasuk salah satu jenis model yang disederhanakan yang
ditinjau dari cara pembuatannya (Pratiwi et al., 2015).
Rangkaian listrik adalah suatu kumpulan elemen atau komponen listrik yang
saling dihubungkan dengan cara-cara tertentu dan paling sedikit mempunyai satu
lintasan tertutup. Syarat arus listrik dapat mengalir dalam suatu rangkaian yaitu
harus ada beda potensial di antara kedua ujung kabel penghantar dan merupakan
suatu rangkaian yang tertutup. Arus tersebut mengalir dari potensial tinggi menuju
ke potensial rendah. Rangkaian paralel merupakan rangkaian yang disusun secara
sejajar. Pada rangkaian paralel, tegangan pada setiap hambatan adalah sama besar
dan arus total rangkaiannya akan sama dengan jumlah arus yang mengalir dalam
setiap hambatan. Rangkaian paralel dikenal sebagai rangkaian pembagi arus
(Fauziyah & Suparji, 2014).
Secara umum suatu rangkaian listrik terdiri dari bagian yang aktif yaitu
bagian yang memberikan daya yang kita sebut sumber, dan bagian yang pasif
yaitu bagian yang menerima daya yang kita sebut beban; sumber dan beban
terhubung oleh penyalur daya yang kita sebut saluran (Sudirham, 2012).
Menurut (Erfan et al., 2020) Rangkaian Seri adalah salah satu rangkaian
listrik yang disusun secara sejajar (seri). Rangkaian seri terdiri dari dua atau lebih
beban listrik yang dihubungkan ke catu daya lewat satu rangkaian. Sifat-sifat
Rangkaian Seri yaitu :
1. Tegangan sumber akan dibagi dengan jumlah tahanan seri jika besar tahanan
sama. Jumlah penurunan tegangan dalam rangkaian seri dari masingmasing
tahanan seri adalah sama dengan tegangan total sumber tegangan.

3
2. Jika salah satu beban atau bagian dari rangkaian tidak terhubung atau putus
aliran arus terhenti
3. Arus yang mengalir pada masing beban adalah sama.
4. Banyak beban listrik yang dihubungkan dalam rangkaian seri, tahanan total
rangkaian menyebabkan naiknya penurunan arus yang mengalir dalam
rangkaian. Arus yang mengalir tergantung pada jumlah besar tahanan beban
dalam rangkaian.
Menurut (Rosman et al., 2019) Rangkaian paralel adalah salah satu rangkaian
listrik yang disusun secara berderet (paralel). Rangkaian Paralel merupakan
salah satu yang memiliki lebih dari satu bagian garis edar untuk mengalirkan
arus. Dalam kendaraan bermotor, sebagian besar beban listrik dihubungkan
secara paralel. Sifat-sifat rangkaian paralel yaitu :
1. Sebagaian besar tahanan dirangkai. Dalam rangkaian paralel, tahanan total
rangkaian mengecil, oleh karena itu arus total lebih besar. (Tahanan total dari
rangkaian paralel adalah lebih kecil dari tahanan yang terkecil dalam
rangkaian).
2. Jika terjadi salah satu cabang tahanan paralel terputus, arus akan terputus
hanya pada rangkaian tahanan tersebut. Rangkaian cabang yang lain tetap
bekerja tanpa terganggu oleh rangkaian cabang yang terputus tersebut.
3. Masing-masing cabang dalam rangkaian paralel adalah rangkaian individu.
Arus masing-masing cabang adalah tergantung besar tahanan cabang.
4. Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan sumber
Miniatur adalah suatu model hasil penyederhanaan suatu realitas tetapi tidak
menunjukkan aktivitas atau tidak menunjukkan suatu proses. Miniatur ini mampu
menjelaskan kepada para siswa detail dari sebuah objek yang menjadi topik
bahasan secara tiga dimensi. Miniatur merupakan salah satu media yang
berbentuk 3 dimensi, karena miniatur ini dapat diketahui semua sisi-sisinya dan
dalam bentuk nyata. Miniatur adalah salinan/model yang lebih kecil dari ukuran
sebenar-nya. Miniatur termasuk salah satu jenis model yang disederhanakan yang
ditinjau dari cara pembuatannya (Sulfemi, 2019).

4
2.2 Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam project miniatur rumah dengan
rangkaian listrik adalah sebagai berikut.
a. Alat
 Gunting : 2 buah
 Cutter : 2 buah
 Gergaji : 1 buah
 Staples : 1 buah
b. Bahan
 Cat Kayu : secukupnya
 Triplek : 40 cm x 40 cm
 Mika : 1 meter
 Lem Fox : 1 buah
 Stick Kayu : 4 pcs
 Mainan rumah-rumahan : secukupnya
 Kain flannel :¼
 Paku : secukpnya

2.3 Prosedur Kerja


Adapun prosedur kerja pada project miniatur rumah dengan rangkaian listrik
adalah sebagai berikut.
1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan pada proses pembuatan
miniature rumah rangkaian listrik.
2. Dipotong triplek dengan ukuran 40 cm x 40 cm.
3. Digambar pola pada papan triplek sesuai dengan keinginan.
4. Dipotong mika dengan lebar 15 cm dan panjangnya mengikuti pola yang
telah digambar.
5. Diberikan kayu kecil disetiap pinggir mika agar tetap kokoh.
6. Dibentuk pola triplek dengan menggunakan mika yang telah disiapkan.
7. Dipotong stick kayu dan ditempelkan menggunakan lem fox pada tiap sisi
pinggir triplek hingga membentuk pagar rumah.

5
8. Diambil komponen miniature kemudian tempelkan pada triplek agar tetap
berdiri kokoh.
9. Pada bagian outdor, tempelkan kain flannel hijau hingga membentuk area
outdor.
10. Setelah semuanya siap, dirangkai rangkaian paralel pada miniatur.
11. Dipastikan lampu akan menyala ketika rangkaian paralel telah selesai.

2.4 Hasil dan Pembahasan


a. Hasil

Gambar 1. Miniatur rumah dengan rangkaian listrik

b. Pembahasan
Rumah adalah salah satu bangunan tempat tinggal yang digunakan manusia
untuk berlindung dari pengaruh cuaca ataupun beristirahat dari aktivitas yang
dilakukannya di luar. Pada umumnya sebuah rumah memiliki tiga bagian dasar
yang harus selalu ada agar bisa disebut rumah. Bagian-bagian tersebut adalah
sebagai berikut.
1. Bagian Bawah/Dasar. Bagian ini terletak di bagian bawah dan disebut sebagai
lantai. Lantai sebuah rumah dapat terbuat dari berbagai macam jenis bahan
seperti keramik, kayu, granit, dll. Hal itu sangat tergantung dari keinginan dan
kemampuan biaya para pemilik rumah.
2. Bagian tengah/ruangan. Bagian tengah ini tentunya terletak di bagian tengah
(di atas lantai dan dibawah atap). Bagian tengah sebuah rumah terdiri dari
dinding, pintu, jendela, dan ruangan/kamar. Idealnya sebuah rumah memiliki
lima ruangan utama yaitu ruang tamu, kamar tidur, ruang keluarga, kamar
mandi dan dapur.

6
3. Bagian Atas/Penutup Rumah. Bagian atas rumah berfungsi untuk melindungi
rumah dan akan terpengaruh oleh berbagai faktor alam seperti angin, air, dan
suhu yang berganti dengan drastis setiap harinya. Oleh karena itu, model dan
bahan bagian atas rumah harus kuat dan kokoh. Fungsi bagian atas atau
penutup rumah adalah untuk melindungi ruang yang ada di bawahnya,
menahan radiasi panas berlebihan dari matahari, melindungi dari hujan dan
menghambat pergerakan angin yang biasanya membawa debu. Bagian atas
sebuah rumah biasanya terdiri dari atap, ring balok, plafond, konsol, selasar
dan pergola.
Miniatur rumah merupakan tiruan rumah dalam skala yang diperkecil. Di
mana dibuat dengan menyerupai bentuk asli. Dalam membuat sebuah produk
konstruksi miniatur rumah terlebih dahulu harus memperhatikan atau mengenal
bagian-bagian dasar yang ada pada rumah. Dimana pada kali ini, kami
menggunakan miniatur rumah sebagai pengenalan bagian halaman depan rumah,
ruang keluarga , dan rooftop serta terdapat rangkaian listrik yang didalamnya dan
digunakan sebagai media pembelajaran rangkaian elektronika.
Rangkaian listrik adalah suatu kumpulan elemen atau komponen listrik yang
saling dihubungkan dengan cara-cara tertentu dan paling sedikit mempunyai satu
lintasan tertutup. patan muatan terhadap waktu atau muatan yang mengalir dalam
satuan waktu dengan simbol i (dari kata Perancis : intensite), dengan kata lain arus
adalah muatan yang bergerak. Selama muatan tersebut bergerak maka akan
muncul arus tetapi ketika muatan tersebut diam maka arus pun akan hilang.
Muatan akan bergerak jika ada energi luar yang memepengaruhinya. Muatan
adalah satuan terkecil dari atom atau sub bagian dari atom. Dimana dalam teori
atom modern menyatakan atom terdiri dari partikel inti (proton bermuatan + dan
neutron bersifat netral) yang dikelilingi oleh muatan elektron (-), normalnya atom
bermuatan netral.
Muatan terdiri dari dua jenis yaitu muatan positif dan muatan negatif. Arah
arus searah dengan arah muatan positif (arah arus listrik) atau berlawanan dengan
arah aliran elektron. Suatu partikel dapat menjadi muatan positif apabila
kehilangan elektron dan menjadi muatan negatif apabila menerima elektron dari

7
partikel lain. Coulomb adalah unit dasar dari International System of Units (SI)
yang digunakan untuk mengukur muatan listrik.
Arus terbagi atas dua yaitu arus searah dan arus bolak balik. Arus searah
mempunyai nilai tetap atau konstan terhadap satuan waktu, artinya dimana pun
kita meninjau arus tersebut pada waktu berbeda akan mendapatkan nilai yang
sama.
Tegangan atau seringkali orang menyebut dengan beda potensial (voltage)
adalah kerja yang dilakukan untuk menggerakkan satu muatan (sebesar satu
coulomb) pada elemen atau komponen dari beberapa batrai yang memiliki kutub
positif dan kutub negatif akan mempunyai potensial muatan sebesar 9 Volt.
Keterkaitan antara kerja yang dilakukan sebenarnya adalah energi yang
dikeluarkan, sehingga pengertian diatas dapat dipersingkat bahwa tegangan adalah
energi per satuan muatan.
1. Rangkaian Paralel
Pada rumah biasanya menggunakan rangkaian paralel. Rangkaian paralel
merupakan rangkain listrik yang disusun agar mempunyai lebih dari satu atau dua
jalur. Adapun kelebihan dan kekurangan rangkaian paralel adalah sebagai berikut.
1. Kelebihan Rangkaian Paralel
Adapun kelebihan dari rangkaian listrik paralel adalah:
 Pembagian arus yang merata pada setiap bagian.
 Jika satu bagian terputus maka tidak akan mengganggu yang lainnya,
sehingga tetap menyala.
 Hemat listrik, karena tidak semua menyala terus.
2. Kekurangan Rangkaian Paralel
Sedangkan kekurangan rangkaian listrik paralel adalah:
 Proses instalasi dalam pemasangan lebih ribet.
 Membutuhkan kabel listrik yag lebih banyak.
 Butuh biaya yang lebih mahal.

8
Gambar 2. Rangkaian Listrik Paralel
Dengan kelebihan dan kekurangan tersebut, adapun sifat-sifat rangkaian listrik
paralel yakni sebagai berikut.
1. Mempunyai Arus Listrik yang Lebih Besar
Sebagian besar komponen listrik yang dirangkai menggunakan rangkaian
paralel akan menyebabkan hambatan total lebih kecil. Hal ini mengakibatkan arus
keseluruhan menjadi cukup besar. Inilah penyebab banyaknya nominal (angka)
pengeluaran atau pemanfataan daya listrik.Disisi lain, itu bisa diartikan menjadi
hambatan keseluruhan atau total dari setiap rangkaian paralel lebih kecil. Hal ini
dapat dibandingkan dengan komponen terkecil di dalam kumpulan tersebut.
Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa perolehan arus listrik
cukup besar.
2. Mampu Tetap Menyala Meskipun Salah Satu Aliran Terputus
Sifat atau karakteristik rangkaian listrik paralel kedua, yaitu mampu tetap
menyala meskipun salah satu aliran terputus. Hal ini berbanding terbalik dengan
milik kumpulan seri yang mana komponennya akan mati secara total. Apabila
terjadi korsleting listrik atau putusnya arus di beberapa poin tertentu.Sedangkan,
rangkaian listrik paralel bisa tetap menyala meskipun salah satu alirannya
terputus. Hal ini disebabkan oleh adanya beberapa kabel penghubung. Serta,
penyusunan dari setiap komponennya bercabang bukan sejajar sehingga bisa
menghindari pemadaman secara total.
3. Setiap Cabangnya Merupakan Rangkaian Individu
Sifat rangkaian listrik paralel berikutnya, yakni setiap cabangnya merupakan
rangkaian individu. Maksudnya adalah setiap arus cabang dari kumpulan ini
terpisah. Dalam artian, tidak harus menggunakan media hantaran yang sama. Hal

9
ini sesuai dengan pengertiannya yang menyatakan bahwa setiap komponen
elektrik disusun secara bercabang. Nah, dari sini muncul berbagai cabang arus
listrik. Meskipun sumbernya ada satu, pecahannya dijadikan individu mandiri.
Contoh aplikatif dari rangkaian paralel ini bisa ditemukan pada instalasi listrik
rumah. Tidak lain yakni pada susunan atau rangkaian kabel listrik di beberapa
area ruangan di dalam rumah. Untuk mengetahuinya, cobalah hidupkan lampu di
ruang tamu, ruang kamar, dan dapur. Kemudian matikan salah satu saklar, misal
di ruang tamu. Kemudian perhatikan lampu di ruang kamar dan dapur, pasti
keduanya akan tetap menyala. Seperti itulah contoh penggunaannya dalam
kehidupan sehari-hari. Seperti halnya yang kami terapkan pada kali ini, namun
kami hanya menggunakan satu saklar saja.
2. Rangkaian Seri
Tidak hanya rangkaian paralel, dalam rumah biasanya terdapat rangkaian seri.
Rangkaian seri adalah sebuah rangkaian listrik yang dibuat hanya menggunakan
satu jalur dalam melewatkan arus listriknya. Sebuah rangkaian kelistrikan disebut
seri apabila arus listrik yang menuju komponen elektronik melalui satu jalur yang
sama. Akibatnya adalah apabila jalur tersebut diputus maka seluruh komponen
elektronik juga akan mati.
Adapun ciri-ciri rangkaian seri yakni pembagian tegangan listrik sama besar,
setiap elemen dialiri arus yang sama besar, apabila salah satu beban listrik
terputus, semua aliran juga ikut terputus. Pada rangkaian listrik seri naik turunnya
arus dipengaruhi oleh beban listrik yang terhubung.

Gambar 3. Rangkaian Listrik Seri


Ada beberapa kelebihan rangkaian listrik seri adalah rangkaian seri terbilang
praktis karena memiliki susunan yang sederhana. Rangkaian seri lebih mudah

10
diperbaiki jika ada kerusakan. Rangkaian seri hemat biaya karena menggunakan
sedikit kabel. Dengan begitu, diperoleh kekurangan Rangkaian Listrik Seri yakni
jika 1 mati, maka semuanya akan mati dan Lebih boros jika memiliki lampu yang
banyak, pada rangkaian seri juga Kurang meratanya arus listrik yang mengalir ke
segala bidang.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Penggunaan miniatur rumah rangkaian listrik dapat berfungsi sebagai media
pada materi rangkaian listrik agar kegiatan pembelajaran dapat lebih efektif.
Media miniatu rumah juga dapat memotivasi para pelajar untuk meningkatkan
rasa ingin tahu tentang ilmu rangkaian elektronika dan dapat menciptakan suasana
menyenangkan selama proses pembelajaran berlangsung. Pada rangkaian seri
terdapat kelebihan dan kekurangannya serta karakteristik dimana tegangan dari
sumber akan dibagi dengan jumlah tahanan yang dipasang pada masing-masing
cabang sedangkan arus yang mengalir pada masing-masing beban adalah sama.
Pada rangkaian paralel arus yang mengalir masing-masing cabang tergantung nilai
tahanan yang dipasang pada cabang sedangkan tegangan pada masing-masing
beban listrik sama dengan tegangan sumber. Pada rangkaian seri, semua lampu
bersusun berurutan. Bila satu lampu dimatikan maka aliran listrik akan terhenti
dan semua lampu juga akan mati sedangkan pada rangkaian paralel yang disusun
secara paralel apabila satu lampu mati maka lampu yang lain akan tetap menyala.

3.2 Saran
Berdasarkan project yang telah dilakukan, maka saran penulis adalah
selanjutnya miniatur rumah rangkaian listrik dapat dikembangkan lagi dengan
menambah elemen-elemen di dalamnya dan lampu-lampu pada rangkaiannya
lebih dari jumlah yang digunakan agar kedepannya miniatur rumah ini dapat
digunakan sebagai media belajar yang berkualitas.

11
DAFTAR PUSTAKA

Erfan, M., Maulyda, M. A., Ermiana, I., Hidayati, V. R., & Ratu, T. (2020). Profil
Kemampuan Pembedaan Rangkaian Seri Dan Paralel Calon Guru Sekolah
Dasar. Edu Sains Jurnal Pendidikan Sains & Matematika, 8(1), 13–21.
https://doi.org/10.23971/eds.v8i1.1907
Fauziyah, N., & Suparji. (2014). Penggunaan Media Miniatur Dalam Model
Pembelajaran Berdasarkan Masalah Pada Materi Gaya Dan Momen Di Kelas
X Tgb 3 Smk Negeri 3 Surabaya. Prodi Studi Pendidikan Teknik Bangunan,
Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya, 1–10.
https://core.ac.uk/display/230734678?
utm_source=pdf&utm_medium=banner&utm_campaign=pdf-decoration-v1
Pratiwi, E., Rondonuwu, F. S., & Noviandini, D. (2015). Desain Masalah Pada
Topik Rangkaian Listrik Untuk Metode Pembelajaran Berbasis Masalah.
Jurnal Radiasi, 6(1), 53–63.
Rosman, A., Risdayana, Yuliani, E., & Vovi. (2019). Karakteristik arus dan
tegangan pada rangkaian seri dan rangkaian paralel dengan menggunakan
resistor. Jurnal Ilmiah d’Computare, 9, 40–43.
Sudirham, S. (2012). Analisis Rangkaian Listrik Analisis. 2(April).
Sulfemi, W. B. (2019). Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning
(CTL) Berbantu Media Miniatur Lingkungan Untuk Meningkatkan Hasil
Belajar IPS. Edunomic Jurnal Pendidikan Ekonomi, 7(2), 73.
https://doi.org/10.33603/ejpe.v7i2.1970

12
13

Common questions

Didukung oleh AI

Educators recognize several instructional challenges when using miniature homes as teaching tools for electrical circuits, including the initial cost of creating and maintaining these models, which can be higher than traditional teaching materials. The complexity of setting up and demonstrating different circuit types within the miniature models may require additional time and expertise. Additionally, there's the challenge of ensuring that students do not become too caught up in the physical aspect of the models and lose focus on the underlying conceptual understanding of circuits. Effective integration into the curriculum requires careful planning and skilled facilitation to maximize educational benefits .

Miniaturized models can complement, rather than substitute, digital simulations in teaching about electrical circuits. Advantages of miniaturized models include providing tactile, real-world representations that enhance spatial awareness and motor skills through physical interaction. They allow for observation of actual electrical behavior, such as voltage drops and resistance changes. However, limitations exist, such as the lack of flexibility in quickly modifying scenarios and limited scalability when compared to digital simulations, which can model complex systems with variable parameters and provide immediate feedback. Digital simulations also offer broader access and scalability for large groups. Ideally, a combination of both approaches provides a robust educational experience .

Integration of miniaturized electrical models in physics courses significantly impacts students' critical thinking skills by encouraging them to actively engage with complex concepts and solve problems. These models require students to hypothesize and test the functionality of simulated circuits and predict the effects of modifications, which involves analytical thinking and reasoning. Additionally, by troubleshooting and optimizing these models, students develop a deeper understanding of underlying physical principles and their applications, promoting an inquiry-based learning approach that enhances critical thinking and cognitive abilities .

The use of miniature models in physics education enhances student understanding by providing a tangible, 3D representation of concepts that are otherwise abstract. These models allow students to visualize and interact with the theoretical aspects of physics, which can lead to improved comprehension and retention of information. Furthermore, miniatures foster engagement by making learning more hands-on and enjoyable, as they can simulate real-world applications in a manageable and accessible way for students. This approach not only aids in the understanding of the subject matter but also increases students' motivation and curiosity about physics .

Miniaturized models of electrical circuits offer several educational benefits over traditional two-dimensional diagrams. They provide a more immersive learning experience by allowing students to physically interact with the components, promoting an active learning environment. This interaction helps in visualizing how circuit components connect and function within a three-dimensional space, which can lead to better spatial understanding and retention. Furthermore, miniature models can simulate realistic scenarios in which theoretical knowledge is applied, such as troubleshooting a circuit, which is not possible with static diagrams. These models facilitate experiential learning, making abstract concepts more accessible and understandable .

Parallel circuits in a home electrical system offer several advantages: they ensure that all components receive the same voltage, and if one component fails, the others can continue to function, providing reliability. Parallel circuits also allow for components to be operated independently. However, there are disadvantages as well, including more complex installation processes, higher costs due to the need for more wiring, and increased power consumption because the total current drawn in a parallel circuit can be larger, leading to higher energy costs .

To improve the use of miniaturized models in electricity education, several modifications could be suggested. Enhancing the modularity of the models would allow for easier customization and experimentation with different circuit configurations. Incorporating sensors and data logging devices could provide quantitative feedback, allowing students to measure current, voltage, and resistance directly. Integrating augmented reality features could enhance visualization and understanding of complex concepts by overlaying additional information directly onto the model. Finally, developing comprehensive instructional guides and training workshops for educators could improve the effective use and integration of these models into curriculums .

The primary differences between series and parallel electrical circuits lie in their configuration and behavior. In a series circuit, components are arranged in a single path; therefore, if one component fails, the entire circuit is interrupted. This type of circuit means that the current flowing through each component is the same, and the total resistance is the sum of individual resistances, leading to a higher overall resistance. Conversely, in a parallel circuit, components are arranged across multiple paths, so if one component fails, the others continue to operate. This configuration allows for the same voltage across all components, with the total current being the sum of currents across each branch, and results in a lower overall resistance compared to the smallest individual resistance within the circuit .

Miniature models can serve as effective learning tools for understanding complex scientific principles by providing a simplified, tangible version of a larger, more complex system. They allow learners to interact with the material in a direct, hands-on manner, facilitating deeper cognitive processing by enabling learners to manipulate variables and observe outcomes in real-time. Miniature models can also provide a 3-dimensional perspective, which can be crucial in subjects like physics, where spatial understanding is essential. Additionally, these models can help in simulating real-world phenomena, bridging the gap between theory and practical implementation, thereby enhancing comprehension and retention of complex scientific concepts .

Practical application of miniature homes with parallel circuits can be particularly beneficial in electrical engineering education as they offer a realistic platform for students to apply their theoretical knowledge. These models help illustrate the concept of parallel circuitry, which is commonly used in actual house wiring to ensure reliability and functionality. They enable students to experiment with circuit configurations and observe direct outcomes, providing a concrete understanding of how electrical systems work in real-world settings. This hands-on approach can enhance problem-solving skills, critical thinking, and innovation, which are essential skills in engineering education .

Anda mungkin juga menyukai