A.
INSTALASI DEBIAN LINUX
Pada menu installer yang ditunjukkan pada gambar di bawah, pilih
“Install”, kemudian tekan enter.
Pada menu “Select a Language” merupakan bahasa yang akan digunakan
selama proses instalasi. Tekan enter pada bahasa “English”
Setelah itu akan tampil menu untuk memilih lokasi negara tempat tinggal
anda. Pada tampilan ini pilih “Other”.
Pada menu “Select Your Location”, pilih nama negara sesuai keinginan.
Karena kita ingin memilih “Indonesia”, maka pilih “Asia” lalu tekan enter.
Selanjutnya, akan tampil menu dengan daftar nama-nama negara yang
berada di Benua Asia. Salah satunya termasuk “Indonesia” maka kita pilih
”Indonesia”. Lalu tekan enter atau “continue”.
Pada menu dibawah ini “Configure locales”, merupakan konfigurasi
standarisasi bahasa yang digunakan system. Pada menu ini kita [ilih “United
State”
Menu “Select a keyboard layout” untuk menentukan jenis keyboard yang
digunakan. Secara umum digunakan yaitu “American English”.
Proses dibawah ini merupakan proses koneksi ke DHCP Server. Pada bagian
ini, kita cukup tekan “enter” untuk meng_cancel proses dibawah ini.
Karena proses ini tidak disarankan untuk mengkonfigurasi IP Address.
Setelah itu akan tampil menu seperti dibawah ini. Pada menu ini, pilih
“Continue”. Lalu tekan enter.
Pada menu “Configure the Network” terdiri dari beberapa pilihan
Retry network autoconfiguration merupakan untuk melakukan
konfigurasi network secara otomatisjika system menemukan DHCP
server
Retry network autoconfiguration with a DHCP Hostname
merupakan konfigurasi untuk melakukan konfigurasi network secara
otomatis dengan menyertakan hostname dari DHCP
Configure network manually merupakan konfigurasi network secara
manual
Do not configure the network at this time digunakan untuk tidak
melakukan konfigurasi network pada proses instalasi.
Pada menu ini pilih “Do not configure network at this time”
Menu dibawah ini merupakan menu untuk menentukan nama komputer atau
“hostname”. Lalu isikan nama sesuai dengan keinginan anda. Seperti yang
ditunjukkan pada gambar dibawah.
Pada menu “Set up users and password” masukkan password untuk user
root (super root).User root merupakan user yang memiliki hak akses penuh
terhadap sistem linux.
Selanjutnya, kita diminta untuk memasukkan ulang password root. Pada
menu ini ketik masukkan password yang sama pada menu “Set up users
and password”.
Dibawah ini merupakan menu untuk memasukkan nama lengkap anda (Full
name)
Selanjutnya, akan tampil menu untuk memasukkan nama username. Pada
menu diatas dan dibawah ini digunakan untuk proses pembuatan user baru.
Pada menu ini tentukan passsword untuk user baru
Masukkan ulang password untuk user.
Pada menu ini pilih zona waktu sesuai dengan yang kita inginkan. Atau
dimana lokasi anda sekarang.
Pada menu ini, merupakan menu yang berisi pilihan partisi dan kesemuanya
dapat digunakan. Kali ini kita akan membuat partisi secara “otomatis”. Pada
menu ini, pilih menu “manual”
Buatlah “Free Space” atau ruang kosong untuk membuat partisi baru. Tekan
“enter” untuk menghapus partisi.
Setelah itu akan muncul menu selanjutnya, pilih “Delete the partition”
untuk untuk membuat free space/ruang kosong. Perlu diingat bahwa hal ini
akan menghapus seluruh file yang terdapat pada partisi ini.
Maka akan terbentuk sebuah free space. Dan lakukan hal yang sama untuk
selanjutnya.
Setelah terbentuk “FREE SPACE” , pilih “Guided partitioning” lalu
tekan enter
Pada menu ini pilih “Guided – use the largest continuous free space”
artinya membuat partisi otomatis dengan ruang kosong atau free space
Pada menu ini terdapat 3 pilihan pembentukan partisi secara otomatis.
All files in one partition (recommeded for new users) ialah
menu untuk membuat partisi secara otomatis yang jumlah
partisinya itu 2 meliputi partisi “/” (root) dan “swap”
Separate /home partition merupakan menu untuk membuat
partisi secara otomatis dengan bentuk tabel partisi yaitu:
Partisi “/” (root), partisi “/home”, dan swap
separate /home, /usr, /var, and tmp partition merupakan menu
untuk membuat partisi “/” (root), partisi “/home”, “swap”, “/usr”,
“var”, dan “/tmp”
Kita pilih “All files in one partition (recommended for new users)”
tekan enter.
Setelah itu akan muncul dua partisi yaitu partisi “/” (root), dan “swap”.
Untuk melanjutkan proses instlasi pilih “Finish partitioning and write
changes to disk” lalu tekan enter.
Pilih “yes” untuk melanjutkan proses instalasi.
Proses ini merupakan proses instalasi dasar untuk melanjutkan proses
instalasi berikutnya.
Proses ini melakukan scanning terhadap beberapa aplikasi yang ada pada
DVD Installer Debian.
Jika memilih “yes” maka system akan memeriksa semua DVD repository
debian dari DVD 1 sampai DVD 8. Namun jika memilih “no” system tidak
akan memeriksa semua DVD repository debian. Akan tetapi hanya
menggunakan DVD 1 (DVD installer) untuk proses instalasi
Pada gambar dibawah ini merupakan proses pemilihan dan instalasi
perangkat lunak aplikasi.
Pada menu “Configuring popularity-contest” pilih “no”
Pada menu “Software Selection” merupakan menu paket aplikasi yang
ingin kita install.
Pada menu “Install the GRUB boot loader on a hard disk” pilih “yes”
menentukan secara otomatis lokasi Bootloader dan MBR (Master boot
record)
Proses ini merupakan proses konfigurasi beberapa hal yang terpenting
seperti pengaturan user, dan pengaturan system waktu.
Pilih “continue” lalu tekan enter. Selanjutnya, secara otomatis system akan
mereboot PC/laptop anda. Dan DVD installer akan dikeluarkan.
Setelah selesai di reboot. Maka akan muncul login di sistem linux.
Ada dua cara untuk login yaitu login sebagai “User Biasa” dan login
sebagai “User Root” (super user).