0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
911 tayangan39 halaman

Dasar Fotografi SMK Kelas X

Modul ini membahas dasar-dasar fotografi, termasuk sejarah fotografi, jenis-jenis kamera, dan bagian-bagian kamera. Modul ini bertujuan membantu siswa memahami konsep dasar fotografi. Kegiatan pembelajaran meliputi presentasi, video, dan diskusi kelas.

Diunggah oleh

rita kesumawati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
911 tayangan39 halaman

Dasar Fotografi SMK Kelas X

Modul ini membahas dasar-dasar fotografi, termasuk sejarah fotografi, jenis-jenis kamera, dan bagian-bagian kamera. Modul ini bertujuan membantu siswa memahami konsep dasar fotografi. Kegiatan pembelajaran meliputi presentasi, video, dan diskusi kelas.

Diunggah oleh

rita kesumawati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL PEMBELAJARAN

SMK
DASAR DASAR FOTOGRAFI
INFORMASI UMUM

Penyusun : MUTYA DINDA ARDILA, S.Kom.


Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Banyuwangi
Tahun Penyusunan : 2022
Fase / Kelas / Semester : E/ SMK Kelas X/ GANJIL
Kode Modul : M.A. 10.I.01 BDP
Alokasi Waktu : 6 X 12JP @45 Menit
Kompetensi Awal : Sebelum mempelajari modul ini peserta didik harus
memahami definisi dan fungsi fotografi.
Profil Pelajar Pancasila : Karakter Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan
dalam modul ini adalah: Beriman, bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia selama
proses pembelajaran; Kreatif; Bernalar kritis; Mandiri
Sarana dan Prasarana : Sarana Pembelajaran
Laptop, LCD Proyektor, Kamera DSLR, Tripod,
Lampu Godox , property fotografi, dan
Laboratorium Multimedia
Prasarana Pembelajaran
Perangkat keras (PC, Laptop, Smartphone, Tablet,
Headset); Perangkat Lunak, Jaringan internet, PPT.
Target Peserta Didik : Peserta didik reguler/ tipikal.
Peserta didik dengan kesulitan
belajar Peserta didik dengan
pencapaian tinggi
Program Keahlian : Broadcasting dan Perfilman
Pendekatan : Saintifik
Moda Pembelajaran : Luring
Metode Pembelajaran : Diskusi, Tanya Jawab, Penugasan dan Unjuk Kerja

INFORMASI KHUSUS

Elemen : Dasar-dasar fotografi, tata kamera, tata artistik, tata


suara dan editing

Deskripsi : Lingkup pembelajaran meliputi pengenalan tentang


fotografi dasar, tata kamera dasar, tata artistik dasar,
dan tata suara dasar

Capaian Pembelajaran : Pada akhir fase E peserta didik dapat memahami


tentang fotografi dasar, tata kamera dasar, tata artistic
dasar, dan
tata suara dasar
K
OMPONEN
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 : FOTOGRAFI DASAR

1. TUJUAN PEMBELAJARAN
Dengan menambah rujukan melalui kegiatan literasi, menggali informasi secara offline
dan online, berdiskusi dan bekerjasama dengan teman , peserta didik dapat berfikir
kritis agar mampu :
a. Menjelaskan mengenai sejarah fotografi dan jenis-jenis fotografi dengan baik dan
benar
b. Mengurutkan perkembangan dari awal fotografi menjadi kamera digital
c. Membedakan jenis – jenis fotografi dengan benar
d. Menjabarkan bagian – bagian dan kegunaan mengenai kamera dengan benar

2. PEMAHAMAN BERMAKNA
Setelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan mampu mengidentifikasikan
sejarah fotografi dan perkembangan fotografi yang nantinya berkaitan dengan hal-hal
mendasar di bidang penyiaran radio, televisi dan produksi film dalam dunia industri
yang sebenarnya.

3. MODEL PEMBELAJARAN
Discovery Learning

4. RINGKASAN MATERI
The History of Photography karya Alma Daveport, yang diterbitkan oleh University of
New Mexico press tahun 1991, menyebutkan bahwa pada abad ke-5 sebelum Masehi, seorang
bernama Mo Ti sudah mengamati sebuah gejala pada dinding dalam ruangan yang gelap
terdapat lubang kecil atau pinhole. Pada abad ketiga SM fenomena ini memberikan kekaguman
kepada Aristoteles, kemudian pada abad ke-10 SM seorang ilmuwan bangsa Arab yaitu Ibnu Al
Hatim (Al Hazem) menulis bahwa citra dapat dibentuk dari cahaya yang melewati sebuah
lubang kecil. Pada tahun 1558, seorang ilmuwan Italia, Giambattista della Porta menyebutkan
bahwa prinsip kamera obscura membantu pelukis menangkap bayangan gambar pada sebuah
kota.
Jenis – Jenis Fotografi :
a. Fotografi Dokumenter
b. Foto Jurnalistik
c. Fotografi Makro
d. Fotografi Aksi
e. Fotografi Bawah Air
f. Fotografi Glamour
g. Fotografi Aerial
Menurut Bambang Karyadi, kamera merupakan alat yang digunakan untuk
menangkap cahaya yang dipantulkan subjek atau objek, kemudian menyimpannya ke dalam
media penyimpanan. Adapun macam – macam kamera sebagai berikut :
a. Kamera Saku
b. Prosumer Cahaya
c. Kamera Mirrorles
d. Kamera Digital Single Lens Reflex (DSLR)
e. Kamera Aksi (ActionCamera)
f. Kamera Medium Format

Bagian – bagian Kamera Analog Bagian – bagian Kamera Digital

5. KEGIATAN PEMBELAJARAN 1

ALOKA
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
SI
Pada Elemen Dasar-dasar fotografi, tata kamera, tata artistik,
tata suara dan editing WAKT
U
6 JP
@45
Menit
PERTEMUAN 1
1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, ucapan
KE syukur dan mengawali pembelajaran dengan bacaan
GI berdoa.
AT 2. Guru memberi semangat dan motivasi pada siswa dengan
AN menggunakan strategi seperti yel – yel yang dibuat di
PE kelas tersebut. 15 Menit
ND 3. Mengecek kehadiran peserta didik.
AH
4. Menjelaskan kegiatan pembelajaran dan tujuan
UL
pembelajaran yang akan dicapai.
UA
5. Mengajukan pertanyaan pemantik yang ada
N
keterkaitannya dengan materi pelajaran yang akan
dilakukan :
A. Apa nama kamera
yang pertama kali
muncul ?
B. Menurut kalian, jenis
kamera apa yang
digunakan oleh para
fotografer ?

Pemberian rangsangan (stimulation)


1. Peserta didik menyimak penjelasan dari guru mengenai
sejarah fotografi disetiap abad menggunakan slide
power point
2. Peserta didik menonton video untuk pemantapan
materi tentang sejarah perkembangan kamera
3. Peserta didik menyimak penjelasan dari guru mengenai
jenis-jenis fotografi
4. Peserta didik menonton video untuk pemantapan 220 Menit
materi tentang jenis – jenis fotografi
5. Peserta didik mengidentifikasi jenis-jenis fotografi pada
media yang ditemui di kehidupan sehari-hari

Pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement)


6. Peserta didik mengajukan pertanyaan kepada
guru tentang fotografi dasar
7. Peserta didik mendapat jawaban ringkas dari guru
8. Peserta didik menerima Lembar Kerja (Tes
Pengetahuan) yang diberika oleh guru
1. Peserta didik membuat rangkuman / kesimpulan
K terkait dengan materi sejarah fotografi, jenis-jenis
E fotografi, dan bagian-bagian kamera yang dipelajari
G pada hari ini dengan penuh antusias, cermat dan tepat.
I 2. Peserta didik menerima penilaian/refleksi hasil
A kegiatan yang sudah dilaksanakan dengan beberapa
T pertanyaan:
A a. Apa yang menyenangkan dalam kegiatan
N pembelajaran hari ini? 25 Menit
b. Ada kesulitan yang kamu temukan?
P c. Apakah kamu mendapatkan pengalaman/
E pengetahuan baru hari ini? (ya/tidak)
N 3. Peserta didik menyimak rencana pembelajaran pada
U pertemuan berikutnya.
T 4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan
U salam penutup.
P
/
R
E
F
L
E
K
S
I
1. Apa saja kesulitan siswa yang dapat diidentifikasi pada
REF kegiatan pembelajaran?
LEK2. Apakah siswa yang memiliki kesulitan ketika
SI berkegiatan dapat teratasi dengan baik?
GUR3. Apa level pencapaian rata-rata siswa dalam kegiatan
U pembelajaran ini?
4. Apakah capaian pembelajaran bisa diraih oleh semua 10 Menit
peserta didik ?
5. Apa strategi yang dilakukan agar capaian pembelajaran
bisa raih oleh semua peserta didik ?
ALOKA
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
SI
Pada Elemen Dasar-dasar fotografi, tata kamera, tata artistik,
tata suara dan editing WAKT
U
6 JP
@45
Menit
PERTEMUAN 2
1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, ucapan
KEGI syukur dan mengawali pembelajaran dengan bacaan
ATA berdoa.
N 2. Guru memberi semangat dan motivasi pada siswa dengan
PEN menggunakan strategi seperti yel – yel yang dibuat di
DAH kelas tersebut.
ULU3. Mengecek kehadiran peserta didik.
AN 4. Menjelaskan kegiatan pembelajaran dan
tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 15 Menit
5. Mengingatkan kembali materi sebelumnya mengenai
sejarah fotografi
6. Mengajukan pertanyaan pemantik yang ada
keterkaitannya dengan materi pelajaran yang akan
dilakukan :
A. Pernahkah kalian mengambil gambar menggunakan
kamera selain handphone ?
B. Pernahkah kamu melakukan foto studio ? Bagaimana
hasil foto yang kalian terima ?
1. Peserta didik menyimak tampilan video yg diputar oleh
guru
2. Peserta didik menyimak penjelasan dari guru tentang
jenis-jenis kamera
3. Peserta didik menyimak bagian-bagian kamera DSLR
beserta fungsinya menggunakan slide power point.
4. Peserta didik mengamati bagian-bagian kamera

Pengumpulan data (data collection)


5. Peserta didik diminta untuk membaca literasi tentang
sejarah fotografi melalui link :
https://jsp.co.id/sejarah-perkembangan-fotografi-dari- 220 Menit
masa-ke-masa/ yang diberikan oleh guru, sehingga
peserta didik dapat melaksanakan dimensi Profil
Pelajar Pancasila pada sub elemen : bernalar kritis
untuk memperoleh dan memproses informasi dan
gagasan, yaitu peserta didik kritis mengklarifikasi dan
menganalisis informasi kompleks dari sumber refrensi
yang diberikan oleh guru
6. Peserta didik diminta untuk mencari literasi baik offline
maupun online tentang jenis – jenis fotografi melalui
link : https://www.pixel.web.id/jenis-jenis-fotografi/
yang diberikan oleh guru, sehingga peserta didik dapat
melaksanakan dimensi Profil Pelajar Pancasila pada sub
elemen : bernalar kritis untuk memperoleh dan
memproses informasi dan gagasan, yaitu peserta didik
kritis mengklarifikasi dan menganalisis
informasi kompleks dari sumber refrensi yang
diberikan oleh guru

Pengolahan data (data processing)


7. Guru melakukan bimbingan kepada peserta didik saat
melakukan pengolahan data
8. Peserta didik menjawab pertanyaan-pertanyaan sesuai
hasil ekplorasi yang didapat sehingga peserta didik
dapat melaksanakan dimensi Profil Pelajar Pancasila
pada sub elemen : bernalar kritis untuk memperoleh
dan memproses informasi dan gagasan, yaitu peserta
didik kritis mengklarifikasi dan menganalisis informasi
kompleks dari sumber refrensi yang diberikan oleh
guru

Pembuktian (verification)
9. Peserta didik menunjukkan hasil pengerjaan kepada
guru untuk diperiksa secara bersama-sama dengan
cermat. Sehingga peserta didik dapat melaksanakan
dimensi Profil Pelajar Pancasila pada sub elemen :
mandiri agar dapat mengelola dirinya sendiri (pikiran,
perasaan, tindakan) untuk mencapai tujuan pribadinya
ataupun tujuan bersama

Menarik simpulan/generalisasi (generalization)


10. Guru bersama dengan peserta didik mendapatkan hasil
jawaban yang dapat disimpulkan sehingga
menambahkan wawasan kepada peserta didik di
bidang industri penyiaran radio, televisi dan produksi
film.
1. Peserta didik membuat rangkuman / kesimpulan
K terkait dengan materi jenis – jenis fotografi dan bagian-
E bagian kamera yang dipelajari pada hari ini dengan
G penuh antusias, cermat dan tepat.
I 2. Peserta didik menerima penilaian/refleksi hasil
A kegiatan yang sudah dilaksanakan dengan beberapa
T pertanyaan:
A d. Apa yang menyenangkan dalam kegiatan
N pembelajaran hari ini? 15 Menit
e. Ada kesulitan yang kamu temukan?
P f. Apakah kamu mendapatkan pengalaman/
E pengetahuan baru hari ini? (ya/tidak)
N 3. Peserta didik menyimak rencana pembelajaran pada
U pertemuan berikutnya.
T 4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan
U salam penutup.
P
/
R
E
F
L
E
K
S
I
1. Apa saja kesulitan siswa yang dapat diidentifikasi pada
REF kegiatan pembelajaran?
LEK2. Apakah siswa yang memiliki kesulitan ketika
SI berkegiatan dapat teratasi dengan baik?
GUR3. Apa level pencapaian rata-rata siswa dalam kegiatan
U pembelajaran ini?
4. Apakah capaian pembelajaran bisa diraih oleh semua 10 Menit
peserta didik ?
5. Apa strategi yang dilakukan agar capaian pembelajaran
bisa raih oleh semua peserta didik ?
ASESMEN

BENTUK
JENIS TES
TES
Profil Pelajar Tertu Perfoma
Pancasila lis
Diagnostik Penilaian sikap Jawaban singkat
dan sosial
Formatif Uraian
Sumatif

JENIS ASESMEN TEKNIK ASESMEN


Asesmen Awal Digabungkan dengan pertanyaan pemantik.

Asesmen Formatif (Proses) Peserta didik diminta mengerjakan


LKPD fotografi dasar

Asesmen Sumatif
PENILAIAN SIKAP

SMK NEGERI 1
BANYUWANGI RANCANGAN
PENILAIAN SIKAP SOSIAL
DAN SPIRITUAL
TAHUN PELAJARAN 2022/2023

MATA PELAJARAN : DASAR-DASAR BROADCASTING DAN PERFILMAN


KELAS/ SEMESTER : X/ GANJIL
PROGRAM KEAHLIAN : BROADCASTING DAN PERFILMAN
ELEMEN/ KONTEN : Dasar-dasar fotografi, tata kamera, tata artistik, tata
suara dan editing
DIMENSI PROFIL : 1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
PELAJAR PANCASILA Esa, dan berakhlak mulia.
2. Bergotong-royong.
3. Bernalar Kritis
4. Kreatif
PERIODE PENILAIAN :

AKHL BER SK PR
N AKHL KOL KR
NAMA SISWA AK NA OR ED
AK AB E
BERA LA NIL IK
O PRIBA ORA A
GA R AI AT
DI SI TI
MA KRITI
F
S
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
ds
t

Predikat Nilai :
A : 90 – 100
B : 80 - 89
C : 70 - 79
D :60 - 69
E : 50 – 59
Rancangan Asesmen Formatif
Waktu dilakukan : Setiap pertemuan pada akhir elemen
Persiapan : Menyiapkan LKPD
Pelaksanaan : Arahkan siswa untuk menjawab beri waktu yang cukup
Tindak lanjut : Melakukan pengolahan pada hasil asesmen

Waktu Jeni
Tujuan
Pelaksana s
Pembelajaran
an Asesm
en
1. Peserta didik mampu menjelaskan mengenai sejarah Pada akhir Tanya
fotografi penyampai Jawab
an materi

2. Peserta didik mampu mengurutkan perkembangan dari Pada akhir Uraian


awal fotografi menjadi kamera digital penyampai
an materi

3. Peserta didik mampu menjelaskan jenis – jenis fotografi Pada akhir Uraian
penyampai
an materi

4. Peserta didik mampu mengkategorikan fotografi Pada akhir Uraian


berdasarkan jenisnya penyampai
an materi

5. Peserta didik mampu menjabarkan bagian – bagian dan Pada akhir Tanya
kegunaan mengenai kamera penyampai Jawab
an materi
KISI – KISI TES FORMATIF
DASAR – DASAR BROADCAST DAN PERFILMAN

K LEV BENTUK
SUB INDIKAT
ELEMEN L KONTEN EL SOAL
ELEM OR
S KOG PILIH URAIA
EN SOAL URAI
NI AN N
AN
TIF GAND SINGK
A AT
Dasar- Fotogr X a. Peserta
dasar afi Sejara didik
fotografi, Dasar h mampu
tata fotogr menganali
kamera, afi - sis
C V
tata b. Jenis perkemba
4
artistik, foto ng an
tata suara c. Maca sejarah
dan editing m– kamera
maca
m
Kamer
a
d. bagia
n-
bagia
n
kam
era
Peserta
didik
mampu
mendiagr
am kan C V
perkemba 4
ng an
sejarah
kamera
Peserta
didik
mampu
memilih C V
jenis – 4
jenis
fotografi
Peserta
didik
mampu
mengura C V
i bagian 4
dan
fungsi
kamera
Peserta
didik
mampu
menyele
ksi C V
macam – 4
macam
kamera
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

SOAL PENGETAHUAN

Nama : ………………………………………….
Kelas : ………………………………………….
No. Absen : ………………………………………….
Mata Pelajaran : Dasar – Dasar Broadcast dan Perfilman

A. Tujuan Pembelajaran :
1. Setelah memahami materi mengenai sejarah kamera, peserta didik mampu
mengetahui dan menceritakan sejarah fotografi
2. Setelah, memahami materi, peserta didik mampu mengkategorikan fotografi sesuai
jenisnya
3. Setelah memahami materi, peserta didik mampu mengkategorikan macam – macam
kamera.
4. Setelah memahami materi, peserta didik mampu menjabarkan bagian – bagian dan
kegunaan mengenai kamera digital

B. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar !


1. Fotografi adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media komunikasi
dengan memanfaatkan sumber cahaya. Maka, jelaskan secara ringkas awal
ditemukannya sebuah kamera !
2. Sebutkan secara runtut perkembangan kamera fotografi dari masa ke masa beserta
keterangan tahun !
3. Jelaskan secara ringkas apa yang kalian ketahui tentang Pinhole dan Kamera
Obscura!
4. Sebutkan jenis – jenis fotografi yang telah kamu temui hasil dari literasi sebelumnya!
5. Carilah gambar lalu identifikasikan gambar tersebut termasuk jenis fotografi apa,
gambar dapat dicari melalui koran, majalah, katalog, bulletin atau media cetak
lainnya !
6. Apa perbedaan dari jenis kamera SLR dengan kamera DSLR ?
7. Sebutkan dan jelaskan bagian-bagian dari kamera DSLR !
8. Setiap bagian kamera terdiri bari beberapa sub bagian, sebutkan dan jelaskan fungsi
sub bagian dari lensa kamera DSLR !
9. Sebutkan fungsi dari bagian-bagian dibawah ini !

10. Sebutkan dan berikancontoh dari macam-macam lensa kamera !


INSTRUMEN PENILAIAN

Penilai
an
N Asp Skor
Sangat
O ek Kura Cuk Ba
Kompet
ng up ik
en
1 2 3
4
Sikap (50%)
Ketepatan waktu
1
dalam mengerjakan
tugas
Kerapihan dalam
2 mengerjakan tugas
yang
diberikan
Bersikap sopan dan
3 santun sesuai dengan
etika
Mengerjakan sesuai
4 perintah yang diberikan
Ketuntasan
5 menyelesaikan tugas
Pengetahuan (50%)
Pemahaman
6 perkembangan sejarah
fotografi
Identifikasi Jenis-
7
jenis kamera
Identifikasi Jenis-
8 jenis fotografi
Pemahaman bagian-
9
bagian kamera
1 Pemahaman fungsi kamera
0
Jumlah Skor

Nilai = (Skor perolehan : Skor maksimal) x 100


Nilai = (…………………………. : 40 ) x 100 = ……………….. Predikat =
……………………

Keterangan :

Predikat :
Nilai 91 – 100
: Amat Baik Nilai 81 –
90 : Baik
Nilai 71 – 80 : Cukup
Nilai ≤ 70 : Kurang
Rubrik Penilaian

ASPEK Kurang Cukup Kompet Sangat


Kompet Kompet en (80- Kompet
en (0- en (60- 90) en
50) 70) (100)
Secara kritis Peserta Peserta Peserta Peserta
peserta Didik tidak Didik Didik Didik
didik dapat kurang mampu mampu
mampu menjelaskan tepat dalam menjelaskan menjelaskan
menjelaskan sejarah menjelaskan sejarah sejarah
sejarah perkembang sejarah perkembang perkembang
perkembang an kamera perkembang an kamera an kamera
an kamera an kamera dengan baik
Secara Peserta Peserta Peserta Peserta
mandiri Didik tidak Didik Didik Didik
peserta dapat kurang mampu mampu
didik menyebut mampu menyebut menyebutka
mampu kan jenis- dalam kan jenis- n jenis-jenis
menyebutka jenis menyebutka jenis kamera
n jenis-jenis kamera n jenis-jenis kamera dengan
kamera kamera benar
Secara Peserta Peserta Peserta Peserta Didik
mandiri Didik Didik Didik mampu
peserta tidak kurang mampu menjelaskan
didik dapat mampu menjelask jenis-jenis
mampu menjelask dalam an jenis- fotografi
menjelaska an jenis- menjelaskan jenis dengan benar
n jenis-jenis jenis jenis-jenis fotografi
fotografi fotografi fotografi
Secara kritis Peserta didik Peserta Peserta Peserta didik
peserta didik tidak dapat didik kurang didik mampu
mampu menjabarka tepat dalam mampu menjabarka
menjabarka n bagian – menjabarka menjabarka n bagian –
n bagian – bagian n bagian – n bagian – bagian
bagain kamera bagian bagian kamera
kamera beserta kamera kamera beserta
beserta fungsinya beserta beserta fungsinya
fungsinya fungsinya fungsinya dengan tepat

Bahan Ajar
( Terlampir )

Media Pembelajaran
1. Presentasi menggunakan Power Point
2. Refrensi internet
https://jsp.co.id/sejarah-perkembangan-fotografi-dari-masa-ke-masa/
https://www.pixel.web.id/jenis-jenis-fotografi/

3. KEMENDIKBUDRISTEK REPUBLIK INDONESIA


DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN VOKASI
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH
KEJURUAN
ADI WICAKSONO, HENDRA BUDI SANTOSO “DASAR – DASAR
BROADCASTING DAN PERFILMAN”

4. Video Youtube
https://www.youtube.com/watch?v=sqZMs88fII8 : video sejarah kamera
https://www.youtube.com/watch?v=9SCxMOn3o8Q : jenis-jenis fotografi
LAMPIRAN

A. BAHAN MATERI AJAR

RINGKASAN MATERI

1. FOTOGRAFI DASAR
SEJARAH FOTOGRAFI
The History of Photography karya Alma Daveport, yang diterbitkan oleh University of New
Mexico press tahun 1991, menyebutkan bahwa pada abad ke-5 sebelum Masehi, seorang bernama Mo Ti
sudah mengamati sebuah gejala pada dinding dalam ruangan yang gelap terdapat lubang kecil atau
pinhole, maka di bagian dalam ruang itu akan terefleksikan pemandangan yang berada di luar ruangan
yang terlihat secara terbalik yang melewati lubang tersebut. Mo Ti adalah orang pertama yang menyadari
fenomena camera obscura.

Gambar : Kamera Obscura


Sumber: https:// https:// https://qrgo.page.link/H48To

Pada abad ketiga SM fenomena ini memberikan kekaguman kepada Aristoteles, kemudian pada
abad ke-10 SM seorang ilmuwan bangsa Arab yaitu Ibnu Al Hatim (Al Hazem) yang pada saat itu menjadi
seorang pelajar mengamati dan kemudian menulis bahwa citra dapat dibentuk dari cahaya yang melewati
sebuah lubang kecil. Pada tahun 1558, seorang ilmuwan Italia, Giambattista della Porta menyebutkan
bahwa prinsip kamera obscura membantu pelukis menangkap bayangan gambar pada sebuah kota.

Pada tahun 1685 – 1686 Johan Zahn melakukan percobaan dengan membuat kamera obscura tersebut
menjadi lebih portabel dan bisa dibawa kemana-mana. Selain itu, kamera Zahn juga sudah dilengkapi
dengan lensa yang bisa digerakkan maju mundur dan sudah memiliki diafragma serta kaca pantul untuk
melihat dan mengontrol tangkapan lensa dari luar kotak.
Pada tahun 1839 diambil sebuah foto selfie yang dianggap sebagai foto selfie tertua. Foto tersebut milik
Robert Cornelius. Dan pada tahun 1860 James Wallace Black pertama kali memotret dari udara. Tidak
dilakukan menggunakan drone seperti sekarang. Namun menggunakan balon udara yang terbang dengan
ketinggian 2000 kaki.
Pada tahun 1877 Louis Arthur Ducos du Houron pertama kali mencetuskan foto yang berwarna. Tujuannya

untuk memperlihatkan bahwa dunia ini tidak hanya hitam-putih saja. Foto yang diambil berada di Selatan
Prancis dan kemudian dinamai “Landscape of Southern France. Tahun 1900 Kodak Brownie diluncurkan,
yang menandai awal pertama berkembangnya portabel kotak kamera. Tahun 1925 Penampakan tongkat
narsis (tongsis) pertama yang muncul pada tahun 1925 di foto Arnold dan Helen Hogg. Untuk
mendapatkan hasil foto yang bagus tak harus dilakukan pada siang hari. Pada malam haripun Kamu bisa
mendapatkan hasil foto yang bagus. Namun Kamu harus mengetahui teknik-teknik dasar sebelum men-
eksekusinya.
Pada tahun 1980-an George Eastman, melalui perusahaannya Kodak Eastman, terjun di bisnis fotografi
dengan membuat kamera boks dan roll film yang praktis dibawa kemana-mana. Kamera ini juga memiliki

fitur flash atau lampu kilat yang ditemukan pertama kali oleh Harold E. Edgerton.
Terkenal dengan slogan “Anda menekan tombol dan kami melakukan sisanya”, penemuan-penemuan
George Eastman selanjutnya makin melengkapi produk Kodak, mulai dari fitur lensa, film, dan kertas
foto.

Tahun 2006, Tongsis kemudian dipatenkan oleh Wayne Fromm yang kemudian diberi nama Quick Pod.
Istilah selfie muncul pada 13 September 2012 oleh Nathan Hope disebuah situs yang bernama ABConline.
Selfie adalah jenis foto diri yang diambil oleh diri sendiri menggunakan kamera digital ataupun kamera
handphone. Sering disebut juga sebagai foto narsis. Dan pada tahun 2014 Foto selfie paling
fenomenal terjadi pada tahun ini. Memperlihatkan foto selfie ketika pemberian penghargaan Oscar yang
mendapat total retweet mencapai 3 juta di sebuah platform sosial media, twitter. Foto tersebut kemudian
dikenal dengan nama Oscar Selfie.

2. JENIS FOTOGRAFI
Genre fotografi memiliki berbagai macam jenis yang dibedakan dari segala aspek. Maka web
dari Pixel yaitu https://www.pixel.web.id/jenis-jenis-fotografi/ menyimpulkan jenis-jenis
fotografi yang perlu diketahui sebagai berikut :

a. Fotografi Dokumenter
c. Fotografi Makro
Fotografi dokumenter merupakan
visualisasi dunia nyata yang dilakukan oleh
fotografer untuk mendeskripsikan
peristiwa penting, dalam
mengkomunikasikan pendapat dan mudah
dipahami publik. Jenis fotografi ini
memiliki kemiripan dengan fotografi
jurnalistik, namun letak perbedaanya
adalah genre fotografi dokumenter lebih
ditujukan sebagai dokumenter sosial atau
sejarah. Sedangkan untuk fotografi
jurnalistik hanya fokus untuk
b. Foto Jurnalistik menggambarkan tentang kejadian atau
peristiwa tertentu saja.

Foto Jurnalistik adalah bentuk visualisasi dari


jurnalisme dalam rangka mengabarkan sebuah
berita atau Spot News. Berbeda halnya dengan
fotografi dokumenter yang harus mengikuti
pelatihan formal untuk mendapatkan hasil yang
menarik, fotografi jurnalistik lebih berfokus pada
peristiwa yang di dokumentasikan

Fotografi makro adalah memotret dengan jarak


sangat dekat untuk mendapatkan detail yang
tinggi pada objek kecil sekalipun. Pada objek
berukuran kecil maka gambar yang dihasilkan
menjadi terlihat lebih besar daripada ukuran
sesungguhnya. Tidak hanya itu saja, fotografi
makro juga membutuhkan berbagai perlengkapan
fotografi yang harganya tidak murah. Namun jika
Anda ingin mempelajari fotografi makro, bisa
berlatih menggunakan mode macro pada kamera
digital.
d. Fotografi Aksi

Biasanya fotografi aksi dilakukan


kepada objek-objek yang bergerak,
contohnya seperti fotografi olahraga.
Fotografi aksi mengharuskan Anda
sebagai fotografer untuk dapat cepat
menangkap objek yang bergerak untuk
mendapatkan hasil yang maksimal.
Fotografi aksi pun harus jeli
mengetahui objek yang akan di fotonya
supaya dapat mengantisipasi waktu
yang diperlukan
untuk pengambilan gambar. Fotografer aksi biasanya adalah seorang yang telah memahami
dan memiliki ketertarikan khusus pada objek yang akan di fotonya

e. Fotografi Bawah Air

Fotografi bawah air bertujuan untuk


menggambarkan kehidupan di laut untuk
ditampilkan ke permukaan, disebut juga
Underwater photography. Tentunya sebagian
besar fotografi bawah air digunakan oleh
orang yang biasa melakukan kegiatan snorkel
atau scuba diving

f. Fotografi Glamour

fotografi jenis ini memiliki tujuan untuk


mendeskripsikan objek di dalam sebuah
cahaya yang glamour dan mewah, sehingga
objek tersebut dapat memperlihatkan sisinya
yang berbeda

g. Fotografi Aerial
Fotografi Aerial atau aerial
photography adalah memotret dari ketinggian
atau udara, bisa dari pesawat terbang, Balon
Udara, helikopter, pesawat tanpa awak (Drone).
Biasanya fotografi jenis ini digunakan untuk
keperluan konstruksi atau survei sebuah wilayah
3. PERALATAN FOTOGRAFI
a. MACAM – MACAM KAMERA
Menurut Bambang Karyadi, kamera merupakan alat yang digunakan untuk menangkap
cahaya yang dipantulkan subjek atau objek, kemudian menyimpannya ke dalam media
penyimpanan. Kamera memiliki lensa yang berfungsi untuk menangkap cahaya, diafragma
yang berfungsi mengatur besar kecilnya cahaya yang masuk, shutter speed yang mengatur
cepat atau lambatnya cahaya yang masuk. Sensor menangkap dan mengubah bentuk cahaya
ke dalam data digital, processor untuk mengolah data digital, kartu penyimpanan atau
memory card yang berfungsi untuk menyimpan data data digital.

1) Kamera Saku
Sejak sebelum era kamera digital, kamera saku sudah
menemani analog Single Lens Reflex (SLR) sebagai alternatif
memotret yang mudah dibawa ke mana-mana. Setelah era
kamera digital, kamera saku tetap digemari. Meskipun secara
kemampuan tetap tidak bisa menandingi kamera SLR.

Gambar : Kamera Saku


Sumber:
https://qrgo.page.link/Y1ACK

2) Prosumer Camera
Jenis kamera digital yang satu ini punya
kemampuan yang lebih baik dibanding kamera
saku. Perbedaan yang paling mudah terlihat
adalah mode manual dan auto yang sudah
terdapat pada kamera prosumer. Bisa dianggap
kamera prosumer mencoba menggabungkan
fleksibilitas kamera saku dengan kecanggihan
fitur yang
dimiliki DSLR.

3) Kamera Mirrorless
Dengan bentuk fisik yang relatif sama,
seperti namanya, kamera mirrorless
tidak menggunakan cermin seperti
halnya yang dimiliki DSLR. Tanpa
keberadaan cermin, kamera ini
menjadi punya ukuran yang lebih
kecil dan ringkas dari DSLR. Tapi
kemampuannya bisa disetarakan
dengan DLSR level menengah. Salah Gambar : Kamera Mirrorless Sumber:
satu kelebihannya adalah lensa yang https://qrgo.page.link/FbXFV

bisa dilepas, seperti halnya DSLR.


4) Kamera Digital Single Lens Reflex
(DSLR) Inilah kamera digital yang paling mumpuni di
antara semua jenis kamera digital yang ada saat
ini. Seperti pendahulunya di era analog, kamera
DSLR juga memiliki banyak fitur yang berguna
untuk bisa menghasilkan foto-foto yang menarik.
Semakin tinggi levelnya, semakin canggih fitur
yang dimiliki dan harganya pun semakin mahal.
DSLR memiliki varian lensa paling banyak
dibanding kamera digital lainnya. Dari mulai
yang bersudut lebar seperti lensa fish eye hingga
lensa zoom yang mencapai lebih dari
500 mm. Generasi terbaru kamera DLSR bahkan sudah tidak sekadar digunakan untuk
mengambil foto saja. Sudah bisa dijadikan kamera video dengan kualitas gambar tinggi
5) Kamera Aksi (action camera)
Kamera aksi biasanya lebih banyak
dipakai untuk merekam video
ketimbang foto. Dengan bentuknya
yang lebih kecil dari kamera saku,
kamera ini bisa dipasang di atas
kendaraan atau di atas helm. Kualitas
dari kamera aksi sudah sangat
mumpuni. Bisa menghasilkan video
1080p pada kecepatan 30 frame per
second (fps) atau 720p pada 60 fps.
Artinya kualitas gambar yang
dihasilkan sudah masuk dalam level
High Definition yang tajam.
Gambar : Kamera Aksi Sumber:
Dengan fitur image stabilization, https://qrgo.page.link/e44um
sebuah kamera aksi bisa
menghasilkan gambar nyaris tanpa
goncangan meski dipasang di atas
kendaraan yang melaju kencang.

6) Kamera Medium Format


Keunggulan kamera medium format adalah
ketajaman dari detail objek yang difoto. Di era
digital, kelebihan yang tidak dimiliki DSLR itu
tetap dilanjutkan. Kamera medium format
biasanya digunakan untuk kepentingan komersial
dari sebuah produk karena mampu menghasilkan
gambar yang sangat detail.

Gambar : Kamera Medium


Sumber:
https://qrgo.page.link/vMw7j

b. BAGIAN KAMERA
Kamera merupakan peralatan utama dalam melakukan kegiatan fotografi. Beberapa bagian
dari kamera adalah sebagai berikut:
1) Kamera Analog
Bagian-bagian dari kamera analog adalah sebagai berikut:
● Lens: Lensa adalah bagian dari kamera yang bisa integral tak terpisah atau bisa
dilepas (tergantung jenis kameranya) yang berguna untuk memfokuskan cahaya agar
tertangkap oleh bagian kamera untuk kemudian direkam ke atas film. Pengaturan
cahaya yang disebut diafragma terdapat di lensa.
● Film Compartment: Kompartemen film di dalam kamera, merupakan sebuah ruangan
di dalam kamera yang menyimpan film. Biasanya terletak di bagian belakang yang
bisa dibuka seperti pintu. Kompartemen film ini memiliki bagian untuk tabung film,
bagian untuk membentangkan film agar bisa tercahayai, papan penekan untuk
mengencangkan film dan tombol penggulung film.
● Viewfinder: Jendela bidik adalah bagian di belakang kamera yang dipergunakan oleh
fotografer untuk mengarahkan lensa agar bisa menangkap gambar.
● Shutter speed dial: adalah bagian kamera yang terdiri dari plastic atau logam yang
menjaga agar cahaya masuk ke film atau sensor digital.
● Shutter Release: Tombol perekam gambar atau tombol tembak adalah tombol yang
digunakan untuk merekam gambar. Saat tombol ini ditekan, rana membuka dan
cahaya bisa masuk ke dalam kompartemen film untuk memaparkan cahaya kepada
film.
● Shutter Speed Control: Pengontrol Kecepatan. Ini adalah bagian dari kamera yang
digunakan untuk mengontrol seberapa lama rana terbuka.
● Film Speed Control: Pengontrol Kecepatan Film mengontrol kecepatan film yang
tepat
● F-Stop Control: Pengontrol Diafragma untuk mengatur besarnya cahaya yang masuk
melalui lensa.
● Flash: Kita mengenalnya sebagai blitz atau lampu flash. Digunakan sebagai cahaya
buatan sebagai tambahan apabila dirasakan cahaya yang tersedia kurang untuk
merekam gambar.
● Hot Shoe Mount: Dudukan blitz yang biasanya terdapat di bagian atas kamera,
terutama di kamera SLR (Single Lens Reflect).
● Lens Ring Mount: Dudukan lensa. Ada pada kamera yang memiliki lensa yang bisa dilepas-
tukar. Berbentuk semacam cincin yang bisa mengunci lensa yang dipasang. Tentu saja terletak
di bagian depan kamera
Gambar : Bagian Kamera Analog
Sumber: https://qph.fs.quoracdn.net/main-qimg- b87ec8ed7cf49b8c9b2f195eaf0ff3bf

2) Kamera Digital

Gam
bar :
Bagian
Kamera
Digital
Sumber:
https://
qrgo.pa
ge.link/
NmY1m
Bagian-bagian dari kamera digital adalah sebagai berikut:
● Lensa merupakan bagian pokok dari kamera yang bekerja sama dengan body kamera.

● Tombol Stabilizer (IS, VR, VC) yang berfungsi untuk menstabilkan getaran oleh
tangan (hand shake) saat memotret yang berpotensi membuat hasil foto menjadi
motion blur.
● Tombol Pembuka Lensa yang fungsinya tidak lain untuk membantu melepaskan
lensa dari body
● Tombol Fokus yang terdiri dari dua mode yaitu Auto Focus (AF) dan Manual Focus
(MF)
● Tombol Pembuka Flash yang digunakan untuk membuka lampu flash pada kamera.
Tombol ini hanya berfungsi bila kamera dalam keadaan menyala / standby.
● Built-in Flash Light adalah lampu blitz atau flash diterjemahkan secara bebas
menjadi lampu kilat. Fungsi utamanya yaitu untuk membantu pencayaan pada
kondisi gelap dengan cara meng- illuminate
(mencahayai /menerangi) obyek yang
kekurangan cahaya agar terekspos
dengan baik.
● Tombol Shutter adalah tombol yang
kalian tekan untuk mengambil gambar.
● Grip salah satu bagian menonjol di bagian
kanan anatomi kamera yang fungsinya
sebagai pegangan pada kamera. Grip
didesain dengan tekstur kasar agar bisa
memegang kamera dengan kuat tanpa
terpeleset ketika memotret. Kesalahan memegang grip merupakan salah satu faktor
penyebab terjadinya hand shake.
● Anti Red Eye yang berfungsi sebagai penangkal untuk menghindari mata yang
terlihat merah (red eye) pada hasil foto yang merupakan efek dari lampu flash.
● Tombol Preview yang gunanya untuk melihat hasil foto pada layer LCD kamera.

● Tombol Delete yang berfungsi untuk menghapus foto dan data lainnya di dalam
kamera.
● Tombol Navigasi berfungsi untuk membantu mengendalikan program dalam
kamera termasuk menggeser pilihan pada menu di kamera. Tidak semua kamera
memiliki bentuk tombol navigasi yang sama, ada berupa scroll, analog, dan tombol 4
arah.
● Tombol Fn/Q yang berfungsi untuk merubah / mengalihkan fungsi pada tombol
navigasi di atas ke fungsi shortcut.
● Tombol AV mempunyai fungsi untuk mengatur bukaan diafragma atau aperture.

● Tombol Zoom yang berfungsi untuk memperbesar hasil foto dan juga untuk
memperdekat jarak objek ketika mengaktifkan mode livefiew saat memotret.
● Mode-Dial adalah menu untuk memilih dan mengganti mode eksposure / modus
pemotretan.
● Tombol Lifeview yang berfungsi untuk mengganti / mengalihkan layar bidik dari
viewfinder ke lifeview yang tampil pada layar LCD
● Viewfinder adalah jendela bidik yang digunakan untuk melihat objek saat memotret.

● Tombol Menu untuk menuju menu pengaturan utama kamera, sedangkan Tombol
Info untuk mengetahui informasi data termasuk informasi foto.
● Layar LCD memiliki multi fungsi yaitu yang pertama untuk menampilkan
keterangan settingan pada kamera (mode eksposure, shutter speed, aperture, ISO),
kemudian
untuk melihat hasil foto, dan terakhir sebagai layar bidik besar untuk melihat objek
yang akan difoto secara live, yang disebut lifeview.
● Tombol ISO merupakan tombol shortcut untuk mengatur ISO.

● Main-Dial yang juga berfungsi sebagai navigasi untuk menggeser pilihan pada menu
tertentu.
● Tombol Display fungsinya untuk mengaktifkan mode standby dan untuk
menghidupkan kembali dari mode standby. Ketika dalam mode standby kamera
masih tetap dalam keadaan menyala, hanya saja sedang diistirahtkan dan bukan
Gambar : Lensa
dalam keadaan off. Standar
Sumber: https://qrgo.page.link
/q5hnC

● Tombol ON/OFF adalah tombol yang berfungsi untuk menghidupkan dan


mematikan kamera

c. LENSA
Pekerjaan dasar lensa kamera adalah mengumpulkan dan memfokuskan cahaya
yang dipantulkan dari pemandangan atau subjek. Saat sinar cahaya yang dipantulkan
memasuki lensa kamera dan melewati elemen, mereka diarahkan ke sensor gambar
kamera. Berbagai macam lensa memiliki fungsi dan karakterisrik berbeda. Karakteristik
ini disesuaikan demi mendapatkan gambar terbaik sesuai perencanaan visual yang
sudah dibuat. Pada kamera, lensa tersusun atas beberapa lensa yang berjauhan yang bisa
diatur sehingga menghasilkan ukuran tangkapan gambar dan variasi fokus yang
berbeda.
Di bagian luar lensa fotografi biasanya ditempatkan tiga cincin pengatur, yaitu
cincin panjang fokus (untuk lensa jenis variabel), cincin diafragma, dan cincin fokus.
Fokus adalah bagian yang mengatur jarak ketajaman lensa. Diafragma berfungsi seperti
pupil dalam mata yang berguna untuk mengatur cahaya yang akan masuk ke dalam
kamera. Jika cahaya terang, maka diafragma akan menyempit. Jika cahaya redup, maka
diafragma melebar. Cahaya yang masuk ke dalam kamera membentuk gambar pada film.
Bayangan benda yang terbentuk harus jatuh pada film.

Jenis lensa fotografi bisa dijelaskan sebagai berikut.


1) Lensa Standar
Dinamakan lensa standar karena lensa ini memiliki fokus yang sesuai dengan pandangan
mata manusia. sudut pandang sama dengan sudut pandang mata manusia sehingga,
tidak menjauhkan objek maupun mendekatkan objek. Fokus pada
lensa standar adalah 50 mm.

2) Lensa Sudut Lebar


Lensa sudut lebar disebut dengan wide angle
lens. Dengan lensa ini kita dapat menangkap
objek lebih banyak dikarenakan sudut lensa
ini lebih lebar. Fokus pada lensa ini adalah 17
mm, 20 mm, 24 mm, 28 mm, dan 35 mm.

Gambar : Lensa Sudut Lebar


Sumber: https://qrgo.page.link/dA418
3) Lensa Mata Ikan
Lensa mata ikan dinamakan juga fish eye lens karena sesuai
dengan bentuk lensa ini yang memiliki permukaan yang sangat
cembung seperti mata ikan koki yang melotot. Lensa ini
sebenarnya dapat dikategorikan sebagai lensa sudut lebar, tapi
memiliki sudut yang sangat lebar dan memiliki titik fokus yang
begitu pendek, yaitu 14 mm
15 mm atau 16 mm.

4) Lensa Tele
Lensa ini adalah lensa yang dapat menangkap
dan mendekatkan jarak objek. Dengan
menggunakan lensa tele objek yang jauh dapat
terlihat lebih dekat. Contohnya adalah dapat
digunakan untuk memotret singa yang sedang
kelaparan dari jarak yang aman.
Gambar : Lensa Tele
Sumber:
https://qrgo.page.link/zUG2u

5) Lensa Zoom
Lensa zoom adalah lensa yang sangat
populer karena kepraktisannya.
Dengan memiliki sebuah lensa zoom
sama artinya dengan memiliki
beberapa lensa karena
kemampuannya mengubah titik
fokusnya. Dengan kelebihan yang
dimiliki lensa ini, tidak perlu membawa
lensa terlalu banyak dan tidak perlu
lagi mengganti-ganti jenis lensa apabila
hendak mencari foto. Ukuran lensa
Zoom bervariasi seperti 28 - 80 mm,
35 - 70 mm, 80 - 200 mm, 70 - 300 mm.
Gambar : Lensa Zoom Sumber:
https:// qrgo.page.link/zUG2u

Anda mungkin juga menyukai