Dasar Fotografi SMK Kelas X
Dasar Fotografi SMK Kelas X
SMK
DASAR DASAR FOTOGRAFI
INFORMASI UMUM
INFORMASI KHUSUS
1. TUJUAN PEMBELAJARAN
Dengan menambah rujukan melalui kegiatan literasi, menggali informasi secara offline
dan online, berdiskusi dan bekerjasama dengan teman , peserta didik dapat berfikir
kritis agar mampu :
a. Menjelaskan mengenai sejarah fotografi dan jenis-jenis fotografi dengan baik dan
benar
b. Mengurutkan perkembangan dari awal fotografi menjadi kamera digital
c. Membedakan jenis – jenis fotografi dengan benar
d. Menjabarkan bagian – bagian dan kegunaan mengenai kamera dengan benar
2. PEMAHAMAN BERMAKNA
Setelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan mampu mengidentifikasikan
sejarah fotografi dan perkembangan fotografi yang nantinya berkaitan dengan hal-hal
mendasar di bidang penyiaran radio, televisi dan produksi film dalam dunia industri
yang sebenarnya.
3. MODEL PEMBELAJARAN
Discovery Learning
4. RINGKASAN MATERI
The History of Photography karya Alma Daveport, yang diterbitkan oleh University of
New Mexico press tahun 1991, menyebutkan bahwa pada abad ke-5 sebelum Masehi, seorang
bernama Mo Ti sudah mengamati sebuah gejala pada dinding dalam ruangan yang gelap
terdapat lubang kecil atau pinhole. Pada abad ketiga SM fenomena ini memberikan kekaguman
kepada Aristoteles, kemudian pada abad ke-10 SM seorang ilmuwan bangsa Arab yaitu Ibnu Al
Hatim (Al Hazem) menulis bahwa citra dapat dibentuk dari cahaya yang melewati sebuah
lubang kecil. Pada tahun 1558, seorang ilmuwan Italia, Giambattista della Porta menyebutkan
bahwa prinsip kamera obscura membantu pelukis menangkap bayangan gambar pada sebuah
kota.
Jenis – Jenis Fotografi :
a. Fotografi Dokumenter
b. Foto Jurnalistik
c. Fotografi Makro
d. Fotografi Aksi
e. Fotografi Bawah Air
f. Fotografi Glamour
g. Fotografi Aerial
Menurut Bambang Karyadi, kamera merupakan alat yang digunakan untuk
menangkap cahaya yang dipantulkan subjek atau objek, kemudian menyimpannya ke dalam
media penyimpanan. Adapun macam – macam kamera sebagai berikut :
a. Kamera Saku
b. Prosumer Cahaya
c. Kamera Mirrorles
d. Kamera Digital Single Lens Reflex (DSLR)
e. Kamera Aksi (ActionCamera)
f. Kamera Medium Format
5. KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
ALOKA
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
SI
Pada Elemen Dasar-dasar fotografi, tata kamera, tata artistik,
tata suara dan editing WAKT
U
6 JP
@45
Menit
PERTEMUAN 1
1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, ucapan
KE syukur dan mengawali pembelajaran dengan bacaan
GI berdoa.
AT 2. Guru memberi semangat dan motivasi pada siswa dengan
AN menggunakan strategi seperti yel – yel yang dibuat di
PE kelas tersebut. 15 Menit
ND 3. Mengecek kehadiran peserta didik.
AH
4. Menjelaskan kegiatan pembelajaran dan tujuan
UL
pembelajaran yang akan dicapai.
UA
5. Mengajukan pertanyaan pemantik yang ada
N
keterkaitannya dengan materi pelajaran yang akan
dilakukan :
A. Apa nama kamera
yang pertama kali
muncul ?
B. Menurut kalian, jenis
kamera apa yang
digunakan oleh para
fotografer ?
Pembuktian (verification)
9. Peserta didik menunjukkan hasil pengerjaan kepada
guru untuk diperiksa secara bersama-sama dengan
cermat. Sehingga peserta didik dapat melaksanakan
dimensi Profil Pelajar Pancasila pada sub elemen :
mandiri agar dapat mengelola dirinya sendiri (pikiran,
perasaan, tindakan) untuk mencapai tujuan pribadinya
ataupun tujuan bersama
BENTUK
JENIS TES
TES
Profil Pelajar Tertu Perfoma
Pancasila lis
Diagnostik Penilaian sikap Jawaban singkat
dan sosial
Formatif Uraian
Sumatif
Asesmen Sumatif
PENILAIAN SIKAP
SMK NEGERI 1
BANYUWANGI RANCANGAN
PENILAIAN SIKAP SOSIAL
DAN SPIRITUAL
TAHUN PELAJARAN 2022/2023
AKHL BER SK PR
N AKHL KOL KR
NAMA SISWA AK NA OR ED
AK AB E
BERA LA NIL IK
O PRIBA ORA A
GA R AI AT
DI SI TI
MA KRITI
F
S
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
ds
t
Predikat Nilai :
A : 90 – 100
B : 80 - 89
C : 70 - 79
D :60 - 69
E : 50 – 59
Rancangan Asesmen Formatif
Waktu dilakukan : Setiap pertemuan pada akhir elemen
Persiapan : Menyiapkan LKPD
Pelaksanaan : Arahkan siswa untuk menjawab beri waktu yang cukup
Tindak lanjut : Melakukan pengolahan pada hasil asesmen
Waktu Jeni
Tujuan
Pelaksana s
Pembelajaran
an Asesm
en
1. Peserta didik mampu menjelaskan mengenai sejarah Pada akhir Tanya
fotografi penyampai Jawab
an materi
3. Peserta didik mampu menjelaskan jenis – jenis fotografi Pada akhir Uraian
penyampai
an materi
5. Peserta didik mampu menjabarkan bagian – bagian dan Pada akhir Tanya
kegunaan mengenai kamera penyampai Jawab
an materi
KISI – KISI TES FORMATIF
DASAR – DASAR BROADCAST DAN PERFILMAN
K LEV BENTUK
SUB INDIKAT
ELEMEN L KONTEN EL SOAL
ELEM OR
S KOG PILIH URAIA
EN SOAL URAI
NI AN N
AN
TIF GAND SINGK
A AT
Dasar- Fotogr X a. Peserta
dasar afi Sejara didik
fotografi, Dasar h mampu
tata fotogr menganali
kamera, afi - sis
C V
tata b. Jenis perkemba
4
artistik, foto ng an
tata suara c. Maca sejarah
dan editing m– kamera
maca
m
Kamer
a
d. bagia
n-
bagia
n
kam
era
Peserta
didik
mampu
mendiagr
am kan C V
perkemba 4
ng an
sejarah
kamera
Peserta
didik
mampu
memilih C V
jenis – 4
jenis
fotografi
Peserta
didik
mampu
mengura C V
i bagian 4
dan
fungsi
kamera
Peserta
didik
mampu
menyele
ksi C V
macam – 4
macam
kamera
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
SOAL PENGETAHUAN
Nama : ………………………………………….
Kelas : ………………………………………….
No. Absen : ………………………………………….
Mata Pelajaran : Dasar – Dasar Broadcast dan Perfilman
A. Tujuan Pembelajaran :
1. Setelah memahami materi mengenai sejarah kamera, peserta didik mampu
mengetahui dan menceritakan sejarah fotografi
2. Setelah, memahami materi, peserta didik mampu mengkategorikan fotografi sesuai
jenisnya
3. Setelah memahami materi, peserta didik mampu mengkategorikan macam – macam
kamera.
4. Setelah memahami materi, peserta didik mampu menjabarkan bagian – bagian dan
kegunaan mengenai kamera digital
Penilai
an
N Asp Skor
Sangat
O ek Kura Cuk Ba
Kompet
ng up ik
en
1 2 3
4
Sikap (50%)
Ketepatan waktu
1
dalam mengerjakan
tugas
Kerapihan dalam
2 mengerjakan tugas
yang
diberikan
Bersikap sopan dan
3 santun sesuai dengan
etika
Mengerjakan sesuai
4 perintah yang diberikan
Ketuntasan
5 menyelesaikan tugas
Pengetahuan (50%)
Pemahaman
6 perkembangan sejarah
fotografi
Identifikasi Jenis-
7
jenis kamera
Identifikasi Jenis-
8 jenis fotografi
Pemahaman bagian-
9
bagian kamera
1 Pemahaman fungsi kamera
0
Jumlah Skor
Keterangan :
Predikat :
Nilai 91 – 100
: Amat Baik Nilai 81 –
90 : Baik
Nilai 71 – 80 : Cukup
Nilai ≤ 70 : Kurang
Rubrik Penilaian
Bahan Ajar
( Terlampir )
Media Pembelajaran
1. Presentasi menggunakan Power Point
2. Refrensi internet
https://jsp.co.id/sejarah-perkembangan-fotografi-dari-masa-ke-masa/
https://www.pixel.web.id/jenis-jenis-fotografi/
4. Video Youtube
https://www.youtube.com/watch?v=sqZMs88fII8 : video sejarah kamera
https://www.youtube.com/watch?v=9SCxMOn3o8Q : jenis-jenis fotografi
LAMPIRAN
RINGKASAN MATERI
1. FOTOGRAFI DASAR
SEJARAH FOTOGRAFI
The History of Photography karya Alma Daveport, yang diterbitkan oleh University of New
Mexico press tahun 1991, menyebutkan bahwa pada abad ke-5 sebelum Masehi, seorang bernama Mo Ti
sudah mengamati sebuah gejala pada dinding dalam ruangan yang gelap terdapat lubang kecil atau
pinhole, maka di bagian dalam ruang itu akan terefleksikan pemandangan yang berada di luar ruangan
yang terlihat secara terbalik yang melewati lubang tersebut. Mo Ti adalah orang pertama yang menyadari
fenomena camera obscura.
Pada abad ketiga SM fenomena ini memberikan kekaguman kepada Aristoteles, kemudian pada
abad ke-10 SM seorang ilmuwan bangsa Arab yaitu Ibnu Al Hatim (Al Hazem) yang pada saat itu menjadi
seorang pelajar mengamati dan kemudian menulis bahwa citra dapat dibentuk dari cahaya yang melewati
sebuah lubang kecil. Pada tahun 1558, seorang ilmuwan Italia, Giambattista della Porta menyebutkan
bahwa prinsip kamera obscura membantu pelukis menangkap bayangan gambar pada sebuah kota.
Pada tahun 1685 – 1686 Johan Zahn melakukan percobaan dengan membuat kamera obscura tersebut
menjadi lebih portabel dan bisa dibawa kemana-mana. Selain itu, kamera Zahn juga sudah dilengkapi
dengan lensa yang bisa digerakkan maju mundur dan sudah memiliki diafragma serta kaca pantul untuk
melihat dan mengontrol tangkapan lensa dari luar kotak.
Pada tahun 1839 diambil sebuah foto selfie yang dianggap sebagai foto selfie tertua. Foto tersebut milik
Robert Cornelius. Dan pada tahun 1860 James Wallace Black pertama kali memotret dari udara. Tidak
dilakukan menggunakan drone seperti sekarang. Namun menggunakan balon udara yang terbang dengan
ketinggian 2000 kaki.
Pada tahun 1877 Louis Arthur Ducos du Houron pertama kali mencetuskan foto yang berwarna. Tujuannya
untuk memperlihatkan bahwa dunia ini tidak hanya hitam-putih saja. Foto yang diambil berada di Selatan
Prancis dan kemudian dinamai “Landscape of Southern France. Tahun 1900 Kodak Brownie diluncurkan,
yang menandai awal pertama berkembangnya portabel kotak kamera. Tahun 1925 Penampakan tongkat
narsis (tongsis) pertama yang muncul pada tahun 1925 di foto Arnold dan Helen Hogg. Untuk
mendapatkan hasil foto yang bagus tak harus dilakukan pada siang hari. Pada malam haripun Kamu bisa
mendapatkan hasil foto yang bagus. Namun Kamu harus mengetahui teknik-teknik dasar sebelum men-
eksekusinya.
Pada tahun 1980-an George Eastman, melalui perusahaannya Kodak Eastman, terjun di bisnis fotografi
dengan membuat kamera boks dan roll film yang praktis dibawa kemana-mana. Kamera ini juga memiliki
fitur flash atau lampu kilat yang ditemukan pertama kali oleh Harold E. Edgerton.
Terkenal dengan slogan “Anda menekan tombol dan kami melakukan sisanya”, penemuan-penemuan
George Eastman selanjutnya makin melengkapi produk Kodak, mulai dari fitur lensa, film, dan kertas
foto.
Tahun 2006, Tongsis kemudian dipatenkan oleh Wayne Fromm yang kemudian diberi nama Quick Pod.
Istilah selfie muncul pada 13 September 2012 oleh Nathan Hope disebuah situs yang bernama ABConline.
Selfie adalah jenis foto diri yang diambil oleh diri sendiri menggunakan kamera digital ataupun kamera
handphone. Sering disebut juga sebagai foto narsis. Dan pada tahun 2014 Foto selfie paling
fenomenal terjadi pada tahun ini. Memperlihatkan foto selfie ketika pemberian penghargaan Oscar yang
mendapat total retweet mencapai 3 juta di sebuah platform sosial media, twitter. Foto tersebut kemudian
dikenal dengan nama Oscar Selfie.
2. JENIS FOTOGRAFI
Genre fotografi memiliki berbagai macam jenis yang dibedakan dari segala aspek. Maka web
dari Pixel yaitu https://www.pixel.web.id/jenis-jenis-fotografi/ menyimpulkan jenis-jenis
fotografi yang perlu diketahui sebagai berikut :
a. Fotografi Dokumenter
c. Fotografi Makro
Fotografi dokumenter merupakan
visualisasi dunia nyata yang dilakukan oleh
fotografer untuk mendeskripsikan
peristiwa penting, dalam
mengkomunikasikan pendapat dan mudah
dipahami publik. Jenis fotografi ini
memiliki kemiripan dengan fotografi
jurnalistik, namun letak perbedaanya
adalah genre fotografi dokumenter lebih
ditujukan sebagai dokumenter sosial atau
sejarah. Sedangkan untuk fotografi
jurnalistik hanya fokus untuk
b. Foto Jurnalistik menggambarkan tentang kejadian atau
peristiwa tertentu saja.
f. Fotografi Glamour
g. Fotografi Aerial
Fotografi Aerial atau aerial
photography adalah memotret dari ketinggian
atau udara, bisa dari pesawat terbang, Balon
Udara, helikopter, pesawat tanpa awak (Drone).
Biasanya fotografi jenis ini digunakan untuk
keperluan konstruksi atau survei sebuah wilayah
3. PERALATAN FOTOGRAFI
a. MACAM – MACAM KAMERA
Menurut Bambang Karyadi, kamera merupakan alat yang digunakan untuk menangkap
cahaya yang dipantulkan subjek atau objek, kemudian menyimpannya ke dalam media
penyimpanan. Kamera memiliki lensa yang berfungsi untuk menangkap cahaya, diafragma
yang berfungsi mengatur besar kecilnya cahaya yang masuk, shutter speed yang mengatur
cepat atau lambatnya cahaya yang masuk. Sensor menangkap dan mengubah bentuk cahaya
ke dalam data digital, processor untuk mengolah data digital, kartu penyimpanan atau
memory card yang berfungsi untuk menyimpan data data digital.
1) Kamera Saku
Sejak sebelum era kamera digital, kamera saku sudah
menemani analog Single Lens Reflex (SLR) sebagai alternatif
memotret yang mudah dibawa ke mana-mana. Setelah era
kamera digital, kamera saku tetap digemari. Meskipun secara
kemampuan tetap tidak bisa menandingi kamera SLR.
2) Prosumer Camera
Jenis kamera digital yang satu ini punya
kemampuan yang lebih baik dibanding kamera
saku. Perbedaan yang paling mudah terlihat
adalah mode manual dan auto yang sudah
terdapat pada kamera prosumer. Bisa dianggap
kamera prosumer mencoba menggabungkan
fleksibilitas kamera saku dengan kecanggihan
fitur yang
dimiliki DSLR.
3) Kamera Mirrorless
Dengan bentuk fisik yang relatif sama,
seperti namanya, kamera mirrorless
tidak menggunakan cermin seperti
halnya yang dimiliki DSLR. Tanpa
keberadaan cermin, kamera ini
menjadi punya ukuran yang lebih
kecil dan ringkas dari DSLR. Tapi
kemampuannya bisa disetarakan
dengan DLSR level menengah. Salah Gambar : Kamera Mirrorless Sumber:
satu kelebihannya adalah lensa yang https://qrgo.page.link/FbXFV
b. BAGIAN KAMERA
Kamera merupakan peralatan utama dalam melakukan kegiatan fotografi. Beberapa bagian
dari kamera adalah sebagai berikut:
1) Kamera Analog
Bagian-bagian dari kamera analog adalah sebagai berikut:
● Lens: Lensa adalah bagian dari kamera yang bisa integral tak terpisah atau bisa
dilepas (tergantung jenis kameranya) yang berguna untuk memfokuskan cahaya agar
tertangkap oleh bagian kamera untuk kemudian direkam ke atas film. Pengaturan
cahaya yang disebut diafragma terdapat di lensa.
● Film Compartment: Kompartemen film di dalam kamera, merupakan sebuah ruangan
di dalam kamera yang menyimpan film. Biasanya terletak di bagian belakang yang
bisa dibuka seperti pintu. Kompartemen film ini memiliki bagian untuk tabung film,
bagian untuk membentangkan film agar bisa tercahayai, papan penekan untuk
mengencangkan film dan tombol penggulung film.
● Viewfinder: Jendela bidik adalah bagian di belakang kamera yang dipergunakan oleh
fotografer untuk mengarahkan lensa agar bisa menangkap gambar.
● Shutter speed dial: adalah bagian kamera yang terdiri dari plastic atau logam yang
menjaga agar cahaya masuk ke film atau sensor digital.
● Shutter Release: Tombol perekam gambar atau tombol tembak adalah tombol yang
digunakan untuk merekam gambar. Saat tombol ini ditekan, rana membuka dan
cahaya bisa masuk ke dalam kompartemen film untuk memaparkan cahaya kepada
film.
● Shutter Speed Control: Pengontrol Kecepatan. Ini adalah bagian dari kamera yang
digunakan untuk mengontrol seberapa lama rana terbuka.
● Film Speed Control: Pengontrol Kecepatan Film mengontrol kecepatan film yang
tepat
● F-Stop Control: Pengontrol Diafragma untuk mengatur besarnya cahaya yang masuk
melalui lensa.
● Flash: Kita mengenalnya sebagai blitz atau lampu flash. Digunakan sebagai cahaya
buatan sebagai tambahan apabila dirasakan cahaya yang tersedia kurang untuk
merekam gambar.
● Hot Shoe Mount: Dudukan blitz yang biasanya terdapat di bagian atas kamera,
terutama di kamera SLR (Single Lens Reflect).
● Lens Ring Mount: Dudukan lensa. Ada pada kamera yang memiliki lensa yang bisa dilepas-
tukar. Berbentuk semacam cincin yang bisa mengunci lensa yang dipasang. Tentu saja terletak
di bagian depan kamera
Gambar : Bagian Kamera Analog
Sumber: https://qph.fs.quoracdn.net/main-qimg- b87ec8ed7cf49b8c9b2f195eaf0ff3bf
2) Kamera Digital
Gam
bar :
Bagian
Kamera
Digital
Sumber:
https://
qrgo.pa
ge.link/
NmY1m
Bagian-bagian dari kamera digital adalah sebagai berikut:
● Lensa merupakan bagian pokok dari kamera yang bekerja sama dengan body kamera.
● Tombol Stabilizer (IS, VR, VC) yang berfungsi untuk menstabilkan getaran oleh
tangan (hand shake) saat memotret yang berpotensi membuat hasil foto menjadi
motion blur.
● Tombol Pembuka Lensa yang fungsinya tidak lain untuk membantu melepaskan
lensa dari body
● Tombol Fokus yang terdiri dari dua mode yaitu Auto Focus (AF) dan Manual Focus
(MF)
● Tombol Pembuka Flash yang digunakan untuk membuka lampu flash pada kamera.
Tombol ini hanya berfungsi bila kamera dalam keadaan menyala / standby.
● Built-in Flash Light adalah lampu blitz atau flash diterjemahkan secara bebas
menjadi lampu kilat. Fungsi utamanya yaitu untuk membantu pencayaan pada
kondisi gelap dengan cara meng- illuminate
(mencahayai /menerangi) obyek yang
kekurangan cahaya agar terekspos
dengan baik.
● Tombol Shutter adalah tombol yang
kalian tekan untuk mengambil gambar.
● Grip salah satu bagian menonjol di bagian
kanan anatomi kamera yang fungsinya
sebagai pegangan pada kamera. Grip
didesain dengan tekstur kasar agar bisa
memegang kamera dengan kuat tanpa
terpeleset ketika memotret. Kesalahan memegang grip merupakan salah satu faktor
penyebab terjadinya hand shake.
● Anti Red Eye yang berfungsi sebagai penangkal untuk menghindari mata yang
terlihat merah (red eye) pada hasil foto yang merupakan efek dari lampu flash.
● Tombol Preview yang gunanya untuk melihat hasil foto pada layer LCD kamera.
● Tombol Delete yang berfungsi untuk menghapus foto dan data lainnya di dalam
kamera.
● Tombol Navigasi berfungsi untuk membantu mengendalikan program dalam
kamera termasuk menggeser pilihan pada menu di kamera. Tidak semua kamera
memiliki bentuk tombol navigasi yang sama, ada berupa scroll, analog, dan tombol 4
arah.
● Tombol Fn/Q yang berfungsi untuk merubah / mengalihkan fungsi pada tombol
navigasi di atas ke fungsi shortcut.
● Tombol AV mempunyai fungsi untuk mengatur bukaan diafragma atau aperture.
● Tombol Zoom yang berfungsi untuk memperbesar hasil foto dan juga untuk
memperdekat jarak objek ketika mengaktifkan mode livefiew saat memotret.
● Mode-Dial adalah menu untuk memilih dan mengganti mode eksposure / modus
pemotretan.
● Tombol Lifeview yang berfungsi untuk mengganti / mengalihkan layar bidik dari
viewfinder ke lifeview yang tampil pada layar LCD
● Viewfinder adalah jendela bidik yang digunakan untuk melihat objek saat memotret.
● Tombol Menu untuk menuju menu pengaturan utama kamera, sedangkan Tombol
Info untuk mengetahui informasi data termasuk informasi foto.
● Layar LCD memiliki multi fungsi yaitu yang pertama untuk menampilkan
keterangan settingan pada kamera (mode eksposure, shutter speed, aperture, ISO),
kemudian
untuk melihat hasil foto, dan terakhir sebagai layar bidik besar untuk melihat objek
yang akan difoto secara live, yang disebut lifeview.
● Tombol ISO merupakan tombol shortcut untuk mengatur ISO.
● Main-Dial yang juga berfungsi sebagai navigasi untuk menggeser pilihan pada menu
tertentu.
● Tombol Display fungsinya untuk mengaktifkan mode standby dan untuk
menghidupkan kembali dari mode standby. Ketika dalam mode standby kamera
masih tetap dalam keadaan menyala, hanya saja sedang diistirahtkan dan bukan
Gambar : Lensa
dalam keadaan off. Standar
Sumber: https://qrgo.page.link
/q5hnC
c. LENSA
Pekerjaan dasar lensa kamera adalah mengumpulkan dan memfokuskan cahaya
yang dipantulkan dari pemandangan atau subjek. Saat sinar cahaya yang dipantulkan
memasuki lensa kamera dan melewati elemen, mereka diarahkan ke sensor gambar
kamera. Berbagai macam lensa memiliki fungsi dan karakterisrik berbeda. Karakteristik
ini disesuaikan demi mendapatkan gambar terbaik sesuai perencanaan visual yang
sudah dibuat. Pada kamera, lensa tersusun atas beberapa lensa yang berjauhan yang bisa
diatur sehingga menghasilkan ukuran tangkapan gambar dan variasi fokus yang
berbeda.
Di bagian luar lensa fotografi biasanya ditempatkan tiga cincin pengatur, yaitu
cincin panjang fokus (untuk lensa jenis variabel), cincin diafragma, dan cincin fokus.
Fokus adalah bagian yang mengatur jarak ketajaman lensa. Diafragma berfungsi seperti
pupil dalam mata yang berguna untuk mengatur cahaya yang akan masuk ke dalam
kamera. Jika cahaya terang, maka diafragma akan menyempit. Jika cahaya redup, maka
diafragma melebar. Cahaya yang masuk ke dalam kamera membentuk gambar pada film.
Bayangan benda yang terbentuk harus jatuh pada film.
4) Lensa Tele
Lensa ini adalah lensa yang dapat menangkap
dan mendekatkan jarak objek. Dengan
menggunakan lensa tele objek yang jauh dapat
terlihat lebih dekat. Contohnya adalah dapat
digunakan untuk memotret singa yang sedang
kelaparan dari jarak yang aman.
Gambar : Lensa Tele
Sumber:
https://qrgo.page.link/zUG2u
5) Lensa Zoom
Lensa zoom adalah lensa yang sangat
populer karena kepraktisannya.
Dengan memiliki sebuah lensa zoom
sama artinya dengan memiliki
beberapa lensa karena
kemampuannya mengubah titik
fokusnya. Dengan kelebihan yang
dimiliki lensa ini, tidak perlu membawa
lensa terlalu banyak dan tidak perlu
lagi mengganti-ganti jenis lensa apabila
hendak mencari foto. Ukuran lensa
Zoom bervariasi seperti 28 - 80 mm,
35 - 70 mm, 80 - 200 mm, 70 - 300 mm.
Gambar : Lensa Zoom Sumber:
https:// qrgo.page.link/zUG2u