Mitigasi Risiko Pengadaan Badan POM 2021
Mitigasi Risiko Pengadaan Badan POM 2021
LAPORAN
DOKUMEN MITIGASI RISIKO
PENGADAAN BARANG/JASA
BADAN POM
SEKRETARIAT UTAMA
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
1. LATAR BELAKANG
Pengadaan sebagai aktivitas pengakuisisian dan pengelolaan sumber daya
eksternal, memiliki peran menentukan bagi kepentingan strategis dan operasional
suatu organisasi. Pengadaan berperan memastikan seluruh input eksternal yang
diperlukan untuk pencapaian tujuan strategis dan operasional suatu organisasi dapat
dipenuhi secara efektif dan efisien serta sesuai prinsip VFM (value for money).
Ruang lingkup dan rentang keterkaitan pengadaan bisa sangat luas, mulai dari
aktivitas hulu dalam konteks pengelolaan rantai pasok sampai dengan kegiatan dan
transaksi di bagian hilir, seperti pendistribusian logistik dan pemanfaatan hasil
produksi, sehingga adanya risiko dalam pengadaan barang/jasa merupakan suatu hal
yang alami dan tidak terhindarkan serta dapat terjadi pada setiap tahapan dalam
proses pengadaan, mulai dari perencanaan pengadaan, pemilihan penyedia,
pelaksanaan kontrak sampai dengan penyerahan hasil pekerjaan.
Risiko dalam pengadaan lebih sering dipandang dari sisi transaksional, sehingga
manajemen risiko pada umumnya lebih difokuskan pada upaya untuk mencegah
terjadinya hal-hal yang bersifat penyimpangan dalam proses pengadaan, yang akan
berdampak pada:
pelaksanaan proses kegiatan selanjutnya;
kegagalan memenuhi ketentuan pelaksanaan yang telah ditetapkan; dan
ketidaksesuaian hasil yang diperoleh untuk memenuhi kebutuhan proses bisnis
organisasi.
Meskipun pandangan tersebut valid dan penting, mengingat semakin besarnya
peranan dan fungsi pengadaan bagi pencapaian tujuan strategis dan kepentingan
operasional organisasi, terutama sehubungan dengan peningkatan proses bisnis dan
target operasional dari perspektif efisiensi dan efektivitas, maka manajemen risiko
dalam pengadaan tidak hanya diartikan sebagai aktivitas operasional dari unit
pengelola yang bertanggung jawab atas proses tersebut, tetapi harus dilihat secara
holistik dengan mempertimbangkan tujuan strategis dan sasaran operasional.
Manajemen risiko yang efektif dalam rangka menjamin terwujudnya pengadaan
barang/jasa yang diharapkan secara tepat sasaran, tepat fungsi, tepat mutu, tepat
waktu, dan tepat biaya. Tanpa manajemen risiko pengadaan yang efektif, konsekuensi
yang mungkin dihadapi diantaranya:
Ketidaksinambungan/gangguan dalam pasokan barang dan jasa yang esensial bagi
proses bisnis organisasi;
Penambahan biaya pengadaan, baik secara total keseluruhan ataupun per satuan
input yang diperlukan (yang semestinya bisa dihindari);
Hilangnya kendali dan pengaruh terhadap pemasok barang/jasa yang esensial
bagi organisasi;
Hilangnya potensi/pangsa pasar dan pendapatan karena ketidakmampuan
memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan/pengguna jasa;
Hasil pengadaan tidak mendukung kebutuhan dan tujuan organisasi;
Risiko Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta “fraud” yang lebih besar;
Dampak/persepsi negatif terhadap reputasi organisasi;
Risiko terjadinya proses hukum dan litigasi yang lebih besar; dan
Kegagalan dalam pelaksanaan tata kelola (governance) dan pemenuhan aspek
kepatuhan, dan lain sebagainya.
Sehubungan hal tersebut maka secara umum manajemen risiko adalah suatu
pendekatan terstruktur/metodologi yang tersusun secara logis dan sistematis sebagai
suatu rangkaian aktivitas manusia dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan
dengan ancaman terhadap pencapaian tujuan/hasil. Rangkaian aktivitas dalam hal ini
mulai dari identifikasi, analisis, evaluasi, penanganan, serta pengendalian dan
komunikasi risiko secara efektif untuk dapat tercapainya tujuan/hasil yang
diharapkan. Rangkaian aktivitas tersebut tertuang dalam dokumen mitigasi risiko.
Risk SC
Risk Coordinator
Risk
Kepala Bagian Pengadaan
Advisor dan BMN
Subkoordinator Substansi
Subkoordinator Substansi Subkelompok Layanan
Subkelompok PBJ Pengadaan Secara
Elektronik
Risk
Pokja PPK PP
Owner
b. Identifikasi Risiko
Proses yang berkaitan dengan aspek ketidakpastian sehingga dapat berdampak
terhadap pencapaian tujuan. Identifikasi risiko terhadap tujuan yang telah
ditetapkan akan mampu membatasi identifikasi hanya pada risiko-risiko yang
relevan terhadap tujuan organisasi. Sehinggaproses identifikasi risiko dapat
dihindari dari definisikannya berbagai risiko yang tidak dimiliki hubungan
kausalitas (sebab-akibat) dengan pencapaian tujuan organisasi. Dengan demikian
akan menciptakan proses manajemen risiko yang efekttif dan efisien. Pendekatan
yang dapat dilakukan pada saat identifikasi melalui :
1) Proses/tupoksi/tujuan strategis dimana risiko kemungkinan akan muncul;
2) Risiko yang berhasil teridentifikasi;
3) Penyebab munculnya risiko, akan berguna dalam penentuan rencana
penanganan yang tepat; dan
4) Konsekuensi/dampak yang ditimbulkan apabila risiko terjadi untuk
memudahkan proses identifikasi dampak dan penyusunan prioritas
penanganan.
c. Analisis Risiko
Pengukuran risiko yang dilakukan mencakup seluruh aktivitas yang ada di dalam
proses bisnis Badan POM. Tujuan analisis risiko adalah untuk memisahkan risiko
kecil yang dapat diterima dari risiko besar, dan menyiapkan data sebagai bantuan
dalam prioritas dan penanganan risiko. Kategori risiko diukur baik terhadap risiko
initial maupun residual yang dilakukan secara berkelanjutan. Hasil analisis risiko
dapat membantu manajemen dalam menentukan tingkat kegentingan suatu risiko
sehingga Manajemen dapat segera melakukan evaluasi lanjutan atas risiko
tersebut.
Penanganan yang telah dilakukan akan merubah nilai dari probabilitas dan
dampak dari sebuah risiko, dibedakan dalam 2 jenis, yaitu :
1) Initial
Nilai probabilitas dan dampak sebuah risiko sebelum dilakukan penanganan,
meliputi :
a) Analisis Risk Initial, berupa hasil pengukuran Probabilitas dan Dampak
sebelum dilakukan penanganan;
b) Eksposur Initial, tingkat risiko berdasarkan kombinasi Probabiltas dan
Dampak sebelum dilakukan penanganan; dan
c) Prioritas, tingkat urgensi penanganan risiko berdasarkan eksposur
ataupun judgment dari Pemilik Risiko.
2) Residual
Nilai probabilitas dan dampak sebuah risiko setelah dilakukan penanganan.
Analisis risiko meliputi penetuan sumber risiko, kemungkinan dan dampak risiko
yang akan terjadi. Faktor yang mempengaruhi timbulnya kemungkinan dan
dampak juga diidentifikasikan.
Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam menganalisis risiko :
1) Memahami pengelolaan/pengendalian risiko yang ada
2) Kemungkinan dan Dampak
Status Risiko
Probabilitas
Definisi atas setiap tingkatan kemungkinan terjadinya sebuah risiko dalam proses PBJ.
Dampak
Definisi atas setiap tingkatan dampak yang akan ditimbulkan dari terjadinya sebuah
risiko dalam proses PBJ.
DAMPAK
PROBABILITAS
Tingkat
Toleransi
d. Rencana Penanganan
Proses mengembangkan opsi-opsi serta rencana aksi yang perlu dilakukan untuk
mengurangi atau bahkan menghilangkan hal-hal yang mengancam pencapaian
obyektif, baik dari sisi probabilitas ataupun dampak.
Strategi dalam merespons risiko dapat dikategorikan sebagai berikut :
1) Acceptance : Menerima risiko yang terjadi dengan segala konsekuensinya.
2) Mitigation : Mengurangi probabilitas dan dampak terjadinya sebuah risiko.
3) Transfer : Memindahkan risiko ke pihak ke tiga.
4) Avoidance : Menghindari sebuah ancaman yang kemungkinan akan muncul.
Respon Terhadap Risiko
Respon
Risiko
Menghindari Menerima
Risiko Risiko
Mengurangi
Memindahkan Probabilitas
dan
Risiko Dampak
f. Pelaporan Risiko
Proses pengkomunikasian dan pendistribusian informasi terkait pengelolaan
risiko beserta efektifitasnya ke para pemangku kepentingan. Laporan Mitigasi Risiko
Pengadaan Barang/ Jasa dilaporkan kepada Koordinator SPIP setiap semester.
IDENTIFIKASI RISIKO
2 Pemilihan Peserta tender tidak memenuhi Peserta Tender tidak membaca dokumen pemilihan Tender Gagal dan mengulang tender
persyaratan dokumen pemilihan secara lengkap dan teliti
3 Pemilihan Pelaksanaan pekerjaan terlambat Tender Ulang Kebutuhan akan pengadaan barang/jasa tidak dapat dipenuhi tepat
dimulai waktu
4 Pelaksanaan Klausal dalam Surat Kelalaian/ketidaktahuan akan hal2 yang harus kontrak tidak lengkap, kemungkinan terjadinya sesuatu hal yang
Pekerjaan Perjanjian/Kontrak tidak lengkap dilampirkan dalam kontrak merugikan
Jenis Risiko : Proses
Nama Paket Pengadaan : Pengadaan Mobil Laboratorium
Satuan Kerja/Unit Kerja : Balai Besar POM/Balai POM/Loka POM
Pemilik Risiko/Risk Owner : Pokja Pemilihan dan PPK
Tanggal Pembaharuan Dokumen : 27 Juni 2021
IDENTIFIKASI RISIKO
1 Proses Pemilihan Pengadaan Beban kerja tidak sebanding 1. Jumlah JF PBJ masih belum mencukupi Terjadi Keterlambatan dalam proses Pengadaan Barang/Jasa
Barang/Jasa dengan ketersediaan personil sesuai Analisa Beban Kerja;
2. Jumlah Paket yang ditangani oleh Pokja
dalam waktu bersamaan
2 Dokumentasi Arsip Pengadaan Arsip hilang/terselip Arsip menumpuk tidak teratur Arsip yang penting/diperlukan hilang atau tidak dapat
ditemukan saat dibutuhkan
3 Koordinasi Sulitnya koordinasi internal Masing2 Personil UKPBJ memiliki kesibukan 1. Rapat terkendala untuk dilakukan;
dalam pelaksanaan paket pengadaan 2. Rapat tidak dapat dihadiri oleh SDM UKPBJ
Jenis Risiko : Risiko Operasional
Pemilik Risiko : UKPBJ
Tanggal Pembaharuan Dokumen : 27 Juni 2021
ANALISIS RISIKO
RENCANA PENANGANAN
Residual Risk
Eksposure Jadwal
No Status Penjelasan Rencana Aksi PIC
Probabilitas Dampak Residual Penanganan
1 In Progress 4 - Almost 2 - Minor 8 Pelaksanaan konsolidasi paket Melakukan rekapitulasi Ka UKPBJ TW 4 2021
Certain pengadaan. paket pengadaan yang
sama untuk di
konsolidasikan.
2 In Progress 4 - Almost 1 - Insignificant 4 1. Memperbaiki sistem Melakukan penataan arsip Ka UKPBJ TW 4 2021
Certain penyimpanan arsip; dan dan alih media arsip
2. Pengarsipan secara digital
3 In Progress 3 - Likely 1 - Insignificant 3 Rapat koordinasi secara rutin Menjadwalkan rapt Ka UKPBJ TW 3 2021
dan terjadwalkan sehingga koordinasi dilakukan
semua pegawai dapat minimal 1 bulan sekali
meluangkan waktu untuk hadir
DOKUMEN MITIGASI RISIKO
IDENTIFIKASI RISIKO
1 Meningkatnya Presentase Proses Lamanya proses penentuan paket 1. Banyaknya pengadaan untuk jenis barang Pengumuman paket menjadi tertunda yang
Pengadaan Selesai Tepat Waktu dan sistem pengadaan diumumkan yang sama tersebar di beberapa mata harusnya sesuai Perpres pengadaan diumumkan di
dalam pengadaan nasional (Aplikasi anggaran dengan PPK yang berbeda, awal tahun sehingga Pengadaan tidak dapat di
SiRUP) 2. Kurangpahamnya PPK terkait mekanisme laksanakan tepat waktu
pemaketan dan sistem pengadaan
2 Meningkatnya persentase rencana Spesifikasi/ruang lingkup pekerjaan Kurangpahamnya user akan lingkup pekerjaan Pengadaan gagal
pengadaan yang memenuhi standar yang disusun belum jelas dan tidak yang akan dilakukan,
kualitas lengkap
.
Jenis Risiko : Risiko Strategis
Pemilik Risiko : PPK
Tanggal Pembaharuan Dokumen : 27 Juni 2021
ANALISIS RISIKO
RENCANA PENANGANAN
2 Done 4 - Almost 2 - Minor 8 Memberikan dan menyelenggarakan Menyelenggarakan Kepala UKPBJ TW 4 2021
Certain Pelatihan/bimbingan teknis/Workshop Pelatihan/bimbingan
Pengadaan Barang/Jasa. teknis/Workshop
Pengadaan
Barang/Jasa.