0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan22 halaman

Mitigasi Risiko Pengadaan Badan POM 2021

Dokumen tersebut membahas manajemen risiko pengadaan barang dan jasa di Badan POM. Secara umum, dokumen tersebut menjelaskan tujuan manajemen risiko pengadaan untuk meminimalkan dampak negatif dari risiko yang tidak terduga, organisasi manajemen risiko berdasarkan peran, serta kategorisasi dan dokumentasi risiko pengadaan.

Diunggah oleh

Irawan Syah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan22 halaman

Mitigasi Risiko Pengadaan Badan POM 2021

Dokumen tersebut membahas manajemen risiko pengadaan barang dan jasa di Badan POM. Secara umum, dokumen tersebut menjelaskan tujuan manajemen risiko pengadaan untuk meminimalkan dampak negatif dari risiko yang tidak terduga, organisasi manajemen risiko berdasarkan peran, serta kategorisasi dan dokumentasi risiko pengadaan.

Diunggah oleh

Irawan Syah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

2021

LAPORAN
DOKUMEN MITIGASI RISIKO
PENGADAAN BARANG/JASA
BADAN POM
SEKRETARIAT UTAMA
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN

DOKUMEN MITIGASI RISIKO


PENGADAAN BARANG/JASA

Bagian Pengadaan dan BMN


Biro Umum
2021
MITIGASI RISIKO PENGADAAN BARANG/JASA

1. LATAR BELAKANG
Pengadaan sebagai aktivitas pengakuisisian dan pengelolaan sumber daya
eksternal, memiliki peran menentukan bagi kepentingan strategis dan operasional
suatu organisasi. Pengadaan berperan memastikan seluruh input eksternal yang
diperlukan untuk pencapaian tujuan strategis dan operasional suatu organisasi dapat
dipenuhi secara efektif dan efisien serta sesuai prinsip VFM (value for money).

Ruang lingkup dan rentang keterkaitan pengadaan bisa sangat luas, mulai dari
aktivitas hulu dalam konteks pengelolaan rantai pasok sampai dengan kegiatan dan
transaksi di bagian hilir, seperti pendistribusian logistik dan pemanfaatan hasil
produksi, sehingga adanya risiko dalam pengadaan barang/jasa merupakan suatu hal
yang alami dan tidak terhindarkan serta dapat terjadi pada setiap tahapan dalam
proses pengadaan, mulai dari perencanaan pengadaan, pemilihan penyedia,
pelaksanaan kontrak sampai dengan penyerahan hasil pekerjaan.

Risiko dalam pengadaan lebih sering dipandang dari sisi transaksional, sehingga
manajemen risiko pada umumnya lebih difokuskan pada upaya untuk mencegah
terjadinya hal-hal yang bersifat penyimpangan dalam proses pengadaan, yang akan
berdampak pada:
 pelaksanaan proses kegiatan selanjutnya;
 kegagalan memenuhi ketentuan pelaksanaan yang telah ditetapkan; dan
 ketidaksesuaian hasil yang diperoleh untuk memenuhi kebutuhan proses bisnis
organisasi.
Meskipun pandangan tersebut valid dan penting, mengingat semakin besarnya
peranan dan fungsi pengadaan bagi pencapaian tujuan strategis dan kepentingan
operasional organisasi, terutama sehubungan dengan peningkatan proses bisnis dan
target operasional dari perspektif efisiensi dan efektivitas, maka manajemen risiko
dalam pengadaan tidak hanya diartikan sebagai aktivitas operasional dari unit
pengelola yang bertanggung jawab atas proses tersebut, tetapi harus dilihat secara
holistik dengan mempertimbangkan tujuan strategis dan sasaran operasional.
Manajemen risiko yang efektif dalam rangka menjamin terwujudnya pengadaan
barang/jasa yang diharapkan secara tepat sasaran, tepat fungsi, tepat mutu, tepat
waktu, dan tepat biaya. Tanpa manajemen risiko pengadaan yang efektif, konsekuensi
yang mungkin dihadapi diantaranya:
 Ketidaksinambungan/gangguan dalam pasokan barang dan jasa yang esensial bagi
proses bisnis organisasi;
 Penambahan biaya pengadaan, baik secara total keseluruhan ataupun per satuan
input yang diperlukan (yang semestinya bisa dihindari);
 Hilangnya kendali dan pengaruh terhadap pemasok barang/jasa yang esensial
bagi organisasi;
 Hilangnya potensi/pangsa pasar dan pendapatan karena ketidakmampuan
memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan/pengguna jasa;
 Hasil pengadaan tidak mendukung kebutuhan dan tujuan organisasi;
 Risiko Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta “fraud” yang lebih besar;
 Dampak/persepsi negatif terhadap reputasi organisasi;
 Risiko terjadinya proses hukum dan litigasi yang lebih besar; dan
 Kegagalan dalam pelaksanaan tata kelola (governance) dan pemenuhan aspek
kepatuhan, dan lain sebagainya.

Sehubungan hal tersebut maka secara umum manajemen risiko adalah suatu
pendekatan terstruktur/metodologi yang tersusun secara logis dan sistematis sebagai
suatu rangkaian aktivitas manusia dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan
dengan ancaman terhadap pencapaian tujuan/hasil. Rangkaian aktivitas dalam hal ini
mulai dari identifikasi, analisis, evaluasi, penanganan, serta pengendalian dan
komunikasi risiko secara efektif untuk dapat tercapainya tujuan/hasil yang
diharapkan. Rangkaian aktivitas tersebut tertuang dalam dokumen mitigasi risiko.

2. Tujuan Manajemen Risiko


Secara umum, tujuan dan fungsi manajemen risiko yang utama adalah
mencegah atau meminimalkan pengaruh yang tidak baik akibat kejadian yang tidak
terduga melalui penghindaran risiko atau persiapan rencana kontinjensi yang
berkaitan dengan risiko tersebut. Secara lebih spesifik dapat disimpulkan bahwa
tujuan dari manajemen risiko adalah sebagai berikut:
1. Membatasi kemungkinan-kemungkinan dari ketidakpastian;
2. Membuat langkah-langkah yang lebih mengarah pada tindakan proaktif daripada
reaktif dalam memandang kemungkinan ancaman dan kerugian yang besar;
3. Membatasi kerugian dan ketidakpastian pada para pihak terkait; dan
4. Menjaga kesinambungan program operasi, sehingga tidak terganggu dengan
kejadian-kejadian yang belum terantisipasi sebelumnya.

3. Manfaat Pengelolaan Risiko pada Pengadaan Barang/Jasa


Adapun manfaat yang akan diperoleh para pihak yang terkait dengan penerapan
manajemen risiko dalam pengadaan barang/jasa, antara lain:
1. Memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip pengadaan barang/jasa selama
proses pengadaan;
2. Mengurangi kemungkinan terjadinya kerugian/ekonomi biaya tinggi;
3. Meningkatkan kemungkinan pemenuhan kebutuhan yang tepat waktu;
4. Meningkatkan hasil pengadaan yang strategis;
5. Memberikan perlindungan yang lebih baik bagi aset dan sumber daya manusia;
6. Meningkatkan kemampuan pengendalian ketidakpastian;
7. Mereduksi dampak risiko yang mungkin terjadi;
8. Meningkatkan kualitas dan efektivitas pengambilan keputusan; dan
9. Meningkatkan komunikasi diantara tim pengelola dan antar para pihak.

4. Organisasi berdasarkan Peran


Peran pengelolaan risiko di organisasi adalah :
1) Komite (Risk Steering Committee)
Kepala Biro Umum adalah Komite yang menetapkan kebijakan pengelolaan
risiko serta melakukan pengawasan atas seluruh pengelolaan risiko dalam
organisasi.
2) Koordinator (Risk Coordinator)
Kepala Bagian Pengadaan dan BMN adalah Koordinator yang
bertanggungjawab dalam melakukan konsolidasi, monitoring, control dan
evaluasi atas risiko-risiko utama yang dikelola oleh pemilik risiko dan
melakukan langkah-langkah strategis jika diperlukan.
3) Pemilik Risiko (Risk Owner)
Pelaku Pengadaan (Pokja, PPK dan PP) adalah Pemilik Risiko
yang bertanggungjawab dalam mengelola sebuah risiko, mulai dari
identifikasi, analisis, response, monitoring dan control; dalam hal ini adalah
pemilik target kinerja (tujuan strategis), program kerja (tupoksi), paket
pengadaan ataupun penugasan khusus (proses)

Risk SC

Kepala Biro Umum

Risk Coordinator
Risk
Kepala Bagian Pengadaan
Advisor dan BMN

Subkoordinator Substansi
Subkoordinator Substansi Subkelompok Layanan
Subkelompok PBJ Pengadaan Secara
Elektronik

Risk
Pokja PPK PP
Owner

5. Dokumen Mitigasi Risiko Pengadaan


Dokumentasi atas seluruh tahapan dalam pengeloaan risiko, baik untuk risiko
strategis, risiko operasional maupun risiko proses. Dokumen ini menjadi basis
pengarsipan dan menjadi bahan kajian untuk pembelajaran dan penyempurnaan
kebijakan di dalam pelaksanaan proses pengadaan barang/jasa di lingkungan Badan
POM.
Informasi yang tertuang dalam dokumen ini terdiri dari:
a. Kategorisasi risiko
Penentuan kategori risiko, perlu mempertimbangkan konteksnya, melalui
pemahaman bagaimana suasana kegiatan pengadaan barang/jasa di organisasi yang
sejalan dengan strategi organisasi, para pemangku kepentingan yang terlibat dan
tingkat kepentingan fungsi pengadaan dalam mencapaian tujuan organisasi.
Penentuan konteks yang tepat akan mempermudah proses identifikasi. Kategori risiko
yang terdiri dari:
1) Risiko Strategis
Risiko yang berhubungan dengan tujuan strategis organisasi yang dapat
mempengaruhi kelangsungan organisasi, dengan melakukan pengembangan
dan penyesuaian strategi pengadaan.
2) Risiko Operasional
Risiko yang disebabkan oleh tidak memadainya proses internal, sistem,
teknologi, pegawai dan faktor eksternal, sehingga berdampak pada pencapaian
tujuan pengadaan.
3) Risiko Proses
Risiko yang berhubungan dengan tidak tercapainya tujuan/sasaran secara
efektif, efisien dan ekonomis yang berdampak pada kesesuaian, pemenuhan
persyaratan dan kelangsungan proses pengadaan yang mendukung aktivitas
pengadaan.
Risiko Proses untuk setiap tahapan pengadaan sebagai berikut :
a) Tahap Perencanaan
1. Merupakan risiko yang melekat pada proses perencanaan pengadaan,
baik yangberdampak bagi proses perencanaan itu sendiri ataupun
turunannya;
2. Risiko yang akan menyebabkan kualitas ataupun waktu perencanaan
pengadaantidak sesuai dengan yang diharapkan serta dan
menimbulkan dampak hukum dikemudian hari.
b) Tahap Pemilihan
1. Merupakan risiko yang melekat pada proses pemilihan, baik yang
berdampak bagiproses pemilihan itu sendiri ataupun proses
lanjutannya;
2. Risiko yang akan menyebabkan kegagalan pengadaan atau
ketidaksesuaian denganstandar pelayanan minimum ataup kesesuaian
kualifikasi penyedia yang terpilih danmenimbulkan dampak hukum di
kemudian hari.
c) Tahap Pelaksanaan Pekerjaan
1. Merupakan risiko yang melekat pada proses pelaksanaan pekerjaan,
khususnyabagaimana penyedia dapat melaksanakan pekerjaan sesuai
dengan ketetapan dalamkontrak;
2. Risiko yang akan menyebabkan pekerjaan tidak dapat dilaksanakan
sesuai denganruang lingkup dalam kontrak dan menimbulkan dampak
hukum di kemudian hari.

b. Identifikasi Risiko
Proses yang berkaitan dengan aspek ketidakpastian sehingga dapat berdampak
terhadap pencapaian tujuan. Identifikasi risiko terhadap tujuan yang telah
ditetapkan akan mampu membatasi identifikasi hanya pada risiko-risiko yang
relevan terhadap tujuan organisasi. Sehinggaproses identifikasi risiko dapat
dihindari dari definisikannya berbagai risiko yang tidak dimiliki hubungan
kausalitas (sebab-akibat) dengan pencapaian tujuan organisasi. Dengan demikian
akan menciptakan proses manajemen risiko yang efekttif dan efisien. Pendekatan
yang dapat dilakukan pada saat identifikasi melalui :
1) Proses/tupoksi/tujuan strategis dimana risiko kemungkinan akan muncul;
2) Risiko yang berhasil teridentifikasi;
3) Penyebab munculnya risiko, akan berguna dalam penentuan rencana
penanganan yang tepat; dan
4) Konsekuensi/dampak yang ditimbulkan apabila risiko terjadi untuk
memudahkan proses identifikasi dampak dan penyusunan prioritas
penanganan.
c. Analisis Risiko
Pengukuran risiko yang dilakukan mencakup seluruh aktivitas yang ada di dalam
proses bisnis Badan POM. Tujuan analisis risiko adalah untuk memisahkan risiko
kecil yang dapat diterima dari risiko besar, dan menyiapkan data sebagai bantuan
dalam prioritas dan penanganan risiko. Kategori risiko diukur baik terhadap risiko
initial maupun residual yang dilakukan secara berkelanjutan. Hasil analisis risiko
dapat membantu manajemen dalam menentukan tingkat kegentingan suatu risiko
sehingga Manajemen dapat segera melakukan evaluasi lanjutan atas risiko
tersebut.
Penanganan yang telah dilakukan akan merubah nilai dari probabilitas dan
dampak dari sebuah risiko, dibedakan dalam 2 jenis, yaitu :
1) Initial
Nilai probabilitas dan dampak sebuah risiko sebelum dilakukan penanganan,
meliputi :
a) Analisis Risk Initial, berupa hasil pengukuran Probabilitas dan Dampak
sebelum dilakukan penanganan;
b) Eksposur Initial, tingkat risiko berdasarkan kombinasi Probabiltas dan
Dampak sebelum dilakukan penanganan; dan
c) Prioritas, tingkat urgensi penanganan risiko berdasarkan eksposur
ataupun judgment dari Pemilik Risiko.
2) Residual
Nilai probabilitas dan dampak sebuah risiko setelah dilakukan penanganan.

Dalam tahapan analisis risiko maka perlu ditetapkan prioritas/peringkat risiko


untuk mengetahui risiko yang perlu penanganan lebih lanjut.

Analisis risiko meliputi penetuan sumber risiko, kemungkinan dan dampak risiko
yang akan terjadi. Faktor yang mempengaruhi timbulnya kemungkinan dan
dampak juga diidentifikasikan.
Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam menganalisis risiko :
1) Memahami pengelolaan/pengendalian risiko yang ada
2) Kemungkinan dan Dampak

Status Risiko

Status Risiko = Probabilitas x Dampak

Kriteria Probabilitas dan Dampak


Probabilitas dan dampak digunakan untuk mengukur/meng-ases/menganalisis
tingkataneksposure atas sebuah risiko yang teridentifikasi.

Probabilitas
Definisi atas setiap tingkatan kemungkinan terjadinya sebuah risiko dalam proses PBJ.

Menentukan tingkat/skala PROBABILITAS

Dampak
Definisi atas setiap tingkatan dampak yang akan ditimbulkan dari terjadinya sebuah
risiko dalam proses PBJ.

Menentukan tingkat/skala DAMPAK


STATUS KUADRAN MANAJEMEN RISIKO
BADAN POM

DAMPAK
PROBABILITAS

Tingkat
Toleransi

d. Rencana Penanganan
Proses mengembangkan opsi-opsi serta rencana aksi yang perlu dilakukan untuk
mengurangi atau bahkan menghilangkan hal-hal yang mengancam pencapaian
obyektif, baik dari sisi probabilitas ataupun dampak.
Strategi dalam merespons risiko dapat dikategorikan sebagai berikut :
1) Acceptance : Menerima risiko yang terjadi dengan segala konsekuensinya.
2) Mitigation : Mengurangi probabilitas dan dampak terjadinya sebuah risiko.
3) Transfer : Memindahkan risiko ke pihak ke tiga.
4) Avoidance : Menghindari sebuah ancaman yang kemungkinan akan muncul.
Respon Terhadap Risiko

Respon
Risiko

Menghindari Menerima
Risiko Risiko

Mengurangi
Memindahkan Probabilitas
dan
Risiko Dampak

Form rencana penanganan terdiri dari :


1) Strategi Respon, strategi yang akan diterapkan terkait dengan risiko yang
telah teridentifikasi;
2) Rencana Respon, rencana penanganan berdasarkan analisis penyebab,
eksposur, prioritas dan strategi respon;
3) Pelaksana rencana aksi, pihak yang ditunjuk untuk melaksanakan rencana
penanganan; dan
4) Jadwal Penanganan, rencana waktu pelaksanaan rencana penanganan.
e. Pemantauan dan Pengendalian Risiko
Proses pemantauan dan pengendalian atas eksekusi rencana penanganan risiko yang
telah diidentifikasi. Konsolidasi atas update status dan kinerja penanganan risiko dalam setiap
paket pengadaan. Hal ini dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan terkait skala prioritas
penanganan yaitu ;
1) Analisis lanjutan untuk mengetahui risiko residual, khususnya untuk risiko yang berada
pada area yang tidak bisa ditolerir;
2) Penyesuaian rencana respon apabila status risiko tidak berubah setelah dilakukan respon;
3) Eskalasi penyelesaian masalah.
Form Pemantauan dan Pengendalian Risiko terdiri dari status, status dari eksekusi rencana
penanganan.

f. Pelaporan Risiko
Proses pengkomunikasian dan pendistribusian informasi terkait pengelolaan
risiko beserta efektifitasnya ke para pemangku kepentingan. Laporan Mitigasi Risiko
Pengadaan Barang/ Jasa dilaporkan kepada Koordinator SPIP setiap semester.

Jakarta, 27 Juni 2021


Kepala Bagian Pengadaan dan BMN

Henri Agus Kurniawan, SE


DOKUMEN MITIGASI RISIKO

Jenis Risiko : Proses


Nama Paket Pengadaan : Pengadaan Mobil Laboratorium
Satuan Kerja/Unit Kerja : Balai Besar POM/Balai POM/Loka POM
Pemilik Risiko/Risk Owner : Pokja Pemilihan dan PPK
Tanggal Pembaharuan Dokumen : 27 Juni 2021

IDENTIFIKASI RISIKO

No Proses Risiko Penyebab Konsekuensi/Dampak


1 Pemilihan Reviu/Kaji Dokumen berulang PPK tidak lengkap menyampaikan kelengkapan Keterlambatan proses pemilihan
persyaratan dokumen RPP

2 Pemilihan Peserta tender tidak memenuhi Peserta Tender tidak membaca dokumen pemilihan Tender Gagal dan mengulang tender
persyaratan dokumen pemilihan secara lengkap dan teliti

3 Pemilihan Pelaksanaan pekerjaan terlambat Tender Ulang Kebutuhan akan pengadaan barang/jasa tidak dapat dipenuhi tepat
dimulai waktu

4 Pelaksanaan Klausal dalam Surat Kelalaian/ketidaktahuan akan hal2 yang harus kontrak tidak lengkap, kemungkinan terjadinya sesuatu hal yang
Pekerjaan Perjanjian/Kontrak tidak lengkap dilampirkan dalam kontrak merugikan
Jenis Risiko : Proses
Nama Paket Pengadaan : Pengadaan Mobil Laboratorium
Satuan Kerja/Unit Kerja : Balai Besar POM/Balai POM/Loka POM
Pemilik Risiko/Risk Owner : Pokja Pemilihan dan PPK
Tanggal Pembaharuan Dokumen : 27 Juni 2021

ANALISIS RISIKO RENCANA PENANGANAN

Initial Risk Eksposure Strategi Jadwal


No Prioritas Rencana Respon PIC
Probabilitas Dampak Initial Respon Penanganan
1 3 - Likely 2 - Minor 6 3 Mitigation Pokja menginformasikan catatan Pokja -
kekurangan kelengkapan Dokumen RPP
dan dikembalikan kepada PPK untuk
dilengkapi

2 3 - Likely 3 - Moderate 9 2 Mitigation Pokja memberikan penekan kepada Pokja -


peserta tender untuk membaca secara
teliti dokumen pemilihan saat pemberian
penjelasan di tender ulang
3 4 - Almost Certain 3 - Moderate 12 1 Mitigation Mengkaji ulang persyaratan dan spesifikasi Pokja -
barang/jasa yang diadakan

4 2 - Possible 2 - Minor 4 4 Transfer PPK merumuskan kontrak dengan bahasa PPK -


yang dapat dimengerti dan disepakati
kedua belah pihak
Jenis Risiko : Proses
Nama Paket Pengadaan : Pengadaan Mobil Laboratorium
Satuan Kerja/Unit Kerja : Balai Besar POM/Balai POM/Loka POM
Pemilik Risiko/Risk Owner : Pokja Pemilihan dan PPK
Tanggal Pembaharuan Dokumen : 27 Juni 2021

PEMANTAUAN DAN PENGENDALIAN RISIKO

Residual Risk Eksposure Jadwal


No Status Penjelasan Rencana Aksi PIC
Probabilitas Dampak Residual Penanganan
1 Done 3 - Likely 1 - Insignificant 3 1. Pokja telah memberi Melakukan reviu Pokja -
penjelasanyang harus bersama dengan Pemilihan
dilengkapi. PPK
2. Pokja melakukan Reviu
bersama dengan PPK secara
daring melalui zoom.
2 Done 3 - Likely 2 - Minor 6 1. Pokja telah Mengingatkan pada Pokja -
menginformasikan dan saat pemberian Pemilihan
mengingatkan kepada peserta penjelasan kepada
tender untuk membaca secara seluruh peserta
teliti dokumen pemilihan dan tender untuk
jika ada yang tidak dapat melihat persyaratan
dipahami untuk menyampaikan di dalam dokumen
pertanyaan. dan jika ada yang
2. Pokja menjawab pertanyaan perlu ditanyakan
yang disampaikan oleh peserta dihimbau untuk
tender.. menyampaikan
pertanyaan.
3 Done 4 - Almost Certain 2 - Minor 8 Pokja Pemilihan melakukan Mengkaji ulang hasil Pokja -
Tender Ulang; tender dan Pokja Pemilihan
melakukan Tender
Ulang.

4 Done 2 - Possible 1 - Insignificant 2 PPK dan Penyedia melakukan Menyelenggarakan PPK -


Rapat Persiapan Kontrak Rapat Persiapan
dengan menyepakati isi dalam Kontrak dan PPK di
kontrak/surat perjanjian. dampingi Tim
Teknis dan Ahli
Kontrak
DOKUMEN MITIGASI RISIKO

Jenis Risiko : Risiko Operasional


Pemilik Risiko : UKPBJ
Tanggal Pembaharuan Dokumen : 27 Juni 2021

IDENTIFIKASI RISIKO

No Tupoksi Risiko Penyebab Konsekuensi/Dampak

1 Proses Pemilihan Pengadaan Beban kerja tidak sebanding 1. Jumlah JF PBJ masih belum mencukupi Terjadi Keterlambatan dalam proses Pengadaan Barang/Jasa
Barang/Jasa dengan ketersediaan personil sesuai Analisa Beban Kerja;
2. Jumlah Paket yang ditangani oleh Pokja
dalam waktu bersamaan
2 Dokumentasi Arsip Pengadaan Arsip hilang/terselip Arsip menumpuk tidak teratur Arsip yang penting/diperlukan hilang atau tidak dapat
ditemukan saat dibutuhkan

3 Koordinasi Sulitnya koordinasi internal Masing2 Personil UKPBJ memiliki kesibukan 1. Rapat terkendala untuk dilakukan;
dalam pelaksanaan paket pengadaan 2. Rapat tidak dapat dihadiri oleh SDM UKPBJ
Jenis Risiko : Risiko Operasional
Pemilik Risiko : UKPBJ
Tanggal Pembaharuan Dokumen : 27 Juni 2021

ANALISIS RISIKO
RENCANA PENANGANAN

Initial Risk Eksposure Strategi


No Prioritas Rencana Respon PIC Jadwal Penanganan
Probabilitas Dampak Initial Respon
1 4 - Almost Certain 3 - Moderate 12 1 Mitigation UKPBJ melakukan konsolidasi Ka-UKPBJ TW 4
paket pengadaan.

2 4 - Almost Certain 2 - Minor 8 2 Mitigation 1. Memperbaiki sistem Ka-UKPBJ TW 4


penyimpanan arsip; dan
2. Pengarsipan secara digital

3 3 - Likely 2 - Minor 6 3 Mitigation Menjadwakan rapat koordinasi Ka-UKPBJ TW 3


secara rutin dan dalam waktu
yang cukup sehingga semua
pegawai dapat meluangkan
waktu untuk hadir
Jenis Risiko : Risiko Operasional
Pemilik Risiko : UKPBJ
Tanggal Pembaharuan Dokumen : 27 Juni 2021

PEMANTAUAN DAN PENGENDALIAN RISIKO

Residual Risk
Eksposure Jadwal
No Status Penjelasan Rencana Aksi PIC
Probabilitas Dampak Residual Penanganan
1 In Progress 4 - Almost 2 - Minor 8 Pelaksanaan konsolidasi paket Melakukan rekapitulasi Ka UKPBJ TW 4 2021
Certain pengadaan. paket pengadaan yang
sama untuk di
konsolidasikan.
2 In Progress 4 - Almost 1 - Insignificant 4 1. Memperbaiki sistem Melakukan penataan arsip Ka UKPBJ TW 4 2021
Certain penyimpanan arsip; dan dan alih media arsip
2. Pengarsipan secara digital
3 In Progress 3 - Likely 1 - Insignificant 3 Rapat koordinasi secara rutin Menjadwalkan rapt Ka UKPBJ TW 3 2021
dan terjadwalkan sehingga koordinasi dilakukan
semua pegawai dapat minimal 1 bulan sekali
meluangkan waktu untuk hadir
DOKUMEN MITIGASI RISIKO

Jenis Risiko : Risiko Strategis


Pemilik Risiko : PPK
Tanggal Pembaharuan Dokumen : 27 Juni 2021

IDENTIFIKASI RISIKO

No Tujuan Strategis Risiko Penyebab Konsekuensi/Dampak

1 Meningkatnya Presentase Proses Lamanya proses penentuan paket 1. Banyaknya pengadaan untuk jenis barang Pengumuman paket menjadi tertunda yang
Pengadaan Selesai Tepat Waktu dan sistem pengadaan diumumkan yang sama tersebar di beberapa mata harusnya sesuai Perpres pengadaan diumumkan di
dalam pengadaan nasional (Aplikasi anggaran dengan PPK yang berbeda, awal tahun sehingga Pengadaan tidak dapat di
SiRUP) 2. Kurangpahamnya PPK terkait mekanisme laksanakan tepat waktu
pemaketan dan sistem pengadaan

2 Meningkatnya persentase rencana Spesifikasi/ruang lingkup pekerjaan Kurangpahamnya user akan lingkup pekerjaan Pengadaan gagal
pengadaan yang memenuhi standar yang disusun belum jelas dan tidak yang akan dilakukan,
kualitas lengkap

.
Jenis Risiko : Risiko Strategis
Pemilik Risiko : PPK
Tanggal Pembaharuan Dokumen : 27 Juni 2021

ANALISIS RISIKO
RENCANA PENANGANAN

Initial Risk Eksposure Strategi Jadwal


No Prioritas Rencana Respon PIC
Probabilitas Dampak Initial Respon Penanganan
1 4 - Almost 3 - Moderate 12 2 Mitigation 1. Membantu PPK dalam Kepala UKPBJ Segera
Certain mengklasifikasikan jenis pengadaan
yang sama, dan membantu proses
penyusunan paket;
2. Memberikan pelatihan/bimbingan
teknis/Workshop Pengadaan
Barang/Jasa.
2 4 - Almost 4 - Major 16 1 Mitigation 1. Memberikan pelatihan/bimbingan Kepala UKPBJ Segera
Certain teknis/Workshop Pengadaan
Barang/Jasa;
2. Melakukan pendampingan/asistensi
dalam penyusununan kebutuhan.
Jenis Risiko : Risiko Strategis
Pemilik Risiko : PPK
Tanggal Pembaharuan Dokumen : 27 Juni 2021

PEMANTAUAN DAN PENGENDALIAN RISIKO

Residual Risk Eksposure Jadwal


No Status Penjelasan Rencana Aksi PIC
Probabilitas Dampak Residual Penanganan
1 Done 4 - Almost 2 - Minor 8 Membantu PPK dalam Pendampingan/Asiste Kepala UKPBJ TW 4 2021
Certain mengklasifikasikan jenis pengadaan nsi kepada PPK dalam
yang sama, membantu proses mengklasifikasikan
penyusunan paket. jenis pengadaan dan
penyusunan paket.

2 Done 4 - Almost 2 - Minor 8 Memberikan dan menyelenggarakan Menyelenggarakan Kepala UKPBJ TW 4 2021
Certain Pelatihan/bimbingan teknis/Workshop Pelatihan/bimbingan
Pengadaan Barang/Jasa. teknis/Workshop
Pengadaan
Barang/Jasa.

Jakarta, 27 Juni 2021


Kepala Bagian Pengadaan dan BMN

Henri Agus Kurniawan, SE

Anda mungkin juga menyukai