0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan13 halaman

Hubungan HAM dan Rule of Law

Makalah ini membahas tentang Hak Asasi Manusia (HAM) dan Rule of Law. Dibahas definisi HAM, perbedaan pandangan HAM dalam Barat dan Islam, sejarah perkembangan HAM, serta pengakuan HAM dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Diunggah oleh

erwinus log
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan13 halaman

Hubungan HAM dan Rule of Law

Makalah ini membahas tentang Hak Asasi Manusia (HAM) dan Rule of Law. Dibahas definisi HAM, perbedaan pandangan HAM dalam Barat dan Islam, sejarah perkembangan HAM, serta pengakuan HAM dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Diunggah oleh

erwinus log
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HAK ASASI MANUSIA DAN RULE OF LAW

KELOMPOK 2

NAMA : NIM :

FAILUDDIN 232231179
PUTRI NOVITA 232231208
AGISTA ARNITA 232231217
MUHAMMAD SAFRIN 232231205
NANDA 232231213
SUMIATI 232231190
HERLIN SUNARWATI 232231177
NUR HIDAYAT 232231316
TASYA ARLIANTI 232231202

UNIVERSITAS SEMBILANBELAS NOVEMBER

FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI

ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS SEMBILANBELAS NOVEMBER KOLAKA

( KAMPUS B ) BUTON TENGAH

TAHUN AJARAN

2023
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

DAFTAR ISI

BAB I : PENDALUHUAN

A. Latar belakang masalah............................................................................................1

B. Rumusan masalah.....................................................................................................2

C. Tujuan penulisan makalah........................................................................................3

BAB II : PEMBAHASAN

A. Definisi HAM...........................................................................................................4

B. HAM dalam pandangan barat dan islam.................................................................. 5

C. Sejarah HAM ...........................................................................................................6

D. HAM dalam UUD 1945...........................................................................................7

BAB III : PENUTUP

A. Kesimpulan...............................................................................................................8

B. Saran.........................................................................................................................9

C. Daftar Pustaka..........................................................................................................10
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah

Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak-hak yang melekat pada setiap

individu sebagai manusia, yang tidak dapat dicabut dan harus dihormati oleh

pemerintah dan masyarakat. HAM meliputi hak-hak sipil, politik, ekonomi, sosial,

dan budaya.

Rule of Law, atau supremasi hukum, adalah prinsip bahwa semua orang,

termasuk pemerintah, harus tunduk pada hukum yang sama dan di bawah

otoritas hukum yang independen. Prinsip ini menjamin bahwa keputusan dan

tindakan pemerintah didasarkan pada hukum yang telah ditetapkan dan tidak

sewenang-wenang.

Kedua konsep ini saling terkait dan saling mendukung. HAM melindungi hak-hak

individu dari pelanggaran oleh pemerintah atau pihak lain, sementara Rule of Law

memastikan bahwa pelanggaran terhadap HAM ditangani secara adil dan sesuai

dengan hukum yang berlaku.

Pandangan tentang HAM dapat berbeda antara Barat dan Islam. Dalam

pandangan Barat, HAM sering kali dilihat sebagai hak-hak universal yang melekat

pada setiap individu tanpa memandang agama atau kepercayaan. Dalam

pandangan Islam, HAM juga diakui, namun dengan penekanan pada kewajiban

dan tanggung jawab sosial serta dalam kerangka hukum syariah.

Konsep HAM telah ada sejak zaman kuno, tetapi perkembangan modern

HAM dimulai pada abad ke-18 dengan munculnya Pencerahan di Eropa.

Deklarasi Hak Asasi Manusia Universal (Universal Declaration of Human Rights)


yang diadopsi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1948 menjadi tonggak

penting dalam sejarah HAM.

HAM diakui dan dijamin dalam Konstitusi Indonesia, yaitu Undang-Undang

Dasar 1945. Pasal 28 UUD 1945 menyatakan bahwa setiap orang memiliki hak

atas kehidupan, kebebasan, dan keamanan pribadi, serta hak untuk tidak disiksa,

diperlakukan secara tidak manusiawi, atau diperlakukan dengan cara yang

merendahkan martabat manusia. Pasal ini juga mengakui hak atas kebebasan

beragama, berpendapat, berserikat, dan berkumpul secara damai.

B. Rumusan Masalah

Sesuai dengan penjelasan latar belakang masalah di atas maka isu hukum/rumusan

masalah makalah ini adalah :

1. Bagaimana definisi HAM ?

2. Bagaimana HAM dalam pandangan barat dan islam ?

3. Bagaimana sejarah HAM ?

4. Bagaimana HAM dalam UUD 1945 ?

C. Tujuan penulisan makalah

Sesuai dengan rumusan masalah di atas, tujuan penulisan makalah ini sebagai

berikut :

1. Untuk mengetahui definisi HAM

2. Untuk mengetahui HAM dalam pandangan barat dan islam

3. Untuk mengetahui sejarah HAM

4. Untuk mengetahui HAM dalam UUD 1945


BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi HAM

Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan

keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan

anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara,

hukum, Pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan

martabat manusia.

Hak asasi manusia adalah sebuah konsep hukum dan normatif yang menyatakan

bahwa manusia memiliki hak yang melekat pada dirinya karena ia adalah seorang

manusia. Hak asasi manusia berlaku kapan saja, di mana saja, dan kepada siapa saja,

sehingga sifatnya universal. HAM pada prinsipnya tidak dapat dicabut, tidak dapat

dibagi-bagi, saling berhubungan, dan saling bergantung. Hak asasi manusia biasanya

dialamatkan kepada negara, atau dalam kata lain, negaralah yang mengemban

kewajiban untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi hak asasi manusia,

termasuk dengan mencegah dan menindaklanjuti pelanggaran yang dilakukan oleh


swasta. Dalam terminologi modern, hak asasi manusia dapat digolongkan menjadi hak

sipil dan politik yang berkenaan dengan kebebasan sipil (misalnya hak untuk hidup,

hak untuk tidak disiksa, dan kebebasan berpendapat), serta hak ekonomi, sosial, dan

budaya yang berkaitan dengan akses ke barang publik (seperti hak untuk memperoleh

pendidikan yang layak, hak atas kesehatan, atau hak atas perumahan).

Secara konseptual, hak asasi manusia dapat dilandaskan pada keyakinan bahwa

hak tersebut "dianugerahkan secara alamiah" oleh alam semesta, Tuhan, atau nalar.

Sementara itu, mereka yang menolak penggunaan unsur alamiah meyakini bahwa hak

asasi manusia merupakan pengejawantahan nilai-nilai yang disepakati oleh

masyarakat. Ada pula yang menganggap HAM sebagai perwakilan dari klaim-klaim

kaum yang tertindas, dan pada saat yang sama juga terdapat kelompok yang

meragukan keberadaan HAM sama sekali dan menyatakan bahwa hak tersebut hanya

ada karena manusia mencetuskan dan membicarakan konsep tersebut.

Dari sudut pandang hukum internasional, hak asasi manusia dapat dibatasi atau

dikurangi dengan syarat-syarat tertentu. Pembatasan biasanya harus ditentukan oleh

hukum, memiliki tujuan yang sah, dan diperlukan dalam suatu masyarakat

demokratis. Sementara itu, pengurangan hanya dapat dilakukan dalam keadaan

darurat yang mengancam "kehidupan bangsa" dan pecahnya perang pun belum

mencukupi syarat ini. Selama perang, hukum kemanusiaan internasional berlaku

sebagai lex specialis. Walaupun begitu, sejumlah hak tetap tidak boleh

dikesampingkan dalam keadaan apa pun, seperti hak untuk bebas dari perbudakan

maupun penyiksaan.

B. HAM dalam Pandangan Islam dan Barat


"HAM" atau Hak Asasi Manusia memiliki perspektif yang berbeda antara pandangan

Barat dan Islam.

Secara umum, konsep HAM dalam pandangan Barat menekankan pada hak-hak

individu, seperti kebebasan berpendapat, beragama, dan perlindungan terhadap

perlakuan sewenang-wenang dari pemerintah.

Di sisi lain, dalam pandangan Islam, HAM juga diakui, tetapi terdapat perbedaan

dalam penekanan dan prioritas. Islam menekankan pada keadilan, keseimbangan, dan

keharmonisan antara hak individu dan tanggung jawab sosial. Hak-hak individu

dalam Islam kadang-kadang dibatasi oleh nilai-nilai moral dan etika Islam untuk

menjaga keseimbangan dalam masyarakat.

Perlu dicatat bahwa interpretasi dan implementasi HAM dapat bervariasi di berbagai

negara dan kelompok, dan pandangan ini mungkin bersifat umum.

Dalam pandangan Barat, HAM sering dilihat sebagai prinsip universal yang harus

dihormati oleh semua negara dan individu. Konsep ini sering terkait dengan dokumen

seperti Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia yang dikeluarkan oleh Perserikatan

Bangsa-Bangsa (PBB).

Sementara itu, dalam Islam, hak asasi manusia dianggap sebagai bagian dari ajaran

agama yang melibatkan tanggung jawab moral dan etika terhadap sesama manusia.

Beberapa hak dasar seperti hak hidup, hak properti, dan kebebasan berpendapat juga

diakui dalam ajaran Islam.

Meskipun ada sejumlah kesamaan, Penting untuk diingat bahwa pandangan ini

tidaklah monolitik dan dapat bervariasi di antara individu dan kelompok.

C. Sejarah HAM
Sejarah Hak Asasi Manusia (HAM) dapat dilacak kembali ke berbagai periode dan

peristiwa signifikan dalam perkembangan masyarakat. Beberapa tonggak penting

dalam sejarah HAM melibatkan evolusi pemikiran dan perjuangan untuk mengakui

dan melindungi hak-hak dasar individu. Berikut adalah beberapa titik penting dalam

sejarah HAM: Magna Carta (1215): Dokumen ini, yang dihasilkan di Inggris pada

abad ke-13, merupakan langkah awal dalam menetapkan prinsip-prinsip hukum dan

pembatasan kekuasaan pemerintah terhadap individu. Pencerahan (17th-18th

centuries): Filsuf-filsuf seperti John Locke dan Jean-Jacques Rousseau

menyumbangkan pemikiran tentang hak asasi manusia dan konsep pemerintahan yang

harus mematuhi hak-hak individu. Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat (1776):

Dokumen ini mengumumkan prinsip-prinsip hak asasi manusia, menyatakan bahwa

setiap orang memiliki hak-hak yang tak teralienasi, termasuk hak hidup, kebebasan,

dan pencarian kebahagiaan. Revolusi Perancis (1789): Deklarasi Hak Asasi Manusia

dan Warga Negara yang dikeluarkan selama Revolusi Perancis menyatakan hak-hak

universal yang melibatkan kebebasan, persamaan, dan keadilan. Hari Hak Asasi

Manusia Sedunia (10 Desember 1948): PBB mengadopsi Deklarasi Universal Hak

Asasi Manusia, yang menetapkan prinsip-prinsip dasar hak asasi manusia yang

berlaku bagi semua individu di seluruh dunia. Konvensi Eropa tentang Hak Asasi

Manusia (1950): Didirikan sebagai tanggapan terhadap Perang Dunia II, konvensi ini

membentuk sistem pengadilan hak asasi manusia pertama di dunia. Gerakan Hak Sipil

Amerika (1950-an dan 1960-an): Gerakan ini bertujuan untuk mengakhiri

diskriminasi rasial dan memperjuangkan hak-hak sipil untuk semua warga Amerika.

Sejak itu, perjuangan dan perkembangan dalam bidang hak asasi manusia terus

berkembang, dengan peristiwa-peristiwa seperti berdirinya Mahkamah Pidana


Internasional dan perubahan-perubahan dalam kebijakan internasional yang berupaya

melindungi hak-hak individu di seluruh dunia.

D. HAM Dalam UDD 1945

Hak Asasi Manusia (HAM) diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 atau UUD

1945.

Sepuluh pasal HAM dalam UUD 1945:

1 Pasal 28A: Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan

hidup dan kehidupannya.

2 Pasal 28B: (1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan

keturunan melalui perkawinan yang sah. (2) Setiap anak berhak atas

kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan

dari kekerasan dan diskriminasi.

3 Pasal 28C: Setiap orang berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman

ketakutan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang menjadi hak

asasinya.

4 Pasal 28D: Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut

agamanya serta memilih pendidikan dan pengajaran.

5 Pasal 28E: Setiap orang berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak

bagi kemanusiaan.

6 Pasal 28F: Setiap orang berhak memperoleh perlindungan atas hak cipta yang

dihasilkan dari hasil pemikirannya.

7 Pasal 28G: Setiap orang berhak atas kesejahteraan yang layak yang diperoleh

dari usaha dan hasil usahanya sendiri.


8 Pasal 28H: Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan

mengeluarkan pendapat.

9 Pasal 28I: Setiap orang berhak atas keadilan yang sama di depan hukum dan

perlindungan hukum yang sama serta tidak boleh didiskriminasi dalam

menjalankan hak dan kewajibannya.

10 Pasal 28J: Setiap orang wajib menghormati hak asasi orang lain dalam tatanan

masyarakat yang demokratis.

UUD 1945 menegaskan bahwa sistem pemerintahan Indonesia berdasarkan atas

hukum (rechstaat), bukan hanya berdasarkan kekuasaan belaka (maachstaat).

Meskipun di dalam Konstitusi UUD 1945 terdapat perlindungan yang terang-

benderang terhadap HAM setiap orang, namun dalam peraturan perundang-

undangan terdapat ketentuan-ketentuan teknis yang menghambat penegakan nilai-

nilai konstitusional perlindungan HAM

BAB III

A. Kesimpulan

Kesimpulannya, HAM adalah hak-hak inheren yang melekat pada individu dan

harus dihormati dan dilindungi oleh pemerintah dan masyarakat. Meskipun ada

perbedaan dalam penekanan dan interpretasi antara pandangan Barat dan Islam,

keduanya mengakui pentingnya melindungi hak-hak individu sebagai bagian dari

martabat manusia. Sejarah HAM mencakup perkembangan konsep hak alamiah,


adopsi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, dan perlindungan HAM di tingkat

nasional seperti dalam UUD 1945 di Indonesia.

B. Saran

1. Pahami hak asasi manusia: Penting untuk memahami konsep dan prinsip-

prinsip hak asasi manusia. Pelajari definisi dan arti pentingnya hak asasi manusia

dalam kehidupan sehari-hari. Ini akan membantu Anda menjadi lebih sadar akan

hak-hak Anda dan hak-hak orang lain.

2. Jelajahi pandangan Brainerd Kurth Loomis: Jika Anda tertarik dengan

pandangan Brainerd Kurth Loomis tentang hak asasi manusia, carilah sumber-

sumber yang dapat memberikan informasi lebih lanjut tentang pandangannya.

Baca buku, artikel, atau wawancara yang ditulis atau dilakukan oleh Brainerd

Kurth Loomis untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang

perspektifnya.

3. Perhatikan peran Sekretaris Jenderal Organisasi Hak Asasi Manusia: Jika Anda

tertarik dengan isu-isu hak asasi manusia, perhatikan peran Sekretaris Jenderal

Organisasi Hak Asasi Manusia. Pelajari lebih lanjut tentang tugas dan tanggung

jawab mereka dalam mempromosikan dan melindungi hak asasi manusia di

seluruh dunia. Ini dapat memberikan wawasan tentang upaya global dalam

memajukan hak asasi manusia.

4. Pahami perlindungan hak asasi manusia dalam UUD 1945: Pelajari Pasal 28

UUD 1945 yang mengatur tentang hak asasi manusia di Indonesia. Pahami hak-

hak yang dijamin oleh konstitusi dan bagaimana hak-hak tersebut melindungi

warga negara Indonesia. Ini akan membantu Anda memahami pentingnya hak

asasi manusia dalam konteks hukum Indonesia.


5. Terlibat dalam advokasi hak asasi manusia: Jika Anda peduli dengan hak asasi

manusia, pertimbangkan untuk terlibat dalam advokasi dan kegiatan yang

mendukung hak asasi manusia. Bergabunglah dengan organisasi atau kelompok

yang bekerja untuk mempromosikan dan melindungi hak asasi manusia. Anda

dapat berpartisipasi dalam kampanye, aksi sosial, atau menyebarkan kesadaran

tentang isu-isu hak asasi manusia melalui media sosial atau tulisan.

DAFTAR PUSTAKA

1. "Sapiens: A Brief History of Humankind" oleh Yuval Noah Harari

2. "Thinking, Fast and Slow" oleh Daniel Kahneman

3. "The Power of Now" oleh Eckhart Tolle

4. "The Alchemist" oleh Paulo Coelho

5. "The Lean Startup" oleh Eric Ries

6. "Quiet: The Power of Introverts in a World That Can't Stop Talking" oleh

Susan Cain

7. "The 7 Habits of Highly Effective People" oleh Stephen R. Covey

8. "The Four Agreements" oleh Don Miguel Ruiz

9. "Man's Search for Meaning" oleh Viktor E. Frankl

10. "The Art of War" oleh Sun Tzu

11. "The Innovator's Dilemma" oleh Clayton M. Christensen


12. "The Great Gatsby" oleh F. Scott Fitzgerald

13. "To Kill a Mockingbird" oleh Harper Lee

14. "1984" oleh George Orwell

15. "The Catcher in the Rye" oleh J.D. Salinger

Anda mungkin juga menyukai