0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan15 halaman

Faktor KEK pada Ibu Hamil

Ringkasan dari dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kurang energi kronik pada ibu hamil. 2. Penelitian ini menemukan bahwa faktor pendidikan, pola konsumsi, dan pantang makan berhubungan dengan kurang energi kronik pada ibu hamil. 3. Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang kurang energi kron

Diunggah oleh

Asaiwasini Wasini
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan15 halaman

Faktor KEK pada Ibu Hamil

Ringkasan dari dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kurang energi kronik pada ibu hamil. 2. Penelitian ini menemukan bahwa faktor pendidikan, pola konsumsi, dan pantang makan berhubungan dengan kurang energi kronik pada ibu hamil. 3. Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang kurang energi kron

Diunggah oleh

Asaiwasini Wasini
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

e-ISSN : 2721-1762 p-ISSN : 2721-1770 Volume 1 Issue 3

Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)


Universitas Aisyah Pringsewu

Journal Homepage
http://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/Jaman

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KURANG ENERGI


KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL DI UPT PUSKESMAS RAWAT INAP
SUKOHARJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2020

Rapih Mijayanti1, Yona Desni Sagita 2, Nur Alfi Fauziah 3, Yetty Dwi Fara 4
Program Studi Kebidanan Program Sarjana Terapan, Fakultas Kesehatan Universitas Aisyah Pringsewu,
Lampung, 35372, Indonesia
Email: rapihaza@gmail.com, yonayori1207@gmial.com, nuralfifauziah24@gmail.com,
yettydwifara@gmail.com

ABSTRAK

Kurang Energi Kronis (KEK) merupakan salah satu masalah kurang gizi yang sering terjadi pada wanita
hamil, yang disebabkan oleh kekurangan energi dalam jangka waktu yang cukup lama. Factor-faktor
yang mempengaruhi KEK adalah pola konsumsi, penyakit infeksi, social ekonomi yang didalamnya
termasuk pantang makan. Ibu hamil yang menderita KEK mempunyai risiko kematian ibu mendadak
pada masa perinatal atau risiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) . Tujuan dari
penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Kurang Energi Kronik (KEK)
pada Ibu Hamil Di UPT Puskesmas Rawat Inap Sukoharjo Kabupaten Pringsewu Tahun 2020. Jenis
penelitian kuantitatif rancangan penelitian Analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi yaitu ibu
hamil yang berkunjung ke UPT Puskesmas Rawat Inap Sukoharjo dari bulan Agustus-Oktober 2019
sebanyak 136 ibu. Pengambilan sampel dengan menggunakan accidental sampling. Penelitian dilakukan
pada tanggal 01-29 Februari 2020. Analisis data yang digunakan menggunakan uji chi square. Hasil
analisis dan pengolahan data didapatkan faktor yang berhubungan dengan kurang energi kronik (KEK)
pada ibu hamil Di Upt Puskesmas Rawat Inap Sukoharjo Kabupaten Pringsewu adalah factor pendidikan
p-value = 0,000, fsktor pola konsumsi p-value = 0,000, dan factor pantang makan p-value = 0,000.
Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan tentang Kurang Energi Kronik (KEK)
pada ibu hamil sehingga ibu hamil dapat memperbaiki keadaan terutama gizinya untuk persiapan
persalinan dan pertumbuhan bayinya untuk mencegah masalah pada kehamilan dan setelah melahirkan.

Kata Kunci : Pendidikan, Pola Konsumsi, Pantang Makan, Kurang Energi Kronik (KEK)

I. PENDAHULUAN ibu mendadak pada masa perinatal atau


risiko melahirkan bayi dengan berat lahir
Kurang Energi Kronis (KEK) rendah (BBLR) (Deuis & Febrianti, 2012).
merupakan salah satu masalah kurang gizi Data di Provinsi Lampung prevalensi
yang sering terjadi pada wanita hamil, yang kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu
disebabkan oleh kekurangan energi dalam hamil di tahun 2013 tercatat sekitar 22% dan
jangka waktu yang cukup lama. KEK pada prevalensi kekurangan energi kronik pada
wanita di negara berkembang merupakan WUS dengan usia 15-49 tahun sekitar 19%,
hasil kumulatif dari keadaan kurang gizi data ini mengalami penurunan di tahun 2018
sejak masa janin, bayi, dan kanak-kanaknya, dimana ibu hamil yang mengalami
dan berlanjut hingga dewasa. Ibu hamil yang kekurangan energi kronik (KEK) tercatat
menderita KEK mempunyai risiko kematian sekitar 15%. (Riskesdas, 2018). Kemudian
205
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
e-ISSN : 2721-1762 p-ISSN : 2721-1770 Volume 1 Issue 3

data di Kabupaten Pringsewu ibu hamil yang mencukupi sehingga berkurangnya jumlah
mengalami kekurangan energy kronik protoporpirin yang diubah menjadi heme
(KEK) pada tahun 2016 tercatat sebanyak dan diikuti menurunnya feritin yaitu
418 (3,5%) dari 11.757 sasaran, sedangkan berkurangnya simpanan zat besi (Desti. dkk,
pada tahun 2017 sebanyak 602 (7,8%) dari 2015).
7.678 sasaran, dan di tahun 2018 sebanyak Peneliti melakukan studi pendahuluan di
548 (6,7%) dari 8.153 sasaran (Dinkes UPT Puskesmas Rawat Inap Sukoharjo
Pringsewu, 2018). didapatkan data dari bulan Januari sampai
Kurang Energi Kronis merupakan dengan bulan September 2019 tercatat 132
keadaan dimana ibu menderita kekurangan ibu hamil mengalami resiko tinggi dalam
makanan yang berlangsung menahun kehamilan, dari ibu yang resiko tinggi ini
(kronis) yang mengakibatkan timbulnya tercatat sudah 79 (59,8%) ibu hamil positif
gangguan kesehatan pada ibu. KEK dapat kekurangan energi kronik (KEK). Kemudian
terjadi pada wanita usia subur (WUS) dan peneliti mengambil 10 ibu hamil untuk di
pada ibu hamil (bumil). Seseorang dikatakan wawancara, dari hasi wawancara didapatkan
menderita risiko KEK bilamana LILA < 6 (60%) ibu hamil mengatakan selama hamil
23,5 cm (Depkes RI, 2012). dilarang untuk memakan beberapa jenis
Status gizi prakonsepsi merupakan salah makanan dan buah-buahan seperti nanas dan
faktor yang dapat memengaruhi kondisi durian walaupun dalam jumlah yang sedikit
kehamilan dan kesejahteraan bayi yang dan 4 (40%) ibu mengatakan dalam pola
penanggulangannya akan lebih baik jika konsumsinya tidak selalu memiliki lauk
dilaksanakan pada saat sebelum hamil. seperti ikan atau daging setiap harinya,
Wanita usia 20-35 tahun merupakan sasaran ditambah lagi ada beberapa ibu yang merasa
yang lebih tepat dalam pencegahan masalah mual saat mengkonsumsi ikan dan daging.
gizi yang salah satunya adalah kekurangan Dari 10 ibu hamil tersebut didapatkan 7 ibu
energi kronik. (Fauziah. dkk, 2014). dengan tingkat pendidikan rendah yaitu SD
Malnutrisi dapat mempermudah tubuh dan SMP.
terkena penyakit infeksi dan juga infeksi Berdasarkan studi pendahuluan dan latar
akan mempermudah status gizi dan belakang diatas, penulis tertarik untuk
mempercepat malnutrisi, yang salah satunya meneliti tentang faktor-faktor yang
berdampak pada penurunan asupan gizi berhubungan dengan kurang energi kronik
akibat kurang nafsu makan. Dalam hal ini (KEK) pada ibu hamil di UPT Puskesmas
jumlah asupan makan/asupan gizi dan Rawat Inap Sukoharjo Kabupaten
penyakit/infeksi menjadi penyebab langsung Pringsewu tahun 2020.
masalah gizi (Fauziah. dkk, 2014).
Rendahnya asupan makanan dapat II. TINJAUAN PUSTAKA
disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan A. Tinjauan Teori
perilaku makan seseorang. Rendahnya 1. Kekurangan energi kronis (KEK)
pengetahuan gizi dapat menyebabkan a. Pengertian KEK
rendahnya pemilihan makanan dan memiliki Kurang Energi Kronis
peran dalam masalah nutrisi. Faktor lain merupakan keadaan dimana ibu
yang berperan dalam menentukan status menderita kekurangan makanan yang
kesehatan seseorang adalah tingkat sosial berlangsung menahun (kronis) yang
ekonomi, dalam hal ini adalah pendidikan, mengakibatkan timbulnya gangguan
pekerjaan, dan pengeluaran (Fauziah. dkk, kesehatan pada ibu. KEK dapat
2014). terjadi pada wanita usia subur (WUS)
Kekurangan energi kronik pada ibu dan pada ibu hamil (bumil).
hamil dapat terjadi karena konsumsi energi Seseorang dikatakan menderita risiko
dan protein mengalami kekurangan dalam KEK bilamana LILA < 23,5 cm
jangka waktu yang lama. Protein sendiri (Depkes RI, 2012).
mengandung zat besi di dalamnya yang Istilah KEK atau kurang energi
sangat dibutuhkan selama masa kehamilan kronik merupakan istilah lain dan
untuk pertumbuhan dan perkembangan Kurang Energi Protein (KEP) yang
janin. Apabila asupan nutrisi kurang diperuntukkan untuk wanita yang
menyebabkan pasokan zat besi tidak
206
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
e-ISSN : 2721-1762 p-ISSN : 2721-1770 Volume 1 Issue 3

kurus dan lemak akibat kurang energi menggunakan cadangan lemak dan
yang kronis (WHO, 2011). KEK protein amino yang digunakan untuk
adalah penyebabnya dari ketidak diubah menjadi karbohidrat. Jika
seimbangan antara asupan untuk keadaan ini terus berlanjut maka
pemenuhan kebutuhan dan tubuh akan mengalami kekurangan
pengeluaran energy (Departemen zat gizi terutama energi yang akan
Gizi dan Kesmas FKMUI, 2010). berakibat buruk pada ibu hamil
Kekurangan Energi Kronis (KEK) (Linda dkk, 2018).
adalah keadaan dimana remaja e. Komplikasi KEK
putri/wanita mengalami kekurangan Kekurangan Energi Kronis
gizi (kalori dan protein) yang (KEK) pada ibu hamil dapat
berlangsung lama atau menahun. menyebabkan resiko dan komplikasi
b. Etiologi KEK (Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Kurang Energi Kronik (KEK) Neonatal Edisi 2, 2012) antara lain :
pada ibu hamil dilatar belakangi oleh a) Pada ibu
kehamilan dengan satu atau lebih 1) Ibu lemah dan kurang nafsu
keadaan “4 Terlalu”, yaitu : makan
a) Terlalu muda (usia < 20 tahun) 2) Perdarahan pada masa
b) Terlalu tua (usia > 45 tahun) kehamilan
c) Terlalu sering (jarak antara 3) Anemia
kelahira < 2 tahun) 4) Kemungkinan terjadi infeksi
d) Terlalu banyak (jumlab anak > 3 semakin tinggi
orang) b) Pada waktu persalinan
c. Faktor-Faktor yang 1) Pengaruh gizi kurang
Mempengaruhi Status Gizi Ibu terhadap proses persalinan
Hamil dapat mengakibatkan
Menurut Depkes dalam Farida persalinan sulit dan lama
Hidayati (2011), penyebab langsung 2) Persalinan sebelum
KEK pada ibu hamil yaitu : waktunya (premature)
a) Pola Konsumsi 3) Perdarahan postpartum
b) Penyakit Infeksi 4) Persalinan dengan tindakan
c) Sosial Ekonomi operasi cesar cenderung
1) Pekerjaan meningkat
2) Jumlah anggota keluarga c) Pada janin
3) Pendidikan 1) Keguguran (abortus)
4) Pantang Makanan 2) Bayi lahir mati
d. Patofisiologi KEK 3) Cacat bawaan
KEK pada ibu hamil akan terjadi 4) Keadaan umum dan
jika kebutuhan tubuh akan energi kesehatan bayi baru lahir
tidak tercukupi oleh diet. Ibu hamil kurang
membutuhkan energi yang lebih 5) Anemia pada bayi
besar dari kebutuhan energi individu 6) Asfiksia intra partum
normal. Hal ini dikarenakan pada saat 7) BBLR
hamil ibu tidak hanya memenuhi 8) Pada ibu menyusui
kebutuhan energi untuk dirinya 9) Produksi/volume ASI
sendiri, tetapi juga untuk janin yang berkurang
dikandungnya. Karbohidrat (glukosa) 10) Anemia
dapat dipakai oleh seluruh jaringan 11) Kemungkinan terjadi infeksi
tubuh sebagai bahan bakar, lebih tinggi
sayangnya kemampuan tubuh untuk 12) Ibu lemah dan kurang nafsu
menyimpan karbohidrat sangat makan
sedikit, sehingga setelah 25 jam f. Penatalaksanaan KEK
sudah dapat terjadi kekurangan. Penatalaksanaan ibu hamil
Sehingga jika keadaan ini berlanjut dengan dengan KEK menurut
terus menerus, maka tubuh akan Depkes RI (2012) yaitu dengan cara
207
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
e-ISSN : 2721-1762 p-ISSN : 2721-1770 Volume 1 Issue 3

penyelenggaraan Pemberian pendidikan antara yang mendidik


Makanan Tambahan (PMT) dimana dan yang dididik. Melalui masukan-
PMT yang dimaksudkan adalah masukan kepada peserta didik yang
berupa makanan tambahan bukan secara sadar akan dicerna oleh jiwa,
sebagai pengganti makanan utama akal maupun raganya sehingga
sehari hari. pengetahuan (kognitif),
Makanan tambahan pemulihan keterampilan (psikomotor), dan
ibu hamil dengan KEK adalah sikap (afektif) sesuai dengan yang
makanan bergizi yang diperuntukan dituju oleh pendidikan tersebut
bagi ibu hamil sebagai makanan (Arif, 2009).
tambahan untuk pemulihan gizi, b. Tujuan Pendidikan
mkanan tambahan ibu hamil Tujuan pendidikan adalah
diutamakan berupa sumber protein menciptakan seseorang yang
hewani maupun nabati misalnya berkualitas dan berkarakter sehingga
seperti ikan, telur, daging, ayam, memiliki pandangan yang luas ke
kacang-kacangan dan hasil olahan depan untuk mencapai suatu cita-
seperti temped an tahu. Makanan cita yang di harapkan dan mampu
tambahan diberikan sekali sehari beradaptasi secara cepat dan tepat di
selama 90 hari berturut-turut, dalam berbagai lingkungan. Karena
berbasis makanan lokal dapat pendidikan itu sendiri memotivasi
diberikan makanan keluarga atau diri kita untuk lebih baik dalam
makanan kudapan lainnya. Adapun segala aspek kehidupan (Djoehana,
Penatalakasanaan ibu hamil dengan 2012).
kekurangan energi kronis menurut c. Teori Pendidikan
para ahli lainnya, yaitu : Ada beberapah teori-teori
Memberikan penyuluhan dan pendidikan menurut Arif (2009)
melaksanakan nasehat atau anjuran antara lain:
tambahan makanan. Makanan pada a) Behaviorisme
ibu hamil sangat penting, karena b) Kognitivisme.
makanan merupakan sumber gizi c) Konstruktivisme
yang dibutuhkan ibu hamil untuk d) Humanistik
perkembangan janin dan tubuhnya d. Tingkat Pendidikan
sendiri (Notoadmojo, 2013). Jenjang atau tingkat pendidikan yang
Keadaan gizi pada waktu konsepsi ditempuh oleh seseorang berupa dari
harus dalam keadaan baik, dan pendidikan sekolah dasar (SD),
selama hamil harus mendapat SMP, SMA dan perguruan tinggi.
tambahan protein, mineral dan energi Pendidikan dapat dikategorikan
(Chinue, 2011). menjadi
g. Pengukuran Kekurangan Energi a) Pendidikan rendah jika tingkat
Kronin (KEK) pendidikan yang ditempuh SD-
Menurut Azrimaidaliza (2015), SMP
seseorang dikatakan kekurangan b) Pendidikan tinggi jika tingkat
energy kronik atau KEK dapat dilihat pendidikan yang ditempuh
melalui hasil pengukuran LILA, dan SMA-PT (Kemendikbud, 2012).
diagi kedalan dua kategori yaitu e. Hubungan Pendidikan Dengan
sebagai berikut: Kurang Energi Kekurangan Energi Kronik
Kronis atau disingkat KEK (jika (KEK)
LILA< 23,5 cm) dan Normal (jika Menurut hasil penelitian Mahirawati
LILA ≥ 23,5 cm). (2014), latar belakang pendidikan
2. Pendidikan seseorang merupakan salah satu
a. Konsep Pendidikan unsur penting yang dapat
Dalam bahasa Indonesia, mempengaruhi status kesehatan dan
pendidikan berarti proses mendidik gizi, karena seringkali masalah
atau melakukan suatu kegiatan yang kesehatan dan gizi timbul karena
mengandung proses komunikasi ketidaktahuan atau kurang informasi
208
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
e-ISSN : 2721-1762 p-ISSN : 2721-1770 Volume 1 Issue 3

tentang kesehatan dan gizi yang Tabel 2.1 Anjuran Jumlah Porsi Menurut
memadai. Ibu hamil yang Kecukupan Energi Untuk Ibu Hamil Dan
mengalami kekurangan energi Menyusui 2500 kkal Menurut
kronik (KEK) sebagian besar Kemenkes RI (2015)
(76,5%) berpendidikan rendah. Bahan Ibu Hamil Ibu Menyusui
Makanan 2500 kkal 2500 kkal
3. Pola Konsumsi Nasi 6p 6p
a. Pegertian Sayuran 4p 4p
Kebiasaan makan seringkali Buah 4p 4p
merupakan suatu pola yang berulang
Tempe 4p 4p
atau bagian dari rangkaian panjang
Daging/Ikan 3p 3p
kebiasaan hidup secara keseluruhan
Susu 1p 1p
yang dapat diukur dengan pola
konsumsi pangan. Pola konsumsi Minyak 6p 6p
adalah jenis frekuensi beragam Gula 2p 2p
pangan yang biasa dikonsumsi, Menurut Kemenkes RI (2015),
biasanya berkembang dari pangan penggukuran pola konsumsi pada
setempat atau dari pangan yang telah ibu hamil dibagi kedalam dua
ditanam di tempat tersebut untuk kriteria, yaitu:
jangka waktu yang panjang (Farida a) Kurang (jika asupan energi
Hidayati, 2011). <2500 kkal)
Asupan gizi sangat menentukan b) Cukup (jika asupan energi
kesehatan ibu hamil dan janin yang ≥2500 kkal)
di kandungnya. Kebutuhan gizi pada c. Kandungan Protein
masa kehamilan akan meningkat Kandungan protein menurut
sebesar 15% dibandingkan dengan Saintif (2020) dengan judul Jenis-
wanita normal. Makanan yang jenis makanan dengan protein tinggi
konsumsi oleh ibu hamil akan (Lengkap) adalah sebagai berikut:
digunakan untuk pertumbuhan janin a) Kandungan protein pada telur
sebesar 40% dan sisanya (60%) b) Beras
digunakan untuk pertumbuhan c) Bayam
ibunya (Huliana, 2001). d) Kacang Kedelai
b. Anjuran Makan Ibu Hamil e) Brokoli
Ibu hamil membutuhkan f) Susu Sapi
tambahan energi sebanyak 300 g) Kentang
kalori per hari atau sekitar 15% lebih d. Hubungan Pola Konsumsi
banyak dari jumlah normalnyayaitu Terhadap Kejadian KEK pada
sekitar 2.500 sampai 3000 kalori Ibu Hamil
dalam satu hari (Huliana, 2002). Menurut hasil penelitian Amri &
Kebutuhan dalam 2.500 kalori Faisal (2017), hasil penelitian ada
tersebut dapat dicapai dalam 3-4 kali hubungan yang signifikan antara
makan dalam sehari yang di pola makan dengan kejadian KEK
sesuaikan dengan kebutuhan dan pada ibu hamil (p<0,000), dimana
kecukupan gizi pada ibu hamil ibu hamil yang memiliki pola makan
(Kemenkes RI, 2015). tidak teratur akan lebih beresiko
Pola konsumsi dilihat dari mengalami KEK dibandingkan
jumlah dan frekuensi makan ibu dengan ibu hamil dengan pola makan
dalam sehari, menurut Almatsier teratur.
(2003) yaitu: e. Alat Ukur Pola Konsumsi
1) Makanan Pokok Penggukuran pola konsumsi
2) Lauk dengan menggunakan survey
3) Sayuran konsumsi makanan dimaksudkan
4) Buah untuk mengetahui kebiasaan makan
5) Susu dan hasil olahannya dan gambaran tingkat kecukupan
bahan makanan dan zat gizi pada
209
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
e-ISSN : 2721-1762 p-ISSN : 2721-1770 Volume 1 Issue 3

tingkat kelompok, rumah tangga, 6) hitung semua daftar bahan


dan perseorangan, serta faktor-faktor makanan yang dikonsumsi
yang berpengaruh terhadap responden penelitian sesuai
konsumsi makanan tersebut dengan dengan form yang telah diisi.
menggunakan metode Semi 7) Setelah semua bahan makanan
Quantitative Food Frequency diketahui berat yang dikonsumsi
Questionnaire (SQ-FFQ) (Farida dalam gram/hari, maka semua
Hidayat, 2012). Pada SQ-FFQ, skore berat item dijumlahkan sehingga
zat gizi yang ada di setiap subyek diperoleh total asupan zat gizi
dihitung dengan cara mengkalikan dari subyek.
frekuensi setiap jenis makanan yang 8) Terakhir, cek dan teliti kembali
dikonsumsi, yang diperoleh dari data untuk memastikan semua berat
bahan makanan di kuesioner (gram) bahan makanan agar
(Amalia, 2017). tidak terjadi kesalahan.
f. Kuesioner SQ-FFQ 4. Pantang Makan
Kuesioner SQ-FFQ dapat a. Pengertian
digunakan untuk menerangkan Makanan pantang atau pantang
ukuran porsi yang dikonsumsi makanan adalah bahan makanan atau
seseorang. Adapun prosedur masukan yang tidak boleh dimakan
penggunaan SQ-FFQ menurut oleh para individu dalam masyarakat
(Amalia, 2017), adalah sebagai karena alasan-alasan yang bersifat
berikut : budaya. Biasanya pihak yang
1) Subyek diwawancarai mengenai diharuskan memantang memiliki
frekuensi konsumsi jenis ciri-ciri tertentu, atau sedang
makanan apakan harian, mengalami keadaan tertentu
mingguan, bulanan. (misalnya karena sedang hamil atau
2) Subyek diwawancarai mengenai menyusui), dan karena dalam
ukuran rumah tangga dan kebudayaan setempat terdapat suatu
porsinya. kepercayaan tertentu terhadap bahan
3) Pewawancara melakukan makanan tersebut (misalnya
estimasi ukuran porsi yang di berkenaan dengan sifat keramatnya).
konsumsi subyek kedalam Adat memantang makan itu
ukuran berat gram, dengan diajarkan secara turun temurun dan
menunjukan gambar atau contoh cenderung ditaati walaupun individu
bahan makanan yang yang menjalankannya mungkin tidak
sebelumnya telah di ketahui terlalu paham atau yakin akan
beratnya (gram). rasional dari alasan-alasan
4) Pewawancara melakukan memantang makanan yang
konversi semua daftar bahan bersangkutan, dan sekedar karena
makanan per hari (1 hari), patuh akan tradisi setempat (Farida
Minggu (7 hari) dan bulan (30 Hidayat, 2011).
hari).
Misalnya : nasi putih
dikonsumsi 3 kali dalam sehari b. Pengelompokan Pantang Makan
ekuevalen dengan 3/1 = 3 a) Pantang makanan yang tidak
tahu dikonsumsi 4 kali dalam berdasarkan agama
seminggu ekuevalen dengan 4/7 (kepercayaan)
= 0,57 b) Pantang makanan yang
5) Kemudian tugas pewawancara berdasarkan agama
yaitu mengalikan frekuensi (kepercayaan)
konsumsi dengan ukuran porsi c) Pantangan yang jelas akibatnya
(gram) untuk mendapatkan berat terhadap kesehatan.
yang di konsumsi dalam c. Penggukuran Pantang Makan
gram/hari. Menurut Farida Hidayat (2011),
pantang makan diukur dengan cara :
210
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
e-ISSN : 2721-1762 p-ISSN : 2721-1770 Volume 1 Issue 3

1) Ada (jika melakukan pantang makan. Makanan yang dipantang yaitu


makan) makanan sumber protein, sumber
2) Tidak ada (jika tidak melakukan vitamin dan mineral (buah dan sayur),
pantang makan). dan bahan makanan sumber energi
B. Penelitaian Terkait C. Kerangka Teori
1. Deuis & Febrianti (2012) judul Kerangka teori adalah ringkasan dan
penelitian “kebiasaan makan menjadi tinjauan pustaka yang digunakan untuk
salah satu penyebab kekurangan energi mengidentifikasi variable yang akan diteliti
kronis (KEK) pada ibu hamil di Poli yang berkaitan dengan konteks ilmu
Kebidanan RSIA Lestari Cirendeu pengetahuan yang di gunakan untuk
Tangerang Selatan”. Penelitian ini mengembangkan kerangka konsep
dilakukan dengan study kasus, hasil penelitian (Notoadmodjo, 2010). Kerangka
penelitian aspek kebiasaan makan teori dalam penelitian ini adalah sebagai
merupakan salah satu penyebab KEK berikut:
pada ibu hamil, semua aspek perilaku Gambar 2.1
kebiasaan makan seperti kebiasaan tidak Kerangka Teori
makan bersama keluarga, pola makanan Faktor-faktor yang
yang kurang beragam dan bersumber mempengaruhi gizi
energi, frekuensi dan porsi makanan ibu hamil yaitu :
yang kurang, pantangan terhadap 1. Pola Konsumsi
makanan yang memang baik untuk
2. Penyakit Infeksi
dikonsumsi, cara mendistribusikan
makanan keluarga yang kurang baik, 3. Sosial Ekonomi
dan cara memilih bahan makanan yang a. Pekerjaan Kekurangan
kurang baik merupakan penyebab b. Jumlah Energi Kronik
terjadinya KEK pada ibu hamil. anggota (KEK)
2. Hamid, Thatha & Salam (2014) judul keluarga
penelitian “analisis faktor risiko
c. Pendidikan
kekurangan energi kronik (KEK) pada
Wanita Prakonsepsi Di Kota Makassar”. d. Pantang
Hasil penelitian didapatkan bahwa makan
penyakit infeksi memiliki hubungan
dengan kekurangan energi kronik Sumber : Farida Hidayat (2011), Baliwati dkk,
(KEK) didapatkan nilai p-value =0,000, (2004).
(<0,05) dan pengetahuan gizi memiliki D. Kerangka Konsep
hubungan dengan kekurangan energi Kerangka adalah merupakan abstraksi
kronik (KEK) dengan nilai p-value = yang berbentuk oleh generlisasi dari hal-hal
0,000, (<0,05). Dari hasil penelitian ini yang khusus. Oleh karena konsep
didapatkan bahwa penyakit infeksi merupakan abstraksi, maka konsep tidak
merupakan variabel yang paling besar dapat langsung diamati atau diukur. Konsep
pengaruhnya terhadap risiko hanya dapat diamati melalui konstruk atau
kekurangan energi keronik (KEK) yang lebih dikenal dengan nama variabel,
dengan odds ratio sebesar 13,531. jadi variabel adalah simbol atau lambang
3. Oktriyani, Jufri & Astiti (2014) judul yang menunjukkan nilai atau bilangan dari
“Pola makan dan pantangan makan tidak konsep (Notoatmodjo, 2010). Kerangka
berhubungan dengan kekurangan energi konsep dalam penelitian ini adalah sebagai
kronis pada ibu hamil”. Hasil dari uji berikut:
chi-square menunjukkan tidak ada Gambar 2.2
hubungan antara pola makan dan Kerangka Konsep
pantangan makan dengan kejadian KEK Variabel Independent Variabel Dependent
pada ibu hamil (p>0,05). Sebanyak Kekurangan
17,91% ibu hamil berisiko KEK, Pendidikan
Pola Konsumsi Energi Kronik
20,99% diantaranya mempunyai pola (KEK)
makan pokok (nasi) yang kurang dan Pantang Makan
20,22% masih mempunyai pantangan
211
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
e-ISSN : 2721-1762 p-ISSN : 2721-1770 Volume 1 Issue 3

E. Hipotesis (51,7%). Dapat disimpulkan bahwa


Hipotesis merupakan suatu jawaban sebagian besar responden memiliki
yang bersifat sementara terhadap suatu pendidikan dalam kategori tinggi.
permasalahan penelitian, sampai terbukti b. Distribusi Frekuensi Pola Konsumsi
melalui data yang terkumpul (Arikunto, Pola Frekuensi Persen
2011). Konsumsi (%)
Ha = Ada hubungan faktor pendidikan Kurang 22 37.9
dengan kurang energi kronik (KEK) pada Cukup 36 62.1
ibu hamil di UPT Puskesmas Rawat Inap Total 58 100.0
Sukoharjo Kabupaten Pringsewu Tahun Dari tabel 4.3 dapat dijelaskan
2020. bahwa dari 58 responden, responden
Ha = Ada hubungan faktor pola konsumsi dengan pola konsumsi kurang sebesar
dengan kurang energi kronik (KEK) pada 22 (37,9%) dan yang dengan pola
ibu hamil di UPT Puskesmas Rawat Inap konsumsi cukup sebesar 36 (62,1%).
Sukoharjo Kabupaten Pringsewu Tahun Dapat disimpulkan bahwa sebagian
2020. besar responden memiliki pola
Ha = Ada hubungan faktor pantang makan konsumsi cukup.
dengan kurang energi kronik (KEK) pada c. Distribusi Frekuensi Pantang Makan
ibu hamil di UPT Puskesmas Rawat Inap Pantang Frekuensi Persen
Sukoharjo Kabupaten Pringsewu Tahun Makan (%)
2020. Ada 20 34.5
Tidak
II. METODE PENELITIAN 38 65.5
Ada
Penelitian ini termasuk penelitian Total 58 100.0
kuantitatif dengan desain aalitik dan Dari tabel 4.4 dapat dijelaskan
pendekatan crosecctional. Penelitian ini bahwa dari 58 responden, responden
telah dilaksanakan di UPT Puskesmas yang ada pantang makan sebesar 20
Rawat Inap Sukoharjo Kabupaten (34,5%) dan yang tidak ada pantang
Pringsewu. Adapun waktu pelaksanaannya makan sebesar 38 (65,5%). Dapat
telah dilakukan pada tanggal 01-29 Februari disimpulkan bahwa sebagian besar
2020. responden tidak ada pantang makan.
Populasi dalam penelitian ini adalah ibu
hamil yang berkunjung ke UPT Puskesmas d. Distribusi Frekuensi Kurang Energi
Rawat Inap Sukoharjo dari bulan Agustus- Kronik (KEK)
Oktober 2019 sebanyak 136 ibu. Jumlah
Kekurangan Frekuensi Persen
sampel yang diperlukan dalam penelitian ini
Energi (%)
sebanyak 58 ibu. Teknik pengambilan
Kronik
sampling menggunakan Accidental
(KEK)
sampling.
KEK 24 41.4
Normal 34 48.6
IV. PEMBAHASAN
Total 58 100.0
Hasil Penelitian Dari tabel 4.5 dapat dijelaskan
Analisis Univariat bahwa dari 58 responden, responden
a. Distribusi Frekuensi Pendidikan yang kekurangan energi kronik (KEK)
Pendidikan Frekuensi Persen sebesar 24 (41,4%) dan yang normal
(%) sebesar 34 (48,6%). Dapat disimpulkan
Rendah 28 48.3 bahwa sebagian besar responden tidak
Tinggi 30 51.7 mengalami KEK
Total 58 100.0
Dari tabel 4.2 dapat dijelaskan Analisis Bivariat
bahwa dari 58 responden, responden a. Hubungan Faktor Pendidikan
yang dengan tingkat pendidikan rendah dengan KEK
sebesar 28 (48,3%) dan yang dengan
tingkat pendidikan tinggi sebesar 30
212
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
e-ISSN : 2721-1762 p-ISSN : 2721-1770 Volume 1 Issue 3

Berdasarkan hasil pada tabel 4.2


dapat dijelaskan bahwa dari 58
responden, responden yang dengan
tingkat pendidikan rendah sebesar 28
(48,3%) dan yang dengan tingkat
pendidikan tinggi sebesar 30 (51,7%).
Dari hasil nalisis data dapat Dapat disimpulkan bahwa sebagian
disimpulkan bahwa ada hubungan factor besar responden memiliki pendidikan
pendidikan dengan Kurang Energi dalam kategori tinggi.
Kronik (KEK) pada ibu hamil dengan Sejalan dengan hasil penelitian Siti
nilai P-value 0.000 (<0.05). dan odds Khadijah (2018) dengan judul penelitian
ratio sebesar 16,250. Dimana ibu yang hubungan pendapatan keluarga dan
memiliki pendidikan rendah akan tingkat pendidikan ibu dengankejadian
beresiko 16 kali mengalami KEK kekurangan energi kronis (KEK) pada
dibandingkan ibu dengan pendidikan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas
tinggi. Puuwatu Kota Kendari Provinsi
b. Hubungan Faktor Pola Konsumsi Sulawesi Tenggara tahun 2018. Hasil
dengan KEK penelitian didapatkan sebagian besar
responden dengan tingkat pendidikan
tinggi yaitu sebesar 51%.
Sejalan dengan teori Notoadmodjo
(2010) sebagaimana umumnya semakin
tinggi pendidikan seseorang maka
semakin mudah mendapatkan informasi
Dari hasil nalisis data dapat dan akhirnya mempengaruhi perilaku
disimpulkan bahwa ada hubungan factor seseorang. Pendidikan dapat
pola konsumsi dengan kurang energi mempengaruhi wawasan ibu menjaga
kronik (KEK) pada ibu hamil dengan pola makan untuk memenuhi kebutuhan
gizi saat hamil. Semakin tinggi
nilai P-value 0.000 (<0.05). dan odds
ratio sebesar 14.086. Dimana ibu yang pendidikan informasi tentang
memiliki pola konsumsi kurang akan kekurangan energi kronik akan lebih
beresiko 14 kali mengalami KEK banyak.
dibandingkan ibu dengan pola konsumsi Hasil penelitian sebagian besar
cukupi. responden dengan tingkat pendidikan
tinggi yaitu sebesar 30 (51,7%), menurut
c. Hubungan Faktor Pantang Makan
pendapart peneliti tingakat pendidikan
dengan KEK
akan mempengaruhi pengetahuan
seseorang, namun untuk memenuhi
kebutuhan gizi ibu saat hamil tingkat
pengetahuan saja tidak cukup, ibu hamil
perlu mendapat dukungan secara social
ekonomi untuk memenuhi kebutuhan
gizi tersebut.
Dari hasil nalisis data dapat 2. Distribusi Frekuensi Pola Konsumsi
disimpulkan bahwa ada hubungan factor Berdasarkan hasil pada tabel 4.3
pantang makan dengan kurang energi dapat dijelaskan bahwa dari 58
kronik (KEK) pada ibu hamil dengan responden, responden dengan pola
nilai P-value 0.000 (<0.05) dan odds konsumsi kurang sebesar 22 (37,9%)
ratio sebesar 9.667. Dimana ibu yang dan yang dengan pola konsumsi cukup
ada pantang makan akan beresiko 9 kali sebesar 36 (62,1%). Dapat disimpulkan
mengalami KEK dibandingkan ibu yang bahwa sebagian besar responden
tidak ada pantang makan. memiliki pola konsumsi cukup.
Pembahasan Sejalan dengan hasil penelitian
Analisis Univariat Rahayu & Sagita (2019) dengan judul
1. Distribusi Frekuensi Pendidikan penelitian pola makan dan pendapatan
213
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
e-ISSN : 2721-1762 p-ISSN : 2721-1770 Volume 1 Issue 3

keluarga dengan kejadian kekurangan makanan di Puskesmas Kota Bandar


energi kronik (kek) pada ibu hamil Lampung sebanyak 54,3%.
trimester II, hasil penelitian diketahui Sejalan dengan teori Farida Hidayat
bahwa dari 40 responden di dapat (2011), makanan pantang atau pantang
sebagian besar responden (77,0 %) ibu makanan adalah bahan makanan atau
berpola makan cukup yaitu sebanyak 31 masukan yang tidak boleh dimakan oleh
responden. para individu dalam masyarakat karena
Sejalan dengan teori Farida Hidayati alasan-alasan yang bersifat budaya.
(2011), ebiasaan makan seringkali Biasanya pihak yang diharuskan
merupakan suatu pola yang berulang memantang memiliki ciri-ciri tertentu,
atau bagian dari rangkaian panjang atau sedang mengalami keadaan tertentu
kebiasaan hidup secara keseluruhan (misalnya karena sedang hamil atau
yang dapat diukur dengan pola menyusui), dan karena dalam
konsumsi pangan. Pola konsumsi adalah kebudayaan setempat terdapat suatu
jenis frekuensi beragam pangan yang kepercayaan tertentu terhadap bahan
biasa dikonsumsi, biasanya berkembang makanan tersebut (misalnya berkenaan
dari pangan setempat atau dari pangan dengan sifat keramatnya). Adat
yang telah ditanam di tempat tersebut memantang makan itu diajarkan secara
untuk jangka waktu yang panjang. turun temurun dan cenderung ditaati
Asupan gizi sangat menentukan walaupun individu yang
kesehatan ibu hamil dan janin yang di menjalankannya mungkin tidak terlalu
kandungnya. Kebutuhan gizi pada masa paham atau yakin akan rasional dari
kehamilan akan meningkat sebesar 15% alasan-alasan memantang makanan
dibandingkan dengan wanita normal. yang bersangkutan, dan sekedar karena
Makanan yang konsumsi oleh ibu hamil patuh akan tradisi setempat.
akan digunakan untuk pertumbuhan Hasil penelitian sebagian besar
janin sebesar 40% dan sisanya (60%) responden tidak ada pantang makan
digunakan untuk pertumbuhan ibunya sebesar 38 (65,5%), menurut pendapart
(Huliana, 2001). peneliti ibu yang tidak melakukan
Hasil penelitian sebagian besar pantang makan karena sudah memiliki
responden dengan pola konsumsi cukup pengetahuan yang baik tentang gizi bagi
sebesar 36 (62,1%), menurut pendapart ibu hamil dan sudah meningalkan
peneliti pola konsumsi responen tradisi-tradisi yang merugikan ibu hamil
dipengaruhi oleh tingkat pendapatan dikarenakan harus melakukan panang
keluarga dan ibu sadar akan pentingnya makan terhadap beberapa jenis makanan
asupan gizi bagi dirinya dan anak yang yang sebenarnya baik bila dikonsumsi
sedang di kandung. tidak berlebihan.
3. Distribusi Frekuensi Pantang Makan 4. Distribusi Frekuensi KEK
Berdasarkan hasil pada tabel 4.4 Berdasarkan hasil pada tabel 4.5
dapat dijelaskan bahwa dari 58 dapat dijelaskan bahwa dari 58
responden, responden yang ada pantang responden, responden yang kekurangan
makan sebesar 20 (34,5%) dan yang energi kronik (KEK) sebesar 24 (41,4%)
tidak ada pantang makan sebesar 38 dan yang normal sebesar 34 (48,6%).
(65,5%). Dapat disimpulkan bahwa Dapat disimpulkan bahwa sebagian
sebagian besar responden tidak ada besar responden tidak mengalami KEK.
pantang makan. Sejalan dengan hasil penelitian Putri
Sejalan dengan hasil penelitian (2015) judul hubungan lingkar lengan
rukmono (2019), dengan judul atas ibu hamil dengan berat badan lahir
penelitian hubungan antara paritas dan bayi di Rumah Sakit Umum Cut Meutia
pantang makan terhadap kejadian Kabupaten Aceh Utara Dan Rumah
kekurangan energi kronik (KEK) pada Sakit Tk IV IM.07.01 Lhokseumawe.
ibu hamil di Puskesmas Bandar Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
Lampung didapatkan hasil bahwa ibu ibu hamil yang memiliki ukuran LILA
hamil yang memilki pantangan terhadap normal sebanyak 78 orang (91,8%) dan

214
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
e-ISSN : 2721-1762 p-ISSN : 2721-1770 Volume 1 Issue 3

7 orang (8,2%) ibu yang memiliki LILA Analisis Bivariat


<23,5 cm atau berisiko KEK. 1. Hubungan Faktor Pendidikan
Gizi yang baik diperlukan seorang Dengan Kurang Energi Kronik
ibu hamil agar pertumbuhan janin tidak (KEK) Pada Ibu Hamil
mengalami hambatan, dan selanjutnya Berdasarkan tabel 4.6 dapat
akan melahirkan bayi dengan berat disimpulkan bahwa ada hubungan factor
badan lahir normal. Kondisi kesehatan pendidikan dengan Kurang Energi
yang baik, sistem reproduksi normal, Kronik (KEK) pada ibu hamil dengan
tidak menderita sakit, dan tidak ada nilai P-value 0.000 (<0.05). dan odds
gangguan gizi pada masa pra hamil ratio sebesar 16,250. Dimana ibu yang
maupun saat hamil, ibu akan melahirkan memiliki pendidikan rendah akan
bayi lebih besar dan lebih sehat dari beresiko 16,250 kali mengalami KEK
pada ibu dengan kondisi kehamilan yang dibandingkan ibu dengan pendidikan
sebaliknya. Ibu dengan kondisi kurang tinggi..
gizi kronis pada masa hamil sering Sejalan dengan hasil penelitian Siti
melahirkan bayi BBLR, vitalitas yang Khadijah (2018) judul penelitian
rendah dan kematian yang tinggi, hubungan pendapatan keluarga dan
terlebih lagi bila ibu menderita anemia. tingkat pendidikan ibu dengankejadian
Sejalan dengan teori yang kekurangan energi kronis (KEK) pada
mengatakan ibu hamil umumnya ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas
mengalami deplesi atau penyusutan besi Puuwatu Kota Kendari Provinsi
sehingga hanya memberi sedikit besi Sulawesi Tenggara tahun 2018. Hasil
kepada janin yang dibutuhkan untuk penelitian terdapat hubungan antara
metabolisme besi yang normal. tingkat pendidikan dengan kejadian
Kekurangan zat besi dapat Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada
menimbulkan gangguan atau hambatan ibu hamil p-value = 0,003 (<0,05).
pada pertumbuhan janin baik sel tubuh Sejalan dengan teori Farida Hidayat
maupun sel otak. Anemia gizi dapat (2011) salah satu factor yang
mengakibatkan kematian janin didalam mempengaruhi kurang energy kronik
kandungan, abortus, cacat bawaan, dan (KEK) pada ibu hamil adalah
BBLR. Hal ini menyebabkan morbiditas pendidikan. Semakin tinggi tingkat
dan mortalitas ibu dan kematian pendidikan ibu hamil atau suami akan
perinatal secara bermakna lebih tinggi, semakin rendah kejadian KEK pada ibu
sehingga kemungkinan melahirkan bayi hamil dengan asumsi bahwa semakin
BBLR dan prematur juga lebih besar tinggi tingkat pendidikan suami
(Nelson, 2010). biasanya diikuti dengan meningkatnya
Kurang energi kronis (KEK) pendapatan keluarga termasuk
merupakan keadaan dimana ibu kesehatan dan gizi ibu hamil pada
menderita kekurangan makanan yang perhatian terhadap istri yang hamil
berlangsung menahun (kronis) yang semakin meningkat. Ibu dengan
mengakibatkan timbulnya gangguan pendidikan tinggi tidak banyak
kesehatan pada ibu. KEK dapat terjadi dipengaruhi oleh praktik tradisional
pada wanita usia subur (WUS) dan pada yang merugikan terhadap ibu hamil dan
ibu hamil (bumil). Seseorang dikatakan kualitas maupun kuantitas makanan
menderita risiko KEK bilamana LILA < untuk konsumsi setiap harinya.
23,5 cm (Depkes RI, 2012). Menurut asumsi peneliti pada hasil
Hasil penelitian sebagian besar penelitian ini didapatkan hasil ada
responden tidak mengalami KEK yaitu hubungan tingkat pendidikan dengan
sebesar 34 (48,6%), menurut pendapart kekurangan energy kronik (KEK) hal ini
peneliti dari hasil catatan penelitian dikarenakan semakin tinggi tingkat
sebagian besar ibu yang mengalami pendidikan ibu makan akan semakin
KEK karena perawakan yang kecil dan baik pengetahuannya dalam pemenuhan
kurus sehingga sudah proses perbaikan kebutuhan gizi bagi ibu dan bayi yang
gizi ketika hamil ibu tetap tidak ada dikandung, selain itu tingkat pendidikan
perubahan LILA nya. akan mempengaruhi pekerjaan suami
215
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
e-ISSN : 2721-1762 p-ISSN : 2721-1770 Volume 1 Issue 3

dimana pekerjaan merupakan sumber dan lemak akibat kurang energi yang
penghasilan untuk memenuhi kebutuhan kronis (WHO, 2011). KEK adalah
gizi bagi ibu dan anaknya. penyebabnya dari ketidak seimbangan
2. Hubungan Faktor Pola Konsumsi antara asupan untuk pemenuhan
Dengan Kurang Energi Kronik kebutuhan dan pengeluaran energy
(KEK) Pada Ibu Hamil (Departemen Gizi dan Kesmas FKMUI,
Berdasarkan tabel 4.7 dapat 2010). Kekurangan Energi Kronis
disimpulkan bahwa ada hubungan factor (KEK) adalah keadaan dimana remaja
pola konsumsi dengan kurang energi putri/wanita mengalami kekurangan gizi
kronik (KEK) pada ibu hamil dengan (kalori dan protein) yang berlangsung
nilai P-value 0.000 (<0.05). dan odds lama atau menahun
ratio sebesar 14.086. Dimana ibu yang Menurut asumsi peneliti pada hasil
memiliki pola konsumsi kurang akan penelitian ini didapatkan hasil ada
beresiko 14,086 kali mengalami KEK hubungan pola konsumsi dengan
dibandingkan ibu dengan pola konsumsi kekurangan energi kronik (KEK) hal ini
cukup.. dikarenakan ketika jumlah makanan
Sejalan dengan hasil penelitian yang dikonsumsi tidak cukup atau tidak
Farida Hidayat (2011) judul penelitian adekuat hal ini menyebabkan penurunan
hubungan antara pola konsumsi, aliran darah sehingga menyebabkan
penyakit infeksi dan pantang makan suplai makanan ke plasenta menurun
dengan resiko kurang energy kronik sehingga mengganggu pertumbuhan
(KEK) pada ibu hamil di Puskesmas janin dan berakibat pada berat bayi lahir
Ciputat Tangerang tahun 2011. Hasil rendah (BBLR) jika berlangsung terus-
penelitian terdapat hubungan antara pola menerus.
konsumsi makanan pokok, lauk hewani 3. Hubungan Faktor Pantang Makan
dan nabati dengan resiko kurang energy Dengan Kurang Energi Kronik
kronik (KEK) pada ibu hamil (KEK) Pada Ibu Hamil
didapatkan makanan pokok p-value = Berdasarkan tabel 4.8 dapat
0,001 (<0,05), lauk hewani p-value = disimpulkan bahwa ada hubungan factor
0,000 (<0,05) dan lauk nabati p-value = pantang makan dengan kurang energi
0,002 (<0,05). kronik (KEK) pada ibu hamil dengan
Sejalan dengan teori yang nilai P-value 0.000 (<0.05) dan odds
mengatakan pola konsumsi adalah ratio sebesar 9.667. Dimana ibu yang
susunan jenis dan jumlah makanan yang ada pantang makan akan beresiko 9.667
dikonsumsi seseorang atau kelompok kali mengalami KEK dibandingkan ibu
orang pada waktu tertentu. Pola yang tidak ada pantang makan.
konsumsi masyarakat ini dapat Sejalan dengan hasil penelitian
menunjukkan tingkat keberagaman. Rukmono (2019) judul penelitian
pola konsumsi adalah berbagai hubungan antara paritas dan pantang
informasi yang memberi gambaran makan terhadap kejadian kekurangan
mengenai macam dan jumlah bahan energi kronik (KEK) pada ibu hamil di
makanan yang dimakan tiap hari oleh Puskesmas Bandar Lampung. Hasil
suatu orang dan merupakan ciri khas penelitian didapatkan terdapat
untuk suatu kelompok masyarakat hubungan yang bermakna antara
tertentu yang dipengaruhi oleh pantang makan terhadap kejadian KEK
kebiasaan, kesenangan, budaya, agama, ibu hamil. Hasil analisis menggunakan
ekonomi, lingkungan alam dan uji Chi Square didapatkan p-value
sebagainya. Pola konsumsi dapat <0,001 (<0,05).
dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu Sejalan dengan teori yang
pangan pokok, lauk pauk, sayur dan mengatakan Makanan pantang atau
buah-buahan. pantang makanan adalah bahan
Istilah KEK atau kurang energi makanan atau masukan yang tidak boleh
kronik merupakan istilah lain dan dimakan oleh para individu dalam
Kurang Energi Protein (KEP) yang masyarakat karena alasan-alasan yang
diperuntukkan untuk wanita yang kurus bersifat budaya. Biasanya pihak yang
216
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
e-ISSN : 2721-1762 p-ISSN : 2721-1770 Volume 1 Issue 3

diharuskan memantang memiliki ciri- Simpulan


ciri tertentu, atau sedang mengalami 1. Distribusi frekuensi pendidikan
keadaan. Kepercayaan masyarakat didapatkan dari 58 responden,
tentang konsepsi kesehatan dan gizi responden yang dengan tingkat
sangat berpengaruh terhadap pemilihan pendidikan rendah sebesar 28 (48,3%)
bahan makanan. Semakin banyak dan yang dengan tingkat pendidikan
pantangan dalam makanan maka tinggi sebesar 30 (51,7%)
semakin kecil peluang keluarga untuk 2. Distribusi frekuensi pola konsumai dari
mengkonsumsi makan yang beragam. 58 responden, responden dengan pola
Beberapa jenis bahan makanan dilarang konsumsi kurang sebesar 22 (37,9%)
dimakan oleh anak-anak, ibu hamil, ibu dan yang dengan pola konsumsi cukup
menyusui ataupun kaum remaja. Jika sebesar 36 (62,1%).
ditinjau dari konteks gizi, bahan 3. Distribusi frekuensi pantang makan dari
makanan tersebut justru mengandung 58 responden, responden yang ada
nilai gizi yang tinggi, tetapi tabu itu pantang makan sebesar 20 (34,5%) dan
tetap dijalankan dengan alasan takut yang tidak ada pantang makan sebesar
menanggung risiko yang akan timbul. 38 (65,5%).
Sehingga masyarakat yang demikian 4. Distribusi frekeunsi kurang energi
akan mengkonsumsi bahan makanan kronik (KEK) dari 58 responden,
bergizi dalam jumlah yang kurang, responden yang kekurangan energi
dengan demikian maka penyakit kronik (KEK) sebesar 24 (41,4%) dan
kekurangan gizi akan mudah timbul di yang normal sebesar 34 (48,6%).
masyarakat (Baliwati dkk, 2004). 5. Ada hubungan faktor pendidikan
Kurang Energi Kronis merupakan dengan Kurang Energi Kronik (KEK)
keadaan dimana ibu menderita pada ibu hamil dengan nilai P-value
kekurangan makanan yang berlangsung 0.000 (<0.05). dan odds ratio sebesar
menahun (kronis) yang mengakibatkan 16,250.
timbulnya gangguan kesehatan pada 6. Ada hubungan faktor pola konsumsi
ibu. KEK dapat terjadi pada wanita usia dengan kurang energi kronik (KEK)
subur (WUS) dan pada ibu hamil pada ibu hamil dengan nilai P-value
(bumil). Seseorang dikatakan menderita 0.000 (<0.05). dan odds ratio sebesar
risiko KEK bilamana LILA < 23,5 cm 14.086.
(Depkes RI, 2012). 7. Ada hubungan faktor pantang makan
Menurut asumsi peneliti pada hasil dengan kurang energi kronik (KEK)
penelitian ini didapatkan hasil ada pada ibu hamil dengan nilai P-value
hubungan pantang makan dengan 0.000 (<0.05) dan odds ratio sebesar
kekurangan energi kronik (KEK) hal ini 9.667.
dikarenakan kepercayaan masyarakat Saran
tentang konspirasi kesehatan dan gizi 1. Bagi Responden
bagi ibu hamil sangat berpengaruh Diharapkan hasil penelitian ini dapat
terhadap pemilihan pemilihan bahan menambah pengetahuan tentang Kurang
makanan. Semakin banyak makanan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil
yang di pantang makan semakin kecil sehingga ibu hamil dapat lebih
peluang untuk mengkonsumsi makanan memperhatikan makanan yang
yang beragam. Beberapa jenis makanan dikonsumsinya untuk persiapan
dilarang dikonsumsi oleh anak-anak, ibu persalinan dan pertumbuhan bayinya
hamil, dan ibu menyusui, padahal jika serta dapat mencegah masalah pada
dikaji dari konteks gizi makanan kehamilan dan setelah melahirkan,
tersebut justru mengandung nilai zat gizi memotivasi ibu rutin melakukan ANC
yang tinggi. Tetapi tabu itu masih di untuk mengontrol setatus gizinya
jalankan dengan alas an takut resiko dengan melakukan pengukuran LILA.
yang akan timbul. 2. Bagi UPT Puskesmas Rawat Inap
Sukoharjo
V. PENUTUP Diharapkan hasil penelitian ini dapat
SIMPULAN DAN SARAN dijadikan acuan untuk melakukan
217
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
e-ISSN : 2721-1762 p-ISSN : 2721-1770 Volume 1 Issue 3

kerjasama dengan kader dan tenaga


kesehatan agar memberikan sosialisasi [6] Desti Ratna Wulan, Ari Indra Susanti, dan
atau penyuluhan tentang Kurang Energi Puspa Sari. (2015). Luaran Maternal Dan
Kronik (KEK) pada ibu hamil. Neonatal Pada Ibu Bersalin Dengan
3. Bagi Universitas Aisyah Pringsewu Riwayat Kekurangan Energi Kronik Di
Diharapkan hasil penelitian ini dapat Wilayah Kecamatan Jatinangor. Jurnal
memberikan nilai sumber kepustakaan Kesehatan.
di Universitas Aisyah Pringsewu, dan [7] Depkes RI. (2012). Kekurangan Energi
melakukan praktik kerja lapangan di Kronik pada Ibu Hamil.
UPT Puskesmas Rawat Inap Sukoharjo [8] Departemen Gizi dan Kesmas FKMUI.
untuk memberikan osialisasi atau (2010). Kekurangan Energi Kronik Pada
pendidikan kesehatan bagi ibu hamil Ibu Hamil.
terkait factor-faktor yang [9] Dinkes Pringsewu. (2018). Proporsi
memnyababkan KEK dan bahayanya Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK)
bagi ibu hamil. Dan dapat dijadikan di Kabupaten Pringsewu. Diperoleh pada 10
sebagai wacana kepustakaan baru Oktober.
mengenai faktor-faktor yang [10] Fauziah dkk. (2014). Analisis Faktor Risiko
berhubungan dengan resiko kurang Kekurangan Energi Kronik (KEK) Pada
energi kronik (KEK) pada Ibu Hamil. Wanita Prakonsepsi Di Kota Makassar.
4. Bagi Peneliti Selanjutnya Jurnal Kesehatan diperoleh pada 10
Diharapkan hasil penelitian ini dapat September 2019.
dijadikan sebagai referensi dan bahan [11] Farida Hidayati. (2011). Hubungan Antara
acuan untuk melakukan penelitian Pola Konsumsi, Penyakit Infeksi Dan
selanjutnya tentang faktor-faktor yang Pantang Makan Terhadap Resiko Kurang
berhubungan dengan resiko kurang Energi Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil Di
energi kronik (KEK) pada Ibu Hamil Puskesmas Ciputat Kota Tangerang
dengan menambahkan variabel lain dan Selatan Tahun 2011. Jurnal Kesehatan
dengan menggunakan metodelogi diperoleh pada 10 September 2019.
penelitian yang berbeda. [12] Hamid, Thatha & Salam. (2014). Analisis
Faktor Risiko Kekurangan Energi Kronik
(KEK) Pada Wanita Prakonsepsi Di Kota
DAFTAR PUSTAKA Makassar. Jurnal Kesehatan diperoleh pada
16 Oktober 2019.
[13] Kemenkes RI. (2015). Pedoman Gizi
[1] Amri & Faisal. (2017). Faktor-Faktor Yang Seimbang. Jakarta.
Berhubungan Dengan Kekurangan Energi [14] Linda dkk. (2018). Penyebab Kejadian
Kronis (KEK) Pada Ibu Hamil Di Kekurangan Energi Kronis Pada Ibu Hamil
Kecamatan Kamoning Dan Tambelangan, Resiko Tinggi Dan Pemanfaatan Antenatal
Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Jurnal Care Di Wilayah Kerja Puskesmas Jelbuk
Kesehatan. Jember. Jurnal Kesehatan Indonesia.
[2] Arikunto. (2012), Prosedur Penelitian Suatu [15] Notoatmodjo. (2010), Ilmu Perilaku
Pendekatan Praktek, Rineka Cipta; Jakarta. Kesehatan. Rineka Cipta; Jakarta.
[3] Azrimaidaliza. (2015). Sosial Ekonomi Dan [16] Notoatmodjo. (2011), Promosi Kesehatan
Status Gizi Ibu Di Daerah Rawan Bencana. Dan Ilmu Perilaku. Rineka Cipta ;Jakarta.
Jurnal Kesehatan Masyarakat diperoleh 15 [17] Notoatmodjo. (2010) Metodologi
Oktober 2019. Penelitian Kesehatan (Edisi Revisi).
[4] Creswell, J. W. (2009). Research design Rineka Cipta, Jakarta.
pendekatan kualitatif, kuantitatif dan mixed. [18] Notoatmodjo. (2014) Metodologi
Pustaka pelajar, Yogyakarta. Penelitian Kesehatan . Rineka Cipta,
[5] Deuis & Febrianti. (2012). Kebiasaan Jakarta
Makan Menjadi Salah Satu Penyebab [19] Nursilmi & Muhartati. (2016). Hubungan
Kekurangan Energi Kronis (KEK) Pada Ibu Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang
Hamil Di Poli Kebidanan RSI&A Lestari Anemia Dengan Kejadian Anemia Pada
Cirendeu Tangerang Selatan. Jurnal Ibu Hamil Trimester Iii Di Puskesmas Jetis
Kesehatan diperoleh 10 September 2019.
218
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
e-ISSN : 2721-1762 p-ISSN : 2721-1770 Volume 1 Issue 3

Kota Yogyakarta. Jurnal Kesehatan.


Diperoleh pada 20 Oktober 2019.
[20] Oktriyani, Jufri & Astiti. (2014). Pola
Makan Dan Pantangan Makan Tidak
Berhubungan Dengan Kekurangan Energi
Kronis Pada Ibu Hamil. Jurnal Kesehatan
diperoleh 12 Oktober 2019.
[21] Riskesdas. (2018). Data Kekurangan
Energi Kronik (KEK). Diperoleh pada 10
September 2019.
[22] Siregar. (2015). Statistik parametrik untuk
penelitian kuantitatif dilengkapi dengan
perhitungan manual dan aplikasi SPSS
versi 17. Bumi Angkasa, Jakarta.
[23] WHO. (2011). Penyebab dari KEK.
Diperoleh pada Tanggal 12 Oktober 2019.

219
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)

Anda mungkin juga menyukai