Tutorial Belajar C++ Part 37: Cara Membuat Fungsi
(Function) Bahasa C++
Dalam merancang kode program, kadang kita sering membuat kode yang melakukan tugas
sama secara berulang-ulang, seperti membaca tabel dari database, menampilkan
penjumlahan, dll.
Tugas yang sama ini akan lebih efektif jika dipisahkan dari program utama dan dirancang
menjadi sebuah fungsi atau function.
Pengertian Fungsi (Function) dalam Bahasa C++
Secara sederhana, fungsi atau function adalah kode program yang dirancang untuk
menyelesaikan sebuah tugas tertentu, dan merupakan bagian dari program utama. Ketika di
sadur ke dalam bahasa indonesia, function ini di sebut juga sebagai fungsi.
Berdasarkan siapa yang membuat, fungsi bisa dibedakan ke dalam 2 kelompok:
1. Built-In Function
2. User Defined Function
Built-In Function adalah sebutan untuk fungsi yang sudah ada secara bawaan dari
dalam bahasa pemrograman. Sedangkan User Defined Function adalah fungsi yang
kita (sebagai programmer) membuatnya sendiri.
Bahasa C++ menyediakan banyak fungsi bawaan, belum termasuk yang bisa diakses
dari berbagai library atau package pihak ketiga. Sebagai contoh, main() adalah
function bawaan C++. Namun dalam tutorial kali ini yang akan kita bahas adalah
jenis User Defined Function.
Cara Membuat Fungsi dalam Bahasa C++
Berikut format dasar cara penulisan fungsi dalam bahasa C++:
1tipeDataKembalian namaFunction() {
2 // Isi function disini...
3 // Isi function disini...
4 return nilai;
5}
Bagian tipeDataKembalian diisi dengan tipe data nilai yang dikembalikan sebuah
fungsi. Tipe data ini sudah kita pelajari sebelumnya seperti int, double atau string.
Jika suatu fungsi tidak mengembalikan nilai, tipeDataKembalian ditulis sebagai void.
Sebuah fungsi yang tidak mengembalikan nilai kadang disebut juga
sebagai procedure.
Penulisan namaFunction boleh bebas, tidak ada standar penamaan tertentu untuk
fungsi bahasa C++ selama mengikuti aturan penulisan identifier, yakni tidak boleh di
awali angka dan tidak boleh mengandung spasi.
Beberapa ada yang menyukai menulis dalam snake_case, dimana nama fungsi ditulis
dalam huruf kecil semua dan setiap kata dipisah dengan underscore ” _ “, contohnya
seperti cari_nama_mahasiswa(),proses_form_input() atau tampilkan_harga_barang().
Beberapa ada yang menyukai gaya camelCase,dimana karakter pertama nama
fungsi ditulis dengan huruf kecil, kemudian setiap karakter pertama kata berikutnya
dalam huruf besar. Antar kata tidak boleh mengandung spasi. Contohnya
seperti cariNamaMahasiswa(), prosesFormInput() atau tampilkanHargaBarang().
Setelah penulisan namaFunction, terdapat tanda kurung ” () “. Nantinya tanda kurung ini
bisa diisi dengan parameter atau argument.
Isi dari function berada dalam tanda kurung kurawal yang bisa terdiri dari 1 sampai
ribuan baris kode program tergantung kompleksitas aplikasi yang dibuat.
Jika fungsi tersebut mengembalikan nilai, maka jalankan perintah return seperti di
baris 4.
Pendefinisian User Defined Function harus ditulis di luar function main() seperti format
berikut:
Dalam contoh format di atas, pendefinisian function ada di baris 5 – 9. Ketika sebuah
function di definisikan, function tersebut belum berjalan. Disini kita hanya
memberitahu compiler bahasa C++ bahwa sebuah function sudah disiapkan.
Agar bisa berjalan, sebuah function harus “dipanggil” dengan cara menulis nama
fungsi tersebut di dalam method main(). Inilah yang dilakukan oleh perintah di baris
14.
Contoh Kode Program Fungsi Bahasa C++
Dalam kode program berikut ini saya membuat sebuah
fungsisapaDuniailkom() yang ketika dijalankan akan menampilkan teks “Halo
Duniailkom”:
Function sapaDuniailkom() tidak mengembalikan nilai, sehingga tipeDataKembalian
diisi dengan keyword void. Isi dari fungsi sapaDuniailkom() sendiri hanya 1 perintah,
yakni cout << "Halo Duniailkom" << endl seperti di baris 6.
Setelah di definisikan, sebuah fungsi bisa dijalankan berkali-kali, inilah yang saya
lakukan antara baris 11 – 13. Setiap kali perintah sapaDuniailkom() dijalankan, akan
tampil teks “Halo Duniailkom” di layar.
Sebuah kode program bisa saja memiliki banyak fungsi. Berikut contohnya:
Kali ini saya mendefinisikan 3 fungsi di dalam kode program, yakni
function sapaLisa(), sapaSari() dan sapaRudi(). Setiap fungsi berisi
perintah cout yang berbeda-beda.
Variabel di Dalam Function
Untuk fungsi yang kompleks, kita bisa menulis variabel di dalam fungsi tersebut.
Berikut contoh penggunaannya:
Kali ini saya mendefinisikan function hitungLuasSegitiga() di baris 5 – 10. Sesuai
dengan namanya, fungsi ini dipakai untuk menghitung luas segitiga.
Di dalam fungsi hitungLuasSegitiga() terdapat variabel alas, tinggi dan luas yang
semuanya bertipe double. Variabel alas diisi angka 5 dan variabel tinggi diisi angka
7. Sedangkan variabel luas akan diisi hasil perhitungan (alas * tinggi) / 2, yakni rumus
untuk mencari luas segitiga. Kemudian perintah cout di baris 9 akan menampilkan
hasil perhitungan.
Untuk menjalankan fungsi ini, harus di panggil dengan
perintah hitungLuasSegitiga() dari dalam function main() seperti di baris 14.