ANGGARAN RUMAH TANGGA
KASITURUSAN TORAJA LEMBO RAYA
(KTLR)
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Anggaran Rumah Tangga ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan Anggaran Dasar.
Pasal 2
Semua pengertian dan singkatan dalam Anggaran Dasar (A.D) berlaku pula dalam Anggaran
Rumah Tangga (A.R.T).
BAB II
ATRIBUT
Pasal 3
a. Atribut KTLR berupa tanda-tanda khusus yang dinyatakan dalam bentuk Panji,
Lambang/Logo.
b. Bentuk Panji dan Lambang/Logo yang digambarkan akan diatur dan ditetapkan lebih lanjut oleh
Pengurus setelah mendapat masukan dari Anggota.
BAB III
KEANGGOTAAN
Pasal 4
Keanggotaan
Keanggotaan KTLR terdiri dari :
a. warga yang berasal dari wilayah PT. Cipta Agro Nuantara dan sekitar lingkungan Kecc. Lembo
Raya, Kab. Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
b. Keturunan orang dari Tana Toraja yang sekarang berdomisili atau sudah menjadi
warga/penduduk PT. Cipta Agro Nusantara kec. Lembo Raya Morowali dan Sekitranya
Pasal 5
Pendaftaran Anggota
a. Tata cara penerimaan menjadi anggota KTLR adalah, melapor dan mendaftarkan diri ke
pengurus dengan mengisi formulir pendaftaran.
b. Setiap penerimaan dan perpindahan anggota harus dicatat dalam buku Besar Anggota.
Pasal 6
Kewajiban Anggota
Kewajiban Anggota antara lain :
a. Setiap Anggota wajib tunduk dan taat pada ketentuan yang diatur dalam Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga K T L R
b. Anggota wajib melaksanakan kegiatan dan usaha yang diselenggarakan oleh KTLR
c. Anggota wajib mengembangkan dan memelihara kerjasama antar Anggota serta menjaga dan
menjunjung tinggi martabat dan nama baik K T L R
d. Anggota berupaya bisa menghadiri Musyawarah/rapat-rapat dan bentuk pertemuan lainnya yang
diselenggarakan oleh KTLR
e. Membayar iuran anggota.
f. Membantu sesama anggota dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga
g. Anggota wajib ikut mengembangkan keanggotaan dengan secara aktif mencari warga Toraja
yang berdomisili di lingkungan PT. CAN dan sekitarnya dan belum terdaftar dalam keanggotaan
KTLR
Pasal 7
Hak-hak Anggota
a. Bicara dan hak suara pada Musyawarah Bersama sesuai dengan tata tertib yang berlaku.
b. Memilih dan dipilih sebagai Pengurus Organisasi
c. Menyampaikan pendapat dan atau saran baik lisan maupun tertulis kepada Pengurus
d. Meminta penjelasan atas kebijaksanaan yang ditempuh Pengurus Organisasi
e. Mendapat informasi tentang kegiatan yang sudah dan belum dilaksanakan oleh K T L R
f. Menggunakan atribut dan fasilitas organisasi.
g. Mendapat Santunan apabila mengalami sakit, kematian, dan bantuan lainnya yang jumlahnya
disesuaikan dengan kemampuan keuangan K T L R
Pasal 8
Berakhirnya Keanggotaan
Keanggotaan Organisasi akan berakhir karena :
a. Permintaan sendiri.
b. Meninggal dunia.
c. Berpindah tempat diluar wilayah Kerja Organiasi.
d. Diberhentikan setelah mendapat pertimbangan dari Pengurus dan Penasihat dilakukan atas dasar
adanya tindakan yang bertentangan dengan etika, disiplin dan atau merugikan nama baik
Organisasi dari Anggota yang bersangkutan.
BAB IV
PENGURUS ORGANISASI
Pasal 9
Susunan Pengurus
a. Pengurus Organisasi terdiri dari :
1. Dewan Penasehat,
2. Pengurus Inti terdiri dari
a) Ketua Umum,
b) Sekretaris,
c) Bendahara
d) Koordinator-Kordinator Bidang
b. Jumlah dan jenis koordinator bidang ditetapkan oleh Pengurus.
Pasal 10
Penggantian dan Pemberhentian Pengurus
a. Ketua Umum dapat mengangkat pengganti untuk mengisi jabatan seorang anggota Pengurus
yang berhenti meninggal dunia atau mengundurkan diri dalam masa jabatannya.
b. Pemberhentian anggota Pengurus sebelum habis masa bakti baik karena permintaan sendiri dari
anggota Pengurus yang bersangkutan maupun berdasarkan alasan penting lainnya, tidak
membebaskan pertanggungjawaban anggota bersangkutan atas segala perbuatannya selama
memangku jabatan Pengurus kepada musyawarah bersama.
Pasal 11
Tugas dan Wewenang Pengurus
a. Tugas dan Wewenang Ketua Umum
1) Memimpin organisasi KTLR menurut AD/ART dan Keputusan-keputusan Musyawarah
Bersama
2) Menyusun dan menetapkan tata cara dan kebijaksanaan untuk pelaksanaan program dan
kegiatan KTLR
3) Bertanggung jawab kepada musyawarah bersama dengan memberikan laporan pertanggung
jawaban tertulis.
c. Tugas dan Wewenang Sekretaris
1) Memimpin Sekretariat Organisasi KTLR
2) Melaksanakan kegiatan ketatausahaan organisasi
3) Mempersiapkan konsep surat, rencana-rencana kerja, peraturan-peraturan, tata tertip
organisasi. Laporan-laporan dan hal-hal lain yang ditugaskan oleh Pengurus.
4) Sekretaris Bertanggungjawab kepada ketua umum
e. Tugas dan Wewenang Bendahara
1) Menyelenggarakan Administrasi Keuangan
2) Menerima dan Menyimpan Uang
3) Membayar dan mengeluarkan uang sesuai jumlah yang ditetapkan atas persetujuan ketua
umum
4) Membuat Pertanggungjawaban Keuangan
g. Tugas dan Wewenang Bidang-Bidang adalah membantu Ketua Umum dalam bagian lingkup
kerja yang lebih spesifik
BAB V
FORUM ORGANISASI
Pasal 13
Musyawarah
a. Peserta Musyawarah Bersama adalah Pengurus dan Anggota Organisasi yang bersangkutan.
b. Tugas dan wewenang Musyawarah Bersama :
Merubah dan menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
Membahas dan mengambil keputusan tentang laporan pertanggungjawab Badan Pengurus
Memilih Pengurus Organisasi.
Menetapkan Program Kerja
Lain-lain yang dianggap perlu
c. Musyawarah Bersama diadakan setiap akhir masa bakti kepengurusan dan dianggap sah apabila
dihadiri oleh 2/3 Anggota terdaftar. Apabila musyawarah tidak mencapai kuorum, maka
musyawarah berikutnya dengan acara yang sama dengan musyawarah yang batal tersebut sah
tanpa memperhatikan ketentuan kuorum.
d. Pimpinan sidang musyawarah terdiri atas 3 (tiga) orang, 2 (dua) orang dipilih dari peserta
musyawarah, dan 1 (satu) orang dari unsur pengurus.
Pasal 14
Rapat Pengurus
a. Rapat Pengurus terdiri atas :
1) Rapat Pengurus Terbatas dihadiri oleh Ketua, Sekretaris, Bendahara serta Bidang yang
berkepentingan.
2) Rapat Pengurus Lengkap dihadiri oleh semua anggota Pengurus.
3) Rapat Pengurus dianggap sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya setengah ditambah satu
dari peserta yang diundang.
b. Tugas dan Wewenang Rapat Pengurus adalah
1) Menjabarkan dan melaksanakan program kerja yang ditetapkan dalam musyawarah bersama.
2) Membahas dan mengambil keputusan tentang masalah-masalah penting dalam rangka usaha
meningkatkan kinerja organisasi.
3) Menetapkan hal-hal yang dianggap perlu sepanjang tidak bertentangan dengan AD/ART.
Pasal 15
Pengambilan Keputusan
a. Setiap keputusan yang diambil baik dalam musyawarah bersama maupun dalam rapat-rapat
dilakukan secara musyawarah untuk mufakat.
b. Apabilan tidak dapat secara mufakat bulat, maka keputusan diambil dengan suara terbanyak.
c. Keputusan yang diambil dengan pemungutan suara sah, apabila keputusan ini didukung oleh
sekirang-kurangnya setengah ditambah satu dari jumlah suara yang hadir
BAB VI
KEUANGAN DAN KEKAYAAN ORGANISASI
Pasal 16
Cara Pemungutan
a. Uang iuran anggota dipungut tiap bulan dimulai sejak menjadi anggota.
b. Yang dimaksud dengan anggota pembayar dalam poin (a) pasal ini adalah anggota KTLR yang
mempunyai penghasilan.
c. Besarnya iuran anggota adalah :
Iuran Pokok Rp. 200.000,- ( Dapat diangsur sampai 4 kali )
Iuran Wajib / Bulanan Rp. 20.000,-
Sumbangan Sukarela ( Tidak Terbatas )
d. Keuangan yang diperoleh atau dipungut dari sumber-sumber lainnya diatur dan ditetapkan lebih
lanjut dalam Rapat Pengurus Lengkap.
e. Setiap pungutan uang dari anggota dan/atau dari pihak-pihak lain, wajib disetorkan ke
Bendahara KTLR
f. Semua penerimaan uang dan/atau sesuatu yang berupa barang harus dibukukan sesuai tata cara
pembukuan yang lasim
g. Dengan perkembangan kegiatan Pengurus dapat melaksanakan kegiatan usaha untuk menopang
keperluan Organisasi.
Pasal 18
Cara Penggunaan dan Pengeluaran
a. Setiap pengeluaran keuangan yang dilaksanakan oleh Bendahara harus disetujui oleh Ketua
Umum
b. Penggunaan Uang harus disesuaikan dengan kebutuhan nyata dan rencana kerja dan atau rencana
anggaran belanja yang telah ditetapkan
c. Setiap pengeluaran keuangan demikian halnya dengan barang inventaris wajib diselenggarakan
dengan mengikuti ketentuan sistem administrasi keuangan dan barang yang berlaku di Indonesia.
d. Besarnya bantuan/santunan kepada anggota yang patut dibantu diatur dan ditetapkan lebih lanjut
oleh pengurus dengan memperhatikan kemampuan keuangan organisasi.
e. Besar dan cakupan sumbangan sebagai berikut :
1) Sakit dan dirawat inap di Rumah Sakit / Klinik
Sumbangan : Rp. 200.000,-
Cakupan : Ybs, Suami / Isteri dan Anak
2) Meninggal dunia
Sumbangan : Rp. 700.000,-
Cakupan : Orang Tua kandung, saudara kandung, suami/isteri dan anak kandung .
3) Pernikahan
Sumbangan : Rp. 500.000,-
Cakupan : Anak Kandung dan Ybs
4) Sebab lain yang layak mendapat bantuan/santunan.
Pasal 19.
Kekayaan dan Inventaris Organisasi
a. Harta milik organisasi diperoleh dari jual beli, wakaf, hibah, sumbangan dan peralihan hak
lainnya
b. Kekayaan Organisasi harus dikelola secara tertib, aman, berdaya guna,berhasil guna dan dapat
dipertanggungjawabkan kepada Musyawarah Bersama
BAB VII
PENUTUP
Pasal 20
Perubahan Anggaran Rumah Tangga
Perubahan Anggaran Rumah Tangga dilakukan oleh Musyawarah Bersama atau Musyawarah
Luar Biasa
Pasal 21
Ketentuan-ketentuan yang belum tercantum dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga
diatur tersendiri secara khusus oleh Pengurus.
Pasal 22
Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di : Petumbea
Pada Tanggal : ................................