Alur Tujuan Pembelajaran Mata Pelajaran PJOK Fase B
Capaian Pembelajaran Pada akhir Fase B, peserta didik menghaluskan
keterampilan gerak fundamental dan
memeragakan aplikasi konsep gerak di dalam
berbagai situasi gerak. Mereka menerapkan
strategi gerak sederhana untuk memecahkan
masalah gerak dan meningkatkan capaian
gerak. Peserta didik menyusun-bersama dan
menerapkan fair play melalui berbagai peran di
dalam konteks gerak. Mereka juga
mengidentifikasi hal-hal yang menyebabkan
aktivitas jasmani menyenangkan.
Penyusun TIM PJOK JAMBANGAN
No Capaian Pembelajaran Per Elemen Tujuan Pembelajaran Aktifitas Pembelajaran
1. Peserta didik menghaluskan keterampilan menghaluskan keterampilan gerak Permainan Berlari dan Melompat:
gerak fundamental dan menerapkannya fundamental dan menerapkannya dalam Mengadakan aktivitas seperti lomba lari,
dalam situasi gerak yang baru. Peserta situasi gerak yang baru. lompat jauh, dan lompat tinggi untuk
didik menerapkan dan menyesuaikan menerapkan dan menyesuaikan strategi gerak menyempurnakan keterampilan berlari dan
strategi gerak untuk mendapatkan untuk mendapatkan capaian keterampilan melompat.
capaian keterampilan gerak. Peserta didik gerak. Latihan Melempar dan Menangkap:
memeragakan konsep gerak yang dapat memeragakan konsep gerak yang dapat Menggunakan bola untuk latihan melempar
diterapkan dalam rangkaian gerak. diterapkan dalam rangkaian gerak. dan menangkap, misalnya permainan bola
kasti atau lempar tangkap dengan teman.
Permainan Strategi: Mengadakan
permainan seperti "Tag" atau "Capture the
Flag" di mana siswa harus menerapkan dan
menyesuaikan strategi gerak mereka untuk
menang.
Diskusi dan Latihan: Mengadakan sesi
diskusi tentang strategi gerak dan kemudian
menerapkannya dalam latihan atau
permainan.
Tarian dan Senam: Mengajarkan rangkaian
gerak sederhana dalam bentuk tarian atau
senam yang melibatkan konsep
keseimbangan, koordinasi, dan ritme.
Rangkaian Gerak Berurutan: Membuat
rangkaian gerak yang melibatkan beberapa
keterampilan gerak dasar dan konsep gerak,
kemudian siswa memeragakan rangkaian
tersebut.
Demonstrasi dan Pengamatan:
Mengundang atlet atau pelatih untuk
mendemonstrasikan keterampilan gerak dan
konsep gerak, kemudian siswa mengamati
dan mencoba mempraktikkannya.
Permainan Tradisional: Menggunakan
permainan tradisional yang melibatkan
keterampilan gerak dasar dan konsep gerak
untuk melatih siswa secara menyenangkan.
Proyek Kelas: Mengadakan proyek di mana
siswa merancang permainan yang
menggabungkan keterampilan gerak dasar
dan konsep gerak, kemudian memainkannya
bersama-sama di kelas.
2. Peserta didik menerapkan strategi gerak menerapkan strategi gerak sederhana dan Permainan Strategi: Mengadakan
sederhana dan memecahkan masalah memecahkan masalah gerak. Peserta didik permainan seperti "Tag" atau "Capture the
gerak. Peserta didik menyusun bersama menyusun bersama dan menerapkan Flag" di mana siswa harus menerapkan
dan menerapkan peraturan untuk peraturan untuk mengembangkan fair play strategi gerak untuk menang.
mengembangkan fair play ketika ketika berpartisipasi atau merancang aktivitas Latihan Pemecahan Masalah: Mengadakan
berpartisipasi atau merancang aktivitas jasmani. aktivitas di mana siswa harus memecahkan
jasmani. Peserta didik mempertunjukkan mempertunjukkan berbagai peran dengan masalah gerak, seperti menemukan cara
berbagai peran dengan cara yang cara yang terhormat untuk mendapatkan terbaik untuk menghindari lawan atau
terhormat untuk mendapatkan keberhasilan capaian di dalam aktivitas gerak mencapai tujuan permainan.
keberhasilan capaian di dalam aktivitas kelompok atau tim.
Diskusi Kelompok: Siswa bekerja dalam
gerak kelompok atau tim.
kelompok untuk menyusun peraturan
permainan yang adil dan mendukung fair
play. Hasil diskusi dipresentasikan dan
disepakati bersama.
Implementasi Peraturan: Menerapkan
peraturan yang telah disusun selama aktivitas
jasmani dan mengevaluasi konsistensi dalam
penerapannya.
Latihan Peran: Mengadakan aktivitas di
mana siswa harus mengemban berbagai peran
dalam tim, seperti pemimpin, anggota tim,
atau pendukung.
Permainan Tim: Mengadakan permainan
tim di mana setiap siswa memiliki peran
tertentu dan harus bekerja sama untuk
mencapai keberhasilan tim.
Role-Playing: Menggunakan permainan
peran untuk mengajarkan siswa tentang
pentingnya setiap peran dalam tim dan cara
menunjukkan sikap yang terhormat.
Proyek Kelompok: Mengadakan proyek di
mana siswa merancang permainan yang
menggabungkan strategi gerak, fair play, dan
kerja sama tim.
Penilaian Diri dan Teman: Mengadakan
sesi penilaian di mana siswa menilai diri
mereka sendiri dan teman-teman mereka
dalam hal penerapan strategi gerak, fair play,
dan kerja sama tim.
3. Peserta didik berpartisipasi dalam berpartisipasi dalam berbagai aktivitas Permainan Kelompok: Mengadakan
jasmani dan mengenali faktor-faktor yang berbagai permainan kelompok seperti bola
berbagai aktivitas jasmani dan mengenali
menyebabkan aktivitas jasmani kasti, permainan tradisional, atau relay race
faktor-faktor yang menyebabkan aktivitas menyenangkan. yang melibatkan semua siswa.
jasmani menyenangkan. Aktivitas Fisik Beragam: Mengadakan sesi
olahraga yang berbeda setiap minggu, seperti
senam, lari, lompat tali, atau bersepeda.
Diskusi Kelompok: Siswa berdiskusi dalam
kelompok kecil tentang apa yang membuat
mereka menikmati aktivitas jasmani. Hasil
diskusi dipresentasikan di depan kelas.
Jurnal Aktivitas Jasmani: Siswa menulis
jurnal mingguan tentang pengalaman mereka
dalam aktivitas jasmani, termasuk faktor-
faktor yang membuat aktivitas tersebut
menyenangkan.
Survei Kepuasan: Mengadakan survei untuk
mengetahui aktivitas jasmani apa yang paling
disukai siswa dan faktor-faktor yang
membuat aktivitas tersebut menyenangkan.
Hari Aktivitas Jasmani: Mengadakan hari
khusus di mana siswa dapat mencoba
berbagai aktivitas jasmani yang berbeda dan
memberikan umpan balik tentang
pengalaman mereka.
Permainan Kreatif: Mengajak siswa
merancang permainan atau aktivitas jasmani
yang mereka anggap menyenangkan,
kemudian memainkannya bersama di kelas.
4. Peserta didik mengenali risiko kesehatan mengenali risiko kesehatan akibat gaya hidup Diskusi Kelompok: Siswa berdiskusi
akibat gaya hidup dan berbagai aktivitas dan berbagai aktivitas jasmani untuk dalam kelompok tentang risiko kesehatan
jasmani untuk pencegahannya, pencegahannya, mengeksplorasi pola makan akibat gaya hidup tidak sehat dan cara
mengeksplorasi pola makan sehat dan sehat dan bergizi seimbang sesuai mencegahnya melalui aktivitas jasmani.
bergizi seimbang sesuai rekomendasi rekomendasi Kesehatan untuk menunjang Proyek Penelitian Mini: Siswa melakukan
Kesehatan untuk menunjang aktivitas aktivitas sehari-hari, serta mempraktikkan penelitian kecil tentang aktivitas jasmani
sehari-hari, serta mempraktikkan penanganan cedera ringan sesuai yang direkomendasikan untuk mencegah
penanganan cedera ringan sesuai pemahaman tentang prinsip pertolongan risiko kesehatan, kemudian membuat poster
pemahaman tentang prinsip pertolongan pertama. atau presentasi tentang temuan mereka.
pertama.
Studi Label Makanan: Siswa membawa
berbagai produk makanan ke kelas dan
menganalisis informasi kandungan gizi
yang terdapat pada label.
Rencana Menu Sehat: Siswa merancang
menu sehat untuk sehari yang sesuai dengan
kebutuhan gizi mereka, mempertimbangkan
aktivitas jasmani yang akan dilakukan.
Latihan Pertolongan Pertama: Siswa
berlatih teknik pertolongan pertama untuk
berbagai jenis cedera ringan, seperti
pembalutan luka dan penanganan keseleo.
Simulasi Situasi Darurat: Mengadakan
simulasi situasi darurat di mana siswa harus
mempraktikkan penanganan cedera ringan
pada "korban" yang diperankan oleh teman
sekelas atau boneka.
Kunjungan Edukatif: Mengunjungi pusat
kesehatan atau klinik untuk belajar lebih
lanjut tentang gaya hidup sehat, aktivitas
jasmani, dan penanganan cedera.
Kerja Sama dengan Ahli Gizi:
Mengundang ahli gizi untuk memberikan
ceramah atau workshop tentang pentingnya
gizi seimbang dan cara membaca label
makanan.
Permainan Edukatif: Menggunakan
permainan interaktif atau kuis untuk
menguji pengetahuan siswa tentang risiko
kesehatan, gizi seimbang, dan pertolongan
pertama.