Laporan PKL Citra
Laporan PKL Citra
PENDAHULUAN
1. Tercantum dalam UU. No. 02 Tahun 1989 tentang Pendidikan Nasional Yaitu
Untuk Menyiapkan Peserta Didik Melalui Kegiatan Bimbingan, Pengajaran,
Atau Latihan Bagi Peranan Dimasa Yang Akan Datang.
2. Peraturan Pemerintah No. 39 Tahun 1922 tentang Peran Serta Masyarakat
Dalam Pendidikan Nasional.
3. Keputusan Menteri No 0490/1993 tentang Kurikulum SMK yang berisi
bahwa ”Dalam Melaksanakan Pendidikan Dilaksanakan Melalui Dua Jalur
Yaitu Pendidikan Didalam Sekolah Dan Pendidikan Diluar Sekolah”.
1
1.2. TUJUAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah kegiatan wajib bagi siswa Sekolah
Menengah Kejuruan yaitu kegiatan belajar dengan objek dan tempat langsung di
dunia usaha / dunia industri. Kerja praktek dilaksanakan dengan tujuan agar siswa
memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah-masalah bidang teknologi
dan informasi dalam dunia kerja dengan bekal ilmu yang diperoleh selama masa
sekolah.
Siswa juga banyak dapat mengambil manfaat dari Praktik kerja lapangan
(PKL) diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Melatih siswa agar mampu beradaptasi dengan dunia kerja.
2. Memberikan pengalaman kepada siswa tentang penerapan teori yang
telah dipelajari selama masa di sekolah pada permasalahan real di dunia
usaha.
2
6. Menghasilkan lulusan yang memiliki skill dalam bidang Bisnis dan
Manajemen
7. Melatih ke mandirian dan disiplin para murid
3
5. Agar siswa mampu mengembangkan dasar-dasar teori yang didapatkan dari
sekolah yang berhubungan dengan hasil Praktik Kerja Lapangan (PKL)
6. Mendorong siswa agar mampu mengembangkan atau mengemukakan
pemikiran dan pendapatnya serta mampu mengungkapkannya dalam bentuk
tulisan dan sistematis, logis, dan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang
baik dan benar.
7. Meningkatkan Kreativitas siswa dalam penulisan yang bersikap objektif dan
ilmiah
8. Sebagai pertanggungjawaban siswa yang telah melaksanakan tugas PKL yang
berkaitan dengan program keahliannya masing-masing
9. Sebagai salah satu bukti bahwa siswa yang bersangkutan telah melakukan
Praktik Kerja Lapangan dengan baik.
Selain itu, pembuatan laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) juga bertujuan
untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam penulisan yang bersikap objektif dan
ilmiyah. Sebagai pertanggunajawab siswa yang telah melaksanakan tugas OKL
yang berkaitan dengan program keahlian masing-masing.
4
1.6. KERANGKA LAPORAN PRAKRIK KERJA LAPANGAN
COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
1.2. TUJUAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
1.3. MANFAAT PRAKTIK KERJA LAPANGAN
1.4. TUJUAN PEMBUATAN LAPORAN
1.5. RUMUSAN MASALAH
1.6. KERANGKA LAPORAN
5
BAB II
URAIAN UMUM
6
2.2. PENILAIAN KINERJA
Adapun nilai-nilai Kinerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
adalah sebagai berikut :
Nilai Definisi Perilaku Utama
Mengutamakan kepentingan
Orientasi Mengutamakan kepentingan
masyarakat atas kepentingan
Pelanggan masyarakat internal dan eksternal
golongan dan pribadi
dengan member pelayanan dan
solusi terbaik
7
2.3. VISI DAN MISI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN
SIPIL
MAKLUMAT PELAYANAN :
MOTTO :
“Melayani Dengan Sepenuh Hati Dengan Sangat Hati-Hati Dan Tidak
Sesuka Hati”
VISI :
Tertib Administrasi Kependudukan Dengan Pelayanan Prima Menuju
Penduduk Berkualitas
MISI :
1. Memperkuat Keutuhan NKRI Serta Memanfaatkan Sistem Politik
Dalam Negeri Yang Demokratis;
2. Menetapkan Penyelenggaraan Tugas-Tugas Pemerintahan Umum;
3. Memantapkan Efektifitas dan Efisiensi Penyelenggaraan Pemerintah
Yang Disentralistik;
4. Mengembangkan Keserasian Hubungan Pusat-Daerah, Antar Daerah
Pembangunan Secara Berkelanjutan;
5. Memperkuat Otonomi Desa dan Meningkatkan Keberdayaan
Masyarakat Dalam Aspek Ekonomi, Social dan Budaya, Sera
6. Mewujudkan Tata Pemerintahan Yang Baik, Bersih dan Berwibawa.
8
2.4. STRUKTUR ORGANISASI & TATA KERJA
Lampiran : Perda Kabupaten Lampung Utara
Nomor : 05 Tahun
Tanggal : 2021
BAGAN STTRUKTUR ORGANISASI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN LAMPUNG UTARA
KEPALA DINAS
KHAIRUL ANWAR, SE.,M.M SEKRETARIS
NIP. PERDANA PUTRA, SE., MM
NIP.
PK. BIDANG PELAYANAN BIDANG PELAYANAN Plt. BIDANG PENGELOLAAN BIDANG PEMANFAATAN DATA DAN
PENDUDUK PENCATATAN SIPIL INFORMASI ADMINISTRASI INOVASI PELAYANAN
FERY WIJAYA, S.Si,, MM DIAH NOVILIA, S.Sos,MM KEPENDUDUKAN YURMANSATI, SE
NIP. NIP. HENNY YULIARSIH, SE.MM NIP. 196707111987112001
SEKSI PINDAH DATANG SEKSI PERKAWINAN DAN SEKSI PENGELOLAAN DAN BIDANG PEMANFAATAN DATA DAN
PENDUDUK PERCERAIAN PENYAJIAN DATA DOKUMEN KEPENDUDUKAN
BAMBANG IRAWAN YUDISTIRA, SE,MM DEWI OKTAVIAYANTI, S.Sos, MM GANDA PANGLIMA ROMADON
S.Sos,MM NIP. NIP. 197616162008012005 NIP. 198206222010011006
SEKSI PENDATAAN SEKSI PERUBAHAN SEKSI TATA KELOLA DAN SUMBER SEKSI INOVASI PELAYANAN
PENDUDUK STATUS ANAK, DAYA MANUSIA TEKNOLOGI
UDURI, SH, MM PEWARGANEGARAAN INFORMASI KOM ALDO SYAHPUTRA, S.Ip, MM
NIP. DARNELI ADAMI, S.Kom MERILIA PUTRI, SEE NIP. 198602272008041002
9
BAB III
URAIAN KHUSUS
10
b) Membawa berkas Surat Pengantar tersebut ke Kelurahan dan
mengisi forlmulir permohonan pembuatan KK baru.
c) Foto kopi buku nikah / akta perkawinan
d) Kemudian membawa seluruh berkas di Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil untuk diproses. Untuk di bantu sendiri jika
memang berkas sudah diterima dan diverifikasi dengan benar
maka KK sudah dapat di terima oleh pemohon hanya dalam 30
menit saja.
11
d) Surat Keterangan Pindah bagi yang mengurus kepindahan
e) Kemudian di bawa ke Kantor Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil untuk di Verifikasi dan dip roses (waktu proses
hanya 30 menit) jika berkas sudah benar dan sesuai.
12
Berat dan Tinggi Badan Anak
Nama seorang juru tunjuk yang mencatatkan Pendaftaran
Kelahiran Anak
Tanggal Pencatatan Pendaftaran Kelahiran
Tanda Tangan Pejabat Yang Berwenang.
13
Akte kelahiran adalah salah satu dokumen Negara yang sangat
vital, mengingat akte kelahiran digunakan sebagai dokumen untuk
pendaftaran segala macam administrasi di Indonesia dengan begitu
masyarakat harus mentaati peraturan yang ada untuk mencetak akte
kelahiran.
14
Intinya, setiap pegawai dalam memberikan bentuk-bentuk
pelayanan harus mengutamakan aspek pelayanan, dimana hal
tersebut sangat mempengaruhi perilaku orang yang mendapat
pelayanan, sehingga diperlukannya daya tanggap dari birokrasi
tersebut dengan tingkat penyerapan, pengertian, ketidak sesuaian
atas berbagai bentuk pelayanan yang tidak diketahuinya, contoh saja
birokrasi pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil harus
memberikan penjelasan yang bijaksana jelas (detail) membina serta
mengarahkan agar masyarakat dapat menyikapi ataupun menaati
segala bentuk-bentuk prosedur dan mekanisme kerja agar terciptanya
respon yang positif.
Untuk pembuatan Kartu Keluarga dan akte kelahirann itu
sendiri birokrasi yang ada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan
Sipil Kotabumi sudah memberikan pelayanan yang maksimal kepada
masyarakatnya yang di mana jika ada masyarakatnya yang akan
menguruskan Kartu Keluarga dan Akte kelahirannya pasti dibantu
langsung oleh petugas, dan petugas pun akan memverifikasi dan
akan mengklasifikasikan terlebih dahulu terkait berkas dari pemohon
dan melihat permasalahan tersebut teekait jenis pencetakan Kartu
Keluarga dan akte Kelahiran apa yang pemohon inginkan.
2. Assurance (Kepercayaan)
Dimana dalam teori ini merukuk pada pengetahuan dan
kesopanan dari para birokrasi serta kemampuan mereka untuk
menimbulkan rasa percaya dan yakin dalam menumbuhkan
kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan administrasi yang
diberikan.
Sebagaimana yang ada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan
Sipil Pegawai harus dapat memberikan penjelasan kepada
masyarakat dengan penjelasan yang sopan dan bijaksana agar
masyarakat merasakan kenyamanan, yakn dan percaya bahwa
permohonan yang mereka ajukan dapat diterima dengan baik dan
15
segera diberikan solusinya. Keramahan di DInas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil ini memang diterapkannya yaitu Senyum, Sapa,
Salam kepada seluruh pegawai dan seluruh masyarakat yang dimana
hal tersebut adalah upaya untuk mempererat kebersamaan,
meningkatkan pelayanan serta untuk kenyamanan bersama.
3. Tangibles (Tampilan)
Dimana dalam teori ini menjelaskan Tangibles (tampil)
merujuk pada fasilitas fisik, peralatan dan penampilan dari para
pegawai yang ada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Yang dimana dimulai dari kebersihan kantor, penulis melihat
dan memperhatikan langsung bahwa di Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil Kotabumi ini memang sangat menjaga kebersihan
dan kerapihan walaupun di Dinas ini dengan dalam tahap renovasi,
namun di Dinas ini tetap menjaga kebersihan dan kerapihan dari
mulai pagi sebelum pelayan dibuka, istirahat siang serta saat setelah
pelayanan berakhir (tutup), bagian kebersihan sangat tanggap sekali
dalam menjaga kebersihan dan kerapihan di Dinas tersebut demi
terciptanya kenyamanan.
Kemudian para pegawai pun diwajibkan menggunakan
seragam kerja hal tersebut dilakukan untuk menjaga kekompakan
serta penampilan disiplinnya para pegawai. Untuk fasilitas
masyarakat (ruang tunggu) telah disediakan dan Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil telah memiliki fasilitas
teknologi informasi guna mempercepat pelayanan.
4. Empathy (Empati)
Dimensi ini merujuk pada sejauh mana tingkat pemahaman
atau simpati serta perhatian secara individu yang diberikan oleh
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kotabumi kepada
masyarakat, dari yang penulis liat, pegawai yang ada di Dinas ini
sangatlah perduli dan perhatian terhadap lingkungan sekitar, yang
16
dimana pegawai saling bahu membahu dalam memberikan
pelayanan yang terbaik kepada masyarakatnya dan saling bekerja
sama unuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Masyarakat itu terdiri dari beraneka ragam tingkah laku
sehingga cara menanganinyapun berbeda-besa, dan permasalahan
pun yang di hadapi pun berbeda-beda sehingga birokrasi harus
benar-benar mendengarkan dan memahami keluhan dari masyarakat
itu sendiri, yang tentunya berhubungan dengan pelayanan
administrasi.
Contoh pada pelayanan pembuatan Kartu Keluarga dan Akte
Kelahiran dimana pasti ada saja permasalahan yang diajukan oleh
pemohon, seperti halnya adanya kehilangan Kartu Keluarga dan
kehilangan Akte Kelahiran, Nomer NIK Ganda dan nama di Akte
Kelahiran salah, serta penghapus anggota keluarga, nah hal ini harus
direspon dengan baik agar masyarakat pun puas dengan pelayanan
yang diberikan, namun tak luput pula masyarakat harus mengikuti
prosedur yang telah ditentukan.
5. Responsivenees (Ketanggapan)
Dimana hal ini merujuk pada ketanggapan pegawai untuk mau
menolong masyarakat utnuk memberikan pelayanan dengan tepat
waktu. Yang kami lihat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Kotabumi ini, para pegawai sangat sigap dan tanggap dalam
melayani masyarakatnya karena di Dinas ini dibagian pelayanan atau
front office selalu menjadi perhatian utama, mengingat bagian
pelayanan adalah wajah dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan
Sipil Kotabumi. Pegawai juga harus bisa mengetahui apa sajakah
kelsulitan yang dihadapi oleh masyarakat, sehingga ketika
menganggap suatu permasalahan pegawai sudah bias memberikan
solusinya.
Dalam pelayanan Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran bukan
hanya dapat dilakukan di Kantor saja, melainkan Dinas
17
Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kotabumijuga menyediakan
mobiling (mobil keliling) agar dapat menjangkau dan mempermudah
masyarakat untuk mengurus administrasi kependudukan.
b) Inovasi 3 In 1
Adalah dimana pemohon bias mendapatkan tiga dokumen Negara
dalam satu kali kepengurusan. Contoh : anak baru lahir di
masukkan ke dalam data KK kemudian di uruskan Kate
Kelahirannya dan KIA (Kartu Identitas Anak) nya sekaligus
dalam satu kali kepengurusan, dimana hal ini sangat
mempermudah bagi masyarakat utnuk menguruskan dokumen
bagi anaknya.
Hal-hal di atas adalah beberapa contoh dari factor pendukung agar
proses pelayanan administrasi Kependudukan di Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kotabumi dapat berjalan
lancar.
18
Kotabumi adalah adanya kerusakan mesin percetakan sehingga
dapat menunda proses percetakan KK itu sendiri, sehingga
pemohon harus menunggu sedikit lebih lama sehingga
masyarakatpun menunggu permohonannya diselesaikan dalam
waktu yang lama dari biasanya. Kemudian penghambat yang lain
yaitu proses renovasi kantor yang sedikit mengganggu aktivitas
pelayanan.
19
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Setelah menyusun laporan ini, saya dapat menyimpulkan bahwa,
PraktekKerjaLapangan (PKL) bagi siswa sangat perlu disamping menambah
pengalaman dan membentuk mental, juga dapat menyesuaikan teori-teori yang
didapat disekolah, dengan praktek keseharian dilakukan selama Praktek Kerja
Lapangan (PKL). Loyalitas dan tanggungjawab serta inisiatif yang ditunjukan
oleh semua senior merupakan contoh yang sangat baik dan sangat perlu bagi saya.
B. SARAN
Berdasarkan pengalaman penyusun pada saat melaksanakan Praktik Kerja
Lapangan (PKL), penyusun mempunyai banyak pengalaman menyenangkan
maupun yang agak kurang menyenangkan. Untuk itu melalui kesempatan ini
penyusun akan memberikan beberapa saran kepada sekolah, pihak industri dan
adik-adik kelas yang akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) :
1. Bagi Sekolah
a. Hubungan dengan industri lebih ditingkatkan lagi agar di tahun
mendatang siswa lebih mudah untuk memilih tempat Praktik Kerja
Lapangan (PKL).
b. Sekolah memberikan pembekalan yang lebih terhadap siswa yang
melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
2. Bagi Pihak Industri
Sebaiknya siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL), diberi tugas semaksimal
mungkin sehingga siswa mempunyai banyak pengalaman kerja.
3. Bagi Adik-adik Kelas
a. Selama mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL), harus mematuhi semua
peraturan yang berlaku, serta membina kerjasama yang baik dengan
karyawan tempat kita PKL.
b. Menjaga sikap selama Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan kerjakan semua
pekerjaan yang diberikan dengan penuh tanggung jawab.
20
LAMPIRAN
21
22
23
24