0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan24 halaman

Laporan PKL Citra

Diunggah oleh

suparjo.pps
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan24 halaman

Laporan PKL Citra

Diunggah oleh

suparjo.pps
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah suatu bentuk penyelenggaraan dari
sekolah yang memadukan secara sistematik dan sinkron antara program
pendidikan di sekolah dan program pengusahaan yang diperoleh melalui kegiatan
kerja langsung di dunia untuk kerja mencapai suatu tingkat keahlian profesional.
Dimana keahlian profesional tersebut hanya dapat di bentuk melalui tiga unsur
utama yaitu ilmu pengetahuan, teknik dan kiat. Ilmu pengetahuan dan teknik dapat
dipelajari dan di kuasai kapan dan dimana saja kita berada, sedangkan kiat tidak
dapat di ajarkan tetapi dapat dikuasai melalui proses mengerjakan langsung
pekerjaan pada bidang profesi itu sendiri. Praktik Kerja Lapangan (PKL)
dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang profesional dibidangnya.
Melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) diharapkan dapat menciptakan tenaga
kerja yang profesional tersebut.

Dimana para siswa yang melaksanakan pendidikan tersebut diharapkan


dapat menerapkan ilmu yang didapat sekaligus mempelajari dunia industri. Tanpa
diadakannya Praktik Kerja Lapangan (PKL), kita tidak dapat langsung terjun ke
dunia industri karena kita belum mengetahui situasi dan kondisi lingkungan kerja.
Ada beberapa peraturan tentang Praktik Kerja Industri dan Putusan Menteri.
Adapun peraturan tentang Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah sebagai berikut :

1. Tercantum dalam UU. No. 02 Tahun 1989 tentang Pendidikan Nasional Yaitu
Untuk Menyiapkan Peserta Didik Melalui Kegiatan Bimbingan, Pengajaran,
Atau Latihan Bagi Peranan Dimasa Yang Akan Datang.
2. Peraturan Pemerintah No. 39 Tahun 1922 tentang Peran Serta Masyarakat
Dalam Pendidikan Nasional.
3. Keputusan Menteri No 0490/1993 tentang Kurikulum SMK yang berisi
bahwa ”Dalam Melaksanakan Pendidikan Dilaksanakan Melalui Dua Jalur
Yaitu Pendidikan Didalam Sekolah Dan Pendidikan Diluar Sekolah”.

1
1.2. TUJUAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah kegiatan wajib bagi siswa Sekolah
Menengah Kejuruan yaitu kegiatan belajar dengan objek dan tempat langsung di
dunia usaha / dunia industri. Kerja praktek dilaksanakan dengan tujuan agar siswa
memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah-masalah bidang teknologi
dan informasi dalam dunia kerja dengan bekal ilmu yang diperoleh selama masa
sekolah.
Siswa juga banyak dapat mengambil manfaat dari Praktik kerja lapangan
(PKL) diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Melatih siswa agar mampu beradaptasi dengan dunia kerja.
2. Memberikan pengalaman kepada siswa tentang penerapan teori yang
telah dipelajari selama masa di sekolah pada permasalahan real di dunia
usaha.

Praktik kerja lapangan dilaksanakan dengan tujuan agar siswa memiliki


kemampuan professional untuk menyelesaikan masalah-masalah bidang teknologi
informasi yang ada dalam dunia usaha, dengan bekal ilmu yang diperoleh selama
masa sekolah.
Tujuan Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah sebagai berikut :
1. Praktek Kerja Lapangan (PKL) sebagai salah satu syarat untuk mengikuti
Ujian Kompetensi Keahlian (UKK)
2. Menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas, yaitu tenaga kerja yang
memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan kerja yang
sesuai dengan tuntunan lapangan kerja.
3. Meningkatkan efektifitas proses pendidikan dan pelatihan kerja yang
berkualitas.
4. Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai
bagian dari proses pendidikan.
5. Sebagai bahan evakuasi dan juga tolak ukur dalam usaha meningkatkan
mutu dan kualitas pendidikan.

2
6. Menghasilkan lulusan yang memiliki skill dalam bidang Bisnis dan
Manajemen
7. Melatih ke mandirian dan disiplin para murid

1.3. MANFAAT PRAKTIK KERJA LAPANGAN


Adapun manfaat pembuatan dari Praktik Kerja Lapangan (PKL),
manfaatnya adalah sebagai berikut :

1. Dapat mengenali suatu pekerjaan industri di lapangan sehingga setelah selesai


dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Bukit kemuning dapat
terjun kelapangan kerja industri dan dapat memandang suatu pekerjaan yang
tidak asing lagi baginya.
2. Dapat menambah keterampilan dan wawasan dalam dunia usaha yang
profesional dan handal.
3. Untuk mengasah keterampilan yang telah diberikan disekolah dan juga sesuai
dengan visi dan misi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Bukit
kemuning
4. Dapat menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas, yaitu tenaga kerja yang
memiliki tingkat pengetahuan, etos kerja yang sesuai dengan tuntutan
lapangan pekerjaan.

1.4. TUJUAN PEMBUATAN LAPORAN PRAKTIK KERJA


LAPANGAN (PKL)
Adapun tujuan dari pembutan laporan PKL adalah sebagai berikut :
1. Siswa mampu memahami, menetapkan dan mengembangkan dalam pelajaran
yang diperoleh disekolah dan juga penerapannya di dunia usaha.
2. Siswa mampu mencari alternative prmrcahan masalah kejuruan yang sesuai
dengan program studi yang dipilihnya secara luas dan mendalam yang
terungkap dalam laporan yang disusunya.
3. Menunjukan data guna dirinya, sekolah dan termasuk lembaga tempat
melaksanakan PKL.
4. Sebagai bukti tertulis bahwa telah melaksanakan Praltik Kerja lapangan (PKL)

3
5. Agar siswa mampu mengembangkan dasar-dasar teori yang didapatkan dari
sekolah yang berhubungan dengan hasil Praktik Kerja Lapangan (PKL)
6. Mendorong siswa agar mampu mengembangkan atau mengemukakan
pemikiran dan pendapatnya serta mampu mengungkapkannya dalam bentuk
tulisan dan sistematis, logis, dan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang
baik dan benar.
7. Meningkatkan Kreativitas siswa dalam penulisan yang bersikap objektif dan
ilmiah
8. Sebagai pertanggungjawaban siswa yang telah melaksanakan tugas PKL yang
berkaitan dengan program keahliannya masing-masing
9. Sebagai salah satu bukti bahwa siswa yang bersangkutan telah melakukan
Praktik Kerja Lapangan dengan baik.

Selain itu, pembuatan laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) juga bertujuan
untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam penulisan yang bersikap objektif dan
ilmiyah. Sebagai pertanggunajawab siswa yang telah melaksanakan tugas OKL
yang berkaitan dengan program keahlian masing-masing.

1.5. RUMUSAN MASALAH

a. Bagaimana manajemen pelayanan administrasi kependudukan dalam


pembuatan akte kelahiran dan kartu kelauarga pada Dinas Kependudukan
dan Pencatatan Sipil Kotabumi ?
b. Faktor apa sajakah yang menjadi pendukung dan penghambat dalam
pembuatan akte kelahiran dan kartu keluarga pada Dinas Kependudukan
dan Pencatatan Sipil Kotabumi?

4
1.6. KERANGKA LAPORAN PRAKRIK KERJA LAPANGAN
COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
1.2. TUJUAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
1.3. MANFAAT PRAKTIK KERJA LAPANGAN
1.4. TUJUAN PEMBUATAN LAPORAN
1.5. RUMUSAN MASALAH
1.6. KERANGKA LAPORAN

BAB II URAIAN UMUM


2.1. SEJARAH INSTANSI
2.2. PENILAIAN KINERJA
2.3. VISI DAN MISI
2.4. STRUKTUR ORGANISASI

BAB III URAIAN KHUSUS


3.1. MANAJEMEN PELAYANAN ADMINISTRASI
KEPENDUDUKAN DALAM PEMBUATAN AKTE KELAHIRAN
DAN KARTU KELUARGA PADA DINAS KEPENDUDUKAN
DAN PENCATATAN SIPIL KOTABUMI
3.2. FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT MANAJEMEN
PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DALAM
PEMBUATAN AKTE KELAHIRAN DAN KARTU KELUARGA.
BAB IV PENUTUP
A. KESIMPULAN
B. SARAN
LAMPIRAN

5
BAB II
URAIAN UMUM

2.1. SEJARAH DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL


Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kbupaten Lampung Utara
adalah salah sau Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dinas Kependudukan
dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lampung Utara dibentuk berdasarkan
Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Utara Nomor 5 Tahun 2016 tentang
Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Lampung Utara.
Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Kabupaten Lampung Utaraseperti yang tercantum dalam Peraturan Bupati
Lampung Utara Nomor 26 Tahun 2017 adalah melaksanakan urusan
pemerintah daerah bidang kependudukan dan pencatatan sipil berdasarkan
asas otonomi tugas pembantuan.

Untuk mewujudkan terselenggaranya pemerintah yang baik salah


satunya adalah dengan melaksanakan kegiatan secara efisien dan efektif,
sehingga kebijakan-kebijakan yang dibuat benar-benar bermanfaat untuk
kepentingan masyarakat.

Akuntabilitas bagi suatu instansi pemerintah merupakan suatu upaya


dan mencapai visi dan misi pembangunan Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil Kabupaten Lampung Utara sebagai bagian instansi
Pemerintah Daerah dituntut untuk berakutabilitas, sesuai dengan instruksi
Presiden Republik Indonesia nomor 7 tahun 1999 tanggal 15 Juni 1999,
tentang akuntabilitas kinerja instansi Pemerintah (LAKIP) dan surat Bupati
Lampung Utara nomor 061 / 25/ Ba.gl tanggal 4 Januari 2010. Hal
penyampaian laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LKIP)
Dinas Instansi tahun 2009.

Kedudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten


Lampung Utara berdasarkan peraturan daerah Kabupaten Lampung Utara,
nomor 3 tahun 2008 tentang organisasi dan tata kerja perangkat daerah
Kabupaten Lampung Utara, dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang
berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui sekretaris
daerah. Dalam rangka menjalankan fungsi Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil Kabupaten Lampung Utara ada beberapa prinsip dasar yang
melandasinya antara lain : Pertumbuhan, Pemerintahan, Berkepihakan
kepada yang lemah, kebijakan analisa dan konsistensi.

6
2.2. PENILAIAN KINERJA
Adapun nilai-nilai Kinerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
adalah sebagai berikut :
Nilai Definisi Perilaku Utama

Integritas Berprilaku jujur dan disiplin  Disiplin dan religious,


untuk membangun kepercayaan  Taat dan patuh pada
peraturan, serta menjunjung
tinggi nilai keteladanan

Profesionalisme Bekerja atas dasar kompetensi  Memahami dan


dan tanggungjawab melaksanakan tugas, cermat
dan bertanggunjawab

 Patuh, terampil, dan rajin


Visioner Berfikir dan bertindak secara
inovatif dan kreatif untuk
mewujudkan pelayanan terhadap
masyarakat.

 Mengutamakan kepentingan
Orientasi Mengutamakan kepentingan
masyarakat atas kepentingan
Pelanggan masyarakat internal dan eksternal
golongan dan pribadi
dengan member pelayanan dan
solusi terbaik

 Jika bias dikerjakan hari ini,


Bersinergi Sabar dan ramah dalam melayani
jangan menunggu hari esok
setiap masyarakat yang datang

memerlukan informasi dan
pembuatan dokumen
administrasi penduduk

7
2.3. VISI DAN MISI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN
SIPIL

MAKLUMAT PELAYANAN :

“ Dengan Ini Kami Menyatakan Sanggup Menyelenggarakan Pelayanan


Sesuai Standar Pelayanan Yang Telah Ditetapkan, Dan Apabila Tidak
Menepati Janji Ini, Kami Siap Menerima Sanksi Sesuai Dengan Peraturan
Dengan Peraturan Perundang-Undangan Yang Berlaku “

MOTTO :
“Melayani Dengan Sepenuh Hati Dengan Sangat Hati-Hati Dan Tidak
Sesuka Hati”

VISI :
Tertib Administrasi Kependudukan Dengan Pelayanan Prima Menuju
Penduduk Berkualitas

MISI :
1. Memperkuat Keutuhan NKRI Serta Memanfaatkan Sistem Politik
Dalam Negeri Yang Demokratis;
2. Menetapkan Penyelenggaraan Tugas-Tugas Pemerintahan Umum;
3. Memantapkan Efektifitas dan Efisiensi Penyelenggaraan Pemerintah
Yang Disentralistik;
4. Mengembangkan Keserasian Hubungan Pusat-Daerah, Antar Daerah
Pembangunan Secara Berkelanjutan;
5. Memperkuat Otonomi Desa dan Meningkatkan Keberdayaan
Masyarakat Dalam Aspek Ekonomi, Social dan Budaya, Sera
6. Mewujudkan Tata Pemerintahan Yang Baik, Bersih dan Berwibawa.

8
2.4. STRUKTUR ORGANISASI & TATA KERJA
Lampiran : Perda Kabupaten Lampung Utara
Nomor : 05 Tahun
Tanggal : 2021
BAGAN STTRUKTUR ORGANISASI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN LAMPUNG UTARA
KEPALA DINAS
KHAIRUL ANWAR, SE.,M.M SEKRETARIS
NIP. PERDANA PUTRA, SE., MM
NIP.

SUBABAGIAN SUBBAGIAN KEUANGAN & SUBABAGIAN UMUM DAN


KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL PERENCANAAN PERLENGKAPAN KEPEGAWAIAN
DAN EVALUASI HERLIYANTI ISMAIL, SE., IWANSYAH, SE.
EVA MULIASARI, SH., MM MM NIP.

PK. BIDANG PELAYANAN BIDANG PELAYANAN Plt. BIDANG PENGELOLAAN BIDANG PEMANFAATAN DATA DAN
PENDUDUK PENCATATAN SIPIL INFORMASI ADMINISTRASI INOVASI PELAYANAN
FERY WIJAYA, S.Si,, MM DIAH NOVILIA, S.Sos,MM KEPENDUDUKAN YURMANSATI, SE
NIP. NIP. HENNY YULIARSIH, SE.MM NIP. 196707111987112001

SEKSI IDENTITAS SEKSI KELAHIRAN SEKSI SISTEM INFORMASI SEKSI KERJASAMA


PENDUDUK ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN
OLIVIA DAMSIANA HENNY YULIARSIH, SE.MM ROSNANI, S.KOM, MM
FERY WIJAYA, S.Si,, MM PUTRI,SH NIP. 197707232002122002 NIP. 197703032010012011

SEKSI PINDAH DATANG SEKSI PERKAWINAN DAN SEKSI PENGELOLAAN DAN BIDANG PEMANFAATAN DATA DAN
PENDUDUK PERCERAIAN PENYAJIAN DATA DOKUMEN KEPENDUDUKAN
BAMBANG IRAWAN YUDISTIRA, SE,MM DEWI OKTAVIAYANTI, S.Sos, MM GANDA PANGLIMA ROMADON
S.Sos,MM NIP. NIP. 197616162008012005 NIP. 198206222010011006

SEKSI PENDATAAN SEKSI PERUBAHAN SEKSI TATA KELOLA DAN SUMBER SEKSI INOVASI PELAYANAN
PENDUDUK STATUS ANAK, DAYA MANUSIA TEKNOLOGI
UDURI, SH, MM PEWARGANEGARAAN INFORMASI KOM ALDO SYAHPUTRA, S.Ip, MM
NIP. DARNELI ADAMI, S.Kom MERILIA PUTRI, SEE NIP. 198602272008041002

9
BAB III
URAIAN KHUSUS

3.1. Manajemen Pelayanan Administrasi Kependudukan Dalam Pembuatan


Akte Kelahiran dan Kartu Keluarga Pada Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil Kabupaten Lampung Utara Prosedur Pelayanan
Pembuatan Kartu Keluarga.
3.1.1. Kartu Keluarga
A. Pengertian Kartu Keluarga
Kartu Keluarga adalah Kartu Identitas Keluarga yang memuat
data tentang susunan, hubungan dan jumlah anggota keluarga. Kartu
Keluarga wajib dimiliki oleh setiap keluarga. Kartu ini berisi data
lengkap tentang identitas Kepala Keluarga dan anggota keluarganya.
Kartu Keluarga adalah Dokumen milik Pemda Provinsi setempat dan
karena itu tidak bolehmencoret, mengubah, mengganti, menambah
isi data yang tercantum dalam Kartu Keluarga. Setiap terjadi
perubahan karena Mutasi Data dan Mutasi Biodata, wajib dilaporkan
kepada Lurah dan akan diterbitkan Kartu Keluarga (KK) yang baru.
Pendatang baru yang belum mendaftarkan diri atau belum berstatus
penduduk setempat, nama dan identitasnya tidak boleh dicantumkan
dalam Kartu Keluarga.

B. Proses Pelayanan Pembuatan Kartu Keluarga


Untuk Prosedur pembuatan Kartu Keluarga di Dinas Kependudukan
dan Pencatatan Sipil Kota Batu itu sendiri adalah :
1. Kartu Keluarga Baru
Biasanya Kartu Keluarga baru ini dibuat untuk pasangan yang baru
menikah dimana terjadi pemecahan KK lama dari masing-masing
pihak, untuk dijadikan KK baru (Keluarga baru)
Untuk prosedurnya:
a) Surat Pengantar RT dan RW (sudah di stempel)

10
b) Membawa berkas Surat Pengantar tersebut ke Kelurahan dan
mengisi forlmulir permohonan pembuatan KK baru.
c) Foto kopi buku nikah / akta perkawinan
d) Kemudian membawa seluruh berkas di Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil untuk diproses. Untuk di bantu sendiri jika
memang berkas sudah diterima dan diverifikasi dengan benar
maka KK sudah dapat di terima oleh pemohon hanya dalam 30
menit saja.

2. Kartu Keluarga Penambahan Anggota Keluarga


Untuk dapat menambahkan data anggota baru seperti adanya
kelahiran putra dan putrid harus dimasukkan kedalam data KK yang
sudah anda miliki, untuk persyaratan adalah :
a) Surat Pengantar dari RT dan RW (sudah di stempel)
b) Membawa Kartu Keluarga lama Kekelurahan untuk di stempel
dan verifikasi
c) Foto Copy Surat Kelahiran dari rumah sakit/bidan
d) Foto Copy Buku Nikah orang tua / akte perkawinan
e) Kemudian dibawa ke Kantor Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil. Untuk dapat di Verifikasi dan diproses. Jika
data dan berkas sudah selesai KK akan dicetak dan pemohon
hanya menunggu 30 menit saja.

3. Kartu Keluarga (Pengurangan Anggota Keluarga)


Kartu Kelurga ini dicetak ketika ada anggota keluarga yang
meninggal dunia dan pindah ke luar daerah.
Untuk persyaratannya :
a) Surat Pengantar dari RT dan RW (sudah di stempel)
b) Membawa Kartu Keluarga lama ke Kantor Kelurahan untuk di
stempel
c) Membawa Surat Keterangan Kematian yang di dapat dari rumah
sakit dan dari kantor Desa / Kelurahan.

11
d) Surat Keterangan Pindah bagi yang mengurus kepindahan
e) Kemudian di bawa ke Kantor Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil untuk di Verifikasi dan dip roses (waktu proses
hanya 30 menit) jika berkas sudah benar dan sesuai.

4. Kartu Keluarga (Rusak atau Hilang)


a) Surat Pengantar dari RT dan RW (sudah di stempel)
b) Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian (jika hilang)
c) Membawa Kartu Keluarga yang rusak (jika rusak)
d) Foto Copy KTP Kepala Keluarga
e) Kemudian di serahkan ke Kantor Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil Kotabumi untuk di Proses dan di terbitkan KK
yang baru.

3.1.2. Akte Kelahiran


A. Pengertian Akte Kelahiran
Akta Kelahiran atau bisa disebut dengan Akta Lahir adalah
tanda bukti berisi pernyataan yang teramat sangat penting dan
diperlukan guna mengatur dan menyimpan bahan keterangan tentang
kelahiran seorang bayi dalam bentuk selembar kertas yang sudah
dicetak. Setiap kalinya, istilah seperti ini dapat mengacu kepada
setiap catatan resmi menetapkan hal-hal mengenai kelahiran seorang
anak dan juga berlaku pada salinan lembaran pencatatan akta lahir
yang dapat dipertanggungjawabkan keasliannya. Biasanya, sebuah
akta lahir terdiri atas pencantuman beberapa maklumat sebagai
berikut :
 Nama Kelahiran Anak
 Tanggal dan Waktu Kelahiran Anak
 Jenis Kelamin Anak
 Tempat Kelahiran Anak
 Nama Kedua Orangtua dari seorang anak
 Pekerjaan Kedua Orangtua Seorang Anak

12
 Berat dan Tinggi Badan Anak
 Nama seorang juru tunjuk yang mencatatkan Pendaftaran
Kelahiran Anak
 Tanggal Pencatatan Pendaftaran Kelahiran
 Tanda Tangan Pejabat Yang Berwenang.

B. Prosedur Pelayanan Administrasi dalam Pembuatan Akte


Kelahiran
Untuk prosedur pelayanan administrasi pembuatan akte kelahiran di
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kotabumi adalah sebagai
berikut :
a) Surat Pengantar dari RT dan RW (sudah distempel) dibawa ke
Kelurahan utnuk kepengurusan Surat Keterangan lahir dari Desa
serta membawa surat keterangan kelahiran dari
dokter/bidan/rumah sakit sebagai tanda bukti;
b) Membawa KK ke Dispenduk Capil Kotabumi untuk diproses
penambahan anggota baru untuk mendapatkan NIK.
c) Selanjutnya pemohon mengisi formulir permohonan pembuatan
akte kelahiran
d) Melampirkan foto copy buku nikah orang tua/akte perkawinan
orang tua.
e) Melampirkan Foto Copy KTP Orang tua
f) Melampirkan foto copy KK terbaru
g) Melampirkan Surat Keterangan lahir dari rumah sakit dan dari
Desa
h) Melampirkan foto copy KTP sanksi dua orang

Jika semua berkas sudah dilengkapi pemohon dapat


menyerahkanya ke petugas yang berwenang di disdukcapil
Kotabumi untuk di Verifikasi dip roses, akte kelahiran pemohon
dapat diselesaikan hanya dalam waktu 30 menit saja.

13
Akte kelahiran adalah salah satu dokumen Negara yang sangat
vital, mengingat akte kelahiran digunakan sebagai dokumen untuk
pendaftaran segala macam administrasi di Indonesia dengan begitu
masyarakat harus mentaati peraturan yang ada untuk mencetak akte
kelahiran.

3.1.3. Analisi Manajemen Pelayanan Administrasi Kependudukan


Kartu Keluarga di dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Kotabumi
Selama penulis laporan PKL di DInas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil di Kotabumi ini penulis membantu di bagian front
office dimana penulis memang berinteraksi langsung dengan
masyarakat yang khususnya berkepentingan dalam permohonan
pembuatan Kartu Keluarga dan akte Kelahira, awalnya kami
mengamati bagaimana system kinerja yang ada di Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil ini apakah kualitas pelayanan
nya sudah sesuai atau belum. Sebagaimana dalam teorinya
Delivering Service Quality : Balencing Costumor Perception dan
Expectations, Valeria A. Zeithami, A.Parasuramandan Leonard
L.Berry (1990) Kualitas pelayanan di katagorikan sebagai RATER
(Rrealibity, Assurance, Tangibles, Empathy, Responsiveness).
1. Realiability (Kehandalan)
Dimana dalam reliability ini di lihat apakah birokrasi yang ada
pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sudah dapat
melayani administrasi Kependudukan dengan baik kepada
masyarakatnya, dan juga dilihat apakah birokrasi sudah menaati SOP
yang telah ditetapkan dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakatnya.
Menurut penulis sudah semestinya birokrasi yang bertugas
harus mengerti dengan apa yang menjadi tanggunjawab mereka.
Khususnya pegawai yang memang bertugas dalam bagian pelayanan
yang bertemu langsung dengan masyarakat.

14
Intinya, setiap pegawai dalam memberikan bentuk-bentuk
pelayanan harus mengutamakan aspek pelayanan, dimana hal
tersebut sangat mempengaruhi perilaku orang yang mendapat
pelayanan, sehingga diperlukannya daya tanggap dari birokrasi
tersebut dengan tingkat penyerapan, pengertian, ketidak sesuaian
atas berbagai bentuk pelayanan yang tidak diketahuinya, contoh saja
birokrasi pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil harus
memberikan penjelasan yang bijaksana jelas (detail) membina serta
mengarahkan agar masyarakat dapat menyikapi ataupun menaati
segala bentuk-bentuk prosedur dan mekanisme kerja agar terciptanya
respon yang positif.
Untuk pembuatan Kartu Keluarga dan akte kelahirann itu
sendiri birokrasi yang ada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan
Sipil Kotabumi sudah memberikan pelayanan yang maksimal kepada
masyarakatnya yang di mana jika ada masyarakatnya yang akan
menguruskan Kartu Keluarga dan Akte kelahirannya pasti dibantu
langsung oleh petugas, dan petugas pun akan memverifikasi dan
akan mengklasifikasikan terlebih dahulu terkait berkas dari pemohon
dan melihat permasalahan tersebut teekait jenis pencetakan Kartu
Keluarga dan akte Kelahiran apa yang pemohon inginkan.

2. Assurance (Kepercayaan)
Dimana dalam teori ini merukuk pada pengetahuan dan
kesopanan dari para birokrasi serta kemampuan mereka untuk
menimbulkan rasa percaya dan yakin dalam menumbuhkan
kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan administrasi yang
diberikan.
Sebagaimana yang ada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan
Sipil Pegawai harus dapat memberikan penjelasan kepada
masyarakat dengan penjelasan yang sopan dan bijaksana agar
masyarakat merasakan kenyamanan, yakn dan percaya bahwa
permohonan yang mereka ajukan dapat diterima dengan baik dan

15
segera diberikan solusinya. Keramahan di DInas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil ini memang diterapkannya yaitu Senyum, Sapa,
Salam kepada seluruh pegawai dan seluruh masyarakat yang dimana
hal tersebut adalah upaya untuk mempererat kebersamaan,
meningkatkan pelayanan serta untuk kenyamanan bersama.

3. Tangibles (Tampilan)
Dimana dalam teori ini menjelaskan Tangibles (tampil)
merujuk pada fasilitas fisik, peralatan dan penampilan dari para
pegawai yang ada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Yang dimana dimulai dari kebersihan kantor, penulis melihat
dan memperhatikan langsung bahwa di Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil Kotabumi ini memang sangat menjaga kebersihan
dan kerapihan walaupun di Dinas ini dengan dalam tahap renovasi,
namun di Dinas ini tetap menjaga kebersihan dan kerapihan dari
mulai pagi sebelum pelayan dibuka, istirahat siang serta saat setelah
pelayanan berakhir (tutup), bagian kebersihan sangat tanggap sekali
dalam menjaga kebersihan dan kerapihan di Dinas tersebut demi
terciptanya kenyamanan.
Kemudian para pegawai pun diwajibkan menggunakan
seragam kerja hal tersebut dilakukan untuk menjaga kekompakan
serta penampilan disiplinnya para pegawai. Untuk fasilitas
masyarakat (ruang tunggu) telah disediakan dan Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil telah memiliki fasilitas
teknologi informasi guna mempercepat pelayanan.

4. Empathy (Empati)
Dimensi ini merujuk pada sejauh mana tingkat pemahaman
atau simpati serta perhatian secara individu yang diberikan oleh
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kotabumi kepada
masyarakat, dari yang penulis liat, pegawai yang ada di Dinas ini
sangatlah perduli dan perhatian terhadap lingkungan sekitar, yang

16
dimana pegawai saling bahu membahu dalam memberikan
pelayanan yang terbaik kepada masyarakatnya dan saling bekerja
sama unuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Masyarakat itu terdiri dari beraneka ragam tingkah laku
sehingga cara menanganinyapun berbeda-besa, dan permasalahan
pun yang di hadapi pun berbeda-beda sehingga birokrasi harus
benar-benar mendengarkan dan memahami keluhan dari masyarakat
itu sendiri, yang tentunya berhubungan dengan pelayanan
administrasi.
Contoh pada pelayanan pembuatan Kartu Keluarga dan Akte
Kelahiran dimana pasti ada saja permasalahan yang diajukan oleh
pemohon, seperti halnya adanya kehilangan Kartu Keluarga dan
kehilangan Akte Kelahiran, Nomer NIK Ganda dan nama di Akte
Kelahiran salah, serta penghapus anggota keluarga, nah hal ini harus
direspon dengan baik agar masyarakat pun puas dengan pelayanan
yang diberikan, namun tak luput pula masyarakat harus mengikuti
prosedur yang telah ditentukan.

5. Responsivenees (Ketanggapan)
Dimana hal ini merujuk pada ketanggapan pegawai untuk mau
menolong masyarakat utnuk memberikan pelayanan dengan tepat
waktu. Yang kami lihat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Kotabumi ini, para pegawai sangat sigap dan tanggap dalam
melayani masyarakatnya karena di Dinas ini dibagian pelayanan atau
front office selalu menjadi perhatian utama, mengingat bagian
pelayanan adalah wajah dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan
Sipil Kotabumi. Pegawai juga harus bisa mengetahui apa sajakah
kelsulitan yang dihadapi oleh masyarakat, sehingga ketika
menganggap suatu permasalahan pegawai sudah bias memberikan
solusinya.
Dalam pelayanan Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran bukan
hanya dapat dilakukan di Kantor saja, melainkan Dinas

17
Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kotabumijuga menyediakan
mobiling (mobil keliling) agar dapat menjangkau dan mempermudah
masyarakat untuk mengurus administrasi kependudukan.

3.2. Faktor Pendukung dan Penghambat Manajemen Pelayanan


Sdministrasi Kependudukan Dalam Pembuatan Akte Kelahiran dan
Kartu Keluarga pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Kotabumi Kabupaten Lampung Utara.
3.2.1. Faktor Pendukung
a) Inovasi Pelayanan Online
Adalah salah satu upaya dari Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil Kotabumi dalam mempermudah pelayanan,
dimana pelayanan online ini juga dilakukan untuk pengembangan
dan pemberdayaan teknologi yang ada, sehingga masyarakat
dapat mengakses atau mendaftarkan permohonannya via online.

b) Inovasi 3 In 1
Adalah dimana pemohon bias mendapatkan tiga dokumen Negara
dalam satu kali kepengurusan. Contoh : anak baru lahir di
masukkan ke dalam data KK kemudian di uruskan Kate
Kelahirannya dan KIA (Kartu Identitas Anak) nya sekaligus
dalam satu kali kepengurusan, dimana hal ini sangat
mempermudah bagi masyarakat utnuk menguruskan dokumen
bagi anaknya.
Hal-hal di atas adalah beberapa contoh dari factor pendukung agar
proses pelayanan administrasi Kependudukan di Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kotabumi dapat berjalan
lancar.

3.2.2. Faktor Penghambat


Penghambat yang kami lihat selama kami melakukan Praktik
Kerja Lapangan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

18
Kotabumi adalah adanya kerusakan mesin percetakan sehingga
dapat menunda proses percetakan KK itu sendiri, sehingga
pemohon harus menunggu sedikit lebih lama sehingga
masyarakatpun menunggu permohonannya diselesaikan dalam
waktu yang lama dari biasanya. Kemudian penghambat yang lain
yaitu proses renovasi kantor yang sedikit mengganggu aktivitas
pelayanan.

3.3. Target atau Fokus yang dicapai


Dalam PKL yang dilaksanakan dua bulan ini, hasil yang didapat adalah :
1. Dapat mengetahui prosedur, norma dan SOP pelayanan administrasi
kependudukan
2. Dapat mengetahui lebih jauh realita ilmu yang telah diterima di sekolah
dengan kenyataan yang ada di lapangan.
3. Memperdalam dan meningkatkan keterampilan serta kreativitas diri
dalam lingkungan yang sesuai dengan disiplin ilmu yang ditetapkan.
4. Dapat menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk
menyesuaikan diri dalam lingkungan kerjanya di masa mendatang.
5. Menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman selaku generasi
yang dididik untuk siap terjun langsung di masyarakat khususnya di
lingkungan kerja.

19
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Setelah menyusun laporan ini, saya dapat menyimpulkan bahwa,
PraktekKerjaLapangan (PKL) bagi siswa sangat perlu disamping menambah
pengalaman dan membentuk mental, juga dapat menyesuaikan teori-teori yang
didapat disekolah, dengan praktek keseharian dilakukan selama Praktek Kerja
Lapangan (PKL). Loyalitas dan tanggungjawab serta inisiatif yang ditunjukan
oleh semua senior merupakan contoh yang sangat baik dan sangat perlu bagi saya.

B. SARAN
Berdasarkan pengalaman penyusun pada saat melaksanakan Praktik Kerja
Lapangan (PKL), penyusun mempunyai banyak pengalaman menyenangkan
maupun yang agak kurang menyenangkan. Untuk itu melalui kesempatan ini
penyusun akan memberikan beberapa saran kepada sekolah, pihak industri dan
adik-adik kelas yang akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) :
1. Bagi Sekolah
a. Hubungan dengan industri lebih ditingkatkan lagi agar di tahun
mendatang siswa lebih mudah untuk memilih tempat Praktik Kerja
Lapangan (PKL).
b. Sekolah memberikan pembekalan yang lebih terhadap siswa yang
melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
2. Bagi Pihak Industri
Sebaiknya siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL), diberi tugas semaksimal
mungkin sehingga siswa mempunyai banyak pengalaman kerja.
3. Bagi Adik-adik Kelas
a. Selama mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL), harus mematuhi semua
peraturan yang berlaku, serta membina kerjasama yang baik dengan
karyawan tempat kita PKL.
b. Menjaga sikap selama Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan kerjakan semua
pekerjaan yang diberikan dengan penuh tanggung jawab.

20
LAMPIRAN

21
22
23
24

Anda mungkin juga menyukai