16 Eunike Hal 96-104
16 Eunike Hal 96-104
ABSTRAK
Sistem pakar merupakan salah satu cabang kecerdasan buatan yang mempelajari bagaimana
mengadopsi cara seorang pakar berpikir dan bernalar dalam menyelesaikan suatu permasalahnan, dan
membuat suatu keputusan maupun mengambil kesimpulan dari sejumlah fakta yang ada. Sampai saat
ini sudah ada beberapa hasil perkembangan sistem pakar dalam berbagai bidang sesuai dengan
kepakaran seseorang. Pada penelitian ini akan dirancang suatu aplikasi sistem pakar untuk
mendiagnosis penyakit asma. Pengembangan aplikasi sistem pakar diagnosis penyakit asma
merupakan salah satu pengaplikasian sistem yang terkomputerisasi dalam bidang kedokteran. Tujuan
dari penelitian ini adalah mengembangkan sebuah sistem berbasis pengetahuan kedokteran dalam
mendiagnosis penyakit asma yang dapat ditampilkan dalam perangkat lunak aplikasi berbasis sistem
pakar. Sehingga dapat mempermudah proses penyuluhan kepada masyarakat awam untuk mengetahui
deteksi dini gejala penyakit asma dan solusi atau pengobatan yang bisa dilakukan secara mandiri.
Penalaran aplikasi sistem pakar ini menggunakan teknik inferensi runut maju (forward chaining).
Dimana pada forward chaining ini dimulai dengan informasi awal (gejala awal) dan bergerak maju
untuk mencocokkan informasi selanjutnya sampai menemukan informasi yang sesuai dengan kaidah,
lalu akan menyimpulkan berupa keterangan jenis penyakit dan solusi. Dalam pengembangan sistem
pakar, akan digunakan pendekatan konvensional dengan metodologi Expert System Development Life
Cycle (ESDLC) dari Durkin (1994). Hasil dari penelitian adalah perangkat lunak aplikasi sistem pakar
diagnosis penyakit asma memiliki fasilitas yang dapat membantu tenaga penyuluh dalam memberikan
penyuluhan kepada masyarakat untuk mengetahui deteksi dini gejala penyakit asma, berdasarkan atas
jenis penyakit asma yang menyerang serta solusi atau cara pengobatan yang bisa dilakukan secara
mandiri.
Kata Kunci : Sistem Pakar, Penyakit asma pada manusia, Forward Chaining, PHP & MySQL
ABSTACT
Expert systems are a branch of artificial intelligence that studies how to adopt the way an expert
thinks and reasons in solving a problem, and making a decision or drawing conclusions from a
number of existing facts. To date, there have been several results of the development of expert systems
in various fields according to a person's expertise. In this research, an expert system application will
be designed to diagnose asthma. The development of an expert system application for asthma
diagnosis is one application of a computerized system in the medical field. The aim of this research is
to develop a medical knowledge-based system for diagnosing asthma which can be displayed in
expert system-based application software. So it can simplify the process of educating ordinary people
about early detection of asthma symptoms and solutions or treatment that can be done independently.
The reasoning of this expert system application uses forward chaining inference techniques. Where
forward chaining starts with initial information (initial symptoms) and moves forward to match
96
further information until it finds information that is in accordance with the rules, then it will conclude
in the form of information on the type of disease and solution. In developing the expert system, a
conventional approach will be used with the Expert System Development Life Cycle (ESDLC)
methodology from Durkin (1994). The results of the research are that the expert system application
software for diagnosing asthma has facilities that can assist extension workers in providing education
to the public regarding early detection of asthma symptoms, based on the type of asthma attack as
well as solutions or treatment methods that can be done independently.
Keywords: Expert System, Asthma in humans, Forward Chaining, PHP & MySQL
97
kita sebagai penikmat informasi perlu leih Pengertian Kecerdasan Buatan
cerdas dan bijak di dalam memilah informasi Artificial Intelligence (AI) atau dalam
yang di peroleh. Lalu apakah yang di maksud artian lain keserdasan buatan iaalah
dengan informasi? “Informasi merupakan hasil merupakan salah satu bagian dari ilmu
pengolahan data dari suatu atau berbagai komputer yang mempelajari bagaimana
sumber yang kemudian diolah sehingga membuat mesin (komputer) dapat melakukan
memberikan nilai, arti dan manfaat. Proses pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan
pengelolaan ini memerlukan teknologi seperti oleh manusia bahkan bisa lebih baik
computer dan jaringan komputer”[2]. daripada yang dilakukan manusia. Adapaun
yang termasuk dalam kecerdasan buatan
Pengertian Sistem Informasi salah satunya adalah sistem pakar atau (expert
Berdasarkan defenisi mengenai system system) [5],[6],[7].
dan informasi yang telah di jelaskan si atas ,
maka dapat dinyatakan bahwa : Kecerdasan buatan berasal dari bahasa
“Sistem informasi adalah gabungan dari empat inggris “Artificial Intelligence” atau
komponen yaitu software, hardware, brainware disingkat AI, yaitu intelligence adalah kata
dan sumber daya manusia yang saling sifat yang berarti cerdas, sedangkan
berkaitan untuk menciptakan sebuah sistem
artificial artinya buatan [8]. Artificial
yang bermanfaat bagi penggunanya. Dalam
Intelligence (AI), atau dalam bahasa
sistem informasi terdapat proses perencanaan,
kontrol, koordinasi, dan pengambilan
Indonesia dikenal sebagai Kecerdasan
keputusan [3]. Sehingga sebagai sebuah sistem Buatan, adalah cabang ilmu komputer
yang mengolah data menjadi informasi yang yang bertujuan untuk mengembangkan
akan di gunakan oleh penggunanya.”. Sistem sistem dan mesin yang mampu melakukan
Informasi adalah sebuah sistem yang tugas yang biasanya memerlukan
mempunyai fungsi mengumpulkan, kecerdasan manusia. AI melibatkan
memproses, menyimpan, menganalisis, dan penggunaan algoritma dan model
menyebarkan informasi untuk tujuan yang matematika untuk memungkinkan
spesifik .Turban et.all dalam [4]. Dalam era komputer dan sistem lainnya untuk belajar
teknologi informasi, Bodnar dan HopWood
dari data, mengenali pola, dan membuat
[4] mendefinisikan sistem informasi sebagai
keputusan yang cerdas [9]. Pada tahun
kumpulan perangkat keras dan lunak yang
dirancang untuk mentransformasikan data ke
1950, Alan Turing yang bertanya
dalam bentuk yang berguna. [4]. membahas mungkinkah sebuah mesin mempunyai
sistem informasi dalam konteks kombinasi kemampuan untuk berpikir. Dimana
antara prosedur kerja, informasi, orang dan Turing sebelumnya telah memperkenalkan
teknologi informasi yang diorganisasikan konsep universal abstract machine yang
untuk mencapai tujuan dalam sebuah biasa disebut dengan Turing Machine,
organisasi Sehingga sistem ini dapat mesin secara sederhana dapat
dipandang sebagai kerangka kerja yang menyelesaikan 3 persoalan matematika.
mengkoordinasi sumber daya manusia dan Untuk membangun ide tersebut, Turing
komputer untuk mengubah masukan (Input)
bertanya bahwa jika respons komputer
menjadi keluaran (Output) guna mencapai
tidak dapat dibedakan dari manusia, maka
sasaransasaran perusahaan Wilkinson [4]
98
komputer dapat dianggap sebagai mesin kecerdasan buatan yang telah didefinisikan
berpikir. Hasil percobaan ini disebut oleh beberapa ahli.
Turing Test. Pada Turing Test, jika mesin
bisa menipu orang dalam dalam Pengertian Sistem Pakar
memutuskan bahwa itu adalah juga Menurut Turban Dalam Buku, Sistim
manusia, maka mesin telah lulus tes pakar adalah sebuah system yang mengunakan
pengetahuan manusia di mana pengetahuan
intelegensi. Salahsatu cara untuk berpikir
tersebut dimasukan ke dalam sebuah komputer
tentang Turing Test adalah melakukan
dan kemudian digunakan untuk menyelesaikan
komunikasi dengan agen lain dengan masalah-masalah yang biasanya membutuhkan
menggunakan keyboard. Pertanyaan kepakaran atau keahlian manusia. Sistem
diajukan agen dengan menggunakan teks pakar sebagai sebuah program komputer pintar
tertulis, dan jawaban diberikan melalui (Intelligente Computer Program ) yang
terminal. Tes ini menyediakan cara untuk memanfaatkan pengetahuan (knowledge) dan
menentukan apakah intelegensi telah Prosedur inferensi (Inference Procedure untuk
diciptakan. Mempertimbangkan tugas yang memecahkan masalah yang cukup sulit hingga
ada, rekan cerdas tidak hanya harus berisi membutuhkan keahlian khusus dari manusia.
pengetahuan yang dibutuhkan untuk Dengan kata lain, sistem pakar adalah sistem
komputer yang ditujukan untuk meniru semua
melakukan komunikasi secara cerdas,
aspek (emulates) kemampuan pengambilan
tetapi juga harus mampu menguraikan dan
keputusan (Decision Making) seorang pakar.
mengerti serta menghasilkan respons [13].
bahasa alami. Pertanyaannya mungkin Sistem Pakar termasuk kedalam
melibatkan keterampilan penalaran (seperti kelompok kecerdasan buatan yang mempunyai
pemecahan masalah), jadi meniru manusia kemampuan khusus untuk menyelesaikan
akan menjadi sebuah prestasi. [10]. kondisi permasalahan yang ada (Gede &
Kecerdasan buatan yang dimaksud disini Diyana, 2014). Dalam penelitian
merujuk kepada mesin yang mampu berikutnyyang dikemukakan oleh Al-Ajlan
berfikir, menimbang tindakan yang akan bahwasannya Sistem Pakar ialah
diambil, dan mampu mengambil keputusan Pengembangan dari sistem Cerdas berbasis
Aplikasi [14].
seperti yang dilakukan oleh manusia. AI
Mekanisme inferensi dengan metode
berasal dari kata Artificial yang berarti
Forward Chaining untuk sistem pakar penyakit
tiruan atau buatan, dan kata Intelligence lambung memiliki tahapan yang sederhana
bermakna kecerdasan, sehingga AI adalah karena menggunakan ekspresi logika dalam
kecerdasan tiruan atau kecerdasan buatan. kaidah produksi [15]. Metode forward
[11]. Artificial Intelligence (AI) atau chaining merupakan salah satu
kecerdasan buatan adalah teknologi dari metode dalam sistem pakar (Cut
berbasis sistem komputeryang Fiarnia, 2015). Pada penelitian sebelumnya
memungkinkan memiliki kemampuan sistem pakar yang menggunakan metode
untuk melakukan kegiatan manuasia yang forward chaining memberikan hasil diagnosa
membutuhkan intelensi (Healey,2020)[12]. sesuai dengan fakta – fakta yang diinputkan
user. Sistem pakar dengan metode forward
Berikut adalah beberapa definisi
chaining dalam bidang diagnosa kesehatan
telah digunakan dalam beberapa penelitian
99
diantaranya Pembuatan Aplikasi Diagnosa Language (UML). UML muncul karena
Penyakit Jantung Berdasarkan Faktor Resiko adanya kebutuhan pemodelan visual untuk
dan Gejala dengan Metode Forward Chaining menspesifikasi, menggambarkan, membangun
dan Certainly Factor (Dewi, 2009). dan dokumentasi dari sistem perangkat lunak.
Implementasi Metode Forward Chaining untuk UML merupakan bahasa visual untuk
Pendeteksian Dini Penyakit Diabetes Melitus pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah
(Harahap, Suyanto, & Ariyanto, 2009), dan sistem dengan menggunakan diagram teks-teks
Aplikasi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit pendukung. UML hanya berfungsi untuk
Menular pada Balita dengan Metode Forward melakukan pemodelan. Jadi penggunaan UML
Chaining (Yohan Kurnia Putra Tjumoko, tidak terbatas pada metodologi tertentu,
2012) [16] meskipun pada kenyataanya UML paling
Forward Chaining banyak di gunakan pada metodologi
Forward chaining adalah teknik berorientasi objek.
pencarian yang dimulai dengan fakta yang
diketahui, kemudian mencocokkan fakta-fakta 1. Analisa Sistem
tersebut dngan bagian IF dari rules IF-THEN. Analisis sistem adalah suatu
Bila ada fakta yang cocok dengan bagian IF, penguraian dari sistem informasi yang
maka ruletersebut dieksekusi. Bila sebuah rule masih utuh kedalam bagian komponen-
dieksekusi, maka sebuah fakta baru (bagian
komponennya, untuk mengidentifikasi dan
THEN) ditambahkan ke dalam database.
mengevaluasi permasalahan, hambatan dan
Setiap kali percocokkan, dimulai dari rule
teratas. Setiap rule hanya boleh dieksekusi
kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan,
sekali saja. Proses pencocokkan berhenti bila sehingga dapat diusulkan perbaikan-
tidak ada lagi rule yang bisa dieksekusi. perbaikannya.
Metode :pencarian yang digunakan adalah
Depth-First Search (DFS), Breadth-First 1) Usulan Sistem Baru
Search (BFS) atau Best First Search. a. Diagram Unified Modelling
Forward Chaining [14] ialah teknik yang Language (UML)
dimulai dengan fakta yang diketahui dengan Berikut adalah rancangan UML pada
fakta yang kemudian mencocokkan fakta-fakta sistem pakar penyakit asma :
tersebut dengan IF dan rule IF-THEN.
Forward Chaining adalah metode
pancarian atau teknik pelacakan kedepan yang
dimulai dengan informasi yang ada dan
penggabungan rule untuk menghasilkan suatu
kesimpulan atau tujuan (Russel, S. And
Norving, P., 2003) [15].
100
b. Class Diagram Sequence Diagram disini menjelaskan
Class diagram menampilkan eksistensi bahwa admin sebagai objek. Admin
atau keberadaan dari class-class dan melakukan langkah pertama melakukan login,
hubungan (relationship) dalam desain kemudian admin bisa melihat data yang telah
berhasil disimpan, dan kemudian keluar dari
logikal dari sebuah sistem.
sistem jika telah selesai melakukan
pengelolaan data laporan keputusan / laporan
tabel tersebut.
c. Sequence Diagram
1) Sequence diagram Admin Untuk Gambar 4. Sequence Diagram Laporan Data
Admin
User Sequence diagram Data Iklan,
dapat dilihat pada Gambar 3.3yang
3) Sequence Diagram Input User
ada dibawah ini : Sequence diagram disini menjelaskan
bahwa user sebagai objek. User melakukan
pengentrian data konsultasi terhadap sistem
dimana yang akan menhaghasilkan solusi
terhadap data konsultasi yang telah dientrikan
101
3. Form Halaman Admin
102
7. Form Data Penyakit Asma 11. Form Konsultasi
Gambar 13. Form Data Penyakit Asma Gambar 17. Form Konsultas
103
Daftar Pustaka 1. Penerbit UNIPMA Press (Anggota
[1] Ilham Prisgunanto. “Pemaknaan Arti IKAPI) Universitas PGRI Madiun. 2019
Informasi di Era Digital”. P- [11] Imam Robandi. “Artificial Intelligence-
ISSN:1412-7873. Online ISSN:2598- Menguapas Rekayasa Kecerdasan
7404. Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi. Tiruan”. ISBN: 978-623-01-0293-6.
Penerbit Andi (Anggota IKAPI). 2019
Vo. 17, No. 2, December 2018
[12] Rony Sandra Yofa Zebua, dkk.
[2] Udin Sidik Sidin. “Sistem Informasi
“Fenomena Artificial Intelligence (AI)”.
Penjadwalan Mata Pelajaran berbasis
ISBN: 978-623-09-3638-8. Penerbit PT.
Web”. ISSN:2502-8928semanTIK, Vol.2,
Sonpedia Publishing Indonesia. 2023
No. 1, 2016.
[13] Sutojo, T. “Kecerdasan Buatan”. ISBN:
[3] Teuku Yuzrizal, dkk. “Sistem Informasi
978-979-29-2761-0. Penerbit Andi,
Barang pada PT. Medan Smart Jaya
Yogyakarta. 2011
berbasis Web”. Jurnal Dharmawangsa.
[14] Puji Sari Ramadhan, dan Usti Fatimah
Vol.1, No.2. 2020.
S.Pane. “Mengenal Metode Sistem
[4] Ronal Watrianthos, dkk. Enerapan
Pakar”. ISDB 978-602-5891-6. Penerbit
Metode Promethee sebagai Sistem
Uwais Inspirasi Indonesia. 2018
Pendudkung Keputusan Pemeringkatan
[15] Andi Nurkholis, dkk. “Sistem Pakar
Siswa”. Jurnal Media Informasi
Penyakit Lambung menggunakan Metode
Budidarma, Vo. , No.4. 2019.
Forward Chaining”. Majalah Ilmiah
[5] Afriyani, R., Putra, T. A. E., & Risman,
Momentum Fakultas Teknik Universitas
A. (2024). PENERAPAN METODE
FORWARD CHAININ DALAM SISTEM
Wahid Hasyim. ISSN: 2406-9329. Vol.
PAKAR KONSULTAN KESEHATAN 13, No. 1. 2017
GIGI DAN MULUT. Jurnal Bisnis Digital [16] Bagus Fery Yanto, dkk. “Aplikasi Sistem
J-BisDig, 2(1), 74–85. Pakar Penyakit Mata pada Anak bwah
https://doi.org/10.52060/j- Lima Tahun menggunakan Metode
bisdig.v2i1.2052 (Original work Forward Chaining”. Jurnal of
published June 1, 2024)dalam Sistem Information Systems Engineering and
Pakar Konsultan Kesehatan Gigi dan Business Intelligence. Vol. 3, No. 1. 2017
Mulut”. Jurnal Bisnis Digital. Vol.2, No.
1, 2024.
[6] Victor Amrizal dan Qurrotul Aini.
“Kecerdasan Buatan”. ISBN: 978-602-
269-024-5.2013
[7] Hendra Jaya, dkk. “Kecerdasan Buatan”.
ISBN: 978-602-99837-9-1. 2018
[8] Earl B. Hunt. “Artificial Intelligence”.
ISBN: 0-12-362340-5. Academic Press,
Inc (London) Ltd. 1975.
[9] Emi Sita Eriana dan Afrizal Zein.
“Artificial Intelligence AI”. ISBN: 978-
623-151-972-6. Penerbit Eureka Media
Aksara. 2023
[10] Abdul Rozaq. “Artificial Intelligence
untuk Pemula”. ISBN: 978-602-0725-61-
104