0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan3 halaman

CPP Hari Ke 11

CPP

Diunggah oleh

miahandayani94
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan3 halaman

CPP Hari Ke 11

CPP

Diunggah oleh

miahandayani94
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Saya ingin menjadi pengajar praktik untu memejukanpendidikan i

Bagaimana ya jika harus mendampingi level berbeda,


berjalan dengan lancar karena mengedepankan pinsip keterbukaan, yang perlu
dievaluasi adalah bagaimana tetap menjaga agar pertanyaan yang diajukan
berbobot dan alurnya tetap mengalir/tidak tersendat-sendat dan juga coachee
perlu menemukan solusinya sendiri , sedangkan Coach menahan diri untuk
memberi solusi kepada coachee.

1. Hal- hal yang sudah saya pelajari dan penting dari proses belajar sesi
sinkron 1 dan 2, yaitu:

 Sejarah coaching
 Perbedaan antara coaching dengan pendekatan lainnya
 Definisi coaching
 Prinsip-prinsip coaching
 Mindset coaching
 Mendengarkan RASA
 Powerful Question
 Presence
 Alur TIRTA

2. Alur percakapan coaching dengan alur TIRTA. TIRTA adalah satu model
coaching yang dapat membantu peran coach dalam membuat alur percakapan
menjadi lebih efektif dan bermakna. TIRTA kepanjangan dari T: Tujuan I:
Identifikasi R: Rencana aksi TA: Tanggung jawab.

Alur percakapan dalam sesi coaching bervariasi tergantung pada kebutuhan dan
tujuan klien, namun secara umum, sesi coaching mengikuti beberapa tahapan
berikut:

 Menentukan tujuan: Sebelum memulai sesi coaching, seorang


coach akan membantu klien untuk menentukan tujuan yang ingin
dicapai. Tujuan ini dapat berupa tujuan jangka pendek atau jangka
panjang, tergantung pada kebutuhan klien.
 Menjelaskan situasi saat ini: Setelah menentukan tujuan, klien akan
diminta untuk menjelaskan situasi saat ini, yaitu kondisi yang
dialami saat ini dan hambatan atau tantangan yang mungkin
dihadapi dalam mencapai tujuan.
 Menjelaskan harapan: Selanjutnya, klien akan diminta untuk
menjelaskan harapan mereka terkait hasil yang ingin dicapai dari
sesi coaching.
 Mendefinisikan tindakan: Setelah memahami tujuan, situasi saat ini,
dan harapan klien, seorang coach akan membantu klien untuk
mendefinisikan tindakan yang perlu dilakukan untuk mencapai
tujuan tersebut.
 Membahas solusi: Selanjutnya, klien dan coach akan bekerja sama
untuk mencari solusi yang paling efektif untuk mengatasi hambatan
atau tantangan yang dihadapi klien.
 Menetapkan rencana tindakan: Setelah menemukan solusi yang
tepat, klien dan coach akan menetapkan rencana tindakan yang
spesifik dan realistis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
 Mengevaluasi kemajuan: Pada setiap sesi coaching berikutnya,
klien dan coach akan mengevaluasi kemajuan yang telah dicapai
dan menentukan tindakan lanjutan yang perlu diambil untuk
mencapai tujuan.
 Menutup sesi: Setelah mencapai tujuan atau menyelesaikan sesi
coaching, klien dan coach akan meninjau dan mengevaluasi
hasilnya, serta membahas tindakan lanjutan yang perlu dilakukan
jika diperlukan.

3. Kompetensi yang perlu dimiliki oleh seorang Coach yaitu: present atau hadir
seutuhnya, mendengarkan aktif yaitu kemampuan untuk fokus terhadap lawan
bisara, dan mengajukan pertanyaan berbobot.

4. Yang ingin ditanyakan kepada instruktur adalah

"Bagaimana cara membantu Coachee jika seorang Coach menemukan jalan


buntu di dalam prosesnya sedangkan semua proses sudah dilalui?"

1. Apa yang Anda lakukan untuk melakukan presence sebelum dan saat
melakukan percakapan coaching?

Yang saya lakukan untuk melakukan presence adalah hadir, fokus


seutuhnya, menyimak penuturan dari Coachee, sabar dan membangun rasa
ingin tahu, juga menghindari judgment dan pre assumtion alias netral
dalam memberikan pertanyaan/pendapat

2. Apa yang sudah berjalan dengan baik?

Proses Coaching sudah sudah berjalan dengan baik. Percakapan mengalir


dengan Alur Tirta. kemampuan menyimak sudah cukup bagus. prinsip
keterbukaan sudah terwujud

3. Apa yang masih perlu diperbaiki/ditingkatkan?

yang perlu dievaluasi adalah bagaimana tetap menjaga agar pertanyaan


yang diajukan berbobot dan alurnya tetap mengalir/tidak tersendat-sendat dan
juga coachee perlu menemukan solusinya sendiri , sedangkan Coach menahan
diri untuk memberi solusi kepada coachee.
4. Apa yang akan Anda lakukan untuk memperbaiki/meningkatkannya? sabar
dalam menuntun coachee dan menjaga pandangan tetap netral.

5. Apa yang dirasakan oleh coachee pada saat di-coaching oleh Anda?
(tanyakan kepada coachee Anda) merasa senang karena berkenaan dengan
masalah riil yang dihadapi dan juga merasa lega/plong.

Anda mungkin juga menyukai