Doc.
No: 363/SHLT-MEI/1124
Rev: 00
General
Method Statement
For
STATIC HORIZONTAL
LOAD TEST
Prepared for:
PT. MEINDO ELANG INDAH
OOX BALONGAN PROJECT
Table of Contents
Daftar Isi / Table Of Contents..................................................................................................1
I. Pendahuluan / Introduction ..............................................................................................2
II. Peralatan Pengujian / Testing Apparatus .........................................................................3
III. Persiapan Pengujian / Testing Preparation ......................................................................4
IV. Prosedur Pengujian / Testing Procedure ..........................................................................5
V. Batasan Pengujian / Testing Limitation ............................................................................8
VI. Data Tiang Uji / Test Pile Data ...........................................................................................9
Lampiran A : Formulir Pencatat Data
Appendix A : Recording Form
Lampiran B : Contoh Hasil Pengujian
Appendix B : Example Test Result
Lampiran C : Spesifikasi Alat
Appendix C : Equipment Specification
Lampiran D : Dokumentasi dan Referensi Proyek
Appendix D : Dokumentation and Project References
Page | 1
I. Pendahuluan I. Introduction
Pengujian statik horizontal tiang adalah Static horizontal load test is one of the
pengujian tiang pondasi tunggal atau single pile testing method to measured pile
kelompok untuk mengukur pergerakan displacement under specified lateral load.
tiang yang diberi pembebanan lateral Static horizontal load test will be done with
sesuai dengan beban rencana. Pengujian accordance to ASTM D3966-07
statik horizontal ini dilakukan berdasarkan (reapproved 2013), “Standard Test
ASTM D3966-07 (reapproved 2013), Methods for Deep Foundations Under
“Standard Test Methods for Deep Lateral Load”.
Foundations Under Lateral Load”.
*For illustration only
Figure 1. Typical Static Axial Horizontal Load Test (source: ASTM D3966-07, Reapproved 2013)
Page | 2
II. Peralatan II. Testing
Pengujian Apparatus
1. Dongkrak hidrolik dengan kapasitas 1. Hydraulic jack with capacity 10%
minimum 10% lebih besar dari beban more than anticipated test load.
uji rencana.
2. Balok utama dan balok sekunder 2. Main beam and secondary beam
sesuai kebutuhan dan beban uji. based on test load.
3. Balok referensi dengan panjang dan 3. Reference beam with appropriate
kekakuan yang sesuai agar stabil dan length and stiffness so that it is stable
tidak terganggu pada saat pengujian. and not disturbed during the test.
4. Dial gauge dengan ketelitian 0.01 mm 4. Dial gauge with 0.01 mm accuracy.
5. Manometer untuk kontrol tekanan oli 5. Manometer to control oil pressure on
pada dongkrak dan pompa hidrolik. jack and pump.
6. Load cell untuk mengukur beban 6. Load cell to measured actual load
aktual yang di terima tiang. received by the test pile.
7. Pelat baja dengan tebal minimum 25 7. Steel plate with minimum 25 mm thick.
mm.
Figure 2. Testing Apparatus
Page | 3
III. Persiapan III. Test
Pengujian Preparation
1. Gali tiang hingga elevasi cut off level. 1. Excavate the pile to the cut off level.
Pengujian lateral wajib dilakukan pada The lateral test shall be carried out at
posisi cut of level. the cut off level position.
2. Pada tiang bor, bila permukaan tiang 2. On bored piles, if pile surface on jack
pada lokasi dongkrak hidrolik tidak location not flat, prepare the surface
rata, lakukan perataan permukaan by chipping the concrete or grout in
dengan cipping atau grouting agar order the jack can tread perfectly on
dongrak menapak sempurna pada pile surface.
permukaan tiang.
3. Untuk pengujian tiang tunggal, 3. For testing single pile, ensure the pile is
sekeliling tiang uji haruslah bebas, jika independent without any obstruction, if
terdapat lantai kerja, maka lantai kerja there is lean concrete connected to
harus di buka sekeliling tiang uji. pile, it shall be removed at around test
pile.
4. Jika digunakan beban mati sebagai 4. If using dead load as counter weight,
penahan, berat beban haruslah total load shall be 2 – 3 times larger
minimal 2-3 kali lebih besar dari beban than maximum test load to prevent the
uji test agar beban penahan tidak load was not pushed over.
terdorong.
5. Jika digunakan tiang lain sebagai 5. If using another pile as counter weight,
penahan, dapat digunakan satu atau can be used one or more piles.
lebih tiang.
Page | 4
6. Untuk mengantisipasi terjadinya hujan, 6. To anticipate rain, protect all
lindungi alat pengukuran dan engineer measuring device and engineer during
selama pengujian dengan menutup the test by covering test pile area with
area pengujian dengan tenda atau tend or tarp.
terpal.
7. Dipastikan tidak ada pekerjaan lain di 7. During the test, unsure there is no
area pengujian dan sekitarnya yang activity around the test pile area that
dapat mengganggu ke-akuratan alat might cause vibration and affecting the
ukur. accuracy of measuring devices.
IV. Prosedur IV.Testing
Pengujian Procedure
1. Dilakukan pengecekan bersama semua 1. Check all equipment were used
alat yang digunakan dengan mengisi together, by fill in the checklist form.
formulir pengecekan.
2. Sebelum memulai pengujian, 2. Before start the testing, check the
dilakukan pengecekan alat ukur measuring device by giving the load to
dengan melakukan pembebanan pada the pile for about 10 – 15% of design
tiang sebesar 10 – 15% beban kerja. load.
3. Lakukan pengecekan, perbaikan atau 3. Check, repair or exchange the
penggantian jika terjadi anomali pada measuring device if it not work properly.
alat ukur ataupun peralatan lainnya.
4. Jika semua alat ukur sudah berfungsi 4. If all the measuring device works
dengan baik maka pengujian properly, the test can be continued
dilanjutkan sesuai dengan urutan according to the load schedule (Table
pembebanan (Tabel 1). 1.)
Page | 5
5. Setiap pengujian, semua pengukuran 5. During the testing period, all the
dicatat pada form pembacaan yang measured data is recorded and
ada dan dilengkapi dengan tanggal complete with actual time and date on
serta waktu actual saat pembacaan the recording form. After all finished,
dilakukan. Setelah pembacaan selesai, recorded form need to be signed by all
semua form di tanda tangani oleh party.
pihak yang berkepentingan.
6. Kontraktor wajib memberikan denah 6. For analyzing and reporting purpose,
serta catatan pembuatan tiang (pilling contractor shall give pile layout and
record) guna keperluan pelaporan dan pilling record of the test pile.
analisa.
Page | 6
Table 1. Load Schedule for 200% Load *
*Mohon di catat bahwa jadwal pembebanan ini merupaka standar pemebebanan untuk beban 200% berdasarkan ASTM D1143-07
(reapproved 2013) menggunakan metode cyclic maintain load, jika ada spesifikasi lain yang disyaratkan oleh perencana, wajib
mengkuti yang telah di spesifikasikan oleh perencana.
*Please noted that this load schedule was standard load schedule for 200% load according to ASTM D1143-07 (reapproved 2013)
using cyclic maintained load test method, if there is another specified schedule by the designer, shall follow based on designer
specification
Page | 7
V. Batasan V. Testing
Pengujian Limitation
1. Bila terjadi kerusakan pada kepala 1. If there was defect on the pile (crack or
tiang (retak atau pecah) yang broken) during the test that caused
menyebabkan pengukuran menjadi inaccuracy to the measurement,
tidak akurat pengujian harus testing program shall be terminated
dihentikan dan disarankan melakukan and suggest to repair the pile and do
perbaikan tiang dan pengujian ulang. retest.
2. Jika beban atau tiang penahan 2. If dead load or support piles was
terdorong sebelum tercapainya beban pushed over before reaching the
uji maksimum, maka pengujian harus maximum test load, thus the test shall
dihentikan atau dilanjutkan dengan be terminated or continued with add
menambah beban penahan. more counter weight.
3. Terjadi pergeseran berlebih pada tiang 3. There was excessive displacement on
yang melebihi batas izin tertentu baik the pile that exceed specify allowable
yang di spesifikasikan oleh perencana limit by the designer or SNI 8460-
ataupun SNI 8460-2017. Pada SNI 2017. On the SNI, maximum allowable
pergeseran izin maksimum yang displacement at 100% load is 10 mm
diizinkan pada beban 100% adalah 10 and at 200% load is 25 mm.
mm dan pada beban 200% sebesar
25mm.
4. Terjadinya force majeure. 4. There was force majeure.
Page | 8
Appendix A
Formulir Pencatat Data
Recording Form
Page | 9
Page | 1
Appendix B
Contoh Hasil Pengujian
Example Test Result
Page | 13
1. Time versus Displacement graph
2. Time versus Load graph
Page | 14
3. Time versus Load graph
4. Example of graph served in report
Page | 15
Appendix C
Spesifikasi Alat
Equipment Spesification
Page | 16
Page | 1
Page | 2
Page | 3
Page | 4
Page | 5
Page | 6
Page | 7
Page | 8
Page | 9
Appendix D
Dokumentasi dan Referensi Proyek
Documentation and Project References
Page | 26
Page | 27
Page | 28
No. Project Name Client Location Year
1. Hotel Artotel CASA PT. Indo Cipta Graha Mandiri Jakarta 2019
2. Pengembangan Bandar
Udara Sultan Hasanuddin PT. Wijaya Karya Makassar 2019
Makasssar Tahap 1
3. Gedung Koperasi Astra
Koperasi Astra International Jakarta 2019
International
4. Penggantian Jembatan Sei
PT. Wijaya Karya Banjarmasin 2019
Alalak
5. Al-Azhar Summarecon PT. Mahkota Permata
Bandung 2019
Bandung Perdana
6. Kantor DPRD Kabupaten
AMKA – LTM KSO Bandung 2019
Bandung Barat
7. Podomoro Golf View Tower
PT. Tripondasi Msnunggal Cimanggis 2019
EKKI
8. Politeknik Multimedia
PT. Catur Pile Perkasa Serpong 2019
Nusantara
9. Jembatan Utama
Aksesibilitas Bandara PT. Wijaya Karya Cengkareng 2019
Soekarno – Hatta
10. Dharmawangsa Towers PT. Bauer Pratama Indonesia Jakarta 2019
11. LRT Depo Bekasi PT. Adhi Karya Bekasi 2019
12. Prime Park Hotel Mataram PT. Indonesia Pondasi Raya Lombok 2019
13. EPCC Pembangunan
PT. Bauer Pratama Indonesia Banyuwangi 2019
Workshop PT. INKA
14. Pembangunan Jembatan
PT. Tiyasa Total Rekayasa Palangkaraya 2019
Gantung Gunung Mas
15. Pertamina RDMP RU V PT. Wika Beton Balikpapan 2019
16. PLTU Suralaya Jawa 9 & 10 PT. Bauer Pratama Indonesia Cilegon 2019
17. Jakarta Living Star PT. Jembatan Emas
Jakarta 2019
Apartment Engineering
Page | 29
No. Project Name Client Location Year
18. Berryl Commercial Summarecon Bandung Bandung 2019
19. Graha Paramita 2 Bintaro PT. Indonesia Pondasi Raya Tangerang 2019
20. Renovasi Masjid Istiqlal PT. Aneka Jaringan Indonesia Jakarta 2019
21. PT. Calista Perkasa Mulia – PT.
Jalur KA Bandara NYIA Kulonprogo 2020
Mitra Sinergi Visitama (KSO)
22. Little Tokyo Jababeka PT. Indonesia Pondasi Raya Cikarang 2020
23. Mondelez Future Building CK PT. Tatamulia Nusantara Indah Cikarang 2020
24. Tol Semrang Demak Paket 2 PT. Wijaya Karya Demak 2020
25. Pertamina Koja PT. Palumas Sejati Jakarta 2020
26. Ruang Genset Baru Gedung
PT. Citra Sembilan Satu Jakarta 2020
Menara Cyber 1
27. Fave Hotel Pamanukan PT. Catur Pile Perkasa Pamanukan 2020
28. Grand Anila Apartment
PT. Tripondasi Manunggal Majalengka 2020
Kertajati Aerocity
29. 31 Sudirman Suites PT. Graha Pondasi Makassar 2020
30. PT. ECLAT Textile
PT. Prima Pondasi Perkasa Kendal 2020
International
31. Skyhouse BSD+STP PT. Aneka Jaringan Indonesia Tangerang 2020
32. Rumah Sakit Awal Bros
PT. Catur Pile Perkasa Tangerang 2020
Pasar Kemis
33. Serpong Garden Apartment PT. Indonesia Pondasi Raya Tangerang 2020
34. Jalur KA Bandara NYIA
PT. Adhi Karya Yogyakarta 2020
TR.04
35. Gedung Badan Humas Polri PT. Catur Pile Perkasa Jakarta 2020
36. Nava Park North Point PT. Palu Mas Sejati Serpong 2020
37. Luwansa Hotel Manado PT. Pacific Nusa Indah Manado 2020
38. Collins Boulevard PT. Indonesia Pondasi Raya Serpong 2020
Page | 30