Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

TEKNIK FONDASI II
~DROP HAMMER





Disusun oleh :

ADI PRASTIYANTO
09/289604/NT/13844

PROGRAM DIPLOMA TEKNIK SIPIL
SEKOLAH VOKASI
UNIVERSITAS GAD1AH MADA
YOGYAKARTA
2011
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat, hidayah
serta inayah-Nyalah Makalah Teknik Fondasi II 'Bore Pile ini dapat terselesaikan.
Penyusunan makalah ini kami tujukan untuk memenuhi tugas dari mata kuliah teknik Iondasi
II semester V.
Kami selaku penyusun dari laporan ini menyadari bahwa tanpa adanya bimbingan,
pengarahan serta bantuan dari semua pihak, tentunya makalah ini tidak akan terselesaikan.
Oleh karena itu, sudah sepantasnya jika kami mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Heru Budi Utomo,ST.,MT. selaku ketua Program Diploma Teknik Sipil
Universitas Gadjah Mada serta dosen mata kuliah Bangunan Air yang telah banyak
memberikan pengarahan kepada kami..
2. Bapak Ir.Supriyono,MT.selaku dosen mata kuliah Teknik Fondasi II yang telah
banyak memberikan pengarahan kepada kami.
3. Ibu Devi Oktaviana LatiI ST.,M.Eng. selaku dosen mata kuliah Teknik Fondasi II
yang telah banyak memberikan pengarahan kepada kami.
4. Dan semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini.

Kami sangat menyadari bahwa makalah ini masih banyak memiliki kekurangan. Oleh
karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik, saran, serta koreksi dari semua pihak
agar makalah ini dapat menjadi lebih baik.
Harapan kami, semoga makalah ini benar-benar dapat berguna dan bermanIaat bagi
kami, para pembaca, dan rekan mahasiswa. Amin.

Yogyakarta, 10 November 2011







DAFTAR ISI


Halaman 1udul
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I : Pendahuluan
Latar Belakang
Ruang Lingkup
Tujuan
BAB II : Pembahasan
BAB III : Penutup
Kesimpulan
Saran
Daftar Pustaka



















BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada suatu proyek konstruksi ,baik bangunan gedung ,jembatan maupun bangunan
lainya harus direncanakan dengan perhitungan mengenai kekuatan strukturnya, sehingga
bangunan tersebut tahan terhadap gaya-gaya yang mempengaruhi keutuhan suatu
bangunan itu. Dan untuk mendukung keutuhan suatu bangunan itu diperlukan Iondasi
yang mampu menahan beban bangunan maupun gaya-gaya yang bekerja pada bangunan
itu, namun terkadang tempat atau lokasi proyek kurang strategis, misal saja di daerah
dengan tanah keras yang sulit untuk dilakukan pemancangan. Maka dari itu,
digunakanlah bored pile untuk melakukan penetrasi terhadap tanah keras.
B. Ruang Lingkup
Ruang lingkup dalam penulisan makalah ini meliputi bagian, kelebihan, kekurangan
dan cara kerja dari 745,2207
C. Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah Teknik Fondasi II 'Drop Hammer adalah
sebagai berikut :
a. Mengembangkan cara berIikir penulis, melatih sikap proIesional dan disiplin diri
sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja.
b. Mempelajari dan memahami tentang 'Drop Hammer' seutuhnya mulai dari cara kerja
sampai kelebihan maupun kekuranganya.
c. Sebagai syarat untuk menyelesaikan tugas dari mata kuliah Teknik Fondasi II









BAB II
PEMBAHASAN
Se[arah
Ada sejumlah klaim untuk penemu dari alat pemancang ,salah satunya Sebuah gambar
mekanis sistem alat pemancang muncul pada awal 1475 dalam Francesco di Giorgio
Martini 's risalah Trattato di Architectura juga, beberapa penemu terkemuka lainnya -
James Nasmyth (anak dari Alexander Nasmyth Namun Bored Pile pertama kali
diperkenalkan ke proyek pada tahun 1990an.
ag|anbag|an Drop nammer



a Pemukul (hammer)
Bagian ini biasanya terbuat dari baja masiI/pejal yang berIungsi sebagai palu untuk memukul
tiang pancang agar masuk ke dalam tanah.
b. eader
Bagian ini merupakan jalan (truck) untuk bergeraknya pemukul (hammer) ke atas dan ke
bawah.
Macam-macam leader :
Fixed leader (leader tetap)
Hanging leader (leader gantung)
Swinging leader (leader yang dapat berputar dalam bidang vertikal)
.. Chusions
Bagian yang berIungsi sebagai topi tiang pancang untuk melindungi tiang pancang
terhadap gaya vertikal hammer.
d. Pile
Merupakan tiang pancang yang calonnya akan dipasang dalam tanah
e. Template
Sebagai tempat untuk menjaga posisi pile agar tidak lari dari posisi awal.
f. Pompa
Pompa hanya digunakan pada sistem wash boring. Dalam hal ini sering dipakai
pompa sentriIugal yang berdiameter isap 3 dan mempunyai tekanan 1,1 kg/cm2 yang
dihubungkan ke stang bor menggunakan selang tekan berdiameter 2.
g. Corong Cor
Corong cor digunakan sebagai penampung adukan beton yang akan dimasukkan ke
dalam pipa tremi. Corong cor ini terbuat dari plat besi tebal 3 mm dan ber diameter 60
cm. Penyambungan corong cor dengan pipa tremie memakai sistem drat.
h. Pipa Tremi
Pipa tremi sebagai penghantar adukan beton terbuat dari pipa galvanis berdiameter 6
dengan ketebalan medium SII, panjang setiap pipa 2 meter yang disambung dengan
sistem drat
i. Alat Bantu
Alat bantu yang sering diperlukan dalam pekerjaan pengeboran antara lain :
- Kunci pipa dan kunci rantai
- Kunci pas dan kunci inggris
- Cangkul, linggis, ember
- Travo las, gerinda potong
- Gegep dll.
j. Roller / Perakit Baja Tulangan :
Roller adalah alat untuk menggulung tulangan spiral jarak / sengkang spiral. Biasanya
yang digunakan untuk spiral adalah tulangan polos karena baja tulangan ini memiliki
siIat elastis. Diameter roller dibuat lebih kecil dari diameter bored pile sehingga
didapat selimut / penutup beton yang tebalnya sekitar 5 7,5 cm. Untuk pemotongan
dan pembengkok baja tulangan biasa digunakan mesin potong atau gunting tulangan
konvensional. Untuk mengikat baja tulangan digunakan kawat beton dengan memakai
alat gegep atau tang


Cara er[a
O Sebelum pekerjaan dimulai, melumasi mekanisme rantai. Juga, pastikan untuk
memeriksa ketegangan rantai, pegas tensioner, dan senjata ketegangan.

O Untuk memastikan katup pengaman bantal beroperasi dengan benar, aktiIkan
hidrolik untuk mengangkat carrier berat. Bila berat badan yang setengah jalan
siklus, melepaskan diri hidrolika. Jika katup pengaman bantal bekerja dengan
benar, berat badan akan jatuh perlahan.

O Bila menggunakan palu lampiran drop, kaki harus selalu berada dalam kontak
dengan permukaan sedang dibongkar. Ini akan mencegah palu drop dari
menembak kering, yang dapat menyebabkan kerusakan pada lampiran.

O Untuk memindahkan pembawa selama operasi, kaki harus tetap di tanah dan
loader harus tergelincir dari sisi ke sisi, atau dalam maju atau mundur.


keeb|han
a). investasi yang rendah
b). mudah dalam pengoperasian
c). mudah dalam mengatur energi per blow dengan mengatur tinggi
m kerangan
a). kecepatan pemancangan yang kecil
b). kemungkinan rusaknya tiang akibat tinggi jatuh yang besar
c). kemungkinan rusaknya bangunan disekitar lokasi akibat getaran pada permukaan tanah
d). tidak dapat digunakan untuk pekerjaan dibawah air

BAB III
PENUTUP

kes|mpan
Drop Hammer sangat cocok digunakan di medan-medan yang memiliki
topograIi kuramg strategis, serta dapat digunakan untuk pembuatan pondasi pad dana
yang tidak begitu besar.
Saran
a. Untuk tempat yang mempunyai denah tropograIi yang kurang baik serta tanah
keras, sebaiknya digunakan Diesel hammer.


















DAFTAR PUSTAKA
a hLLp//wwwgooglecold/search?um1hlldqse[arah20bore20pllegs_smegs_upl
1163483l1167231l0l1169026l7l7l0l0l0l3l447l1807l03211l7l0bavon2orr_gcr_pwcf
osbblw1024blh383leu1l8sanLablw
b hLLp//maslsnanLoblogdeLlkcom/speslallspondaslboredplle/
c hLLp//pukoLabarulnfo/lndexphp?plllhmod_arLlkelld13
d hLLp//wwwscrlbdcom/doc/32880963/8orelle