“ARTIKEL ILMIAH KONSEPTUAL”
Disusun Guna Memenuhi Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu : Dra. Rumasi Simaremare, [Link].
Disusun Oleh :
FISIKA REGULER C 2015
NOVANTRY SEVENTINA SINAGA
415I121047
PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
i
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR
Oleh :
Novantry Seventina Sinaga
Abstrak
Peningkatan prestasi belajar dipengaruhi motivasi belajar. Motivasi adalah suatu
keadaan internal yang dapat membangkitkan semangat, mengarahkan, dan
memelihara suatu perilaku. Sedangkan motivasi belajar adalah sebagai suatu
keadaan dalam diri siswa yang mendorong dan mengarahkan perilaku siswa pada
tujuan yang ingin dicapai dalam mengikuti [Link] terdiri dari dua
jenis yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrisik. Motivasi intrinsik adalah
dorongan terhadap perilaku individu yang bersumber dari dalam diri sedangkan
motivasi ekstrinsik adalah dorongan terhadap perilaku individu yang bersumber
dari luar diri. Motivasi belajar yang dimilki oleh siswa memiliki fungsi, yaitu (1)
sebagai penggerak yang melepaskan energi (2) menentukan arah perbuatan (3)
menyeleksi perbuatan. Peserta didik sebagai bagian dari manusia pada umumnya
harus memilki motivasi yang tinggi dalam belajar guna mencapai hasil belajar
yang baik.
Kata kunci : motivasi, motivasi belajar, prestasi
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan salah satu usaha untukmencerdaskan kehidupan
bangsa dan merupakan suatukunci pokok untuk mencapai cita-cita suatu
[Link] memegang peranan yang sangat penting bagipengembangan
siswa agar kelak menjadi sumber dayamanusia berkualitas. Keberhasilan dalam
bidangpendidikan membuat kualitas suatu bangsa mendapatpengakuan di seluruh
[Link] upaya dilakukan pemerintah untukmeningkatkan mutu pendidikan
seperti melengkapi sarana dan prasarana, meningkatkan kualitaspendidik, serta
penyempurnaan kurikulum. Namun semua usaha tersebut akan sia-sia apabaila
tidak ada kerjasama antara guru dengan siswa.
1
Salah satu tujuan pendidikan Indonesia yaitu untuk meningkatkan prestasi
belajar siswa. Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh banyak faktor seperti faktor
yang ada dalam diri siswa atau faktor internal dan faktor dari luar diri siswa atau
faktor eksternal. Faktor yang ada dalamdiri siswa adalah faktor fisiologis dan
[Link]: persepsi, minat, sikap, motivasi, bakat, dan
[Link] faktor yang berada di luar diri anak didikmisalnya
lingkungan tempat tinggal, keadaan sosialekonomi orang tua.
Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah motivasi.
Motivasi dalam bahasa Latin disebut [Link], alasan yang menyebabkan
sesuatu bergerak. Woolfok menyatakan bahwa motivasi adalah suatu keadaan
internal yang dapat membangkitkan semangat, mengarahkan, dan memelihara
suatu perilaku. Sedangkan belajar adalah suatu usaha yang dilakukan untuk
merubah tingka laku individu. Motivasi belajar adalah sebagai suatu keadaan
dalam diri siswa yang mendorong dan mengarahkan perilaku siswa pada tujuan
yang ingin dicapai dalam mengikuti [Link] karena itu penting untuk
diperhatikan bagi orang tua siswa dan bagi guru untuk meningkatkan motivasi
belajar siswa, aga siswa memilki kemauan dan semangat belajar yang tinggi, serta
memilki kesadaran penuh bahwa setiap orang membutuhkan ilmu pengetahuan.
Tanpa motivasi, siswa akan mengalami kejenuhan dan enggan untuk mengikuti
pelajaran dengan baik, sehingga hal ini akan menyebabkan penyerapan belajar
siswa menjadi lemah bahkan tidak peduli terhadap pelajaran yang disampaikan
oleh guru disekolah, oleh karena itu siswa harus mendapatkan motivasi secara
terus menerus. Maka meningkatkan motivasi belajar siswa ini adalah tugas bagi
seorang guru dan orang tua. Guru diharapkan mampu mengatur, mengarahkan,
dan menciptakan suasana yang mampu mendorong motivasi siswa untuk belajar.
PEMBAHASAN
A. Motivasi Belajar
Motivasi dapat bersumber dari dalam diri dan yang bersumber dari luar diri.
Motivasi intrinsik muncul karena individu senang melakukannya. Motivasi
mendorong dan memberi energi pada tingkah laku. Motivasi ekstrinsik adalah
2
dorongan terhadap perilaku individu yang bersumber dari luar dirinya. Motivasi
ekstrinsik dapat berubah menjadi motivasi intrinsik. Perbedaan motivasi intrinsik
dan ekstrinsik seseorang adalah alasan orang tersebut bertindak. Faktanya,
motivasi intrinsik dan ekstrinsik mungkin merupakan dua kecenderungan yang
independen, keduanya dapat beroperasi secara bersamaan dalam situasi tertentu.
Menurut Prayitno ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru dalam
menimbulkan motivasi belajar ekstrinsik, yaitu memberikan penghargaan dan
celaan, persaingan atau kompetensi, memberikan hadiah dan hukuman, dan
pemberitahuan tentang kemajuan belajar siswa kepada siswa. Sedangkan
Sardirman mengemukakan bahwa ada beberapa bentuk dan cara untuk
menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah, yaitu memberikan
angka kepada peserta didik, memberikan hadiah, menciptakan situasi kompetesi di
kelas, melihat ego peserta didik, memberikan ulangan, mengetahui hasil,
memberikan pujian, memberikan hukuman, menumbuhkan hasrat untuk belajar
kepada peserta didik, menumbuhkan minat, dan merumuskan tujuan belajar yang
diakui dan diterima oleh anak.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk memotivasi siswa belajar adalah:
1. Jangan membuat anak menjadi bosan dengan maju terlalu cepat atau
maju terlalu lambat, serta terlalu sering memberi tes
2. Jangan memaksa anak apapun bentuknya
3. Jangan tegang, lebih baik menunda jika suasana tidak mendukung, baik
pada guru maupun pada siswa
4. Bergembiralah dan buat suasana hati anak menjadi senang dan nyaman
menerima pelaran dari guru
5. Sealu ciptakan cara baru mengajar.
Motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa memiliki fungsi, yaitu sebagai
penggerak yang melepaskan energi, menentukan arah perbuatan, yakni arah tujuan
yang hendak dicapai, dan menyeleksi perbuatan yakni menentukan perbuatan-
perbuatan apa yang harus dikerjakan guna mencapai tujuan. Motivasi belajar
tercermin melalui ketekunan yang tidak mudah tergoyahkan untuk mencapai
sukses, meskipun dihadang banyak kesulitan. Dorongan belajar merupakan
3
kekuatan mental untuk melakukan kegiatan dalam rangka memenuhi harapan
dalam belajar. Dorongan berorientasi pada tujuan belajar. Tujuan belajar inilah
yang menjadi inti motivasi belajar. Siswa yang memilki motivasi belajar yang
tinggi dapat dilihat dari beberapa karakteristik berikut ini, seperti :
1. Duduk di kursi dengan badan agak condong ke depan ketika
memperhatikan guru
2. Mengacungkan tangan secara spontan bila ingin bertanya dan memberi
respon
3. Secara umum menyukai sekolah, guru dan teman-teman
4. Sering merasa tertantang dengan tugas-tugas belajar
5. Tekun, serius dan sabar terhadap pelajaran yang dirasa sukar
6. Merasa senagn hati dalam mengerjakan tugas-tugasnya.
B. Pentingnya Motivasi Belajar
Bagi siswa motivasi belajar penting sebagai upaya untuk memberikan
kesadaran diri tentang kedudukannya pada awal kegiatan belajar, pada proses dan
hasil akhir belajar. Selain itu, motivasi belajar juga penting bagi siswa untuk
menginformasikan kepada siswa tentang kekuatan belajar yang dimilikinya di
banding dengan teman sebayanya. Informasi ini berguna untuk mengarahkan
kegiatan belajar, membesarkan semangat belajar dan menyadarkan tentang adanya
perjalanan belajar dan usaha belajar berkesinambungan.
Motivasi belajar berguna juga bagi guru dalam membangkitkan dan
memilihara semangat siswa untuk belajar sampai berhasil dan untuk memahami
keanekaragaman motivasi belajar siswa di [Link]-Unsur yang
Mempengaruhi Motivasi Belajar
Beberapa unsur yang mempengaruhi motivasi belajar siswa menurut
Dimyati yaitu:
Cita-cita atau aspirasi siswa untuk menjadi seseorang akan memperkuat
semangat belajar dan mengarahkan perilaku belajar
Kemampuan siswa. Dengan kemampuan siswa akan memperkuat motivasi
siswa untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangan.
Kondisi siswa meliputi kondisi jasmani dan rohani
4
Kondisi lingkungan siswa seperti keadaan alam, tempat tinggal, pergaulan
sebaya dan kehidupan kemasyarakatan, organisasi yang diikuti siswa
Unsur-unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran. Seperti perasaan,
perhatian, kemauan, ingatan dan pikiran.
Upaya guru dalam membelajarakan siswa meliputi penyelenggaraan tata
tertib sekolah, membina disiplin belajar, memanfaatkan waktu dan
memelihara fasilitas sekolah, membina sekolah, membina tata tertib dan
lainnya.
C. Penerapan Teori Motivasi Siswa dalam Pembelajaran
Beberapa pendekatan tentang motivasi yang dapat diterapkan di dalam
lingkungan sekolah yaitu:
a) Pendekatan Behavioral
Motivasi siswa menurut pendekatan ini dimulai dari analisis yang
seksama atas insentif dan reward yang diberikan dikelas.
b) Pendekatan Humanistis
Motivasi bersumber dari kebutuhan yang ada di dalam diri individu.
Seorang siswa tidak akan dapat belajar jika kebutuhan fisiologis tidak
terpenuhi dahulu. Hal ini sesuai dengan kebutuhan manusia menurut
Maslow.
c) Pendekatan Kognitif
Pendekatan inbi menekankan pada motivasi intrinsik. Perilaku
ditentukan oleh pikiran, bukan semata-mata oleh reward atau hukuman
untuk perilaku di masa lalu. Contohnya siswa yang memilki motivasi
intrinsik di dalam kelas, menciptakan tantangan sesuai dengan
kemampuan dan keahlian siswa.
d) Teori Atribusi
Atribusi merupakan sebab-sebab yang dianggap menimbulkan hasil.
Siswa akan mencari sendiri penyebab siswa tersebut berhasil maupun
gagal. Sehingga ketika siswa tersebut mengetahui sebab-sebabnya
maka siswa tersebut akan berusaha untuk bangkit kembali.
e) Teori Ekspektansi x Nilai
5
Motivasi merupakan produk dua faktor yaitu ekspektansi individu
untuk mencapai tujuan dan makna tujuan bagi dirinya.
f) Pandangan Sosiokultural
Motivasi menekankan pada partisipasi dalam komuniti. Siswa akan
termotivasi belajar jika komunitas kelas atau sekolahnya menjunjung
tinggi pentingnya belajar.
g) Teori Self Determination
Semua individu merasa perlu kompeten dan kapabel dalam
berinteraksi, merasa perlu untuk memilki beberapa pilihan dan
perasaan memilki kontrol atas kehidupan atas kehidupan diri sendiri.
h) Goal Setting Theory (teori ujian)
Tujuan dapat meningkatkan motivasi belajar jika tujuan tersebut
spesifik, memilki tingkat kesulitan yang sedang dan dapat dicapai
dalam waktu dekat. Ada beberapa jenis tujuan seperti mastery goal
yaitu niat untuk memperoleh pengetahuan dan menguasai
keterampilan, Performance goal yaitu untuk mendapatkan nilai bagus
membuat siswa terobsesi dengan dirinya dan bagaimana mereka
tampil, Goal Setting yaitu jika siswa membutuhkan umpan balik yang
akurat tentang kemajuan mereka kearah tujuan dan mereka harus
menerima tujuan yang ditetapkan.
KESIMPULAN
Motivasi belajar adalah suatu keadaan dalam diri siswa yang mendorong
dan mengarahkan perilaku siswa pada tujuan yang ingin dicapai dalam mengikuti
pendidikan. Motivasi dapat bersumber dari dalam diri siswa dan dari luar diri
siswa. Bagi siswa motivasi belajar penting sebagai upaya untuk memberikan
kesadaran diri tentang kedudukannya pada awal kegiatan belajar, pada proses dan
hasil akhir belajar dan untuk menginformasikan kepada siswa tentang kekuatan
belajar yang dimilikinya di banding dengan teman sebayanya. Beberapa hal yang
dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa yaitu cita-cita atau aspirasi siswa ,
6
kemampuan siswa, kondisi siswa , kondisi lingkungan siswa, perasaan, perhatian,
kemauan, ingatan dan pikiran.
SARAN
Motivasi intrinsik perlu lebih ditingkatkan pada diri siswa daripada motivasi
ekstrinsik. Motivasi intrinsik merupakan sumber yang kuat dan positif dalam
kehidupan.
DAFTAR PUSTAKA
Djaali, H. [Link] Pendidikan. Bumi Aksara. Jakarta
Milfayetty,Sri, dkk. 2018. Psikologi Pendidikan. PPs Unimed. Medan