0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
380 tayangan4 halaman

PKWTT GM

Perjanjian kerja

Diunggah oleh

Agung Slim
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
380 tayangan4 halaman

PKWTT GM

Perjanjian kerja

Diunggah oleh

Agung Slim
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERJANJIAN KERJA WAKTU TIDAK TERTENTU

Pada hari ini, Kamis tanggal 2 (dua) bulan Januari tahun 2024 yang bertandatangan dibawah ini :

Nama :
Jabatan :
Alamat :

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. Trio Anugrah Solution, yang untuk selanjutnya disebut Pihak
Pertama.

Nama :
No. KTP :
Jabatan :
Alamat :

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri, yang untuk selanjutnya disebut Pihak Kedua.

Pihak Pertama dengan identitas seperti disebutkan di atas telah sepakat bekerja sebagai karyawan tetap untuk waktu
tidak tertentu pada PT. Trio Anugrah Solution, sesuai dengan tugas dan tanggung jawab terlampir, dengan ketentuan
seperti tertera dalam pasal-pasal sebagai berikut :

Pasal 1
Waktu Perjanjian Kerja

Perjanjian kerja ini dibuat terhitung mulai tanggal 2 (dua) bulan Januari tahun 2025.

Pasal 2
Tugas dan Penempatan

Pihak Pertama mempekerjakan Pihak Kedua untuk bekerja sebagai karyawan pada perusahaan, untuk:

Department :
Jabatan :
Lokasi Kerja :

1. Tugas atas perkerjaan yang dilaksanakan oleh Pihak Kedua akan diatur dalam Lampiran Perjanjian, yang
merupakan satu kesatuan dan mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan surat perjanjian ini;
2. Setiap pekerjaan, harus dibuat laporan dan disampaikan kepada Atasan Langsung dari Pihak Kedua, kecuali
ditentukan lain dari waktu ke waktu oleh Pihak Pertama melalui Atasan Pihak Kedua; dan
3. Tempat Kerja adalah tempat dimana Pihak Kedua melakukan pekerjaan dan apabila dalam masa perjanjian ini
Pihak Pertama membutuhkan, maka Pihak Pertama dapat memindahkan tempat kerja Pihak Kedua ke tempat kerja
lain atau ke perusahaan lain, namun tetap dalam lingkup Perusahaan Group Pihak Pertama.

Pasal 3
Upah

1. Pihak Pertama membayarkan upah kepada Pihak Kedua sebesar Rp. ..................... ( ..............) setiap bulan,
yang akan dibayar pada tanggal 25 setiap bulannya, jika tanggal tersebut jatuh pada hari libur maka akan
dibayarkan pada hari kerja terakhir sebelum tanggal tersebut.
2. Pembayaran upah sebagaimana tersebut pada Pasal 3 (1) merupakan perhitungan nett yang meliputi namun tidak
terkecuali:
- Gaji Pokok;
- Tunjangan-tunjangan; dan
- Kompensasi
3. Upah yang diterima oleh Pihak Kedua adalah sejumlah setelah dipotong Pajak Penghasilan Perseorangan (PPH
21).
4. Selain upah dan tunjangan sebagaimana dimaksud Ayat (1) Pasal ini, Pihak Kedua juga diberikan:
a. Jaminan Pelayanan Kesehatan atau BPJS Kesehatan;
b. BPJS Ketenagakerjaan;
c. Tunjangan Hari Raya (THR) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
5. Pembayaran upah melalui bank yang ditunjuk oleh PIHAK PERTAMA.

Pasal 4
Hari Kerja dan Jam Kerja

1. Hari kerja adalah Senin sampai dengan Sabtu


2. Jam kerja adalah sebagai berikut :
a. Senin – Jum’at : 08.00 s/d 17.00
b. Sabtu : 08.00 s/d 14.00
3. Jam istirahat adalah sebagai berikut :
a. Senin – Kamis dan Sabtu : 12.00 s/d 13.00
b. Jum’at : 11.30 s/d 13.30

Pasal 5
Hak dan Kewajiban

1. Hak dan Kewajiban Pihak Pertama:


a. Pihak Pertama berhak untuk menerima hasil kerja dari Pihak Kedua;
b. Pihak Pertama berhak untuk menilai kualitas tugas yang telah dan/atau sedang dikerjakan oleh Pihak,
diantaranya Laporan hasil pelaksanaan tugas, achievement, absensi, tingkah laku kepada atasan, senior,
maupun kepada sesama teman kerja, dan bawahannya;
c. Pihak Pertama berhak untuk mengevaluasi kinerja Pihak Kedua dalam 9 (sembilan) bulan pertama jangka
waktu perjanjian ini yang terbagi dari 3 tahapan, yakni : 3 (tiga) bulan, 6 (enam) bulan, dan 9 (sembilan) bulan;
d. Pihak Pertama wajib memberikan upah kepada Pihak Kedua setiap bulannya;
e. Pihak Pertama wajib mematuhi dan melaksanakan segala ketentuan dalam surat perjanjian ini.

2. Hak dan Kewajiban Pihak Kedua:


a. Pihak Kedua berhak memperoleh upah dari Pihak Pertama atas pekerjaannya setiap bulan;
b. Pihak Kedua wajib melaksanakan pekerjaan yang diberikan oleh Pihak Pertama dengan penuh tanggung jawab
sesuai dengan Standar Operasional Perusahaan (SOP);
c. Pihak Kedua wajib mentaati seluruh peraturan dan tata tertib yang berlaku di Perusahaan, serta perintah,
petunjuk dan/atau instruksi lain yang berhubungan dengan pekerjaan yang ditentukan oleh atasan Pihak Kedua;
d. Pihak Kedua wajib memakai pakaian, serta bertingkah laku disiplin, tertib, dan sopan pada saat melaksanakan
pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Perusahaan;
e. Pihak Kedua wajib menjaga kerahasiaan data Perusahaan mencakup seluruh data dan/atau informasi yang
berkaitan dengan data-data Perusahaan sebagaimana tercantum dalam Non Disclosure Agreement (NDA);
f. Pihak Kedua wajib mematuhi dan melaksanakan segala ketentuan dalam surat perjanjian ini.

Pasal 6
Berakhirnya Perjanjian

1. Perjanjian kerja ini berakhir tanpa adanya pesangon atau ganti rugi dalam bentuk apapun dari Pihak Pertama,
apabila Pihak Kedua melakukan kelalaian, kesalahan, dan pelanggaran disiplin, namun tidak terkecuali :
a. Melakukan pelanggaran berat seperti yang tercantum dalam Peraturan Perusahaan dan atau Peraturan
Ketenagakerjaan yang berlaku pada Pihak Pertama.
b. Pihak Kedua tersangkut tindak pidana baik di dalam maupun di luar lingkungan perusahaan, tanpa menunggu
putusan final atas perkara tersebut oleh peradilan;
c. Melakukan pelanggaran terhadap Perjanjian Kerja Waktu Tertentu dan telah mendapat Surat Peringatan
terakhir yang masih berlaku;
d. Penipuan, pencurian dan penggelapan barang/uang milik pihak perusahaan atau milik teman pihak perusahaan
dimana Pihak Kedua dipekerjakan;
e. Mabuk atau minum minuman keras yang memabukkan, atau menyalahgunakan obat-obatan terlarang atau
obat-obatan perangsang lainnya ditempat kerja yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan;
f. Melakukan perbuatan asusila ataupun melakukan perjudian dilingkungan kerja;
g. Melakukan tindakan kejahatan misalnya menyerang, mengintimidasi atau menipu Pihak Pertama, atau teman
sekerja atau perusahaan dimana Pihak Kedua dipekerjakan dan memperdagangkan barang terlarang baik
dalam lingkungan perusahaan maupun diluar lingkungan klien Perusahaan;
h. Menganiaya, mengancam secara physik atau mental, menghina secara kasar Pihak Pertama, keluarga Pihak
Pertama atau teman sekerja atau pihak perusahaan dimana Pihak Kedua dipekerjakan;
i. Pihak Kedua melanggar peraturan mengenai Etika Bisnis dan atau conflict of interest yang berlaku
diperusahaan tempat dimana Pihak Kedua dipekerjakan;
j. Menyalahgunakan statusnya sebagai jabatan tersebut pada Pasal 1 ayat (1) untuk kepentingan pribadi baik
disengaja maupun tidak sengaja, termasuk menggunakan fasilitas perusahaan untuk pribadi tanpa izin dari
pihak penanggungjawab unit kerja;
k. Masih melakukan kesalahan apapun juga, setelah diberikan Surat Peringatan terakhir dan masih berlaku.
l. Melakukan tindakan-tindakan yang dapat dibuktikan sebagai tindakan Fraud terhadap Perusahaan;
m. Pihak Kedua telah diberikan teguran secara patut (Surat Peringatan) tetapi tetap mengulangi hal tersebut;
n. Tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan atau izin atasan selama 3 (tiga) hari berturut-turut.
2. Pasal 6 (1) berlaku dengan terjadinya satu atau lebih point didalamnya;
3. Apabila kondisi perusahaan mengharuskan untuk mengambil tindakan rasionalisasi yang berakibat adanya
pengurangan jumlah karyawan di departemennya, maka Pihak Kedua tidak keberatan jika Pihak Pertama
mengambil tindakan pengakhiran perjanjian;
4. Uang pesangon akan diperhitungkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku;
5. Apabila Pihak Kedua mengundurkan diri sebelum berakhirnya periode perjanjian kerja, Pihak Kedua diwajibkan
memberitahukan secara tertulis 30 (tiga puluh) hari sebelumnya kepada Pihak Pertama selambat-selambat.
Dalam hal ini karyawan tidak berhak atas uang pesangon atau uang imbalan atau uang jasa berupa apapun.

Pasal 7
Fasilitas

1. Pihak Pertama akan memberikan fasilitas berupa :


a. Kendaraan Operasional ( GM, MJR);
b. Asuransi Kesehatan diluar BPJS Kesehatan;
c. Biaya Pendidikan dan/atau Pelatihan pengembangan diri berupa pembayaran uang masuk diluar Iuran Bulanan;
d. Alat Kerja (staff up);
e. Seragam (security, OB, Driver, staff building maintenance); dan
f. Alat Komunikasi berupa telepon genggam (driver)
2. Pihak Pertama mengatur pelaksanaan Medicak Check Up untuk Pihak Kedua pada setiap 1 (satu) tahun sekali
selama Pihak Kedua bekerja pada Perusahaan;

Pasal 8
C u t I dan Izin

1. Pihak Kedua berhak mengambil cuti tahunan selama 12 (dua belas) hari kerja dengan persetujuan HR Perusahaan
& atasan Pihak Kedua dimana hak cuti akan timbul setelah bekerja selama 12 (dua belas) bulan berturut-
turut. Pihak Kedua dapat mengambil cuti jika cuti tersebut diajukan dan disetujui paling lambat 5 (hari) kerja
sebelumnya;
2. Cuti Bersama yang diatur oleh pemerintah tidak akan mengurangi hak cuti pada ayat 1 diatas;
3. Cuti dapat diambil maksimal 3 (tiga) hari berturut-turut dibulan yang sama dengan persetujuan dari atasan
langsung dan diketahui oleh HR;
4. Cuti tahunan gugur apabila dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah lahirnya hak cuti tersebut atau sampai
dengan bulan Maret ditahun berikutnya tidak dipergunakan oleh Pihak Kedua.
5. Aturan terkait perizinan tidak hadir dalam bekerja akan diatur pada peraturan perusahaan.
Pasal 10
Ketentuan Hukun dan Penyelesaian Perselisihan

1. Perjanjian ini dan segala akibat hukumnya tunduk dan berlaku Hukum Negara Republik Indonesia;
2. Apabila terjadi perselisihan atas penafsiran dan atau pelaksanaan atas Perjanjian ini diselesaikan secara
musyawarah dan untuk mufakat;
3. Apabila setelah dilakukan musyawarah belum tercapai kesepakatan maka kedua belah pihak sepakat untuk
menyelesaikan permasalahan ini sesuai mekanisme ketentuan peraturan perundangan ketenagakerjaan;
4. Para Pihak sepakat bahwa selama perjanjian ini berlangsung, maka masing-masing pihak berkewajiban untuk
mematuhi dan melaksanakan segala persyaratan yang telah disepakati dalam Surat Perjanjian ini;
5. Para Pihak sepakat, bahwa Perjanjian ini tidak dapat dialihkan kepada pihak manapun juga;
6. Pihak Pertama tidak akan turut campur dalam masalah yang terjadi antara Pihak Kedua dengan Pihak Ketiga atau
Pihak lain di luar Para Pihak dalam perjanjian ini, sebab masalah tersebut menjadi tanggung jawab dari Pihak
Kedua dan Pihak Pihak Ketiga atau Pihak lain di luar perjanjian ini.

Pasal 11
Penutup

Para Pihak menyadari sepenuhnya akan kemungkinan munculnya permasalahan sebagai akibat dari adanya perubahan
laju perkembangan usaha secara umum, yang kiranya akan berdampak terhadap kegiatan operasional kerja sama ini di
kemudian hari, yang belum diatur secara administratif dalam isi perjanjian, sehingga Para Pihak sepakat apabila
dikehendaki akan dilakukan perubahan dan/atau penambahan seperlunya atas isi perjanjian ini sesuai dengan kebutuhan
dan kepentingan operasional kerja sama tersebut.

Demikian Surat Perjanjian ini dibuat, disetujui, dipahami dan ditandatangani oleh Para Pihak.

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

..................................... .....................................
Direktur Utama Karyawan

Anda mungkin juga menyukai