0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan54 halaman

Evaluasi Pembelajaran Kimia SMAN 13

terbaru

Diunggah oleh

Misna Misna
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan54 halaman

Evaluasi Pembelajaran Kimia SMAN 13

terbaru

Diunggah oleh

Misna Misna
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

EVALUASI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KIMIA PADA

POKOK BAHASAN IKATAN KIMIA DI SMAN 13 SAMARINDA

SKRIPSI

Oleh :

MISNA

NIM: 1505025041

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MULAWARMAN

SAMARINDA

2020

i
EVALUASI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KIMIA PADA

POKOK BAHASAN IKATAN KIMIA DI SMAN 13 SAMARINDA

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar


Sarjana Pendidikan Pada Program Sudi Kimia Jurusan
Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Keguruaan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Mulawarman

Oleh :

MISNA

NIM : 1505025041

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MULAWARMAN

SAMARINDA

2020

ii
HALAMAN PENGESAHAN

Judul :Evaluasi Penerapan Strategi Pembelajaran Kimia Pada


Pokok Bahasan Ikatan Kimia di SMA Negeri 13
Samarinda
Nama :Misna
NIM :1505025041
Jurusan :Pendidikan MIPA
Program Studi :Pendidikan Kimia
Samarinda, 22 Oktober 2019

Menyetujui,

Pembimbing I, Pembimbing II,

Dr. Pintaka Kusumaningtyas, S.Pd., M.Si Dr. Hj. Nurlaili, M.P.


NIP. 19810223 200912 2 003 NIP. 19680428 199403 2 002

Menyetujui,

Ketua Jurusan Pendidikan MIPA Koor. PS Pendidikan Kimia

Prof. Dr. H .Mukhamad Nurhadi, M.Si. Dr. Farah Erika, S.Si., M.Si.
NIP. 19690415 199412 1 002 NIP. 19761026 200501 2 003

iii
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu’

Alhamdulillahi Robbil ‘Alamin, segala puji dan syukur kita panjatkan

kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala yang telah melimpahkan rahmat dan

karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

“Evaluasi Penerapan Strategi Pembelajaran Kimia Pada Pokok Bahasan Ikatan

Kimia di SMA Negeri 13 Samarinda”

Pada kesempatan ini, dengan kerendahan dan ketulusan hati, penulis ingin

mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah

membantu dalam proses penyelesaian ini, baik dalam memberikan dukungan,

motivasi, bimbingan, maupun materil dalam keadaan apapun. Untuk itu dalam

kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si selaku Rektor Universitas Mulawarman,

yang telah memimpin UNMUL dengan baik.

2. Bapak Prof. Dr. H. Muh. Amir M., M.Kes selaku Dekan FKIP, yang selalu

memberi kemudahan dalam kepengurusan berkas-berkas yang dibutuhkan

mahasiswa.

3. Bapak Prof. Dr. H. Mukhamad Nurhadi, M.Si selaku Ketua Jurusan

Pendidikan MIPA FKIP Universitas Mulawaman.

iv
4. Ibu Dr. Pintaka Kusumaningtyas, S.Pd., M.Si selaku ketua Program Studi

Pendidikan Kimia yang telah memberikan bantuan dan dukungan selama

penulismenyelesaikan pendidikan di Program Studi Pendidikan Kimia

Universitas Mulawarman.

5. Ibu Dr. Pintaka Kusumaningtyas, S.Pd., M.Si selaku dosen pembimbing I,

dan Ibu Dr. Hj. Nurlaili, M.P selaku pembimbing II yang dengan sangat sabar

telah bersedia meluangkan waktu, pikiran dan tenaga dalam memberikan

arahan, bimbingan saran, motivasi dan memberikan koreksi dalam

penyusunan skripsi ini hingga selesai.

6. Bapak Sukemi, S.Pd., M.Sc. selaku penguji I dan Bapak Prof. Dr. H.

Mukhamad Nurhadi, M.Si. selaku penguji II, dan Ibu Dr. Yuli Hartati, M.Pd.

selaku penguji III.

7. Bapak dan Ibu dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas

Mulawarman, khususnya Bapak dan Ibu dosen jurusan MIPA program studi

pendidikan kimia atas ilmu dan pengalaman yang diberikan selama penulis

mengikuti perkuliahan.

8. Teristimewa untuk Ayahanda dan Ibunda tercinta saya, Bapak Samsu dan Ibu

Siti hami yang telah memberikan motivasi, dukungan, semangat, do’a, materi,

pengorbanan hingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini.

9. Saudarakandung penulis kepada Nur Aisyah, Irwansyah dan Mirna yang

selalu menasehati, memberikan doa, dukungan, semangat, memberikan

berbagai saran kepada penulis.

v
10. Teman-teman penulis dari pendidikan kimia angkatan 2015, yang telah

memberikan bantuan, dukungan, dan semangat kepada penulis selama

perkuliahan.

Semoga segala bantuan yang diberikan kepada penulis, baik dalam

materi, saran, maupun bentuk lainnya mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha

Esa.Amin.

Penulis menyadari bahwa dalam skripsi ini masih sangat jauh dari

sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat

penulis harapkan.

Wassalamu’alaikumwa rahmatullahi wa barakatuhu

Samarinda, 8 Agustus 2019

Misna

vi
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i


HALAMAN PENGESAHAN......................................................................... iii
DAFTAR ISI .................................................................................................... vii
DAFTAR TABEL............................................................................................ viii
DAFTAR GAMBAR........................................................................................ ix
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... x
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ......................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................... 4
C. Tujuan Penelitian ..................................................................... 4
D. Manfaat Penelitian ................................................................... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


A. Pengertian Strategi Pembelajaran............................................. 7
B. Komponen Strategi Pembelajaran............................................. 8
C. Metode Pembelajaran................................................................ 12
D. Model Pembelajaran.................................................................. 13
E. Evaluasi Pembelajaran.................................................................14
F. Evalusi Pembelajaran CIPP......................................................... 16
G. Materi Ikatan Kimia.................................................................... 18

BAB III METODE PENELITIAN


A. Definisi Konsepsional .............................................................. 21
B. Definisi Operasional ................................................................. 21
C. Jenis Penelitian............................................................................ 22
D. Waktu dan Tempat Penelitian................................................... 23
E. Populasi dan Sampel Penelitian................................................ 23
F. Prosedur Penelitian.................................................................... 24

vii
G. Teknik Pengumpulan Data........................................................ 27
H. Uji Coba Instrumen Penelitian.................................................... 29
I. Teknik Analisis Data................................................................. 32
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 35
LAMPIRAN-LAMPIRAN

viii
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Kompetensi Inti................................................................................. 18

Tabel 2.2 KD dan Indikator.............................................................................. 19

Tabel 3.1 Kisi-kisi Instrumen Angket Minat Siswa......................................... 27

Tabel 3.2 Kisi-Kisi Angket Guru Dalam Memilih Strategi Pembelajaran........ 28

Tabel 3.3 Kisi-Kisi Instrumen Angket Strategi Pembelajaran Guru Dan

Strategi Belajar Siswa........................................................................ 28

Tabel 3.4 Interpretasi Koefisien Korelasi........................................................... 32

Tabel. 3.5 Analisis Deskriptif Untuk Kategori Jawaban Instrumen................... 34

ix
DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Komponen Kunci Dalam Evaluasi CIPP............................... 22

Gambar 3.2 Bagan Prosedur Penelitian.................................................... 26

x
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Kisi-kisi Angket Minat Siswa........................................................38

Lampiran 2. Angket Minat Siswa.......................................................................39

Lampiran 3. Kisi-kisi Angket Guru Pertimbangan Guru dalam Pemilihan


Strategi Pembelajaran ....................................................................41

Lampiran 4. Angket Guru Pertimbangan Guru dalam Pemilihan Strategi


Pembelajaran..................................................................................42

Lampiran 5. Kisi-kisi Angket Strategi Mengajar Guru Dan Strategi Belajar


Siswa...............................................................................................45

Lampiran 6. Angket Strategi Mengajar Guru Dan Strategi Belajar Siswa.........46

Lampiran 7. Permendikbud No. 22 tahun 2016..................................................50

Lampiran 8. Permendikbud No. 40 tahun 2008..................................................53

Lampiran 9. Lembar Penelaahan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran..............58

Lampiran 10. Lembar Observasi Guru.................................................................60

Lampiran 11. Instrumen Penilaian Sarana Dan Prasarana....................................63

xi
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ilmu kimia merupakan bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

yang mempelajari tentang fakta, konsep, hukum dan teori yang berkaitan

dengan fenomena dan gejala alam yang terjadi dalam kehidupan manusia.

Konsep-konsep dalam ilmu kimia yang dipelajari pada jenjang SMA disusun

secara berurutan dan berjenjang mulai dari konsep sederhana menuju konsep

kompleks, dan saling berkaitan antara satu dengan yang lain, sehingga

kegagalan siswa dalam memahami konsep dasar kimia yang sederhana akan

menyebabkan kesulitan siswa dalam memahami konsep kimia selanjutnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik

Indonesia tentang kurikulum 2013 revisi terbaru, konsep-konsep dasar kimia

sederhana yang dipelajari di SMA kelas X adalah struktur atom, sistem

periodik unsur, ikatan kimia, rumus kimia, tata nama, persamaan reaksi,

hukum dasar kimia, stoikiometri, larutan elektrolit dan non elektrolit, reaksi

redoks, hidrokarbon dan minyak bumi. Materi-materi ini merupakan pondasi

dalam pembentukan konsep-konsep kimia selanjutnya yang dipelajari di kelas


2

XI dan XII, yaitu termokimia, asam-basa, kesetimbangan kimia, larutan

penyangga, dan lain-lain. Oleh karena itu, keberhasilan siswa dalam

2
3

mempelajari konsep-konsep dasar kimia di kelas X ini sangat menentukan

hasil belajar kimia siswa di kelas XI dan XII.

Salah satu materi pelajaran kimia di kelas X yang dianggap siswa

paling sulit dikuasai adalah materi ikatan kimia. Analisis hasil belajar kimia

siswa kelas X SMA Negeri 8 dan SMA Negeri 9 di Samarinda pada tahun

ajaran 2018/2019 menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (69–72%) belum

berhasil mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan pada pokok bahasan

ikatan kimia. Hal tersebut senada dengan laporan Fauziyah (2016) yang

menyatakan bahwa pemahaman konsep ikatan kimia siswa kelas X IPA

SMAN 4 Malang tergolong dalam kategori rendah.

Materi ikatan kimia mempelajari tentang bagaimana atom-atom atau

ion-ion membentuk ikatan. Sub-sub materi yang dipelajari dalam materi

ikatan kimia, meliputi: ikatan ionik, ikatan kovalen, aturan oktet, kepolaran

ikatan, ikatan logam, dan gaya antar molekul. Safitri dkk. (2018) melaporkan

bahwa konsep yang paling sulit dipahami oleh siswa dalam materi ikatan

kimia adalah sub materi gaya antar molekul. Hal tersebut dikarenakan konsep

bersifat sangat abstrak, sebab hanya mengandung representasi simbolik dan

mikroskopis yang sulit dipelajari secara kontekstual. Sub-sub materi dalam

ikatan kimia tidak bisa dipelajari hanya dengan cara menghafal, melainkan

harus dipelajari dengan cara memahami. Oleh karena itu, diperlukan strategi

pembelajaran yang tepat untuk mengajarkan materi ini agar siswa dapat

memahami materi ikatan kimia yang bersifat abstrak ini.


4

Strategi pembelajaran merupakan tindakan guru dalam melaksanakan

rencana pembelajaran (...). Guru kimia dituntut untuk banyak berkreasi dan

berinovasi dalam menentukan strategi, metode, dan media dalam proses

pembelajaran, sebab mengkonkretkan materi yang bersifat abstrak bukanlah

sesuatu yang mudah. Oleh karena itu, guru kimia perlu memiliki wawasan

tentang alternatif strategi belajar mengajar yang sesuai dengan tujuan

pembelajaran yang ingin dicapai.

Strategi pembelajaran mengandung makna perencanaan, artinya

strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan

yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran (Suryani, 2012).

Tanpa strategi yang jelas, proses pembelajaran tidak akan terarah sehingga

tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sulit tercapai. Dengan demikian,

apapun upaya guru untuk memperbaiki hasil belajar kimia siswa pada materi

ikatan kimia tidak akan memberikan hasil yang signifikan jika tidak didukung

oleh strategi pembelajaran yang baik.

Strategi pembelajaran terdiri atas komponen, sebagai berikut: tujuan,

bahan pelajaran, kegiatan belajar mengajar, metode, alat, sumber belajar dan

evaluasi. Semua komponen ini harus diorganisasikan agar antar masing-

masing komponen terjadi kerjasama. Oleh karena itu, guru harus

memperhatikan dan mempertimbangkan semua komponen tersebut secara

keseluruhan. Berkaitan dengan hal tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan

evaluasi terhadap strategi pembelajaran yang selama ini digunakan oleh guru
5

kimia dalam membelajarkan materi ikatan kimia. Proses evaluasi yang akan

dilakukan berpusat pada siswa agar guru dapat selalu melakukan inovasi

strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan siswa.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian

ini adalah:

1. Pertimbangan apa saja yang menjadi dasar bagi guru kimia di SMAN 13

Samarinda untuk menentukan/memilih strategi pembelajaran kimia pada

materi ikatan kimia?

2. Apakah input sumber daya (guru, siswa dan sarana prasarana) telah

memenuhi kriteria untuk melaksanakan strategi pembelajaran yang

direncanakan dalam RPP?

3. Bagaimana tanggapan/respon siswa terhadap proses pembelajaran kimia

pada pokok bahasan ikatan kimia?

4. Bagaimana hasil evaluasi belajar kimia siswa pada pokok bahasan ikatan

kimia?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini

adalah:
6

1. Untuk memperoleh informasi mengenai pertimbangan yang digunakan

oleh guru dalam menentukan/memilih strategi pembelajaran pada pokok

bahasan ikatan kimia.

2. Untuk mengetahui kesesuaian kualifikasi dan kompetensi guru,

karakteristik siswa, serta ketersediaan sarana dan prasarana untuk

melaksanakan strategi pembelajaran yang direncanakan dalam RPP.

3. Untuk mengetahui tanggapan/respon siswa terhadap pelaksanaan strategi

pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran pada pokok

bahasan ikatan kimia.

4. Untuk mengetahui hasil belajar kimia siswa setelah pelaksanaan strategi

pembelajaran yang dipilih/ditetapkan dalam pembelajaran pada pokok

bahasan ikatan kimia

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, sebagai

berikut:

1. Manfaat bagi sekolah:

a. Sebagai bahan masukan kepada pihak sekolah untuk melengkapi

sarana dan prasarana yang diperlukan dalam proses pembelajaran

kimia di sekolah.

b. Sebagai bahan informasi untuk mengevaluasi pelaksanaan

pembelajaran kimia di sekolah.


7

2. Manfaat bagi guru

a. Sebagai dasar pertimbangan guru dalam melakukan inovasi strategi

pembelajaran kimia yang digunakan dalam membelajarkan materi

ikatan kimia di sekolah.

b. Sebagai bahan informasi mengenai keberhasilan strategi pembelajaran

yang digunakan oleh guru dalam membelajarkan ikatan kimia.

3. Manfaat bagi siswa

a. Dapat memberi umpan balik terhadap pelaksanaan proses

pembelajaran kimia di sekolah khusunya pada pokok bahasan ikatan

kimia.

b. Dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar

kimia siswa pada pokok bahasan ikatan kimia.


8

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Strategi Pembelajaran

Dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran, yang akhirnya

diharapkan mampu bermuara pada tercapainya tujuan pendidikan nasional,

maka kegiatan-kegiatan yang menunjang pembelajaran harus ditekankan.

Namun, masih banyak kepala sekolah, guru, siswa, orang tua dan masyarakat

yang belum memahami kegiatan ini, sehingga tidak mengherankan, bila

pencapaian tujuan pembelajaran belum optimal (Djamarah dan Zain, 2010).

Strategi belajar mengajar menurut Djamarah dan Zain (2010) memiliki

perngertian suatu garis besar untuk melakukan tindakan dalam usaha

mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dengan kata lain, strategi bisa

diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru-anak didik dalam

mewujudkan kegiatan belajar mengajar guna mencapai tujuan yang telah

ditetapkan

Dengan strategi tersebut, menurut Mansyur(1998) dalam Djamarah

dan Zain (2010), guru mempunyai alternatif pilihan yang mungkin dapat

ditempuh agar kegiatan belajar mengajar itu berlangsung secara teratur,

sistematis, terarah, lancer, dan efektif. Berdasarkan pernyataan di atas strategi

pembelajaran merupakan alternative pilihan yang dapat digunakan dalam


9

mencapai kegiatan belajar mengajar secara teratur sesuai dengan tujuan

pembelajaran yang ingin dicapai.

B. Komponen Strategi Pembelajaran

1. Tujuan

Tujuan adalah suatu cita-cita yang ingin dicapai darin suatu

pelaksanaan kegiatan. Tujuan pembelajaran merupakan komponen yang

dapat mempengaruhi komponen pengajaran lainnya, seperti bahan

pengajaran, kegiatan belajar mengajar, pemilihan metode, alat, sumber,

dan alat evaluasi (Hamdayama, 2016)

2. Bahan Pengajaran

Bahan pengajaran adalah substansi yang akan disampaikan

dalamproses belajar mengajar. Tanpa bahan pelajaran proses belajar

mengajar tidak akan berjalan. Karena itu, guru yang akan mengajar pasti

memiliki dan menguasi bahan pelajaran yang akan disampaikan pada anak

didik (Hamdayama, 2016)

Materi pelajaran atau bahan pengajaran salah satu sumber belajar yang

berisi pesan dalam bentuk konsep, prinsip, definisi, gugus isi atau konteks,

data maupun fakta, proses, nilai, kemampuan dan keterampilan. Materi

pengajaran yang akan dikembangkan guru mengacu pada kurikulum atau


10

terdapat dalam silabus yang penyampaiannya disesuaikan dengan

kebutuhan dan lingkungan peserta didik (Syarifudin dkk., 2010).

3. Kegiatan Pembelajaran

Dalam kegiatan pembelajaran, guru dan siswa terlibat dalam sebuah

interaksi dengan materi pembelajaran sebagai mediumnya. Dalam

interaksi itu siswalah yang lebih aktif, bukan guru. Keaktifan siswa tentu

mencakup kegiatan fisik dan mental, individual, dan kelompok. Oleh

karena itu interaksi dikatakan maksimal bila terjadi antara guru dengan

semua siswa, antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, siswa dengan

materi pembelajaran dan media pembelajaran, bahkan siswa dengan

dirinya sendiri, namun tetap dalam kerangka mencapai tujuan telah

ditetapkan bersama (Sutikno, 2013).

Agar memperoleh hasil optimal, sebaiknya guru memperhatikan

perbedaan individual siswa, baik aspek bioligis, intelektual, dan

psikologis. Ketiga aspek ini diharapkan memberikan infirmasi pada guru,

bahwa setiap siswa dapat mencapai prestasi belajar yang optimal,

sekalipun dalam tempo yang berlainan. Guru harus mampu membangun

suasana belajar yang kondusif sehingga siswa mampu belajar mandiri

(Sutikno, 2013).
11

4. Metode

Metode merupakan suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai

yujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar, metode

sangat diperlukan oleh guru, dengan penggunaan yang bervariasi sesuai

dengan tujuan yang ingin dicapai. Menguasai metode pengajaran

merupakan keniscayaan, sebab seorang guru tidak akan dapat mengajar

dengan baik apabila ia tidak menguasai metode secara tepat

(Fathurrohman dan Sutikno, 2009).

Menurut Tjamarah dan Surakhmad (2002) dalam Fathurrohman dan

Sutikno (2009), mengemukakan lima macam faktor yang mempengaruhi

penggunaan metode mengajar, sebagai berikut:

a. Tujuan yang berbagai-bagai jenis fungsinya

b. Anak didik yang berbagai-bagai tingkat kematanganya

c. Situasi yang berbagai-bagai keadaanya

d. Pribadi guru serta kemampuan profesionalnya yang berbeda-beda.

5. Alat

Alat bantu (media) pengajaran adalah alat yang dapat digunakan untuk

meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses-proses pencapaiana tujuan

dan memperjelas serta mempermudah bahan pelajaran yang disajikan

kepada siswa (Syarifudin dkk., 2010). Alat dapat dibagi menjadi dua

macam, yaitu alat verbal dan alatbantu non verbal. Alat verbal berupa
12

suruhan, perintah, larangan, dan sebagainya. Sedangkan alat bantunon

berupa video, globe, papan tulis, batu tulis, batu kapur, gambar, diagram,

slide, dan sebagainya (Fathurrohman dan Sutikno, 2009).

6. Sumber Belajar

Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai

tempat dimana materi pelajaran terdapat. Pemanfaatan sumber-sumber

belajat tersebut tergantung pada kreatifitas guru, waktu, biaya serta

kebijakan-kebijakan lainnya. Sumber belajar tidak hanya terbatas pada

bahan dan alat yang digunakan dalam proses pembelajaran, melainkan

juga tenaga, biaya, dan fasilitas (Sutikno, 2013).

Menurut Roestiyah (1989) dalam Sutikno (2013) mengatakan bahwa

sumber-sumber itu adalah:

a. Manusia (dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat).

b. Buku atau perpustakaan

c. Mass media (majalah, surat kabar, radio, tv, dan lain-lain)

d. Dalam lingkungan

e. Alat pengajaran (buku pelajaran, peta, gambar, kaset, tape, papan tulis,

kapur spidol, dan lain-lain)

f. Museum (tempat penyimpanan benda-benda kuno).


13

7. Evaluasi

Penilaian atau evaluasi merupakan tindakan atau suatu proses untuk

menentukan nilai sesuatu. Penilaian merupakan bagian dari kegiatan yang

harus dilakukan oleh seorang guru dalam pembelajaran. Menfaat penilaian

bagi guru adalah guru akan mengetahui perkembangan hasil belajar,

intelegensi, bakat khusus, minta, hubungan sosial, sikap dan kepribadian

siswa (Syarifudin dkk., 2010).

C. Metode Pembelajaran

Pada dasarnya guru adalah seorang pendidik. Pendidik adalah orang

dewasa dengan segala kemampuan yang dimilikinya untuk mengubah psikis

dan pola piker anak didiknya dari tahu menjadi tahu serta mendewasakan anak

didiknya. Salah satu hal yang harus dilakukan oleh guru adalah mengajar di

kelas. Tiap-tiap kelas kemungkinan bisa menggunakan metode yang berbeda

dengan kelas lain. Untuk itu, seorang guru harus mampu menerapkan berbagai

metode pembelajaranyang sesuai dengan karateristik peserta didik (Hamiyah

dan Jauhar, 2014).

Menurut Purwadarminta (1976) dalam Hamiyah dan Jauhar (2014),

metode adalah cara yang telah teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai

sesuatu maksud. Sementara menurut Kamus Besar bahasa Indonesia dalam


14

Hamiyah dan Jauhar (2014), metode adalah cara kerja yang bersistem untuk

memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang

ditentukan. Berdasarkan penjelasan diatas metode merupakan cara kerja dari

strategi pembelajaran yang telah disusun agar tercapainya tujuan belajar.

Menurut Fathurrohaman dan Sutikno (2009), ada beberapa faktor yang

mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode, antara lain: (1) tujuan yang

hendak dicapai; (2) materi pelajaran; (3) peserta didik; (4) situasi; (5) fasilitas;

dan (6) guru. Fathurrohaman dan Sutikno (2009) juga mengemukakan

macam-macam jumlah metode mengajar yang dapat diterapkan dalam proses

pembelajaran, diantaranya:

A. Metode ceramah

B. Metode tanya jawab

C. Metode diskusi

D. Metode kisah atau cerita

E. Metode demonstrasi

F. Metode karyawisata

G. Metode tutorial

H. Metode perumpamaan

I. Metode kerja sama

J. Metode penugasan
15

D. Model Pembelajaran

Model pembelajaran merupakan cara atau teknik penyajian yang

digunakan guru dalam proses pembelajaran agar tercapai tujuan pembelajaran.

Ada beberapa model pembelajaran, yakni ceramah, diskusi, demonstrasi,

study kasus, bermain peran (role play) dan lain sebagainya. Tentu saja,

masing-masing memiliki kelemahan dan kelebihan. Model atau metode sangat

penting peranannya dalam pembelajaran, karena pemilihan model/metode

yang tepat dapat mengarahkan guru pada kualitas pembelajaran efektif

(Hamiyah dan Jauhar, 2014).

Selain itu, model pembelajaran dapat diartikan sebagai cara, contoh,

maupun pola, yang mempunyai tujuan untuk menyajikan pesan kepada siswa

yang harus diketahui, dimengerti, dan dipahami, yaitu dengan cara membuat

suatu pola atau contoh dengan bahan-bahan yang dipilih oleh para

pendidik/guru sesuai dengan materi yang diberikan dan kondisi dalam kelas

(Hamiyah dan Jauhar, 2014).

Menurut Rusman (2013), sebelum menentukan model pembelajaran

yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran, ada beberapa hal yang

harus dipertimbangkan guru dalam memilihnya, yaitu:

1. Pertimbangan terhadap tujuan yang hendak dicapai

2. Pertimbangan yang berhubungan dengan bahan atau materi pembelajaran

3. Pertimbangan dari sudut peserta didik atau siswa

4. Pertimbangan lainnya yang bersifat nonteknis.


16

E. Evaluasi Pembelajaran

1. Pengertian Evaluasi

Untuk dapat menentukan tercapainya tidaknya tujuan pembelajaran,

perlu dilakukan usaha atau tindakan penilaian atau evaluasi. Menurut

Sutikno (2013), evaluasi adalah kegiatan yang terencana untuk

mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan instrumen dan

membandingkan hasilnya dengan tolak ukur untuk memperoleh simpulan.

Menurut Nana Sudjana (1998) dalam Sutikno (2013) mengjelaskan bahwa

evaluasi pada dasarnya memberikan pertimbangan atau harga atau nilai

berdasarkan kriteria tertentu. Berdasarkan penjelasan di atas evaluasi

adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur atau menilai kegiatan

yang dilaksanakan.

2. Tujuan Evaluasi

Menurut Hamiyah dan Jauhar (2014), tujuan evaluasi ada dua macam

yaitu:

a. Tujuan umum evaluasi, yakni:

1) Mengumpulkan data-data yang membuktikan taraf ke kemajuan

siswa untuk mencapai tujuan yang diharapkan

2) Kemungkinan pendidik atau guru menilai akrivitas atau

pengelaman yang didapat

3) Menilai metode mengajar yang digunakan

b. Tujuan khusus evaluasi, yakni:


17

1) Merangsang kegiatan siswa

2) Menemukan sebab-sebab kemajuan atau kegagalan

3) Memberikan bimbingan yang sesuai yang dengan kebutuhan

perkembangan dan bakat siswa yang bersangkutan

4) Memperoleh bahan laporan tentang perkembangan siswa yang

diperlukan orang tua dalam lembaga pendidikan

5) Untuk memperbaiki mutu pelajaran dan metode mengajar.

3. Kegunaan Evaluasi

Menurut sutikno (2013), ada beberapa kegunaan evaluasi adalah

sebagai berikut:

a. Untuk melihat tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh siswa dalam

suatu kurun waktu proses belajar tertentu

b. Untuk mengetahui posisi atau kedudukan seorang siswa dalam

kelompok kelasnya

c. Bahan pertimbangan bagi bimbingan individual siswa

d. Sebagai bahan pertimbangan dalam rangka melakukan perbaikan

proses pembelajaran

e. Membuat diagnosis mengenai kelemahan-kelemahan dan kemampuan

siswa

f. Bahan pertimbangan bagi perubahan atau perbaikan kurikulum

g. Mengetahui efisiensi metode pembelajaran yang digunakan

h. Memberikan laporan kepada siswa dan orang tua


18

i. Memotivasi siswa dalam belajar

j. Merupakan bahan feed back bagi siswa, guru dan program

pembelajaran.

F. Evaluasi Pembelajaran Menggunakan Model CIPP

Ada beberapa model evaluasi yang dikembangkan oleh para ahli yang

dapat digunakan dalam mengevaluasi program pembelajaranm salah satunya

adalah evaluasi pembelajaran menggunakan model CIPP. CIPP merupakan

singkatan dari Context, input, process, product. Evaluasi menggunakan model

CIPP dilakukan secara komprehensif untuk memahami aktivitas-aktivitas

program mulai dari munculnya ide program sampai pada hasil yang dicapai

setelah pelaksanaan. Menurut Mulyatiningsih (2013), komponen-komponen

evaluasi, terdiri atas:

1. Konteks (context)

Evaluasi konteks dilakukan untuk melihat kembali pertimbangan-

pertimbangan yang mendasari sebuah program diusulkan sehingga

diketahui apakah program yang diusulkan sesuai dengan kebutuhan dan

apakah tujuan program sesuai untuk memenuhi kebutuhan.

2. Input

Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi dan menilai kapabilitas

sumberdaya bahan, alat, manusia, dan biaya untuk melaksanakan program

yang telah dipilih. Evaluasi input bertujuan untuk menyediakan informasi


19

yang dapat membantu memilih dan membuat program yang dapat

membawa perubahan yang diperlukan berdasarkan sumberdaya yang

dimiliki.

3. Proses

Evaluasi proses dilakukan untuk mempelajari apakah pelaksanaan

program sudah sesuai dengan rencana. Tujuan evaluasi ini untuk

mengidentifikasi atau memprediksi hambatan-hambatan dalam

pelaksanaan kegiatan atau implementasi program.

4. Produk

Evaluasi produk adalah untuk mengukur, menginterpretasikan, dan

memutuskan hasil yang telah dicapai oleh program yaitu apakah tujuan

program telah tercapai dengan baik.

G. Materi Ikatan Kimia

Materi ikatan kimia mempelajari tentang bagaimana atom-atom atau

ion-ion membentuk ikatan.Sub-sub materi yang dipelajari dalam materi ikatan

kimia, meliputi: ikatan ionik, ikatan kovalen, aturan oktet, kepolaran ikatan,

ikatan logam, dan gaya antar molekul. Dalam materi ikatan kimia ada

kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator yang harus dilihat agar

tercapainya tujuannya pembelajaran.

Tabel. 2.1 Kompetensi inti mata pelajaran kimia pada jenjang SMA
Kompetensi Inti
20

K.I 3 Memahami pengetahuan (faktual,konseptual,danprosedural) berdasarkan


rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya
terkait fenomena dan kejadian tampak mata
K.I 4 Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak
Kompetensi Dasar menghitung, menggambar,
(menulis, membaca, Indikator pembelajaran
dan mengarang) sesuai
1.5. Membandingkan ikatandipelajari
dengan yang ion, ikatan
di sekolah dan sumber lain yang sama dalam
Ikatan Kimia, Bentuk Molekul,
kovalen,sudut
ikatanpandang/teori
kovalen koordinasi,
dan Interaksi Antarmolekul
dan ikatan logam serta kaitannya
dengan sifat zat  Susunan elektron stabil
1.6. Menentukan bentuk molekuldengan  Teori Lewis tentang ikatan
menggunakan teori tolakan pasangan kimia
elektron kulit valensi (VSEPR) atau
Teori Domain Elektron  Ikatan ion dan ikatan kovalen
1.7. Menentukan interaksi antar partikel  Senyawa kovalen polar dan
(atom, ion, dan molekul) dan nonpolar.
kaitannya dengan sifat fisik zat
1.5. Merancang dan melakukan  Bentuk molekul
percobaan untuk menunjukkan  Ikatan logam
karakteristik senyawa ion atau
senyawa kovalen (berdasarkan titik  Interaksi antarpartikel
leleh,titik didih, daya hantar listrik,  Ikatan Hidrogen
atau sifat lainnya)
1.6. Membuat model bentuk molekul
dengan menggunakan bahan-bahan
yang ada di lingkungan sekitar atau
perangkat lunak kimia
1.7. Menalar sifat-sifat zat di sekitar kita
dengan menggunakan prinsip
interaksi antarpartikel Ta
be l
2.2 Kompetensi Dasar dan Indikator Pembelajaran pada Pokok Bahasan Ikatan Kimia

Ikatan kimia adalah gaya tarik menarik yang kuat antara atom-atom

tertentu di dalam suatu zat. Perubahan kimia atau reaksi kimia terjadi karena

penggabungan atau pemisahan atom-atom dengan cara tertentu sehingga terbentuk zat

yang stabil, hasil reaksi kimia dapat mempunyai bentuk molekul tertentu atau dapat

pula menghasilkan kristal dengan bentuk tertentu yang akan menentukan sifat-sifat
21

zat hasil tersebut. Perlu diketahui bahwa karakteristik materi Ikatan kimia bersifat

abstrakkarena hanya mengandung representasi simbolik dan mikroskopis yang sulit

dipelajari secara kontekstual. Materi ikatan kimia terdiri dari atas konsep-konsep

dasar mengenai susunan elektron stabil, pembentukan ikatan kimia, ikatan ion dan

ikatan kovalen, senyawa kovalen polar dan non polar, bentuk molekul, ikatan

hidrogen dan interaksi antarpartikel.Konsep-konsep inilah yang harus dikuasai dalam

materi ikatan kimia.


22

BAB III

METODELOGI PENELITIAN

A. Definisi Konsepsional

1. Evaluasi adalah bagian yang sangat penting dalam suatu sistem yaitu

sistem pengajaran untuk mengetahui apakah pengajaran itu baik atau tidak

(Slameto, 2001).

2. Penerapan adalah sebuah tindakan yang mempraktekkan suatu teori,

metode dan hal lainnya untuk mencapai tujuan tertentu dan untuk suatu

kepentingan yang telah dirancang sebelumnya (Ali, 1995).

3. Strategi Pembelajaran adalah sebagai rangkaian kegiatan terkait dengan

pengelolaan siswa, pengelolaan lingkungan belajar, pengelolaan sumber

belajar, dan penilaian untuk mencapai tujuan pembelajaran (Suyono dan

Hariyanto, 2015).

B. Definisi Operasional

Adapun yang menjadi definisi operasional dalam penelitian ini adalah


sebagai berikut:
1. Evaluasi strategi pembelajaran adalah kegiatan mengoreksi hal-hal yang

berkaitan dengan strategi pembelajaran yang telah digunakan oleh guru

dalam kegiatan pembelajaran. Adapun komponen strategi pembelajaran

yang akan dievaluasi dalam penelitian ini, meliputi: tujuan, metode, model
23

dan media pembelajaran, bahan pelajaran, kegiatan belajar mengajar, alat,

sumber belajar, sarana dan prasarana yang ada disekolah.

2. Materi ikatan kimia adalah salah satu materi dalam ilmu kimia yang

mempelajari tentang gabungan atom-atom atau ion-ion membentuk suatu

ikatan dan juga mempelajari interaksi antar molekul-molekul yang

berikatan. Dalam penelitian ini, evaluasi strategi pembelajaran kimia akan

dilakukan pada pokok bahasan ikatan kimia.

C. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah

penelitian evaluatif, yaitu penelitianyang sifatnya mengevaluasi pelaksanaan

strategi pembelajaran kimia yang digunakan oleh guru kimia dalam

pembelajaran pada pokok bahasan ikatan kimia. Metode yang akan digunakan

dalam penelitian evaluasi ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu metode

yang menggunakan data-data kualitatif yang melibatkan banyak

pertimbangan-pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

Model penelitian evaluasi yang digunakan adalah model CIPP (Context,

Input, Process, and Product) yang dikembangkan oleh National Study

Committee on Evaluation of Phi Delta Kappa (Mulyatiningsih, 2011).

Penggunaan model ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi pembelajaran

yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajarannya. Model evaluasi

CIPP dilakukan secara komprehensif untuk memahami aktivitas-aktivitas


24

yang dilakukan dalam pelaksanaan strategi pembelajaran kimia mulai dari

pertimbangan yang digunakan oleh guru dalam pemilihan strategi

pembelajaran sampai pada hasil belajar kimia yang dicapai setelah proses

pembelajaran berlangsung. Kerangka evaluasi penerapan strategi

pembelajaran kimia menggunakan model CIPP ini dapat diilustrasikan pada

Gambar. 3.1.

TUJUAN EVALUASI KONTEKS

PERENCANAAN EVALUASI INPUT


NILAI INTI

TINDAKAN EVALUASI PROSES

LUARAN EVALUASI PRODUK

Gambar 3.1 Komponen kunci dalam evaluasi CIPP (Mulyatiningsih, 2013)

D. Tempat dan Waktu penelitian

Penelitian ini direncanakan akan dilakukan di SMAN 13 Samarinda

pada bulan November 2019 tahun ajaran 2019/2020.

E. Populasi dan Sampel

3. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru kimia yang mengajar

kimia di kelas X IPA di SMAN 13 Samarinda yang berjumlah 1 orang dan

seluruh siswa kelas X IPA di SMAN 13 Samarinda


25

4. Sampel

Sampel dalam penelitian ini, terdiri atas guru dan siswa. Sampel guru

kimia diambil dengan menggunakan teknik Sampling Jenuh, dimana guru

kimia yang mengajar di kelas X dan seluruh siswa kelas X IPA di SMAN

13 Samarinda tahun pelajaran 2019/2020 dijadikan sebagai sampel dalam

penelitian.

F. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian dalam model CIPP ini meliputi beberapa tahapan, yaitu:

Tabel. 3.3 Prosedur penelitian dalam model CIPP

Aspek yang
Standar Penilaian
dievaluasi
1. Penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP):
KONTEKS a. Kelengkapan identitas mata pelajaran:
(CONTEXT) 1) Identitas sekolah (diisi dengan nama satuan pendidikan)
2) Identitas mata pelajaran (diisi dengan nama mata pelajaran)
3) Kelas/semester
4) Materi pokok
5) Alokasi waktu (ditentukan sesuai dengan keperluan untuk
pencapaian KD dan beban belajar dengan
mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia
dalam silabus dan KD yang harus dicapai.)
b. Perumusan indikator :
1) Sesuai dengan KI dan KD
2) Kesesuaian penggunaan kata kerja operasional dengan
kompetensi yang diukur
3) Kesesuain dengan aspek sikap, pengetahuan, dan
keterampilan
c. Perumusan Tujuan Pembelajaran:
1) Kesesuaian dengan proses dan hasil belajar yang
diharapkan
2) Kesesuaian dengan kompetensi dasar
3) Dituangkan dalam bentuk deskripsi, memuat kompetensi
yang hendak dicapai oleh peserta didik
26

Aspek yang
Standar Penilaian
dievaluasi
d. Pemilihan Materi Pembelajaran:
1) Memuat fakta, konsep, Memuat fakta, konsep/prinsip, dan
prosedur yang relevan
2) Ditulis dalam butir-butir sesuai dengan rumusan indikator
ketercapaian kompetensi
3) Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik
4) Kesesuaian dengan alokasi waktu cakupan materi
e. Media Pembelajaran:
1) Sesuai dengan tujuan pembelajaran
2) Sesuai dengan materi pembelajaran
3) Sesuai dengan karakterisrik siswa
4) Sesuai dengan pendekatan saintifik
f. Sumber belajar (dapat berupa buku, media cetak dan elektronik,
alam sekitar, atau sumber lain yang relevan)
g. Metode Pembelajaran
1) Menggambarkan suasana belajar dan proses pembelajaran
agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan
karakteristik peserta didik dan KD yang ingin dicapai
2) Kesesuaian dengan pendekatan saintifik.
3) Menggambarkan sintaks/tahapan yang jelas (apabila
menggunakan model)
4) Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran
5) Menggambarkan proses pencapaian kompetensi
h. Langkah-langkah Pembelajaran (sesuai Permendikbud No.22
Tahun 2016):
1) Pendahuluan
2) Kegiatan inti
3) Kegiatan Penutup
4) Terdapat 4C (Critical Thingking, Creativity, Collaboration,
dan Communication)
5) Terdapat literasi dalam pelaksanaan pembelajaran
6) Kesesuaian alokasi waktu dengan cakupan materi
(pendahuluan, inti, penutup)
2. Mengidentifikasi pertimbangan-pertimbangan yang mendasari guru
dalam merencanakan strategi pembelajaran (sesuai Permendikbud
No.22 Tahun 2016):
a. Kesesuaian dengan karakteristik siswa
b. Keesuaian dengan kompetensi dasar yang akan dicapai
c. Kesesuaian dengan karakteristik materi pelajaran
INPUT 1. Identifikasi dan penilaian kapabilitas sumberdaya, yang meliputi:
a. Kompetensi guru (kesesuaian pendidikan yang ditempuh dan
memiliki sertifikat pendidik)
b. Minat belajar kimia siswa
27

Aspek yang
Standar Penilaian
dievaluasi
c. Sarana dan prasarana pembelajaran di sekolah:
i. Laboratorium (penilaian mengikuti Permendikbud No.
Tahun terlampir)
ii. INPUT Ruang kelas (idem)
iii. Sumber belajar (idem)
1. Pelaksanaan strategi mengajar guru (sesuai Permendikbud No.22
Tahun 2016), yang meliputi:
a. Kegiatan pendahuluan
PROSES
b. Kegiatan inti
c. Kegiatan penutup
2. Strategi belajar siswa:
Hasil belajar siswa (sesuai dengan KKM yang telah ditetapkan oleh
PRODUK
sekolah)
Adapun prosedur penelitian ini dapat dibuat dalam bentuk tabel

sebagaimana dalam tabel 3.2.

Teknik Pengumpulan
Aspek Indikator Sumber Data
Data
Konteks 1. Penilaian rencana Dokumentasi dan angket Guru
(contex) pelaksanaan
pembelajaran (RPP)
2. Mengidentifikasi
pertimbangan-
pertimbangan yang
mendasari guru dalam
merencanakan strategi
pembelajaran (sesuai
Permendikbud No.22
Tahun 2016)
Input Identifikasi dan penilaian Angket, dokumentasi, WAKA bidang
kapabilitas sumberdaya, yang dan observasi sarana dan
meliputi: prasarana, guru,
1. Kompetensi guru siswa
2. Minat siswa
3. Sarana dan prasarana

Proses 1. kemampuan mengajar Obervasi, dokumentasi, Siswa dan guru


guru dan angket
2. keterlaksanaan RPP
3. Strategi mengajar guru
4. Strategi belajar siswa
Produk Hasil pembelajaran Dokumentasi, tes Siswa
28

G. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik antara


lain:

1. Angket/Kuesioner

Pada penelitian ini, angket/kuesioner digunakan untuk pengumpulan

data yang diberikan kepada guru kimia yang mengajar di kelas X dan juga

kepada seluruh siswa kelas X IPA. Data atau informasi yang akan digali

melalui kuesioner untuk guru kimia dan siswa, meliputi:

a. Pertimbangan-pertimbangan guru dalam memilih jenis, metode, model

dan media untuk pembelajaran pada materi ikatan kimia.

b. Kuesioner untuk siswa digunakan untuk menggali informasi tentang

minat siswa dalam mempelajari kimia, strategi belajar siswa dan respon

siswa terhadap pelaksanaan strategi mengajar guru.

Kuesioner yang digunakan untuk guru adalah berupa angket terbuka,

sedangkan kuesioner untuk siswa adalah berupa angket tertutup dengan

bentuk check list. Pernyataan dalam kuesioner terbuka memungkinkan

responden (guru) untuk menambahkan jawaban yang tidak tersedia dalam

kuesioner, sedangkan pernyataan dalam kuesioner tertutup sudah

disediakan jawabannya sehingga responden (siswa) tinggal memilih

jawaban mana yang dianggap paling sesuai.


29

2. Teknik Observasi

Observasi digunakan untuk mengumpulkan data, dalam penelitian ini,

kegiatan yang diamati meliputi:

a. Kemampuan guru selama proses kegiatan pembelajaran kimia dikelas

b. Keterlaksanaan RPP yang dibuat oleh oleh guru

c. Sarana dan prasarana yang tersedia disekolah seperti: laboratoriun,

ruang kelas,alat/media pembelajaran, buku teks pelajaran, dan sumber-

sumber belajar lainnya

3. Teknik Dokumentasi

Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data, penelitian ini

dilakukan untuk mendapatkan data yang lengkap, seperti foto kegiatan

pada saat pembelajaran berlangsung dan dokumen untuk melihat

keterlaksanaan RPP yang dibuat oleh guru.

4. Teknik Tes

Tes digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar sisiwa

H. Uji Validasi Instrumen Penelitian

Untuk mengetahui apakah item yang disusun itu merupakan instrumen

yang valid dan reliabel maka diperlukan ujicoba instrumen Uji coba instrumen

ini dimaksudkan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen,

sehingga setelah instrumen teruji validitas dan reliabilitasnya baru dapat

digunakan. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:


30

a. Uji Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat–tingkat

kevalidan atau kesahihan suatu instrumen (Arikunto, 2006). Untuk

menguji tingkat validitas menggunakan rumus korelasi product moment

dari Karl Person, rumusnya sebagai berikut:

r xy =n ∑ XY −¿ ¿ ¿

Keterangan :

rxy = Indeks korelasi antara variabel X dan variabel

YX = Nilai faktor tertentu

Y = Nilai faktor total

N = Jumlah peserta

Instrumen penelitian sebelum dipakai untuk pengambilan data maka

perlu di uji cobakan. Uji coba dengan mengambil sampel sebanyak 35

siswa. Butir pertanyaan pada instrumen penelitian dikatakan valid, jika

setelah diuji menggunakan statistik nilai r hitungnya (pearson

correlation) lebih besar dari r tabel, sedangkan jika nilai r hitung lebih

kecil dari r tabel maka butir pertanyaan tersebut tidak valid atau gugur.

Adapun besarnya nilai r tabel dapat dicari berdasarkan jumlah sampel dan

taraf signifikansinya. Besarnya r tabel adalah untuk taraf 5% = 0.361 dan

taraf 1% = 0.463.

b. Uji Reliabilitas
31

Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrument

cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data

karena instrument itu sudah baik (Arikunto, 2006). Dalam penelitian ini

untuk mencari realibilitas instrumen menggunakan rumus Alpha

Cronbach yaitu:

( )( ∑ sb
)
2
n
r 11 = 1− 2
n−1 st

Keterangan:

r11 : Realibilitas insturmen

n : Banyaknya butir pertanyaan

Sb2: Jumlah varians butir

St2 : Varians Total

Hasil penelitian dengan menggunakan rumus diatas kemudian

diinterprestasikan dengan tingkat keterandalan koefisien, sebagai berikut:

Tabel. 3.4 Interpretasi Koefisien Korelasi

NO Koefisien r Tingkat Keterandalan


1 0,800 – 1, 000 Sangat Tinggi
2 0,600 – 0,799 Tinggi
3 0,400 – 0,599 Sedang
4 0,200 – 0,399 Rendah
5 0,000 – 0,199 Sangat Rendah

Kriteria pengujian instrumen dikatakan handal apabila r hitung

lebih besar dari pada r tabel pada taraf signifikan 5% (Arikunto, 2006).
32

I. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis

deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode triangulasi. Triangulasi

menurut Sugiyono (2011) dalam teknik pengumpulan data, triangulasi

diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari

berbagai teknik pengumpulan data dengan triangulasi, maka sebenarnya

peneliti mengumpulkan data yang sekaligus menguji kredibilitas data, yaitu

mengecek kredibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan data dan

berbagai sumber data. Data kualitatif dianalisis dari hasil observasi, angket,

dokumentasi dan tes.

Dianalisis dengan rumus:

Ʃskor yang diperoleh


N= x 100
Ʃ skor maksimum

Tabel 3.5 Analisis Deskriptif untuk Kategorisasi Jawaban Instrumen


(Riduwan dan Akdon, 2013)

Nilai Kategori
81-100 Sangat Baik
61-80 Baik
41- 60 Cukup
21-40 Kurang
0- 20 Sangat Kurang
33

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 13 Samarinda yang beralamat

di Jalan D.I. Panjaitan, kelurahan Gunung Lingai, kecamatan Sungai Pinang,

kota Samarinda, provinsi Kalimantan Timur. SMA Negeri 13 Samarinda telah

berdiri sejak tahun 2004 dengan status milik pemerintah yang memiliki luas

tanah 3000 m2.SMA Negeri 13 Samarinda dipimpin oleh Ibu Dra. Rustini,

M.Pd selaku Kepala Sekolah yang dibantu oleh guru sebanyak 29 orang, baik

guru tetap maupun tidak tetap, yang salah satunya mengampu mata pelajaran

kimia yaitu ibu Sekar Sulistyaningwarni, S.Pd., M.Pd. Dalam pengelolaan

proses pendidikan, SMA Negeri 13 Samarinda memiliki 8 orang staff tata

usaha. Jumlah siswa/i sebanyak 501 orang yang terdiri dari 229 laki-laki dan

272 perempuan.

Prasarana yang dimiliki SMA Negeri 13 Samarinda, antara lain: ruang

kepala sekolah, ruang administrasi, ruang guru, perpustakaan, musholla,

kantin, dan ruang kelas, namun tidak memiliki ruang laboratorium. Jumlah

seluruh kelas adalah 16 rombongan belajar, yang terdiri dari 3 kelas X IPA, 2

kelas X IPS, 2 Kelas XI IPA, 3 kelas XI IPS, 3 kelas XII IPA, 3 kelas XII IPS.

Proses pembelajaran dilaksanakan pada hari senin-sabtu dengan membagi


34

waktu masuk sekolah menjadi 2 bagian yaitu kelas X IPS, XII IPA dan IPS

mendapatkan jadwal masuk pagi, sedangkan kelas X IPA, XI IPA dan IPS

masuk sekolah di siang hari. Hal ini dikarenakan jumlah ruang kelas yang

tidak mencukupi.

A. Hasil Penelitian

1. Hasil Evaluasi Konteks

Evaluasi konteks ini dilakukan untuk melihat pertimbangan-

pertimbangan guru dalam memilih strategi pembelajaran dan menelaah

RPP yang dibuat oleh guru yang berisi komponen-komponen yang telah

direncanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Komponen

pembelajaran pada RPP ini diukur berdasarkan Permendikbud nomor

21,23, dan 24.

a. Deskripsi Hasil Analisis Pertimbangan guru dalam mamilih

strategi pembelajaran

Dibawah ini merupakan deskripsi perolehan nilai dari angket

pertimbangan guru dalam memilih strategi pembelajaran

Tabel.4.1 Hasil analisis deskriptif pertimbangan guru memilih strategi


pembelajaran per sub indikator berdasarkan angket guru

No Indikator Nilai Kategori


Pertimbangan tujuan
1. 80 Baik
pembelajaran
Pertimbangan karateristik
2. bahan atau materi 87 Sangat Baik
pembelajaran
3. Pertimbangan karateristik 93 Sangat baik
35

siswa
4. Pertimbangan non teknis 80 Baik
Rata-rata 85 Sangat Baik

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan

besar nilai yang diperoleh guru kimia di SMA Negeri 13 Samarinda dalam

memilih strategi pembelajaran sebesar 85. Perolehan hasil akhir tersebut

diperoleh dari 4 indikator yaitu pertimbangan tujuan pembelajaran sebesar 80

dengan kategori baik, pertimbangan karateristik bahan atau

materipembelajaran sebesar 87 dengan kategori sangat baik, pertimbangan

karateristik siswa sebesar 93 dengan kategori sangat baik, dan pertimbangan

non teknis sebesar 80 dengan kategori baik. Secara keseluruhan guru kimia

telah memilih strategi pembelajaran dengan sangat baik.

b. Deskripsi Hasil Analisis RPP

2. Hasil Evaluasi Input

Evaluasi Input dilakukan untuk melihat sumber daya (guru, siswa, sarana dan

prasarana).

a. Deskripsi Hasil analisis Kompetensi guru (kesesuaian pendidikan yang

ditempuh dan memiliki sertifikat pendidikan


36

b. Deskrpsi Hasil Analisis Minat Siswa Terhadap Pelajaran Kimia

Dibawah ini merupakan nilai angket minat siswa terhadap pelajaran

kimia. Data diperoleh dari angket tertutup dengan 15 butir pernyataan,

kemudian dianalisis secara deskriptif.

Tabel 4.2 Hasil analisis deskriptif minat siswa terhapat pelajaran kimia

No
Indikator Nilai Kategori
.
1. Implikasi sosial dari ilmu Baik
76
kimia
2. Sikap terhadap pertanyaan
70 Baik
ilmiah
3. Adopsi sikap ilmiah 66 Baik
4. Rasa suka terhadap pelajaran
76 Baik
kimia
5. Minat terhadap ilmu kimia 63 Baik
6 Ketertarikan terhadap ilmu
70 Baik
6. Kimia dalam karir
Rata-rata 70 Baik
37

Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat minat siswa terdapat pelajaran

kimia secara keseluruhan dengan nilai 70.

c. Deskripsi hasil analisis sarana dan Prasarana

Berdasarkan data observasi sarana dan prasaran yang ada di SMAN 13 Samarinda

Tabel 4.3 Hasil Observasi Sarana dan Prasarana

BUKTI FISIK/
NO INDIKATOR Nilai KETERANGAN INFORMASI
PENDUKUNG
sesuai dengan peraturan hanya
Ukuran ruang kelas serta saja ada 3 kursi yang kurang
1. 3
sarananya sesuai ketentuan baik untuk digunakan

Kesesuaian buku teks pelajaran


2. 4 Lampiran
dengan Permendiknas
Permendiknas
Pemanfaatan buku teks pelajaran no. 24 tahun
3. yang telah ditetapkan dengan 3 2007
Permendiknas
Kapasitas isi ruang laboratorium
4. IPA serta sarana pendukung 1 tidak ada laboratorium
sesuai dengan ketentuan

Berdasarkan hasil penelitian sarana dan prasarana di SMAN 13 Samarinda sesuai

dengan peraturan Permendiknas no. 24 tahun 2007


38

3. Hasil Evaluasi Proses

Evaluasi proses dilakukan untuk melihat proses pembelajaran yang sampaikan

oleh guru dengan melihat kemampuan guru dan keterlaksanaan pembelajaran

dengan teknik observasi dan angket.

a. Deskripsi Hasil Analisis Observasi kemampuan guru

Observasi yang dilakukan adalah ikut serta dalam proses pembelajaran.

Tabel 4.4 Hasil analisis deskriptif kemampuan guru mengajar

Nila
No. Indikator Kategori
i
1. Pra-pembelajaran 78 Baik
2. Kegiatan Inti 80 Baik
3. Kegiatan penutup 67 Baik
Rata-rata 75 Baik

Berdasarkan hasil penelitian kemampuan guru dalam mengajar dengan nilai

75 dengan kategori baik.

b. Deskripsi hasil analisis observasi keterlaksanaan RPP

Tabel.4.5 Hasil analisis deskriptif keterlaksanaan RPP


Subjek yang
Pertemuan Aktivitas Kategori
diamati
Guru 21 Kurang
1
Siswa 13 Kurang
Guru 19 Kurang
2
Siswa 15 Kurang
Guru 16 Kurang
3
Siswa 10 Kurang
Guru 14 Kurang
4
Siswa 12 Kurang
Guru 14 Kurang
5
Siswa 12 Kurang
Guru 14 Kurang
6
Siswa 13 Kurang
Guru 16 Kurang
Rata-rata
Siswa 13 Kurang
39

Berdasarkan tabel 4.5 diketahui bahwa keterlaksanaan RPP tidak

sesuai dengan nilai pada aktivitas guru sebesar 16 dengan kategori kurang dan

aktivitas siswa sebesar 13 dengan kategori kurang, ini menunjukan bahwa

guru mengajar tidak sesuai dengan RPP.

c. Deskripsi Hasil Analisis Srategi Belajar Siswa

Tabel. 4.6 Hasil analisis deskriptif strategi belajar siswa

No. Indikator Nilai Kategori


1. Membuat jadwal belajar dan
56 Cukup
pelaksanaannya
2. Membaca dan membuat catatan 65 Baik
3. Mengulangi bahan pelajaran 61 Baik
4. Konsentrasi 77 Baik
5. Mengerjakan tugas 78 Baik
Rata-rata 69 Baik

d. Deskripsi hasil analisis Strategi mengajar guru

teknik pengumpulan data angket ini untuk melihat pendapat siswa terhapat strategi
mengajar guru dan data diperoleh dengan menggunakan angket tertutup dengan 19
butir pernyataan, kemudian dianalisis secara deskriptif.

Tabel. 4.7 Hasil analisis deskriptif strategi mengajar guru


40

No. Indikator Nilai Kategori


1. Kemampuan guru dalam membuka pelajaran 88 Sangat Baik
2. Kemampuan guru dalam menerapkan metode pembelajaran 88 Sangat Baik
3. Kemampuan guru dalam menyampaikan materi pelajaran 86 Sangat Baik
4. Kemampuan guru dalam menggunakan sumber belajar 60 Cukup
5. Kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran 46 Cukup
6. Kemampuan guru dalam melakukan evaluasi pembelajaran 93 Sangat Baik
7. Kemampuan guru dalam menutup pelajaran 75 Baik
Rata-rata 76 Baik

4. Hasil Evaluasi Produk

Evaluasi produk ini dilakukan untuk melihat keberhasilan pencapaian


pembelajaran melalui tes akhir bab pembelajaran. Di bawah ini adalah hasil tes pada
materi ikatan kimia

Tabel. 4.8 Hasil deskriptif nilai siswa kelas X IPA di SMA 13 Samarinda pada pokok
bahasan ikatan kimia

Rata-
No Subjek IPA 1 IPA 2 IPA 3 Jumlah KET
rata
1 36 53 40 129 43 BELUM TUNTAS

Berdasarkan tabel 4.8 dapat diketahui bahwa siswa belum bisa memahami materi
ikatan kimia dengan baik.
41

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka


Cipta

Ali, L. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Djamarah, S.B. dan Aswan, Z. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka
Cipta.

Fauziyah, N. 2016. Identifikasi Letak Kesulitan dan Faktor-faktor yang


Mempengaruhi Kesulitan Belajar Siswa Kelas X IPA SMA Negeri 4
Malang Pada Materi Ikatan Kimia. Skripsi. Universitas Negeri
Malang.

Fathurrohman, P. dan Sutikno, S. 2009. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: PT


Refika Aditama.

Fadhillah. 2014. Implementasi Kurikulum 2013. Yogyakarta: Multi Pressindo


42

Hamdayama, J. 2016. Metodologi Pengajaran. Jakarta: Bumi aksara

Hamiyah, N. dan Jauhar, M. 2014. Strategi Belajar Mengajar Dikelas. Jakarta:


Prestasi Pustaka.

Hadi, R. 2015. “Evaluasi Penerapan Media Pembelajaran Tipe Media Audio Visual
Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Kelas VII di SMP Negeri 1 Penajam
Paser Utara Tahun Ajaran 2014/2015”. Skripsi. Fakultas Keguruan
Dan Ilmu Pendidikan, Unversitas Mulawarman.

Kemendikbud. 2016. Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses


Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Kemendikbud

Mulyatiningsih, E. 2013.Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan. Penerbit


Alfabeta: Bandung.

Riduwan dan Akdon. 2013. Rumus dan Data dalam Analisis Statistika. Bandung:
Alfabeta.

Rusman. 2014. Model-model pembelajaran (mengembangkan profesional guru edisi


kedua). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Safitri, A.F., Widarti, H.R., Sukarianingsih, D. 2018. Identifikasi Pemahaman Konsep


Ikatan Kimia. Jurnal Pembelajaran Kimia, 3 (1): 41–50.

Saidah, Aas. 2013. Buku Paket Kimia 1 untuk Kelas X SMK dan MAK kurikulum
2013 bidang keahlian teknologi dan rekayasa. Jakarta: Erlangga

Slameto. 2001. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.


43

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka


Cipta

Suyono dan Hariyanto. 2015.Implementasi Belajar Dan Pembelajaran. Bandung: PT


Remaja Rosdakarya

Suryani, N dan Agung, L. 2012. Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta: Ombak

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,


dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung:


Alfabeta.

Sudarmo, U. 2013. Kimia untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga

Sutikno, S. 2013. Belajar dan Pembelajaran. Lombok: Holistica

Syarifudin, dkk. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Diadit Media

Anda mungkin juga menyukai