EVALUASI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KIMIA PADA
POKOK BAHASAN IKATAN KIMIA DI SMAN 13 SAMARINDA
SKRIPSI
Oleh :
MISNA
NIM: 1505025041
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2020
i
EVALUASI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KIMIA PADA
POKOK BAHASAN IKATAN KIMIA DI SMAN 13 SAMARINDA
SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan Pada Program Sudi Kimia Jurusan
Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Keguruaan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Mulawarman
Oleh :
MISNA
NIM : 1505025041
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2020
ii
HALAMAN PENGESAHAN
Judul :Evaluasi Penerapan Strategi Pembelajaran Kimia Pada
Pokok Bahasan Ikatan Kimia di SMA Negeri 13
Samarinda
Nama :Misna
NIM :1505025041
Jurusan :Pendidikan MIPA
Program Studi :Pendidikan Kimia
Samarinda, 22 Oktober 2019
Menyetujui,
Pembimbing I, Pembimbing II,
Dr. Pintaka Kusumaningtyas, S.Pd., M.Si Dr. Hj. Nurlaili, M.P.
NIP. 19810223 200912 2 003 NIP. 19680428 199403 2 002
Menyetujui,
Ketua Jurusan Pendidikan MIPA Koor. PS Pendidikan Kimia
Prof. Dr. H .Mukhamad Nurhadi, M.Si. Dr. Farah Erika, S.Si., M.Si.
NIP. 19690415 199412 1 002 NIP. 19761026 200501 2 003
iii
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu’
Alhamdulillahi Robbil ‘Alamin, segala puji dan syukur kita panjatkan
kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala yang telah melimpahkan rahmat dan
karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul
“Evaluasi Penerapan Strategi Pembelajaran Kimia Pada Pokok Bahasan Ikatan
Kimia di SMA Negeri 13 Samarinda”
Pada kesempatan ini, dengan kerendahan dan ketulusan hati, penulis ingin
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
membantu dalam proses penyelesaian ini, baik dalam memberikan dukungan,
motivasi, bimbingan, maupun materil dalam keadaan apapun. Untuk itu dalam
kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si selaku Rektor Universitas Mulawarman,
yang telah memimpin UNMUL dengan baik.
2. Bapak Prof. Dr. H. Muh. Amir M., M.Kes selaku Dekan FKIP, yang selalu
memberi kemudahan dalam kepengurusan berkas-berkas yang dibutuhkan
mahasiswa.
3. Bapak Prof. Dr. H. Mukhamad Nurhadi, M.Si selaku Ketua Jurusan
Pendidikan MIPA FKIP Universitas Mulawaman.
iv
4. Ibu Dr. Pintaka Kusumaningtyas, S.Pd., M.Si selaku ketua Program Studi
Pendidikan Kimia yang telah memberikan bantuan dan dukungan selama
penulismenyelesaikan pendidikan di Program Studi Pendidikan Kimia
Universitas Mulawarman.
5. Ibu Dr. Pintaka Kusumaningtyas, S.Pd., M.Si selaku dosen pembimbing I,
dan Ibu Dr. Hj. Nurlaili, M.P selaku pembimbing II yang dengan sangat sabar
telah bersedia meluangkan waktu, pikiran dan tenaga dalam memberikan
arahan, bimbingan saran, motivasi dan memberikan koreksi dalam
penyusunan skripsi ini hingga selesai.
6. Bapak Sukemi, S.Pd., M.Sc. selaku penguji I dan Bapak Prof. Dr. H.
Mukhamad Nurhadi, M.Si. selaku penguji II, dan Ibu Dr. Yuli Hartati, M.Pd.
selaku penguji III.
7. Bapak dan Ibu dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Mulawarman, khususnya Bapak dan Ibu dosen jurusan MIPA program studi
pendidikan kimia atas ilmu dan pengalaman yang diberikan selama penulis
mengikuti perkuliahan.
8. Teristimewa untuk Ayahanda dan Ibunda tercinta saya, Bapak Samsu dan Ibu
Siti hami yang telah memberikan motivasi, dukungan, semangat, do’a, materi,
pengorbanan hingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini.
9. Saudarakandung penulis kepada Nur Aisyah, Irwansyah dan Mirna yang
selalu menasehati, memberikan doa, dukungan, semangat, memberikan
berbagai saran kepada penulis.
v
10. Teman-teman penulis dari pendidikan kimia angkatan 2015, yang telah
memberikan bantuan, dukungan, dan semangat kepada penulis selama
perkuliahan.
Semoga segala bantuan yang diberikan kepada penulis, baik dalam
materi, saran, maupun bentuk lainnya mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha
Esa.Amin.
Penulis menyadari bahwa dalam skripsi ini masih sangat jauh dari
sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat
penulis harapkan.
Wassalamu’alaikumwa rahmatullahi wa barakatuhu
Samarinda, 8 Agustus 2019
Misna
vi
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN......................................................................... iii
DAFTAR ISI .................................................................................................... vii
DAFTAR TABEL............................................................................................ viii
DAFTAR GAMBAR........................................................................................ ix
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... x
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ......................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................... 4
C. Tujuan Penelitian ..................................................................... 4
D. Manfaat Penelitian ................................................................... 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Strategi Pembelajaran............................................. 7
B. Komponen Strategi Pembelajaran............................................. 8
C. Metode Pembelajaran................................................................ 12
D. Model Pembelajaran.................................................................. 13
E. Evaluasi Pembelajaran.................................................................14
F. Evalusi Pembelajaran CIPP......................................................... 16
G. Materi Ikatan Kimia.................................................................... 18
BAB III METODE PENELITIAN
A. Definisi Konsepsional .............................................................. 21
B. Definisi Operasional ................................................................. 21
C. Jenis Penelitian............................................................................ 22
D. Waktu dan Tempat Penelitian................................................... 23
E. Populasi dan Sampel Penelitian................................................ 23
F. Prosedur Penelitian.................................................................... 24
vii
G. Teknik Pengumpulan Data........................................................ 27
H. Uji Coba Instrumen Penelitian.................................................... 29
I. Teknik Analisis Data................................................................. 32
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 35
LAMPIRAN-LAMPIRAN
viii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Kompetensi Inti................................................................................. 18
Tabel 2.2 KD dan Indikator.............................................................................. 19
Tabel 3.1 Kisi-kisi Instrumen Angket Minat Siswa......................................... 27
Tabel 3.2 Kisi-Kisi Angket Guru Dalam Memilih Strategi Pembelajaran........ 28
Tabel 3.3 Kisi-Kisi Instrumen Angket Strategi Pembelajaran Guru Dan
Strategi Belajar Siswa........................................................................ 28
Tabel 3.4 Interpretasi Koefisien Korelasi........................................................... 32
Tabel. 3.5 Analisis Deskriptif Untuk Kategori Jawaban Instrumen................... 34
ix
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Komponen Kunci Dalam Evaluasi CIPP............................... 22
Gambar 3.2 Bagan Prosedur Penelitian.................................................... 26
x
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Kisi-kisi Angket Minat Siswa........................................................38
Lampiran 2. Angket Minat Siswa.......................................................................39
Lampiran 3. Kisi-kisi Angket Guru Pertimbangan Guru dalam Pemilihan
Strategi Pembelajaran ....................................................................41
Lampiran 4. Angket Guru Pertimbangan Guru dalam Pemilihan Strategi
Pembelajaran..................................................................................42
Lampiran 5. Kisi-kisi Angket Strategi Mengajar Guru Dan Strategi Belajar
Siswa...............................................................................................45
Lampiran 6. Angket Strategi Mengajar Guru Dan Strategi Belajar Siswa.........46
Lampiran 7. Permendikbud No. 22 tahun 2016..................................................50
Lampiran 8. Permendikbud No. 40 tahun 2008..................................................53
Lampiran 9. Lembar Penelaahan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran..............58
Lampiran 10. Lembar Observasi Guru.................................................................60
Lampiran 11. Instrumen Penilaian Sarana Dan Prasarana....................................63
xi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ilmu kimia merupakan bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
yang mempelajari tentang fakta, konsep, hukum dan teori yang berkaitan
dengan fenomena dan gejala alam yang terjadi dalam kehidupan manusia.
Konsep-konsep dalam ilmu kimia yang dipelajari pada jenjang SMA disusun
secara berurutan dan berjenjang mulai dari konsep sederhana menuju konsep
kompleks, dan saling berkaitan antara satu dengan yang lain, sehingga
kegagalan siswa dalam memahami konsep dasar kimia yang sederhana akan
menyebabkan kesulitan siswa dalam memahami konsep kimia selanjutnya.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia tentang kurikulum 2013 revisi terbaru, konsep-konsep dasar kimia
sederhana yang dipelajari di SMA kelas X adalah struktur atom, sistem
periodik unsur, ikatan kimia, rumus kimia, tata nama, persamaan reaksi,
hukum dasar kimia, stoikiometri, larutan elektrolit dan non elektrolit, reaksi
redoks, hidrokarbon dan minyak bumi. Materi-materi ini merupakan pondasi
dalam pembentukan konsep-konsep kimia selanjutnya yang dipelajari di kelas
2
XI dan XII, yaitu termokimia, asam-basa, kesetimbangan kimia, larutan
penyangga, dan lain-lain. Oleh karena itu, keberhasilan siswa dalam
2
3
mempelajari konsep-konsep dasar kimia di kelas X ini sangat menentukan
hasil belajar kimia siswa di kelas XI dan XII.
Salah satu materi pelajaran kimia di kelas X yang dianggap siswa
paling sulit dikuasai adalah materi ikatan kimia. Analisis hasil belajar kimia
siswa kelas X SMA Negeri 8 dan SMA Negeri 9 di Samarinda pada tahun
ajaran 2018/2019 menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (69–72%) belum
berhasil mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan pada pokok bahasan
ikatan kimia. Hal tersebut senada dengan laporan Fauziyah (2016) yang
menyatakan bahwa pemahaman konsep ikatan kimia siswa kelas X IPA
SMAN 4 Malang tergolong dalam kategori rendah.
Materi ikatan kimia mempelajari tentang bagaimana atom-atom atau
ion-ion membentuk ikatan. Sub-sub materi yang dipelajari dalam materi
ikatan kimia, meliputi: ikatan ionik, ikatan kovalen, aturan oktet, kepolaran
ikatan, ikatan logam, dan gaya antar molekul. Safitri dkk. (2018) melaporkan
bahwa konsep yang paling sulit dipahami oleh siswa dalam materi ikatan
kimia adalah sub materi gaya antar molekul. Hal tersebut dikarenakan konsep
bersifat sangat abstrak, sebab hanya mengandung representasi simbolik dan
mikroskopis yang sulit dipelajari secara kontekstual. Sub-sub materi dalam
ikatan kimia tidak bisa dipelajari hanya dengan cara menghafal, melainkan
harus dipelajari dengan cara memahami. Oleh karena itu, diperlukan strategi
pembelajaran yang tepat untuk mengajarkan materi ini agar siswa dapat
memahami materi ikatan kimia yang bersifat abstrak ini.
4
Strategi pembelajaran merupakan tindakan guru dalam melaksanakan
rencana pembelajaran (...). Guru kimia dituntut untuk banyak berkreasi dan
berinovasi dalam menentukan strategi, metode, dan media dalam proses
pembelajaran, sebab mengkonkretkan materi yang bersifat abstrak bukanlah
sesuatu yang mudah. Oleh karena itu, guru kimia perlu memiliki wawasan
tentang alternatif strategi belajar mengajar yang sesuai dengan tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai.
Strategi pembelajaran mengandung makna perencanaan, artinya
strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan
yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran (Suryani, 2012).
Tanpa strategi yang jelas, proses pembelajaran tidak akan terarah sehingga
tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sulit tercapai. Dengan demikian,
apapun upaya guru untuk memperbaiki hasil belajar kimia siswa pada materi
ikatan kimia tidak akan memberikan hasil yang signifikan jika tidak didukung
oleh strategi pembelajaran yang baik.
Strategi pembelajaran terdiri atas komponen, sebagai berikut: tujuan,
bahan pelajaran, kegiatan belajar mengajar, metode, alat, sumber belajar dan
evaluasi. Semua komponen ini harus diorganisasikan agar antar masing-
masing komponen terjadi kerjasama. Oleh karena itu, guru harus
memperhatikan dan mempertimbangkan semua komponen tersebut secara
keseluruhan. Berkaitan dengan hal tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan
evaluasi terhadap strategi pembelajaran yang selama ini digunakan oleh guru
5
kimia dalam membelajarkan materi ikatan kimia. Proses evaluasi yang akan
dilakukan berpusat pada siswa agar guru dapat selalu melakukan inovasi
strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan siswa.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian
ini adalah:
1. Pertimbangan apa saja yang menjadi dasar bagi guru kimia di SMAN 13
Samarinda untuk menentukan/memilih strategi pembelajaran kimia pada
materi ikatan kimia?
2. Apakah input sumber daya (guru, siswa dan sarana prasarana) telah
memenuhi kriteria untuk melaksanakan strategi pembelajaran yang
direncanakan dalam RPP?
3. Bagaimana tanggapan/respon siswa terhadap proses pembelajaran kimia
pada pokok bahasan ikatan kimia?
4. Bagaimana hasil evaluasi belajar kimia siswa pada pokok bahasan ikatan
kimia?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini
adalah:
6
1. Untuk memperoleh informasi mengenai pertimbangan yang digunakan
oleh guru dalam menentukan/memilih strategi pembelajaran pada pokok
bahasan ikatan kimia.
2. Untuk mengetahui kesesuaian kualifikasi dan kompetensi guru,
karakteristik siswa, serta ketersediaan sarana dan prasarana untuk
melaksanakan strategi pembelajaran yang direncanakan dalam RPP.
3. Untuk mengetahui tanggapan/respon siswa terhadap pelaksanaan strategi
pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran pada pokok
bahasan ikatan kimia.
4. Untuk mengetahui hasil belajar kimia siswa setelah pelaksanaan strategi
pembelajaran yang dipilih/ditetapkan dalam pembelajaran pada pokok
bahasan ikatan kimia
D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, sebagai
berikut:
1. Manfaat bagi sekolah:
a. Sebagai bahan masukan kepada pihak sekolah untuk melengkapi
sarana dan prasarana yang diperlukan dalam proses pembelajaran
kimia di sekolah.
b. Sebagai bahan informasi untuk mengevaluasi pelaksanaan
pembelajaran kimia di sekolah.
7
2. Manfaat bagi guru
a. Sebagai dasar pertimbangan guru dalam melakukan inovasi strategi
pembelajaran kimia yang digunakan dalam membelajarkan materi
ikatan kimia di sekolah.
b. Sebagai bahan informasi mengenai keberhasilan strategi pembelajaran
yang digunakan oleh guru dalam membelajarkan ikatan kimia.
3. Manfaat bagi siswa
a. Dapat memberi umpan balik terhadap pelaksanaan proses
pembelajaran kimia di sekolah khusunya pada pokok bahasan ikatan
kimia.
b. Dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar
kimia siswa pada pokok bahasan ikatan kimia.
8
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Strategi Pembelajaran
Dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran, yang akhirnya
diharapkan mampu bermuara pada tercapainya tujuan pendidikan nasional,
maka kegiatan-kegiatan yang menunjang pembelajaran harus ditekankan.
Namun, masih banyak kepala sekolah, guru, siswa, orang tua dan masyarakat
yang belum memahami kegiatan ini, sehingga tidak mengherankan, bila
pencapaian tujuan pembelajaran belum optimal (Djamarah dan Zain, 2010).
Strategi belajar mengajar menurut Djamarah dan Zain (2010) memiliki
perngertian suatu garis besar untuk melakukan tindakan dalam usaha
mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dengan kata lain, strategi bisa
diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru-anak didik dalam
mewujudkan kegiatan belajar mengajar guna mencapai tujuan yang telah
ditetapkan
Dengan strategi tersebut, menurut Mansyur(1998) dalam Djamarah
dan Zain (2010), guru mempunyai alternatif pilihan yang mungkin dapat
ditempuh agar kegiatan belajar mengajar itu berlangsung secara teratur,
sistematis, terarah, lancer, dan efektif. Berdasarkan pernyataan di atas strategi
pembelajaran merupakan alternative pilihan yang dapat digunakan dalam
9
mencapai kegiatan belajar mengajar secara teratur sesuai dengan tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai.
B. Komponen Strategi Pembelajaran
1. Tujuan
Tujuan adalah suatu cita-cita yang ingin dicapai darin suatu
pelaksanaan kegiatan. Tujuan pembelajaran merupakan komponen yang
dapat mempengaruhi komponen pengajaran lainnya, seperti bahan
pengajaran, kegiatan belajar mengajar, pemilihan metode, alat, sumber,
dan alat evaluasi (Hamdayama, 2016)
2. Bahan Pengajaran
Bahan pengajaran adalah substansi yang akan disampaikan
dalamproses belajar mengajar. Tanpa bahan pelajaran proses belajar
mengajar tidak akan berjalan. Karena itu, guru yang akan mengajar pasti
memiliki dan menguasi bahan pelajaran yang akan disampaikan pada anak
didik (Hamdayama, 2016)
Materi pelajaran atau bahan pengajaran salah satu sumber belajar yang
berisi pesan dalam bentuk konsep, prinsip, definisi, gugus isi atau konteks,
data maupun fakta, proses, nilai, kemampuan dan keterampilan. Materi
pengajaran yang akan dikembangkan guru mengacu pada kurikulum atau
10
terdapat dalam silabus yang penyampaiannya disesuaikan dengan
kebutuhan dan lingkungan peserta didik (Syarifudin dkk., 2010).
3. Kegiatan Pembelajaran
Dalam kegiatan pembelajaran, guru dan siswa terlibat dalam sebuah
interaksi dengan materi pembelajaran sebagai mediumnya. Dalam
interaksi itu siswalah yang lebih aktif, bukan guru. Keaktifan siswa tentu
mencakup kegiatan fisik dan mental, individual, dan kelompok. Oleh
karena itu interaksi dikatakan maksimal bila terjadi antara guru dengan
semua siswa, antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, siswa dengan
materi pembelajaran dan media pembelajaran, bahkan siswa dengan
dirinya sendiri, namun tetap dalam kerangka mencapai tujuan telah
ditetapkan bersama (Sutikno, 2013).
Agar memperoleh hasil optimal, sebaiknya guru memperhatikan
perbedaan individual siswa, baik aspek bioligis, intelektual, dan
psikologis. Ketiga aspek ini diharapkan memberikan infirmasi pada guru,
bahwa setiap siswa dapat mencapai prestasi belajar yang optimal,
sekalipun dalam tempo yang berlainan. Guru harus mampu membangun
suasana belajar yang kondusif sehingga siswa mampu belajar mandiri
(Sutikno, 2013).
11
4. Metode
Metode merupakan suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai
yujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar, metode
sangat diperlukan oleh guru, dengan penggunaan yang bervariasi sesuai
dengan tujuan yang ingin dicapai. Menguasai metode pengajaran
merupakan keniscayaan, sebab seorang guru tidak akan dapat mengajar
dengan baik apabila ia tidak menguasai metode secara tepat
(Fathurrohman dan Sutikno, 2009).
Menurut Tjamarah dan Surakhmad (2002) dalam Fathurrohman dan
Sutikno (2009), mengemukakan lima macam faktor yang mempengaruhi
penggunaan metode mengajar, sebagai berikut:
a. Tujuan yang berbagai-bagai jenis fungsinya
b. Anak didik yang berbagai-bagai tingkat kematanganya
c. Situasi yang berbagai-bagai keadaanya
d. Pribadi guru serta kemampuan profesionalnya yang berbeda-beda.
5. Alat
Alat bantu (media) pengajaran adalah alat yang dapat digunakan untuk
meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses-proses pencapaiana tujuan
dan memperjelas serta mempermudah bahan pelajaran yang disajikan
kepada siswa (Syarifudin dkk., 2010). Alat dapat dibagi menjadi dua
macam, yaitu alat verbal dan alatbantu non verbal. Alat verbal berupa
12
suruhan, perintah, larangan, dan sebagainya. Sedangkan alat bantunon
berupa video, globe, papan tulis, batu tulis, batu kapur, gambar, diagram,
slide, dan sebagainya (Fathurrohman dan Sutikno, 2009).
6. Sumber Belajar
Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai
tempat dimana materi pelajaran terdapat. Pemanfaatan sumber-sumber
belajat tersebut tergantung pada kreatifitas guru, waktu, biaya serta
kebijakan-kebijakan lainnya. Sumber belajar tidak hanya terbatas pada
bahan dan alat yang digunakan dalam proses pembelajaran, melainkan
juga tenaga, biaya, dan fasilitas (Sutikno, 2013).
Menurut Roestiyah (1989) dalam Sutikno (2013) mengatakan bahwa
sumber-sumber itu adalah:
a. Manusia (dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat).
b. Buku atau perpustakaan
c. Mass media (majalah, surat kabar, radio, tv, dan lain-lain)
d. Dalam lingkungan
e. Alat pengajaran (buku pelajaran, peta, gambar, kaset, tape, papan tulis,
kapur spidol, dan lain-lain)
f. Museum (tempat penyimpanan benda-benda kuno).
13
7. Evaluasi
Penilaian atau evaluasi merupakan tindakan atau suatu proses untuk
menentukan nilai sesuatu. Penilaian merupakan bagian dari kegiatan yang
harus dilakukan oleh seorang guru dalam pembelajaran. Menfaat penilaian
bagi guru adalah guru akan mengetahui perkembangan hasil belajar,
intelegensi, bakat khusus, minta, hubungan sosial, sikap dan kepribadian
siswa (Syarifudin dkk., 2010).
C. Metode Pembelajaran
Pada dasarnya guru adalah seorang pendidik. Pendidik adalah orang
dewasa dengan segala kemampuan yang dimilikinya untuk mengubah psikis
dan pola piker anak didiknya dari tahu menjadi tahu serta mendewasakan anak
didiknya. Salah satu hal yang harus dilakukan oleh guru adalah mengajar di
kelas. Tiap-tiap kelas kemungkinan bisa menggunakan metode yang berbeda
dengan kelas lain. Untuk itu, seorang guru harus mampu menerapkan berbagai
metode pembelajaranyang sesuai dengan karateristik peserta didik (Hamiyah
dan Jauhar, 2014).
Menurut Purwadarminta (1976) dalam Hamiyah dan Jauhar (2014),
metode adalah cara yang telah teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai
sesuatu maksud. Sementara menurut Kamus Besar bahasa Indonesia dalam
14
Hamiyah dan Jauhar (2014), metode adalah cara kerja yang bersistem untuk
memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang
ditentukan. Berdasarkan penjelasan diatas metode merupakan cara kerja dari
strategi pembelajaran yang telah disusun agar tercapainya tujuan belajar.
Menurut Fathurrohaman dan Sutikno (2009), ada beberapa faktor yang
mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode, antara lain: (1) tujuan yang
hendak dicapai; (2) materi pelajaran; (3) peserta didik; (4) situasi; (5) fasilitas;
dan (6) guru. Fathurrohaman dan Sutikno (2009) juga mengemukakan
macam-macam jumlah metode mengajar yang dapat diterapkan dalam proses
pembelajaran, diantaranya:
A. Metode ceramah
B. Metode tanya jawab
C. Metode diskusi
D. Metode kisah atau cerita
E. Metode demonstrasi
F. Metode karyawisata
G. Metode tutorial
H. Metode perumpamaan
I. Metode kerja sama
J. Metode penugasan
15
D. Model Pembelajaran
Model pembelajaran merupakan cara atau teknik penyajian yang
digunakan guru dalam proses pembelajaran agar tercapai tujuan pembelajaran.
Ada beberapa model pembelajaran, yakni ceramah, diskusi, demonstrasi,
study kasus, bermain peran (role play) dan lain sebagainya. Tentu saja,
masing-masing memiliki kelemahan dan kelebihan. Model atau metode sangat
penting peranannya dalam pembelajaran, karena pemilihan model/metode
yang tepat dapat mengarahkan guru pada kualitas pembelajaran efektif
(Hamiyah dan Jauhar, 2014).
Selain itu, model pembelajaran dapat diartikan sebagai cara, contoh,
maupun pola, yang mempunyai tujuan untuk menyajikan pesan kepada siswa
yang harus diketahui, dimengerti, dan dipahami, yaitu dengan cara membuat
suatu pola atau contoh dengan bahan-bahan yang dipilih oleh para
pendidik/guru sesuai dengan materi yang diberikan dan kondisi dalam kelas
(Hamiyah dan Jauhar, 2014).
Menurut Rusman (2013), sebelum menentukan model pembelajaran
yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran, ada beberapa hal yang
harus dipertimbangkan guru dalam memilihnya, yaitu:
1. Pertimbangan terhadap tujuan yang hendak dicapai
2. Pertimbangan yang berhubungan dengan bahan atau materi pembelajaran
3. Pertimbangan dari sudut peserta didik atau siswa
4. Pertimbangan lainnya yang bersifat nonteknis.
16
E. Evaluasi Pembelajaran
1. Pengertian Evaluasi
Untuk dapat menentukan tercapainya tidaknya tujuan pembelajaran,
perlu dilakukan usaha atau tindakan penilaian atau evaluasi. Menurut
Sutikno (2013), evaluasi adalah kegiatan yang terencana untuk
mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan instrumen dan
membandingkan hasilnya dengan tolak ukur untuk memperoleh simpulan.
Menurut Nana Sudjana (1998) dalam Sutikno (2013) mengjelaskan bahwa
evaluasi pada dasarnya memberikan pertimbangan atau harga atau nilai
berdasarkan kriteria tertentu. Berdasarkan penjelasan di atas evaluasi
adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur atau menilai kegiatan
yang dilaksanakan.
2. Tujuan Evaluasi
Menurut Hamiyah dan Jauhar (2014), tujuan evaluasi ada dua macam
yaitu:
a. Tujuan umum evaluasi, yakni:
1) Mengumpulkan data-data yang membuktikan taraf ke kemajuan
siswa untuk mencapai tujuan yang diharapkan
2) Kemungkinan pendidik atau guru menilai akrivitas atau
pengelaman yang didapat
3) Menilai metode mengajar yang digunakan
b. Tujuan khusus evaluasi, yakni:
17
1) Merangsang kegiatan siswa
2) Menemukan sebab-sebab kemajuan atau kegagalan
3) Memberikan bimbingan yang sesuai yang dengan kebutuhan
perkembangan dan bakat siswa yang bersangkutan
4) Memperoleh bahan laporan tentang perkembangan siswa yang
diperlukan orang tua dalam lembaga pendidikan
5) Untuk memperbaiki mutu pelajaran dan metode mengajar.
3. Kegunaan Evaluasi
Menurut sutikno (2013), ada beberapa kegunaan evaluasi adalah
sebagai berikut:
a. Untuk melihat tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh siswa dalam
suatu kurun waktu proses belajar tertentu
b. Untuk mengetahui posisi atau kedudukan seorang siswa dalam
kelompok kelasnya
c. Bahan pertimbangan bagi bimbingan individual siswa
d. Sebagai bahan pertimbangan dalam rangka melakukan perbaikan
proses pembelajaran
e. Membuat diagnosis mengenai kelemahan-kelemahan dan kemampuan
siswa
f. Bahan pertimbangan bagi perubahan atau perbaikan kurikulum
g. Mengetahui efisiensi metode pembelajaran yang digunakan
h. Memberikan laporan kepada siswa dan orang tua
18
i. Memotivasi siswa dalam belajar
j. Merupakan bahan feed back bagi siswa, guru dan program
pembelajaran.
F. Evaluasi Pembelajaran Menggunakan Model CIPP
Ada beberapa model evaluasi yang dikembangkan oleh para ahli yang
dapat digunakan dalam mengevaluasi program pembelajaranm salah satunya
adalah evaluasi pembelajaran menggunakan model CIPP. CIPP merupakan
singkatan dari Context, input, process, product. Evaluasi menggunakan model
CIPP dilakukan secara komprehensif untuk memahami aktivitas-aktivitas
program mulai dari munculnya ide program sampai pada hasil yang dicapai
setelah pelaksanaan. Menurut Mulyatiningsih (2013), komponen-komponen
evaluasi, terdiri atas:
1. Konteks (context)
Evaluasi konteks dilakukan untuk melihat kembali pertimbangan-
pertimbangan yang mendasari sebuah program diusulkan sehingga
diketahui apakah program yang diusulkan sesuai dengan kebutuhan dan
apakah tujuan program sesuai untuk memenuhi kebutuhan.
2. Input
Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi dan menilai kapabilitas
sumberdaya bahan, alat, manusia, dan biaya untuk melaksanakan program
yang telah dipilih. Evaluasi input bertujuan untuk menyediakan informasi
19
yang dapat membantu memilih dan membuat program yang dapat
membawa perubahan yang diperlukan berdasarkan sumberdaya yang
dimiliki.
3. Proses
Evaluasi proses dilakukan untuk mempelajari apakah pelaksanaan
program sudah sesuai dengan rencana. Tujuan evaluasi ini untuk
mengidentifikasi atau memprediksi hambatan-hambatan dalam
pelaksanaan kegiatan atau implementasi program.
4. Produk
Evaluasi produk adalah untuk mengukur, menginterpretasikan, dan
memutuskan hasil yang telah dicapai oleh program yaitu apakah tujuan
program telah tercapai dengan baik.
G. Materi Ikatan Kimia
Materi ikatan kimia mempelajari tentang bagaimana atom-atom atau
ion-ion membentuk ikatan.Sub-sub materi yang dipelajari dalam materi ikatan
kimia, meliputi: ikatan ionik, ikatan kovalen, aturan oktet, kepolaran ikatan,
ikatan logam, dan gaya antar molekul. Dalam materi ikatan kimia ada
kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator yang harus dilihat agar
tercapainya tujuannya pembelajaran.
Tabel. 2.1 Kompetensi inti mata pelajaran kimia pada jenjang SMA
Kompetensi Inti
20
K.I 3 Memahami pengetahuan (faktual,konseptual,danprosedural) berdasarkan
rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya
terkait fenomena dan kejadian tampak mata
K.I 4 Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak
Kompetensi Dasar menghitung, menggambar,
(menulis, membaca, Indikator pembelajaran
dan mengarang) sesuai
1.5. Membandingkan ikatandipelajari
dengan yang ion, ikatan
di sekolah dan sumber lain yang sama dalam
Ikatan Kimia, Bentuk Molekul,
kovalen,sudut
ikatanpandang/teori
kovalen koordinasi,
dan Interaksi Antarmolekul
dan ikatan logam serta kaitannya
dengan sifat zat Susunan elektron stabil
1.6. Menentukan bentuk molekuldengan Teori Lewis tentang ikatan
menggunakan teori tolakan pasangan kimia
elektron kulit valensi (VSEPR) atau
Teori Domain Elektron Ikatan ion dan ikatan kovalen
1.7. Menentukan interaksi antar partikel Senyawa kovalen polar dan
(atom, ion, dan molekul) dan nonpolar.
kaitannya dengan sifat fisik zat
1.5. Merancang dan melakukan Bentuk molekul
percobaan untuk menunjukkan Ikatan logam
karakteristik senyawa ion atau
senyawa kovalen (berdasarkan titik Interaksi antarpartikel
leleh,titik didih, daya hantar listrik, Ikatan Hidrogen
atau sifat lainnya)
1.6. Membuat model bentuk molekul
dengan menggunakan bahan-bahan
yang ada di lingkungan sekitar atau
perangkat lunak kimia
1.7. Menalar sifat-sifat zat di sekitar kita
dengan menggunakan prinsip
interaksi antarpartikel Ta
be l
2.2 Kompetensi Dasar dan Indikator Pembelajaran pada Pokok Bahasan Ikatan Kimia
Ikatan kimia adalah gaya tarik menarik yang kuat antara atom-atom
tertentu di dalam suatu zat. Perubahan kimia atau reaksi kimia terjadi karena
penggabungan atau pemisahan atom-atom dengan cara tertentu sehingga terbentuk zat
yang stabil, hasil reaksi kimia dapat mempunyai bentuk molekul tertentu atau dapat
pula menghasilkan kristal dengan bentuk tertentu yang akan menentukan sifat-sifat
21
zat hasil tersebut. Perlu diketahui bahwa karakteristik materi Ikatan kimia bersifat
abstrakkarena hanya mengandung representasi simbolik dan mikroskopis yang sulit
dipelajari secara kontekstual. Materi ikatan kimia terdiri dari atas konsep-konsep
dasar mengenai susunan elektron stabil, pembentukan ikatan kimia, ikatan ion dan
ikatan kovalen, senyawa kovalen polar dan non polar, bentuk molekul, ikatan
hidrogen dan interaksi antarpartikel.Konsep-konsep inilah yang harus dikuasai dalam
materi ikatan kimia.
22
BAB III
METODELOGI PENELITIAN
A. Definisi Konsepsional
1. Evaluasi adalah bagian yang sangat penting dalam suatu sistem yaitu
sistem pengajaran untuk mengetahui apakah pengajaran itu baik atau tidak
(Slameto, 2001).
2. Penerapan adalah sebuah tindakan yang mempraktekkan suatu teori,
metode dan hal lainnya untuk mencapai tujuan tertentu dan untuk suatu
kepentingan yang telah dirancang sebelumnya (Ali, 1995).
3. Strategi Pembelajaran adalah sebagai rangkaian kegiatan terkait dengan
pengelolaan siswa, pengelolaan lingkungan belajar, pengelolaan sumber
belajar, dan penilaian untuk mencapai tujuan pembelajaran (Suyono dan
Hariyanto, 2015).
B. Definisi Operasional
Adapun yang menjadi definisi operasional dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:
1. Evaluasi strategi pembelajaran adalah kegiatan mengoreksi hal-hal yang
berkaitan dengan strategi pembelajaran yang telah digunakan oleh guru
dalam kegiatan pembelajaran. Adapun komponen strategi pembelajaran
yang akan dievaluasi dalam penelitian ini, meliputi: tujuan, metode, model
23
dan media pembelajaran, bahan pelajaran, kegiatan belajar mengajar, alat,
sumber belajar, sarana dan prasarana yang ada disekolah.
2. Materi ikatan kimia adalah salah satu materi dalam ilmu kimia yang
mempelajari tentang gabungan atom-atom atau ion-ion membentuk suatu
ikatan dan juga mempelajari interaksi antar molekul-molekul yang
berikatan. Dalam penelitian ini, evaluasi strategi pembelajaran kimia akan
dilakukan pada pokok bahasan ikatan kimia.
C. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah
penelitian evaluatif, yaitu penelitianyang sifatnya mengevaluasi pelaksanaan
strategi pembelajaran kimia yang digunakan oleh guru kimia dalam
pembelajaran pada pokok bahasan ikatan kimia. Metode yang akan digunakan
dalam penelitian evaluasi ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu metode
yang menggunakan data-data kualitatif yang melibatkan banyak
pertimbangan-pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Model penelitian evaluasi yang digunakan adalah model CIPP (Context,
Input, Process, and Product) yang dikembangkan oleh National Study
Committee on Evaluation of Phi Delta Kappa (Mulyatiningsih, 2011).
Penggunaan model ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi pembelajaran
yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajarannya. Model evaluasi
CIPP dilakukan secara komprehensif untuk memahami aktivitas-aktivitas
24
yang dilakukan dalam pelaksanaan strategi pembelajaran kimia mulai dari
pertimbangan yang digunakan oleh guru dalam pemilihan strategi
pembelajaran sampai pada hasil belajar kimia yang dicapai setelah proses
pembelajaran berlangsung. Kerangka evaluasi penerapan strategi
pembelajaran kimia menggunakan model CIPP ini dapat diilustrasikan pada
Gambar. 3.1.
TUJUAN EVALUASI KONTEKS
PERENCANAAN EVALUASI INPUT
NILAI INTI
TINDAKAN EVALUASI PROSES
LUARAN EVALUASI PRODUK
Gambar 3.1 Komponen kunci dalam evaluasi CIPP (Mulyatiningsih, 2013)
D. Tempat dan Waktu penelitian
Penelitian ini direncanakan akan dilakukan di SMAN 13 Samarinda
pada bulan November 2019 tahun ajaran 2019/2020.
E. Populasi dan Sampel
3. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru kimia yang mengajar
kimia di kelas X IPA di SMAN 13 Samarinda yang berjumlah 1 orang dan
seluruh siswa kelas X IPA di SMAN 13 Samarinda
25
4. Sampel
Sampel dalam penelitian ini, terdiri atas guru dan siswa. Sampel guru
kimia diambil dengan menggunakan teknik Sampling Jenuh, dimana guru
kimia yang mengajar di kelas X dan seluruh siswa kelas X IPA di SMAN
13 Samarinda tahun pelajaran 2019/2020 dijadikan sebagai sampel dalam
penelitian.
F. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian dalam model CIPP ini meliputi beberapa tahapan, yaitu:
Tabel. 3.3 Prosedur penelitian dalam model CIPP
Aspek yang
Standar Penilaian
dievaluasi
1. Penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP):
KONTEKS a. Kelengkapan identitas mata pelajaran:
(CONTEXT) 1) Identitas sekolah (diisi dengan nama satuan pendidikan)
2) Identitas mata pelajaran (diisi dengan nama mata pelajaran)
3) Kelas/semester
4) Materi pokok
5) Alokasi waktu (ditentukan sesuai dengan keperluan untuk
pencapaian KD dan beban belajar dengan
mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia
dalam silabus dan KD yang harus dicapai.)
b. Perumusan indikator :
1) Sesuai dengan KI dan KD
2) Kesesuaian penggunaan kata kerja operasional dengan
kompetensi yang diukur
3) Kesesuain dengan aspek sikap, pengetahuan, dan
keterampilan
c. Perumusan Tujuan Pembelajaran:
1) Kesesuaian dengan proses dan hasil belajar yang
diharapkan
2) Kesesuaian dengan kompetensi dasar
3) Dituangkan dalam bentuk deskripsi, memuat kompetensi
yang hendak dicapai oleh peserta didik
26
Aspek yang
Standar Penilaian
dievaluasi
d. Pemilihan Materi Pembelajaran:
1) Memuat fakta, konsep, Memuat fakta, konsep/prinsip, dan
prosedur yang relevan
2) Ditulis dalam butir-butir sesuai dengan rumusan indikator
ketercapaian kompetensi
3) Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik
4) Kesesuaian dengan alokasi waktu cakupan materi
e. Media Pembelajaran:
1) Sesuai dengan tujuan pembelajaran
2) Sesuai dengan materi pembelajaran
3) Sesuai dengan karakterisrik siswa
4) Sesuai dengan pendekatan saintifik
f. Sumber belajar (dapat berupa buku, media cetak dan elektronik,
alam sekitar, atau sumber lain yang relevan)
g. Metode Pembelajaran
1) Menggambarkan suasana belajar dan proses pembelajaran
agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan
karakteristik peserta didik dan KD yang ingin dicapai
2) Kesesuaian dengan pendekatan saintifik.
3) Menggambarkan sintaks/tahapan yang jelas (apabila
menggunakan model)
4) Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran
5) Menggambarkan proses pencapaian kompetensi
h. Langkah-langkah Pembelajaran (sesuai Permendikbud No.22
Tahun 2016):
1) Pendahuluan
2) Kegiatan inti
3) Kegiatan Penutup
4) Terdapat 4C (Critical Thingking, Creativity, Collaboration,
dan Communication)
5) Terdapat literasi dalam pelaksanaan pembelajaran
6) Kesesuaian alokasi waktu dengan cakupan materi
(pendahuluan, inti, penutup)
2. Mengidentifikasi pertimbangan-pertimbangan yang mendasari guru
dalam merencanakan strategi pembelajaran (sesuai Permendikbud
No.22 Tahun 2016):
a. Kesesuaian dengan karakteristik siswa
b. Keesuaian dengan kompetensi dasar yang akan dicapai
c. Kesesuaian dengan karakteristik materi pelajaran
INPUT 1. Identifikasi dan penilaian kapabilitas sumberdaya, yang meliputi:
a. Kompetensi guru (kesesuaian pendidikan yang ditempuh dan
memiliki sertifikat pendidik)
b. Minat belajar kimia siswa
27
Aspek yang
Standar Penilaian
dievaluasi
c. Sarana dan prasarana pembelajaran di sekolah:
i. Laboratorium (penilaian mengikuti Permendikbud No.
Tahun terlampir)
ii. INPUT Ruang kelas (idem)
iii. Sumber belajar (idem)
1. Pelaksanaan strategi mengajar guru (sesuai Permendikbud No.22
Tahun 2016), yang meliputi:
a. Kegiatan pendahuluan
PROSES
b. Kegiatan inti
c. Kegiatan penutup
2. Strategi belajar siswa:
Hasil belajar siswa (sesuai dengan KKM yang telah ditetapkan oleh
PRODUK
sekolah)
Adapun prosedur penelitian ini dapat dibuat dalam bentuk tabel
sebagaimana dalam tabel 3.2.
Teknik Pengumpulan
Aspek Indikator Sumber Data
Data
Konteks 1. Penilaian rencana Dokumentasi dan angket Guru
(contex) pelaksanaan
pembelajaran (RPP)
2. Mengidentifikasi
pertimbangan-
pertimbangan yang
mendasari guru dalam
merencanakan strategi
pembelajaran (sesuai
Permendikbud No.22
Tahun 2016)
Input Identifikasi dan penilaian Angket, dokumentasi, WAKA bidang
kapabilitas sumberdaya, yang dan observasi sarana dan
meliputi: prasarana, guru,
1. Kompetensi guru siswa
2. Minat siswa
3. Sarana dan prasarana
Proses 1. kemampuan mengajar Obervasi, dokumentasi, Siswa dan guru
guru dan angket
2. keterlaksanaan RPP
3. Strategi mengajar guru
4. Strategi belajar siswa
Produk Hasil pembelajaran Dokumentasi, tes Siswa
28
G. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik antara
lain:
1. Angket/Kuesioner
Pada penelitian ini, angket/kuesioner digunakan untuk pengumpulan
data yang diberikan kepada guru kimia yang mengajar di kelas X dan juga
kepada seluruh siswa kelas X IPA. Data atau informasi yang akan digali
melalui kuesioner untuk guru kimia dan siswa, meliputi:
a. Pertimbangan-pertimbangan guru dalam memilih jenis, metode, model
dan media untuk pembelajaran pada materi ikatan kimia.
b. Kuesioner untuk siswa digunakan untuk menggali informasi tentang
minat siswa dalam mempelajari kimia, strategi belajar siswa dan respon
siswa terhadap pelaksanaan strategi mengajar guru.
Kuesioner yang digunakan untuk guru adalah berupa angket terbuka,
sedangkan kuesioner untuk siswa adalah berupa angket tertutup dengan
bentuk check list. Pernyataan dalam kuesioner terbuka memungkinkan
responden (guru) untuk menambahkan jawaban yang tidak tersedia dalam
kuesioner, sedangkan pernyataan dalam kuesioner tertutup sudah
disediakan jawabannya sehingga responden (siswa) tinggal memilih
jawaban mana yang dianggap paling sesuai.
29
2. Teknik Observasi
Observasi digunakan untuk mengumpulkan data, dalam penelitian ini,
kegiatan yang diamati meliputi:
a. Kemampuan guru selama proses kegiatan pembelajaran kimia dikelas
b. Keterlaksanaan RPP yang dibuat oleh oleh guru
c. Sarana dan prasarana yang tersedia disekolah seperti: laboratoriun,
ruang kelas,alat/media pembelajaran, buku teks pelajaran, dan sumber-
sumber belajar lainnya
3. Teknik Dokumentasi
Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data, penelitian ini
dilakukan untuk mendapatkan data yang lengkap, seperti foto kegiatan
pada saat pembelajaran berlangsung dan dokumen untuk melihat
keterlaksanaan RPP yang dibuat oleh guru.
4. Teknik Tes
Tes digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar sisiwa
H. Uji Validasi Instrumen Penelitian
Untuk mengetahui apakah item yang disusun itu merupakan instrumen
yang valid dan reliabel maka diperlukan ujicoba instrumen Uji coba instrumen
ini dimaksudkan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen,
sehingga setelah instrumen teruji validitas dan reliabilitasnya baru dapat
digunakan. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
30
a. Uji Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat–tingkat
kevalidan atau kesahihan suatu instrumen (Arikunto, 2006). Untuk
menguji tingkat validitas menggunakan rumus korelasi product moment
dari Karl Person, rumusnya sebagai berikut:
r xy =n ∑ XY −¿ ¿ ¿
Keterangan :
rxy = Indeks korelasi antara variabel X dan variabel
YX = Nilai faktor tertentu
Y = Nilai faktor total
N = Jumlah peserta
Instrumen penelitian sebelum dipakai untuk pengambilan data maka
perlu di uji cobakan. Uji coba dengan mengambil sampel sebanyak 35
siswa. Butir pertanyaan pada instrumen penelitian dikatakan valid, jika
setelah diuji menggunakan statistik nilai r hitungnya (pearson
correlation) lebih besar dari r tabel, sedangkan jika nilai r hitung lebih
kecil dari r tabel maka butir pertanyaan tersebut tidak valid atau gugur.
Adapun besarnya nilai r tabel dapat dicari berdasarkan jumlah sampel dan
taraf signifikansinya. Besarnya r tabel adalah untuk taraf 5% = 0.361 dan
taraf 1% = 0.463.
b. Uji Reliabilitas
31
Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrument
cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data
karena instrument itu sudah baik (Arikunto, 2006). Dalam penelitian ini
untuk mencari realibilitas instrumen menggunakan rumus Alpha
Cronbach yaitu:
( )( ∑ sb
)
2
n
r 11 = 1− 2
n−1 st
Keterangan:
r11 : Realibilitas insturmen
n : Banyaknya butir pertanyaan
Sb2: Jumlah varians butir
St2 : Varians Total
Hasil penelitian dengan menggunakan rumus diatas kemudian
diinterprestasikan dengan tingkat keterandalan koefisien, sebagai berikut:
Tabel. 3.4 Interpretasi Koefisien Korelasi
NO Koefisien r Tingkat Keterandalan
1 0,800 – 1, 000 Sangat Tinggi
2 0,600 – 0,799 Tinggi
3 0,400 – 0,599 Sedang
4 0,200 – 0,399 Rendah
5 0,000 – 0,199 Sangat Rendah
Kriteria pengujian instrumen dikatakan handal apabila r hitung
lebih besar dari pada r tabel pada taraf signifikan 5% (Arikunto, 2006).
32
I. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis
deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode triangulasi. Triangulasi
menurut Sugiyono (2011) dalam teknik pengumpulan data, triangulasi
diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari
berbagai teknik pengumpulan data dengan triangulasi, maka sebenarnya
peneliti mengumpulkan data yang sekaligus menguji kredibilitas data, yaitu
mengecek kredibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan data dan
berbagai sumber data. Data kualitatif dianalisis dari hasil observasi, angket,
dokumentasi dan tes.
Dianalisis dengan rumus:
Ʃskor yang diperoleh
N= x 100
Ʃ skor maksimum
Tabel 3.5 Analisis Deskriptif untuk Kategorisasi Jawaban Instrumen
(Riduwan dan Akdon, 2013)
Nilai Kategori
81-100 Sangat Baik
61-80 Baik
41- 60 Cukup
21-40 Kurang
0- 20 Sangat Kurang
33
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 13 Samarinda yang beralamat
di Jalan D.I. Panjaitan, kelurahan Gunung Lingai, kecamatan Sungai Pinang,
kota Samarinda, provinsi Kalimantan Timur. SMA Negeri 13 Samarinda telah
berdiri sejak tahun 2004 dengan status milik pemerintah yang memiliki luas
tanah 3000 m2.SMA Negeri 13 Samarinda dipimpin oleh Ibu Dra. Rustini,
M.Pd selaku Kepala Sekolah yang dibantu oleh guru sebanyak 29 orang, baik
guru tetap maupun tidak tetap, yang salah satunya mengampu mata pelajaran
kimia yaitu ibu Sekar Sulistyaningwarni, S.Pd., M.Pd. Dalam pengelolaan
proses pendidikan, SMA Negeri 13 Samarinda memiliki 8 orang staff tata
usaha. Jumlah siswa/i sebanyak 501 orang yang terdiri dari 229 laki-laki dan
272 perempuan.
Prasarana yang dimiliki SMA Negeri 13 Samarinda, antara lain: ruang
kepala sekolah, ruang administrasi, ruang guru, perpustakaan, musholla,
kantin, dan ruang kelas, namun tidak memiliki ruang laboratorium. Jumlah
seluruh kelas adalah 16 rombongan belajar, yang terdiri dari 3 kelas X IPA, 2
kelas X IPS, 2 Kelas XI IPA, 3 kelas XI IPS, 3 kelas XII IPA, 3 kelas XII IPS.
Proses pembelajaran dilaksanakan pada hari senin-sabtu dengan membagi
34
waktu masuk sekolah menjadi 2 bagian yaitu kelas X IPS, XII IPA dan IPS
mendapatkan jadwal masuk pagi, sedangkan kelas X IPA, XI IPA dan IPS
masuk sekolah di siang hari. Hal ini dikarenakan jumlah ruang kelas yang
tidak mencukupi.
A. Hasil Penelitian
1. Hasil Evaluasi Konteks
Evaluasi konteks ini dilakukan untuk melihat pertimbangan-
pertimbangan guru dalam memilih strategi pembelajaran dan menelaah
RPP yang dibuat oleh guru yang berisi komponen-komponen yang telah
direncanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Komponen
pembelajaran pada RPP ini diukur berdasarkan Permendikbud nomor
21,23, dan 24.
a. Deskripsi Hasil Analisis Pertimbangan guru dalam mamilih
strategi pembelajaran
Dibawah ini merupakan deskripsi perolehan nilai dari angket
pertimbangan guru dalam memilih strategi pembelajaran
Tabel.4.1 Hasil analisis deskriptif pertimbangan guru memilih strategi
pembelajaran per sub indikator berdasarkan angket guru
No Indikator Nilai Kategori
Pertimbangan tujuan
1. 80 Baik
pembelajaran
Pertimbangan karateristik
2. bahan atau materi 87 Sangat Baik
pembelajaran
3. Pertimbangan karateristik 93 Sangat baik
35
siswa
4. Pertimbangan non teknis 80 Baik
Rata-rata 85 Sangat Baik
Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa secara keseluruhan
besar nilai yang diperoleh guru kimia di SMA Negeri 13 Samarinda dalam
memilih strategi pembelajaran sebesar 85. Perolehan hasil akhir tersebut
diperoleh dari 4 indikator yaitu pertimbangan tujuan pembelajaran sebesar 80
dengan kategori baik, pertimbangan karateristik bahan atau
materipembelajaran sebesar 87 dengan kategori sangat baik, pertimbangan
karateristik siswa sebesar 93 dengan kategori sangat baik, dan pertimbangan
non teknis sebesar 80 dengan kategori baik. Secara keseluruhan guru kimia
telah memilih strategi pembelajaran dengan sangat baik.
b. Deskripsi Hasil Analisis RPP
2. Hasil Evaluasi Input
Evaluasi Input dilakukan untuk melihat sumber daya (guru, siswa, sarana dan
prasarana).
a. Deskripsi Hasil analisis Kompetensi guru (kesesuaian pendidikan yang
ditempuh dan memiliki sertifikat pendidikan
36
b. Deskrpsi Hasil Analisis Minat Siswa Terhadap Pelajaran Kimia
Dibawah ini merupakan nilai angket minat siswa terhadap pelajaran
kimia. Data diperoleh dari angket tertutup dengan 15 butir pernyataan,
kemudian dianalisis secara deskriptif.
Tabel 4.2 Hasil analisis deskriptif minat siswa terhapat pelajaran kimia
No
Indikator Nilai Kategori
.
1. Implikasi sosial dari ilmu Baik
76
kimia
2. Sikap terhadap pertanyaan
70 Baik
ilmiah
3. Adopsi sikap ilmiah 66 Baik
4. Rasa suka terhadap pelajaran
76 Baik
kimia
5. Minat terhadap ilmu kimia 63 Baik
6 Ketertarikan terhadap ilmu
70 Baik
6. Kimia dalam karir
Rata-rata 70 Baik
37
Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat minat siswa terdapat pelajaran
kimia secara keseluruhan dengan nilai 70.
c. Deskripsi hasil analisis sarana dan Prasarana
Berdasarkan data observasi sarana dan prasaran yang ada di SMAN 13 Samarinda
Tabel 4.3 Hasil Observasi Sarana dan Prasarana
BUKTI FISIK/
NO INDIKATOR Nilai KETERANGAN INFORMASI
PENDUKUNG
sesuai dengan peraturan hanya
Ukuran ruang kelas serta saja ada 3 kursi yang kurang
1. 3
sarananya sesuai ketentuan baik untuk digunakan
Kesesuaian buku teks pelajaran
2. 4 Lampiran
dengan Permendiknas
Permendiknas
Pemanfaatan buku teks pelajaran no. 24 tahun
3. yang telah ditetapkan dengan 3 2007
Permendiknas
Kapasitas isi ruang laboratorium
4. IPA serta sarana pendukung 1 tidak ada laboratorium
sesuai dengan ketentuan
Berdasarkan hasil penelitian sarana dan prasarana di SMAN 13 Samarinda sesuai
dengan peraturan Permendiknas no. 24 tahun 2007
38
3. Hasil Evaluasi Proses
Evaluasi proses dilakukan untuk melihat proses pembelajaran yang sampaikan
oleh guru dengan melihat kemampuan guru dan keterlaksanaan pembelajaran
dengan teknik observasi dan angket.
a. Deskripsi Hasil Analisis Observasi kemampuan guru
Observasi yang dilakukan adalah ikut serta dalam proses pembelajaran.
Tabel 4.4 Hasil analisis deskriptif kemampuan guru mengajar
Nila
No. Indikator Kategori
i
1. Pra-pembelajaran 78 Baik
2. Kegiatan Inti 80 Baik
3. Kegiatan penutup 67 Baik
Rata-rata 75 Baik
Berdasarkan hasil penelitian kemampuan guru dalam mengajar dengan nilai
75 dengan kategori baik.
b. Deskripsi hasil analisis observasi keterlaksanaan RPP
Tabel.4.5 Hasil analisis deskriptif keterlaksanaan RPP
Subjek yang
Pertemuan Aktivitas Kategori
diamati
Guru 21 Kurang
1
Siswa 13 Kurang
Guru 19 Kurang
2
Siswa 15 Kurang
Guru 16 Kurang
3
Siswa 10 Kurang
Guru 14 Kurang
4
Siswa 12 Kurang
Guru 14 Kurang
5
Siswa 12 Kurang
Guru 14 Kurang
6
Siswa 13 Kurang
Guru 16 Kurang
Rata-rata
Siswa 13 Kurang
39
Berdasarkan tabel 4.5 diketahui bahwa keterlaksanaan RPP tidak
sesuai dengan nilai pada aktivitas guru sebesar 16 dengan kategori kurang dan
aktivitas siswa sebesar 13 dengan kategori kurang, ini menunjukan bahwa
guru mengajar tidak sesuai dengan RPP.
c. Deskripsi Hasil Analisis Srategi Belajar Siswa
Tabel. 4.6 Hasil analisis deskriptif strategi belajar siswa
No. Indikator Nilai Kategori
1. Membuat jadwal belajar dan
56 Cukup
pelaksanaannya
2. Membaca dan membuat catatan 65 Baik
3. Mengulangi bahan pelajaran 61 Baik
4. Konsentrasi 77 Baik
5. Mengerjakan tugas 78 Baik
Rata-rata 69 Baik
d. Deskripsi hasil analisis Strategi mengajar guru
teknik pengumpulan data angket ini untuk melihat pendapat siswa terhapat strategi
mengajar guru dan data diperoleh dengan menggunakan angket tertutup dengan 19
butir pernyataan, kemudian dianalisis secara deskriptif.
Tabel. 4.7 Hasil analisis deskriptif strategi mengajar guru
40
No. Indikator Nilai Kategori
1. Kemampuan guru dalam membuka pelajaran 88 Sangat Baik
2. Kemampuan guru dalam menerapkan metode pembelajaran 88 Sangat Baik
3. Kemampuan guru dalam menyampaikan materi pelajaran 86 Sangat Baik
4. Kemampuan guru dalam menggunakan sumber belajar 60 Cukup
5. Kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran 46 Cukup
6. Kemampuan guru dalam melakukan evaluasi pembelajaran 93 Sangat Baik
7. Kemampuan guru dalam menutup pelajaran 75 Baik
Rata-rata 76 Baik
4. Hasil Evaluasi Produk
Evaluasi produk ini dilakukan untuk melihat keberhasilan pencapaian
pembelajaran melalui tes akhir bab pembelajaran. Di bawah ini adalah hasil tes pada
materi ikatan kimia
Tabel. 4.8 Hasil deskriptif nilai siswa kelas X IPA di SMA 13 Samarinda pada pokok
bahasan ikatan kimia
Rata-
No Subjek IPA 1 IPA 2 IPA 3 Jumlah KET
rata
1 36 53 40 129 43 BELUM TUNTAS
Berdasarkan tabel 4.8 dapat diketahui bahwa siswa belum bisa memahami materi
ikatan kimia dengan baik.
41
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka
Cipta
Ali, L. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Djamarah, S.B. dan Aswan, Z. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka
Cipta.
Fauziyah, N. 2016. Identifikasi Letak Kesulitan dan Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Kesulitan Belajar Siswa Kelas X IPA SMA Negeri 4
Malang Pada Materi Ikatan Kimia. Skripsi. Universitas Negeri
Malang.
Fathurrohman, P. dan Sutikno, S. 2009. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: PT
Refika Aditama.
Fadhillah. 2014. Implementasi Kurikulum 2013. Yogyakarta: Multi Pressindo
42
Hamdayama, J. 2016. Metodologi Pengajaran. Jakarta: Bumi aksara
Hamiyah, N. dan Jauhar, M. 2014. Strategi Belajar Mengajar Dikelas. Jakarta:
Prestasi Pustaka.
Hadi, R. 2015. “Evaluasi Penerapan Media Pembelajaran Tipe Media Audio Visual
Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Kelas VII di SMP Negeri 1 Penajam
Paser Utara Tahun Ajaran 2014/2015”. Skripsi. Fakultas Keguruan
Dan Ilmu Pendidikan, Unversitas Mulawarman.
Kemendikbud. 2016. Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses
Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Kemendikbud
Mulyatiningsih, E. 2013.Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan. Penerbit
Alfabeta: Bandung.
Riduwan dan Akdon. 2013. Rumus dan Data dalam Analisis Statistika. Bandung:
Alfabeta.
Rusman. 2014. Model-model pembelajaran (mengembangkan profesional guru edisi
kedua). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Safitri, A.F., Widarti, H.R., Sukarianingsih, D. 2018. Identifikasi Pemahaman Konsep
Ikatan Kimia. Jurnal Pembelajaran Kimia, 3 (1): 41–50.
Saidah, Aas. 2013. Buku Paket Kimia 1 untuk Kelas X SMK dan MAK kurikulum
2013 bidang keahlian teknologi dan rekayasa. Jakarta: Erlangga
Slameto. 2001. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.
43
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka
Cipta
Suyono dan Hariyanto. 2015.Implementasi Belajar Dan Pembelajaran. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya
Suryani, N dan Agung, L. 2012. Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta: Ombak
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,
dan R&D. Bandung: Alfabeta
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung:
Alfabeta.
Sudarmo, U. 2013. Kimia untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga
Sutikno, S. 2013. Belajar dan Pembelajaran. Lombok: Holistica
Syarifudin, dkk. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Diadit Media