0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan32 halaman

Pengaruh PMDN dan Konsumsi terhadap Ekonomi Bali

Dokumen ini adalah proposal skripsi yang membahas pengaruh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), neraca perdagangan, dan konsumsi rumah tangga terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bali dari tahun 2010 hingga 2022. Penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali mengalami fluktuasi yang signifikan, terutama dipengaruhi oleh bencana alam dan pandemi COVID-19, yang berdampak pada sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Selain itu, PMDN juga berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meskipun mengalami penurunan akibat ketidakpastian politik dan bencana alam.

Diunggah oleh

adinda.ismi123
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan32 halaman

Pengaruh PMDN dan Konsumsi terhadap Ekonomi Bali

Dokumen ini adalah proposal skripsi yang membahas pengaruh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), neraca perdagangan, dan konsumsi rumah tangga terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bali dari tahun 2010 hingga 2022. Penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali mengalami fluktuasi yang signifikan, terutama dipengaruhi oleh bencana alam dan pandemi COVID-19, yang berdampak pada sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Selain itu, PMDN juga berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meskipun mengalami penurunan akibat ketidakpastian politik dan bencana alam.

Diunggah oleh

adinda.ismi123
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI

(PMDN), NERACA PERDAGANGAN DAN


KONSUMSI RUMAH TANGGA TERHADAP
PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI BALI
TAHUN 2010-2022

Oleh
Adinda Ismi Zinnirah
NPM. 213401033

PROPOSAL SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu syarat dalam Penulisan Skripsi

pada Program Studi Ekonomi Pembangunan

PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SILIWANGI
TASIKMALAYA
2024
PENGARUH PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI
(PMDN), NERACA PERDAGANGAN DAN
KONSUMSI RUMAH TANGGA TERHADAP
PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI BALI
TAHUN 2010-2022

Oleh
Adinda Ismi Zinnirah
NPM. 213401033

dibawah bimbingan:
Dr. Nanang Rusliana, S.E., M.si.
H. Aso Sukarso, S.E., M.E.

PROPOSAL SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat dalam Penulisan Skripsi

pada Program Studi Ekonomi Pembangunan

PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SILIWANGI
TASIKMALAYA
2025
PENGARUH PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI
(PMDN), NERACA PERDAGANGAN DAN
KONSUMSI RUMAH TANGGA TERHADAP
PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI BALI
TAHUN 2010-2022

Oleh
Adinda Ismi Zinnirah
NPM 213401033

PROPOSAL SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat dalam Penulisan Skripsi

pada Program Studi Ekonomi Pembangunan Disetujui Tim Pembimbing

Untuk Diseminarkan dan Diujikan pada Tanggal Seperti Tertera di Bawah ini

Tasikmalaya, (tanggal, bulan, 2025)


Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Nanang Rusliana, S.E., M.si. H. Aso Sukarso, S.E., M.E.


NIDN. 0408107201 NIDN. 0416086203
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah


melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulisan Proposal Skripsi yang
berjudul “Pengaruh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Neraca
perdagangan dan Konsumsi Rumah Tangga terhadap Pertumbuhan
Ekonomi Provinsi Bali Tahun 2010-2022” dapat terselesaikan dengan baik.
Pada penyusunan Proposal Skripsi ini, penulis banyak mendapat bantuan
dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini perkenankanlah penulis
mengucapkan terima kasih kepada:
1. Kedua orang tua tercinta yakni Papah Tamtam Kostaman dan Ibu Desi
Hernawati yang telah banyak mendoakan serta memberikan dukungan
terbaik berupa dukungan mental dan materi, memberikan perhatian dan
kasih sayang serta kesabaran yang tanpa batas, sehingga penulis dapat
menyelesaikan Proposal Skripsi ini.
2. Bapak Dr. Ir. Nundang Busaeri, M.T., IPU., ASEAN Eng. selaku Rektor
Universitas Siliwangi.
3. Bapak Dr. Ade Komaluddin, S.E., M.Sc. selaku Dekan Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Universitas Siliwangi.
4. Ibu Dwi Hastuti Lestari K, S.E., M.Si. selaku Ketua Jurusan Ekonomi
Pembangunan Universitas Siliwangi.
5. Bapak Dr. H. Asep Yusup Hanapia, S.E., M.P. selaku Wali Dosen Ekonomi
Pembangunan Kelas A angkatan 2021
6. Bapak Dr. Nanang Rusliana, S.E., M.si. selaku Dosen Pembimbing I yang
telah bersedia meluangkan waktu dan membantu memberikan pengarahan
serta bimbingan kepada penulis dalam penyusunan Proposal Skripsi ini.
7. Bapak Jumri S.E, M.Si. selaku Dosen Pembimbing II yang telah bersedia
meluangkan waktu dan membantu memberikan pengarahan serta
bimbingan kepada penulis dalam penyusunan Proposal Skripsi ini.
8. Penguji 1 dan 2
9. Bapak/Ibu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Siliwangi yang
telah memberikan banyak ilmu dan pengalaman kepada penulis selama
menumpuh pendidikan di prodi Ekonomi Pembanguan.
10. Seluruh staf SBAP serta para karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Siliwangi yang telah memberikan pelayanan kepada penulis
selama menempuh pendidikan di prodi Ekonomi Pembangunan.
11. Serta seluruh pihak yang telah membantu dalam penulis dalam
meyelesaikan Proposal Skripsi ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa hasil penyusunan Proposal Skripsi
ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan
kesediaan pembaca untuk memberikan kritik dan saran demi sempurnanya
Proposal Skripsi ini.
Akhirnya penulis menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya
kepada pembaca seandainya terdapat kesalahan-kesalahan di dalam Proposal
Skripsi ini dan penulis berharap semoga Proposal Skripsi ini dapat bermanfaat
bagi semua pihak yang membutuhkan.

Tasikmalaya,

Penulis

Adinda Ismi Zinnirah


NPM 213401033
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Penelitian


Pembangunan ekonomi menjadi salah satu modal penting dalam
upaya mencapai kesejahteraan masyarakat. Dalam prosesnya
pertumbuhan ekonomi sering kali digunakan sebagai alat analisis dalam
menentukan keberhasilan pembangunan ekonomi, hal tersebut guna
menarik rumusan kebijakan dalam menentukan arah pembangunan
ekonomi suatu daerah. Pertumbuhan ekonomi adalah acuan untuk
mengukur prestasi dari perkembangan perekonomian dari suatu periode
ke periode berikutnya. Pembangunan daerah merupakan bagian integral
dari pembangunan nasional yang dilaksanakan berdasarkan prinsip
otonomi daerah (pmdn thd PE 1).
Pertumbuhan ekonomi regional dapat diukur melalui berbagai
indikator yang mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi,
kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan di suatu wilayah.
Peningkatan produk domestik regional bruto (PDRB) menjadi salah satu
patokan dalam menilai pertumbuhan ekonomi suatu daerah. PDRB yang
merupakan ukuran nilai total barang dan jasa yang dihasilkan di suatu
wilayah dalam periode tertentu. Hal ini dapat menjadi acuan bagi
pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan output suatu daerah agar
pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut dapat meningkat juga.
Provinsi Bali adalah salah satu wilayah di Indonesia yang dikenal
dengan keindahan alam nya dan secara internasional diakui destinasi
wisata unggulan nya. Dengan luas wilayah sekitar 5.780 km² dan
populasi yang terus berkembang, Bali memiliki daya tarik utama berupa
alam, budaya, dan tradisi yang unik. Bali dikenal sebagai "Pulau Dewata"
dengan sektor pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian. Sektor
ini memberikan kontribusi besar terhadap produk domestik regional
bruto (PDRB) Bali. Namun, ketergantungan yang tinggi pada pariwisata
membuat Bali sangat rentan terhadap berbagai gangguan eksternal,
seperti bencana alam dan krisis global.
Berikut merupakan gambaran pertumbuhan ekonomi provinsi Bali
selama tahun 2011-2022 tersaji dalam sebuah gambar 1.1 dibawah ini :

Laju Pertumbuhan Ekonomi


Provinsi Bali tahun 2011-2022
8
6.66 6.96 6.69 6.73
6 6.03 6.33 6.31
5.56 5.6
4.84
4
2
0
-2 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
-2.46
2022

-4
-6
-8
-9.34
-10
-12

Gambar 1.1 Laju Pertumbuhan Ekonomi (PDRB ADHK)


Provinsi Bali Tahun 2011-2022 (%)
Sumber : Badan Pusat statistik (BPS), diolah.
Dilihat dari grafik selama periode 2011 hingga 2022, pertumbuhan
ekonomi Bali mengalami fluktuasi. Pada tahun 2017, pertumbuhan
ekonomi Bali tercatat turun sebesar 0,77%, penurunan ini dipicu oleh
erupsi Gunung Agung yang terjadi pada akhir tahun 2017. Bencana alam
yang terjadi tidak hanya menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat
lokal tetapi juga berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata.
Pembatalan perjalanan wisatawan domestik dan internasional, gangguan
transportasi udara, serta penutupan sementara destinasi wisata
menyebabkan pertumbuhan ekonomi Bali melambat dari 6,33% di tahun
2016 menjadi 5,56% di tahun 2017, atau turun sebesar 0,77%. Dalam
menghadapi tantangan ini pemerintah provinsi Bali sangat sigap untuk
mengambil kebijakan dalam rangka mengembalikan angka pertumbuhan
yang berlanjut kembali stabil pada tahun selanjutnya.
Belum pulih sepenuhnya dari dampak erupsi gunung Agung,
seperti terlihat pada gambar 1.1 fluktuasi ekonomi provinsi Bali kembali
terjadi pada tahun 2019 dimana angka pertumbuhan ekonomi turun
sebesar 0,71 persen hal ini terjadi karena masuknya wabah penyakit
Corona virus yang mengharuskan pemerintah mengambil kebijakan
pembatasan sosial sebagai upaya menekan angka penularan wabah
Covid-19, kebijakan tersebut secara tidak langsung membatasi mobilitas
wisatawan domestik maupun internasional. Pandemi ini berlangsung
sampai tahun 2022, semakin menyebarnya wabah virus corona maka
kebijakan protokol kesehatan yang diambil pemerintah Provinsi Bali
pada saat itu pun semakin ketat, sektor pariwisata yang selama ini
menjadi punggung perekonomian provinsi Bali mengalami kontraksi
yang sangat dalam dampaknya laju pertumbuhan ekonomi provinsi Bali
mencatat angka negatif yaitu -9,34% yang mana angka penurunan ini
belum pernah terjadi pada periode sebelumnya dan menjadi angka
fluktuasi terburuk sepanjang sejarah pertumbuhan ekonomi di provinsi
Bali.
Keindahan alam dan destinasi wisata yang selama ini menjadi
tumpuan perekonomian di provinsi Bali membuat masyarakat terlalu
bergantung pada sektor pariwisata dalam memenuhi kebutuhan hidupnya,
hal ini juga menjadi penyebab laju pertumbuhan ekonomi di provinsi
Bali rentan akan guncangan eksternal, dalam menghadapi hal tersebut
Bali perlu menciptakan strategi adaptasi yang lebih baik untuk
meningkatkan ketahanan ekonomi.
Penyebab turunnya angka pertumbuhan ekonomi juga dapat dilihat
dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang merupakan salah satu
instrumen investasi. Investasi merupakan salah satu variabel yang
mampu menjelaskan bagaimana cara mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dalam perhitungan pendapatan nasional metode pengeluaran, investasi
juga merupakan salah satu komponen pendapatan nasional. Jadi, dapat
dikatakan investasi merupakan suatu persamaan identitas dari
pertumbuhan ekonomi (pmdn thd pe 6_New). Investasi merupakan salah
satu variabel yang mampu mendongkrak perekonomian suatu daerah.
Investasi bisa berupa penanaman modal untuk membuka usaha baru,
memperluas usaha atau menambah kapasitas serta menambah jumlah
aktivitas barang dan jasa yang akan menyerap banyak tenaga kerja serta
menambah peningkatan belanja dan pendapatan masyarakat. Diharapkan
dengan berdirinya perindustrian di kawasan Jawa Timur dan disertai
dengan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai akan membawa
dampak terhadap penyerapan tenaga kerja baik terdidik, tenaga kerja
terlatih maupun tenaga kerja kasar. Sehingga investasi akan mendorong
peningkatan pendapatan perkapita penduduk daerah. Pertumbuhan
pendapatan perkapita menjadikan masyarakat tidak lagi bisa memenuhi
kebutuhan pokok sehari-hari saja, namun kebutuhan sekunder maupun
tersier dapat dipenuhi. Hal inilah yang akan memicu berkembangnya
berbagai aktivitas perekonomian di daerah (pmdn thd pe 1)
Menurut UU Penanaman Modal No. 25 Tahun 2007, penanaman
modal dalam negeri adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan
usaha di wilayah negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh
penanam modal dalam negeri dengan menggunakan modal dalam negeri
(PMDN UU). Penanaman modal dalam negeri (PMDN) merupakan salah
satu instrumen penting yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sebagai daerah dengan destinasi wisata yang sudah mendunia, tentunya
Bali menjadi tujuan bagi investor domestik untuk menanamkan modal
nya di berbagai sektor ekonomi terutama sektor pariwisata, perdagangan,
infrastruktur, dan properti. Berikut merupakan realisasi PMDN di
Provinsi Bali tahun 2010-2022 :
Penanaman Modal Dalam Negeri
Provinsi Bali Tahun 2010-2022
19007670

16293534

12057640
11267739

7314479 7793114
7606361 7393172
6355249
6002103
5432674
3846438
2651362

2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022

Gambar 1.2 PMDN Provinsi Bali


Tahun 2010-2022 (juta rupiah)
Sumber : Badan Pusat statistik (BPS), diolah.
Gambar 1.2 didapat dari hasil laporan tahunan atau publikasi resmi
terkait penanaman modal dalam negeri di provinsi Bali yang dapat
disimpulkan bahwa terjadi fluktuasi pada penanaman modal dalam negeri
di provinsi Bali, hal ini jelas terjadi pada tahun 2014 total realisasi
PMDN hanya sebesar Rp 3.846.438 juta sedangkan pada tahun 2015 total
realisasi PMDN mencapai Rp 7.793.114 juta. Fenomena ini terjadi akibat
ketidakpastian politik jelang pemilihan presiden pada tahun 2014.
Realisasi PMDN kembali turun pada tahun 2016 dan 2017 ini di
akibatkan oleh bencan alam yaitu erupsi gunung Agung, aktivitas
vulkanink yang terjadi berakibat pada penurunan daya tarik investor
sehingga banyak proyek investasi yang mengalami penundaan hingga
pembatalan. Penurunan serupa terjadi pada tahun 2019, 2020 hingga
2022 yang kembali merangkak akibat pandemi COVID-19 yang
menurunkan minat investasi domestik di sektor pariwisata.
Untuk meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi di provinsi Bali
perlu adanya peran dari perdagangan internasional. Salah satu intstrumen
perdagangan internasional yang tidak bisa lepas adalah neraca
perdagangan, karena kegiatan perdagangan internasional dicatat dalam
neraca perdagangan. Neraca perdagangan merupakan neraca berjalan
yang menghitung ekspor bersih, selisih antara ekspor dan impor suatu
perekonomian selama periode waktu tertentu dalam setahun yang di ukur
dengan menggunakan mata uang yang sah. (np 2)
Sebagai salah satu daerah dengan komoditas unggulan kerajinan,
pakaian dan hasil pertanian maka ekspor menjadi sumber pendapatan
utama bagi Bali dan impor juga memainkan peran dalam memenuhi
kebutuhan bahan baku dan juga konsumsi masyarakat lokal. Kegiatan
ekspor dan impor merupakan komponen penting dalam neraca
perdagangan daerah yang dapat mencerminkan perbandingan antara nilai
ekspor dan impor suatu wilayah. Neraca yang surplus menunjukkan
bahwa terdapat kelebihan pendapatan dari aktivitas perdagangan luar
negeri, sebaliknya ketika neraca perdagangan defisit maka terjadi
ketergantungan masyarakat lokal terhadap aktivitas impor. Hal ini berarti
ketika ekspor meningkat maka akan memberi nilai tambah pada
pendapatan daerah tersebut yangtentunya akan memberi dampak pada
pertumbuhan ekonomi daerah, begitupun sebaliknya jika nilai impor
tinggi maka angka konsumsi masyarakat setempat akan tinggi yang akan
berpengaruh pada perkembangan ekonomi daerah. Neraca perdagangan
menyediakan informasi tentang ulasan dari performa perekonomian suatu
negara dan juga pola perdagangan sebagaimana tergambarkan dalam
perdagangan barangnya. (np)
Gambar 1.3 Neraca Perdagangan Provinsi Bali
Tahun 2010-2022 (US$)
Pada gambar 1.3 didapat informasi bahwa neraca perdagangan di
provinsi Bali mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun, dapat dilihat pada
puncak tahun 2017 realisasi neraca perdagangan yang didapat mencapai
412.116.860 USD, angka tersebut kembali mengalami penurunan pada
tahun selanjutnya yaitu tahun 2018 yangtercatat hanya mencapai
328.601.913 USD dan pada tahun 2019 berada pada angka 324.121.206
USD. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor permintaan global terhadap
produk unggulan daerah. Namun menariknya pada era Covid-19 di tahun
2020 angka realisasi neraca perdagangan justru mengalami peningkatan
menjadi 372.490.230 USD, meskipun sektor pariwisata sedang
mengalami kontraksi realisasi neraca perdagangan pada masa covid-19
dan pasca pandemi tercatat lebih stabil dan terus mengalami peningkatan,
dengan nilai neraca perdagangan 472.253.512 USD pada tahun 2021 dan
534.277.689 USD pada tahun 2022. Fenomena ini terjadi karena adanya
penurunan pada volume impor, pembatasan aktivitas ekonomi yang
diterapkan pada masa pandemi membuat masyarakat terbatas dalam
mengkonsumsi barang-barang impor, hal ini tentunya dapat menekan
nilai neraca perdagangan provinsi Bali.
Selain itu, faktor lain yang dapat berpengaruh pada pertumbuhan
ekonomi adalah angka pengeluaran konsumsi rumah tangga. Konsumsi
rumah tangga dalam konteks ekonomi regional berperan sebagai
pembentuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang mencakup
pengeluaran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan barang dan
jasa, hal tersebut secara tidak langsung dapat mempengaruhi permintaan
agregat. Seperti yang dinyatakan oleh Cass Alexander, dkk dalam
penelitiannya bahwa konsumsi rumah tangga merupakan elemen yang
sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Banyak alasan
yang menyatakan analisis makro ekonomi perlu memperhatikan tentang
konsumsi rumah tangga secara mendalam. (k thd pe 1) Konsumsi rumah
tangga adalah salah satu indikator penting dalam mengukur stabilitas
ekonomi, hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan daya beli masyarakat
yang dapat menjadi pendorong penting dalam kegiatan perekonomian.
Jika daya beli masyarakat tinggi, maka tingkat konsumsi akan barang dan
jasa di daerah tersebut akan meningkat yang mencerminkan pertumbuhan
ekonomi yang sehat. Namun sebaliknya, ketika terjadi penurunan
konsumsi maka dapat mengindikasikan melemahnya perekonomian
sehingga berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Kesejahteraan masyarakat dapat terlihat pada peningkatan output
perkapita sekaligus memberikan dampak pilihan dalam mengkonsumsi
barang dan jasa yang diikuti oleh daya beli masyarakat yang semakin
meningkat. (upah dan hk) Konsumsi rumah tangga yang meningkat akan
mendorong peningkatan permintaan barang dan jasa di daerah tersebut,
hal ini sejalan dengan penelitian yang di lakukan oleh Halil Haqizul Putra
yang menyatakan bahwa konsumsi rumah tangga berpengaruh positif
signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara
Barat. Hal ini disebabkan karena tingkat konsumsi baik barang atau jasa
oleh masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara meningkat sehingga
mempengaruhi akan permintaan barang dan jasa kemudian akan
memaksa perekonomian untuk meningkatkan produksinya sehingga akan
meningkatkan pertumbuhan ekonomi. (k thd pe 4) pendapatan
masyarakat middle-class pada konsumsi makanan dapat mempengaruhi
kemampuan sebuah perekonomian untuk tumbuh lebih cepat. (K risti)
Maksudnya, pendapatan masyarakat yang disertai dengan pola konsumsi
yang sehat berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi
secara keseluruhan. Kenaikan aktivitas konsumsi mampu menciptakan
peluang bagi peningkatan produksi dan distribusi barang serta jasa,
sehingga memperkuat dinamika perekonomian. Ketika konsumsi
meningkat, aktivitas ekonomi pun bergerak lebih aktif, mendorong
pertumbuhan yang lebih optimal. Oleh karena itu, konsumsi menjadi
salah satu elemen kunci yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu
daerah.

Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga


90000000
84688985.15 85027846.41
80000000 81726574.35
80025343.3781601576.12
76190686.25
73229888.9
70000000 68660365.19
63893036
60000000 60757237.79
59300515.9
56486044.5
53059800.33
50000000
40000000
30000000
20000000
10000000
0
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022

Gambar 1.4 Konsumsi Rumah Tangga Provinsi Bali


Tahun 2010-2022 (juta rupiah)
Sumber : Badan Pusat statistik (BPS), diolah.
Berdasarkan gambar 1.4 dapat diketahui bahwa selama periode
2010 hingga 2019 konsumsi rumah tangga di provinsi Bali mengalami
peningkatan dari tahun ke tahun, hal ini tercermin pada daya beli
masyarakat yang meningkat yang didukung oleh sektor pariwisata
sebagai motor penggerak perekonomian provinsi Bali. Hanya saja,
setelah pandemi mulai mewabah di pulau ini, daya beli masyarakat pun
menurun hal ini disebabkan oleh kurangnya pendapatan masyarakat
karena keterbatasan aktivitas ekonomi sebagaimana kebijakan yang
diterapkan pada masa covid-19, tentunya hal tersebut berdampak pada
berkurangnya angka konsumsi pada tahun 2020 yang hanya mencapai
angka Rp.81.601.576,12 juta rupiah. Meskipun sempat menurun, pada
tahun 2021 angka konsumsi rumah tangga di Bali mulai menunjukkan
pemulihan, dengan diterapkan nya kebijakan-kebijakan pasca pandemi
membuat aktivitas ekonomi bisa berjalan kembali meskipun belum bisa
efektif seperti sebelum adanya pandemi. konsumsi rumah tangga di Bali
pada tahun 2021 kembali menginjak Rp. 81.726.574,35 juta rupiah, dan
terus meningkat hingga mencapai Rp. 85.027.846,41 juta rupiah pada
tahun 2022. Tentunya bukan hal yang mudah untuk kembali bangkit
memulihkan perekonomian dari mas pandemi, dan ini merupakan salah
satu tren dari upaya Bali dalam beradaptasi dengan keadaan pasca
pandemi.
Dari fenomena dan permasalahan diatas serta keterkaitan yang ada
diantara fenomena nya, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian
tentang “Pengaruh Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN),
Neraca Perdagangan dan Konsumsi Rumah Tangga terhadap
Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Bali Tahun 2010-2022”
1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis mengidentifikasi
beberapa masalah yang dihadapi sebagai berikut :
1. Bagaimana PMDN, Neraca Perdagangan, dan Konsumsi Rumah
Tangga di Provinsi Bali tahun 2010-2022 ?
2. Bagaimana pengaruh PMDN, Neraca Perdagangan, dan Konsumsi
Rumah Tangga secara parsial terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi
Bali tahun 2010-2022 ?
3. Bagaimana pengaruh PMDN, Neraca Perdagangan, dan Konsumsi
Rumah Tangga secara bersama-sama terhadap pertumbuhan ekonomi di
Provinsi Bali tahun 2010-2022 ?
1.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang diuraikan,
maka tujuan yang ingin dihasilkan dari penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Mengetahui bagaimana PMDN, Neraca Perdagangan, dan Konsumsi
Rumah Tangga di Provinsi Bali tahun 2010-2022.
2. Mengetahui bagaimana pengaruh PMDN, Neraca Perdagangan, dan
Konsumsi Rumah Tangga secara parsial terhadap pertumbuhan ekonomi
di Provinsi Bali tahun 2010-2022.
3. Mengetahui bagaimana pengaruh PMDN, Neraca Perdagangan, dan
Konsumsi Rumah Tangga secara bersama-sama terhadap pertumbuhan
ekonomi di Provinsi Bali tahun 2010-2022.
1.4. Kegunaaan Penelitian
Penelitian ini dapat bermanfaat memberikan informasi dan wawasan
mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di
Provinsi Bali.
Adapun manfaat penelitian ini, sebagai berikut:
1. Bagi Penulis
Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan tambahan mengenai
faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali.
2. Bagi Pemerintah
Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat digunakan sebagai
bahan pertimbangan dalam membuat stategi kebijakan yang
berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi
kemajuan akademis dan dapat dijadikan acuan atau referensi untuk
penelitian selanjutnya.
4. Bagi Masyarakat
Penelitian ini dapat menambah pengetahuan masyarakat mengenai
faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali.
1.5. Lokasi dan Jadwal Penelitian
1.5.1. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini dilakukan di Provinsi Bali dengan mengambil
data dari website resmi Badan Pusat Statistik. Website tersebut
menyajikan data-data yang valid mengenai perekonomian Provinsi
Bali.
1.5.2. Jadwal Penelitian

N Ket 2024 2025


o eran
gan
Des Jan Feb Mar Apr Mei
3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS

1.1. Tinjauan Pustaka


Dalam sub-bab ini penulis akan menyajikan tinjauan pustaka yang
melandasi kerangka pemikiran dan pengajuan hipotesis, guna
menggambarkan konsep dasar mengenai variabel yang diteliti dengan
diikuti dengan penelitian terdahulu. Senjutnya pada bagian ini akan
dibahas mengenai kerangka pemikiraan tentang model variabel yang
nantinya disertai dengan hipotesis yang akan diajukan.
1.1.1. Pertumbuhan Ekonomi
Dalam menilai keberhasilan suatu daerah pertumbuhan ekonomi
merupakan salah satu indikator yangdapat menjadi tolak ukur
perkembangan pembangunan perekonomian regional.

1.1.2.
1.2. Kerangka Pemikiran
1.3. Hipotesis
BAB III

OBJEK DAN METODE PENELITIAN

1.1. Objek Penelitian


Objek Penelitian adalah suatu hal yang akan menjadi fokus pada
penelitian, yang dijadikan sasaran untuk memperoleh data atau informasi
yangrelevan dengan tujuan penelitian. Bagian ini merupakan aspek
penting dalam menentukan ruang lingkup penelitian. Objek dalam
penelitian ini adalah pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bali pada tahun
2010-2022 sebagai variabel terikat (Y), kemudian variabel yang
mempengaruhinya sebagai variabel (X) yaitu PMDN, Neraca
Perdagangan, dan Konsumsi Rumah Tangga di Provinsi Bali. Penelitian
ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder dan runtut waktu (time
series).
1.2. Metode Penelitian
Metode penelitian adalah cara ilmiah atau langkah-langkahn sistematis
yang dialkukan seorang peneliti guna mendapatkan hasil yang dapat
dianalisis dandapat diinterpretasikan agar dapat mencapai tujuan
penelitian. Pada bagian ini akan membahas jenis penelitian yang dipilih,
operasional variabel, teknik pengumpulan data, model penelitian, dan
teknik analisis data. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis
pengaruh PMDN, Neraca Perdagangan, dan Konsumsi Rumah Tangga
terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bali periode 2010-2022.
1.2.1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang akan dipilih adalah penelitian deskriptif
kuantitatif. Metode penelitian ini merupakan metode penelitian yang
digunakan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan suatu
fenomena, kejadian, atau populasi berdasarkan data kuantitatif yang
dapat diukur secara numerik. Metode ini berfokus pada pengumpulan
data yang bersifat objektif dan terukur, yang kemudian dianalisis
secara statistik untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang
variabel yang diteliti. Penelitian ini menggunakan alat analisis
Ordinary Least Square (OLS) dengan model regresi linier berganda.
Proses pengolahan data ini dilakukan dengan menggunakan software
EViews 9.
1.2.2. Operasionalisasi Variabel
Operasional variabel adalah proses mendefinisikan suatu variabel
penelitian secara konkret sehingga dapat diukur, diamati, atau
diidentifikasi dalam penelitian. Operasionalisasi variabel
menjelaskan bagaimana suatu variabel akan diukur atau
dikuantifikasi berdasarkan indikator-indikator yang spesifik.
Berdasarkan judul yang dipilih yaitu “Pengaruh PMDN, Neraca
Perdagangan dan Konsumsi Rumah Tangga terhadap Pertumbuhan
Ekonomi Tahun 2010-2022”, maka terdapat :
1. Variabel Bebas (Independent Variable)
Variabel bebas adalah variabel yang menjadi penyebab perubahan
pada variabel lain dalam suatu penelitian. Dalam penelitian ini
yang menjadi variabel bebas yaitu PMDN, Tenaga Kerja dan
Konsumsi Rumah Tangga.
2. Variabel Terikat (Dependent Variable)
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi oleh
variabel yang lain. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel
terikat adalah pertumbuhan ekonomi.
Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel

No Variabel Definisi Variabel Notasi Satuan


(1) (2) (3) (4) (5)
1 Pertumbuhan Perubahan nilai Y Milyar
Ekonomi PDRB ADHK Rupiah
Bali dari periode
sebelumnya ke
periode berjalan
2 Penanaman Kegiatan X1 Juta
Modal menanam modal Rupiah
Dalam untuk melakukan
Negeri usaha disuatu
(PMDN) wilayah oleh
penanam modal
dalam negeri
3 Neraca Selisih antara total X2 US$
Perdagangan ekspor dan total
impor barang/jasa
suatu wilayah
dalam periode
tertentu.
4 Konsumsi Total pengeluaran X3 Juta
Rumah yang dilakukan Rupiah
Tangga oleh rumah tangga
dalam suatu
periode tertentu.

1.2.3. Teknik Pengumpulan Data


Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur,
yaitu dengan cara mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan
topik atau masalah yang menjadi fokus penelitian, serta dapat
mengidentifikasi aspek-aspek yang sudah atau belum dibahas dalam
literatur ilmiah. Informasi ini diperoleh dari jurnal, publikasi, atau
karya ilmiah lain yang relevan dengan masalah penelitian.
1.2.3.1. Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu
dan runtut waktu (time series) yaitu data sekunder yang
diperoleh dari berbagai sumber instansi situs resmi, seperti
Badan Pusat Statistik (BPS), dan sumber lain yang relevan
dengan kajian penelitian dari tahun 2010 sampai 2022.
1.2.3.2. Populasi Sasaran
1.2.3.3. Penentuan Sampel
1.2.4. Model Penelitian
Model analisis data yang diterapkan untuk menguji hipotesis dalam
penelitian ini adalah regresi linier berganda. Pemilihan model regresi
ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perubahan suatu
variabel memengaruhi variabel lainnya. Dalam analisis ini, akan
ditentukan suatu persamaan yang memperkirakan hubungan
fungsional antar variabel yang diteliti. Model regresi ini akan
digunakan untuk menganalisis pengaruh PMDN, Neraca
Perdagangan, dan Konsumsi Rumah Tangga terhadap pertumbuhan
ekonomi di Provinsi Bali selama periode 2010-2022.
1.2.5. Teknik Analisis Data
Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan
menggunakan analisis regresi linier berganda atau ordinary least
square (OLS).
1.2.5.1. Metode Analisis Data
Metode yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam
penelitian ini adalah model persamaan regresi linier
berganda. Penelitian ini menguji beberapa variabel bebas
yaitu PMDN, Neraca Perdagangan, Konsumsi Rumah
Tangga, dan pertumbuhan ekonomi sebagai variabel terikat
nya. Adapun model penelitian yang digunakan pada
penelitian ini adalah sebagai berikut:

Y = β ₀+ β ₁ X ₁+ β ₂ X ₂+ β ₃ X ₃+e

Dimana :

β₀ = Konstanta
β₁, β₂, β₃ = Koefesien Regresi

Y = Pertumbuhan Ekonomi

X₁ = Penanaman Modal Dalam Negeri

X₂ = Neraca Perdagangan

X₃ = Konsumsi Rumah Tangga

e = Error Term

1.2.5.2. Uji Asumsi Klasik


Uji asumsi klasik dilakukan untuk mengetahui apakah
model regresi tersebut baik atau tidak dan digunakan untuk
memastikan bahwa model yang digunakan memenuhi
syarat dalam menghasilkan estimasi yang tidak bias,
konsisten dan efisien, atau dapat dikatakan bersifat BLUE
(Best Linear Unbiased Estimator). Untuk mendapatkan
hasil yang memenuhi syarat tersebut maka diperlukan
pengujian asumsi klasik meliputi, uji multikolinearitas, uji
autokorelasi, uji heteroskedastisitas, dan uji normalitas.
1. Uji Normalitas
Pengujian ini dilakukan untuk melihat apakah data yang
digunakan berdistribusi normal atau tidak. Jika terbukti
berdistribusi normal maka dapat dikatakan data dalam
kategori yang baik. Uji statistik yang digunakan adalah
menggunakan uji Jarque-Bera (J-B) dengan menghitung
skewnwss dan kurtosis, apabila angka Jarque-Bera
menunjukkan angka > 0,05 maka residual datatersebut
dinyatakan normal.
2. Uji Multikolinearitas
Pengujian ini dilakukan untuk memastikan tidak
terdapat hubungan linier yang sempurna diantara
variabel independen. Dalam melakukan uji
multikolinearitas dapat dilihat dari nilai Variance
Inflation Factor (VIF), hasil analisis menunjukkan
apabila nilai VIF < 10 maka dapat dinyatakan tidak
terjadi masalah multikolinearitas.
3. Uji Heteroskedastisitas
Pengujian ini dilakukan untuk melihat apakah dalam
satu model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari
residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain.
Untuk menguji ada tidaknya masalah
heteroskedastisitas salah satunya yaitu dengan
melakukan uji white, dimana jika nilai Prob. Chi-
Square menunjukkan angka > 0,05 maka dapat
dikatakan data tidak terjadi gejala heteroskedastisitas.
4. Uji Autokorelasi
Pengujian ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak
terdapat hubungan antar residual pada model. Faktor
yang biasanya menjadi penyebab timbulnya
autokorelasi antara lain kesalahan dalam menentukan
model. Untuk melihat gejala ini dapat dilakukan dengan
uji LM (Langrange Multiplier). Jika hasil menujukkan
Prob. Chi-Square > 0,05 maka dapat dikatakan tidak
terjadi serial korelasi.

1.2.5.3. Uji Hipotesis


Pengujian ini dilakukan dengan tujuan untuk menetapkan
suatu dasar sehingga dapat mengumpulkan bukti yang
berupa data dalam menentukan keptusan apakah hasil
ditolak atau diterima dari pernyataan atau asumsi yang telah
dibuat.
Uji Hipotesis yang dilakukan diantaranya :
1.2.5.4. Uji T
Pengujian ini dikenal sebagai uji parsial, yang digunakan
untuk mengetahui pengaruh signifikan variabel bebas
secara individual terhadap variabel terikat. Uji ini dilakukan
untuk mengetahui signifikansi variabel bebas yaitu PMDN,
Neraca Perdagangan dan Konsumsi Rumah Tangga terhdap
variabel dependen yaitu pertumbuhan ekonomi.
Statistik uji yang digunakan dalam uji-t:
Uji t arah kanan untuk PMDN, Neraca Perdagangan dan
Konsumsi Rumh Tangga terhadap pertumbuhan ekonomi
sebagai berikut :
 H₀ : β₁ β₂ β₃ < 0

Artinya, secara parsial terdapat pengaruh positif antara


variabel PMDN, Neraca Perdagangan dan Konsumsi
Rumah Tangga terhadap pertumbuhan ekonomi.

 H₀ : β₁ β₂ β₃ > 0

Artinya, secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif


antara variabel PMDN, Neraca Perdagangan dan Konsumsi
Rumah Tangga terhadap pertumbuhan ekonomi.

Untuk mengetahui signifikansi PMDN, Neraca


Perdagangan dan Konsumsi Rumah Tangga terhadap
pertumbuhan ekonomi dalam penelitian ini maka
pengambilan keputusan dalam uji-t sebagai berikut:

1. Jika nilai t-Statistic memiliki nilai probabilitas < 0,05


maka H₀ ditolak, artinya secara parsial
terdapat pengaruh yang signifikan antara
variabel PMDN, Neraca Perdagangan dan Konsumsi
Rumah Tangga dengan variabel dependen yaitu
pertumbuhan ekonomi.
2. Jika nilai t-Statistic memiliki nilai probabilitas > 0,05
maka H₀ ditolak, artinya secara parsial tidak
terdapat pengaruh yang signifikan antara
variabel PMDN, Neraca Perdagangan dan Konsumsi
Rumah Tangga dengan variabel dependen yaitu
pertumbuhan ekonomi.
1.2.5.5. Uji F
Uji f atau uji simultan digunakan untuk menguji koefisien
dugaan apakah variabel indipenden secara bersama sama
memiliki pengaruh terhadap variabel dependen. Pengujian
ini menghasilkan hipotesis sebagai berikut :
1. H₀ : β = 0
Artinya variabel PMDN, Neraca Perdagangan dan
Konsumsi Rumah Tangga tidak berpengaruh terhadap
pertumbuhan ekonomi.
2. Ha: β > 0
Artinya variabel PMDN, Neraca
perdangangan dan Konsumsi Rumah
Tangga berpengaruh terhadap
pertumbuhan ekonomi.

Berikut ketentuan statistiknya :

1. Jika F-Statistic memiliki nilai probabilitas < 0,05 maka


H₀ ditolak, artinya secara bersama-sama
PMDN, Neraca Perdagangan dan Konsumsi
Rumah Tangga berpengaruh signifikan
terhadap pertumbuhan ekonomi.
2. Jika F-statistic memiliki nilai probabilitas >
0,05 maka H₀ ditolak, artinya secara
bersama-sama PMDN, Neraca
Perdagangandan Konsumsi Rumah Tangga
tidak berpengaruh signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi.
1.2.5.6. Koefisien Determinasi (R²)
Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui
seberapa besar variabel bebas dalam model mampu
menjelaskan variabel terikatnya. Pengujian ini dilakukan
dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar variasi dari
variabel dependen dapat diterangkan oleh variabel
independen. Nilai pada pengujian ini berkisar antara nol
dan satu. Apabila R² = 0, artinya variasi dari variabel terikat
tidak dapat dijelaskan sama sekali oleh variabel bebasnya.
Apabila R² = 1, artinya variasi dari variabel terikat dapat
dijelaskan oleh variabel bebasnya. Maka dari itu model
regresi akan ditentukan oleh R² yang nilainya antara nol
dan satu.
DAFTAR PUSTAKA

Anda mungkin juga menyukai